Follow Us @jenganten

Friday, March 28, 2014

Dandan Sendiri Buat Wisuda, Why Not?

March 28, 2014 33 Comments
Alhamdulillah, bulan ini saya berhasil diwisuda. Horeee. Ehm, kayaknya saya sedikit lebih telat bercerita di blog ini, mengingat wisudanya sudah sebulan yang lalu. Hehe. Akhirnya saya bisa selesai kuliah di bangku S1, meskipun pas kuliah saya nggak pernah duduk di bangku betulan. Pokoknya wisuda itu, rasanya ya kayak wisuda. Bayangin aja saat di mana kamu merasa kuilminasi ilmu yang kamu pelajari sekian tahun di perkuliahan akhirnya menuai hasil juga. :p

Lalala.
Dulu selagi saya baru pertama-tama mulai menulis blog Jenganten, saya pernah berangan-angan suatu hari nanti akan bikin posting 'cara dandan sendiri buat wisuda'. Tapi nasib membikin saya wisudanya agak molor dari waktu ideal, sehingga baru bisa menulis sekarang. Memang sih beberapa kali dandanin wisuda temen, tapi kan, akan lebih afdol lagi kalo yang ngasih tips juga sudah wisuda. Wkwk.

Jadi saya mulai saja ya. Sebenarnya dandan wisuda sendiri itu mudah, temen-temen saya juga banyak yang dandan sendiri untuk wisuda. Lagipula dandan sendiri punya banyak nilai positif dibanding dandan di salon atau didandanin orang lain. Syarat dasarnya cuman tiga aja kok: kamu cewek, kamu niat, dan kamu pede.



1. Kamu cewek.

Sebelum dilanjutkan, saya mau meluruskan bahwa tips dandan buat wisuda itu ditujukan untuk cewek. Ya elah, masa saya ngasih tips hijab sama pake maskara buat cowok (yakalo suka sih silahkan saja. Hehe). Buat cowok mah, pake toga rapi sama sepatu kinclong aja udah ganteng. Well, dengan asumsi kamu adalah cewek, saya menyimpulkan bahwa secara default, mayoritas cewek pasti kepingin tampil menarik. Iya kan? Iya dong.

Sebagai cewek, kamu pasti punya bayangan mau seperti apa penampilan kamu ketika wisuda nanti. Ada yang pengen sanggul, pengen hijab glamor, pengen hijab sederhana dan sebagainya. Nah, mulai dari ini, silahkan tentukan visimu apa.

Yuk lanjut ke poin dua.

2. Kamu niat.

Yes, ini poin kedua nggak kalah pentingnya dari poin pertama. Untuk bisa dandan wisuda sendiri, kamu harus niat! Niat yang paling minimal adalah niat menyelesaikan skripsi/thesis/TAmu supaya bisa ikut prosesi wisuda. Duh, jleb banget memang, apalagi kalau saya denger kalimat ini enam bulan lalu, fyuhhh. #eh #mengenangMasaBerjuang.

Niat yang berikutnya adalah: 1) niat rawat muka, 2) niat belajar makeup, 3) niat mencari referensi dandan dari manapun, dan 4) niat menabung untuk membeli alat makeup. Saya paham banget ketika saya masih jaman mahasiswa dan masih minta duit orang tua, harga makeup itu rasanya mahaaal banget. Pokoknya buat beli lipstik aja musti mikir sepuluh kali supaya -meskipun bibir saya berwarna- mulut saya nggak berhenti mengunyah cokelat favorit. #eh

Jika terkendala dengan niat nomor 4, bisa juga diakali dengan meminjam alat makeup dari Ibu/Kakak/temen dsb. Namun tidak ada salahnya memiliki eyeliner, lipstik, foundation, eyebrow, mascara, blush on dan bedak untuk menunjang dandanan kamu ketika wisuda. Toh barang-barang itu kelak nggak cuma dipakai untuk wisuda saja, melainkan bisa juga dipakai untuk interview kerja, kondangan, hangout atau acara formal yang membutuhkan berdandan.

Tapi perlu dicatat juga, saya di sini nggak serta merta mengajari untuk boros membeli makeup. Jangan sampai kamu gila-gilaan belanja makeup, tapi uang kos belum dibayar, atau spp belum lunas, atau bela-belain makan mi instan tiap hari sampe sakit. Duh, jangan ya. Tapi saya yakin Jenganten-jenganten mahasiswi cantik yang membaca post ini sudah sangat bijak mengelola finansial masing-masing. Bukan begitu?

Niat merawat muka itu penting sebab untuk menghasilkan makeup yang sempurna, kondisi kanvas alias kulitknya harus terawat. Jangan males untuk rutin membersihkan muka tiap hari dan pakai pelembap yang cocok untuk kulit. Atau kalau kamu lebih niat lagi, coba rutin pakai masker yang bikin kulit lebih terhidrasi.

