Sunday, September 20, 2020

, , ,

Makanan Solid Pertama untuk Anak umur Satu Tahun

Persoalan gizi anak, buat saya bukanlah hal yang main-main dan bisa dilakukan sembarangan. Apalagi di saat fase emas pertumbuhan anak, yaitu di 1000 hari pertama kehidupan. Kalau dikalkulasikan hitungan tahun yaitu semenjak janin di dalam kandungan hingga bayi berusia 2 tahun. Sekitar 70% pertumbuhan organ terjadi pada masa golden ini. Sisanya bertahap hingga anak berusia 18 tahun. 

Karena sebagian besar pertumbuhan 'diborong' saat bayi hingga toddler, maka dari itulah pemberian gizi optimal sangatlah super duper-duper penting. Salah sedikit, bisa gagal tumbuh hingga stunting. Saya nggak mau anak saya lambat tumbuh apalagi lamban belajar. Untungnya sekarang lebih banyak ibu-ibu yang lebih aware terhadap gizi anak dibanding ibu-ibu generasi terdahulu.

Masih ingatkah dulu di zaman ibu-ibu kita yang bilang "anak jangan dikasih santan, nanti diare"; "bayi 3 bulan dikasih makan saja pakai pisang diulek biar kenyang"; dan "jangan dikasih minyak mentah atuh"? Padahal bayi 3 bulan diwajibkan hanya minum ASI saja. Kemudian santan dan minyak justru memiliki kandungan lemak yang baik untuk nutrisi otak dan menambah berat bayi. 

Umur satu tahun adalah saat ideal untuk masa transisi makanan bayi menuju makanan dewasa. Pasalnya gigi sudah mulai tumbuh dan selera bayi semakin beragam. Anak saya contohnya, dia sudah mulai bosan dengan aneka bubur-buburan. Alhasil saya kerapkali memasakkan makanan yang mirip dengan makanan orang dewasa dengan sedikit modifikasi. Apa saja contohnya? Yuk mari disimak.

Cake tinggi kalori




Saat BB anak stuck, maka makanan yang direkomendasikan adalah yang memiliki kalori tinggi. Semisal telur, santan dan aneka produk susu. Cake sederhana tinggi kalori ini saya buat dari bahan roti tawar, telur, keju, susu, mentega dan santan. Mix it up, kemudian dikukus. Jadi deh.


Pudding



Adakalanya bayi bosan makan buah-buahan segar. Solusi terbaiknya ya diolah saja jadi pudding. Bahannya mudah sekali, pakai agar plain, buah, santan, telur dan susu. Wow, kalorinya combo! Niscaya bayi jadi mudah makan dan makin suka buah-buahan. 


Nasi/jagung santan



Nasi santan ini juga tinggi kalori lho, untuk menambah BB anak lumayan ampuh. Cita rasanya mirip dengan nasi uduk atau nasi kuning yang biasa kita makan. Cuma, kalau untuk bayi teksturnya dibuat lebih lembik. Caranya mudah banget, tinggal rebus beras dengan air sampai setengah matang, lalu tambahkan santan dan bumbu sederhana (bawang putih, bawang merah, daun salam dan garam). Tunggu sampai matang dan sajikan bersama lauk pauk.


Mie Instan



Hah, mie instant untuk makanan bayi? Apa nggak salah, kan banyak micinnya, kan nggak sehat, bla bla bla. Nah, untuk kegalauan ini, saya udah nggak khawatir lagi nih, soalnya sudah ada mie instant sehat Lemonilo yang bebas micin aman untuk konsumsi keluarga Indonesia. Jadi sah-sah aja buat memberikan Lemonilo kepada anak-anak. Mau buktinya? Ini Rafathar aja enjoy makan mie Lemonilo.


Hihi, lucu banget kan aktifitasnya. Kalau kamu perhatikan, semua properti keluarga Rans itu pake foto/gambar yang sama bahkan kertas kadonya juga. Seru kali ya punya keluarga kompak seperti ini. Apalagi makanannya juga yang sehat seperti Lemonilo. Mahal sedikit, manfaat lebih banyak.

Nah, untukmu yang mau mencari info lebih banyak tentang hidup sehat ala Lemonilo, kamu bisa kunjungi channel Youtubenya di sini.

@andhikalady
Continue reading Makanan Solid Pertama untuk Anak umur Satu Tahun

Sunday, September 13, 2020

, , , ,

Pengalaman Menghadapi GTM Anak & Resep MPASI Andalan

Agaknya setiap Ibu pernah mengalami menghadapi fase GTM (Gerakan Tutup Mulut) pada bayinya. Kabarnya perilaku ini mulai terlihat saat si anak mulai memasuki usia 9 bulan saat dia sudah mengerti makanan yang disukai dan yang tidak. Berbeda dengan saat usia 6-7 bulan, bayi cenderung pasrah dan menerima apa saja yang kita berikan, bukan begitu Bun? 

Lalu hempasan gelombang GTM mulai beraksi. Ibu kerapkali dibikin kalang kabut.

