Follow Us @jenganten

Thursday, June 29, 2017

[Review] Loose Powder Coty Airspun Translucent Extra Coverage

June 29, 2017 8 Comments
Sebelum kita mengenal yang namanya bedak padat, two way cake, atau sejenisnya; kita telah terlebih dahulu memakai bedak tabur. Yaitu sebuah bedak untuk wajah yang berbentuk serbuk yang diwarnai seperti warna kulit. Meskipun namanya bedak tabur, secara harfiah cara pemakaian bedak ini bukanlah ditabur, melainkan ditepuk-tepuk ke kulit. Kalau ini sih kayaknya kamu-kamu sudah tahu. XD.

Bedak tabur mempunyai esensi yang hakiki dalam kesempurnaan makeup, terutama setelah pemakaian foundation. Buat saya pribadi, lebih baik lupa nggak bawa two way cake, daripada skip memakai bedak tabur. Beberapa fungsi utama bedak tabur adalah:

💅 Atasi minyak berlebih pada wajah
💅 Mengeset foundation agar tetap stay di wajah
💅 Buat baking. Ini bukanlah teknik mem-baking layaknya kue, tapi proses pengaplikasian bedak tabur dalam jumlah banyak di area bawah mata
💅 Sebagai campuran mixing foundation agar tampilan lebih matte


Coty Airspun Loose Powder
Salah satu bedak tabur favorit saya adalah Coty Airspun Loose Face Powder. Bedak ini sudah diproduksi sejak tahun 1935 dan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Sisa-sisa bentuk vintage masih terasa di desain kemasannya yang lucu, sekilas mengingatkan saya pada penari burlesque dan kipasnya. Kalau nggak tahu burlesque, silakan Googling sendiri. Huehehe.

Menjadi produk yang sudah dikenal berpuluh-puluh tahun tentunya memiliki kesan tersendiri buat dibeli. Selain kita membeli kualitas yang ditawarkan produk, juga membeli 'brand' yang sudah menjadi kepercayaan berpuluh tahun. Saya memang cukup menaruh hati pada produk-produk vintage yang masih ada sampai sekarang. Bahkan saya punya lho, bedak merek lokal yang saya beli karena desain kemasannya vintage abis.

Warna translucent
Saya memilih warna translucent dengan tujuan agar dapat digunakan secara multifungsi, ketimbang membeli bedak warna yang kebanyakan hanya cocok di warna tertentu saja. Namun sepertinya dugaan saya agak meleset, sebab warna translucent yang ada pada bedak Coty Airspun lebih mirip dengan warna pink pucat. Artinya, untuk kulit yang warna dasarnya kuning agak kesulitan memakai warna ini.

Untungnya kulit saya welcome dengan warna pink. Tetapi apa kabar dengan klien rias @jenganten yang butuh dirias? Jawaban paling umumnya sih: beli lagi yang warna kuning. Hehe.

Isi di dalam kemasan
Coty Airspun dilengkapi dengan aplikator yang bertekstur seperti kapas. Bentuknya memang sedikit mewah jika dibandingkan dengan aplikator bedak tabur biasa yang tipis dan susah dipakai. Aplikator Coty Airspun lebih tebal, lebar, dan vintage banget. Namun buat saya pribadi tetap lebih suka memakainya dengan sponge atau kuas dari luar. Misalnya pakai sponge dari Real Technique.

Baca juga: [Review] Real Technique Dual-ended Expert Sponge

Warnanya cenderung ke pink
Bedak ini isinya banyak banget, yakni ada 65 gram. Ketimbang bedak tabur pada umumnya, Coty memang nggak pelit isi. Namun buat saya pribadi yang kesulitan menghabiskan bedak, ini bakalan lama banget habisnya. Nggak tahu kapan deh pokoknya.

Bisa untuk campuran mixing foundation

Kesan saya memakai Coty Airspun:

💜 Wanginya enak dan ringan
💜 Isinya banyak, dengan harga cukup terjangkau sekitar IDR 130.000,00
💜 Kemasan vintage-nya memanjakan mata
💜 Cocok buat baking untuk profesional
💜 Hasil finishnya lembut di kulit
💜 Mampu mengeset foundation dalam jangka waktu lama (apalagi kulit saya berminyak)
💜 Tidak membuat kulit kering

💔 Kurang cocok dibawa traveling. Kemasannya gedai, Bok!

