Follow Us @jenganten

Friday, May 29, 2015

[Review] Silky Girl Perfect Stay Eye Primer + Shadow

May 29, 2015 0 Comments
Aslinya saya bukan eyeshadow girl, yaitu perempuan yang nggak bisa hidup tanpa esedo. Kemana-mana pakai esedo, ke warung depan beli lombok kudu pake esedo dulu, mau bobok pake esedo, sampe peliharaannya dipakein esedo. Nggak segitunya. 70% penggunaan eyeshadow punya saya malah lebih banyak dipake untuk ngedandanin orang lain. Sisanya? Untuk ekperimen saya ketika pengen nyari dan mencoba-coba teknik blending yang keren. 

Salah satu jenis warna eyeshadow yang wajib dimiliki jika kamu ingin belajar blending smokey eyes adalah: warna abu-abu. Warna grayish mampu memberikan efek mata dramatis, jika kamu pintar blending. Karena saya belum pintar blending, juga masih trial dan error ketika membuat smokey eyes, jadi marilah kita simak review tentang eyeshadow abu-abu ini saja.


  • Keterangan Produk
Judul Produk: Silkygirl Perfect Stay Eye Primer + Shadow
Warna: Biru, Hijau, Abu-abu, dan putih. Warna dasar: Abu-abu & Putih silver.
Alasan beli: Pengen eyeshadow warna abu-abu & biru. Karena eyeshadow biru yang lama sudah kadaluarsa.
Harga: sekitar 50k - 70k.
  • Kemasan
Terbuat dari dasar plastik warna hitam, ditutup plastik, tanpa cermin. Sekilas seperti eyeshadow mainan. Sayang banget kemasannya seperti tidak didesain dengan serius, padahal warnanya saya suka. Satu atau dua kali jatuh sepertinya kamu harus siap-siap mengganti sarang eyeshadow ini dengan tempat yang kokoh. Untuk itu, rule 'memelihara' eyeshadow ini adalah: 1. Jangan jatuh. 2. Kalau jatuh, kembali ke rule pertama.


Kerangka ringkih, tetapi dalemannya unggul. Saya suka dengan aplikatornya. Warna hitam dengan kepala aplikator yang kokoh dan empuk. Mudah banget dipakai untuk mengambil warna eyeshadow untuk diculek ke kelopak mata. Saya memang lebih suka memakai kuas untuk memakai eyeshadow, tetapi kalau untuk mengambil sejumput warna untuk ditempel ke kelopak mata, saya lebih sering memakai spons/aplikator bawaan eyeshadow.
  • Swatch & Tekstur

Sampai di titik swatch, saya suka dengan produk ini. Ternyata warnanya nggak jauh beda dengan pan. Di atas ini saya oleskan ke tangan tanpa pakai primer eyeshadow, langsung mak jeder warnanya kereng-kereng. Keempat warnanya memiliki butiran shimmer yang besar-besar. Fokus shimmering cenderung lebih banyak di warna abu-abu dan silver. Kau yang gemar dengan eyeshadow matte, akan susah menyukai eyeshadow ini. Sebaliknya, yang suka dengan benda berkilau seperti saya, akan dengan mudah jatuh cinta dengan eyeshadow ini.

Lalu bicara soal tekstur, yang saya rasakan ketika memakai adalah: powdery. Alamak serbuknya berhambur-hamburan ke mana-mana (tipikal eyeshadow ber-shimmer). Serba salah ya, suka shimmer, tetapi produknya nyerbuk. Aku kudu piye dong?

  • EOTD & OOTD





Tulisan biru untuk kesan positif, sementara tulisan merah untuk kesan negatif. Kita mendapatkan tiga biru dan dua merah, artinya produk ini masih worth untuk diadopsi. Apalagi kamu-kamu yang demen dengan smokey eyes, suka shimmer, dan pengen tampilan edgy.

Pastikan produk ini tertutup dengan benar sebelum masuk ke pouch kesayangan kamu.

+Andhika Lady Maharsi 

Friday, May 22, 2015

Apa itu Pidih?