Bayi 9 bulan cenderung sudah punya consent terhadap apa saja yang dia makan. Atau dalam istilah lain, sudah mulai menjadi picky eater. Adakalanya suka banget sama makanan ini, tapi sama sekali nggak mau makan yang itu. Berbagai jurus 'menolak' makanan juga secara ajaib sudah bermunculan. Entah itu dilepeh, disembur, menangkis, geleng-geleng, dan memalingkan muka. Padahal kita juga nggak ngajarin ya nggak?

Linam juga termasuk yang mengalami fase GTM, terutama saat giginya mulai tumbuh. Alhasil tekstur makanannya naik turun menyesuaikan selera dia. Lambat laun, saya dan Linam kelak menemukan menu andalan yang susah ia tolak. Baik saat GTM maupun tidak. Sampai sekarang, menu ini menjadi hidangan SOS kala Linam tidak mau makan.

1. Tim Telur Kentang

Ini gampang banget bikinnya. Kamu cukup siapkan telur 1 butir, kentang 1 butir, penyedap rasa alami (bawang putih), daun bawang, sedikit minyak dan air. Taraaa, jadilah tim telur nikmat kesukaan Linam. Untuk resepnya begini: 




2. Bihun Telur

Alternatif GTM lain, terutama saat Linam nggak doyan makan nasi adalah dibuatkan bihun. Bihunnya dihancurkan dulu sebelum dimasak supaya anak nggak kesulitan mengunyahnya. Ini Linam suka banget lho, malahan sering minta nambah. Supaya lebih MPASI friendly, saya masaknya ditambahkan air yang lumayan banyak supaya Linam nggak keselak.






Itulah dua resep mudah yang kerapkali saya terapkan saat Linam sedang GTM. Bahan-bahannya juga mudah dicari di sekitar kita. Prinsip saya, MPASI itu sebaiknya memang disesuaikan dengan kebiasaan makan keluarga, dengan aneka bahan makanan bergizi yang mudah & murah didapat di sekitar. Sesekali boleh lah kita berikan makanan rekreatif, asalkan pembiasaan makanan bergizi tetap dimulai dari kecil.

Selamat mencoba,

#menjadiibuterasalebihmudah

@andhikalady




 

Continue reading Pengalaman Menghadapi GTM Anak & Resep MPASI Andalan

Wednesday, September 2, 2020

, , , , , ,

Tips Makeup Glowing ala MUA untuk Mature Skin / Ibu Pengantin

Mungkin ada yang bertanya-tanya, bagaimana sih caranya memoles wajah usia senior yang apik dan terlihat lebih muda dan fresh? Makeup apa yang digunakan, teknik apa yang diaplikasikan, termasuk bagaimana menata hijab/hairdo yang cocok supaya beliau si ibu pengantin tetap terlihat manglingi dan bercahaya saat di pelaminan. Tak kalah dari putri/menantunya pokoknya.

Tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri sebagai yang punya gawe -- mengingat banyak yang justru pemangku utama di acara pengantin adalah orang tua mempelai -- untuk tampil cantik di hadapan teman lama, rekan kerja, maupun komunitas yang datang kondangan. Ingat, tak hanya manten saja yang ingin mencuri perhatian, sang Ibu dan Ibu Besan juga ingin tampil keren juga dong, meski usia tak lagi muda.

Itulah saat di mana skill MUA teruji. Merias kulit usia muda umumnya bukan masalah, tekstur kulit masih bagus dan lembap. Tetapi jika dihadapkan pada kulit teman kita yang sudah senior, di mana kelembapan kulit sudah mulai berkurang, maka diperlukan trik khusus supaya makeup tetap terlihat segar tanpa terkesan berlebihan.


Ilustrasi. Makeup by @jenganten


This is what Jenganten do to create fresh look for mature skin:

Awali dengan skincare yang super melembapkan.

Sebagian besar tentang makeup mature skin 80% nya adalah complexion dan complexion. Aku akan happy banget kalau bisa membuat kulit dewasa terlihat mentul-mentul lembap dan terkesan lebih kencang dari aslinya. Menurut saya, sebagus apapun dekoratif makeup-nya, kalau complexion nggak oke, ya bakal kurang juga kelihatannya.

Nah, perkara complexion ini, kulit dewasa memang cenderung lebih tricky. Pasalnya kondisi kulit umumnya sudah mulai kehilangan kelembapan alaminya. Kalau langsung dipaksa dipakaikan bedak/foundation, yang terjadi adalah makeup mudah crack, nggak awet, dan luntur di sana-sini. Solusinya apa? Ya kita prep dulu kulitnya supaya lebih lembap dan siap menerima produk makeup. Ibarat tanah, kita siram dulu pakai air baru bisa ditanami.


Oleh karena itu saya melakukan prep wajah dengan layer-layer produk yang melembapkan. Misal serum, spray, dan pelembap yang mampu mengunci kadar air di kulit. Pertama-tama, saya semprotkan face mist, tunggu sampai kering. Kemudian lapisi dengan serum yang melembapkan. Dilanjut dengan moisturizer, baru dilapis dengan primer. 

