Follow Us @jenganten

Thursday, March 21, 2013

Masih tentang Garnier Lightening Peel Off Mask

March 21, 2013 25 Comments

Hai Jenganten, apa kabar? Lama nian ya, saya nggak posting. Berhubung saya ini orangnya punya kadar pede narsis tingkat akut, jadi sekalian saja saya mau bilang “Kalian pasti pada kangen kan, sama akkoh? Ngaku nggak? Ngaku!!”. #mintaditimpuk


Jadi, kalau saya tetiba lama posting di blog ini biasanya karena kemungkinan-kemungkinan ini =

1. Lagi nulis di blog yang sonoh. 2. Lagi ada kerjaan. 3. Lagi ada tugas kuliah. 4. Lagi miskin produk yang mau direview (ada yang mau nyumbang?). 5. Lagi memiliki kondisi muka yang nggak cocok dipake FOTD. 6. Lagi punya kuku yang gak oke buat NOTD. 7. Lagi males. 8. Lagi mengalami hal nomor 7. 8. Lagi mengalami hal nomor 8. 9. Dst
 


Buset banyak banget ya? Okeh, lanjut ke cerita utama. Saat ini, masih tentang cerita Masker Garnier. Sudah sebulanan ini saya rutin pakai masker-masker ini secara bergantian tiap 3 hari sekali. Masker yang GarnierSelf Heating Mask sudah pernah direview di sini. Kali ini saya mau cerita tentang Garnier Lightening Peel Off Mask.

Ini wujudnya.
Kok pakai dua-duanya? Yes, saya merasa butuh dua-duanya. Kulit saya kan tipenya berminyak dan kadang kusam. Jadi yang satu untuk menyerap minyak, satunya lagi untuk mengangkat kekusaman kulit. #maruk.

Masker ini warnanya kuning bening kental! Aromanya lemon banget. Dan ketika dioles ke muka rasanya brrrr, dingiiin! Beda dengan saudaranya yang cenderung terasa panas di kulit.

Klaim dari masker ini adalah dapat mencerahkan wajah dan menghilangkan kekusaman pada wajah. Selain itu, disebut juga bahwa masker ini dapat menghaluskan kulit wajah.
Kesan pertama merasakan sentuhan masker ini di wajah saya adalah terasa nyaman. Aromanya saja sudah memanjakan hidung, masih ditambah sejuk teksturnya di kulit. Pakai ini sambil pakai kolor longgar dan tanktop favorit, terus disambil tiduran dan dengerin lagu Pachelbel Canon Piano seraya menunggu maskernya kering itu surga!!

Gimana bentuk masker ini ketika ditampol ke muka? Meski warna dasarnya adalah kuning bening kental, ketika dipakai di muka, warnanya bukan jadi kuning, tapi cenderung bening berkilau. Tekstur ini mendadak mengingatkan saya pada mainan balon tiup yang sering dimainkan pas SD dulu. :3

 


Tunggu sekitar 15 menit atau sampai maskernya kering. Lalalala. Kemudian, setelah menunggu yang nyaman itu, sampailah kita di saat paling membahagiakan di dunia yaitu = pengelupasan masker peel off!! Kelupas perlahan dari wajah bagian bawah dan angkat ke atas. Rasakan sensasinya.

Saat-saat paling membahagiakan

Ketika masker dikelupas itu, rasanya semua sel kulit mati itu ikut terangkat bersama maskernya. Wajah seketika terasa ringan dan bersih.

Ketika masker dikelupas, kulit menjadi terasa ringan.
Saya biasanya pakai masker ini bergantian sama masker yang satunya, 3 hari sekali. Dan selama itu pula kulit saya jadi lebih terhidrasi dan minyak nggak terlalu keroyokan menghampiri muka saya.


Hasil panen kulit mati di muka. Semoga kalian tidak membayangkan ini adalah karet bekas.

Harga : Rp 12.000,00 (dua kali pakai)

Positif :
- Aroma enak.
- Sejuk dipakai.
- Cukup mengangkat kekusaman.
- Sensasi mengelupasnya itu Jeng!!

Negatif :
- Nggak ada.

@andhikalady

Wednesday, March 6, 2013

Garnier Oil Clear Self Heating Sauna Mask

March 06, 2013 16 Comments
Jadi ceritanya saya suka maskeran. Tapi untuk masker yang saya pakai kali ini adalah masker instan. Yang kalau kata iklan itu tinggal "leb". Eh, itu iklan tepung silinder rasa daging ya? Oke, saya bercanda. 

