Follow Us @jenganten

Wednesday, May 28, 2014

Tipe Postingan (Beauty) Blog yang Bikin Saya Betah

May 28, 2014 8 Comments
Dua tahun berkecimpung di dunia beauty blog bukanlah waktu yang sebentar untuk mencerna ratusan halaman atau news feed beauty blog yang saya ikuti. Ada lebih dari 250 link blog yang nangkring santai di dashboard blogspot saya. Lebih dari setengahnya adalah beauty blog. Setiap harinya, pasti ada postingan baru dari beberapa kawan blogger. Dengan kata lain, hampir setiap hari saya selalu mendapat bacaan baru dari postingan-postingan tentang beauty yang saya ikuti.

Dahulu ketika awal-awal ngeblog, hampir semua news feed saya baca. Itupun belum ditambah puluhan halaman-halaman blog yang saya klik ketika blogwalking kesana kemari. Awalnya saya sangat antusias ketika menemukan postingan berjudul "Review Eyeshadow yang Cetar", "Sponsorship: Circle Lens Warna Milenium", "FOTD: Smokey Eyes", "Event: Launching Produk Whitening", "Gathering: Beauty Blogger Tanzania", dan sejenisnya. Rasanya pengen segera melahap semua postingan-postingan itu kemudian membuat postingan berjudul mirip.

Sekarang sejak negara api menyerang, semuanya berubah. Mungkin karena terlalu sering membaca postingan berjudul serupa dan isinya pun mudah diduga, saya mulai memfilter bacaan saya. Postingan yang masih menuliskan kata 'Sponsorship' di judulnya mulai saya tinggalkan, meskipun tidak semua. Begitu pula dengan postingan-postingan yang menuliskan 'Giveway', kecuali kalau tiba-tiba saya pengen iseng baca.

Namun selain itu, masih banyak postingan-postingan yang bikin saya tertarik dan betah untuk ditongkrongi. Beberapa tipe postingan yang saya maksud adalah:

1. Postingan yang judulnya menarik.

Rasanya belum ada yang pantas menjadi poin nomor pertama yang dalam list tipe postingan yang bikin betah, selain 'judul yang menarik'. Rata-rata postingan beauty blog diberi judul seperti yang sudah saya tuliskan di atas. Judul yang didahului dengan kata-kata 'review', 'fotd', 'sponsorship', 'event post' 'giveway' sudah sering banget muncul. Coba saja kalau blogger-blogger itu ngasih judul 'Eyeshadow X yang sexy cetar membahenol', pasti bikin keinginan membaca saya naik 30%. Ini contoh judul yang menurut saya menarik:



Judul dipinjam dari salah satu postingan di http://georgetterox.blogspot.com. Btw penulisnya sedang ulang tahun hari ini. Selamaat. :)
2. Tulisan yang seru, gambar yang oke atau skill makeup yang unik.

Ada tiga poin di sini:
- Tulisan seru
- Gambar yang oke
- Skill makeup yang menarik

Menurut saya, untuk menjadi blogger, khususnya beauty blog, tidaklah terlalu urgent untuk menguasai ketiganya sekaligus. Memang ada beberapa blogger yang memiliki semua skill tersebut. Biasanya blogger tipe begini sudah saya anggap Dewi Holy Grail. Siapakah Dewi Holy Grail yang saya maksudkan? Hehe, rahasia dong. Karena preferensi masing-masing orang berbeda. Bisa jadi Dewi yang saya maksud itu Dewi Satyawati atau Dewi Kunti. :p

Well, balik lagi ke topik. Saya rasa masing-masing blogger mempunyai senjata utama yang menjadi poin plus blog masing-masing. Ada yang kuat di tulisan, namun kurang kuat di skill makeup. Ada yang jago banget makeup, tetapi kurang terampil bercerita dengan baik. Ada yang tulisannya biasa saja dan skill makeup belum mahir tetapi mampu menyajikan foto yang sangat bagus. Nah, menurut saya itu sama sekali nggak masalah karena kemampuan orang berbeda-beda. Asalkan tahu 'kekuatan' masing-masing, maka manfaatkanlah sebaik-baiknya. Tapi akan lebih baik lagi kalau ketiganya sambil belajar dikuasai.

