Follow Us @jenganten

Monday, November 25, 2013

Rambut Kusuut, Ewww

November 25, 2013 10 Comments
Jadi kemarin saya sempat melakukan keteledoran yang cukup fatal. Waktu itu ke luar kota, tapi walahdalah saya lupa nggak bawa sisir! Yes, sisir gitu loh. Benda esensial penyelamat rambut. Mana pas itu saya nggak sempet ke minimarket untuk beli sisir. Bayangkan kalau kamu rambutnya panjang, dan hidup tanpa sisir! Aww, alhasil selama tiga hari saya memanfaatkan tangan yang cuma punya gerigi lima untuk sekedar menempatkan helaian rambut pada tempatnya. Memang sih waktu itu saya pakai hijab. Tapii, meskipun rambut ditutupin, sangat nggak nyaman sekali memelihara rambut kusut awut-awutan di bawah hijab.

Sepulang dari luar kota itu, saya Googling macem-macem cara supaya rambut saya yang sudah kusut nggak makin parah. Bisa sih disisir paksa, tetapi saya harus mengambil resiko beratus helai rambut rontok berjamaah. Huaa. Mau ke salon, agak malu sama kapsternya, soalnya kusutnya kebangetan. Hihihi. Jadi akhirnya saya coba pakai ini:

1. Extra Virgin Olive Oil


EVOO ini memang multifungsi, dari ujung rambut sampai ujung jadi ada gunanya. Untuk menangani rambut kusut caranya adalah dengan membubuhkan secukupnya pada tangan lalu usapkan secara merata ke rambut. Biarkan selama kurang lebih 1 jam. Ada yang bilang didiamkan semalaman, tapi saya eman-eman sama bantal, jadi cukup satu jam saja. *kemudian terngiang salah satu judul lagu dangdut*
Awalnya memang terasa greasy, tapi setelah diusapkan merata ke seluruh rambut, lama kelamaan mulai terasa lembap dan nyaman.



2. Rejoice Anti Friss Conditioner.


Setelah ritual usep-usep rambut pakai EVOO tadi selama satu jam, kemudian keramas seperti biasa. Pakai sampo apa saja yang menjadi favoritmu. Ohya, karena sebelumnya telah memakai EVOO, pastikan rambut dicuci dengan bersih untuk menghilangkan  sisa-sisa EVOO di rambut. Lalu pakaikan conditioner yang khusus untuk rambut kusut. Kalau saya bisa pakai Rejoice Anti Friss. Setelah pakai conditioner, keramas lagi pakai sampo untuk menghilangkan sisa conditioner dan kemungkinan sisa-sisa EVOO yang belum tandas diluruhkan.

3. Rejoice Combing Cream


Ketika rambut masih setengah kering, usapkan combing cream ini ke rambut secara merata, kemudian disisir. Taraa, rambut lebih mudah disisir dan tidak begitu terasa kusut. Teruss, rambut yang rontok akibat sisiran juga lebih sedikit. Sejauh ini, combing cream ini sangat membantu saya dalam ritual sisir-sisiran. Tidak harus dipakai setelah keramas, setiap haripun, ketika rambut kering kerontang, dipakaikan ini jadi lebih mudah disisir.

4. Lucidol Vitamin Spray


Katanya sih rambut bisa diberi vitamin supaya lebih sehat. Saya coba pakai Lucidol Hair Vitamin untuk mengatasi problem rambut kering atau kusut. Ternyata cukup enak juga dipakai, selain itu wanginya enak dan bikin bersemangat.

Hmm, mungkin kelihatannya repot banget ya ngurusin rambut kusut doang. Memang iya, menurut saya daripada mengorbankan beratus rambut rontok tak berdosa (iya, saya kalau rontok bisa sampai ratusan helai. :(( ) lebih baik repot dikit pakai ini dan anu untuk nganuin rambut (?). Toh tidak dilakukan setiap keramas kok. Cuman kalau rambut sedang kusut saja atau jika rambut sedang kering banget bisa dilakukan seminggu sekali. 