Dengan skincare berlapis-lapis ini, insyaAllah makeup juga akan lebih mudah menempel dan lebih awet.


Hindari primer matte

Ilustrasi Kim Hee Ae. Makeup bukan oleh Jenganten



Primer matte hanya untuk kulit muda yang cenderung berminyak. Untuk kulit dewasa sebaiknya pilih primer yang menghaluskan dan bukan silicon based. Look yang kian digemari akhir-akhir ini adalah tampilan wajah glow sehat ala Kim Hee Ae. Meski kita semua tahu skincare dia bernilai puluhan juta, namun setidaknya look glowing beliau masih bisa sedikit diimitasi dengan pemakaian produk makeup yang memadai.


Tidak perlu konturing berlebihan, atau akan membuat terlihat semakin tua

Maia



Kebanyakan kesalahan dalam makeup dewasa adalah terlalu banyak kontur dan blusher. Please, this is soo 90ish. Sekarang zaman Maia Estianty, bukan makeup jaman old. Keep it simple, right? Dan percaya atau enggak, penambahan blushon berlebih justru membuat wajah makin terlihat fake. Sebaiknya terapkan bronzer atau blush dengan warna lebih kalem.

Setelah itu, berikan highliter di tempat yang seharusnya terlihat glowing. Misal: ujung hidung, dagu, dan pipi. Tips: minta client untuk tersenyum maksimal, lalu bubuhkan hiliter tepat di puncak pipi. Ini akan membuat tampilan lebih fresh dan terkesan awet muda.

Itulah beberapa tips makeup mature skin yang selama ini saya praktikkan dan berhasil sebagaimana wajarnya. Ini tidak hanya buat MUA saja, kalau kamu ingin terlihat lebih muda dari usia sebetulnya juga bisa praktikkan tips ini. Semoga berhasil.

@andhikalady
Salam,
@jenganten MUA



Continue reading Tips Makeup Glowing ala MUA untuk Mature Skin / Ibu Pengantin

Sunday, August 2, 2020

, ,

Lemonilo Perkenalkan Brand Ambassador Baru, The Baldys

Datangnya merek Lemonilo di kancah penganan sehat nasional tentunya memberikan nafas baru. Brand yang terkenal dengan produk mie instan sehat yang diklaim tidak mengandung MSG ini nyatanya mampu membangkitkan gairah lidah masyarakat luas, ya termasuk saya ini. Sewaktu saya hamil hingga menyusui, kalau ngidam mie instan, pilihannya ya ke Lemonilo. 

Nah baru-baru ini, Lemonilo telah resmi mengenalkan brand ambassador mereka yaitu keluarga The Baldys. Yeyy, tepuk tangan!

Buat yang rajin berselancar di Youtube dan kerap menyukai tema vlog keluarga, pastinya kenal dengan mereka. Adalah seorang ayah, Baldy Mulia Putra, istinya Nola 'Bee3', dan ketiga anaknya yang enerjik dan berprestasi. Sulit untuk membayangkan ambassador yang lebih tepat selain ini. Materi yang mereka sajikan di Youtube banyak yang edukatif dan menjadi inspirasi para keluarga di Indonesia.

Misalnya ini nih, konten tentang suntik untuk vaksin TB anak. 


Di situ si kecil Neona tak bisa menahan tangisnya saat akan disuntik. Hihi lucu pokoknya. Padahal disuntik itu kan wajib ya supaya vaksin bisa terlaksana. Nah para Ibu-ibu dan Bapak-bapak, merasa related nggak nih saat mengajak anak (yang sudah paham) untuk imunisasi? Tips dari The Baldys bisa kamu tiru nih, yaitu mengajak anak bercanda sekaligus mengajak dokter untuk turut berperan menjelaskan kegunaan imunisasi untuk tubuh. Anak sehat tervaksin, ilmu juga nambah. Sempurna kan.

Kenapa the Baldys?


Keluarga ini mulai terkenal sejak pertama tampil di Dongeng Naura 2 saat 2018 silam. Semenjak itu, The Baldys mulai merambah Youtube dan mengeluarkan single 'Dunia Kita Penuh Cinta' dan disambut positif oleh kalangan keluarga di Indonesia.

Melihat keselarasan ini, Lemonilo ingin mengampayenya hidup sehat yang dapat dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga di rumah. Diharapkan dengan kolaborasi ini, costumer Lemonilo dapat memulai hidup sehat sesuai dengan keluarga idola mereka. 

Proses kolaborasi ini dilakukan saat konferensi pers pada tanggal 28 Juli 2020 melalui Zoom meeting. Turut hadir pula founder Lemonilo, Johannes Ardiant (Chief Product & Technology), Ronald Wijaya (Co-CEO) dan Shinta Nurfauzia (Co-CEO).