May 22, 2015 0 Comments
Kita-kita yang doyan pakai make-up, barangkali ada yang kurang familiar dengan yang namanya Pidih. Pidih memang bukan make-up yang lazim dimiliki orang kebanyakan. Bukan karena harganya yang mahal dan susah dicari, tetapi kegunaannya yang cenderung hanya dipakai di saat-saat tertentu saja.

Lantas apa itu Pidih? Jadiii, Lilin Pidih, atau bisa juga disebut Pidih saja adalah pewarna yang dipakai untuk mewarnai hiasan dahi/paes di rias pengantin. Umumnya ada dua jenis warna Pidih, hitam dan hijau. Pidih hitam dipakai di paes Yogyakarta. Sementara Pidih hijau dipakai untuk pengantin gaya basahan Surakarta. Rias-rias pengantin dari daerah lain juga ada yang memakai pewarna dahi berwarna hitam, tetapi saya kurang paham apa sebutannya. Apakah namanya juga Pidih, wahai para suhu juru rias seluruh Indonesiah yang membaca tulisan ini?

Sumber.  Paes gaya Yogyakarta, memakai pidih warna hitam.
Sumber. Paes gaya Surakarta, memakai pidih warna hijau.


Lho, Solo - Jogja kan dekat? Masih sama-sama Jawa bagian tengah kok urusan aturan dan warna pidih harus beda sih? Ya, kalau kamu baca kembali buku sejarah tentang pemisahan Mataram Jogja dan Solo di jaman Belanda dulu, pasti paham deh. Efek pemecahan kerajaan Mataram ini nggak cuma perkara misahin wilayah kerajaan, tetapi juga mengakibatkan banyaknya perbedaan budaya dan tradisi di kedua kerajaan. Contoh yang paling gampang adalah perbedaan motif batik dan model rias. Jangankan rias dan busana pengantin, gaya tariannya saja beda kok. Tari Solo cenderung lebih kenes dan baju-bajunya glamor. Sedangkan tari Jogja gerakannya lebih lambat, dan busananya lebih anggun. FYI, Sendratari Ramayana yang dipentaskan di Prambanan itu menggunakan tari gaya Surakarta lho. Meskipun dari segi wilayah, candi Prambanan lebih dekat ke Yogyakarta.

Well, malah melenceng jadi cerita soal tari, yang penting tetap ada hubungannya sama Pidih. Toh Pidih juga dipakai untuk rias tari juga kok. Untuk bikin godheg di bagian telinga.

Pidih itu harganya sangat terjangkau, tetapi agak susah dicari. Tidak semua produk kosmetik mengeluarkan varian Pidih (karena memang jarang dipakai). Kalau di Jogja, Pidih-Pidih tradisional banyak dijumpai di pasar Beringharjo, bagian kosmetik tradisional. Kemasannya juga beragam, ada yang cuman ditaruh di jar kecil, jar besar, sampai berbentuk stik.

Contoh merk Pidih yang saya pakai adalah Ratu Ayu. Warna hitam dan hijau.



Bentuknya seperti lipstik dan bisa dipakai langsung tanpa aplikator. Bisa juga dipakai sebagai lipstik, kalau-kalau kamu pingin tampil beda dengan lambe warna hitam dan hijau. Teksturnya lunak dan creamy.


Warnanya, pigmented banget. Nggak heran deh, kalau pidih itu memang ampuh. Dan (surprised) awet dipakai. Dengan pertimbangan ini itu, sebetulnya Pidih itu bisa dipakai untuk eyeshadow krim atau face painting warna hitam dan hijau lho.



Baiklah, saya coba untuk jadikan ia sebagai eyeshadow di FOTD Harem, hasilnya bagus-bagus aja tuh.

