Follow Us @jenganten

Sunday, September 21, 2014

Sophie Paris Muslimah Cosmetics & Giveway

September 21, 2014 22 Comments

Setelah ngomongin tentang Hijab Blog Pick di post sebelumnya, kali ini saya mau cerita-cerita tentang makeup Muslimah (masih ada hubungannya deh, sama hijab, Muslimah, dan kehalalan). Oh iya, dalam ranah ini, Muslimah yang saya maksud adalah nama brand, bukan sebutan untuk wanita Muslim. :D

Temen-temen Jenganten, sudah pernah dengar brand Muslimah Cosmetics? Harusnya sudah dong, 'kan dia suka nangkring di jajaran produk di katalog Sophie Paris. Kalau Sophie Paris pasti tau deh ya.

Btw, menyebut tentang Sophie, saya sedang baca buku judulnya Sophie's World karya Jostein Gaarder. Itu buku bagus tapi sebaiknya saya sudahi cerita-cerita tentang buku, ndak ntar jadi lupa sama judul post iki. :p

Bicara tentang Muslimah Cosmetics, nggak dipungkiri sekarang sudah makin banyak kosmetik yang mengusung konsep halal. Buat saya pribadi ini adalah kabar bagus, di mana kita sebagai konsumen dunia perlenjehan -khususnya wanita Muslim- bisa mendapat jaminan bahwa produk yang kita colek-colekkan ke muka dan bibir itu halal. Apapun yang halal, itu pasti bikin tenang. Kekasih halal contohnya. Eh.

Tapi harus diinget juga, halal-haram itu nggak cuma masalah kandungan dan label MUI loh, tapi juga asal muasal barang itu. Barang halal, dibikin di Arab, gambarnya cewek pakai niqab, konon pembuatnya Babah Abdullah bin Albab, kalau dapetnya nyolong atau korupsi, jatuhnya jadi haram dong. Kalau ini pasti semuanya setuju kan?

Nah balik lagi ke cerita tentang Muslimah Cosmetics. Jadi, karena rejeki anak sholihah, saya berkesempatan untuk mencoba dua produk dari Muslimah, yaitu Muslimah Lip Care dan Muslimah Eyeshadow Topaz. Dua produk ini akan saya review, as always. :D

1. Muslimah Lip Care



Ini adalah produk pelembap bibir yang diperkaya dengan Vitamin E dan berfungsi membantu menyembuhkan bibir yang pecah-pecah. Bisa digunakan juga untuk pra-lipstik. Jadi sebelum pake lipstik, oles-oles dulu bibirmu pake Lip Care, tunggu sebentar sampai agak meresap, baru deh pakai lipstik favoritmu. Bisa juga digunakan sebagai perawatan bibir di rumah, misal menjelang tidur, menjelang masak, menjelang baca buku atau menjelang ngeloni anak.

 

Kalau biasanya pelembap bibir diwadahi dalam kemasan ulir seperti stik, dicolek-colek jari, atau kayak lip gloss (baca macam-macam pelembap bibir di post ini), Lip Care milik Muslimah dikemasani dalam bentuk tube dengan mulut yang kecil. Bagi penggila kehigienisan, bentuk kemasan pelembap bibir macam begini pasti disukai banget. Soalnya kontak dengan dunia luar aka kuman lebih kecil dibandingkan tipe ulir lipstik atau colek-colek jari. :D

Aroma Lip Care ini samar-samar seperti permen. Jadi nggak perlu khawatir bagi phobia aroma. Saya adalah contoh yang punya phobia aroma yang terlalu tajam. Benda-benda seperti duren, pete, pengharum mobil, bahkan aroma bibit parfum bisa langsung membuat saya mual. Kemarin saja, saya sampai preloved sebuah remover yang baru saya beli hanya gara-gara wanginya (menurut saya) mirip bau tape basi. LOL.

2. Muslimah Eyeshadow Topaz

Perona mata ini terdiri dari empat warna natural nuansa cokelat, cokelat keemasan, tanah dan gading. Keempat warna ini sangat wearable untuk digunakan sehari-hari dan relatif mudah di-blend. Kemasan eyeshadow dilengkapi dengan kaca yang cukup besar (saya suka kaca besar di kemasan eyeshadow), dan sebuah aplikator spons.


