Follow Us @jenganten

Tuesday, May 22, 2012

Review : Mirabella Eyeshadow Kit Pallete no III

May 22, 2012 16 Comments

Sekian lama saya browsing, tanya temen, tanya ke sesama beauty blogger mencari pallet eye-shadow yang lumayan dengan harga terjangkau untuk urusan belajar eye-make-up, akhirnya pilihan saya jatuh ke Mirabella Pallete ini. Dengan harga kurang dari 50 ribu, kita udah dapet dua belas warna eye shadow yang ber-glitter. Warna-warna ini rencananya akan saya pakai untuk colek colek, FOTD, untuk make up tari atau sekadar berlenong. Hihi.

Oke, mari kita review.

  • Packaging


Gambar di atas adalah penampakan palet yang sudah dikeluarkan dari box. Kemasannya cukup ergonomis, berwarna ungu tua (aku suka warna ungu banget. ;) ), cukup kecil sehingga mudah dibawa kemana-mana. Selain itu pada bagian dalam juga dilengkapi dengan kaca yang memudahkan untuk dipakai touch-up.

  • Penampakan dalam
 


*matabelo*
Melihat warnanya yang unyu-unyu itu berasa ingin langsung colek-colek. Yang mambuatku agak kecewa adalah dengan jumlah eyeshadow sebanyak itu, brush yang disediakan hanya satu, itupun berbentuk spons, sehingga perlu memakai brush tambahan. Menurut saya, jauh lebih nyaman mengaplikasikan eyeshadow menggunakan brush bristles bukan kuas spons. *enggak bisa dibersihkan dan dipakai lagi*.

  • Swatch


Swatch di kulit. *maaf akan kualitas gambar yang rada ngeblur*

Pengaplikasian warna di kulit langsung terasa glitternya. Bisa dilihat di gambar di atas walaupun samar *huhu. Untuk yang menyukai make up glowly effect bisa dicoba menggunakan eyeshadow ini. Termasuk make up fantasy, seperti tari misalnya. Untuk struktur butiran eyeshadow, menurut saya palet ini memiliki kecenderungan powdery yang kecil. (Powdery = mudah berceceran). Sehingga tidak perlu khawatir bercampur antara warna satu dan warna yang lain. Selain itu eyeshadow ini juga cukup pigmented. Tidak perlu takut jika warnanya tidak keluar. Demi keawetan make-up sebaiknya aplikasikan primer-eye-base sebelumnya.

Kaca yang terdapat pada kemasan juga berguna untuk dipakai touch-up. Meski pada saat make-up biasa (non touch-up) jarang saya pakai karena jika berdandan di depan kaca ini, saya takut material dari wajah saya yang cantik berceceran ke eyeshadow cantik-cantik ini. Jika berdandan, saya lebih suka memakai kaca lain. Hehe, ini berlaku juga untuk kaca-kaca pada alat make up lain seperti TWC, blush on, bedak, semuanya jarang saya pakai kecuali hanya saat touch-up.

Koleksi warnanya juga cukup beragam. Terdapat warna cokelat yang dapat dipakai sebagai shading hidung atau untuk mempertebal alis. Tapi karena ini berglitter, pengaplikasian untuk alis atau shading harus dilakukan dengan hati-hati kalau tidak mau hasilnya tooo Syahrini-Look alias blink-blink. :).


Bonus foto Syahrini non make up dan full make up plus aksesori blink blink. Yup, walau kadang pengen berpenampilan kaya dia juga. LOL. Sumber foto di sini.

Okay, mungkin warna cokelat ini yang akan habis duluan untuk keperluan shading dan urusan kerapian alis. :)

Oh iya, pallet ini sudah saya pakai untuk FOTD make over sepupu saya di sini. Tapi, berhubung saya masih belajar, saya mendapat saran agar lebih berani bermain warna di FOTD ini plus ditambah pengaplikasian eyeliner yang lebih mantep. Oke, baik guru Yosinta, terima kasih sarannya. :). Yosin ini make-up artist dari Solo tapi masih duduk di bangku SMA loh, blog cantiknya dia bisa di cek di sini.

Harga : Rp 45.000,00 (12 warna)

Beli di : Mirota Kampus Yogyakarta. Tapi kamu bisa membeli di manapun yang terdapat counter Martha Tilaar.

