Follow Us @jenganten

Thursday, June 28, 2012

Tips : Honey Jar for Lips & Mask

June 28, 2012 22 Comments

Haloo, Ladies semua. Semoga senantiasa sehat dan cantik yaa. ^_^

Saya sebenarnya punya kesibukan baru nih. Sejak saya pindah divisi di kantor, mendadak banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan. Dari pembuatan manual book software, asistensi training dan design menjadi pekerjaan saya sehari-hari. Selain itu, skripsi saya juga hampir memasuki tahap penelitian. Syukurnya saya, Dosen Pembimbing sedang agak selo* sehingga lebih mudah ditemui walaupun jam pulang kantor. Tapi meski saya dikejar-kejar kesibukan tersebut, saya berusaha untuk selalu stay tune dengan jejaring, termasuk Twitter dan blog kesayangan ini. Hehehe. Sampai-sampai kemarin Jeng Arum ngetwit saya lantaran saya rajin ngetwit saat jam kantor. :)) 

Seperti biasanya, nggak jauh-jauh dari beauty stuff, saya akan membagi tips dan trick (kalau bisa disebut begitu sih) untuk menjaga kulit dan bibir tetap lembab dan terpelihara dengan cara alami. Okay, cara alami yang saya maksud adalah menggunakan : Madu. 

Siapa sih, yang nggak tau madu dan kegunaanya? Udah rasanya manis kaya aku ,  mampu menjaga kesehatan tubuh, memiliki daya penyembuh, dan baik pula untuk kesehatan kulit. Berapa banyak skin care, shampoo, make-up, bath product yang menjadikan madu sebagai bahan pembuatnya? Jawabannya : tidak sedikit alias banyak. Pada beberapa tips kecantikan tradisional pun saya sering membaca saran untuk melakukan masker madu untuk menghilangkan jerawat, melembabkan bibir, memudarkan kehitaman pada bibir dan masih banyak lagi.

Nah, dengan tau kegunaan madu yang banyak, saya brb* beli sebotol madu untuk persediaan makanan, mengoles kue, campuran teh, campuran bikin kue (aduh, saya jadi laper). Oh iya, tidak perlu takut tidak awet, karena madu adalah salah satu makanan yang tidak bisa membusuk selamanya.
Lalu apa yang akan dilakukan pada sebotol madu itu untuk merawat kulit? Menuangnya pada jar, mengolesnya perlahan dengan tangan ke kulit atau bibir? Tentu sangat merepotkan, kecuali untuk yang suka ribet. Hehehe. Selain merepotkan juga kurang higienis karena harus bersentuhan dengan tangan dan ‘dunia luar’.

Lalu bagaimana caranya?

Nah, disini Lady mau bagi tips agar madu lebih mudah dipakai dan higienis untuk merawat kulit. Caranya bagaimana? Pakai apa?

Taraaa, Lady memakai : wadah parfum roll on.



Cara mengisinya adalah sebagai berikut :
  • Siapkan madu.
  • Siapkan botol roll on kosong.
  • Masukkan madu ke botol.
  • Tutup botol.
  • Siap dipakai.
 


Syip, akhirnya jadi ....



Mudah kan?  Dengan mendepotnya ke wadah tersebut, saya dapat keuntungan beberapa hal :
  • Simple, botol kecil, gampang masuk ke beauty pouch.
  • Dapat dibawa kemana-mana.
  • Higienis.
  • Tangan nggak perlu bersentuhan dengan madu.
  • Cara pemakaian jauuuuh lebih mudah.
  • Dapat digunakan untuk maskeran madu tanpa perlu syusyah-syusyah.
  • Muka atau bibir berasa dipijit kalau pakai ini.
  • Yang paling nendang sih, saya bisa menggunakan madu ini sebagaimana lipgloss, efek shiny-nya nggak kalah lho, sama lipgloss biasa.

 Bare lip + madu. Plis jangan kaget ya. Saya benar-benar mengumpulkan niat untuk memposting foto bibir saya. Hihi.

