Tuesday, July 26, 2022

, , , , , , ,

Mengatasi Jerawat dengan Skintific Anti Acne Serum 2% Salicylic Acid

Meskipun aku sudah lewat masa puber, kadang-kadang masalah kulit seperti jerawat tetap saja bisa muncul. Apalagi di fase-fase hormon bulanan sedang tinggi-tingginya, yaitu saat PMS. Nah, untuk mengakali jerawat sebetulnya tidak terlalu susah kalau mengerti caranya.
Pertama, tentunya kita harus membersihkan wajah secara presisi. Karena salah satu penyebab utama jerawat adalah berkumpulnya bakteri dan minyak wajah yang mengakibatkan terjadinya sumbatan di pori-pori.
Sumbatan itu menggumpal, dan membentuk gundukan jahanam bernama komedo. Yang kalau dibiarkan terus akan berkembang menjadi jerawat.
Kedua, umumnya jerawat timbul di lahan kulit berminyak. Yang mana, kita harus menggunakan produk yang cocok untuk kulit berminyak untuk meluluh-lantahkan jerawat.

Bahan aktif tersebut bernama Salicylic Acid


Salicylic Acid telah dikenal selama ribuan tahun sebagai obat topikal untuk perawatan kulit wajah. Masih ingat zaman kita kecil dulu, kalau kulit gatal-gatal, Ibu atau Nenek kita pasti menyarankan “Pakai salisil aja”. Dan memang, salicyl terbukti seampuh itu. Termasuk untuk merawat kulit berjerawat.
Unggulnya lagi, Salicylic Acid adalah salah satu dari sedikit acid yang larut dalam lemak. Itulah mengapa kulit berminyak cocok memakai Salicylic Acid. Ia akan menembus ke lapisan terdalam kulit, masuk melalui pori-pori, dan menghempaskan sel kulit mati yang ada di permukaan kulitmu.
Sel kulit mati itu punya protein yang mengikat dengan lapisan kulit baru di bawahnya seperti lem. Nah, Salicylic Acid bekerja memutus rangkaian protein tersebut, agar sel-sel kulit mati meluruh dan berganti menjadi yang baru.
Inilah jawaban mengapa kulit yang rajin diberikan exfoliasi seperti Salicylic Acid akan senantiasa halus, lembut, cerah, dan terlihat segar.
 

Kenalkan, Skintific Anti Acne Serum



Kini, serum dengan bahan Salicylic Acid mudah ditemukan. Salah satunya Skintific. Bukan main-main, Skintific adalah jenama skincare asal Kanada yang dipasarkan ke seluruh dunia dan sudah terbukti khasiatnya.


Khusus serum Anti Acne ini, Skintific mengandung 2% Salicylic Acid dan beberapa bahan lain seperti:

Niacinamide

Sebagai antioksidan untuk merawat dan meregenerasi kulit. Selain itu juga bisa untuk memudarkan bekas jerawat. Jadi, setelah jerawatnya sembuh, lanjutkan saja pakai ini nanti baik bekasnya juga akan cepat hilang.

Ceramide

Untuk menjaga skin barrier kulit supaya jarang terkena masalah kulit lanjutan. Kamu pernah ketemu/mengalami saat kulit gampang kena masalah? Tahu-tahu mudah kusam, tahu-tahu muncul jerawat. Nah itu karena skin barrier-nya bermasalah. Skin barrier adalah semacam daya tahan kulit dari dalam maupun dari luar.

Centella

Sebagai calming untuk kulit di saat kulit menerima ‘bahan-bahan aktif’ di atas. Jadi, saat Salicylic Acid, Niacinamide, dan Ceramide sedang bekerja keras melawan jerawat, Centella membantu menenangkan kulit supaya tidak terjadi efek samping berlebihan.

Nah, lengkap sekali bahan-bahannya bukan? Apalagi hero ingredients- nya sudah terbukti mengentaskan masalah-masalah kulit.
 

Kemasan




Skintific Acne Serum datang dengan kemasan pump yang higienis. Menurutku pribadi, lebih suka yang begini daripada yang drop. Karena modelan drop itu membuka kemungkinan paparan dengan udara luar yang membuat peluang bakteri bisa masuk.

Kalau model pump begini kan kita tidak perlu takut isinya terkontaminasi. Poin plus lainnya, kita cukup memakai satu tangan saja untuk mengeluarkan isinya.

Aku tim skincare tanpa repot-repot. Kalau kamu bagaimana?
 
