Follow Us @jenganten

Sunday, July 30, 2017

[Review] The Wet Brush Detangle, Sisir yang Bikin Rambut Kusut Menyingkir

July 30, 2017 6 Comments
Kombinasi antara rambut kusut, kering, ketombe, ditambah sering diikat kencang (karena tertutup jilbab), adalah hal yang nggak menyenangkan. Saya merasakannya selama bertahun-tahun semenjak pertama kali berhijab sejak SMA. Kerepotan akan berkurang manakala kamu punya rambut yang pendek atau super pendek. Tapi sebagai wajarnya cewek, mereka tentu bebas memilih mau punya rambut panjang atau pendek di balik hijab.

Jika yang dipilih adalah rambut panjang, artinya harus bersedia sedikit lebih repot dalam merawat rambut. Terlebih jika berhijab, risiko rambut jadi lepek dan kusut bisa mengintai. Apalagi buat kamu para cewek yang males-malesan jungkatan dengan dalih 'ah, ketutupan inih rambutnya'.

Padahal ya, kunci rambut yang nggak kusut sebenarnya terletak pada setidaknya 4 hal ini:
1. Rambut nggak kering
2. Bentuk rambut juga pengaruh (rambut yang keriting lebih mudah kusut daripada yang lurus)
3. Panjang pendek rambut (makin panjang, makin mudah kusut)
4. Sisir yang tepat


The Wet Brush

Saya semenjak lama termasuk orang yang nggak peduli dengan sisir. Pokoknya asal bentuknya kayak sisir, berarti bisa untuk sisiran. Meski harganya cuman lima ribu, kalau bentuknya ada geriginya, ada pegangannya, dan bisa untuk sisiran, berarti itu adalah sisir.

Sampai saya mencoba Wet Brush yang harganya lumayan premium; barulah saya sadar bahwa memakai sisir lima ribuan adalah penyesalan dan kesalahan terbesar yang pernah dilakukan ke rambut saya. Berasa kasihan gitu, sama rambut saya yang dibiarkan rontok dan 'nangis' akibat dipaksa ditata menggunakan sisir yang salah. 


The Wet Brush Detangle Professional

Adalah sebuah sisir berbentuk sikat (brush) yang dirancang sedemikian rupa sehingga mampu membuat rambut kusut menjadi tidak kusut dengan cepat. Penggunaan sisir ini lebih tepat dilakukan pada rambut basah (selesai keramas), tetapi tidak menutup kemungkinan dapat juga dilakukan untuk rambut kering.

Bagian brushes-nya lunak dan nggak keras. Ini akan memudahkan untuk menyisir dan 'meluruskan'. Ini akan mencegah bagian brushes untuk terjebak di tengah-tengah kumpulan rambut kusut. Saat ketemu bagian rambut yang kusut, brushes akan mencari jalan untuk keluar dari kekusutan dan aktifitas menyisir menjadi lebih mudah dan cepat dilakukan.

Bentuk permukaan
Selain fungsinya yang segudang, sisir ini juga datang dengan bentuk yang ergonomis dan punya desain yang menarik. Misalnya, yang punya saya ini bermotif teal; ada pula yang motif warna ungu dan pink. Pokoknya bisa banget dipilih sesuai warna yang paling kamu suka.

Menurut keterangan dari kemasan Wet Brush, sisir ini juga bisa mengurangi rasa sakit dan cocok dipakai oleh mereka yang memiliki kulit kepala sensitif. Pada dasarnya, sisir ini dirancang untuk para stylist di salon-salon, tetapi bisa juga dimiliki dan dipakai pribadi.


Kesan memakai Wet Brush Detangle Hair:

πŸ’– Berasa ajaib karena untuk pertama kalinya, rambut saya bisa disisir sampai tandas dengan cepat
πŸ’– Mengurangi rambut kusut secara signifikan. Penggunaan setiap hari bahkan setiap saat, kusutnya lenyap!
πŸ’– Rambut menjadi lebih bervolume
πŸ’– Mengurangi rambut rontok
πŸ’– Untuk yang punya rambut panjang, sangat-sangat-sangat direkomendasikan untuk punya sisir ini
πŸ’– Bikin lebih rajin sisiran, karena proses menyisir menjadi lebih effortless. Kalau pakai sisir biasa membutuhkan waktu lebih dari 15 menit untuk menyisir keseluruhan rambut saya; dengan Wet Brush cuma butuh waktu kurang dari 5 menit. Panjang rambut saya kira-kira sepinggang