4. Penulis yang narsis.

Narsis yang saya maksud nggak selalu memamerkan diri sendiri secara berlebihan. Namun lebih ke memberi sentuhan personal ke dalam postingan masing-masing. Saya malah kurang suka membaca blog yang isinya kayak detikcom atau kompascom. Saya sudah bosan membaca 'kisah perceraian artis a, b, c' atau 'Akankah Capres X bisa melawan Y?', tentunya saya pengen disuguh kisah di balik nama blog, atau foto narsis sang blogger bersama anjing peliharaannya. Bukan begitu?
Begitu pula dengan postingan berisi tujuh cara mengusir jerawat. Ahh, yang begituan mah, di Wolipop udah banyak. Bandingkan dengan postingan yang berisi pengalaman si blogger menghilangkan jerawat membandel.

5. Sesuatu atau ide yang baru.

Bayangkan kalau kamu menemukan postingan yang bertema 'Cara mengubah warna lipstik'? Bayangkan kalau selama ini kamu belum pernah menemukan tips seperti itu. Pastinya akan mengeklik kan? Nah, sesuatu yang baru apalagi ide, itu sudah menjadi asal muasal rasa penasaran orang. Postingan yang memuat ide baru selalu menarik untuk saya tongkrongi.

6. Do it Yourself Skincare

Tipe postingan yang memuat unsur DIY selalu menarik untuk saya baca. Apalagi yang dimuati unsur tradisonal. Rasanya sangat keren sekali ketika ada yang bilang mentimun bisa menghilangkan selulit, daripada promosi produk yang bisa menghilangkan selulit dalam tiga detik. Asalkan didukung dengan Googling manfaat bahan tradisional tersebut dan dinyatakan verified, hajar saja pokoknya. :D

7. Postingan yang mengedukasi.

Sumber

Lagi-lagi saya menyukai postingan yang membuat saya memperoleh pengetahuan atau cara pandang baru. Misalnya postingan tentang kosmetik halal atau animal cuelty free. Postingan semacam itu hampir selalu membuat saya berpikir ulang. Sudah halalkan lipstik yang saya jilati setiap hari? Atau adakah hewan yang kulitnya melepuh karena memakai maskara yang saya pakai?
Kemudian ada pula postingan yang membahas tentang penerimaan diri, tentang standar cantik menurut media, atau tentang 'you're beautiful what you are'. Yang begituan sedikit banyak mampu memotivasi saya dan beberapa orang. Bahwa kita terlahir di dunia sebagai makhluk Tuhan yang sempurna dan seharusnya tidak ada satupun yang mencegahmu untuk bersyukur.

8. [Guilty Pleasure] Tulisan blogger yang sebenernya sangat berantakan tapi selalu menimbulkan keinginan untuk saya baca supaya punya bahan ejekan.

Hehe, ini sebenarnya hendak saya hapus dari daftar ini. Tetapi sejujurnya saya sering membaca postingan blogger yang tulisannya -saking perlu banyaknya pembenahan- justru membuat pusing yang baca. Entah karena membuat satu paragraf satu kalimat, entah penulisan besar kecil huruf kurang teratur dan sebagainya. Contoh yang paling gampang adalah postingan yang berbahasa Allay namun ditulis oleh blogger yang bukan ABG lagi.

Tulisan tipe begitu, errr, entah kenapa saya kok saya jadi tertarik untuk membaca ya? Dan malah jadi senang ya? Tapi di sisi lain saya juga nggak tega untuk menyampaikannya. :(. Iya, oleh karena itu yang terakhir ini saya namakan guilty pleasure.

+Andhika Lady Maharsi 


Disclaimer:
- Tulisan ini bukan bermaksud untuk membuat standar postingan blog yang harus diterapkan ke siapapun.
- Tidak ada yang salah dengan judul blog manapun, seperti apapun kata-katanya.
- Saya dan kamu sama-sama berprinsip: adalah wajar memiliki selera yang berbeda, tidak memaksakan standar kita ke orang lain, dan cinta damai.