Tips Jenganten untuk memakai Coty Airspun:

💙 Nggak usah sayang banget sama bedak, pakai banyakan dikit nggak apa-apa. Lama juga kok habisnya
💙 Pakai sponge untuk hasil lebih cover. Lagi-lagi, tak usah terlalu ngeman (apa ya istilah Indonesianya?)
💙 Pakai kuas untuk hasil sheer cover
💙 Pakai aplikator bawaan bedak kalau memang kepepet banget
💙 Campurkan dengan mixing foundation kamu untuk mendapatkan hasil matte

Kondisi wajah saat memakai Coty Airspun

Jadi, apa bedak tabur favoritmu?


Thursday, June 22, 2017

[Treatment Review] Serunya Facial di Naavagreen

June 22, 2017 11 Comments

Jenganten ke Naava Green

Pada suatu hari, saya merasa wajah sedang dalam masa transisi. Komedo banyak, tapi kering. Tahu nggak, komedo dan kulit kering itu adalah kombinasi yang tidak menyenangkan. Padahal biasanya kulit saya berminyak, tapi (mungkin karena puasa) waktu itu kulit saya mendadak cracky dan kering. Oleh sebab itu, saya memutuskan untuk mencoba facial yang bisa mengangkat komedo sekaligus melembapkan.

Pilihan saya jatuh pada klinik Naavagreen yang terletak di pusat kota Jogja. Alasan saya ke sana adalah karena menurut beberapa info yang saya dapat, terapis di Naavagreen termasuk yang 'bersih' dalam mengangkat komedo, dan harganya lumayan terjangkau untuk kantung mahasiswa. Saya ke sana bareng sama Mas Rangga, yang juga ikut mencoba treatment facial di sana. Sama sekalian niat terselubung supaya dapat tukang foto. Hihi. 

Awal masuk ke klinik, kami disambut dengan aromaterapi yang harum. Sepertinya memang sengaja memakai wewangian ruangan yang menenangkan. Siapa sih yang nggak suka, menjelang perawatan, kita disuguhi aroma-aroma yang harum?

Suasana ruang pendaftaran, serba hijau!

Setelah mendaftarkan diri, kami langsung diberikan kartu sementara dan menunggu dipanggil dokter. Waktu itu klinik sedang tidak begitu ramai sehingga kami langsung dipersilakan ke ruangan dokter untuk konsultasi. Dokternya menganalisis kulit kami untuk kemudian diberikan rekomendasi perawatan facial yang sesuai untuk kulit. Untuk saya diberikan facial serum anti acne, dan untuk rekan saya diberikan serum pencerah kulit. Kalau dari jenis komedo yang saya punya, itu berpotensi untuk menimbulkan jerawat; begitu kata dokter Naavagreen.

ruangan facial
Kemudian kami masuk ke ruangan treatment masing-masing. Tenang saja, ruangan untuk cowok dibedakan kok. Secara, kalau cewek mau di-facial, biasanya dikasih kain seujung dada untuk kembenan selama proses facial berlangsung. Kondisi seperti ini tentunya nggak pengen kan, ada cowok lihat?

Proses facial yang dilakukan di Naavagreen sedikit berbeda dari klinik lain. Urutannya adalah sebagai berikut:

1. Wajah dibersihkan terlebih dulu menggunakan facial wash.

2. Dilakukan pemijatan dan totok wajah sampai ke bagian dada, leher, dan lengan. Bagian inilah yang menurut saya terbaik, karena kita dibuat rileks dan nyaman sambil dipijat-pijat. Khusus untuk cowok, pemijatan hanya dilakukan sebatas leher saja. Oh iya, di Naavagreen, pijatnya nggak pelit lho, ada sekitar 20 menitan.

3. Jika pada umumnya sebelum facial dilakukan penguapan terlebih dulu, di Naavagreen nggak pakai uap-uapan. Mereka menggunakan vacum kulit yang digunakan untuk mengangkat komedo atau minyak lapisan atas. Bentuknya kurang lebih seperti ini:

alat vakum
Di alat itu, terserap banyak komedo dan sel kulit mati. Katanya sih untuk mempermudah proses ekstraksi komedo manual yang dilakukan setelahnya.