Tapi, ada hal yang perlu diperhatikan nih, jadi jangan asal ndepot ya,
  • Botol roll on yang dipakai sebaiknya yang masih baru alias belum pernah dipakai untuk wadah parfum. Kebayang kan, aroma madu kalau udah kecampur parfum? Belum lagi bahan kimia pada parfum yang belum tentu cocok untuk kulit apalagi bibir.
  • Kalau pada kasus saya sih, saya nekat membeli botol kosong dari toko parfum isi ulang. Hihihi.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Saya pernah ada kasus botol madu saya ini ditemukan oleh adik balita saya, Abyan Faishal Mahib. Alhasil, botol ini jadi dijilat-jilat oleh adek saya karena dia suka rasa manisnya.
 
Mmmmuaaah... :*
  • Meskipun ini madu dan rasanya manis, kalau diaplikasikan ke bibir, jangan dijilat-jilat donk! Percuma punya niat melembabkan bibir tapi dikontaminasi sama saliva. Kalau pengen minum madu, minum aja.
  • Lakukan aktifitas mengoles madu ini pagi siang sore untuk mendapatkan bibir lembab.
  • Jangan lupa minum air putih yang banyak dan rajin berolahraga.
  • FYI aja sih, kalau lagi pakai madu di bibir, terus minum air teh hangat, rasa tehnya jadi kaya teh madu loh, asal enggak dijilat-jilat tuh bibirnya.. *lah, Out of topic*.. Hihi
Sekian dulu ya, share saya, Ladies. Semoga berguna ya. Selamat ber hari Kamis (karena saya postingnya hari kamis).

Keterangan :
Selo* : punya waktu luang
Brb* : be right back

Love,

Monday, June 25, 2012

Make Your Own Love Story (Resensi The Orange Girl)

June 25, 2012 2 Comments


Judul Asli            : The Orange Girl
Terjemahan         : Gadis Jeruk
Pengarang           : JosteinGaarder
Penerbit              : Mizan Pustaka
Alih bahasa         : Yulianti Liputo
Cetakan              : Juli 2011 (Gold Edition)
Tebal                  : 256 hlm  
Harga                 : Rp 39.500,00

Ketika saya menemukan ulasan tentang Hubble Space Telescopepada bagian belakang buku ini, saya langsung berkesimpulan bahwa novel yang akan saya beli ini pasti isinya sangat menarik. Terlebih lagi ketika JosteinGaarder, begitu nama pengarang novel ini, memberi novel ini judul Gadis Jeruk dan tags “Bagaimana perasaan Anda jika mendapat surat seperti di atas dari Ayah Anda yang meninggal sebelas tahun yang lalu?”

Sebagai seorang perempuan penikmat luar angkasa dan pecinta dongeng (dan penyuka rasa jeruk juga), Gaarder telah sukses memukau saya dengan pandangan pertama atas novel ini.

Kisah yang disajikan di novel ini adalah tentang seorang anak berusia lima belas tahun yang tiba-tiba mendapat surat dari ayahnya yang meninggal sebelas tahun yang lalu. Dalam surat tersebut, si Ayah menceritakan tentang perjalanan hidup dan kisah cintanya dengan seorang gadis misterius yang disebutnya Gadis Jeruk ketika si Ayah berusia duapuluhan. Tokoh Gadis ini sangat penting dan hampir diceritakan dalam seluruh alur surat si Ayah. Seperti dalam ucapan awal surat tersebut “Aku sudah berniat untuk menceritakan kepadamu kisah Gadis Jeruk suatu waktu nanti, semasa kau hidup”.

Siapa sebenarnya “Gadis Jeruk” tersebut? Ayah, atau dalam novel memiliki nama Jan Olav, pertama kali bertemu dengan seorang gadis mempesona dalam sebuah trem kereta. Gadis tersebut membawa sekarung buah jeruk yang dimasukkan dengan kantong kertas. Selain itu si Gadis mengenakan busana yang kurang lazim dipakai pada musim dingin, sebuah anorak (sejenis poncho atau pakaian hangat) berwarna oranye macam buah jeruk. Pemandangan yang aneh tersebut (mana ada orang membawa buah jeruk dalam kantong kertas?), telah membuat Jan Olav penasaran luar biasa. Jan Olav ingin berkenalan dengan gadis tersebut, namun kejadian berkata lain. Ketika trem tersebut bergoyang, gadis tersebut hampir menjatuhkan jeruk-jeruknya. Jan Olav hendak menolong, tetapi sebelum sempat menolong, jeruk-jeruk tersebut duluan tumpah berhamburan dalam seluruh trem.  Jan Olav malu. Terlebih ketika si gadis hanya tertawa mengambil satu buah jeruk dari tangan Jan Olav dan pergi meninggalkan dia dari keributan tentang jeruk.