Itu karena saya suka sok membeda-bedakan jenis-jenis masker muka. Ada masker yang cara bikinnya harus diolah dulu, dicampur madu, dicampur tomat, dicampur air mawar, dan lain-lain (Mau cantik aja ribet. -____-). Tapi ada pula masker yang instan, tinggal plek plok taruhin ke muka, tunggu sebentar, bersihkan, jadi, muka seger, senang dan bahagia.

Kali ini saya mau mereview masker yang tinggal plek-plok-terus-kemasannya-dibuang berjudul Garnier Oil Clear Self Heating Mask. Masker serupa ini praktis dan higienis karena dibungkus dalam sebuah kemasan sekali pakai dengan dosis yang cukup untuk membalur seluruh muka. 

Yang mukanya terlalu lebar sampai-sampai satu bungkus masker ini nggak cukup menutup muka, yeah, kasihan deh.

Tapi tenang saja, isinya lumayan banyak kok, muka saya saja sampai ditumpuk-tumpuk untuk menghabiskan isi masker.



Maskernya bisa disobek jadi dua. Aww.
Kenapa saya bisa tertarik dengan masker ini? Karena dia mengklaim dapat mengecilkan pori-pori, dan yang paling penting, dapat mengurangi kadar minyak berlebih. Untuk muka kilang minyak macam saya tentu saja tergila-gila dengan produk yang oil reduce. Selain itu kalimat Deeply purifies pores for 7 days pada kemasan juga sangat menarik untuk dicoba.



Ada satu kata kunci lagi, yaitu Self heating sauna mask. Yang itu juga bikin saya penasaran. Bayangan aneh-aneh mulai muncul ke kepala. Apakah masker ini bikin muka saya jadi keluar asap kaya di sauna? Atau bakal bikin muka saya panas terbakar luar biasa? Dan ternyataa...

Benar sekali Jenganten! Masker ini bikin muka 'panas'!! Begitu masker ini saya oleskan ke muka, langsung nyessss, rasa hangat agak panas langsung menyelimuti wajah saya yang memang sudah dari sononya hangat ini. Ulalaa. Sensasi hangat ini hanya berlangsung beberapa detik di awal saja. Lama-lama terasa biasa saja.

Monyong
Biasanya nih, kalau masker itu kan makin lama dipakai, makin kaku dan keras di muka. Nah, kalau ini enggak. Dia tetep bertekstur clay dan tetap lembut dan hangat (ini lagi ngomongin masker apa calon istri idaman?). Pokoknya masker ini nggak dibawa-tidur-able deh (kok malah lanjut ngomongin dibawa tidur segala!!!!). Soalnya sudah pasti bakal mengotori bantal.

Aroma masker ini juga tidak mengganggu. Tetep lembut samar dan tidak begitu kentara. Cuma, yang saya agak aneh, ini masker hangat, tapi kok warnanya biru? Menurut saya, apapun yang warnanya semi kebiruan itu harusnya dingin. Hehehe. Tapi biarlah, kita kan nggak ngambil manfaat masker dari warnanya toh? Mau warnanya cokelat gelap kalau bisa bikin muka cantik ya teteub dipake saja toh?

Oke, masker sudah dicoba, terus hasilnya gimana?

Yes. Klaim bahwa masker ini mampu mengurangi minyak di wajah itu benar adanya. Lihat saja gambar di bawah ini :

Kiri = sebelum pakai masker. Kanan = setelah pakai masker
Kalau Jenganten bisa melihat dengan seksama, pasti bisa melihat, kalau wajah saya sebelah kanan (setelah pakai masker) itu minyaknya sudah berkurang banyak? Padahal, muka saya yang sebelah kiri itu sudah saya bersihkan lho, pakai milk cleanser - facial wash - toner. Ternyata masker ini ampuh banget buat mengangkat minyak di wajah yang tidak mampu diangkat oleh pembersih biasa.

Apakah mengecilkan pori-pori?

Pori-pori saya itu sudah terlanjur besar-besar dari sononya. Tapi ketika saya amati, lumayan kok. Pori-pori cukup terringkas. 

Beneran 7 hari bebas minyak?

Kata kemasan maskernya sih begitu. Tapi ketika saya baca di belakang kemasan, aturan pakai masker ini adalah dua kali seminggu, alias 3 hari sekali. Memang benar, sekitar dua-tiga hari setelah saya pakai masker, minyak saya lebih terkontrol dari biasanya. 

Harga = Rp 12.000,00 dua kali pakai.

Pakai masker dan having fun!!

Anyway, supaya para Jenganten nggak bosen lihat muka saya yang maskeran, saya mau pamer foto narsis sama Dek Bubu @arinbubi ahh....


Tetep having fun.