Positif :
  • Warnanya banyak
  • Lumayan pigmented
  • Terjangkau. Cocok untuk yang baru belajar make-up.
  • Kemasan oke, ada kacanya.
Negatif :
  • Brushnya cuma satu. T.T
  • Kalau tidak hati-hati bisa powdery.
Beli lagi ?
Mungkin yang nomor I dan II.

@andhikalady

Monday, May 14, 2012

Review : Mirabella Lipstick Colorfix no 50.

May 14, 2012 20 Comments

Saya membeli lisptik ini atas saran Mbak Sekar Arum @sekararumw. Blog cantiknya bisa dilihat di sini. Awalnya tanteku memintaku untuk mencarikan lipstick merah affordable tapi yang stay powernya awet. Berhubung pengetahuan saya tentang lisptik masih minim, langsung deh, saya konsultasi dengan beberapa beauty blogger melalui jejaring Twitter. Daaan, akhirnya masuk beberapa pilihan lipstick, yaitu MaxFactor dan Mirabella. Karena alasan ekonomis, akhirnya pilihan saya jatuh ke tangan Mirabella Lipstick Colorfix.

Hehehe. Yeaw, berhubung saya ini banci make up, sebelum saya kasih ke tante saya, saya ijin colek-colek sama foto-foto buat saya bikin review. Lumayan nih, dapet belanja, dapet review. *thanks ya Tanteee*. #trollface #ciumTante

Kemasan kotak.


Kemasan dalam. *mengingatkan saya pada peluru/rudal dan sejenisnya. :p


Isi dalamnya. *cantiknyaa

Swatch, *maaf gambarnya agak blur.

Saya membeli lipstick ini di toko tercinta, Mirota Kampus yang memang dekat dengan kantor saya. FYI, jika kamu tinggal di Jogja, toko ini termasuk toko yang rajin memberikan diskon make up loh. Apalagi kalau hari Jumat. Ah, bisa kalap saya kalau naik ke lantai dua Mirota Kampus di hari Jumat (lantai baju+make up). :)

Saya suka dengan kemasan lipstick ini. Warnanya ungu elegan (saya suka banget warna ungu). Tidak terbuat dari plastik, jadi kesannya tidak murah. Diameter batangan lipsticknya pun kecil (kurang dari satu cm), sehingga mudah diaplikasikan untuk bibir yang kecil sekalipun.

Sesuai nama dan iklannya, lipstick ini menjamin stay power yang awet. Pada kemasannya pun tertulis “Will not kiss off”, artinya dipakai ciuman pun enggak bakal ilang. Hihi. Yups, kayaknya saya enggak perlu testing pakai ciuman dulu kali ya *yaaah, mau ciuman sama siapa? Tembok?*. hihi. Tapi saya coba basuh pakai air, ternyata memang tidak hilang. Baru saya bersihkan menggunakan milk cleanser baru bisa hilang.
Mengenai warna, lipstick ini juga memiliki coverage yang bagus. Lipstick ini bertekstur matte, jadi pastikan bibir kamu telah terhidrasi sebelumnya. Bisa gunakan lipbalm atau olesi dengan baby oil sebelum menggunakan lipstick. Ohya, satu lagi, untuk yang bibirnya kecil, sebaiknya bibir dibentuk dahulu dengan lip liner. Soalnya pengalaman kemarin menggunakan lipstick ini gampang sekali belepotan. Apa memang saya yang kurang professional memakai lipstick kali ya? #facepalm. Alternatif lain bisa juga menggunakan kuas khusus lipstick.
Setelah saya aplikasikan ke bibir, tercium aroma yang menyengat tapi menurut saya pribadi aromanya cukup enak. :) . Seperti paduan aromaterapi. Tapi bagi yang kurang menyukai aroma lipstick, tenang saja. Aroma ini akan semakin samar dalam waktu sekitar lima menit.
Warnanya? Aduh, jujur, sayang sekali lipstick sebagus ini hanya memiliki pilihan warna yang sedikit dan rata-rata berwarna merah tua mencolok. Yang saya pilih ini (warna nomor 50) pun termasuk yang paling dapat “diterima” bibir saya. 
Harga :
  • Rp 33.000,00
Positif :
  • Warna awet
  • Bau enak
  • Kissproof, waterproof
Negatif :
  • Pilihan warna sedikit
  • Belepotan dipakai (harus pelan2 pakainya

@andhikalady

Sunday, May 13, 2012

Make Over : Natural Look Make Up Remaja

May 13, 2012 7 Comments

Selamat malam Ladies, apa kabar? Kebetulan saya nulis ini pas malam hari, jadinya selamat malam. Kalau lagi dibaca pagi/siang/sore salamnya jadi Selamat sejahtera aja ya. :) ..