Momen pertemuan pertama tersebut sangat berkesan di hati Jan Olav. Sehingga dia berjanji pada diri sendiri untuk mencari si Gadis Jeruk berpakaian anorak orange itu lagi, entah bagaimana caranya. Beberapa kali dia memang berhasil bertemu dengan si Gadis Jeruk, tapi hasilnya selalu berakhir sama : si Gadis meninggalkan Jan Olav dengan menyisakan rasa penasaran yang luar biasa di benak laki-laki itu.

Jan Olav terus mencari keberadaan si Gadis Jeruk, termasuk menempuh perjalanan dari daerah Skandinavia ke daerah subtropis Negara Spanyol. Jadi, apa pula namanya jika seorang rela mencari hingga batas benua untuk seseorang kecuali seorang itu sangat berarti baginya?

Bagian mengejutkan dari novel ini adalah ketika pencarian Jan Olav membuahkan hasil. –ya, dia berhasil bertemu Gadis Jeruk di Sevilla, Spanyol- si Gadis Jeruk akhirnya mengaku kalau dia melakukan itu semua dengan sengaja. Menjatuhkan buah jeruk, meninggalkan si laki-laki dengan rasa penasaran, mengirimi kartu pos bergambar kebun buah jeruk dari Spanyol, mengatakan “sebagai kekasih, penting rasanya untuk saling merindu”, semua dilakukan dengan sengaja. Si Gadis juga melakukan pencarian, menganggap si laki-laki adalah kupu-kupu yang harus ditangkap, dan membuat kupu-kupu itu mengejar penangkapnya.
“Saya bukan sekedar kupu-kupu yang akan kau tangkap. Saya adalah bagian dari cerita ini. Saya juga mencarimu, Jan Olav”.

Satu kalimat : So Amazing. Si Gadis Jeruk berhasil menemukan cintanya dengan cerita yang dia buat sendiri. Dengan aturan yang dia tepati. Saya menyebutnya “flirting yang super-sangat-elegan”. Dia memposisikan dirinya sebagai kupu-kupu yang tidak mudah ditangkap, padahal dialah yang telah menyiapkan sarang untuk penangkapnya.

Kisah mengenai “jebakan Gadis Jeruk” hanyalah sebagian kecil dari muatan novel ini. Karena bagian utamanya adalah mengenai hidup seorang Jan Olav beserta siratan filsafat yang disajikan secara apik oleh Jostein Gaarder.

Dan kisah lanjut tentang Hubble Space Telescope, saya sarankan sebaiknya apresiasi karya pengarang dengan membeli buku ini.

“If I’d chosen never to the foot inside the great fairytale, I’d never have known what I’ve lost. Do you see what I’m getting at? Sometimes it’s worse for us human beings to lose something dear to us than never to have had it at all.”
Jostein Gaarder,
The Orange Girl 

:))

Gambar dari :


Kisah Bermain ‘Mata’ (semacam EOTD)

June 25, 2012 10 Comments

Persilahkan saya untuk menceritakan sebuah kisah. Ya. Ini kisah beneran. Tolong disimak baik-baik ya, anak-anak. *pakai kacamata, *macak*) jadi ibu Guru. Mudah-mudahan pantas ya, aku jadi ibu guru? Hehe.

