Follow Us @jenganten

Wednesday, June 19, 2013

Tutorial : Dreamy Purple

June 19, 2013 12 Comments
Saya kalo bobo cantik kurang lebih kayak gini lho..
Halo Jenganten yang cantik cemuanyah...

Kali ini Ibu Suri mau post tutorial. Hmm, baru sadar yah, kalau di blog ini saya belum pernah posting tentang tutorial eye makeup. Paling mentok baru tutorial eyebrow, maskara dan eyeliner. Sekali-kali posting tutorial eye makeup ah. :D


Siapkan mata, olesi dengan base eyeshadow. Saya memakai Wardah Double Function Kit sebagai alas eyeshadow. Oh iya, kebetulan di foto atas saya sudah memakai pewarna alis dan shading dengan Elf Eyebrow Kit. Jadi nggak telanjang-telanjang banget matanya.

Kemudian pakaikan perona mata berwarna ungu di bagian kelopak mata dalam. Saya memakai Sariayu Karimunjawa Pesona Sentrajava. Pemakaian eyeshadow dasar ini bisa dilakukan dengan kuas spons, kuas brush maupun dengan jari tangan. Kalau buat saya pribadi, memakai eyeshadow dasar tidak perlu ketelitian yang rapi-rapi banget. Buat pemula, memakai jari saja sudah cukup kok. Nanti dasaran eyeshadow ini dapat dirapikan menggunakan blending brush.


Setelah itu, pakaikan eyeshadow berwarna hitam di bagian ujung kelopak mata hingga ke arah tengah. Saya memakai Cream Eyeshadow Viva Black. Warna eyeshadow ini tidak harus hitam, tapi sebaiknya yang berwarna lebih gelap dari warna dasar (ungu). Aplikasikan agak ke ujung luar mata sepanjang sesukanya. Buat dengan sudut yang membentuk cat eyes / lancip.

 Kemudian aplikasikan eyeshadow hitam dan ungu di bagian bawah mata / waterline. Hal ini dimaksudkan supaya intensitas ketajaman mata meningkat. Lalu, di bagian tengah kelopak, aplikasikan eyeshadow warna hijau (sebaiknya yang mengandung shimmer), cukup menggunakan jari. Untuk warna hijau, saya juga memakai eyeshadow Sariayu Karimunjawa Pesona Sentrajava.


 Hampir selesai! Terakhir, pakai eyeliner cair untuk membingkai mata. Sebaiknya pakai eyeliner cair karena jika memakai eyeliner pensil, bingkai matanya akan kurang jelas alias kalah sama warna cetar eyeshadow-nya. Pakai maskara atau bulu mata jika diperlukan.

 Kemudian, pakai lipstik dan blush on warna natural. Saya memakai lip liquid Make Over. Warna natural pada lipstik dan blush on berguna untuk menyeimbangkan makeup mata yang sudah jadi pusat perhatian. Tapi jika ingin makeup yang grande, pakai lipstik bold pun tidak masalah. Se-suka-sukanya kamu saja. Apa sih yang nggak boleh? :D

 Terakhir, yuk foto-foto!!





Kecup. Mwahhhh!!


Tuesday, June 18, 2013

Review Elf Eyebrow Kit Medium

June 18, 2013 7 Comments
Apa yang pertama kali kalian ingat ketika mendengar kata Elf? Peri? Super Junior? Atau super affordable drugstore makeup? Yup, berhubung jenganten.com bukan blog fanbase Super Junior atau membahas fashion peri-inspired, maka Elf sebagai brand makeup-lah yang akan saya bahas. :D

Elf atau kepanjangannya adalah Eye Lips Face adalah brand drugstore yang terkenal memiliki harga yang super terjangkau. Kisaran harganya saja mulai dari 0.99 dollar. Yang mau saya review lebih gila lagi, sebuah eyebrow kit lengkap dengan shading cuma dijual dengan harga USD 3 dollar saja. Dengan catatan, harga 3 dollar itu jika dibeli dari negara asalnya lho. Sampai Indonesia harganya bisa mencapai dua kali lipat harga asli. Kecewa? Iya, saya juga. :|

Kali ini saya mau review salah satu produknya yaitu Elf Eyebrow Kit Medium.