Menurut Shinta, “Lemonilo sangat senang dapat berkolaborasi dengan keluarga The Baldys. Keluarga ini memiliki misi yang selaras dengan Lemonilo sebagai brand yang ingin membuat gaya hidup sehat bisa diakses oleh siapa saja dan menjadikan hidup sehat sebagai sesuatu yang normal.”




Lemonilo sendiri sebagai pelaku brand healty lifestyle consumer goods telah berinovasi mengeluarkan lebih dari 40 varian produk makanan sehat dan alami dengan harga yang terjangkau. Saya selain mengonsumsi mie instannya yang ini:

Lemonilo mi rasa mie goreng


Juga suka banget dengan kopi cold brew yang ini:

Rasanya enak banget, mirip sama kopi yang dijual di kafe-kafe tetapi dengan harga lebih miring. Saya baru ngincip sedikit udah nagih rasanya. Baru tahu kan, kalau Lemonilo ngeluarin produk ini? Padahal enak banget lho.

Akhir kata, saya menyambut senang hadirnya Lemonilo di Indonesia, juga kolaborasi apiknya bersama The Baldys. Abis ini langsung rebus Lemonilo deh.


Continue reading Lemonilo Perkenalkan Brand Ambassador Baru, The Baldys

Thursday, June 18, 2020

, , ,

Frugal Living Selama Pandemi dan Hitungan Penghematannya (part 2)

Setelah kelar di artikel sebelumnya tentang Frugal Living, di sini lanjutannya. Sebelumnya saya sudah membahas trik hidup frugal dari segi sandang, alias pakaian. Dan di sini akan dibahas lebih lanjut bagaimana trik penghematan dari sisi pangan, papan, pendidikan, sekaligus hitungannya.

Baca sampai habis yaa..

Pangan

Baik pandemi atau tidak, pasti semua sepakat bahwa faktor pangan mengambil porsi besar dalam pengeluaran sehari-hari. Bagaimana tidak, dalam sehari setidaknya makan 3x, belum minuman, belum jajan, dan susu anak kalau dia minum susu. Kita juga pasti sepakat, bahwa dalam urusan apapun, makan tak boleh ketinggalan. Gizi anak juga tidak boleh terlewat apalagi di 1000 hari pertama kehidupan.

1. Masak setiap hari

Pandemi ini seakan membuat saya 'terpaksa' harus masak setiap hari di rumah. Bagaimana tidak, banyak restoran yang tutup dan mau keluar rumah kok was-was terpapar virus. Berkat ini, saya jadi bisa menguasai berbagai macam jenis masakan. Dari yang tadinya jiper dengan sambel tumpang, sekarang saya bisa memasaknya. Puncaknya adalah saat perayaan Idul Fitri kemarin, saya berhasil memasak satu set opor ayam + sambal goreng ati untuk dimakan bertiga di rumah. Mungkin buat orang-orang eh apaan sih cuma masak opor doang. Tapi percayalah, buat saya ini adalah pencapaian luar biasa. 

FYI sebelum punya anak, saya orangnya lebih suka jajan ketimbang masak sendiri. Gas 12kg bisa baru habis setelah 3-4 bulan. Sekarang? 1,5 bulan aja udah cengep-cengep. Mungkin di sinilah hikmahnya, saya jadi makin kreatif mengolah apa saja yang ada di kulkas. Cuma ada wortel dan kol, ziing, bisa berubah menjadi bakwan.


2. Menurunkan kualitas minyak goreng

Hal sesederhana minyak goreng yang selisih cuma seribu-dua ribu ternyata pengaruh banget lho. Biasanya saya pakai minyak merk B yang spesial, sekarang mesti legowo dengan merk S, F, F, ataupun H. Kalau dipikir-pikir rasanya sama aja kok, yang penting penggunaannya bijak ya. Jangan dipakai berkali-kali. Apalagi masak untuk bayi, jangan yaa.


3. Beli satu peti telur alih-alih beli kiloan

Ini berguna jika belinya rame-rame. Caranya adalah cari supplier telur dari pusatnya, beli 1 peti isi 15kg, lalu ambil secukupnya misal 2-3 kg, sisanya lalu dijual kembali.


4. Mengganti gas 12kg dengan gas melon

Karena kebetulan punya dua jenis gas, selama pandemi ini saya agaknya lebih berminat menggunakan gas melon. Itu lho, gas warna hijau yang tiga kiloan. Karena punya anak, penggunaan gas di rumah saya makin menggila: masak tiga kali, bikin MPASI anak, bikin air panas buat mandi anak. Akibatnya penggunaan gas melon dirasa lebih masuk akal meski harus mengisi bolak-balik. Pengehematan yang dilakukan? Hampir 100%, sebab harga gas 12kg (per kilo) adalah dua kali lipat harga per kilo gas melon.

5. Bayi minum ASI

Susu anak adalah salah satu komponen perawatan bayi yang paling boros. Apalagi jenis susu merk premium yang dibandrol dengan harga mahal. Padahal untuk ibu yang ASInya keluar, dengan ASI saja sudah cukup kok sebetulnya. Tentu saja ini perlu dikonsultasikan dengan dokter anak masing-masing.