Kesan pemakaian



Serum ini sangatlah ringan, jauh dari kata lengket tetapi mudah meresap. Jadi, tidak perlu lama-lama untuk mengaplikasikan sunscreen apabila mau dipakai di pagi hari. Oh iya, serum ini bisa dipakai baik pagi maupun malam yaa.

Ini adalah wujud foto before-after pemakaian Skintific selama 5 hari. Terlihat jerawat di bagian dagu dan leher tampak berkurang dan kempes. Ini bocoran rutinitas skincare aku:

Pagi.
Cleanser – Toner/Spray – Skintific Acne Serum – Sunscreen

Malam.
Cleanser – Toner/Spray – Skintific Acne Serum – Moisturizer
Nah untuk melakukan pembelian, kamu bisa cek di link ini. Jangan lupa untuk follow Instagram Skintific juga yuk.

Andhika Lady
Fellow member of JBB.
Continue reading Mengatasi Jerawat dengan Skintific Anti Acne Serum 2% Salicylic Acid

Sunday, July 17, 2022

, , , , , , , ,

Pentingnya Optimasi Bisnis dengan Google Map

Kalau sedang gabut, seringkali saya membuka sebuah aplikasi di handphone. Sebuah aplikasi yang ada di layar prioritas, karena saking seringnya dipakai. 

Aplikasi tersebut bukan game favorit, social media, atau aplikasi edit foto sekalipun.

Nama aplikasinya, Google Map.

Google map menjadi aplikasi prioritas di layar handphone saya.

Semenjak saya sekeluarga pindah rumah, kegiatan tengok-tengok Google Map jadi semakin sering dilakukan. Meskipun masih dekat ke jalan besar yang menuju ke kota, tempat tinggal kami boleh disebut sebagai pedesaan. Tempatnya masih berada di area persawahan, pegunungan, dengan udara sejuk dan air yang jernih. Itulah beberapa alasan kami pindah dari lokasi yang lebih urban. Tujuan kami memang ingin tinggal di wilayah yang lebih asri dan bebas dari hiruk pikuk kota. Selain, tentu saja, kami ingin mencari lingkungan yang lebih ramah anak-anak untuk putra kami yang baru 2 tahun.

Rumah kami sebelumnya kurang cukup luas untuk lari-lari anak. Sementara di rumah baru, anak saya lebih leluasa koprol.

Sembari mengenal lingkungan sekitar, saya suka iseng sambil membuka Google Map. Buat apa? Oh ada banyak manfaatnya:

- Saya jadi tahu bahwa lima puluh meter dari rumah, ada warung yang menjual gas elpiji. Jadi sewaktu-waktu gas habis, bisa langsung pesan saat itu juga.

- Saya juga tahu bilamana membutuhkan service AC panggilan, nomor Whatsapp mana yang dituju.

- Juga kalau membutuhkan wisata healing ala-ala seperti makan di restoran berpemandangan sawah, saya langsung tahu ke mana harus melangkah.

- Kemarin, saat saya riset calon sekolah TK untuk anak saya, Linam (2 tahun), saya langsung membekali beberapa nama sekolah yang cukup prospek dimasuki.

- Tidak hanya itu, kadang saya mengaktifkan fitur layering Satelit untuk melihat, mana yang sekiranya punya lingkungan hijau-hijau dan pemandangan menarik untuk dikunjungi. 

Meskipun di pedesaan, agaknya masyarakat sini sudah melek teknologi dan merasakan manfaat internet. Buktinya banyak titik-titik bisnis yang bermunculan saat saya membuka Google Map. Ada bengkel, toserba, puskesmas, rumah sakit, taman bermain, SPBU dan fasum sejenis. Bahkan penjual gorengan pun menancapkan lokasi bisnisnya. Luar biasa bukan?

Secara tidak langsung saya jadi ketergantungan sama Google Map. Kalau saya mau krimbat di salon misalnya. Yang saya cek pertama kali adalah: di mana salon terdekat. Kedua, bagaimana ulasan dan komentar di dalamnya. Kalau pelayanannya bagus, pasti saya kunjungi. Ketiga, baru harga. Itupun kalau pemilik bisnis mencantumkan harga di titik map tersebut.