4. Barulah dilakukan proses yang paling menyakitkan yaitu ekstraksi komedo. Atau dalam bahasa awam bisa juga disebut pemencetan tanpa ampun. Saya nggak akan menyoroti soal rasa sakitnya, sebab menurut saya di mana-mana proses facial itu pasti menyisakan rasa sedikit perih di kulit. Di Naavagreen, Mbak-mbak terapisnya teliti dan bersih dalam menggali dan mengangkat komedo di wajah saya.
Sepanjang proses ekstraksi, saya juga dibolehkan memegang cermin untuk memastikan proses pemencetan benar-benar bersih. Mbak terapisnya nggak menolak saran kok. Jadi misal kita merasa belum bersih, bisa minta untuk dipencetin lagi.

5. Bagian setelah ekstraksi komedo adalah aplikasi serum. Saya memakai serum anti acne, dan kemudian ditimpa semacam alat beraliran listrik yang membantu serum cepat meresap. Alat-alat di Naavagreen diciptakan dengan teknologi tinggi sehingga aman dan diklaim punya efek yang bagus di kulit.

alat facial. Serba modern
6. Setelah pengaplikasian serum, dioleskan krim anti iritasi untuk kulit yang lelah setelah proses facial. Namanya facial, pastinya ada bagian kulit yang kena iritasi sehingga perlu diberikan relaxant. Krim ini membuat wajah saya lebih licin dan memantulkan cahaya.

Proses facial dilakukan kurang lebih 1,5-2 jam tergantung tingkat kepadatan komedo yang perlu diekstraksi. Di bawah ini adalah foto sebelum dan sesudah facial.

Sebelum dan sesudah
Foto kiri: kondisi sebelum facial. Saya sengaja tidak pakai makeup (karena percuma juga nanti bakalan dihapus sama Mbak terapis). Kantung mata kelihatan, kulit pori-pori besar, dan terlihat kusam akibat komedo.

Foto kanan: kondisi setelah facial. Terlihat lebih cerah, lebih licin, lebih halus, pori-pori tambah besar (karena habis diekstraksi), dan wajah terasa lebih ringan dirasa.

Soal pori-pori besar, setelah berjalan satu hari setelah facial, pori-pori saya kembali ke bentuk semula. Jadiii, jika setelah facial kamu merasa pori-pori jadi besar, percayalah itu hal yang fana.

Secara keseluruhan, saya menikmati proses perawatan kulit yang ada di Naavagreen. Selain facial serum, ada pula treatment facial biasa, microdermabrasi, micropeeling, biolight, dan masih banyak lagi. Konsultasikan ke dokter di klinik Naavagreen dahulu untuk mengetahui rekomendasi apa yang cocok di kulitmu.

kantor Naava Green
Untuk kamu yang berminat untuk lebih merawat kulit, Naavagreen bisa menjadi rekomendasi untukmu. Temukan alamat klinik terdekat dengan kamu di sini.



Thursday, June 15, 2017

[Tutorial] Resep Mixing Foundation Racikan Para MUA. Inilah Rahasianya

June 15, 2017 3 Comments
Ketahuilah, bahwa tidak ada satupun foundation yang sempurna. Kalaupun ada, itu jarang banget dan harganya pun selangit. Sejauh saya me-review foundation, belum ada satupun yang memenuhi harapan saya untuk sebuah alas makeup ideal: cover, awet, tidak cakey, tidak oxy, mudah diblend, menempel sempurna di kulit, serta memberikan hasil natural.

Bagaimana cara meraciknya?
Belum lagi saat harus mengaplikasikan foundation untuk tipe wajah yang berbeda-beda saat merias orang lain. Kulit klien tentu tidak bisa disamakan dengan kulit kita. Pun juga soal kebutuhan kulit yang berbeda-beda. 

Solusi untuk kebutuhan ini adalah membuat mixing foundation versi sendiri. Para MUA biasanya punya ramuan sendiri-sendiri untuk menciptakan formula foundation yang paling disukai untuk merias klien. Nggak hanya itu, buat yang bukan MUA saja kadang masih perlu mencampur foundation yang dirasa paling cocok untuk kulit wajah.

Bagaimana caranya meracik foundation? Kali ini saya ingin bagi buat kalian semua. Semoga berguna yah.

1. Formula dasar: liquid foundation + cream foundation

liquid + cream

Ini adalah formula dasar mixing foundation yang paliiiing sederhana. Yakni menggabungkan foundation berbentuk liquid dan cream bersamaan. Biasanya foundie cait punya karakter yang sheer dan kurang cover. Sementara foundie cream sifatnya kadang terlalu susah diblend. Oleh karena itu, kombinasi foundie liquid + cream adalah solusi terbaik.