Javanese thing goes to middle east.
Punya Pidih saja dulu, jadi juru rias paesnya nanti. Semoga yah. Aamiin-in dong. :)

Monday, May 18, 2015

Harem Makeup Inspiration

May 18, 2015 0 Comments
Waktu kecil, saya pernah membaca artikel di majalah Intisari tentang kisah seorang wanita Harem di istana Topkapi, Turki. Harem di sini tentunya bukan celana harem yang lagi ngetren, Jeng, tetapi tentang sebuah istana di jaman kesultanan Ottoman yang digunakan para wanita 'milik' Sultan berkumpul. Ketika membaca artikel tentang Harem itu, saya langsung terpesona dan takjub sama kisah wanita-wanita penghuni Harem yang penuh dengan ritual-ritual kecantikan. Kayaknya kok seru banget hidup di sana. Di mana kegiatanmu sehari-hari adalah memakai henna, mandi susu (dibantu mandi oleh budak wanita), menggariskan eyeliner kohl, memakai pakaian bagus, latihan menari dan tinggal di istana penuh permadani. Mereka nggak mikirin gimana cara bayar kost bulan depan atau mengira-ngira bagaimana topik yang pas untuk ditulis di blog.

Saat ini ketika Google sudah menjadi jawaban kita semua, saya menemukan fakta baru bahwa Harem tidak melulu sebagai tempat para wanita cantik lenjeh-lenjehan merawat diri. Akan tetapi, Harem lebih diketahui sebagai tempat selir Sultan berada. Wanita-wanita penghuni Harem didapatkan dari pasar budak atau hadiah dari negara sahabat. Katanya, jika ada budak wanita yang dinilai cantik, hampir dipastikan kisah hidupnya akan berakhir di Harem. Tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam kawasan Harem. Konon istilah Harem berasal dari kata haram, yang artinya terlarang. Pengistilahan ini mirip dengan penyebutan Masjidil Haram. Tempat suci umat Islam tersebut memang terlarang untuk dimasuki orang-orang dari kalangan tertentu. 

Wanita-wanita Harem secara hukum adalah milik Sultan. Seorang Sultan yang kaya raya bisa 'memelihara' ribuan wanita Harem. Wanita Harem akan 'naik level' jika doi melahirkan anak laki-laki Sultan. Untuk itu persaingan antar wanita Harem selalu terjadi. Kamu nggak akan mudah percaya sembarang orang, makanan yang kamu makan bisa jadi beracun, dan tidurmu malam ini bisa jadi tidur terakhir kamu. Hee, serem ya? Penjaga di istana Harem adalah orang Kasim, yaitu budak pria yang sebaiknya kamu klik linknya untuk mendapatkan penjelasan yang lengkap. 

Harem adalah tempat terlarang yang selama ratusan tahun belum pernah terjamah apapun. Baru setelah tahun 1800an informasi tentang Harem menyebar luas. Buku-buku ditulis, kisah romantika menyeruak, hingga lukisan-lukisan artistik diciptakan . Akhirnya karena isu HAM, feminisme dan modernisasi, segala jenis Harem-hareman dibubarkan di awal abad 20. Kalau sekarang masih ada begituan, bisa-bisa kena undang-undang perdagangan manusia. CMIIW.

Jadi kesimpulannya, di balik kisah romantika dan ritual kecantikan, tersimpan juga sisi kelam kehidupan wanita Harem. Mereka berasal dari perbudakan, berlanjut menjadi wanita simpanan Harem (konon nggak boleh sembarang keluar masuk), menjadi hak milik Sultan, harus bergelut dengan persaingan antar wanita untuk menarik perhatian Sultan, dan sederet kekelaman lainnya. Namun bagaimana juga, kisah tentang Harem selalu menarik untuk disimak.

Terinspirasi dari sosok wanita Harem, saya mencoba bikin FOTD ala-ala Harem. 







Di bawah ini adalah sumber dan buku bacaan (yang juga jadi wish list saya) untuk menambah pengetahuan kamu tentang Harem.