Kali ini saya akan posting hasil make over saya untuk sepupu saya. Namanya Mustikaning Arum Sekar Ratri. Bujuu, panjang banget tante sama Omku kasih nama. Namanya panjang sih, tapi panggilannya apa coba? Ningnong. *kaya lagunya Ahmad Dhani aja*. Hihi. Sepupu saya ini masih kelas dua SMP, jadi saya mencoba mengaplikasikan make up senatural mungkin.

Here we go :


Hasil.
 

Sebelum dandan.


Mata.


Bibir.


Muka.


Tampak samping.


 Tampak samping merem. :)



Adonan :
Face :
  • Viva foundation. Rp 3.500,00
  • Caring Colours TWC. Rp 30.000,00
Eye :
  • Viva eyeshadow duo (black). Rp 11.500,00
  • Mirabella pallete III (yellow, purple). Rp 45.000,00
  • Kajal eyeliner. Rp 12.000,00
  • Visions V mascara (by Oriflame). Rp 30.000,00
  • Viva eyebrow brown. Rp 20.000,00
Lips :
  • Lip Ice Sheer Color Bee’s Wax. Rp 24.000,00

Kesimpulannya enggak begitu susah mendandani sepupuku ini. Soalnya memang kulitnya dan tonenya udah bagus, jadi foundie dan bedaknya gampang menyatu dengan kulit. Tapi sayangnya saya lagi enggak pakai concelaer untuk menyamarkan kantong mata dia. Jadi hanya mengandalkan foundie dan bedak. Akibatnya masih sedikit kelihatan tuh kantong matanya. (Yups, keluarga aku rata-rata berbakat punya kantong mata, termasuk aku). Hehe.

Mudah-mudahan postingan ini berguna dan komen+saran+kritik dari Ladies semua sangat dibutuhkan.

Love,

Thursday, May 3, 2012

Facial is....

May 03, 2012 21 Comments

Halo Ladies, lama sekali saya enggak update blog ini. Selain karena sibuk (iya, soksibuk sekali saya) bekerja, ngurus tugas kuliah, skripsi, dan ngurusin usaha, saya juga baru saja selesai fase penyembuhan.

Eh, lupa. Saya di sini mau cerita apa. *lihat judul sebentar* *oh iya*. Oke. Sebenarnya saya agak ragu menulis tentang Facial is… , karena saya rasa sebagian besar orang, terutama cewek, pasti udah pernah mendengar, melakukan, atau bahkan sudah ada yang ketagihan dengan kegiatan ini. Hehe. Ngaku satu-satu tuh pasti. Dulu, sebelum saya akrab dengan facial, saya sempat maju mundur untuk memulainya. Soalnya saya dengar dari teman-teman, facial itu sakit, lama, mbosenin, bikin pengen njitak juru facialnya dan lain-lain. Dan lagi-lagi, ketika saya browsing mencari informasi tentang facial di internet, informasi yang saya dapatkan masih sedikit sekali. Paling seputar pengertian, dsb. Sementara yang menjelaskan step by stepnya masih sangat jarang. Jadi, sekali lagi, tulisan ini saya maksud untuk dimanfaatkan oleh orang yang belum mengetahui banyak tentang facial, berniat melakukan facial untuk pertama kali, atau sekedar ingin tahu tentang step by step facial. 

Facial itu apa sih?

Facial adalah tindakan medis yang dilakukan untuk membersihkan kulit wajah hingga lapisan dermis kulit dalam secara menyeluruh. Yang dibersihkan meliputi sel kulit mati yang menempel di kulit, lemak yang menyumbat pori, komedo, jerawat dan material lain yang enggak mungkin bisa dibersihkan dengan cara pembersihan biasa (milk cleanser, facial foam, dsb). Proses ini dilakukan dengan cara mengikis kulit mati (scrubbing), pemijatan, penguapan (steaming), pemencetan menggunakan jarum khusus facial, dan masker. Dengan melakukan tindakan facial, diharapkan kulit wajah menjadi lebih bersih, halus dan sehat.

Bagaimana prosesnya?