@andhikalady

Thursday, November 21, 2013

Toner-Toner Hore

November 21, 2013 20 Comments

Buat saya, toner itu nama lain dari cairan-ajaib-yang-bisa-dipake-ngapa-aja. Dari membersihkan, menyegarkan kulit, pemberi nutrisi kulit sebelum memakai makeup, termasuk menghilangkan muka ngantuk pun bisa. Hehehe. 
Gimana caranya kok toner bisa ngilangin muka ngantuk? Jadii, kalau bangun tidur, muka sudah acak-acakan berminyak tapi masih enggan beranjak, tinggal ambil kapas sama toner, usapin ke seluruh muka. Maka muka segar instan nggak ngantuk sudah didapatkan. *ini tips apah?*

Karena multifungsi, saya hampir bisa dikatakan nggak bisa hidup tanpa toner. Meski muka sudah dibersihkan pakai remover, milk cleanser, facial foam, dll, kalau belum pakai toner, rasanya ada yang kurang pokoknya. Kali ini, saya mau bahas enam macam toner yang mudah dibeli di toko-toko dekat rumah.


1. Ponds White Beauty Lightening Toner


Toner ini sudah pernah saya bahas di sini.  Kesimpulannya, saya suka dengan wangi dan daya bersihnya. Tetapi kurang cocok untuk kulit berminyak seperti saya. Dan lagi, toner ini memiliki kandungan pencerah. untuk yang ingin mencerahkan kulit wajah (dan tidak berminyak) bisa pakai toner ini.

2. Clean and Clear Essential Oil-Control Toner

Clean and Clear pernah menjadi toner favorit saya dahulu. Wanginya enak dan segar. Toner ini nampol banget dipakai untuk membersihkan makeup tipis (pelembap + bedak) meski tanpa penggunaan milk cleanser sebelumnya. Tinggal ambil kapas, tetesi dengan toner ini, lalu usapkan ke muka. Cuma begitu saja sudah lumayan bersih kok. Hanya saja, toner ini kurang mampu untuk membersihkan makeup yang tebal seperti memakai foundation. Berhubung sekarang sudah banci dandan, saya merasa kurang dengan toner ini saja. Alhasil, supaya toner Clean and Clear ini tetap bisa saya pakai, biasanya saya dahului dengan milk cleanser agar muka dapat dibersihkan dengan maksimal.
Oh iya, ada satu hal yang cukup mengganggu saya di toner ini, yaitu kandungan alkoholnya yang kentara banget. Bagi yang nggak tahan, ketika membersihkan daerah dekat mata dan hidung, bisa terasa perih akibat aroma alkohol yang jelas banget.

3. Mustika Ratu Penyegar Sari Ketimun

Bagi yang suka dengan bahan alami, toner dari Mustika Ratu ini bisa dicoba. Sebenernya ini punya teman kost saya yang kulitnya agak kering. Aroma segar ketimunnya bikin tenang dan segar. Toner ini mengklaim dapat membantu menjaga kelembapan kulit. Tetapi sayangnya, toner ini 'rasa' alkoholnya lumayan masih ada.

4. Mustika Ratu Air Sari Mawar Putih

Saya agak ragu-ragu mengkategorikan Air Mawar sebagai toner. Soalnya lebih sering saya pakai sebagai pelarut masker daripada sebagai toner. Lagipula saya kurang menyukai aroma mawar. Tetapi air mawar boleh-boleh saja digunakan sebagai toner. Kandungannya lebih alami, tidak memakai alkohol dan aromanya asli.

5. Viva Face Tonic Green Tea


Ini termasuk toner favorit yang selalu saya stock. Selain harganya murah, toner ini aromanya enak. Campuran antara wangi teh dan aroma menyengat Tea Tree. Toner ini mengklaim dapat meringkas pori karena mengandung ekstrak Witch Hazel. Dari kesemua toner yang saya bahas di sini, Viva green tea yang memiliki kandungan yang bersahabat dengan kulit paling banyak. Di antaranya Green Tea, Tea Tree Oil, Allantoin dan Witch Hazel. Green Tea dan Tea Tree membantu penyembuhan jerawat, Allantoin membantu regenerasi kulit dan Witch Hazel membantu meringkas pori.

6. Wardah Pore Tightening Toner


Toner Wardah yang satu ini merupakan toner yang paling 'ramah' dilihat dari segi bahan pembuatnya. Dia tidak mengandung alkohol dan paraben. Toner ini mengandung Witch Hazel dan Aloe Vera (meski tidak disebutkan untuk promosi) yang diklaim mampu meringkas pori dan mengurangi minyak berlebih pada kulit. Teruss, yang bikin saya juga suka dengan toner ini adalah aromanya yang enak, mirip parfum cowok. Hihihi.

