Follow Us @jenganten

Tuesday, July 30, 2013

Another Fun Story : Audiogenic

July 30, 2013 8 Comments


Kecuali teman dekat saya di dunia nyata, kayaknya nggak banyak pembaca blog ini yang tahu kalau saya punya aktifitas lagi selain berdandan, nulis dan ngreview produk.Yaiyalah saya punya aktifitas, makan, tidur, bernapas, kerja, pacaran, ngemil, kuliah itu bukannya aktifitas ya? Hidup kan nggak cuma ngeblog doang, Jendral!!

Jadi kali ini saya pengen crita (sama curhat dikit boleh lah yaa) tentang salah satu aktifitas saya tersebut.

Yeah, saya sebenarnya adalah anggota salah satu band. Bisa disebut begitu. Saya pemain musik. Saya memainkan instrumen keyboard (kadang-kadang piano). Tapi jangan bayangin saya kayak pemain piano klasik yang mahir menarikan jemari di atas tuts seraya melihat jentik-jentik not balok di depannya. Tidak sama sekali. Saya malah belum bisa membaca not balok. :p. Proses saya belajar instrumen ini pun pakai metode otodidak dengan mengandalkan pendengaran dan kinestetik jari. Kalau kata sang ahli, cara belajarnya masih ala-ala primitif. Hihi. Walaupun begitu, saya sebenernya kepingiiin banget les piano, bisa membaca not balok dan belajar teknik piano klasik sungguhan. Anyone mau menawari saya les?

Sejatinya saya suka piano klasik, tapi nasib mengantarkanku ke dalam format band dan bertugas memainkan keyboard. Beda aliran sih emang. Di sisi lain saya suka lagu George Winston Pachelbel Canon atau Ballade Pour Adeline, tapi ketika bermain di band saya harus mengiring lagu The Beatle, Let it Be atau Ayat-ayat Cinta bersama anggota band yang lain.







Apakah saya kecewa atau justru tambah senang? Ya tambah senang dong. Bermain dalam sebuah band itu menyingkirkan segala keegoisan dalam bermusik, makin rame, makin akrab, dan kian membentuk sebuah harmoni. 

Temen band saya cowok semua, dan kampret-kampret orangnya (manusianya cuma saya). Kalau ngumpul bawaanya ketawa-ketiwi terus dan nggak bisa berhenti ngomongin yang saru-saru. Barangkali saya nggak dianggap cewek oleh mereka, kecuali kalau mereka disodori blog ini, baru deh mereka sadar kalau saya ini cewek. Hihihi.

Searah jarum jam, Try : bass, Yudha : gitar, Jo : gitar, Oki : vokalis.
Band kami alirannya akustik dan suka membawakan lagu-lagu yang romantis. Padahal personilnya pada jomblo-jomblo. Kami memang kurang begitu demen sama musik metal menggelegar. Bagi kami, bermain musik sampai bisa bikin sepasang kekasih makin jatuh cinta adalah bakti terbesar pada kemanusiaan. Tsaaah.

Saat ini kami masih muter-muter kota Jogja untuk manggung di sana-sini. Kadang dapat invitationuntuk mengisi acara seperti buka bersama, wedding, dan resepsi lainnya. Kadang pula kami berniat ngamen di pinggir jalan buat seru-seruan (kalau ngamen biasanya saya nggak ikut main, lha, gimana caranya nggotong keyboard ke mana-mana?). 

Awalnya kami ngeband untuk seru-seruan saja. Tapi seperti cita-cita band pada umumnya, kami juga ingin dikenal masyarakat luas. Kami ingin mendengar banyak kabar pasangan yang makin jatuh cinta karena mendengar musik kami. #uhuk

Let me introduce you,

AUDIOGENIC

For further information :


Monday, July 29, 2013

Rivera Face Shimmering Powder

July 29, 2013 18 Comments
Saya bukan pengguna shimmering powder sih sebenarnya. Buat saya, items makeup yang ada shimmer-shimmernya itu kalau bukan eyeshadow, blushon ya lipstik. Kalau untuk bedak shimmer? Errrr, pikir-pikir dulu deh untuk pakai setiap saat. Kenapa? Yang pertama, kulit saya itu tipenya berminyak, jika ditambah bedak shimmer, maka kesan minyaknya akan makin kelihatan. Kedua, tekstur kulit saya nggak rata, kalau ditambah bedak shimmer, makin kelihatan lah ketidakrataanya.

