Saturday, March 26, 2022

, , , , , ,

Review Facial Wash Avoskin Natural Sublime - Si Sage Green Ajaib Bikin Wajah Bersih

Memilih pembersih wajah yang pas itu gampang-gampang susah. Terutama untuk yang kulitnya rewel seperti aku. Ada beberapa tipe pembersih yang bukannya bikin kulitku tambah bersih, tapi malah jadi kering dan mengelupas. Oleh karena itu, aku cukup picky dengan facial wash. Karena, sekali kulit mengelupas, sakitnya bisa berhari-hari dan cukup mengganggu aktivitas.

Nah baru-baru ini aku nemuin facial wash yang fluffy, empuk, dan punya efek lembut yang ajaib sekali. Namanya Avoskin Sublime Facial Cleanser.




Packaging




Avoskin Sublime Facial Cleanser datang dengan kemasan berwarna hijau sage. Menurut mereka, pacaking ini terbuat dari material yang sustainable dari sisa limbah industri gula. Wah, legit sekali nih, selain ikut menyelamatkan lingkungan, juga mengurangi rasa bersalah karena kalap belanja skincare.

Kemudian poin plus berikutnya yaitu saat paket datang, ia tidak menggunakan bubble wrap dari plastik, tetapi dari KERTAS DAUR ULANG saudara-saudara! Yang mana ini selain satisfying di mata juga kembali lagi tentang mengusung konsep cinta lingkungan yang dicanangkan Avoskin.

Soal packaging dari Avoskin, aku sudah percaya tidak ada yang gagal. Dari bentukannya terlihat sangat jelas sudah dilakukan proses riset mendalam tentang bagaimana produk dimunculkan.


Key Ingredients


Facial cleanser ini mengandung setidaknya enam bahan utama:

-          Hyaluronic acid

-          Merula Oil

-          Kale Extract

-          Niacinamide

-          Pentavitin

Hyaluronic acid mengandung substansi yang membuat kulit terjaga kelembapan dan kekenyalan. Merula oil tinggi antioksidan dan vitamin E, Kale extract untuk antioksidan dan antimikroba – sangat cocok untuk bahan facial cleanser. Niacinamide juga untuk merawat kulit yang mana sudah terbukti manfaat luar biasanya. Dan Pentavitin untuk menjaga dan memperbaiki skin barrier.

Agaknya tidak berlebihan kalau Avosin sungguh-sungguh niat memasukkan seabrek bahan bermanfaat di atas ke dalam facial cleanser. Umumnya sabun wajah merek lain cukup pelit memasukkan kandungan istimewa di dalamnya selain pembersih.

Selain itu, produk ini juga diklaim tanpa alkohol, tanpa pewangi, dan tanpa animal testing. Para wanita pejuang lingkungan, ayo merapat. Kita nikmati dan coba tekstur dan kesan pemakaian Avoskin Sublime Facial Cleanser.


Tekstur



Definisi yang tepat adalah: empuk. Teksturnya kenyal seperti gel. Sempat bertanya-tanya. Ini serum atau cleanser sih sebenarnya? Tapi begitu aku coba bubuhkan air, ada sedikit busa keluar. Yang mana aku kembali yakin bahwa ini adalah facial cleanser. Hahaha.

Saat diaplikasikan ke kulit, rasanya seperti dishayang. Beneran! Kulitku terasa dimanjakan dengan kelembutan. Aku kaget, kok bisa sih ada cleanser seempuk ini? Yakin nggak ya, kotorannya terangkat? Sempat berpikir seperti itu.

Lagi-lagi produk ini membuat aku berlama-lama mencuci wajah. Rasanya ingin dipijat-pijat terus lebih lama. Nah, penting banget nih punya produk facial cleanser yang membuatmu betah memakainya. Pasalnya pernah aku baca di sebuah web skincare, durasi optimal untuk membersihkan wajah adalah 30-60 detik. Cukup lama lho, kalau bosan sama facial cleansernya paling cuma usrek-usrek bilas.


Cara Pemakaian

Cara pemakaiannya mirip seperti facial cleanser pada umumnya. Tuang secukupnya di telapak tangan, lalu busakan sampai jumlah yang cukup. Usap dan pijatkan ke seluruh wajah secara hati-hati sampai bersih. Setelah itu, bilas dengan air sampai bersih.

