Follow Us @jenganten

Tuesday, December 31, 2013

OOTD Pink

December 31, 2013 13 Comments
Haloo Jenganteen.

Selamat hari terakhir di 2013. Tahun baruan ke mana? Kalau saya, akhir tahun malah harus kerja ke kota sebelah dan pulang dalam kondisi macet total. Perjalanan yang harusnya ditempuh satu setengah jam molor jadi tiga jam. Wakakak. Tapi untunglah hari terakhir masuk cuma setengah hari.

Dan saya belum begitu paham esensi menanyakan tahun baru ke mana sekaligus bercerita saya tahun baru ngapain.  Hihihi.

Saya sudah kangen banget ngeblog. Sumpah kangen banget. Saking lamanya tidak ngeblog atau menulis, saya sampai lupa cara membuat kalimat. Dan jujur saja, saat ini saya menulis post inipun saya sedang agak kacau dan tidak begitu lancar seperti biasanya. Biasanya menulis satu paragraf bisa lancar jaya kurang dari sepuluh menit (tambahkan lima menit untuk editing, dan tiga puluh menit untuk berpikir ulang). Ada apa dengan saya? #panik. Padahal, di rumah sudah ada beberapa item makeup dan skincare yang menunggu untuk difoto dan direview. Selain itu, ada pula beberapa email yang masuk. Rasanya jadi makin kangen nulis-nulis tentang makeup di sini.

Lalu, apa yang mau saya tulis sekarang? Hmm, so far, karena momennya akhir tahun, saya pengen ngucapin selamat tahun baru saja. Selamat hari Natal juga bagi yang merayakan. Selamat meresolusi sesuatu. Selamat mereview resolusi yang telah berlalu, dan selamat di jalan bagi yang hendak tahun baruan ke luar.

Akhir tahun ini banyak banget kondangan, jadi saya mau bagi OOTD. Hihi. #teteub




Bersama Naura

Oh iya, kelihatan ya, pipi saya makin melebar -dan agaknya badan pun tambah membesar juga-? Hihi. Iya Jeng, salah satu resolusi 2013 yang berhasil adalah bisa menambah berat badan 6 kilo. Banyak juga ya. Biasanya resolusi cewek-cewek itu tambah langsing, diet, olahraga dll supaya berat badan turun. Nah kalau saya sih kepinginnya punya berat badan sehat. Karena dulunya kurus banget (163cm 42kg) saya pengen menormalkan berat badan. Kalau nggak salah, sejak SMA resolusinya itu-itu saja dan nggak pernah berhasil. Horee, akhirnya berhasil juga tahun 2013 ini. Alhamdulillah.

Apa resolusi tahun 2013 kamu yang berhasil?

Tuesday, December 24, 2013

Ranee Eyeliner & Masami Shouko Liner Brush

December 24, 2013 8 Comments
Holala,
Siapa yang suka pakai eyeliner? Cung *ikut ngacung*
Siapa yang suka pakai eyeliner cair? Cu.. err.. nggg... *mikir bentar*

Nah begitulah Jeng, relationship saya sama yang namanya eyeliner cair. On off!! Di sisi lain saya sukaaaa banget sama hasilnya, bisa tahan lama, bikin riasan mata lebih tegas, dan bisa bikin efek cat eyes yang memesona. Tapiii, kebanyakan eyeliner cair yang pernah saya coba, pasti ada sedikit cacatnya. Seperti bisa bikin mata bleber lah, kuasnya nggak oke lah, apalagi kalau buat wudhu terus tiba-tiba bayangan hitam di bawah mata beserta prithilan-prithilan eyeliner muncul secara tiba-tiba. Bwlehhh.. 

Eyeliner Ranee ini sejujurnya juara banget kalau untuk urusan tekstur, hasil akhir, dan kemampuan bertahan hidup dalam seleksi alam (Baca: bencana minyak berlebih, keringat, debu dan air). Bentuk liner yang dihasilkan dari eyeliner Ranee ini berwarna hitam pekat, bukan hitam yang terdistorsi dengan udara luar yang memberi hint agak abu-abu. Artinya, warnanya memang benar-benar hitam pekat-kat-kat, meskipun sudah lama stay di kelopak selama berjam-jam.