Lalu niat belajar makeup. Perlu diketahui, makeup wisuda itu nggak seperti makeup sehari-hari yang cuman butuh pelembap sama bedak doang. Kamu harus mengira-ngira: Jenis kulitmu apa, foundation apa yang cocok di warna kulit kamu dan bisa tahan lama seharian, cara memasang bulu mata, cara memakai eyeliner, cara pakai blush on supaya pipi merona, cara memakai hijab/hair do yang cantik, cara blending eyeshadow, dan cara membentuk alis.

Sudah niat belajar, lalu dari mana kita belajarnya? Sekarang ada internet dan para suhu beauty blogger baik dari dalam maupun luar negeri yang rajin mereview produk makeup. Manfaatkan pula hijab tutorial/hair do tutorial dari Youtube atau mbak-mbak Hiijaber yang kini sedang naik daun. Atau dapat juga datang ke salon dan minta les singkat cara bermakeup. Intinya kalau semua sudah diawali dengan niat, mau pakai cara apapun untuk belajar, pasti ada jalan.

Sesuaikan juga dengan visi-misi kamu ketika hendak dandan sendiri untuk wisuda. Kamu yang ingin wisuda dengan hijab dan makeup minimalis, carilah tutorial yang menampilkan tips hijab tutorial. Kamu yang ingin hair do sanggul cantik carilah tutorial menyasak rambut. Intinya semuanya terserah kamu. :)

Btw, beberapa tutorial hijab dan makeup wisuda cantik yang ditulis beauty blogger kondang Jeng Vindy Yang Ajaib bisa dicek lho di sini, di sini, dan di sini.

3. Kamu Pede

Kamu sudah mengakui kalau kamu cewek. Kamu sudah memiliki gambaran mau tampil bagaimana ketika wisuda. Kamu sudah niat belajar makeup. Lalu apa lagi? Yups, kamu harus pede dengan dandanan kamu. Lakukan try out jauh-jauh hari sebelum hari H. Cobalah beberapa macam dandanan dan teknik yang berbeda-beda. Foto wajahmu before-after dan simpan di direktori PC/Laptop kamu. Lihat hasilnya, kamu suka nggak? Atau ada yang kurang sreg? Nah, di sinilah kamu mulai belajar dan mengenal kontur wajahmu sendiri. Makin sering kamu coba, makin PD dan makin terampil menggunakan alat-alat makeup.

Keuntungan dandan wisuda sendiri:

1. Tidak perlu bayar jasa makeup ke salon.
2. Bisa bangun lebih siang karena nggak perlu ngantri di salon. LOL
3. Bisa berdandan sendiri merupakan nilai tambah buat kamu untuk step-step selanjutnya setelah lulus, misalnya untuk interview bekerja atau bekerja juga.
4. Kamu bisa ikut dandanin anggota keluarga lain yang cewek, misal Ibu kamu. Rasanya seneng banget lho, kalo bisa dandanin Ibu sendiri ketika hari spesial.
5. ,,, dan lain-lain sebutkan sendiri.

Lalu ketika hari H, kamu udah cantik hasil dandanan sendiri, lakukanlah hal yang sama: pede. Kamu sudah bangun pagi, dandan sendiri, banggalah dengan karyamu sendiri meskipun kamu merasa belum sempurna dan perlu banyak belajar (kayak saya). Kalau sudah begitu, tinggal duduk manis, nyanyi Indonesia Raya dan siap-siap maju mengambil ijazah.. :D

 




Monday, March 24, 2014

My Fair Lady

March 24, 2014 4 Comments
Bagi yang belum familiar dengan film ini, barangkali ada temen-temen yang langsung teringat sama salah satu drama Korea yang judulnya sama: My Fair Lady. Hehe, iya kan? Ternyata judul drama Korea tersebut adalah hasil adaptasi dari sebuah film Hollywood. Ada lho, film My Fair Lady Hollywood-made, yang dibuat tahun 1964 dengan bintang filmnya adalah aktris favorit sepanjang masa: Audrey Hepburn. Hmm, tahun '64 barangkali simbah saya belum kawin. :p

Sumber
Kita lebih mengasosiasikan Audrey Hepburn di film Breakfast at Tiffanys (1961) dengan signature Little Black Dress, high updo, dan rokok-nya. Tapi ternyata film-film dia yang lain juga nggak kalah kece lho.

Dalam film itu, ada sebuah adegan si Mbak Audrey Hepburn datang ke acara Ascot Race. Acara Ascot Race adalah perlombaan pacuan kuda yang diadakan di Inggris setiap tahun. Kabarnya acara ini hanya boleh didatangi oleh bangsawan atau orang yang memiliki hak khusus saja. Yang nonton pun nggak main-main, sampai keluarga kerajaan juga ikut datang lho. Uniknya, semua penonton Ascot punya dresscode yang khas, yaitu topi. Untuk pria, topinya standar sih, tapiii, untuk kaum cewek-cewek, mereka mengenakan topi besar yang lucu-lucu ala bangsawan Inggris. Sumber.

Sumber
Makin sekarang, bentuk topi Ascot makin bermacam-macam dan aneh-aneh. Penasaran sama bentuk topinya? Googling deh: "Ascot hat". Dijamin langsung scroll sampai bawah-bawah.