Kalau saya sendiri alhamdulillah bersyukur karena ASI saya lancar sehingga bayi tidak perlu tambahan susu formula.


6. Bikin kue sendiri di rumah

Sebelum saya hamil, saya orangnya nggak begitu doyan ngemil. Kalaupun ngemil paling karena dikasih orang atau sedang benar-benar ingin. Berbeda dengan sekarang saat saya menyusui. Kayaknya ngemil itu kebutuhan pokok. Setiap saat camilan harus siap tersedia. Lalu karena di rumah saja, saya pun memutar otak bagaimana membuat camilan yang enak dan mudah dibuat. Maka jadilah saya mencoba bikin donat, brownies, kue klepon, puding, dan aneka jajanan lain bermodal tepung-tepungan.

7. Nyetok sayur lebih banyak supaya tidak sering keluar rumah

Saya menjadwalkan untuk nyetok kulkas seminggu sekali. Dalam sekali belanja, saya membuat list yang terdiri dari bahan untuk rencana menu seminggu. Kalau nggak punya rencana masak gimana? No problem, beli saja bahan makanan ini:

Harus selalu ada di dapur: beras, telur, terigu, tapioka, garam, bawang merah, bawang putih, bawang bombay, bumbu penyedap, kecap, minyak goreng, terasi, gula jawa, gula pasir, teh, kopi.

Belanja seminggu sekali:
- 2-4 jenis protein hewani (ayam, daging, ikan, seafood)
- 2-4 jenis protein nabati (tempe, tahu, kacang-kacangan)
- 2-4 jenis buah-buahan (pepaya, semangka, apel, jeruk, dll)
- bumbu dapur tidak awet (daun salam, laos, jahe, kunyit, daun jeruk, pandan)
- cabai rawit, hijau, merah
- santan kelapa
- 5-7 jenis sayur (tomat, timun, kangkung, selada, kacang panjang, terung, dll)

Dengan belanja itu semua, insyaAllah kamu nggak akan kebingungan mau masak apa selama seminggu. Sekali belanja memang agak mahal sekitar 200-300 ribuan, tetapi kalau bisa dipakai masak seminggu artinya sehari kita cuma ngabisin uang kurang dari 50 ribu untuk makan sekeluarga. Murah banget kan hitungannya? Gizinya sudah lengkap pula.

Nah, supaya nggak perlu keluar rumah, kamu bisa juga memanfaatkan layanan belanja online. Misalnya di @agrice.id untuk kamu yang berlokasi di Yogyakarta. Pelbagai sayuran, buah, aneka lauk bisa kamu pesan di sini tentunya harga masuk akal dan promo yang menarik. Semua belanjaan kamu akan diantar sampai rumah. Kamu tinggal klik pesanan kamu di link ini, lalu melakukan pembayaran melalui OVO/transfer/minimarket kemudian belanjaan akan datang. Mudah sekali bukan?

8. Food prep


Well, food prep adalah koentji supaya bahan makanan yang dibeli bisa awet di kulkas. Mungkin agak repot jika harus mengolah, mencuci, memotong-motong dll. Tetapi ini sangat bisa menyingkat waktu saat akan memasak terburu-buru. Istilahnya tinggal plung saja. Memang butuh waktu agak lama sekitar 2-3 jam untuk menyiapkan semua sayuran. Saya menyiasatinya dengan melakukannya saat weekend atau saat tidak sibuk. Modalnya adalah beberapa kotak sejenis tupperware atau thinwall, waktu, dan tentunya kesabaran.

Papan

Sandang sudah, pangan juga sudah. Sekarang mari bahas soal papan dan segala urusan rumahan. Biasanya yang memakan biaya lebih banyak adalah listrik dan internet. Tetapi ada beberapa trik penghematan yang bisa dilakukan, antara lain:

1. Hindari pemakaian listrik berdaya besar di sore menjelang malam

Untuk melakukan kegiatan mencuci pakai mesin, menanak nasi, dan menyetrika sebaiknya dilakukan di luar prime time pemakaian listrik (17.00-21.00). Biasanya saya melakukan itu saat dini hari. Banyak yang bilang dengan trik ini pemakaian listrik jadi lebih hemat. Namun karena saat pandemi lebih banyak di rumah saja, saya merasa tidak ada perbedaan yang kentara. Banyak sih yang mengeluh listrik tiba-tiba naik tanpa kejelasan, tetapi mengupayakan penghematan tak ada salahnya kan?

2. Naik motor instead naik mobil

Meski jarang keluar, saya sebisa mungkin naik motor saja karena lebih hemat di bensin. Kecuali untuk urusan penting misal harus imunisasi ke bidan, atau perjalanan jauh ke luar kota. Kalau cuma pergi ke minimarket depan rumah sih cukup jalan kaki atau naik motor saja sudah.