Saya pernah coba untuk foundie Ultima liquid dan Ultima cream. Hasilnya lebih baik daripada memakainya sendiri-sendiri.

Baca juga:

[Review] Ultima II Wonderwear Liquid Foundation

[Review] Ultima II Wonderwear Pressed Powder

2. Untuk hasil lebih matte: liquid + cream foundi + bedak tabur translucent

+ bedak tabur

Merasa racikan foundation kamu kurang nampol dan kurang matte? Tambahkan bedak tabur translucent (untuk menghindari perubahan warna) agar tekstur foundation kamu semakin padat dan mudah menempel ke kulit. Racikan ini juga pas banget dipakaikan pada kulit perawatan, yang mana kondisi kulitnya cenderung licin, agak kemerahan, dan susah ditempeli foundation.

Di sini saya memakai Coty Airspun loose powder.

3. Untuk hasil glowing dan foto-ready: liquid + cream foundation + shimmer gold


+ shimmer

Ingin kulitmu lebih terlihat glow dan seolah memancarkan cahaya? Gunakan tambahan shimmer atau glitter warna gold untuk kesan hangat. Kombinasi ini akan menghasilkan foundation yang glowy dan jika difoto jadi cantiiik banget. Cocok untuk makeup fotografi. Cobain deh. Semakin banyak jumlah glitter yang kamu pakai, semakin blink-blink juga kulit kamu.

Di sini saya memakai City Color Sparkle & Shine Loose Glitter.

4. Foundation kurang 'hangat'? Tambahkan warna pink dari concealer. Racikan ini juga bisa dipakai untuk merias kulit yang kusam dan ingin terlihat lebih cerah

untuk yang kurang hangat
Tahukah kamu, sebagai MUA, sebetulnya nggak perlu punya segala macam warna dan merek foundation (kalau bisa punya, lebih baik). Triknya adalah dengan mencampur beberapa warna foundation untuk mendapatkan racikan yang pas. Jika kebetulan kulit klien itu sedikit kusam, bisa ditambahkan pigmen warna ungu atau pink dari concealer corrector. Atau saking kepaksanya, kamu bisa pula memakai eyeshadow matte dengan warna sama.

Begitu pula jika foundie kamu terlalu terang atau gelap. Tinggal campur saja dengan pigmen terang atau gelap. Selesai. :D

5. Foundation kurang 'dingin'? Tambahkan cream warna tosca dari concealer. Racikan ini juga bisa dipakai untuk merias kulit kemerahan/iritasi

untuk kulit kemerahan
Trik berikutnya adalah untuk kulit yang cenderung kemerahan. Kulit kemerahan bisa disebabkan karena iritasi atau terlalu sensitif akibat paparan sinar matahari. Untuk mengatasinya, kamu bisa campurkan foundation kamu dengan pigmen kehijauan, misalnya di corrector concealer, atau menggunakan eyeshadow matte warna kehijauan. Ingat ya, harus yang matte. Sebab, kalau menggunakan yang ber-shimmer, nanti akan mengubah tekstur dari foundation itu sendiri.

Baca juga:

Nah, untuk membuat ramuan mixing foundation, tentunya kamu butuh alat yang namanya palet dan spatula khusus makeup. Dengannya, kamu bisa campur-campur foundation suka-suka untuk menemukan racikan favoritmu. Kamu bisa mendapatkan palet mixing ini di @paletapia  . Selain menyediakan aneka palet dan spatula foundation@paletapia juga bisa membuat palet custom dengan bentuk sesukamu.

Set palet dan spatula dengan gravir nama
Bonusnya, kamu juga bisa pesan cetak namamu sendiri di palet itu. Waa, kalau begini sih rasanya jadi makin rajin mencari racikan foundation terbaik ya? Secara ada sentuhan pribadinya di situ.

Ingin jadi MUA handal, harus punya tools yang handal dan berkualitas juga dong. Yuk cus ke @paletapia!

Paletapia mixing foundation

@andhikalady

Monday, June 12, 2017

[FOTD] Makeup Lebaran Blue Frost Eye Makeup Bareng Face 2 Face

June 12, 2017 4 Comments
Buat yang gemar menilik kosmetik kekinian, mungkin sudah nggak asing lagi dengan merek Face 2 Face. Ya, produk ini memang sedang cukup naik daun di kancah perdandanan Tanah Air. Dari namanya, sekilas mungkin kamu berasa familiar dengan nama Face on Face (punya Rohto), tetapi ternyata Face 2 Face dan Face on Face adalah dua merek yang sama sekali berbeda lho!