Tapi kadang-kadang saya juga butuh bedak shimmer. Salah satunya adalah sebagai bedak finishing untuk makeup panggung. Kalau saya pakai makeup untuk menari, biasanya sehabis makeup, saya tambahi pakai finishing berbentuk bedak shimmer. Kenapa? Ya supaya karakter wajah lebih berkilau dan bercahaya, begitu istilahnya. Tapi berdasar pengalaman saya, pemakaian bedak shimmer untuk tujuan "bercahaya" itu cuma berlaku buat makeup panggung saja Jeng. Kalau pakai ginian buat ke mall, ke kampus atau ke kantor, bisa-bisa kita dijuluki kembaran Banci Taman Lawang. Soalnya bagi saya cukup lebay hasilnya.

Salah satu kegunaan lain adalah memberi karakter pada wajah kalau mau difoto. Bubuhkan shimmer secukupnya sebagai highlight di batang hidung, bawah mata, atasan eyeshadow, dagu dan pipi. Maka kontur wajah akan semakin kelihatan, istilahnya dibuat tampilan 3D ketika difoto. Tutorial kontur wajah mungkin akan saya bahas lain kali di postingan tersendiri.

Kali ini saya akan bahas salah satu shimmering powder merk lokal berjudul Rivera Face Shimmering Powder.



Kenapa saya beli ini? 1. Saya butuh shimmering powder. 2. Harganya terjangkau. 3. Konsep penjualan yang membanderol empat shade shimmer powder dalam satu kemasan. 4. Kalau dilihat dari kuas dan uliran, kayaknya menarik nih untuk dipunyai atau sekedar nangkring di makeup pouch.
  • Kemasan
Konsep kemasannya cukup menarik, yaitu mewadahi empat shade sekaligus. Cara pakainya adalah menggunakan kuas. Jika ingin mengganti warna, tinggal diulir di warna yang sesuai, dan sambungkan dengan kuasnya. Praktis dan simple.
Dari segi kualitas kemasan, kalau dilihat sepintas sih kayaknya lucu dan elegan, ada warna gold dan dengan pelengkap sebuah kuas. Tapii, begitu dipegang, duh, kok plastiknya rapuh banget ya? Saya menduga jika kemasan ini jatuh, maka bedaknya akan bubar ambyar ke mana-mana. Kuasnya juga mengecewakan, bulunya kasar dan terasa nyelekit ketika dipakaikan ke kulit. Akibatnya, kuas ini nggak pernah saya pakai, kalau mau pakai bedaknya, ya pakai kuas tambahan sendiri.

Kuasnya cukup kasar. :(

  • Shade
Bedak ini terdiri dari empat kumpulan shade yang berbeda. Di mata saya, warna-warna bedak ini adalah beige, gold beige, pink, dan silver. Hmm, mungkin ada pengistilahan warna lain yang lebih tepat beserta hint-hintnya. Maklum, saya sendiri masih belajar tentang warna-warna pada makeup.

Add : Saya mencoba Googling, ternyata empat warna tersebut namanya adalah Nature Gold, Crystal, Exotic Pink & Satin Beige. Hihihihi. :D

Keempat shade ini memiliki butiran shimmer yang kentara, dan cukup terlihat ketika dipakai di kulit. Saya suka yang warna pink, karena mirip dengan tone kulit saya dan mampu membuat kulit menjadi lebih segar.

Searah jarum jam : Satin beige, natural gold, crystal, exotic pink.
  • Tekstur
Satu kata yang bisa saya deskripsikan untuk tekstur bedak ini = terbang! Artinya, bedaknya gampang banget terbang ke mana-mana kalau nggak hati-hati. Lihat saja gambar di bawah ini, baru dijejer saja sudah mengotori dasar yang saya pakai untuk foto. Adapun untuk kehalusan dan bentuk shimmer, teksturnya saya suka, dia cukup halus dan lembut dioles. Butiran shimmer-nya juga cukup kecil-kecil.