Pendidikan & Keagamaan

Akibat Covid 19, kegiatan berkumpul ditiadakan sama sekali. Termasuk ibadah dan gathering. Saya yang biasanya sering ketemu teman-teman di luar untuk sekadar makan-makan pun harus menyesuaikan. Saya menyiasatinya dengan banyak mencari info kulwap di sosmed, ataupun live IG dari ahlinya tentang berbagai ilmu yang relevan. Misal materi speech delay, MPASI, dan aneka ilmu yang membuat kehidupan seorang ibu menjadi lebih mudah.

Hitungan


Sampailah di saat yang ditunggu-tunggu yaitu berapa hitungan penghematan yang bisa dilakukan dengan hidup secara frugal.



Di atas masih hitungan kasar, pun tidak semua pos pengeluaran saya tulis. Misal listrik saya asumsikan konsumsi frugal no frugal sama saja. Pulsa pun demikian, saya anggap fix cost setiap bulan sehingga tidak ada selisih yang cukup berarti. Kerasa banget ya, penghematannya bisa menekan setengah lebih. Coba kalau hidup frugal semacam ini bisa bertahan terus saat income kembali normal, mungkin saya lekas punya rumah dan studio milik sendiri. Aamiin.


Agrice New Normal Groceries.
Whatsapp = wa.me/6285740394039
Pricelist = toko.ly/agrice
Dapatkan diskon free ongkir dengan menyebutkan Jenganten.com saat melakukan order.

Andhika Lady
Continue reading Frugal Living Selama Pandemi dan Hitungan Penghematannya (part 2)

Monday, June 15, 2020

, , , , ,

Frugal Living Selama Pandemi dan Hitungan Penghematannya (part 1)

Hidup diterpa pandemi membuat sebagian (besar) orang kehilangan pendapatannya. Ada yang hidup dari membongkar tabungan darurat, ada pula yang terpaksa berhutang. Semua orang sepakat ini situasi sulit. Tetapi demi kesehatan dan kemaslahatan umat, kita diimbau agar tetap di rumah saja sampai sekiranya situasi normal kembali. Meski ya nggak normal-normal juga tapi sama pemerintuy dipaksa 'new normal'.

Alhasil satu-satunya cara yang bisa kita lakukan adalah dengan beradaptasi dengan new normal. Dari yang tadinya bebas kongkow-kongkow bersama teman, kini cukup via Zoom saja. Dari yang tadinya jor-joran menggunakan uang/sumber daya, kini agak dihemat lagi. Inilah topik utama tulisan ini, Frugal Living. Menurut QM FinancialFrugal living (FL) adalah kemampuan dan keinginan untuk bersikap cermat dalam penggunaan sumber konsumsi seperti makanan, waktu dan uang serta menghindari segala sesuatu yang berlebihan atau boros.


FL tidak semata-mata dilakukan karena minimnya kemampuan finansial, melainkan menggunakannya dengan penuh tanggung jawab, hemat, tanpa kesusahan amat. Bedakan dengan mengurangi makan dari sehari tiga kali menjadi sehari sekali, atau mengganti bahan makanan dengan yang lebih terjangkau dengan tetap makan tiga kali sehari. Kira-kira sudah paham kan, mana yang memang pelit, dan mana yang hidup frugal? FL tidak hanya dilakukan oleh mereka yang kesulitan ekonomi. Beberapa selebriti seperti Keira Knighley, Lady Gaga, Leonardo diCaprio, dan Ed Sheeran juga menerapkan FL lho. Apakah kamu masih mempertanyakan kekayaan mereka?

Oke, jadi selama pandemi ini saya mencoba hidup secara frugal dalam beberapa aspek. Selain untuk menghemat, juga supaya keberlangsungan roda kehidupan tetap sustain, ceilah. Apakah sebelumnya saya juga menerapkan FL? Jawabannya adalah YES, meski tidak seketat sekarang. Namanya aja pandemi force majeur, ekonomi lesu, pendapatan berkurang, plus disuruh di rumah aja. Kombinasi yang tepat sekali untuk memperketat pengeluaran uang.

Supaya mempermudah, saya pisahkan saja menjadi 4 kebutuhan pokok manusia: Sandang, Pangan, Papan, dan Pendidikan. Bagaimana mengaturnya? Yuk baca sampai habis.

Sandang

1. Invest untuk baju rumahan yang nyaman. Tunda untuk membeli baju bepergian dulu.

Karena saya punya bayi, baju-baju yang kerap dipakai di rumah adalah jenis busui-friendly. Personally, saya kurang begitu suka pakai daster, sehingga yang saya stock di rumah adalah jenis piyama kancing depan semacam ini:


Pilih motif yang tidak norak supaya enak dipandang. Ingat, yang punya mata di rumah tidak hanya Anda, wahai Ibu-ibu. Ada suami dan anak-anak yang bakal turut senang kalau ibunya tampil cantik meskipun hanya pakai baju rumahan.