Sejauh ini, toner yang paling hore buat saya adalah Viva Green Tea dan Wardah Pore Tightening. Mereka berdua cukup mampu mengatasi minyak berlebih dan pori-pori melebar di kulit saya. Dengan catatan, sebenarnya jangan terlalu berharap sama produk yang bilang bisa meringkas pori secara menyeluruh. Saya pernah baca bahwa pori-pori yang sudah melebar itu sudah tidak dapat diperbaiki lagi. :((. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menjaga supaya pori-pori itu tetap bersih sehingga tidak menimbulkan masalah kulit.

Di bawah ini tabel informasi untuk semua toner-toner yang sudah dibahas.



Ada yang tanya, cara memakai toner yang benar itu seperti apa sih? Bermacam-macam tips banyak terdapat di Google. Ada yang mengatakan sebaiknya setelah cuci muka. Ada yang menyarankan memakai step milk cleanser-facial foam-toner. Ada pula tips-tips lain. Kalau untuk saya, semua tips itu tidak ada yang salah.Tergantung seberapa tebal makeup kita. Kalau cuma pakai makeup tipis seperti pelembap dan bedak tabur, memakai facial foam + toner saja untuk membersihkan muka juga sudah cukup.

Beda ceritanya kalau memakai sunblock, foundation, eyeshadow, maskara, lipstik, dan berton-ton alat makeup. Jika cuma pakai facial foam + toner untuk membersihkan makeup setebal itu, artinya kamu baru saja teken kontrak untuk buka peternakan jerawat di muka. Sebaiknya gunakan remover, cleansing oil, minyak zaitun(EVOO), baby oil dan sejenisnya supaya wajah lebih bersih dan jauh dari jerawat. Sementara, untuk toner, gunakan sebagai step pembersihan paling akhir ketika wajah sudah bersih dari makeup.

Jadi, toner apa yang paling hore buat kamu?

@andhikalady

Thursday, November 14, 2013

Minggu Luar Biasa, Pendadaran, dan Bandung

November 14, 2013 23 Comments

Akhirnya, saya pendadaran!! Alhamdulillah bisa lulus dengan revisi, tanpa mengulang. Setelah sekian lama berjibaku dengan banyak kerjaan dan deadline sana-sini, skripsi saya kelar juga. >.<. Kalau kuliahnya disambi bekerja memang harus menambah effort untuk berbagi waktu dan slot pikiran. Yang tadinya cuman mikirin tugas kuliah, pada saat yang sama kita juga mikirin gimana cara supaya bulan depan bisa bayar kost, makan, dan beli makeup nabung. Yang seharusnya kita punya waktu 24 jam dalam 5 hari untuk nongkrongin perpus atau melakukan penelitian, kita harus bisa membagi waktu-waktu itu untuk bekerja sambil kuliah. FYI, saya sendiri kurang yakin kalau skripsi saya dapat terselesaikan dengan baik, tapi Alhamdulillah ada saja jalannya. Alhamdulillah ada kawan-kawan dan keluarga yang mendukung saya. Ada teman yang pintar sekali dan mau saya mintai tolong mengajari cara olah data. Ada sahabat yang kerap mengejek "tukang dandan wisuda kok belum wisuda". Pokoknya terimakasih banyak untuk semuanya.

OhMyGod, apakah saya baru saja cerita kalau saya habis pendadaran?! Aww, saya masih eksaitid!! Berbulan-bulan saya menunggu momen untuk dapat bercerita di sini. Aaarggghh.

Tak disangka pula, kawan-kawan saya kuliah pada datang di sidang kemarin. Ada Rosy, Tya, Anggit, Faris, Yudan, dkk. Saya kira, lamanya waktu saya lulus akan mengurangi keminatan mereka mengunjungi kampus kembali. Ternyata mereka baik-baik dan pada mau datang meski tanpa diminta. Hihihi.

Mohon tidak usah perhatikan Mas-Mas yang di sebelah kanan.
Juga dimohon untuk tidak memperhatikan Mas-Mas yang lagi duduk.
Tapi tentu saja, selesai pendadaran, tidak serta merta langsung santai. Masih ada revisi dengan waktu terbatas, ngurus surat-surat, yudisium, dan sebagainya baru boleh wisuda (baca: bereksperimen sama makeup sendiri, hijab style sendiri, kebaya -mudah-mudahan dibeliin Mami sendiri. LOL-, dll, dll). Ngurus urusan beginian, bagi yang sudah pernah skripsi pasti tahulah. Hehe.


Well, meninggalkan euforia pendadaran, ternyata sehari setelah sidang, saya diminta untuk mengisi acara pelatihan di Bandung sama kantor. Jadi, berangkatlah saya sama satu kolega. Dasar karena saya lagi sante, pas naik pesawat, saya berhasil memotret gambar baling-baling yang kebetulan ternyata bagus banget.