Kisah ini bercerita tentang seorang gadis. Sebut saja Bunga. :))

Pada suatu hari, gadis yang mengenakan kerudung berwarna merah maroon itu meminta saya untuk membuat usapan eyeliner di matanya. Kemudian karena saya merasa sayang jika hanya mengoleskan eyeliner saja, saya paksa dia untuk memakai full make-up sekalian biar saya latihan. Tapi Bunga malah bilang seperti ini :

“Mata saja. Kulit aku sensitif kalau pakai produk yang macem-macem. Bla bla bla”

“Kan nanti bisa dibersihkan. Aku ada tuh, pembersih Viva atau Larissa yang bisa kamu pakai. Atau kalau enggak cocok, bisa pakai baby oil aku, ntar kamu bersihkan sisanya kalau sudah di rumah”. Jawabku.

“Ah, enggak. Aku maunya mata saja. Kalau jerawatan gimana?”.

Dan akhirnya, saya harus mengalah dengan keinginan Bunga. Walaupun itu maknanya saya cuma diberi area mata untuk mendandaninya. Saya berusaha untuk tidak kehabisan akal. Jadi, baiklah. Jadilah simple EOTD :






Ramuan :
My Darling Liquid Eyeliner.
Pixy Mascara.

Step :
1.    Bersihkan mata pakai toner.
2.    Aplikasikan primer.
3.    Aplikasikan eyeshadow warna silver di seluruh bagian mata.
4.    Lanjut eyshadow ungu di ujung mata (outer V).
5.    Lanjut eyeshadow hitam di outer V.
6.    Baurkan dengan shadow brush.
7.    Aplikasikan eyeliner pensil di bingkai atas dan bawah mata.
8.    Aplikasikan eyeliner cair di bingkai mata atas.
9.    Aplikasikan mascara pada bulu mata atas dan bawah.
10.  Gunakan eyebrow dan sisir alis untuk membentuk dan merapikan alis.

Percakapan berikutnya, saya meminta ijin Bunga untuk memposting foto wajahnya di blog ini. Tapi dia memberi syarat hanya bagian mata saja yang boleh diposting. Namanya pun enggan untuk di sebutkan.
Nah, walaupun agak berantakan dan fotonya juga kurang jelas, Bunga bilang riasan ini membuat matanya jadi makin tajam. Dan smokey. Dan cantik :). Tapi, itu Bunga yang bilang. Kalau kamu gimana? Butuh saran ya, Ladies.

--------------

Ohiya, saya juga mau pamer korsase dan hasil modifikasi tote bag yang saya dapatkan dari majalah Cita-cinta edisi bulan Maret (kayaknya). Hihi. Kebetulan tote bag bawaan majalah enggak ada risleting, talinya kurang kencang, dan mirip seperti tas belanja. Akhirnya saya bawa ke tukang reparasi tas dan saya minta pasang ini itu supaya lebih laik pakai. :)



Tulisannya lucu. :))

I'm Young
I'm Strong
I'm Beautiful
I'm Im Perfect
I'm Me

Friday, June 22, 2012

Cheap Liquid Foundation Compare. Viva & Marina.

June 22, 2012 14 Comments
Foundation. Apa yang terpikir ketika mendengar istilah itu? Dalam istilah make-up tentu saja foundation adalah istilah kosmetik yang dapat berbentuk cream, powder, maupun cairan yang digunakan sebagai alas make-up. Ada juga istilah alas bedak. Tapi saya sendiri kurang setuju jika foundation diistilahkan dengan alas bedak. Toh, penggunaanya tidak selalu diakhiri dengan bedak. Iyakan? :)

Well, kali ini saya akan membuat opini tentang liquid foundation compare, antara Viva dan Marina. Produk Viva sudah saya kenal sebelumnya. Tapi Marina? Saya baru tahu kalau produk ini mengeluarkan foundation dan bedak baru-baru ini saja. Dan akhirnya atas nama penasaran, saya beli deh :)



  • Packaging.
Dari segi kemasan, kedua produk ini baik Viva maupun Marina tidak memilik perbedaan yang berarti. Keduanya dikemasani dengan botol plastic beserta label yang melengkapi detail isi produk. Kemasan Marina berbentuk gendut, saya kurang suka, karena jika isinya tinggal sedikit, tidak dapat dipencet. Sedangkan kemasan Viva memanjang ke atas dan pencet-able. Hehe. Saya asal mengambil istilah saja. Artinya produk Viva lebih mudah dikeluarkan dalam hal pencet-memencet.