Perhatian:

πŸ’‡ Brushes sisir ini terbuat dari plastik yang lunak, jangan dipakai bebarengan dengan hair dryer, takutnya nanti bisa merusak sisir
πŸ’‡ Sisir ini punya sifat mengurai rambut, jangan digunakan setelah rambut ditata. Sisir ini lebih cocok digunakan untuk perawatan rambut sehari-hari, bukan untuk penataan rambut semisal yang sudah diberikan hair spray
πŸ’‡ Sebisa mungkin jangan share sisirmu dengan orang lain
πŸ’‡ Rajin dibersihkan

Kesimpulan:

Secara keseluruhan, saya suka banget sisir ini. Harganya memang lumayan, sekitar 120k hingga 170k. Namun kalau dihitung ulang, memang berapa kali dalam setahun kita membeli sisir? Paling juga satu kali. Atau bahkan beli sisir sekali, dipakainya bertahun-tahun. Jadi rasanya nggak ada salahnya untuk memiliki sisir yang sedikit premium, tetapi rambutmu terselamatkan dari kerontokan dan kekusutan. 

Yang paling utama, sisir yang premium mampu menyingkat aktifitas sisiranmu menjadi lebih cepat sehingga sisa waktumu bisa dipakai untuk melakukan hal lain. Menulis blog misalnya. :D



Wednesday, July 19, 2017

Wishlist 2017 yang Sudah dan Belum Kesampaian. Dari Pendadaran Hingga Samsung S7

July 19, 2017 1 Comments
Saya paling semangat kalau ngomongin soal wishlist. Wishlist itu semacam pengingat dan penyemangat kita untuk mengejar. Wishlist itu strongly recommended ditulis yah. Jangan cuma disimpan di kepala saja, lama-lama akan lupa. Lalu setelah kamu tulis, sharing ke orang terdekatmu untuk semacam menjadi 'saksi' bahwa kamu punya niat dan keinginan.
Tulis wishlist - doa ke Yang Mahakuasa - sharing ke orang terdekat
Pernah ada cerita, saya sekarang jadi beauty blogger dan MUA ternyata berawal dari tulisan kecil di catatan saya dulu sekitar 6 atau 7 tahun yang lalu. Waktu itu saya menulis dan berdoa begini: saya ingin punya kegiatan yang di dalamnya melibatkan makeup. Eh beneran lho, habis itu saya kepikiran untuk menulis review dan membuka blog baru. Rasanya kayak 'cling', gitu aja. Sudah kayak pembersih kaca aja lah pokoknya.

Nah, sekarang saya mau share beberapa wishlist 2017 yang sudah dan belum tercapai. Tapi buat yang mengharap wishlist makeup dan skincare ala Jenganten, jangan kecewa dulu yah. Kali ini topiknya sedang ingin bebas dari dunia makeup dan skincare dulu. Akan ada gilirannya sendiri nanti. Yah.

Yang sudah tercapai:

Konferensi paper

ICST
Salah satu syarat kelulusan di kampus saya adalah ikut di konferensi internasional dan presentasi paper. Ini semacam bukti bahwa penelitian kita diakui di kancah internasional. Alhamdulillah kegiatan ini tercapai juga, saya kemarin sudah mengikuti rangkaian kegiatan International Conference of Science dan Technology (ICST). Rasanya, lega banget serius! Satu wishlist tercapai.

Memulai punya usaha

Paletapia

Alhamdulillah, salah satu cita-cita saya sedari lama sudah sedang dilakukan. Punya usaha buat berjualan. Kali ini idenya adalah berjualan palet. Sampai sekarang konsumennya cukup lumayan juga. Buat kamu yang ingin punya palet untuk mixing foundation, bisa langsung ke @paletapia yah.

Baca juga: [Tutorial] Resep Mixing Foundation Racikan Para MUA. Inilah Rahasianya


Yang belum tercapai:

Wisuda

Sumber

Lulus di tahun ini adalah target utama. Pokoknya 'mbuh pie carane' harus lulus. Selain faktor biaya yang mahal, aktifitas kuliah itu cukup berat dan bisa membuat target lain jadi terhambat. Makanya, kuliah harus diselesaikan secepat mungkin. Teorinya begitu. Saya pernah punya pengalaman terlambat lulus saat kuliah sebelumnya, yang mana itu sudah cukup jadi pelajaran untuk tidak diulangi lagi. Lulus lama itu nggak enak, pikiran dan tenaga terforsir untuk memikirkan skripsi yang nggak selesai-selesai. Mau mengerjakan hal lain juga nggak bisa maksimal. #truestory

Baca juga: Dandan Sendiri Buat Wisuda, Why Not?