  • Swatch
Ini hasil swatch di kulit. Sudah kelihatan shimmernya.


Kesimpulan : bedak ini bagus untuk shimmer di kulit (nanti ada post khusus untuk kontur wajah), kemasannya kreatif yaitu membungkus empat warna sekaligus, cukup worth untuk produk lokal berharga terjangkau dengan kegunaan yang cukup ideal. Hanya ada beberapa poin review yang saya kurang suka yaitu kemasannya terlalu rapuh, kuasnya kurang berkualitas, dan tekstur yang mudah terbang jika kemasannya dibuka. 

Harga : Rp 28.000,00 , 4 x @1,2 gram.

@andhikalady

Wednesday, July 17, 2013

Which Lipbalm Are You

July 17, 2013 15 Comments
Ketika bulan Puasa, tubuh kita mengalami perubahan mekanisme metabolisme. Dari yang biasa makan sehari full, di bulan puasa kita diwajibkan mengilangkan ritual makan dan minum di siang hari. Otomatis, tubuh kita ikut menyesuaikan keadaan ini. Penyesuaian ini meliputi pencernaan, metabolisme sampai penyesuaian kondisi kulit. Khusus untuk kondisi perfisikan, bisa dibilang bulan Puasa itu adalah bulan yang serba kering. Kulit kering, mata kering, tenggorokan kering, kantong kering (karena banyak undangan buka puasa bersama. :p) dan bibir kering.

Duh, kalimat terakhir di atas kayak saya kurang bersyukur banget sama Bulan Ramadhan ya. Tapi bukan begitu maksud saya Jeng, saya tetap senang sekali bisa bertemu Ramadhan lagi tahun ini. Apalagi di bulan ini saya berulang tahun. Ayee. Ditambah lagi banyak banget rejeki menghampiriku di bulan ini. Alhamdulillah. Kalau yang kalimat "serba kering" itu tak lain supaya kata-katanya sesuai sama topik yang mau saya bahas. Hehe.

Gimana sih menolong perbibiran kita yang mendadak mengering ketika puasa? Minum air dan nutrisi yang cukup ketika berbuka dan sahur, banyak berdoa, dan satu lagi, pakai lipbalm. Karena berpuasa, saya meningkatkan intensitas pakai lipbalm dari biasanya karena bibir mudah kering. Saya mau sharing lipbalm, sekalian reviewnya satu-satu yaa.

Tararaa, lipbalm-lipbalm kusayang.
1. Caring Lip Balm Tender Lips Care


Secara kemasan, saya suka banget. Berwarna silver dan mirip dengan kemasan lipstik biasa. Teksturnya saya juga suka. Daya lembap lipbalm ini kuat banget bisa sampai 6 jam berpuasa (berarti nggak dipakai buat makan). Ketika dipakai ada sensasi mint yang sejuk. Lipbalm Caring ini hampir tidak beraroma sama sekali. Tapi sayang, di kemasannya tidak saya temukan "perlindungan dari sinar UV/ SPF/ dsb", jadi dimungkinkan lipbalm ini tidak dilengkapi perlindungan UV. Ohya, just info, saya baru tahu lho kalau Caring ngeluarin produk lipbalm setelah dapet hadiah paket Caring. Hihihi. Ternyata kualitasnya emang bagus.