Okay, kembali ke film My Fair Lady. Jadi ceritanya, Eliza Doolittle (tokoh bikinan George Bernard Shaw yang merupakan pemain utama My Fair Lady), adalah seorang wanita biasa penjual bunga. Pada suatu hari, dia bertemu dengan seorang profesor yang percaya bahwa aksen bicara seseorang bisa membuat orang tersebut naik kasta dan menjadi bangsawan. Jadilah si Ms. Doolittle dilatih dan semacam dikasih pelajaran bagaimana cara berbicara yang benar (kalo di Jawa mungkin kayak anak kecil yang biasa ngomong ngoko lalu dilatih ngomong kromo yang alus, gitu kali ya). Lalu, setelah Ms. Doolittle dianggap lancar berbicara, dia diajak ke acara Ascot Race untuk bertemu dengan bangsawan-bangsawan. Dia didandani dengan busana Ascot: mengenakan topi dan aksesoris-aksesoris yang wow.

Sumber
Di acara Ascot Race, Ms. Doolittle bertemu dengan banyak orang dengan kehebohan busana masing-masing. Ada yang topinya besar banget. Ada yang topi bentuk bunga-bunga. Ini saya kasih teaser adegan ketika acara Ascot Race di film My Fair Lady:


Gimana ending film ini? Ah, ya nggak tau. Makannya tonton sendiri deh. Sekali-kali nonton film jadul tahun 70an ke bawah kan nggakpapa. Uhuy, karena terpesona sama filmnya, saya coba dandan (dandannya biasa saja sih), lalu pake topi. Dan taraaa....






Versi blurring.
Ohya, lalu saya berpikir, grup-grup yang suka bikin makeup challenge itu, kenapa nggak bikin tantangan makeup dan outfit begini ya? Pasti bakalan seru dan saya pasti ikut. :D

@andhikalady

Tuesday, March 18, 2014

Natural Makeup for Karina

March 18, 2014 2 Comments
Pernah nggak, di antara temen-temen yang sempat mengalami perubahan passion? Tadinya suka masak, lalu lama-lama jadi nggak suka masak, sukanya makan. Atau tadinya suka ngepel rumah, lalu lama-lama jadi suka berantakin rumah? Hehe, ini sih bukan passion lagi ya. Atau paling simpelnya gini deh, tadinya berambisi pengen jadi pengusaha yang jualin kandang kucing, tapi karena nggak tahan sama bunyi meongan kucing, akhirnya beralih jadi jual sangkar burung yang mana nggak perlu susah-susah nyuruh kucing masuk kandang?

Saya sedang mengalami hal serupa itu, Jeng. Jujur saja, akhir-akhir ini saya tetiba merasa agak jengah membuat postingan tentang beauty. Bahkan blog ini pun sudah lama nggak saya tengok. Lalu begitu saya buka, saya terkejut. Ternyata pas saya buka halaman pertama www.jenganten.com, yang tersuguh adalah foto saya yang besar sekali. Dan itu bertahan selama berhari-hari! Haha, buset, saya narsis amat ya, sampai tega-teganya menyuguh pembaca Jenganten ngelihat muka narsis macam begini, di halaman home, lagi.

Tak apalah, blog sendiri inih. :p
Saya sampai curhat ke kawan -yang mana curhatan ke kawan saya tersebut membuat saya memutuskan untuk mengangkat kebosanan itu di blog ini-

"Kalau bosan nulis tentang biuty, nulis aja topik lain. Resep masakan kek, teknik bercinta kek, teknik menggaet anak pejabat biar pas ente kawin eike bisa dapet suvenir iPod, gituh," kata salah satu kawan.


Nah, berhubung lagi nggak masak, nggak bercinta, apalagi punya pacar anak pejabat, akhirnya saya dandanin temen dengan makeup natural. *ohmy, mungkin passion saya tiba-tiba cling, muncul kembali begitu menulis sampai di paragraf ini*

Temen saya namanya Karina. Pengennya dia dimakeup natural pake banget. Ini foto sebelum dia pakai makeup:


Karina punya rahang dan kulit yang bagus. Tidak perlu shading macem-macem kalau cuma buat makeup natural. Ini foto setelah makeup:



Saya pakaikan eyeshadow pink dan ungu. Lalu untuk efek mata terbuka, saya pakaikan juga bulu mata. Pake blush on dan lipstik keunguan. Makeup yang saya pakai juga lokalan semua; 

Pixy Foundation Stick: bagus hasilnya halus tapi kurang tahan lama.
Pixy TWC Acne Brite: TWC andalan yang cocok untuk kulit berminyak-berjerawat. Sampai sekarang belum nemu penggantinya.
Mirabella Eyeshadow Kit: bagus untuk belajar eyeshadow. Harganya juga murah meriah, kurang dari 60ribu. Tapi kurang tahan lama dan warnanya kurang keluar.
Shiseido Lipstick: agak lupa jenis warnanya, yang jelas warnanya ungu deh.
Eyeliner memakai Viva Eyeshadow Cream Black.

Taraaa, simpel banget se-simpel-simpelnya.


Oh, ternyata saya masih demen mainan makeup. Hehe.

@andhikalady