Sebagaimana prosedur medis, facial juga memiliki langkah-langkah. Yang pertama jelas mendatangi klinik / salon facial, mendaftar, memilih jenis facial yang cocok untuk kulit (untuk memilih dapat berkonsultasi dengan dokter klinik facial atau kapster salon) mengantri dan menunggu panggilan (kaya lamaran kerja aja) #smilee. Biasanya, kita diminta untuk mengganti busana dengan pakaian khusus facial. Pakaian khusus ini berupa sehelai kain berbentuk kemben yang dipakai selama proses facial (pastikan under arm kamu sudah di shaving ya, :p). Selain itu, kita juga diminta untuk melepas perhiasan / aksesoris yang menempel di tubuh seperti anting, kalung dan sebagainya. Jadi, sebaiknya sebelum berangkat facial, perhiasan dan aksesoris dilepas dan ditinggal di rumah saja.

Setelah itu kita dipersilahkan untuk berbaring di meja facial. Kemudian tinggal menikmati keahlian mbak kapster dalam menangani wajah kita. Pertama kali, mbak kapster akan mengenakan masker untuk melindungi kontak wajah dengan kuman. Urutan facial secara umum adalah sebagai berikut :

1. Pembersihan



Wajah kita diolesi dengan krim pembersih dan dipijat dengan teknik tertentu untuk mengangkat minyak dan kotoran awal. Untuk itu, sangat dianjurkan untuk tidak menggunakan make up tebal ketika akan melakukan facial. Supaya proses pembersihan ini lebih maksimal.

2. Pemijatan dan scrubbing



Setelah pembersihan, wajah kita akan dipijat dan discrub sampai ke bagian atas dada dan leher. Selain untuk mengikis sel kulit mati, pemijatan ini juga berfungsi untuk memberi rasa relaks di tubuh. Saya paling suka bagian ini jika melakukan facial. Soalnya kita tinggal tiduran dan merasakan keahlian tangan mbak kapster memijat wajah dan separo dada kita.

3. Steaming (penguapan)


Setelah puas dipijat (kadang saya merasa kurang lama), wajah kita diuapi dengan uap air panas. Ohya, sebelumnya mbak kapster telah menutup kedua mata kita dengan kapas basah terlebih dahulu. Proses penguapan ini berlangsung selama sekitar 15menit. Proses ini berfungsi untuk membuka pori-pori wajah agar meminimalisir rasa sakit ketika proses pemencetan selanjutnya.

3. Facial pemencetan

Nah, ini proses utama dari facial. Yaitu mengangkat komedo dan semua material penyumbat pori. Proses ini dilakukan dengan cara memencet kulit yang berkomedo dengan jarum khusus facial. Bagaimana penampakannya? Ini dia :



Kelihatan ngeri kah? Sebenarnya tidak juga. Jarum ini memiliki dua ujung yang berbeda fungsi. Ujung satu berbentuk lingkaran yang dapat digunakan untuk menekan kulit sehingga komedo dapat keluar. Ujung yang satu berbentuk jarum yang dipakai untuk menusuk kulit yang berjerawat agar isi jerawat dapat dikeluarkan. Proses pemencetan ini dapat terasa sakit untuk sebagian orang (ya, emang terasa sakit). Untuk itu, proses ini biasanya dimulai dari bagian yang tidak terasa sakit terlebih dahulu, yaitu bagian dahi, berurutan kemudian pelipis, pipi, dagu, pipi dan yang terakhir adalah hidung. FYI, hidung ini adalah bagian yang paling terasa sakit jika di facial (dan yang paling banyak komedonya juga) Kapster yang profesional akan melakukan proses ini dengan cepat, mengangkat komedo dengan cepat dan bersih, dan meminimalisir rasa sakit dan kemerahan sesudahnya.

Selain menggunakan jarum seperti di atas, ada juga metode lain seperti microdermabrasi dan dermaroller. Tak kasi contoh bentuk dermaroller :



Dermaroller ini fungsinya hampir sama dengan jarum di atas, hanya saja, prosedur ini dilakukan bukan untuk mengobati jerawat, tapi untuk menyembuhkan acne scars dan menghaluskan kulit. CMIIW ya, (soalnya yang tentang microdermabrasi saya sendiri belum tau banyak).

4. Masker

Hmmm, setelah puas malawan serangan jarum facial, wajah kita akan dibersihkan dari sisa-sisa komedo yang masih belepotan, dan kemudian dioles dengan masker. Pada proses ini, wajah kita akan menjadi lebih rileks dan nyaman. Masker juga berfungsi untuk memberi nutrisi dan memudahkan regenerasi sel kulit baru.