Book wishlist:

Harem Sang Sultan


Saturday, May 9, 2015

Jenganten-Related Instagram Pick

May 09, 2015 0 Comments
Saya demen banget dengan sosmed Instagram, bahkan sejak pertama kali diluncurkan di piranti cerdas Android, saya antusias banget dan langsung bikin akun. Berapa jumlah foto saya sekarang? 1700an! Banyak banget kan? Selebgram yang punya pengikut ratusan ribu aja fotonya nggak sampe limaratus. Tapi wajar saja, akun IG yang rame biasanya punya minimal satu dari lima alasan: 1. Artis, 2. Punya konsep, 3. Olshop yang gemar sfs, 4. Victoria Secret model, 5. Dijah Yellow. Jadi kalau kamu bukan artis, nggak ada konsep spesifik, bukan olsop yang sering sfs, bukan Victoria Secret Model, apalagi bukan Dijah Yellow, harus cukup berpuas dengan pengikut yang pas-pasan. Kabarnya Dijahyellow udah nggak ada di IG ya? Ah, auk ah, yang penting Mbak Doutzen, Mbak Raisa, dan Mas Adam Levine nggak ilang.

Selain akun-akun di atas, saya punya banyak referensi akun IG yang asik ditongkrongin. Banyak di antara akun-akun di bawah ini, memiliki relasi dekat dengan beauty, makeup, fashion, dan kawan-kawannya. Sesuai to, sama temen-temen pembaca Jenganten? Sesuai dong ah,



Mas Ahmad yang ini bukan Mas-Mas berbasuh wudhu yang sering kamu tunggu lewat depan rumah kalau mau Jumatan. Bukan pula Abang-Abang fotokopian yang kamu panggil Amad atau Mamed. Tapi Mas-Mas makeup artist yang tinggal di Lebanon sonoh. Saya tau akun ini awalnya dari @samerkhouzami (nanti juga dibahas). Usut punya usut, ternyata Mas Ahmad ini adalah asisten dari Samer Khouzami.

Isi akun Instagramnya adalah hasil makeup-makeup dan foto before after yang bikin kamu bergelinjang "kampret ini kok bisa hasilnya jadi gini sih", dan kemudian menghabiskan 40 menit berikutnya menelusuri 358 postingan Ahmad Amine.

2. Archi Sketcher


Menjadi seorang arsitek adalah cita-cita saya yang kandas. Tetapi tidak lantas mengurangi kecintaan saya pada sketsa-sketsa gedung, bangunan, landmark kota, atau hanya sketsa suasana hujan. Kamu bisa menemukan sketsa lucu-lucu di akun instagram Archisketcher. Jaman sekarang, hal yang mainstream adalah ketika kamu mengunjungi suatu tempat, maka hal pertama yang dilakukan adalah foto-foto. Tapi akun Archie ini justru membikin sketsa tempat yang doi kunjungi, terus sketsanya difoto, dan diunggah ke Instagram. Hehe, lucu dan seru ya?

3. Barbie Style


Bosan sama gaya fashion masakini yang menggunakan model manusia? Mampir sini dong. Model-model yang ada di sini bukan manusia, tapi Mbak-Mbak Barbie. Ya, mereka berukuran se-barbie, baju-bajunya juga se-barbie, majalah yang ada di gambar atas, juga seukuran pegangan tangan barbie. Ini pemilik akun sepertinya niat banget bikin akun ini. Buktinya gaya, busana dan lokasi pemotretan udah mirip banget sama model manusia sungguhan.

4. Barbie Jawa


Nah, kalau bosennya udah tingkat dewa nih. Sama fashion model menungso, bosen. Sama barbie blond kulit pucet, bosen. Sama fashion internasional, bosen. Sama pacar, bosen. Sama hidup sendiri, bosen. (karepmu opo to Jeng?). Ini ada akun barbi-barbi lagi yang bisa jadi pusat perkepoan. Yaitu Barbie Jawa. Barbie-barbie di sini memakai barbie asli, tetapi oleh pemiliknya dirias ulang, diberi hair do dan dipakaikan baju-baju tradisional, khususnya kebaya Jawa. Wong judulnya Barbie Jawa. Lucu-lucu banget lho. Yang bikin unik itu, mereka kreatif banget membikin reroncean melati kecil-kecil dan merias ulang dengan teliti sehingga menghasilkan karya yang superb.