Punya smartphone Samsung S7

Sumber

Nah ini, smartphone yang bikin ngiler. Bentuknya menawan dan seksii. Samsung S7 ini kayaknya pas banget untuk menemani aktifitas saya mengejar wishlist. Baik nge-beauty blog, ngehandle online shop, dan mencatatkan agenda-agenda penting saya. Memorinya juga nggak perlu ditanya, karena isinya sudah 32 GB, nggak perlu lagi bingung dan khawatir kalau memori Whatsapp penuh. Buat yang suka OOTD di dalam air juga santai karena smartphone ini water resistant.

Tentunya nggak cuma itu saja, kamu juga bisa membelinya dengan mudah di Matahari Mall.com. Tenang saja, banyak diskonnya juga lho. Pokoknya nggak rugi.

Ohya, doakan semoga wishlist saya ini kesampaian yah. Wishlist-mu juga, semoga segera tercapai. Kuy.

@andhikalady

Tuesday, July 18, 2017

[Jenganten Tips] Liburan Bersih dan Nyaman

July 18, 2017 10 Comments
Dalam setahun, orang Indonesia umumnya punya dua kali libur yang (cukup) panjang. Kalau nggak momen Lebaran, ya akhir tahun. Bagi mereka yang cukup beruntung punya jatah cuti banyak, tentunya nggak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk berlibur dan menyenangkan diri. 

Ini umumnya orang Indonesia yang kerja kantoran yah. Kalau situ seorang freelancer yang punya jam kerja suka-suka mah beda lagi.

Liburan nyaman

Perkara soal libur-berlibur kamu pernah risih nggak sih, saat harus berhadapan dengan faktor kebersihan? Misalnya kalau toiletnya kurang bersih, dan kamu terpaksa harus tetap pakai karena nggak ada yang lain. Lalu kalau kebetulan lokasi tujuanmu itu dikenal punya potensi menyebarkan virus penyebab penyakit tertentu, apa nggak makin berlipat itu parnonya. Hal-hal seperti itu memang kadang nggak bisa diduga, contohnya Flu Singapura, atau dalam istilahnya disebut Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) dan MERS atau Middle East Respiratory Syndrome.  

Menurut halaman Wikipedia, gejala HFMD adalah Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, pilek, ruam seperti bentol di bagian mulut, tangan dan kaki dan anak – anak usia 10 tahun kebawah, rentan banget terhadap virus ini. Meskipun lebih rentan terhadap anak – anak, tapi kita sebagai orang dewasa juga dapat menjadi pembawa virus ini karena virus penyebab penyakit bisa bertahan di luar ruangan hingga 24 jam lho!. Seramnya, jenis penyakit ini paling banyak menyerang saat musim panas, ya kayak sekarang-sekarang ini . Jadi jangan sampai kita membawa virus ini ke salah satu anggota keluarga kita ya!

Kehati-hatian terhadap virus penyebab penyakit  juga berlaku banget buat kamu atau keluargamu yang hendak pergi ke Timur Tengah seperti Haji atau Umrah terhadap penyakit MERS karena sampai saat ini belum ada vaksin dan obatnya dan 4 dari 10 yang terkena MERS itu meninggal dunia.

Kita pastinya ingin berangkat dan pulang perjalanan dengan nyaman dan sehat, nggak kurang suatu apa. Untuk itu mangkanya kudu persiapan bener-bener supaya hal-hal nggak menyenangkan itu nggak terjadi. Untuk menghindari virus penyebab penyakit itu, kamu perlu menyiapkan proteksi khusus untuk melindungi dari wabah HFMD saat di Singapura dan/atau MERS. 

Nah berdasarkan informasi yang saya kumpulkan, berikut adalah tindakan preventif yang dapat kita lakukan:  

πŸ’ͺ Badan sedang dalam kondisi sehat

Menjaga diri dalam kondisi sehat itu penting dilakukan sepanjang waktu. Misalnya dengan olahraga yang cukup untuk menjaga badan tetap bugar. Agak odong rasanya kalau sudah tahu mau perjalanan jauh naik turun kendaraan, transit pesawat, dsb, tapi malam sebelumnya malah begadang. Selain bikin kamu bisa telat bangun juga kasian di badan kan?