Harga = Rp 50.000,00

Plus = Kemasan oke, super lembap, rasa mint, tidak beraroma.
Minus = No SPF (cmiiw)

2. Lip Ice Lipbalm Mango


Saya pengguna Lip Ice dari dulu! Hampir setiap kesempatan habis, pasti repurchase. Meski saya punya banyak aneka lipbalm, rasanya kurang lengkap kalau nggak punya Lip Ice.
Lipbalm yang di gambar di atas rasanya mangga euy! Tapi aromanya doang, jadi jangan dijilat-jilat ya, apalagi sedang puasa. :p. Tekstur lipbalm Lip Ice ini lebih lunak daripada Caring. Daya lembap Lip Ice ini sekitar 3 jam berpuasa. Jadi bagi yang emang suka rasa mangga, jangan lupa untuk touchup setiap tiga jam sekali. Sama seperti Caring, lipbalm ini juga ada sensasi mint ketika dipakai. Lipbalm ini memiliki kandungan SPF 15 jadi nggak perlu takut membawa bibir berpanas-panasan. Satu lagi yang saya suka dari Lip Ice, kemasannya kecil dan muat di bibir (lah, susah nemu istilahnya. >.<), jadi ketika diaplikasikan buat bibir saya yang sedang, cukup mudah.

Harga = Rp 25.000,00
Plus = Kemasan kecil, SPF, aroma mangga.
Minus = Stay 3 jam, kudu sering touchup.

3. Lip Ice Sheer Color


Kok Lip Ice lagi? Hehehe. Yang ini beda Jeng. Lipbalm yang berwarna pink unyu itu adalah lipbalm yang ada warnanya. Warna yang dihasilkan berwarna pink sheer soft dan berkesan sehat tanpa terlihat heboh. Lipbalm ini dilengkapi dengan beeswax yang berguna memberi kelembapan ekstra untuk bibir. Daya lembap lipbalm ini sekitar 4 jam tapi warnanya tetap stay sekitar 5-6 jam. Lipbalm ini hampir selalu saya repurchase setiap kali habis. Soalnya suka banget sih. Mungkin seumur hidup saya udah menghabiskan 8 lipbalm ini. Hahaha. Dulu ceritanya ketika masih abege, lipbalm ini yang saya beli, eh keterusan sampai sekarang. Mungkin karena sekarang saya masih abege juga kali yaa.

Harga = Rp 25.000,00
Plus = Sheer colour, lembapnya tahan lama, warna tahan lama.
Minus = no SPF.

4. Wardah Lipbalm Strawberry.


Ini lipbalm yang lain dari yang lain. Jika lipbalm lain dikemasani dengan wadah stik, lipbalm Wardah dibungkus dengan jar kecil. Cara mengaplikasikan adalah memakai tangan dan dioles ke bibir. Buat yang higinis-freak, metode begini kurang bagus karena banyak kuman yang ikut nempel ke tangan. Lipbalm Wardah memiliki rasa stroberi yang aduhayyyy membuat hidung ini melayang-layang. Dari semua lipbalm di atas, punya Wardah inilah yang wanginya paling kerasa. Teksturnya juga lumayan oke, hanya daya lembapnya jelek banget. Dua jam di bibir saja sudah bikin kering. :(. Lipbalm ini dilengkapi dengan SPF yang mampu melindungi bibir. Yeah, meski kurang higinis dan kurang lembap, karena ber-SPF jadinya saya beri nilai plus untuk lipbalm ini.

Harga = Rp 20.000,00
Plus = Wangi stroberi, SPF, kemasan unik.
Minus = Kurang higinis karena pakai dicolek-colek tangan, kurang lembap.

@andhikalady

Monday, July 15, 2013

Cara Mendapat Foto Korean Look.

July 15, 2013 16 Comments
Hmm, kayaknya saya jarang ngomongin hal-hal yang berbau Korea di blog ini, apalagi membuat tutorial Korean makeup. Padahal kita tau sendiri, era 201.. sekian itu sedang demam Korean Wave. Saya sebenarnya juga termasuk yang ikut arus Korea. Buktinya saya suka Super Junior, suka SNSD, suka iseng meniru gerakan tarian mereka yang enerjik, terkagum dengan kelihaian kaki mereka yang lincah menari di atas stiletto belasan senti, dan yang nggak kalah memesona, saya juga suka memandangi makeup dan kecantikan mereka yang aduhayyy. Rasa-rasanya nggak lengkap kalau nggak pernah ngomongin Korea di blog ini.