Cheeeersss... :D

Tuesday, May 20, 2014

Masker dan Lulur Rempah Hitam Roro Mendut

May 20, 2014 4 Comments
Pada suatu hari, Roro Mendut bertemu dengan Jenganten Meniran. Mereka duduk-duduk cantik di sebuah kafe Pizza sambil membawa bawaan masing-masing. Tentang bagaimana apa yang mereka bawa, dari mana belinya, bagaimana kisah cinta mereka masing-masing, bagaimana keadaan rumah mereka, termasuk bagian tentang kenapa dua wanita berumur duapuluh-sekian ini bertemu dan ngobrol di cafe Pizza sambil memesan wedang berbentuk busa yang kemudian mereka ketahui namanya adalah latte, tidak perlu diceritakan panjang lebar seperti kalimat ini.

Wanita yang mengenakan kain batik itu terlihat berkeringat deras -rupanya habis tergesa-gesa, buru-buru mengenakan selendangnya yang berwarna kuning di bahunya yang selembut bayi. Sambil memegang kaca, tangan satunya membetulkan letak sanggulnya dengan hati-hati. Beberapa kali kalimat kekhawatiran tentang lipstiknya luntur sudah terucap lima atau enam kali. Wanita itu bernama Roro Mendut.

"Mas Wiraguna, tetap saja memaksa, aku harus gimana dong Jeng? Sudah bermacam cara ditempuh, Mas Wira tetep saja ngotot. Kemarin malah mengirimkan satu truk es krim ke depan rumah. Untung tamanku nggak rusak macam Bulungan" kata Roro Mendut sambil mengeluh kesah. Beberapa kali dia terlihat harap-harap cemas sambil melirik ke handphone-nya.

...

Karena saya nggak menemukan kalimat yang pas diucapkan oleh Jengaten Meniran, anggap saja cerita selesai. Kalau masih penasaran, tonton saja film Roro Mendut yang diperankan oleh Meriam Belina, baca buku Roro Mendut karya Romo Mangunwijaya, atau kalau kamu sangat malas, cukup baca halaman Wikipedia tentang Roro Mendut.

Baiklah, demikian adalah cerita rekaan belaka dari kisah Roro Mendut.Yang ingin saya ceritakan lebih lanjut di sini adalah tentang produk perawatan tubuh Roro Mendut. Yuk kenalan yuk.

Setelah gambar dilihat selama lebih dari satu menit, kamu akan melihat Lulur Selulit, Lulur Rempah Hitam, Masker Rempah Hitam, Lulur Manten, dan Lulur Ketiak Rempah Hitam.

Roro Mendut adalah nama merk produk perawatan tradisional khas keraton Yogyakarta. Berbagai bahan tradisional seperti rempah-rempah dan kopi organik, diramu sedemikian rupa sehingga menjadi lulur dan masker berkualitas yang berguna untuk merawat kulit. Mempertahankan konsep tradisional, produk ini juga dikemasani dengan kemasan khas Jawa, yaitu bercorak batik dan berbagai ornamen khas Yogyakarta. Selain itu, kemasan Produk Roro Mendut terbuat dari kertas dan plastik yang berkualitas bagus. Nah, ada lagi keunggulan dari sisi marketing dan kemasan, yaitu produk Roro Mendut juga sudah mengantongi label Halal MUI.

Halal dan Organik.

Ada bermacam ramuan alias produk keluaran Roro Mendut, salah duanya adalah Lulur dan Masker Rempah Hitam.

1. Lulur Rempah Hitam

Penampakan di wajah.

Lulur Rempah Hitam dapat digunakan untuk merawat tubuh ataupun wajah. Tidak perlu khawatir dengan bahan-bahannya, karena semua berasal dari produk organik. Lulur ini memiliki butiran yang cukup mempan jika digunakan untuk meluruhkan sel kulit mati ataupun menghaluskan kulit. Aromanya adalah kombinasi rempah-rempah dan kopi. Saya menduga, scrub yang ada dalam lulur ini berasal dari butiran kopi. Kalau kamu ingin sensasi luluran dengan aroma kopi, lulur ini sangat berguna banget. Namun hati-hati untuk penggunaan terhadap wajah yang sensitif, jangan digosok terlalu keras untuk menghindari iritasi.