πŸ‘― Kenali macam-macam kebiasaan sakit di perjalanan plus persiapannya

Wisest travelers knows their weakness. Ini bener juga, saat kamu sudah besar segini, harusnya kamu mengerti bagaimana pola tubuhmu, termasuk saat menghadapi perjalanan. Contoh kecilnya, kamu terbiasa kebelet pup saat makan makanan yang agak pedas. Dengan memahami hal ini, mustinya kamu paham bahwa saat perjalanan itu, kamu nggak sembarang makan pedas. Bertanggungjawablah dengan diri sendiri!

πŸ‘ͺ Sampaikan ke partner perjalanan soal kemungkinan kesehatan tubuhmu

Saya pernah punya cerita, seorang kawan sebut saja Mas Kumbang. Nah, si Mas Kumbang ini pergi bareng-bareng sama gengnya untuk tamasya (bukan keliling kota). Usut punya usut, si Mas Kumbang itu sebetulnya pemabuk. Mabuk di sini maksudnya adalah mabuk kendaraan yang jelas. Tapi sayangnya dia malu mengakuinya, akhirnya teman-temannya pun santai aja memposisikan Mas Kumbang di kursi belakang. Udah gitu, ditambah bawa wangi-wangian pula. Alhasil, si Mas Kumbang jadi mabuk dan malahan merepotkan teman-temannya. 

Alangkah baiknya kalau dari awal teman-temannya diberi tahu sehingga bisa lebih aware.

πŸ’ Kalau sadar kesehatan diri, bawa persediaan antiseptik yang memadai untuk cegah kuman dan virus

Agar perlindungannya makin combo, kamu bisa membawa sabun antiseptik yang daya lindungnya lebih tinggi. Untungnya sekarang ada Betadine Sabun Cair Antiseptik yang dikhususkan untuk mencuci tangan dengan tuntas sampai bersih. Tidak hanya kuman saja yang berhasil mati, virus pun bisa teratasi dengan mencuci tangan dengan Betadine.

Betadine Sabun Cair Antiseptik

Kalau dulu saya dan kamu-kamu sering pakai Betadine sebagai obat luka, kini Betadine sudah merambah pangsanya dengan menciptakan sabun cair yang berguna untuk membasmi kuman penyebab penyakit. Menurut sumber yang saya baca, Betadine ini mengandung Povidone Iodine 7,5% yang terbukti mampu membersihkan bakteri, jamur, dan virus. Selain itu, Betadine juga sudah menjadi merek kepercayaan dunia selama 55 tahun terakhir, di seluruh dunia lho.

Mengandung Povidone-Iodine 7,5%
Tips kapan sebaiknya memakai Betadine Sabun Cair Antiseptik:

πŸ‘ŒSaat traveling
πŸ‘ŒSaat berkunjung ke orang sakit, ke rumah sakit, atau saat akan menegok bayi
πŸ‘ŒSaat mendatangi tempat yang dicurigai merupakan sumber penyakit. Misalnya kamu khawatir terkena virus HMFD atau MERS seperti saat naik Haji atau Umrah. Berjaga-jaga lebih baik kan, daripada kena?

Cuci tangan dengen Betadine Sabun Cair Antiseptik




Menjadi sehat dan tetap semangat adalah hal wajib yang perlu diusahakan saat kita dalam perjalanan. Nggak mau kan, sakit di jalan dan merepotkan orang? Lagian hal ini mudah dilakukan kok, asalkan dipersiapkan dengan baik untuk segala kemungkinan yang ada.

Oh iya satu lagi, dengan kamu tetap sehat artinya kamu juga menghargai orang lain. Minimal nggak ikut menulari orang lain atau (amit-amit) pulang ke rumah dengan membawa virus-virus dan bakteri yang berbahaya. Yuk, mulai cuci tangan dengan Betadine Sabun Cair Antiseptik.

@andhikalady

Wednesday, July 12, 2017

Avoskin Perfect Hydrating Treatment Essence (PHTE). Benar Sebagus yang Diceritakan Orang Nggak Sih?

July 12, 2017 5 Comments
Halo Jengantens,

Kali ini saya ingin bahas soal Avoskin Perfect Hydrating Treatment Essence, atau yang biasa ditulis Avo PHTE. Produk perawatan kulit wajah ini berbentuk cairan yang menyegarkan untuk memberikan nutrisi yang melembapkan pada kulit, lebih dari yang bisa dilakukan pelembap biasa. Jadi konsentrasi kandungan vitamin, moisturizer, dsb itu lebih dipadatkan dalam sebuah cairan. 