#jengantenTips

Menurut pakar perawatan wajah Korea, hindari mengelap wajah dengan handuk badan. Sebisa mungkin siapkan handuk khusus untuk wajah untuk menghindari kontaminasi bakteri antar anggota tubuh.


Kesan Pemakaian




Setelah aku pakai, kesan instant yang muncul adalah kulitku menjadi lebih bersih dan kenyal. Aku merasa ritual bersih-bersih muka menjadi lebih naik kelas setelah pakai Avoskin Sublime Facial Cleanser.

Dalam jangka waktu 14 hari sejak pertama pemakaian, aku juga merasa wajahku lebih terawat dan terhindar dari masalah klasik akibat salah pilih facial cleanser.

 

Andhika Lady

@jakartabeautyblogger @avoskinbeauty #JakartaBeautyBloggerFeatAVOSKIN

Continue reading Review Facial Wash Avoskin Natural Sublime - Si Sage Green Ajaib Bikin Wajah Bersih

Tuesday, March 8, 2022

Review Maxim Sensitive Antiperspirant Roll-On

Aku termasuk orang yang pilih-pilih terhadap produk ketiak. Pasalnya, aku punya tipe ketiak yang mudah berkeringat. Apalagi kalau sedang pakai baju yang mudah basah, makin kelihatan itu ketiak basahnya. Selain bikin nggak PD, adanya basah pada ketiak juga mengundang banyak bakteri yang jika berkumpul, mereka akan mengadakan pesta 'barbeque' dengan bau yang menyengat.

Ketiak basah dengan kombinasi bau badan adalah kejadian yang kita hindari.

Untuk itulah aku merasa butuh produk keringat yang memadai, untuk mengatasi keringat berlebih tersebut. Biasanya yang kita kenal itu deodoran dan antiperspirant. Mungkin selintas agak mirip, padahal sama sekali tidak lho.

Deodoran adalah produk berbahan alkohol yang fungsinya untuk mengendalikan bakteri di area ketiak. Harapannya, ini akan membuat keringat menjadi tidak bau. Tapi apakah deodoran mampu mengurangi keringat? Jawabannya, tidak. Keringat tetap keluar seperti biasanya tetapi tidak bau. Itu saja.

Adapun antiperspirant adalah produk berbahan klorida atau senyawa alumunium lain yang berfungsi untuk mengendalikan keringat berlebih. Caranya adalah dengan menghalangi kelenjar keringat untuk berproduksi. Ini penting sekali untuk yang punya keringat berlebih di area ketiak, seperti aku contohnya.

Bayangkan, kamu sedang beraktifitas di siang bolong, menggunakan pakaian warna terang yang mudah basah. Kemudian karena kamu sangat aktif, area ketiakmu mulai memunculkan tanda-tanda keringat berlebih. Nah, untuk situasi seperti inilah penemu antiperspirant layak masuk surga. :'P

Namun adakalanya antiperspirant memunculkan efek samping, seperti iritasi dan gatal. Tapi lain halnya dengan antiperspirant yang satu ini..



Maxim Sensitive Antiperspirant Roll-On


Diformulasikan khusus oleh dokter di USA untuk menciptakan antiperspirant yang efektif mengurangi keringat berlebih bahkan untuk kulit sensitif sekalipun. Maxim Sensitive ini merupakan sejenis roll on untuk perawatan ketiak, khususnya untuk yang berkeringat berlebih.

Ingat para keringat + bakteri yang berpesta 'barbeque'? Nah, Maxim Sensitive ini berperan membuat keringat macet di perjalanan menuju ketiak sehingga bakteri dan keringat gagal bertemu. Sehingga ketiak basah & bau badan tidak sampai terjadi.


Aroma & packaging





Maxim Sensitive diformulasikan tanpa aroma sama sekali. Tahu sendiri kan, kulit sensitif kerap tidak berteman dengan wewangian yang terlalu keras. So, untuk itulah Maxim secara ajaib bisa membuat keringat berkurang tanpa bekas apa-apa.

Jangan salah lho, wangi produk ketiak yang kurang sip juga bisa jadi sumber pesta 'barbeque' bakteri yang justru menghasilkan bau badan tipe lain. 