Ini diambil pakai kamera hape biasa lho. Herannya bisa menangkap pergerakan baling-baling.

Lalu begitu di Bandung, saya malah dapet hotel yang cukup hore di daerah Jatinangor. Hotelnya luas, nyaman, murah, lingkungannya kampus, asik deh pokoknya. Saya sampai berjanji  untuk diri sendiri bakal nulis reviewnya di blog saya yang lain. Dan lagi, pencahayaannya oke banget sampai saya demen selfie di kaca wastafelnya.



Bukan hotel tempat saya menginap.
Ketika mengisi pelatihan.
Dan yang nggak kalah penting, berhubung saya sedang di Bandung, saya rencananya mau ketemu Jeng Miya Rahmi dan Viya . Well, belum ketemuan sih, mungkin besok. Semoga sempet. Hihihihi. Anyway, Bandung itu dinginnya nggak sante. Terus hujannya nggak sopan. Masa saya ke sini pengennya jalan-jalan, tapi malah disambut hujan tiap hari. Huehehehe.

Okedeh, sekian dulu cerita random saya. Intinya saya lagi senang karena akhirnya saya pendadaran. Cerita-cerita setelah itu cuman pelengkapnya saja. Wkwk.

@andhikalady

Wednesday, November 6, 2013

Membuat Selfie yang Pop-up tanpa Effort Besar

November 06, 2013 10 Comments
Suka membuat foto-foto narsis atau posting Instagram tapi males dandan? Aih, rugi. Beneran deh. Sebaiknya, ketika emang niat beneran mau fefotoan, sempetin dandan dulu meski seadanya. Hehe.

Nah, dandan 'seadanya' itu bagi setiap orang memang sangat relatif. Ada yang bilang pakai makeup mata full dengan bulu mata itu termasuk makeup 'seadanya'. Ada yang cuma pakai eyeliner, itu seadanya. Kalau buat saya, makeup 'seadanya' untuk berfoto-foto adalah lipstik merah dan blush on. Sekali lagi, saya pertebal bagian berfoto-foto untuk menegaskan bahwa makeup tersebut memang khusus untuk foto-foto. Kalau dipakai untuk sehari-hari, kayaknya terlalu menor kali ya. :p

Adakalanya, acara dandan-dandan sebelum foto-foto itu jadi hal yang kurang saya minati (iya, saya juga sering males dandan). Padahal yang namanya berfoto, ketegasan makeup sangat diperlukan. Nah kalau modal kita cuma beberapa items makeup dan kacamata, ini yang harus kita lakukan.

Baiklah, yang perlu disiapkan untuk memulai aktifitas menyenangkan ini adalah:

1. Lipstik merahhh. Untuk memberi warna segar pada wajah.


2. Kacamata. Untuk menutupi mata yang nggak pakai makeup. Hihi.

3. Blush On. Untuk memberi kesan kontur pada wajah. Pakai blush lebih tebal dari biasanya supaya foto jelas.
4. Eyebrow atau pensil alis. Gunakan untuk mempertegas bentuk alis. Karena jika kita memakai kacamata, fokus orang akan menuju ke bagian alis.
5. Baju yang pop up. Pilih yang warna cerah, padukan dengan outfit yang berkarakter, misal jilbab motif leopard.
6. Teman untuk narsis bersama <-- ini paling penting. Haha.

Yang perlu kita lakukan adalah cuma pakai lipstik - bentuk alis - pakai blush on - pakai kacamata. Foto berikut adalah perbandingan tanpa lipstik merah dan tanpa kacamata:


Foto bagian kiri nggak memakai lipstik merah dan blush on. Wajah terlihat datar dan kurang berkarakter. Meski gayanya udah sangar, tetep saja kelihatan kayak abis bangun tidur.
Foto bagian kanan sudah pakai blush on dan lipstik merah, tapi nggak pakai makeup mata (ihihi, kelihatan banget kuyu-nya). Wajah sudah terlihat memiliki kontur dan lebih segar (abaikan kacamata yang belum dipakai).

Lalu foto di bawah ini sudah pakai kacamata...

Tante Lady berpipi tembemmm. Uwuwuwuw.
Saya pilih pakai coat merah yang warnanya sama persis dengan lipstik, plus jilbab motif leopard untuk memberi kesan pada foto. Yuhuuu. Nah, acara berfoto-foto makin menggila karena ada partner in crime dari temen kost yang bisa diajak narsis bersama.