Mulut botol kedua produk ini memiliki karakteristik yang sama : lebar. Jadi harus hati-hati dalam menuang produk ini karena teksturnya sendiri sudah sangat encer ditambah mulut botol yang lebar. Peluang untuk tumpah besar sekali.

Lady memilih : Viva.

  • Tekstur
Namanya juga liquid foundation. Jadii bentuknya ya memang cair. Tapi saya merasa tekstur Viva lebih cair daripada Marina.

Lady memilih : sama sih. Aku tidak begitu mempermasalahkan tekstur.

  • Warna
Pada kemasan sih ditulis berwarna natural (baik Viva maupun Marina), tapi pada kenyataanya, foundation Viva lebih cerah dan terlalu jauh shadenya dibanding Marina. Untuk kulit saya, shadenya lebih cocok di Marina yang cukup kesawo-matangan.



Kiri = Viva, Kanan = Marina

Lady memilih : Marina.

  • Blending
Ketika dibaurkan dan di blend dengan kulit, yang lebih dulu rata warnanya adalah Viva. Viva mudah diblend, sedangkan Marina harus pelan-pelan dan jika tidak teliti, mudah sekali menggumpal alias cakey. Namun khusus untuk warna, kedua foundation ini hampir menunjukan warna blending yang sama dan hampir mirip walaupun warna aslinya sangat berbeda.
 

Setelah di-blend. *maaf gambarnya kurang jelas. :>

Lady memilih : Viva.

  • Coverage
Viva lebih coverage dibanding Marina. *FOTD menyusul ya. Ohya, foundation Viva ini pernah saya pakai untuk make over sepupu saya di sini loh.


Harga :
Viva : < Rp 5.000,00
Marina : < Rp 5.000,00


Bonus gambar tangan saya memakai sampur. Ihihiiy :




@andhikalady

Monday, June 18, 2012

Girls Day Out (Narsis Time)

June 18, 2012 0 Comments
Haloo, Friends. Lama enggak posting di sini. Akhir-akhir ini memang saya lebih sering ngurusin blog yang sono. Jadi maafkeun kalau saya jarang mampir ke sini. :) . Tapi demi kemaslahatan umat (tsaaah), saya sempatkan untuk posting hasil acara narsis-menarsis antara saya dan sahabat saya, Eka dan Vivi dan satu adiknya Eka, namanya Tika (kalian itu satu keluarga "Ka" semua yah).

Awalnya kami bertiga ketemuan di depan KPLT UNY - Ngomongin cowo - makan bubur di depan Cheers - Nggosipin cowo - Nyari kain di jalan Solo - Dapet gosip si X ternyata nyepik si Y - Nyari kebaya di Beringharjo - Nyeletuk "kapan aku pake kebaya manten kaya begituan ya?" - Lihat aksesoris di Petra - "Eh, ini mahkotanya bagus loh, buat di pelaminan. Eh" - Maem siang bakso siomay mie ayam di Pakuningratan - Ngomongin "kemarin aku abis ketemu si Y loh" - Shopping di Sakola - "Whatt? Si itu mau bubaran? Sih!" - Main narsis di kost ku - "Aku nikah satu tahun lagi, kalau kamu?" - Foto-foto - Tobat.

Hahahaa.

Udah ah, langsung aja nih foto-foto cantik menggila kami.



Pink ketemu turqoise. Gak mathuk? Bodo amat ah. :3


Narsis di jemuran. LOL


Mringis.


Miring.


Me & Vivi.


Vivi - Eka - Dika


No comment.


No comment #again.


...


...


... Eh, itu ada UFO lewat!

Posting hasil buruan harta karun saya bisa di lihat di sini nih.

Sunday, June 17, 2012

June Haul (Fashion Stuff)

June 17, 2012 8 Comments

Baru pertama kali saya posting belanjaan yang tidak berhubungan dengan kosmetik. *semoga Ladies semua enggak bosen terus di-skip baca yhaa*. Oke, postingan kali ini saya akan memamerkan (tsaaah) hasil buruan harta karun (halah) saya ketika muter-muter kota Jogja dalam kurun waktu seminggu ini. Bagi yang rutin mengikuti blog ini pasti tau, selain make-up nista, saya juga menaruh minat superb di fashion-nista (walapun dua-duanya masih sangat-sangat newbie. Okay?).