2. Masker Rempah Hitam


Biasanya, setelah scrubbing atau luluran, hal yang berikut dilakukan adalah memakai masker. Masker rempah hitam ini memiliki butiran yang kecil-kecil, sama-sama beraroma kopi seperti Lulur Rempah Hitam dan memiliki efek menghaluskan kulit yang bagus sekali. Masker ini juga tidak menimbulkan alergi pada kulit saya yang sensitif.

Ritual perawatan masker seperti di atas (scrubbing + maskeran), biasanya saya lakukan 1-2 kali seminggu, tergantung kebutuhan kulit. Kalau kulit sedang berjerawat, saya menghindari pemakaian lulur atau scrubbing berlebihan. Kulit yang berjerawat sebaiknya tidak dilakukan pemijatan atau pengelupasan seperti yang dilakukan ketika scrubbing. Cukup pakai masker yang bersifat menghaluskan atau anti jerawat. 

Selain kedua produk di atas, Roro Mendut juga mempunyai berbagai produk Lulur dan Masker, di antaranya:

1. Masker Payudara Rempah Hitam



Masker Payudara Rempah Hitam berguna untuk memperindah dan mengencangkan payudara. Ada kalanya, lulur biasa kurang mampu mengakomodir kondisi kulit di sekitar payudara yang sedikit berbeda dengan bagian kulit lain. Nah, solusinya adalah menggunakan produk khusus untuk mengencangkan payudara.

2. Lulur Manten Keraton


Judulnya memang Royal Wedding Scrub, tapi lulur ini tidak hanya ditujukan untuk mereka yang mau menikah saja. Yang belum menikah boleh, yang sudah menikah beranak lima kayak Pandhawa juga boleh kok. Pokoknya lulur ini boleh dipakai siapa saja yang menginginkan sensasi perawatan badan Putri Kerajaan khas keraton ketika akan menikah. Kamu pengen ngerasain sensasinya? Sama. Saya juga. Cuman kurang ndoro kangmasnya tukang lulurnya saja. Soalnya, bayangan saya yang namanya Putri Raja, kalau mau luluran pasti dilulurin tukang lulur khusus. Yamosok luluran sendiri. Hoho. Untung ada Roro Mendut, luluran sendiripun tetap senang. Hehe.

3. Lulur Ketiak Rempah Hitam


Lulur ini berguna banget untuk mencegah bau badan. Dipakai ketika mandi, gosok-gosokan sebentar di bagian ketiak (maaf nggak terima permintaan spoiler luluran di kelek. LOL), kemudian bilas. Memang agak lebih repot dari memakai deodoran biasa, tapiii bahan lulur tradisional ini malahan yang lebih saya sukai karena minim bahan kimia.

4. V-Scrub Rempah Hitam


Saya ambil deskripsi dari website resmi Roro Mendut di http://roromendut.co.id/, kurang lebih sebagai berikut:

RORO MENDUT ROYAL BLACK SPICE – V SCRUB PEMUTIH SELANGKANGAN ORGANIK merupakan perawatan kulit tradtional organic pertama yang diformulasikan dari resep traditional perawatan kulit khas kerajaan.
RORO MENDUT ROYAL BLACK SPICE – V SCRUB PEMUTIH SELANGKANGAN ORGANIK memadukan khasiat dari daun sirih, kayu rapet, lemon, teh hitam, rumput laut, rempah-rempah dan ketan hitam organic yang terkenal dapat menghilangkan bakteri dan mencerahkan kehitaman/kekusaman yang membandel, mengencangkan serta menciptakan keindahan sempurna pada kulit di sekitar area kewanitaan.