Face 2 Face, atau disingkat f2f adalah kosmetik Indonesia yang bersegmen pada pasar remaja dengan menjual banyak aneka kosmetik yang lucu-lucu khas anak muda. Harganya juga terjangkau banget untuk ukuran uang saku anak kuliahan bahkan SMA-an. Lipstik, eyeshadow, dan blush on f2f, masing-masing dapat dibeli sekitar lima puluh ribu rupiah.

Meskipun harganya terjangkau dan segmen pasarnya remaja, tetapi produk ini layak diperhitungan lho. Banyak yang merupakan favorit saya, salah duanya adalah eyeliner biru dan lipstik matte-nya.

Berdasarkan produk f2f yang lucu bin unyu ini, saya mencoba membuat look hari raya dengan tema #teamrendang dengan penekanan pada makeup bold. Inilah hasilnya:

Blue frost

Fokus dari riasan ini adalah bagian mata dibuat dramatis cat-eye, dan memberikan sentuhan biasa di bagian wajah lainnya seperti bibir dan permukaan pipi. Dari sini kelihatan banget bahwa eyeliner warna biru punya f2f cetar sekali saat digunakan. Saya menggunakan bantuan selotip untuk membuat garis lurus di tepi mata bagian luar. Eyeliner biru punya f2f  nyata telah dapat digunakan membentuk garis yang tegas dan presisi untuk menciptakan look cat eye.

tampak dekat

Untuk menambah kesan fierce, saya menambahkan eyeshadow warna putih tulang dan glitter warna silver. Alis dibiarkan alami dengan warna cokelat natural. Tidak lupa menambahkan bulu mata untuk mempertegas garis mata. 

Terus terang, saya baru sekali ini mencoba teknik penggunaan selotip untuk membentuk cat-eye, tetapi buat saya sendiri, hasilnya sudah cukup memuaskan. Secara instan, saya langsung suka dengen eyeliner biru f2f punya.

tampak dekat lagi

Selain eyeliner biru, saya juga mereview beberapa produk f2f sebagai berikut:

Whitening BB Cream Beige


BB Cream ini cenderung lebih gelap dari warna kulit saya, alhasil saya mencampurnya dengan foundation lain yang lebih terang. Mungkin saya perlu mencoba shade lain yang lebih cocok di kulit saya. Namun untuk segi tekstur dan ketahanan, menurut saya hampir sama dengan umumnya BB Cream. 

Blush on Silky Smooth 'Orange After Glow'


Saya sengaja memilih yang warna orange karena alasan sederhana banget: saya nggak punya blusher orange. XD. Seperti namanya, blush on ini memang lembut digunakan. Dia punya pigmen yang cukup untuk memberi rona pada pipi tanpa terkesan berlebihan. Blusn on ini dilengkapi sebuah kuas mini yang untuk ukuran blush on sangat kecil sekali. Saya memilih untuk memakai blusher dengan kuas yang lebih besar.

Smooth Eye Shadow 'Pink Romance'

Eyeshadow ini terdiri dari tiga warna: pink, ungu dan peach. Kesemuanya mengandung shimmer dengan tekstur yang cukup pigmented. Sayangnya dalam look ini saya tidak memakai eyeshadow ini karena tidak menemukan warna biru yang sekiranya pas dipasangkan dengan eyeliner biru.



Xoxo Lipstick Matte 'Hazelnut'

Saya suka banget lipstik ini, karena bentuknya kecil, travel friendly, dan hasilnya mengejutkan! Saya kira lipstik ini akan terkesan biasa saja, tetapi tekstur matte-nya jadi banget. Sudah begitu, di bibir jatuhnya bisa menyatu dan alami. Saya malah jadi ingin beli lagi warna lain untuk melengkapi kotak makeup saya. 

rangkaian produk f2f

Akhir kata, tampilan saya keseluruhan adalah seperti ini:

Mohon maaf lahir batin!

Produk f2f yang saya gunakan:
- Blue liquid eyeliner
- XOXO Lipstick
- Blush on Orange after glow
- BB Cream Beige (dicampur dengan foundation yang lebih terang)

Jadi, sudah siap menyongsong Lebaran dengan produk dari f2f? Belinya bisa di sini lho.