5. Birth Photography


Gaes, gaes, maternity photography sudah tren lama. Sekarang ada tren baru namanya Birth Photography. Fotografer mengabadikan momen-momen kelahiran bayi dan dibuat konsep artistik tanpa harus memperlihatkan organ vital sang Ibu. Yang kerap ditampilkan adalah: ekspresi wajah Ibu, ekspresi wajah bayi, tali pusar (saya baru tau kalau tali pusar bentuknya mlintir-mlintir lucu), dan pelukan. Euww. Melihat foto-fotonya bikin saya ikut berpikir kalau kelahiran itu anugerah dan indah sekali.



Hijab + Timur Tengah + Bold Eye + Nude Lips + Henna + kuteks + MUA jadi satu untuk si Mbak ini. Entah kenapa ya (ini masalah selera sih), saya lebih suka makeup Timur Tengahan daripada makeup Korea, meskipun sama susahnya. Jangan salah lho, artis Korea yang keliatan nggak pake makeup justru membutuhkan skill yang tinggi untuk bikin look seperti itu.
Salah satu alasannya adalah, makeup Timur Tengah biasanya memiliki keindahan di aplikasi eyeshadow dan smokey yang seksi-seksi. Bisa dinalar kalau para wanita di sana suka memperindah mata dan kulit tangan, karena memang hanya bagian itu saja yang boleh ditampilkan di luar pakaian.

7. Monikablundermakeup


Yang menarik di akun ini adalah klien-kliennya yang nggak main-main. Amanda Seyfried dan Cinta Lau, eh, Rosie Huntington Whiteley adalah langganan tetap Monika Blunder. Dia juga suka share jenis makeup apa saja yang dipakai untuk merias artis-artis ternama itu. Banyak artis yang melenggak-lenggok di karpet merah, riasan wajahnya adalah tanggung jawab Monika Blunder. Kapan lagi bisa liat karya perias Hollywood? Sikasik.

8. Oh Liui


Saya menyebutnya sebagai cowok cantik. Ya abis, cantik sih, saya saja kalah. Doi adalah cosplayer profesional asal Filipina. Salah satu notable karyanya yang super terkenal adalah saat dia menjadi Hiccup How to Train Your Dragon. Sumpah, mirip banget. Mas, saya udah pernah jadi Astrid, kamu jadi Hiccup, nikah yuk.

9. Samer Khouzami


Paling akhir dan paling keren menurut saya. Adalah Samer Khouzami. Master of shading, highlight dan tetek bengeknya. Samer Khouzami adalah salah satu MUA yang mengutamakan kualitas dasaran make up. Teknik shading dia canggih banget dan hasilnya, ajaib! Bikin garis-garisnya itulohh, bisa tepat dan presisi menentukan kontur wajah. Hmm, seandainya saya bisa belajar dari doi, mungkin muka saya bisa jadi kayak Jennifer Lawrence.


Itu tadi di atas adalah list akun-akun Instagram yang suka saya simak dan tunggu-tunggu postingannya. Kalau akun rekomendasi kamu, apa?

+Andhika Lady Maharsi

Sunday, May 3, 2015

Candi Abang Bersama Gang Girang

May 03, 2015 0 Comments
Di salah satu agenda bulan lalu, saya dan kawan-kawan (sebut saja Gang Girang) pergi tamasya dan rame-rame melakukan photosession untuk kado nikahan salah satu kawan kami, Utari. Kami pengen memberikan sesuatu yang spesial dan anti mainstream untuk pernikahan sahabat kami. Lalu, disusunkan konsep foto sesyen yang melibatkan kami berempat, termasuk sang bride-to-be (sekarang udah merit). Lokasinya dipilih di Candi Abang, Berbah. Sekitar 20 km arah timur kota Yogyakarta.