Ada banyak cara mewarnai alis, salah satunya adalah dengan eyebrow kit. Bentuknya seperti eyeshadow tapi teksturnya lebih creamy, dilengkapi dengan aplikator kuas bersudut dan kuas brush. Di dalamnya terdapat kaca mini yang cukup untuk melihat mata dan alis. Kemasannya terbuat dari plastik berwarna hitam. Nyaman dan elegan ketika dilihat, tapi cukup bulky ketika dipegang. Rasanya seperti mudah untuk tergores jika kena benda tajam.

Warna Medium.
Warna yang saya punya berjenis medium. Saya termasuk yang agak susah menemukan pewarna alis yang cocok. Selama ini, kalau nggak dapet yang terlalu gelap (bikin muka saya galak) ya terlalu kemerahan dan terang (bikin terkesan menua). Paling sering sih saya pakai eyeshadow warna cokelat semacam Inez Vienna untuk mewarnai alis. Tutorial mewarnai alis dengan eyeshadow pernah saya bahas di sini. Tapi jika eyeshadow dipakai untuk mewarnai alis, stay power-nya parah banget. Baru dua jam dipakai saja udah luntur. 

Nah, Elf eyebrow kit warna medium ini buat saya semacam harta karun karena warnanya cocok banget sama alis dan warna kulit wajah saya. Dia mampu memberi warna natural pada alis tanpa membuat kesan galak ataupun menua sekian tahun.Aye.

Ada dua pan yang terdapat dalam paket eyebrow ini :
1. Bagian yang gelap bertekstur krim padat digunakan untuk mengisi warna pada alis. Dipakai dengan kuas berujung miring.
2. Bagian yang terang bertekstur padat digunakan untuk 'mengunci' warna alis yang sudah diwarnai. Caranya adalah ditepuk-tepukkan ke alis menggunakan kuas yang berujung bulat. Bagian ini juga bisa digunakan sebagai shading hidung.


Saya ingin mengkritik kuas yang berujung lancip itu, teksturnya terlalu keras dan sangat tipis. Selain itu, bulu-bulunya juga kurang rapi, sehingga ketika dipakai ke alis, hasilnya juga kurang rapi. Alhasil saya lebih menyukai memakai kuas sendiri. Sementara untuk kuas berujung bulat saya menyukainya, bulunya halus dan cocok dipakai untuk shading.

Swatch


Atas : Alis sebelum pmakaian. Bawah : Setelah pemakaian.
Hasilnya lebih rapi dan natural dibanding menggunakan pensil alis.
Selain saya coba untuk mewarnai alis, saya cobakan pula untuk shading hidung. Ohya, saya belum sangat mahir memakai shading hidung, jadi yang saya tampilkan di bawah ini saya sebut sebagai shading ala kadarnya.


Sebelum shading.
Setelah shading.
Elf eyebrow kit ini juga saya pakai untuk nyading-in Mbak ini. :D

Bagaimana dengan stay power dan waterproof? Saya cukup puas dengan stay power-nya. Dipakai lebih dari 8 jam (sudah sama cuci muka 2 kali untuk wudhu) masih stay di alis. Cuma agak kurang rapi sedikit. Tapi untuk ukuran eyebrow, ketahanan selama itu sudah saya anggap bagus. :)

Harga : $ 3, dari web aslinya. Jika sampai Indonesia bisa mencapai dua kali lipat.

Positif :
- Tahan lama.
- Warnanya natural cocok banget di alis dan warna kulit saya.
- Lengkap, bisa buat shading-an.
- Travel friendly karena bentuknya kecil.
- Harga terjangkau.

Negatif :
- Kemasan bulky.
- Kuas berujung lancipnya kurang fungsional.
- Cukup susah dicari (harus PO atau beli online)

@andhikalady

Monday, June 10, 2013

Fun Make Up Artist (MUA-an) with @juliaalela

June 10, 2013 19 Comments
Just another day with MUA( MUA-an) activities.