Tidak mau kalah, saya juga ikut mengaktifkan fitur bisnis Google Map dong. Kebetulan saya punya usaha rias pengantin dan wisuda. Sebelum kenal Google Map, jasa MUA saya baru dipromosikan via Instagram. Trafik konversi masih berupa pencarian terhadap hastag #makeupwisudajogja atau #MUAweddingjogja. Semakin ke sini, MUA semakin banyak. Hastag yang dulu saya andalkan mulai dipakai MUA-MUA lain. Alhasil persaingan semakin banyak. Orang-orang yang tertarik dengan jasa saya dari Instagram semakin sedikit.

Lalu aku coba merambah ke promosi melalui Google Map. Saya tetapkan titik lokasi, unggah foto, hastag, dan informasi selengkap-lengkapnya di sana. Harapan saya, orang-orang yang dekat lokasi saya bisa mengakses jasa saya melalui fitur pencarian di Google Map.

Sebelumnya, saya riset dulu. Saya coba cari MUA terdekat lokasi tempat tinggal saya. Ternyata sedikit sekali, bahkan tidak ada. Wah, menarik nih. Akhirnya, saya coba untuk menancapkan 'daerah kekuasaan' dengan membuat lokasi spesifik untuk Jenganten Makeup Artist.

Betul juga, tidak lama kemudian, ada Whatsapp masuk. Menanyakan rate makeup untuk rias wisuda sekolah. Untung tak bisa ditolak, akhirnya deal! Alhamdulillah, satu dua client mulai masuk melalui jalur Google Map.

Rasa-rasanya saya baru saja melakukan langkah yang benar. Tidak lupa, setiap client yang sudah makeup, saya berikan link testimoni dan rating untuk memberikan feedback. Alhasil testimoni Google Map saya makin naik, dan pencarian makin banyak.



Beberapa testimoni di Google Map Jenganten MUA


Rumah saya sendiri sebetulnya tidak terletak di pinggir jalan besar. Namun karena menggunakan trik ini, orang-orang tetap tahu bahwa saya menjual jasa MUA. Jadi, buatmu yang tinggal di pedesaan, maupun yang rumahnya tidak di pinggir jalan besar, janganlah berkecil hati. 

Daftarkan saja bisnismu di Google Map, niscaya orang akan mencari juga kok. Soal koneksi, tidak perlu khawatir. IndiHome dari Telkom Indonesia bisa memberikan layanan maksimal meski kamu berada di daerah remote

Jadi, siap untuk menyambut Internetnya Indonesia semakin maju di masa depan?


Andhika Lady.

Continue reading Pentingnya Optimasi Bisnis dengan Google Map

Wednesday, July 6, 2022

Happy Blogpost. Resep Marinasi Lele yang Membuat Nak Lanang Berhenti GTM

Dua tahun silam, waktu Linam baru awal mula MPASI, aku menyiapkan segala rupanya dengan begitu cermat. Aku membeli buku-buku tentang MPASI, belajar gizi seimbang, membeli peralatan MPASI paling mutakhir, sampai ikut kelas MPASI yang diadakan komunitas ibu-ibu di tempatku.

Perubahan kentara berat badan Linam yang terlihat


“MPASI yang baik itu yang ada lemak tambahannya”, kata salah seorang praktisi MPASI sambil menuangkan tiga tetes minyak goreng ke bubur bayi yang sudah kami buat.

Iya, minyak goreng merupakan salah satu lemak tambahan yang bisa ditambahkan ke MPASI. Bayi, khususnya yang usia di bawah 2 tahun membutuhkan lemak yang banyak untuk membantu perkembangan otak. Berbeda dengan orang dewasa ya Bun, kita-kita yang BMI-nya sudah limit atas sih disarankan untuk mengurangi lemak dan juga gula.

Begitulah. Saban pagi aku rajin menyiapkan MPASI makan sehat tanpa lelah. Disaring, diblender, dikukus, dan segala rupa cara masak yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya.

Satu bulan pertama MPASI adalah masa pengenalan. Bayi masih mudah disuruh membuka mulut. Ia masih menerima segala rupa makanan yang aku berikan untuknya. Brokoli puree? Daging sapi giling lembut? Nasi tim? Ikan blender? Semua hayuk. Tandas ludes masuk perut.

Tiga bulan berikutnya saatnya naik tekstur. Yang tadinya 100% lembut mulai dibuat ada kasar-kasarnya dikit. Nasi tim, bubur kacang hijau lunak, agar-agar, mulai dikenalkan ke Linam. Alhamdulillah masih mau.

6 bulan pertama MPASI adalah masa-masa penuh membahagiakan. Mayoritas masakanku dimakan dengan lancar jaya tanpa ada keluhan apa-apa.