Well, saya sadar sepenuhnya bahwa saya bukan keturunan ras Asia Timur yang berciri khas berkulit putih, mata sipit, dan kulit yang super mulus. Kulit saya bahkan tidak begitu mulus. Tapi meski begitu, namanya juga usaha dan kepingin coba-coba makeup Korean. Jadi, ya beginilah usaha saya :

1. Flawless your skin.

Makeup Korea berciri khas dengan keadaan kulit yang nyaris tanpa cela. Putih, mulus, dengan warna kulit yang super rata. Untuk keperluan ini, pakailah foundation yang mampu mengakomodir itu semua. Setelah memakai foundation, tambahkan concealer di noda hitam, kantung mata dan bagian lain yang diperlukan. Jika kulitmu sudah flawless dari sononya, cukup pakai BB Cream saja sudah bisa kok. Setelah mengaplikasikan dasar, bubuhkan bedak tabur. 

2. Glow your skin.

Selain flawless, tampilan Korea juga berciri glowly, artinya kulit yang ditampilkan agak sedikit bersinar, memantulkan cahaya, dan berkilau sehat. Setelah memakai bedak, sapukan finishing powder yang dilengkapi dengan sedikit shimmer. Tapi jika memakai BB cream, finishing powder untuk kesan glowly tidak diperlukan karena mayoritas BB cream sudah dapat menghasilkan efek glowly.

3. Sipitkan mata.

Sebenarnya, mata orang Indonesia itu sudah bagus lho. Mayoritas dari kita sudah memiliki kelopak mata double. Orang Korea jarang yang begini. Mata asli mereka cenderung sipit dengan kelopak mata tunggal. Menurut mereka kelopak mata tunggal itu tidak cantik, makannya banyak dari mereka yang operasi lipatan kelopak mata. Tapii, karena di sini pura-puranya jadi orang Korea, maka kita buat mata yang agak sipitan. Caranya adalah membuat garis eyeliner tambahan di ujung bawah mata untuk membuat kesan mata sipit/datar.

4. Luruskan alis.

Bentuk alis sedemikian rupa sehingga menjadi lurus memakai eyeshadow abu-abu. Tidak usah tanya kenapa, pokoknya alis Korea itu kebanyakan lurus. Menurut saya sih alis seperti ini membuat wajah terkesan lebih muda. Ayee..

5. Buat kantung mata.

Dahulu kantung mata dianggap bencana. Tapi sekarang, kantung mata sudah kayak jadi tanda kecantikan Korea. Caranya adalah membubuhkan sedikit eyeshadow warna cokelat di bawah mata, kemudian diatasnya ditambah dengan eyeshadow putih ber-shimmer. Kalau kamu sudah punya kantung mata alami, maka opsi ini dapat diabaikan.

6. Makeup mata.

Alis sudah lurus, sipit sudah, kantung mata sudah. Lalu? Ya, makeup mata dong. Pakai eyeshadow pink atau cokelat alami yang disapukan tanpa heboh-heboh. Kemudian pakai eyeliner cair. Akhiri dengan pemasangan bulu mata. Berkreasilah sampai matamu semirip mungkin dengan Korean style.

Kenalkan, saya Hyuna, eh, bukan saya Yoona.
6. Lip

Pakai lipstik berwarna pink alami natural. Lebih bagus lagi kalau memakai lip tint. Tapi karena saya nggak punya lip tint, saya pakai lipstik natural saja.
Oh iya, jangan lupa pakai blushon dengan warna yang senatural mungkin.


7. Last but not least, Camera 360!

Sudah saya tulis di judul : Look Korean di Foto. Jadi di sini saya menghalalkan penggunaan Camera360. Why? 1) Tujuan saya bermakeup Korea bukan untuk dibawa jalan-jalan supaya ada orang menyapa saya "Anyeonghaseyo", alias cuma untuk foto doang. 2) Buat yang kulitnya tidak secerah dan semulus kulit Korea, hal ini cukup ngebantu banget. 3) Yang penting orang lain tetep tahu kita orang Indonesia. 4) Meski di sini saya memakai Camera360, tapi tampilan mata saya itu adalah hasil makeup loh, bukan hasil editan.