Hari biasa, cuacanya juga biasa. Rencana awalnya sih saya ndandanin temen, terus foto before-after, kemudian ditaruh di blog. Itu saja. Tapi, namanya juga wanita, rencana awal yang cuma dandan-mendandani berubah jadi ajang narsis yang kebangetan. Ah, biarin.


Namanya @juliaalela . Profesinya macem-macem. Ya pengusaha, ya model, ya hijab tutor, ya MC, ya marketing, ya penyiar (mbak Ela, kalau kurang, bilang ya. :D). Iya, dia penyiar radio. Kalau kamu suka dengerin radio UNISI Jogja (duh, sebut merk. XD), Neng Ela itu yang kerap jadi penyiar di MorningSunrise tiap pagi lho. Kece badai pokoknya. Ohya, satu lagi, dia itu miriiip banget sama Raisa. Rahang, gigi, mata sampai alis mirip banget sama Raisa.


Secara kulit dan struktur muka, mbak Ela ini nggak punya kendala yang berarti. Kulitnya udah oke, cuma ada beberapa flaw yang musti ditutup concealer. Hidung, rahang, mata dan bibir sudah proporsional. Bulu mata juga sudah alami tebal dan panjang, jadi tidak perlu pemasangan bulu mata. Nah, tinggal alisnya ini yang kelewat tebel. Tapi itu bukan masalah, kan sekarang model alis tebal sedang hit. Lagipula, tidak semua orang beruntung dianugerahi memiliki alis dan bulu mata tebal. Seperti saya nih yang alisnya nyaris tipis. XD

Jadi ceritanya, mbak Ela ini tidak hanya saya dandanin, tapi dia juga coba-coba sendiri dengan makeup-nya. Maklum lah, dia memang sedang menyiapkan perhelanan besar dalam waktu dekat ini, jadinya dia pengen belajar bisa makeup sendiri supaya praktis dan nggak rempong. Duh, kok belajarnya sama saya yang juga sama-sama lagi belajar? Entahlah, semoga apa yang saya sampaikan nggak bikin dia terjerumus dan tersesat ke lembah hitam. Huahaha. 

Nah, setelah selesai dandan-berdandan, tibalah di saat yang ditunggu-tunggu yaitu berfoto-foto. Karena mbak Ela udah ada basic model, dia mah luwes-luwes aja di depan kamera. Hampir setiap jepretan hasilnya jadi bagus. Beda sama saya, musti berkali-kali jepret baru bisa nemu foto yang pas. MBAK ELAAAA, AJARIN SAYA NARSIS PLISS!



Nama : Lady. Nama lain : Cleopatra Startan. Kok kamu ikutan sih Jeng Lad?
Lhoo, ini artisnya siapa? Kok kamu ikutan nampang Lad??!! | Biarin toh!!
 Alhasil, memori kamera saya jadi penuh dengan foto kami berdua. Supaya nggak mubazir, saya clip satu-satu dan taruh di sini deh. Nb : Barangkali ada ketimpangan ekspresi.



  • Makeup Mbak Ela : 
Make Over Creamy Foundation, Inez Vienna as Eyeshadow & Eyebrow, Wardah Double Function Kit as concealer.
Bedak, blush on, lipstik, eyeliner, maskara milik pribadi Mbak Ela.
  • Makeup Jeng Lady :
Caring Everlast BB Cream, Pixy Acnebrite TWC, Daiso blush on, Caring Happy Lip Colour, Inez Vienna as eyeliner & Eyebrow.

Hairpieces milik pribadi.

Terimakasih untuk Jeng @sanezmo yang sudah bantu motoin.

MUA = Make Up Artist.

@andhikalady

Tambahan :

Banyak yang bilang Mbak Ela mirip Raisa, ini foto mereka =

Mirip kan, mirip kaaaan?

Friday, June 7, 2013

Caring Colours Happy Lip Colour Cyber Pink

June 07, 2013 10 Comments
Kali ini saya akan mereview salah satu lipstik natural yang saya punya. Kalau di post ini saya pernah cerita kalau saya lebih suka lipstik bold, bukan berarti saya nggak punya lipstik natural kan?