Hingga tibalah saat-saat kelam itu.

Linam berusia 1 tahun dan mulai tumbuh giginya. Ia kian mengenal beraneka jenis rasa dan tekstur makanan. Preferensinya mulai terbentuk.

Ia menunjukkan tanda-tanda yang disebut orang sebagai GTM (Gerakan Tutup Mulut). Mulutnya terkunci saat kusodori sendok. Setiap hari setiap saat.

Parahnya lagi, waktu itu dibarengi dengan diagnosis GDD yang dialami Linam. Sudahlah harus rutin terapi seminggu dua kali, ditambah GTM, susah komunikasi pula.

Baca juga: GDD Linam & Terapinya.

Jadi aku sama sekali nggak tahu dan susah mengira-ngira apa hal yang membuat Linam nggak mau makan. Akhirnya drama makan pun hampir terjadi setiap hari. Pertarungan tanpa henti dari seorang batita dan aku, ibunya, seperti hal yang sulit dihindarkan.

Kalau kata suami, jangan berani-berani cari masalah sama aku yang sedang menyuapi anak karena dijamin semprotan yang akan keluar. Hahaha.

Sebuah sifat yang sangat tidak Lady-like apalagi memenuhi standar ibu ideal khas mamak-mamak Instagram.

Hal ini berefek secara tidak langsung ke perkembangan Linam. Aku melihat BBnya susah naik, dan terapinya seperti tidak kunjung membuahkan hasil. Aku sempet down dan merasa gagal menjadi Ibu. Ditambah melihat anak-anak seusia Linam yang sudah berlari-lari dan badannya gemuk-gemuk. Belum lagi ditambah omongan dari orang lain bernada mencibir yang terlanjur kumasukkan ke dalam hati.

Saat itu aku belum sadar bahwa sepertinya akupun berhak mengeluh, dan berhak berpikir jernih supaya keadaan lebih terkendali.

Hingga saat Linam berusia 2 tahun, perkembangan Linam datang bertubi-tubi. Dalam satu malam (sebagai hiperbolis), Linam tahu-tahu bisa jalan, bisa ngomong, dan MAU MAKAN. Luar biasa bukan?

Waktu itulah aku merasa doaku sebagai ibu terjawab.

Bahkan saking senangnya aku, kata dokter, Linam sudah menunjukkan kognitif setara anak usia 3 tahun waktu itu. Terbukti dari perilaku dan rasa penasarannya yang kian berkembang. Aku kini tidak susah berkomunikasi dengannya.

Fokusnya sudah matang, BBnya ideal, dan mampu mengatakan makanan apa yang disukainya. Baru aku ketahui bahwa dia suka makan ikan lele. Ikan air tawar yang rasanya enak gurih itu ternyata lebih masuk mulutnya daripada salmon, daging, dan protein hewani lain. Syukurlah, akhirnya ketemu makanan favoritnya.

Ini resep marinasi lele andalan Linam.

Bahan: 1 kg lele yang sudah dibuang perutnya

Bumbu: 

- 3 siung bawang putih
- 5 siung bawang merah
- 2 ruas kunir
- 2 ruas jahe
- merica, ketumbar
- jeruk nipis
- kemiri
- garam secukupnya

Cara membuat:

- Blender semua bumbu kecuali jeruk nipis
- Balurkan ke seluruh ikan lele termasuk di dalam perut
- Taburi dengan jeruk nipis
- Disimpan di freezer untuk diolah kemudian 
- Dapat segera digoreng atau dimangut sesuai selera

 



Semenjak saat itu, aku sering banget memasakkan ikan lele untuknya. Dimangut, digoreng, diolah apa pun dia suka. Rasanya belum pernah menyuapi anak semudah ini.

Selain itu, aku juga pakai cara komunikasi ke anak untuk mengenalkan makanan-makanan lain. Misalnya saat aku masak sop rolade, aku sambil ceritakan ke dia proses pembuatannya. Alhamdulillah, anaknya antusias dan tujuan utama tercapai: mau makan.

So, untuk ibu-ibu yang mungkin masih berjuang mengatasi GTM anak, ingat kata-kata ini:

“Semua akan berlalu, anaklah yang akan meminta makan pada waktunya kelak”

Dan tentu saja, sampai itu terjadi, jangan patah semangat ya Bun....


#IbuJuara

Continue reading Happy Blogpost. Resep Marinasi Lele yang Membuat Nak Lanang Berhenti GTM