Nah, packagingnya juga sudah tertulis secara jelas nama produk dan ingredients nya. Selain itu juga tertulis keterangan "Doctor Recommended" dan "Prescription Strength". Jadi memang secara kandungan dibuat lebih kuat untuk tujuan menghambat keringat berlebih secara jangka panjang.


Key ingredients





Maxim Sensitive mengandung Alumunium Chloride 10,8% yang berfungsi untuk menghambat perpirasi/keluarnya keringat pada kelenjar ketiak. Produk ini juga hanya dipakai di luar tubuh dan tidak boleh diterapkan pada kulit yang terluka.


Cara pemakaian


Maxim Sensitive Antiperspirant Roll-on lebih efektif digunakan saat malam hari. Caranya adalah dengan membersihkan area yang berkeringat (baca: mandi), kemudian langsung oleskan Maxim Sensitive Antiperspirant secukupnya di area ketiak. Diamkan semalaman sampai keesokan harinya.

Nah untuk pemakaian siang hari, kurang dianjurkan. Karena produk ini bisa ikut luntur dengan keringat. Untuk pemakaian pertama kali, usahakan dipakai rutin setiap hari. Setelah keringat mulai berkurang/berhenti, pemakaian bisa dikurangi menjadi 2 hari sekali atau 2 kali seminggu sesuai kebutuhan.

Harap diingat, Maxim Sensitive Antiperspirant memang bertujuan mengurangi keringat jangka panjang. So, kalau tiba-tiba keringat langsung berkurang, jangan kaget yaa.


Kesan Pemakaian


Saat pemakaian pertama kali, aku langsung takjub dengan produknya yang hampir tidak ada wangi sama sekali. Aku malah senang lho, sama produk yang wanginya samar/sama sekali nggak ada. Pasalnya kulitku cenderung yang rewel dan tidak suka dengan wewangian. Bahkan kalau aku pakai parfum, mending aku semprotkan ke baju daripada ke kulit. Hehe.

Kemudian keesokan harinya aku langsung merasakan keringat berkurang secara signifikan. Yang tadinya nggak PD dengan ketiak basah, alhamdulillah jadi lebih terkontrol. 


Keunggulan


Produk ini diformulasikan tanpa alkohol sehingga meminimalisir iritasi. Fungsi utamanya adalah mengurangi produksi keringat dalam jangka panjang sehingga perlu diterapkan secara rutin. 

Pada siang hari, apabila kamu ingin memakai deodoran dengan wewangian, itu juga bebas kok. Karena Maxim hanya dipakai malam hari dan dibuat tanpa pewangi buatan, sehingga lebih aman digunakan.




Continue reading Review Maxim Sensitive Antiperspirant Roll-On

Thursday, March 3, 2022

Cerita 10 Tahun Blogging Sejak 2012 - 2022

 


 

Sepuluh tahun ngeblog dapat apa?

Tidak terasa sudah sepuluh tahun aku berkecimpung di dunia beauty blogging. Awalnya memang hanya iseng untuk mengisi waktu luang sembari mengulas produk-produk makeup yang aku punyai. Aku masih ingat, produk pertama yang aku ulas adalah Kelly Pearl Cream. Itu adalah cream sejuta umat di tahun ibu-ibu kamu saat remaja. Namun sampai sekarang aku masih menemukan orang yang memakainya.

Waktu itu bisa dibilang tulisanku cukup viral di masanya. Nyatanya banyak olshop yang mengambil fotoku (tanpa izin tentunya) untuk menjual produk mereka. Kalau dikenang, cukup bikin ketawa juga. Berasa jadi artis meski cuma sekadar terpampang di blog.

Setelah ulasan pertamaku tersebut, aku merambah ke aneka produk-produk kosmetik lainnya. Lipstik, hair care, toiletries, makeup, skincare, dan aneka perawatan kecantikan lainnya. Ada sebuah masa, aku sangat produktif sekali. Bisa setiap hari ada postingan. Pokoknya kalau punya makeup baru harus direview meski dengan foto seadanya. Tidak sekali dua, blog ini mengundang perhatian brand kosmetik yang bersedia bekerjasama dengan blog Jenganten.com.