Warna natural pada lipstik dapat ditengarai dari kemiripannya dengan warna alami bibir. Range warnanya pun tidak jauh dari pink, peach, cokelat dan kawan-kawannya. Lipstik berwarna natural cenderung aman dipakai dalam kondisi apapun karena tidak memberi level point of view dalam sebuah makeup. Logikanya, ketika memakai lipstik natural, orang tidak perlu memandang lebih dari dua kali ke bibirmu. Err, tapi tidak berlaku kalau bibirmu emang dari sononya seksi tebal seperti bibir Candice Swanepoel, sih. Kalau Jenganten ingin penampilan yang fresh, segar dan aman, pemakaian lipstik warna natural adalah solusi yang tepat.

Saya punya beberapa lipstik berwarna natural, tapi yang ini merupakan salah satu favorit saya. Caring Colours Happy Lip Colour Cyber Pink.

Kiri : Moisture Rich Lip Colour. Kanan : Happy Lip Colour

Sebelum berganti nama menjadi Happy Lip Colour, lipstik Caring ini tadinya bernama Moisture Rich Lip Colour. Ternyata nggak cuma namanya yang ganti, nomor warnanya juga ganti dari nomor 02 menjadi nomor 23, tapi namanya tetap sama yaitu Cyber Pink. Mari kita bandingkan keduanya.


  • Kemasan
Versi Moisture Rich lebih pendek dan simple, seperti kemasan lisptik kebanyakan. Sedangkan versi Happy Lip lebih panjang dan ada bagian transparan yang menunjukkan warna lipstik di dalamnya. Secara struktur material pembuat kemasan tidak ada yang jelek. Keduanya mengusung konsep elegan metalik yang cocok diterapkan untuk kosmetik dengan pangsa pasar wanita karir seperti Caring. Gampangnya, ketika saya pergi nonton dan kepingin touch up di toilet bioskop, saya nggak akan malu mengeluarkan lipstik ini dari pouch makeup saya. :p.

Moisture Rich (versi lama) dan Happy Lip (versi baru)
Mana yang lebih saya suka? Dua-duanya saya suka. Tapi versi yang lama (Moisture Rich) lebih travel friendly karena lebih pendek dan simpel. Sementara versi baru (Happy Lip) saya menyukai desain polkadot dan variasi sisi transparan yang berada di tengah batang. Lebih unyu gimanaa, gitu. :D

  • Tekstur dan warna
Dua-duanya sama-sama berwarna Cyber Pink. Dan ketika saya buka, mata saya mengatakan kedua lipstik itu memiliki warna yang sama meski nomornya berbeda. Tapi menurut pandangan saya, warnanya nggak dead pink. Ada sedikit hint warna cokelat dan merah bata di dalamnya. Lipstik ini cukup pigmented diaplikasikan di bibir saya.

 

Di bagian tengah bundaran lipstik terdapat bagian krim transparan yang katanya adalah bahan untuk melembapkan bibir. Bagian ini yang bikin saya makin suka. Jadi lipstik ini nggak cuma berfungsi untuk memberi warna pada bibir, tetapi juga mampu melembapkan. Dan benar saja, ketika diaplikasikan ke bibir, teksturnya lebih lembap dari biasanya. Kalau biasanya sebelum pakai lipstik saya pakai lipbalm dulu, kalau memakai lipstik ini tidak perlu didahului lipbalm. Langsung oles-oles jadi.
  • Aroma
Menurut saya, aroma pada lipstik itu berpengaruh banget pada keputusan saya untuk membeli lipstik atau tidak. Bahkan mungkin, aroma lipstik lebih penting daripada warna pada lipstik itu sendiri. Bagaimana tidak, lipstik adalah kosmetik yang paling sering tertelan masuk ke tubuh. Saya nggak mau memasukkan benda yang berbau kimiawi ke tubuh saya, bahkan melalui lipstik. Nah, lipstik Caring ini adalah salah satu lipstik yang paling saya sukai aromanya. Aromanya cenderung ke aroma buah-buahan yang manis, bukan ke aroma khas lipstik.
  • Swatch
Ini dia swatch-nya...