Perlu saya catat, saya jatuh cinta sama aplikatornya! Warnanya hitam dan empuk layaknya aplikator spons yang dijual terpisah. Selain itu aplikator ini mudah dipakai, tidak membuat bubuk eyeshadow berhamburan kemana-mana. Biasanya saya memilih memakai kuas untuk memakai eyeshadow, namun karena kuas bawaan ini sudah bagus, saya bisa lebih enjoy pakai eyeshadow ini meskipun lupa bawa kuas.


Bagaimana soal pigmented? Kamu yang suka dengan eyeshadow yang warnanya keluar, mungkin akan kecewa, Gaes. Tapiii, ada tapinya lhoo. Eyeshadow yang kurang pigmented juga punya banyak kelebihan, contohnya:
- Buat yang masih malu-malu pakai eyeshadow, nggak perlu khawatir warnanya akan jelek.
- Cocok dipakai sehari-hari. Yakali ada yang suka pake esedo metalik-kereng-pigmen-ijo jamrud amben isuk?
- Warna yang kurang pigmented cenderung lebih mudah di-blend.


FOTD time. :)

Di bawah ini saya pakai eyeshadow Muslimah Topaz.

 

Giveway time!

Nah sampai di tulisan yang ditunggu-tunggu, yaitu giveway! Sophie Paris bersama Jenganten mengadakan giveway yang hadiahnya bisa kamu pilih sendiri, Jeng. Asik kan? Yuk mari lihat cara-caranya:


Saya kasih contohnya ya:

Nama: Lady
Email: andhika.lady@gmail.com
Twitter: @andhikalady
Instagram: @andhikalady
Facebook: facebook.com/andhikalady

"Kenangan tentang makeup yang paling saya sukai adalah ketika saya kehilangan lipstik, ternyata lipstiknya buat mainan kucing, alhasil bulu-bulu kucing saya jadi warna merah-merah.
Produk pilihan saya adalah Muslimah Lip Care"

1. Gimana kalau nggak punya akun Google? Bikinlah, apa salahnya. :D
2. Gimana kalau nggak punya akun Instagram, Twitter, Facebook? Kembali seperti poin nomor 1.
3. Banyaknya share tidak mempengaruhi penilaian giveway (kan udah dibilang yang ceritanya keren-keren).
4. Terbuka untuk siapapun, di manapun, asal nggak jauh-jauh dari Indonesia. :D
5. Link untuk memilih produk: Muslimah by Sophie Paris
6. Selamat ikut giveway!!


Thursday, September 18, 2014

Hijab - Blog - Pick

September 18, 2014 4 Comments



Beda negara, beda cara memakai hijab. Beda bentuk wajah, beda pula tata cara mengikatkan kain ini ke kepala. Meskipun di hari ini ada banyak pendapat tentang asal muasal hijab -ada yang mengatakan hijab adalah budaya Timur Tengah, ada pula yang mengatakan hijab merupakan simbol ketaatan wanita Muslimah, ada pula yang berpendapat hijab masa kini lebih dekat ke arah gaya hidup alias fashion-. Marilah bersikap saling menghormati apapun alasan para wanita yang memutuskan untuk berhijab. :)

Beberapa waktu lalu saya blogwalking ke blog yang ngobrolin soal hijab, yaitu di sini: http://hijabislam.blogspot.com. Di sana banyak gambar-gambar lucu, bentuk hijab dari banyak negara, dan tutorial-tutorial keren. Kamu yang memakai hijab, yang suka melihat fashion hijab, pengen tau fakta-fakta tentang hijab, atau pengen tau hijab wisdom, layak mengunjungi blog tersebut.

Salam,

Lady.

Wednesday, September 10, 2014

Cara Dapatkan Sample B-Liv Off With Those Heads Gratis

September 10, 2014 0 Comments
Sudah baca review serum B-Liv Off With Those Heads di sini kan? Nah, di sini saya mau mengumumkan adanya kesempatan untuk siapa saja yang pengen mencoba sample produk ini, caranya adalah:

1. Klik link ini www.bliv.com/id/grabursample

2. Lalu isikan data-data seperti nama, nomor kontak, email dan alamat kamu.



3. Lalu akan muncul link untuk share #blivindonesia di Facebook, klik link 'SHARE HERE'


 


4. Nanti kamu akan dikirimi email berisi kode voucher seperti ini:



5. Nggak cuma voucher pembelian produk yang akan kamu dapatkan, tapi juga sample serum B-Liv Off With Those Heads yang akan dikirim ke alamat kamu.