Candi Abang, errr, agak susah menjelaskannya. Namanya memang candi, tapi penampakannya tidak lebih dari gundukan bukit kecil yang keseluruhannya ditutupi rumput. Kabarnya candi yang sesungguhnya tersembunyi di bawah gundukan tanah ini. Saya kepo sekilas ke Wikipedia, memang benar, di Candi Abang ini ada setumpukan bebatuan candi beserta simbol Yoni di kawasannya. 


Kini selain jadi obyek wisata sejarah, Candi Abang juga jadi tempat favorit para fotografer yang ingin mencari spot-spot menarik untuk difoto. Memang, pemandangan di sini bagus. Lokasinya agak naik di atas bukit dan dapat melihat pemandangan kota Jogja dari atas. Tiket masuknya nol rupiah, tapi kamu harus bayar parkir untuk kendaraanmu. Ohya, jangan lupa untuk beli-beli makanan kecil yang dijual penduduk setempat ya. Hitung-hitung membantu perekonomian masyarakat sekitar.

Saya, Utari, Monica, dan Ajeng
Untuk mencapai tempat ini, tinggal menelusuri jalan menuju Berbah. Atau dari kawasan Bandara Adisutjito ke arah selatan. Atau gampangnya, klik di sini deh untuk referensi lokasi. Dari parkiran ke lokasi, kamu harus jalan kaki melewati bebatuan yang agak menanjak. Hindari memakai sepatu berhak tinggi. Kalau memang mau foto-foto cantik, pakai sendal tepos atau jepit sekalian dahulu untuk jalan kaki naik. Lalu di atas, baru deh, ganti alas kakimu pakai sepatu princess untuk foto-foto.



Tempatnya terbuka dan masyaallah panas nian, apalagi kalau datang di siang hari. Tapi gimana ya, cahaya terbaik untuk foto-foto ya siang hari itu. Maka, demi kualitas foto, kami abaikan dulu kenyamanan dan rasa panas. Hihi. Tips dari saya kalau mau niat foto-foto di sini:

1. Datang pagi hari, kurang dari jam 8.
2. Buka ramalan cuaca dulu. Pastikan nggak mendung banget.
3. Bawa payung!
4. Bawa sandal nyaman untuk naik bukit.
5. Pake sunblock, suncsreen dan sejenisnya. Dengan kadar SPF tinggi.
6. Bawa minum yang banyak. Atau beli saja dari masyarakat sekitar yang suka buka lapak.
7. Jika pengen foto di sore hari, datanglah sore hari. Kabarnya sunset di sini keren. Sayang kemarin kami pulang ketika masih siang.

Jealously melanda, karena dia yang menikah duluan di antara kami. Hohoho.
Ada insiden ketika saya maksain naik bukit pakai hak tinggi, terus saja jatuh. Sebelum jatuh, saya sempet mau meraih tangan Monica, tapi belum sampai meraih, saya sudah duluan nyakar secara nggak sengaja. Huohoho. Maafkan aku Muomooonn, semoga nggak jadi luka seumur hidup.

 Nah, kira-kira hasil akhir pemotretannya jadi kayak gini:
Kami nge-kiss Utari pas pakai lipstik merah (harus lipstik merah), lalu nyuruh doi pulang ke rumah tetapi nggak boleh menghapus bekas lipstik di mukanya! Wkwkwk. Konsep yang seru, kalau kami bilang. Karena gift seperti ini bakal terkenang karena Utari harus majang foto kita ini di dinding rumahnya dan kalau anaknya kelak bertanya, terpaksalah aib kami harus dibongkar, lalu keaiban kami akan diketahui anak-anaknya Utari selama tujuh turunan yang namanya sahabat harus tetep dikenang seumur hidup.

Who cares? I'm awesome.
Sesi foto-fotoan ini tak akan bisa berjalan lancar tanpa peran orang-orang hebat ini:
1. Ajeng. Monica, Utari.
2. Sang fotografer yang sangat berbakat, Enand. Untuk melihat karya-karya Enand, bisa dilihat di sini:


It's not the ending, it's beginning.
+Andhika Lady Maharsi