Hidup #teamrendang !

@andhikalady

Wednesday, June 7, 2017

[Review] Real Technique Dual-ended Expert Sponge

June 07, 2017 2 Comments
Untuk mendapatkan makeup yang flawless, kita butuh lebih dari sekadar jari untuk meratakan foundation. Percaya deh, hasil makeup dengan dan tanpa alat bantu itu sangat berbeda. Malahan, saking terbiasanya pakai alat bantu (semisal kuas atau sponge), saya kerap memilih nggak pakai foundation/BB cream sama sekali jika tidak pakai alat.

Apalagi kalau sudah mulai berurusan dengan dandan-mendandani orang lain. Di mana kita dituntut untuk lebih 'clean' dalam mengaplikasikan makeup ke wajah klien, tentunya alat bantu seperti kuas dan sponge mutlak diperlukan.

RT Sponge Dual-ended

Perkara menghasilkan makeup tampilan flawless belum selesai saat menghadapi dilema soal sponge mana yang cocok dan mudah dipakai di kulit. Saya sudah beberapa kali mencoba sponge mulai dari yang unbranded hingga yang harganya lumayan. Kesemuanya menghasilkan satu kesimpulan: yang punya brand terkenal cenderung lebih enak digunakan. Menurut saya, daripada membeli sponge dengan harga murah tetapi hasilnya so-so, mendingan investasi sedikit untuk membeli yang lebih terpercaya.

Kali ini saya ingin share review soal sponge dari Real Technique, berjudul Dual-ended Expert Sponge. Untuk menyingkat, selanjutnya disebut dengan sponge RT saja. Sponge ini harganya sekitar separuh dari harga Beauty Blender; si sponge yang legend itu.

Seperti apa kualitas sponge RT ini? Yuk simak.

Kemasan tampak luar

Saya sengaja membeli sponge yang dirancang untuk makeup yang coverage. Kenapa? Karena sponge ini memang saya niatkan untuk merias klien, sehingga makeup yang cover dan awet lebih disukai.

Sponge ini terdiri dari dua warna yang lucu, yang bikin siapapun yang memandang jadi ingin membawa pulang. Sisi bagian orange berbentuk agak papak di ujungnya; ini untuk memudahkan pengaplikasian foundation. Lalu sisi bagian pink digunakan untuk meratakan contour, highlight, dan blush on. Pokoknya dalam satu produk, sudah ada paket lengkapnya.

Jika kebanyakan sponge boleh digunakan dalam keadaan basah dan moist, produk sponge RT ini disarankan untuk digunakan kering. Namun meskipun begitu, saya tetap gunakan ini dalam keadaan basah sesekali.

kemasan tampak di baliknya

Kesan memakai sponge RT:

Sponge ini cenderung cukup keras saat dipakai kering. Sehingga untuk membuatnya menjadi empuk, saya kerap tambahkan semprotan air sedikit. Hasil makeup terlihat lebih halus dan pori-pori lebih tertutupi daripada menggunakan tangan. 

Jika dibandingkan dengan Beauty Blender, sponge RT masih kalah empuk dan fluffy. Sepertinya dalam hal ini 'ada harga, ada rupa'.

Perbedaan warna dalam sponge ini memang dibuat untuk kepentingan yang berbeda, namun sampai sekarang saya masih belum menemukan perbedaannya dari segi tekstur dan kepadatan. Jadi saya masih mikir ini hanya sponge sama yang diberi warna berbeda. Ini menurut saya lho.

Menurut label pada kemasan, gantilah sponge selama 1-3 bulan sekali. Namun bagi saya, selama sponge tersebut masih layak pakai semisal jarang digunakan dan sering dibersihkan, umur sponge akan lebih tahan lama.


dua warna

Siapa yang sebaiknya memiliki sponge ini:

- Kamu yang ingin hasil makeup yang coverage. Imbangi dengan foundation yang juga cover ya.
- Makeup artist yang ingin mencoba-coba sponge bermerek (karena Beauty Blender itu lebih mahal)
- Korban lapar mata melihat kombinasi warna orange-pink yang menggoda. Kalau begini saya tak bisa komentar apa-apa. XD

Jadi, apakah kamu tertarik menambah koleksi sponge RT di pouch makeup kamu?

@andhika lady maharsi