Seru kan? Ayo ikutan, dan rasakan sensasi komedo terangkat tanpa rasa sakit. :)

https://www.facebook.com/bliv.indo 
instagram.com/bliv_indonesia  

@andhikalady

Tentang Adonan Masker DIY dari Dapur

September 10, 2014 6 Comments
Pertama-tama saya mau ngucapin terimakasih sama Jeng Hanitis yang sudah share resep DIY masker ini. Postingan dia yang kece bisa disimak di sini. Oh iya, FYI, blognya Jeng Hanitis ini banyak berkisah tentang DIY-DIY skin care yang seru banget buat ditongkrongi dan dicoba di rumah. Apalagi sambil nonton telenovela.

Pada suatu hari ketika sedang menyimak beberapa blog, saya sampai pada postingan Jeng Hanitis itu. Kemudian saya jadi tergoda buat mencobanya bareng sama temen seperjuangan +Fitrah Annisaa' . Karena kebetulan semua bahan-bahan sudah ada di dapur, jadinya kami hore-hore nyobain masker DIY ini.

Bahan-bahannya simpel dan mudah dicari di toko terdekat:
- Tepung beras
- Bubuk kayu manis/cinnamon
- Bubuk kunyit
- Madu
- Air sedikit




Kunyit

Tepung beras

Kayu manis.

Madu
Cara membuatnya adalah campurkan semua bahan dengan perbandingan tepung beras : kayu manis : kunyit : madu = 3 : 1 : 1 : 1, kemudian tambahkan air secukupnya. Porsi perbandingan ini nggak mutlak, karena kebutuhan dan resisten kulit itu berbeda-beda. Jeng Hanitis contohnya, dia pakai perbandingan 2 : 2 : 2 : 1. Namun porsi itu justru membikin kulit saya perih ketika pakai masker. :(, akhirnya saya atasi dengan mengurangi porsi untuk kunyit dan kayumanisnya. Kok bisa perih? Kalau menurut beberapa sumber, kunyit dan kayu manis punya karakter pembunuh bakteri, sehingga rasa celekat-celekit itu bisa muncul.

Tapi lain halnya kalau kamu suka masker yang celekat-celekit. Adakalanya makin nyelekit, makin kerasa kalau maskernya bekerja. Kalau pendapat saya, selama itu tidak menyakiti dan tidak menimbulkan iritasi, maka sah-sah saja pakai perbandingan apa saja, toh ini masker DIY sehingga relatif aman.

Campurkan bahan.

Aduk-aduk
Tekstur masker ini encer (tergantung seberapa banyak air yang digunakan), dengan tambahan warna kuning kunyit dan butiran-butiran bubuk kayu manis. Aromanya harum khas jamu. Saya pribadi suka bau jamu. :)


Dioles ke kulit
Ketika dioleskan ke kulit, jangan kaget kalau agak perih, apalagi di bagian-bagian yang berpori besar dan berjerawat. Diamkan masker selama 15 menit, nggak perlu nunggu sampai masker kering karena kayumanis bisa menghangatkan kulit. Kalau pengen lebih jelas tata cara pakai dll, bisa cek kembali di blognya Jeng Hanitis ya.

Saya nulis pengalaman pakai masker ini karena saya suka sama hasilnya. Jerawat jadi mudah kering dan kulit satu tingkat lebih halus dan enteng.

Errr, gimana ya caranya menggambarkan kulit enteng? Kalau kulit halus, cerah, putih itu kan mudah diukur ya, kalau kulit enteng? Ya pokoknya begitulah. :p

Saya biasa pakai 3hari sekali atau saat lagi jerawatan. Memang sedikit repot karena harus bikin adonan sendiri dan menakar-nakar sendiri, tapi justru di situ serunya. Ketika kita paham bahwa masker ini berasal dari bahan alami, DIY dan tanpa pengawet, maka rasa aman memakai produk ini akan timbul, apalagi kalau hasilnya bagus.

Apa hubungannya gambar kipas angin dan masker DIY? Anggap saja ada.

@andhikalady