Swatch
Selain itu, eyeliner ini juga mudah kering. Artinya, ketika memakai, harus hati-hati supaya tidak berantakan dan melenceng ke mana-mana. Masalah tahan lama, jangan ditanya, eyeliner ini masih betah tinggal di mata meski saya pakai seharian. Padahal sudah saya pakai cuci muka 3 kali plus keringat dan minyak muka. Haha.


Setelah lebih dari 12 jam memakai eyeliner
Hitam pekat, tekstur oke, tahan lama, mudah kering, covered, kurang apa lagi?

Ternyata dan ternyata, kuas eyeliner Ranee tidak begitu memuaskan. Bulunya terlalu tebal dan tidak aplikatif sama sekali. Bayangkan saja kalau kamu ingin melukis sebuah garis, tapi kuas yang dipakai adalah kuas cat besar, sehingga cat/eyeliner yang terambil terlalu banyak. Ya, begitulah. 
Gimana kalau kita memaksa pakai eyeliner pakai kuas yang tidak berkualitas? Kalau kamu pemula, biasanya liner yang dihasilkan cenderung berantakan dan tidak cepat kering. Besar pula kemungkinan eyeliner itu akan menempel ke kelopak mata ketika mata berkedip. Parahnya lagi, kamu akan berkesimpulan kalau eyeliner-nya jelek.

Kuas bawaan tidak menjanjikan.
Lalu, muncullah ide gimana kalau kuas Masami Shouko Angled Liner Brush ini saya coba pakaikan untuk mengaplikasikan salah satu eyeliner lokal favorit saya, Ranee. Brush ini bentuknya lain dari yang lain. Pada bagian ujungnya sedikit bengkok. Awalnya saya mengira bahwa brushnya rusak karena kejatuhan beban yang berat atau gimana, ternyata memang bentuknya yang dibikin bengkok untuk memudahkan pemakaian. 

Brush ini memiliki kemampuan pengaplikasian eyeliner cair yang juara banget. Buat yang masih pemula, pakai brush ini, bisa jadi rapi loh hasilnya. Brush ini mampu membuat garis setipis mungkin, sehingga meminimalisir kesalahan dalam memakai eyeliner. Hanya saja, sifatnya yang outdoor (tidak dimasukkan ke wadah seperti kuas eyeliner pada umumnya) menjadikan kuas ini cepat kering dan menggumpal. Solusinya, ya dibersihkan setiap kali selesai pemakaian. Kalau masih males, minimal 3 kali pakai deh.

Eyeliner Ranee dan Masami Shouko Liner

Komposisi

EOTD

Harga Eyeliner Ranee: Rp 40.000,00

Positif:
- Hitam pekat
- Cepat kering
- Covered
- Tidak mengumpal dan tahan air
- Stay power juara banget

Negatif:
- Kuasnya tidak aplikatif
- Kemasannya tidak eye catching

Harga Masami Shouko Angled Eyeliner Brush 309: Rp 30.000,00

Siapa yang suka pakai eyeliner cair? Cung *ngacung paling tinggi*

@andhikalady

Tuesday, December 17, 2013

Istilah-istilah Kecantikan Kulit yang Ambigu

December 17, 2013 11 Comments
Sebagai blogger yang sering ngomongin tentang produk kecantikan, ternyata tidak selalu semua istilah tentang kosmetik dimengerti oleh saya. Meski di blog ini sudah saya tambahi laman untuk daftar istilah, tetapi pada faktanya selalu ada istilah yang menurut pengertian saya agak ambigu dan susah dicari padanannya.

Berawal dari diskusi sesama blogger yaitu Jeng Monica dan Jeng Arum yang tiba-tiba ngomongin istilah "kulit kenyal". Nah, kami bertiga sama-sama bingung mendeskripsikan kulit kenyal itu yang seperti apa. Kalau ngomongin kekenyalan, bakso juga kenyal, bakpau juga kenyal, sosis juga kenyal. Lalu kulit? Apakah mendeskripsikan kalau kenyal adalah semacam empuk, ketika disentuh atau dicubit kembali ke bentuk aslinya, maka semua jenis kulit manusia dari bayi sampai nenek-nenek, kenyal dong? Kan kalau kulit itu dicubit, dia akan kembali ke bentuk asalnya. Hehe. Berbeda dengan kulit kencang yang bisa dengan jelas dideskripsikan. Yaitu kondisi kulit yang tidak kendur, ukurannya pas membungkus tubuh, tidak berselulit dan tidak mudah berubah posisi.