8. Foto-foto.

Yuhuu, sampai di part paling membahagiakan.


Saya iseng makeupan bareng teman saya, Nisa.

Wah, salah ini, harusnya pakai hanbook.
Baru sadar kalau foto kiri atas kayak lagi nahan pipis.

Haiii... *rambut berantakan* *maafkanlah ketembeman saya*
Sekian dulu ya Jenganten. Kalau ada tips lain atau menurut kalian 'usaha' seadanya saya kurang, silahkan meninggalkan kesan di komentar box. Tararengkyu.

@andhikalady

Saturday, July 13, 2013

Betapa Bermain dengan Make-up itu Menyenangkan

July 13, 2013 6 Comments
Buat saya, make-up itu bukan cuma perkara mempercantik diri saja. Make-up juga bukan mata pencahariaan, lha wong saya belum jadi MUA (Make up Artist) kok. Mungkin, istilah yang tepat arti make-up untuk saya adalah = hobi. Namanya hobi, tentulah hal yang bisa membuat saya senang. Saya senang belanja make-up dan melihat-lihatnya ketika dibawa pulang. Saya juga senang mengoleskan eyeshadow ke mata saya, senang mengoles lipstik, senang mencium aroma makeup, dan bahagianya dapat berlipat ganda ketika melihat hasilnya yang cantik di muka saya.

Dua tahun lalu saya pernah menulis diary begini "semoga saya diberi aktifitas yang membuatku menghabiskan makeup". Ternyata nasib membawa saya (atau saya yang membawa nasib) menjadi blogger yang suka membicarakan makeup. Alhasil, makeup-makeup saya yang sempat terbengkalai karena tidak tahu mau diapakan, kepakai juga. Entah untuk direview, atau dipakai sehari-hari, atau dipakai ke teman-teman dan pura-pura menjadi MUA. :p

Ada juga yang bilang muka kalau sering di-makeup-in nanti jadi rusak, nanti jadi kehilangan rona alaminya, nanti jadi kering, cepet tua, dsb. Hmm, kalau saya sih begitu mendapat komentar seperti ini biasanya langsung kesimpulan kalau bukan orangnya yang nggak bisa dandan, ya nggak ngerti soal makeup. Ada pula yang cukup parah "nggak usah dandan-dandan banget lah, biar nanti kalau pas nikah wajahnya manglingi". Doh, saya malah kasihan sama suaminya, masak istrinya cuman boleh cantik manglingi pas nikahan doang? Kalau saya sih, pengennya cantik terus menerus, nggak cuma pas saya menikah saja. LOL.

Ohya, balik ke topik tentang makeup dan blogging. :)
Akibat dari blogging ini, banyak teman-teman tau aktifitas saya dan tidak sedikit yang minta didandanin. Ada pula yang minta jasa merias, meski saya bukan MUA. Alhamdulillah, saya anggap itu semua sebagai side effect dari hobi yang saya minati. Saya tahu saya masih harus banyak belajar. Kemampuan saya ber-makeup masih minim dan perlu lebih banyak ditambah. Tapi kesenangan ber-makeup, termasuk me-makeup in teman dan tertawa-tawa setelah itu sungguh nyata dan tidak menipu. Termasuk beberapa waktu terakhir ini.

Saya dan Ajeng.


Nisa.

Nisa dan Ratna
Nah, baru-baru ini saya juga habis ngedandanin salah satu selebblog biuti yaitu Bra Arum. Kalau mau tau sejarahnya kita saling panggil Bra satu sama lain itu asalnya dari kata Bro. Kalau ke cowok manggilnya "Bro", karena kami cewek jadinya saling memanggil "Bra". Hahaha.

Posting tentang makeupnya Bra Arum akan di posting kemudian. :)

Tersangka.

Yaudah. Posting curcolnya segini dulu yah. Gimana puasanya? Masih lancar kan?