Baju rumahan ini harganya sekitar separuh dari baju pergi. Bahannya juga lebih nyaman dan tipis, cukup dipakai 2-3 potong saja. Bayangkan kalau saya pergi-pergi, yang perlu dipakai adalah: dalaman, atasan, bawahan, dalaman jilbab, jilbab, kaos kaki sometimes, dst bisa mencapai 5-6 potong baju. Bayangkan, hanya dengan di rumah saja kamu bisa mengurangi jumlah cucian baju secara signifikan lho! Sedikit cucian = sedikit deterjen = sedikit sumber daya listrik = hemat.

2. Tidak menyetrika semua baju

Ini saya banget. Selain memang capek dan, ehm, malas hahahaha, juga untuk menghemat pemakaian listrik. Saya memilah baju yang untuk disetrika antara lain: handuk, seprai, baju bayi, dan baju yang mudah kusut. Kalau jenis baju kaus, dalaman, celana pendek rumahan, dll, langsung dilipat aja terus disemprot pewangi. Kadang kalau sedang mood, saya tetap press pakai setrika dalam kondisi sudah terlipat.

Tipsnya supaya baju tetap bebas kuman meski tanpa disetrika adalah dengan mengangkatnya di siang hari saat terik-teriknya. Panas matahari dapat membunuh kuman dan virus, plus bonus baju segar masih anget layaknya habis dioven. Hindari mengangkat jemuran sore hari, apalagi malam hari. Baju biasanya sudah mulai apek. Kecuali memang terpaksa.

3. No bra (almost) every day

Hahaha, I used to be bullied because my bewbs is so small. Tapi justru sekarang saya bersyukur karena saya nggak perlu memakai bra setiap hari. Well, this is not for everyone. Pakailah senyaman kalian. Tapi untuk saya pribadi yang setiap hari menyusui, memilih tidak memakai bra adalah keputusan yang saya rasa paling tepat. Hemat cucian juga kan.

Saya paham ini agak kontroversi, mengingat banyaknya artikel bahaya nggak pakai bra dalam waktu lama. Untuk menyiasatinya saya tetap pakai di hari-hari tertentu.

4. Tidak membeli sepatu/sandal bayi selama dia belum jalan

Percaya deh, sepatu buat bayi newborn itu cuma buat gaya-gayaan aja. Secara fungsional hampir nggak ada. Bayi juga kurang nyaman dipakaikan sepatu yang mengekang kakinya. Sehari-hari di rumah, Linam lebih sering nyeker sambil eksplor sekitar. Kalau bepergian misal imunisasi, saya cuma memakaikan kaus kaki. Itu sudah cukup. Buat apa pakai sepatu kalau ujung-ujungnya digendong atau didorong di stroller?


5. Mengganti sabun cair menjadi sabun mandi batangan

Memang nggak ada yang bisa menggantikan nikmatnya mandi dengan busa sabun melimpah dan wangi yang didapatkan setelahnya. Namun atas nama penghematan saya mengganti sabun cair menjadi sabun batangan. Toh semenjak Linam mulai bermain, saya semakin jarang punya mandi berkualitas. Yang dulu bisa luluran krimbat dll, sekarang harus cukup puas dengan sabunan saja. Keburu anak saya nangis nyari ibunya.


Lanjutan untuk artikel ini ada di Part 2 yaa..


Continue reading Frugal Living Selama Pandemi dan Hitungan Penghematannya (part 1)

Saturday, May 23, 2020

Hal-hal yang Bikin Kesehatan Mental Seorang Ibu Tetap Waras

Genap 8 bulan saya telah menjadi seorang Ibu. Artinya telah 8 bulan saya (dan suami) terbiasa berkutat dengan sesosok manusia lucu berikut konsekuensinya; begadang, ganti popok, bau pup, tangisan bayi, anak mengganggu saat disambi kerja, anak minta main jam dua pagi, anak sakit, mom-shaming, dan segala tetek bengeknya. Benar kata orang, memiliki anak sama dengan memikul tanggung jawab seumur hidup. Kalikan dengan banyak anak yang kamu punya.

Apalagi saya hanya tinggal bertiga dengan suami, alhasil kami yang minim pengalaman ini harus mengurus bayi berdua. Sempat tinggal bersama mertua di kampung halaman suami selama seminggu habis lahiran, namun karena pekerjaan membuat kembali ke kota dan mengurus anak berdua. Apa yang kami lakukan sebagai orang tua newbie? Tentu saja dengan cara memanfaatkan internet, tanya teman, tanya orang tua, dan segala resource tentang merawat anak. Untungnya sekarang ilmu parenting bisa didapatkan di manapun. Akun Instagram dan blog-blog yang membahas cara mengatasi popok ruam misalnya, tipsnya melimpah ruah di mana saja.