Jangan ragu untuk bergabung dengan aneka komunitas blogger

Waktu itu keberadaan komunitas blogger sangatlah penting. Kita bisa bertukar backlink, saling komentar, mengadakan gathering, dan saling mendukung dan blogwalking satu sama lain. Aku pun bergabung dengan beberapa komunitas, Indonesia Beauty Blogger, Blogger Perempuan, Kumpulan Emak Blogger, dan yang sekarang masih aktif, Jogja Bloggirls.





Tahun demi tahun berlalu. Aku masih setia ngeblog, meski kadang ada on off. Semakin lama aku menyadari, penghasilan dari blog tidak selalu berupa kontrak-kontrak kerjasama, tetapi terbukanya banyak networking baru yang mengenalku karena membaca blog. Untuk itulah aku bisa bertahan sejauh ini.

Salah satunya pernah ditawari pekerjaan di media hanya karena mereka mengetahui profilku dari blog ini. Padahal basic pendidikanku adalah IT, bukan sastra, jurnalistik atau komunikasi. Namun, mereka tetap memberikan kepercayaan padaku dengan memberikan posisi sebagai editor.

Tulisan-tulisanmu di blog akan membuat orang lebih punya trust dan memperkuat portfolio.

Menulis blog juga membuat indeks kita tercatat di Google. Sejauh ini meski banyak gempuran aneka sosial media seperti Youtube, Instagram, Tiktok, Twitter, dll – blog masih menjadi primadona kalau untuk urusan indeks SEO. Coba aja, kamu posting soal – review mascara misal, kalau dipost di IG lama-lama postingan akan tenggelam kecuali ada orang selo yang scroll sampai ke bawah-bawah. Namun dengan blog, kamu tetap bisa menemukannya meski itu artikel yang sudah ditulis bertahun-tahun yang lalu.

Saingan utama blog menurutku bukanlah sosial media. Tetapi banyaknya media mainstream yang mengambil ceruk tulisan opini khas blogger. Misalnya ada website yang membahas topik mengenai review makeup. Ini tentunya menjadi tantangan para beauty blogger untuk dapat menyesuaikan perkembangan zaman. Kita perlu dan musti menjaga kesan autentik yang tidak dimiliki oleh blogger ataupun media manapun. Hanya kita, yang punya nilai spesifik yang tidak dapat ditiru oleh siapa pun.
Autentik itu dapat berupa konsistensi menjaga kualitas tulisan, writer persona, kualitas review, meningkatkan standar foto, dan melakukan langkah-langkah yang membuat blog kita semakin mudah dan cepat diakses.

Menjadi blogger yang autentik, layak untuk dijaga dan dipertahankan. 


Tentu kita sebal sekali apabila ketemu blog yang bagus tetapi lambat diakses. Atau bahkan kebanyakan iklan. Yang tadinya mau baca, eh ternyata disambut iklan berlapis-lapis, nggak jadi baca deh.
Salah satu keinginanku adalah mengubah platform blog ini menjadi Wordpress. Selain lebih banyak fitur, customisasinya juga lebih banyak. Dulu aku jiper sama Wordpress. Aku pikir, karena toolsnya sangat banyak, takutnya malah bikin aku bingung dan malah melalaikan kualitas konten. Pasalnya akan lebih banyak waktu terbuang untuk mengurus domain, hosting, endesbrey, endesbrey ketimbang mikirin ide tulisan.

Bukannya blogger itu utamanya adalah menciptakan konten? Bukannya mengurusi pritilan teknis yang bisa diserahkan ke ahlinya?

Kegalauanku ini cukup tercerahkan setelah membaca-baca tentang simple Wordpress di Niagahoster. Gampangnya, ini adalah layanan sederhana tapi powerfull yang mampu mendukung kinerja blog maupun website skala kecil-menengah. Bahkan ada juga fitur untuk online shop, khusus untuk UKM yang ogah bersaing perang harga di marketplace mainstream. Aku punya beberapa toko, dan kayaknya cocok juga kalau dipasangi Simple Wordpress.

 



Tahu nggak sih, sekarang ada promo diskon 70% dan tambahan 10% dengan kode ANDHIKALADY. Yuk segera cobain promo menariknya.

Kapan ya enaknya pindahnya?

@andhikalady

Continue reading Cerita 10 Tahun Blogging Sejak 2012 - 2022