Sumber
Hasil obrolan pun berlanjut, dan ternyata tidak hanya kulit kenyal saja yang ambigu, masih banyak istilah lain. Misalnya begini:


  • Kulit cerah
Akhir-akhir ini banyak produk pemutih yang mengganti tagline mereka dengan 'mencerahkan', bukan 'memutihkan', Sampai saat ini saya masih berpikir bahwa itu adalah teknik marketing saja. Mengingat saya juga nggak bisa membedakan istilah 'kulit cerah' dan 'kulit putih'. Lalu, usut punya usut, bahan-bahan pembuat kosmetik pencerah dan pemutih tidak jauh berbeda. Apa bedanya? Ada yang bisa menjelaskan?
  • Kulit bening
Sesungguhnya terma 'cewek bening' sering dipakai oleh cowok-cowok yang melihat cewek berkulit putih merona dan mulus. Tapi kayaknya istilah kulit bening kurang cocok jika diterapkan pada istilah kosmetik. Tetap saja agak ambigu. Bening di pemikiran saya itu seperti gelas yang transparan. Menurut saya, agak seram nggak sih kalau kulit diserupakan seperti gelas? Transparan sehingga organ-organ dalam kayak aliran darah, otak dan tulang kelihatan? Hyiiii.
  • Kulit lembut
Nah ini juga agak ambigu. Lembut itu kalau kata Momon lebih cenderung ke bulu yang fluffy-fluffy, selimut, baju, dan kain. Kalau dijadikan istilah untuk kulit? Kayaknya aneh nggak sih? Kenapa nggak pakai istilah kulit halus saja? Itu sudah cukup menjelaskan kedaan itu.
  • Kulit glowy
Glowy merupakan istilah untuk menggambarkan kulit agak berminyak dengan konotasi baik. Tetapi yang agak aneh, berminyak itupun tidak selalu kelihatan bagus loh. Ada berminyak yang bagus, artinya kulit terlihat sehat alami, ada pula berminyak yang terkesan jelek, biasanya dinamai kusam.
  • Kulit berkilau
Ada banyak sebab kenapa kulit bisa 'memancarkan cahaya', bisa karena efek sunscreen (karena memantulkan cahaya), pearl cream, produk kosmetik ber-shimmer, sampai karena minyak alami. Kesemua kilau tersebut memiliki efek yang berbeda-beda. Jadi semisal dijelaskan kilau akibat sunscreen dibanding akibat kosmetik shimmer tentu juga berbeda. Hmm, saya rasa istilah kulit berkilau itu luas sekali. Bahkan, kalau ngomongin kulit berkilau, mukanya Ratu Atut begini juga bisa disebut berkilau kan? Eh,

Gambar dapet dari Tribunnews.
Duh, malah topik melebar ke Ratu Atut. Hehe.

Paham atau tidak istilah itu, akhirnya akan mengarah pada tujuan utama kita merawat kulit. Banyak di antara kita yang merawat kulit dengan tujuan "Aku pengen punya kulit putih", "Pengen kulitnya cerah", "Pengen kulitnya bening", "Pengen kulitnya lembut", "Pengen kulitnya kenyal", dll. Padahal istilah-istilah itu ambigu (menurut saya). Ujung-ujungnya yang kita inginkan dari perawatan kulit adalah menuju kulit yang sehat. Lalu gimana dengan kulit yang sehat itu? Kalau dalam pengertian saya sih, kulit sehat itu cukup dengan bebas jerawat, bebas noda hitam dan cukup terhidrasi. Apakah kulit saya sudah sehat? Belum. Makannya kulit perlu dirawat. :)

Ohya, satu hal lagi, ternyata menyederhanakan istilah 'kulit sehat' itu sangat memudahkan kita memilih kosmetik yang cocok. Misal kita sering direpotkan mencari produk yang bikin kulit putih, bening, lembut, kenyal, padahal kita belum tentu butuh semua itu. Somehow, strategi marketing sebuah produk perawatan kulit turut mengaburkan kebutuhan kita yang sebenarnya. Kita dibuat seolah-olah butuh untuk memiliki kulit putih, cerah, lembut, kenyal, dll padahal yang kita perlukan cukup kulit yang sehat saja.