Oiya, perlu diketahui bahwa ini bukan sponsorship review. Saya membeli Avo PHTE sekitar 2 bulan yang lalu di sebuah toko daring Instagram. Kamu bisa mendapatkan produk ini di banyak toko daring kok.

Jadi, kenapa Avoskin? Saya beli ini berdasarkan banyak review yang mengatakan bagus. Di sisi lain, saya juga merasa butuh tambahan skincare untuk kebutuhan kulit yang makin rewel. Benar juga kata orang-orang, saat kamu menginjak umur 25++, kondisi kulit sudah mulai masuk ke masa transisi. Yang tadinya masalahnya cuman jerawat dan pori-pori besar; sekarang sudah ketambahan dengan kulit kering dan produksi kolagen yang berkurang.


Avoskin PHTE
Alhasil, produk ini bisa saya miliki dengan harga IDR 289.000. Harga ini bisa lebih, bisa kurang. Waktu itu pernah ada promo diskon 100 ribu, tetapi saya sudah terlambat belinya. Hiks, sedih nggak sih, kelewatan diskon?


Avoskin PHTE dikatakan orang-orang sebagai produk essence lokal berkualitas internasional. Kabarnya bisa mengurangi produksi minyak dan komedo, melembapkan, mengembalikan kondisi kulit sealami mungkin, dan seabrek review lainnya. Tapi benarkan demikian saat dipakai di saya?


Sekilas tentang klaim yang ditampilkan produk ini di kemasan adalah: menjaga kesegaran dan kelembapan kulit, membantu kulit tampak lebih cerah. Cara pakainya adalah disemprotkan ke tangan, lalu diusapkan ke wajah dan leher dua kali sehari. Komposisi penyusunnya: aqua, alkohol, mineral salts, ascorbic acid (Vitamin C), dan fragrance.

Thats all. Tidak banyak gembar-gembor janji, dan bahan-bahan penyusunnya pun sederhana. Nggak pakai janji-janji macam-macam, atau bahan yang susah diterjemahkan. Pendapat saya mungkin Avoskin ingin memberikan produk andalan mereka tanpa banyak janji, biar dibuktikan saja sendiri. Hohoho.

Kesan saya selama dua bulan memakai Avoskin PHTE:

πŸ’ Baunya enak, tidak menyengat dan segar di wajah
πŸ’ Awet banget, nggak habis-habis. Dua bulan saja baru berkurang seperempatnya. Berati kurang lebih bisa dipakai 8 bulan. Dengan harga 300ribuan dan baru habis 8 bulan, ini awet banget!
πŸ’ Kulit jadi lebih lembap
πŸ’ Mengontrol minyak. Jadi, pas dipegang itu rasanya kenyal-kenyal dan terhidrasi gitu, tanpa ada minyak yang berlebihan
πŸ’ Bisa mengontrol keluarnya komedo
πŸ’ Warna kulit jadi rata
πŸ’ Ada kemasan versi traveling-nya

Kekurangan:

πŸ’” Bisa mengontrol komedo, tetapi tidak dengan jerawat. Jadi kalau jerawat mau keluar ya keluar aja
πŸ’” Mengontrol pori-pori besar, tetapi tidak dalam jangka waktu lama
πŸ’” Tanggal kadaluarsa dicetak di kemasan karton, tetapi tidak di botolnya. Ini sebenarnya cukup fatal sih, karena karton kan lama-lama dibuang juga. Kalau di botolnya nggak ada tanggal kadaluarsanya, gimana dong? Saran buat Avoskin agar bisa mencetak tanggal kadaluarsa di botolnya
πŸ’” Semprotannya kadang bikin berantakan dan muncrat-muncrat ke mana-mana


komposisi
Overall, Avoskin PHTE ini membantu banget dalam mengontrol kulit wajah saya di kondisi yang terbaik. Konsepnya adalah mengembalikan performa kulit ke bentuk terbaiknya, dan meng-improve kondisi kulit kita. Artinya, secara berangsur kulit akan membaik dengan hasil yang berbeda-beda di masing-masing orang.

Saya pakai Avoskin PHTE ini hampir effortless. Tinggal semprot ke tangan, lalu dioleskan saja ke wajah. Nggak pakai ngaca dulu juga bisa. Jadi, semales-malesnya saya pakai skincare, tetap diusahakan pakai Avoskin PHTE. Nggak ada alasan lagi untuk skip perawatan wajah. Ya?

@andhikalady