5. Penutupan pori.

Tadi sudah melangkahi fase pembukaan pori facial, masker, dsb. Setelah itu, pada tahap akhir, dilakukan penutupan pori yang dilakukan dengan mengolesi wajah dengan es batu. Brr, rasanya dingin. Tapi setelah itu, pori-pori kita menjadi lebih ringkas. Dan wajah mulai kembali nyaman.

Tahap facial sudah selesai. Yang berikut kita lakukan adalah mengganti pakaian, dan membayar jasa facial. Hihi. Daaan,, menikmati kulit bersih halus yang sudah ditangani oleh mbak kapster handal yang baik hati. *mlipir*

Oh iya, ada beberapa saran yang dapat dilakukan ketika melakukan facial. (berikut ini saran pribadi dari saya aja sih). 

Yang pertama. Proses facial memakan waktu yang cukup lama, yakni sekitar satu hingga dua jam. Daaan, sangat mungkin di tengah proses facial itu kita merasa haus yang amat sangat. Jadi sebaiknya sebelum melakukan facial, minum air putih dahulu yang cukup. Begitu pula sesudahnya.

Kedua. Jika transportasi kamu menuju klinik itu menggunakan sepeda/sepeda motor/jalan kaki, pastikan kamu membawa slayer/masker untuk menutup wajah ketika berkendara. Kan sayang, sudah bersih, pulangnya muka bersentuhan lagi dengan debu jalanan yang biadab. Wkwk. 

Ketiga. Facial memang berguna untuk mengurangi jerawat, tapi sangat disarankan untuk melakukan facial ketika wajah kita sudah tidak memiliki jerawat meradang. Kenapa? Karena jerawat meradang itu butuh waktu untuk sembuh. Daripada "dipaksa" dipencet menggunakan prosedur facial, mending tunggu hingga sembuh dulu deh. Tidak jarang, saya sendiri kalau nekat facial dalam keadaan jerawat meradang (biasanya karena tiba-tiba ada yang mbayarin), setelah facial jerawat malah jadi makin parah. :(

Keempat. Ada yang beranggapan, jika sudah facial, maka problem muka dijamin sembuh. Ini salah besar. Kesehatan kulit wajah itu dipengaruhi dari banyak hal, perawatan sehari-hari, makanan, dan lingkungan. Facial hanya alat pembersih dan perawat saja. Untuk mendapat hasil yang maksimal, tentu saja kita harus membiasakan diri merawat kulit dengan perawatan yang cocok, banyak minum air putih, olahraga, makan-makanan bergizi dan melakukan gaya hidup sehat. (note for self).

Kelima. Sekedar saran saja, kulit kita setelah mengalami proses facial menjadi lebih sensitif. Untuk sebagian orang bahkan kulit menjadi kemerah-merahan. Untuk itu, dianjurkan setelah melakukan facial, tidak ada acara yang kita lakukan. Istirahatkan wajah dari make up untuk sementara waktu sambil menunggu proses penyembuhan luka facial.

Keenam. Facial adalah proses medis yang agak tricky. Artinya, kita perlu selektif dalam memilih tempat facial. Pastikan semuanya bersih. Jarum-jarum, masker, dan lainnya harus dipastikan sekali pakai untuk satu pasien. Kondisi privasi juga perlu diperhitungkan. seperti kita tahu, kadang ada beberapa produk premium yang sering membuka booth facial di mal atau pusat perbelanjaan. Bukan bermaksud kontra sih, tapi pastikan kamu nyaman dan yakin bersih untuk melakukan facial di tempat umum tersebut.

Ketujuh. Mengenai rutinitas facial. Konsultasikan dengan dokter atau pakar facial. Untuk kulit berminyak seperti saya, dianjurkan untuk melakukan facial sebulan sekali (kadang saya molor menjadi dua atau tiga bulan sekali #selftoyor). Sedangkan untuk kulit kering, proses facial biasanya difokuskan untuk memberi kelembabab pada kulit.

Kedelapan. Jika belum profesional, jangan nekat melakukan facial sendiri. Seperti kita tahu, jarum facial kini telah dijual bebas di toko-toko kosmetik. Menurut saya, tindakan melakukan pemencetan komedo dengan jarum facial hanya boleh dilakukan oleh orang yang berpengalaman. Sementara, prosedur yang masih boleh dilakukan oleh kita adalah mengangkat komedo dengan pore pack. *iya, setuju kan*.


"Agony and beauty for us, live side by side", Mameha, Memoirs of Geisha.

 
@andhikalady