Nah, demikian penjelasan dari website Roro Mendut tentang V-Scrub Rempah Hitam. Selain V-Scrub, ada pula produk perawatan kewanitaan Ratus seduh Roro Mendut. Jadi, semua produk Roro Mendut memang nggak hanya merawat bagian luar saja, tetapi juga bagian dalam. Buat kamu yang peduli dengan perawatan dalam, sudah menikah dan ingin semuanya terawat, produk ini bisa jadi solusi. :)

Produk Roro Mendut bisa dibeli secara online di http://roromendut.co.id. Tapi bagi yang tinggal di Jogja dan sekitarnya, bisa mengunjungi Mirota Batik di Malioboro. Orang Jogja pasti tahu Mirota Batik. :)

......

"Tak perlu kau risau, kisahmu sudah tertulis, juga cintamu kepada Pranacitra. Sini ajari saya bagaimana cara menggelung rambut serapi itu, atau bagaimana teknik marketing yang ciamik semacam yang kamu lakukan dengan rokok jualanmu itu" ucap Jenganten Meniran sambil membayangkan bertemu dengan Roro Mendut sungguhan di dunia paralel.

Friday, May 9, 2014

Hal-hal yang Bisa Dilakukan Ketika Kukumu Terwarnai

May 09, 2014 2 Comments
Kuku kamu sedang terpoles sesuatu, seperti, uhmmm, kuteks misalnya? Kenapa tidak lakukan hal-hal begini:

1. Mengetik sesuatu di laptop.

Mengerjakan tugas kuliah, skripsi, ngeblog, menulis surat cintah, menulis novel, cerpen, puisi, menulis invoice, kepoin gebetan, membalas email dari orang, browsing toko online yang membuka PO Bangkok dan menulis postingan "Hal-hal yang Bisa Dilakukan Ketika Kukumu Terwarnai".


2. Foto menutupi mata sembab.

Karena mata yang satu sedang bengkak, karena mata yang satu eyelinernya nggak rapi, atau di pipi bagian kiri ada jerawat.


3. Foto selfie pamer kuku karena cincin yang dipamerin belum ada.

Sudahlah, tak perlu panjang lebar kujelaskan. Nanti kamu galau. #uhuk


 4. Membaca buku. Atau memamerkan buku yang sedang kamu baca.

Ataupun menandai buku yang sedang kamu baca dengan pemulas kuku sehingga orang akan tahu bahwa buku itu milikmu. Atau secara terselubung, memberitahu ke semua orang bahwa buku bacaanmu bermutu sekaligus kamu adalah orang yang sophisticated.

  

Gambar terakhir nyolong dari Instagramnya Jeng +sekararumw yang kebetulan menitu tren ini. Sebelum saya bilang "Ah, copasan kau Ses!! Copasan!!", saya hanya mau menyampaikan bahwa kemungkinan tren #ColourYourNailsAndReadABook begini akan merajalela. Nah buktinya saya begini udah ditiruin sama artis papan atas kayak Jeng +Maria Sekararum tuh!!


5. Memegang bantal perjalanan.

Apa hubungannya ya? Yeah, kalau kamu sedang traveling, kamu bisa pakai tangan kamu yang terwarnai sebagai gunting alternatif untuk membuka wrap bagasi. Atau cuman buat keren-kerenan aja. Emangnya pakai pewarna kuku cuman buat keren-kerenan aja nggak boleh?



6. Foto di cafe sambil tangan ditaruh di meja.

Lokasi: Indiecology Cafe Sagan Yogyakarta. Cafe cozy, ada gazebo, harga rasional, dan yang paling penting adalah ada pianonya. 

 

7. Foto dengan produk yang akan direview.

Entah kenapa, produk yang difoto dengan tangan berkuku yang diwarnai membuat foto terlihat 50% lebih hore.


8. (Pura-pura) Main Piano

Meskipun lagu yang saya hasilkan jauh dari enak didenger, paling tidak jadi lebih semangat menekan-nekan tuts hitam putih. Lokasi: Indiecology Cafe.





10. (yang sering saya lakukan) #selfiekuku dengan background warna yang serasi.

Misal kuku ungu, background ungu, kuku kuning, bg kuning, dsb.


Demikianlah Jeng yang bisa saya sampaikan tentang "Hal-Hal yang Bisa Dilakukan Ketika Kukumu Terwarnai". Semoga bermanfaat. :D