Nah, pengennya, temen-temen Jenganten di sini juga ada yang mau sharing di sini tentang istilah-istilah itu. Atau mungkin ada yang mau menjelaskan lebih lanjut istilah-istilah di atas yang saya sendiri merasa ambigu. Hehe.

Selamat Desember. :)

@andhikalady

Monday, December 9, 2013

Pantai Maluk, Taliwang Sumbawa Barat

December 09, 2013 4 Comments
Minggu kemarin, karena sebuah pekerjaan, saya harus menyambangi sebuah tempat di tengah sana. Tepatnya di kota Taliwang, Sumbawa Barat, arah timur Lombok. Kondisi sinyal yang kurang hore dan karena tempatnya begitu indah -sampai saya agak malas menyentuh segala bentuk gadget- menjadi alasan kenapa saya belum juga update blog ini. Hihi.


Perjalanan kali ini ternyata lebih banyak jalan-jalannya daripada kerjanya. Haha. Dari perjalanan berangkat yang memerlukan waktu seharian dan berganti moda transportasi sebanyak lima kali (euhhhh), keindahan kota Taliwang yang dikelilingi pegunungan, makanan yang enak-enak, sampai diajak wisata ke pantai oleh klien, terlalu menyenangkan dibanding satu setengah hari presentasi.


Ketika di sana, saya dan rekan kerja sempat mengunjungi pantai Maluk, sebuah pantai di penghujung selatan kota Taliwang yang dekat dengan pertambangan emas Newmont. Pantai ini keterlaluan indahnya sampai-sampai saya heran, kok pantai sebagus ini sepi pengunjung ya? Lalu, ketika mengingatkan diri bahwa hari itu adalah hari Kamis, kesimpulan pantai ini sepi pengunjung saya urungkan kembali. Hehe.

Duh, surga banget nggak sih? Hari Kamis, biasanya saya sedang bekerja di kantor berpendingin udara, menghadap laptop, atau ngetwit tentang promo tiket wisata. Tetapi yang saya lakukan adalah berada di pantai pasir putih menghadap matahari sunset, makan ikan kerapu, plecing kangkung dan kelapa muda, memakai celana harem paling nyaman, sambil berfoto-foto tanpa ada beban. Karena ini bagian dari pekerjaan dan all free charge. Hehehe, alhamdulillah.

Temen kantor yang hore semua.







Di penangkaran penyu.


Sekembali dari pantai, view di atas hotel kami menginap juga bagus banget untuk mengambil foto sunset.  Tidak jauh dari hotel, terdapat sebuah masjid besar yang memiliki menara tinggi. Menurut beberapa sumber, masjid ini adalah landmark dari kota Taliwang. Tapi sayang sekali, masjid ini kurang terawat. Ketika saya mencoba naik ke menara, masih ada sisa-sisa kotoran burung yang belum dibersihkan. Satu-satunya hal yang menandakan masjid ini 'hidup' adalah bunyi adzan setiap kali jam sholat.

Sunset.

Masjid Darusalam Taliwang
Untuk ke tempat ini, bisa menempuh jalan darat dari Kota Mataram Lombok menuju pelabuhan Kayangan, lalu naik kapal feri ke Sumbawa Barat, dan dilanjutkan dengan carter mobil menuju pantai Maluk Newmont. Meskipun terletak di bagian yang cukup jauh dari kota Taliwang, adanya pertambangan emas membuat kawasan ini tidak terlalu sepi penduduk.

Selama perjalanan menyusur Sumbawa Barat, pemandangan alam sudah sangat eksotis kolaborasi dari pegunungan, padang sabana dengan beberapa sapi liar sedang merumput, pantai, pelabuhan dan truk-truk tambang yang memesona. Jika bosan dengan Bali dan Lombok, boleh deh menyeberang ke timur menuju kota Taliwang ini. Di sini ada macam-macam tujuan wisata alam yang memanjakan mata banget. Laluuu, tidak perlu takut kehabisan makanan enak, karena semua makanan di sini tidak ada yang tidak enak. Plecing kangkung misalnya, bumbu plecing di sini lebih segar dan pedasnya hot. Restoran di depan hotel Grand Royal Taliwang sangat recommended untuk dicicipi di malam hari.

Kakap Sang bumbu Lombok
Ikan bakar.
"Senang menulis kembali di sini"

@andhikalady