Yeah, namanya juga wanita. Pasti susah buat lepas dari keidentikan sama yang cantik-cantik, yang lucu-lucu, dan semua yang bikin cantik. Yang setuju, angkat tangan..! Tapi jangan tinggi-tinggi nanti bau.. Oh, sudah pakai deodorant? Merk apa? Review donk?..

Malah makin ngawur. Wkwkwk. Okedeh, sok atuh mari dilihaat :


Tidakkah itu mirip cucian yang baru saja di angkat dari jemuran? LOL. Maafkan saya tidak bergitu pintar memotret fashion stuff. Jadi asal saya tumpuk saja.


1.    Turquoise Blouse.

Blus kelelawar (enggak tau sebutan aslinya) warna turquoise. Beli di butik deket kost. Nama butiknya Elips, alamat di Lembah UGM. Buat yang tinggal di Jogja dapat mengunjungi dan memborong harta karun di situ. LOL. 

Harga : Rp 45.000,00
Beli di : Elips Fashion, Lembah UGM


3.    Pashmina Pink dari SweetJuliaShop.

Pashmina warna pink ini dibuat dari bahan spandek yang adem. Gak panas. Dan menyerap keringat. Selain itu, pashmina ini juga lebih panjang dari pashmina-pashmina lain. Sehingga buat yang memakai kerudung, gampang banget di mix n match dan bikin kreasi hijab-style.
 
Harga : Rp 50.000,00
Beli di : @sweetJuliaShop , atau ke teman saya @juliaalela

4.    Inner Hijab Warna Cokelat dari SweetJuliaShop.

Harga : Rp 18.000,00
Beli di : @sweetJuliaShop , atau ke teman saya @juliaalela



2.    Sampur Tari Gambyong.

Salah satu properti tari saya. Saat ini kebetulan saya sedang mendalami tari Gambyong dan tari Cendrawasih (Bali). Keduanya membutuhkan sampur sebagai properti. Bagi yang belum tahu sampur, sampur adalah semacam selendang yang dipakai menari. Sampur juga dapat digunakan sebagai pashmina kerudung. Aye aye.
Harga : Rp 20.000,00
Beli di : Pasar Beringharjo Malioboro Yogyakarta


6.    Korsase Pita Pink.

Enggak sengaja nemu korsase yang lucu (yes, aku sangat mudah terpesona oleh barang yang lucu). Akhirnya beli. Iya, saya khilaf.
Harga : Rp 12.500,00
Beli di : Petra Aksesoris, Pasar Beringharjo Malioboro Yogyakarta.
7.    Bros Cokelat.

Masih tentang yang unyu-unyu. Bros ini dipakai untuk menyematkan kerudung, pashmina dan sejenisnya.
Harga : Rp 7.500,00
Beli di : Petra Aksesoris, Pasar Beringharjo Malioboro Yogyakarta.

5.    Sepatu Golf.

Saya tidak tahu sebutan yang pas untuk sepatu model ini. Mungkin nama lainnya sepatu Crocs-like. Tapi ini merknya bukan Crocs. Asal capcipcup saja. Kebetulan nemu warna kesukaan aku = ungu.

Harga : Rp 50.000,00
Beli di : Butik deket kos. Di Karangmalang.

OOTD


Stuff : Pakai inner + pashmina SweetJuliaShop, Turquoise Blouse, Bros Cokelat.

Make up : Kurang kelihatan karena itu posisinya baru pulang dari main. Aslinya kuyu dan berminyak banget. :( Tapi well (karena ini adalah beauty blog), saya list deh adonannya  :
Face : Viva Moisturizer Green Tea, Caring Everlast BB Cream, Caring Microfine Loose Powder
Lip : Cuma pake madu
Eyes : My Darling eyeliner, Pixy Mascara, Viva Eyebrow

Lokasi : Lantai dua kost alias jemuran! LOL

Fotografer : Eka Wahyu, Vivianti (Thaks for our GDO, sisters!)

@andhikalady