Aviator

Pakai filter.
Nah, gampang kan? Menurut kami foto-fotonya sudah cukup memuaskan meskipun cuma pakai lipstik+blush on saja (cuma saya yang perlu membentuk alis karena Nisa secara genetik sudah punya alis tebal. #ngiri). 

Partner: Nisa @fAnnisaa
Blush  on Lady & Nisa: Inez Italian Sun

Monday, November 4, 2013

Review Handmade Product Tsukiyo Soap

November 04, 2013 11 Comments
Halo Jeng-Jeng cantik dan Mas-Mas ganteng (entah kenapa saya yakin pasti selalu ada Mas-Mas yang datang ke blog ini. Hehe)

Saya mau nanya sebuah pertanyaan yang agak sensitif, yaitu "Berapa kali kamu mandi sehari?" Apa? Dua hari sekali? Buset, lama sekali. Kalau tinggal di negara musim dingin sih oke-oke saja, tapi kalau hidup di negara tropis macam Indonesia, yang akhir-akhir ini cuacanya panas nggak menentu, sepertinya kurang bijaksana kalau jarang mandi. Hihi. Kalau badan kita bau, tapi dicium sendiri sih nggak masalah ya, tapi kalau orang lain yang tidak berdosa kita 'suruh' untuk nyium aroma badan kita kan gimana. Hehe.

Nah, saya mau review produk yang bisa bikin rajin mandi nih. Namanya Tsukiyo Soap. Ini merupakan sebuah sabun handmade yang dibuat dari bahan-bahan alami. Apa yang membedakan Tsukiyo Soap dengan sabun-sabun lainnya? Yuk kita bahas satu-per satu.



  • Komposisi
Mayoritas bahan pembuat Tsukiyo Soap berasal dari bahan-bahan alami dan semi vegetarian seperti tomat, stroberi, anggur, bunga roselle, alpukat, susu, teh herbal, dan sebagainya. Jika kebanyakan sabun yang beredar di pasaran hanya menyertakan ekstrak bahan alami saja, Tsukiyo Soap menyertakan bahan-bahan alami tersebut menjadi komposisi utama sabun. Malahan, salah satu sabun yang berbahan dasar tomat, itu bener-bener dibuat dari tomat asli yang diblender lho. Jadi, manfaat yang kita dapat dari sabun Tsukiyo juga benar-benar dari bahan alami atau sumber aslinya.



Bahan-bahan alami ini diolah sedemikian rupa dengan penambahan komposisi lain yang menciptakan kombinasi sabun skin care yang berkualitas. Sehingga sabun ini relatif aman digunakan untuk kulit badan maupun muka.
  • Tekstur

Kalau di bagian komposisi, saya lebih banyak mendapat informasi dari owner dan pemilik Facebook Page Tsukiyo Soap, sedangkan untuk bagian tekstur dan aroma, saya bercerita berdasarkan opini pribadi nih. :D. Tekstur Tsukiyo Soap menurut saya lembut dan sangat nyaman untuk ukuran sabun. Jika ada skala kelembutan sabun, maka saya nilai 8/10 deh. Akibat dari lembutnya ini, sabunnya jadi cepet habis, seminggu saja sudah tandas. Hehe. Tapi tidak apa-apa, berati memang banyak nutrisi dari sabun yang terserap ke kulit.
  • Aroma

Lagi-lagi saya suka sama aromanya. Memang tidak terlalu tajam seperti aroma sabun kebanyakan, soalnya berasal dari bahan alami, sampai aromanya pun hampir identik dengan bahan pembuatnya. Jadi semisal sabun berbahan stroberi, ya aromanya identik dengan stroberi asli, begitu pula dengan aroma-aroma lain. Aroma lembut Tsukiyo Soap ini tergolong awet untuk ukuran sabun. Saya coba pakai selama dua sampai tiga jam, aroma sabun ini masih terasa di kulit setelah mandi. Aye. :D
  •  Kemasan
Saya menyukai desain merk Tsukiyo yang diprint di kertas pembungkusnya! Beneran deh. Auranya feminin dan cantik (saya adalah orang yang percaya bahwa desain grafis itu punya semacam 'aura'). Tapi sayang sekali kemasannya masih terbilang ringkih dan terlalu sederhana untuk harga sebuah sabun yang terbilang di atas rata-rata (dan habis dalam seminggu). Padahal kalau bisa dibuat lebih rapi lagi, kekuatan marketing sabun ini makin oke jika disandingkan dengan kualitasnya yang (saya setuju) memang bagus.
Yuk kita kenalan sama produk-produknya,
  • Lady Roselle


Lady Roselle, warnanya merah dan judulnya sama kayak nama saya. Hihi. Sabun ini berbahan dasar Bunga Rosela Hibiscus sabdariffa yang dalam sejarah kerap digunakan sebagai tanaman obat. Aromanya mirip dengan aroma teh herbal bunga Rosela. Sabun ini berfungsi sebagai kolagen alami dan sumber vitamin yang baik untuk kulit.