@andhikalady

Thursday, July 11, 2013

The Balm Girls Mia Moore

July 11, 2013 10 Comments
Halo Jenganteens. Lama nggak ketemu. Gimana puasanya? Lancar kan? :)

Oh iya, kalau saya mengucapkan selamat puasa itu bukan hanya untuk yang merayakan lho. Tapi untuk semuanya. Why? Karena di negara kita, suasana hari raya sudah menjadi gaya hidup tahunan yang dialami oleh semua masyarakat, baik yang merayakan atau tidak. Termasuk Ramadhan, Idul Fitri, Natal, Waisak, Nyepi dan lain-lain. Misalnya saja kamu Muslim, pas Natal dan hari raya lain tetep ikut libur kan? Hehehe. Begitu pula untuk Ramadhan, hampir semua orang terseret euforia seperti buka puasa, sahur, makan opor, sampai kebagian jatah jam kerja yang lebih sedikit. Kalau ini pasti semua setuju. :)

Seperti hari raya lain, Ramadhan adalah suasana. Yang namanya suasana khas, ya nggak bakal kita temui di bulan-bulan lain. Rutinitas makan di pagi buta, berlapar di siang hari, melipatkan kualitas dan kuantitas ibadah, sampai memperbanyak silaturahmi kadang tidak ditemui di bulan lain. Dengan kata lain, Ramadhan itu kayak kamu, ngangenin. :p. Jadi Alhamdulillah banget tahun ini kita dipertemukan kembali dengan bulan suci. Semoga bukan cuman bulannya yang suci, tapi kitanya juga ya. :)

Nah, marilah kita menuju ke topik utama post ini. Baru-baru ini, saya baru dapet rejeki sodara. Saya menang giveway dari Merilla May berupa lipstik bold berjudul The Balm Girls Mia Moore. Saya termasuk jarang ikut giveway, tapi berhubung Mbak Merilla mengadakan kontes menulis, saya mah suka-suka aja. Ini nih tulisan saya yang bikin saya dapet lipstik hig-end ini Jeng.



Lipstiknya, ulalalaa, canggih banget. Dari kemasannya saja sudah elegan. Apalagi gambar yang ada di dus box-nya mengingatkanku pada kombinasi suasana vintage dan James Bond. Entahlah, pokoknya gambar cewek dan cowok di dus box-nya begitu seduktif.

Wadahnya berbentuk mirip peluru dan touch-up-able, artinya jika dipakai untuk touch up di tempat umum nggak bikin malu-malu karena kemasannya udah oke. Meski kalau saya sih mau kemasan kaya apa juga asal lipstiknya bagus mah touch-up ya touch-up aja. Hehehe.

Lipstiknya berwarna merah bold dengan hint sedikit orange sehingga tone-nya menjadi hangat. Warna seperti ini cocok dipakai jika tone kulit kita hangat dan berdasar kuning.Warna bold seperti ini juga cocok dipakai untuk makeup panggung seperti menari, pentas, dan sebagainya. Di bawah ini penampakan saya pakai lipstik ini :




Cakep banget kan warnanya? Yang paling saya suka yaitu warna di lipstik dan warna ketika di-apply ke bibir itu nggak beda jauh. Dia mampu meng-cover bibir dengan sempurna. Teksturnya lembut dan cukup melembapkan meski jenisnya lipstik matte. Daaan, ciri khas lain adalah, lipstik ini berasa mint! Jadi ketika dipakai di bibir, rasanya semriwinggg gitu.

Ngomong-omong produk hig-end, tiba-tiba timbul keinginan saya mencari-cari dupe (duplikat) nya yang lebih mudah dicari dengan harga terjangkau. Hasil eksplorasi saya jatuh ke lipstik Mirabella Chic Lipstick Red yang pernah saya review di sini.

Warnanya mirip banget ketika dilihat di kemasan. Sama-sama ada hint orange dengan nuansa tone hangat. Rasanya kayak nemu harta karun ketika tau bahwa ada lipstik lokal harga terjangkau yang mirip dengan produk hig-end.

Kiri = The Balm Girls. Kanan = Mirabella Chic.

Tapi begitu di-swatch....

Kiri = The Balm Girls. Kanan = Mirabella Chic.

T.T. Yaaah, teteup deh, coverage dan intensitas warna The Balm Girls jauh lebih oke.