Baca juga: Menulis Rencana Persalinan



Meskipun banyak resource yang kawan yang bagi-bagi ilmu, bukan berarti selama ini saya selalu menjadi ibu yang manis, keibuan, mindfullness, dan gembira bak foto mamah-mamah muda selebgram lho. Kadangkala saya juga bisa marah-marah sendiri, uring-uringan, sedih dan juga terpukul tatkala anak saya kenapa-napa. Terlebih saat anak tidak bisa ditinggal saat saya bekerja. Ruang kerja saya memang bersebelahan dengan kamar bayi sehingga suara apapun pasti terdengar. Setiap kali mengalami hal-hal yang bikin elus dada, saya selalu berkata pada diri sendiri 'this shall too pass'. Biar bagaimanapun, saya tetap cinta anak saya layaknya seorang Ibu.

Perkara menyeimbangkan hidup setelah punya anak memang memiliki seni tersendiri. Terlebih soal kesehatan mental. Membuat waktu bermain dengan anak itu mudah, tapi memposisikan batin agar selalu ceria dan mindfullness itu butuh keikhlasan berlebih. Anak itu kan nggak butuh Ibu yang sempurna, mereka hanya butuh Ibu yang bahagia. Kamu pastinya ikutan senang kan, kalau ibumu senang? Yakin deh, kalau Ibu senang, keluarga juga makin bahagia.

Nah, apa saja yang saya lakukan untuk menjaga kesehatan mental selama menjadi Ibu?

1. Support system

Jujur hal inilah yang paling penting dalam menjaga kewarasan Ibu. Support system dari orang terdekat, terutama suami sangatlah penting. Ibaratnya gini, bikin anak kan berdua, ngurusnya ya berdua dong. Istri nenenin, giliran suami yang cuci piring. Istri masak makan malam, suami yang nidurin anak. Istri nyuapin anak, suami yang cuci baju. Begitulah seharusnya dalam keluarga. Seimbang antara Bapak & Ibu. Apa jadinya kalau segala aspek domestik termasuk ngurus anak dibebankan pada istri? Yang jelas bukan tambah waras, tetapi makin stress. Ayolah, zaman now bukan situasi tepat untuk melanggengkan patriaki. Oke?

2. Turunkan standar 

Memang kzl rasanya melihat cucian kotor, rumah berantakan, piring belum dicuci, dan kaca jendela tidak mengilap. Bukan saya menyarankan itu dibiarkan saja, tetapi ada baiknya sedikit turunkan standar supaya hati lebih lapang. Misal yang tadinya semua baju disetrika, sekarang cukup beberapa saja yang krusial. Yang tadinya ngepel sehari sekali jadi dua hari sekali, dst. Momen-momen bersama anak, terutama saat mereka tidur, adalah saat tepat untuk ikut beristirahat setelah bergadang semalaman. 

3. Ngobrol dengan teman atau pasangan

Curhat berfaedah dengan teman atau pasangan itu cukup ampuh untuk mengatasi beban berlebih di kepala lho. Misal cerita kalau anak habis poop gede banget, itu bikin suasana ceria saat ngobrol. Percayalah suatu hari nanti hal-hal lucu akan menjadi kenangan manis. Apalagi soal poop yah, pasti semua mamak-mamak di atas bumi ini justru senang saat si anak lancar BAB. Tanpa sembelit, tanpa diare.

4. Quality time

Menjadi seorang Ibu, praktis jika hampir 95% waktumu akan tergerogoti dengan mengurus anak. Namun, dengerin ini, sebagai Ibu kamu wajib tetap punya me-time berkualitas yang akan merefresh jiwa pikirmu. Misal sekadar keluar beli buah, ke supermarket, atau makan sendiri di luar akan menjadi hal yang berharga bagimu. Namun kalau sedang pandemi kayak gini, coba cari me-time lainnya dengan tetap di rumah saja, misal melakukan hobi favorit. Kalau saya, misal bikin video #passthebrushchallenge. Ternyata ampuh juga lho, apalagi sambil mengobati kangen makeup-in.




5. Scroll foto-foto anak lucu

Saat sedang ingin kzl sama anak, senjata saya satu: melihat wajahnya yang polos nan lucu. Atau melihat video proses ia lahir. Percayalah ini akan menjadi hal yang akan kamu ingat selamanya. Memori tiap nafas saat mau ngeden itu nggak ada duanya.


Ngomong-ngomong soal pandemi, tips-tips di atas tetap bisa dilakukan lho. Meskipun ekskalasi tingkat stress dapat mempengaruhi kesehatan mental, kamu tetap bisa meminta pertolongan medis tanpa harus keluar rumah. Solusinya adalah Halodoc. Saya terbantu sekali dengan Halodoc, di mana saya bisa berkonsultasi kesehatan anak, membaca artikel, dan memantau update berita Corona dengan tetap di rumah aja. Pembayarannya juga mudah, diskonnya banyak. Layannya juga terpadu, selain konsultasi juga melayani pembelian obat secara online. Benar-benar kemudahan layanan kesehatan yang bisa dinikmati dari rumah. Cocok banget bikin Ibu tetap waras.



@andhikalady
Info jasa MUA makeup Jogja di @jenganten
Continue reading Hal-hal yang Bikin Kesehatan Mental Seorang Ibu Tetap Waras