Ingredients: Purified Water (Aqua), Olea Europaea (Olive) Oil, Cocos Nucifera (Coconut) Oil, Elais Guineensis (Palm) Oil, Hibiscus Sabdariffa (Roselle) Flower Puree, Hibiscus Sabdariffa (Roselle) Flower Herbal Tea, Sodium Hydroxide (Lye), Food-Grade Colorant (Skin Friendly, Paraben Free)

  • Youthful Blush

Saya penggemar buah tomat. Jadi pas ada bahan tomat pada produk Tsukiyo Soap saya langsung girang. :D. Fungsi sabun ini juga tidak jauh-jauh dari tomat, yaitu sebagai antioksidan, anti aging, dan nutrisi Lycopene yang baik untuk kulit.

Ingredients: Purified Water (Aqua), Olea Europaea (Olive) Oil, Cocos Nucifera (Coconut) Oil, Elais Guineensis (Palm) Oil, Solanum Lycopersicum (Tomato) Juice, Sodium Hydroxide (Lye), Food-Grade Colorant (Skin Friendly, Paraben Free), High-Quality Fragrance Oil (Phthalate Free)

  • Hydravocado

Ini buat yang kulitnya butuh dilembapkan. Kandungan alpukat asli turut membantu menjaga kelembapan kulit. Saya mencoba sabun ini pun hasilnya lebih lembap dari sebelumnya. Kulit menjadi lebih terhidrasi tanpa terkesan kering.

Ingredients: Purified Water (Aqua), Olea Europaea (Olive) Oil, Cocos Nucifera (Coconut) Oil, Elais Guineensis (Palm) Oil, Persea Americana (Avocado) Juice, Sodium Hydroxide (Lye), Food-Grade Colorant (Skin Friendly, Paraben Free), High-Quality Fragrance Oil (Phthalate Free)

  • Amethyst Diva

Sabunnya berwarna ungu, warna yang saya suka bangett. Bahan dasar sabun ini adalah anggur ungu yang bermanfaat memberikan antioksidan dan vitamin untuk kulit. Aromanya pun tidak jauh-jauh dari aroma anggur segar.

Ingredients: Purified Water (Aqua), Olea Europaea (Olive) Oil, Cocos Nucifera (Coconut) Oil, Elais Guineensis (Palm) Oil, Vitis Vinifera (Grape) Extract, Sodium Hydroxide (Lye), Food-Grade Colorant (Skin Friendly, Paraben Free), High-Quality Fragrance Oil (Phthalate Free)


Semua produk Tsukiyo Soap dibuat secara handmade dengan bahan-bahan alami yang aman untuk kulit, bahkan tidak pakai paraben lho. Apa itu paraben? Paraben itu adalah ini.

Dari keempat varian Tsukiyo Soap di atas, saya pribadi paling suka dengan Hidravocado dan Youthful Blush. Dua jenis itu yang paling cocok dan lembap di kulit saya. Sedangkan untuk aroma, saya justru suka yang Lady Roselle dan Amethyst Diva. Akan tetapi, masalah suka dan aroma, saya rasa itu cocok-cocokan. :D. Jika kamu ingin membeli Tsukiyo Soap dan bingung pilih mana varian yang cocok untuk kulit kamu, boleh kok tanya ke ownernya.

Harga: Rp 37.500,00 
Beli di: https://www.facebook.com/tsukiyo.soap 
Positif:
- Lembut dan nyaman di kulit.
- Terbuat dari bahan alami.
- Untuk beberapa produk benar-benar membantu melembapkan kulit.
- Aromanya lembut dan tahan lama.
- Desain kemasan oke.

Negatif:
- Kemasannya belum acceptable.
- Cepat habis dalam seminggu (untuk ukuran harga segitu, termasuk mahal).

Gimana? Seharusnya sih jadi rajin mandi kalau sudah pakai sabun ini. XD

@andhikalady