Kiri : bare lips. Kanan : Memakai lipstik. Kelihatan lembap kan? Saya merasa ada efek lip glossnya.
  • Stay power
Nah, karena lipstik ini merupakan Moisture Lipstik dengan kelembapan yang oke, saya nggak berharap banyak dengan ketahannya. Karena lipstik jenis ini (bukan jenis matte) memang dibuat untuk melembapkan dan memberi warna pada bibir, bukan memberi warna yang awet pada bibir. Lipstik Caring ini hanya bertahan rapih kurang dari tiga jam di bibir saya. Solusinya, ya harus sering touch up supaya tetep stay oke di bibir. Kalau mau warna yang awet, pakelah matte lipstik.

OOTD dengan Caring Happy Lip Colour.

Harga : Rp 31.500,00

Positif :
- Kemasan elegan.
- Harga terjangkau.
- Aromanya enak.
- Cukup melembapkan bibir.
- Ada efek lip gloss-nya ketika dipakai.

Negatif :
- Stay power kurang.

Follow my blog with Bloglovin 

@andhikalady

Monday, June 3, 2013

Being MUA?

June 03, 2013 18 Comments
Jadi ceritanya kemarin saya dandanin temen wisuda. Oh, bukan, jangan sebut saya MUA karena saya belum pernah sama sekali menempuh pendidikan atau kursus terkait ilmu dandan-mendandani. Semua yang saya lakukan hanya mencoba eksperimen dengan perkakas make-up, kemudian saya pakaikan untuk teman saya (jangan sebut klien ah, belum merasa pantas. :D). FYI, saya sering merasa bahwa makeup yang saya punyai sudah sangat lebih dari cukup untuk saya pakai sendiri. Bayangkan saja, mata saya cuma punya dua, bibir cuma satu, tapi jumlah eyeshadow dan lipstick melebihi jumlah jari tangan dan kaki. Tapi tetep aja beli terus. Nah, untuk mengantisipasi hal beginian, saya jadi hobi deh dandan-dandanin temen. Dari yang suka maksa dandanin, suka maksa masukkin foto temen-temen 'korban' ke blog ini sampai mengancam kalau nggak mau aku dandanin bakal aku iket pake tali di kamarku sambil aku coreng-coreng mukanya. LOL. Untungnya teman-teman saya pada nggak protes kalau foto-foto aibnya suka saya pajang di blog ini. Hihihi.

Dan akhirnya ada salah satu teman yang mempercayai saya untuk dandanin dia di acara wisudanya. Oh, senangnyaa... :D

 Namanya Mbak Fajar. Orangnya sudah nikah lho. Sekarang suaminya ada di Makassar. Acara wisuda kali ini secara implisit merupakan farewell dia dengan keluarganya sebelum berangkat ke Makassar menemui sang suami. Selamat ya Mbak, alhamdulillah sudah hampir nggak LDM (Long Distance Marriage) lagi sama suami. :D

Dasarnya si teman saya memang sudah punya kulit bagus dan rata, sehingga tidak perlu banyak koreksi kulit. Saya memakaikan eyeshadow warna hijau dan cokelat, kemudian dibaur dengan sedikit shimmer keemasan. Lalu saya bentuk alisnya dan pasang bulu mata. Voilaaa...!

Karena teman saya ini pakai jilbab, jadi nggak papa deh pakai foundie yang lebih terang dari warna kulit. :D

Wajah :
- Make Over Perfect Cover Creamy Foundation Sheer Pink
- Pixy TWC Ultimate

Mata :
- Inez Vienna (Cokelat)
- Falsies
- ELF Eyebrow kit (Alis dan shading hidung)
- Fanbo eyeliner

Bibir :
- Caring Happy Lip Colour no.2

Aaaand, the result....

Simple jilbab style.

Conggraduation! Mukaku bare face banget nih. Bangun jam 4 pagi belum sempet makeup-an dan pakai kerudung dengan layak.

Selamat wisuda mbak Fajar. Semoga ilmu dan gelarnya bermanfaat.