Follow Us @jenganten

Friday, October 27, 2017

[Retail Review] Ada Fashion Store di Jogja City Mal

October 27, 2017 2 Comments
Bisa dibilang, baju itu kebutuhan pokok yang semua orang pasti beli. Dari ujung rambut sampai ujung kaki, adaaa aja outfit yang musti kamu pakai, baik di cowok maupun cewek. Nyatanya saat SD dulu kita diajari soal kebutuhan pokok manusia yang terdiri dari sandang, pangan, papan. Tanpa salah satunya, manusia nggak bisa hidup layak. Yakali, memangnya ada yang bisa hidup tanpa baju? Yang benar saja sih?
Well, back on track. Di mana biasanya kamu beli baju? Online kah? Offline?
Kalau saya sih fleksibel, bisa offline ataupun online. Tapi seringnya tetap offline, karena saya bisa sambil mencobanya, meraba bahannya enak apa enggak, dan suka suasana toko baju. Kalau kepepet, kepengin banget, atau udah nyari di offline tapi nggak ada, barulah beli online.

Beruntung saya tinggal di Jogja, di mana di sini banyakk banget toko-toko baju atau butik baju yang bisa didatengin. Makin senang lagi saat ada butik kece yang 'anak muda banget' buka cabang baru di Jogja City Mal, Ada Buti Store.


di Ada Buti Store

Sesuai namanya, di sana itu semuanya serba ada. Mulai dari baju cewek, baju cowok, scarf, dan baju panjang untuk yang berhijab pun ada. Jadi rasanya makin betah di sini karena punya banyak pilihan. Selain itu, saat pertama kali ke toko ini, saya langsung ngeh bahwa koleksi pakaian di sini itu up to date banget. Ada banyak koleksi sabrina, flanel, dan baju easy-to-wear lainnya. Jadi pas dong, sama tren berbusana sekarang yang makin simpel makin asyik. Makin longgar makin segar.

Oh iya, baju-baju yang dijual di Ada Buti Store kebanyakan yang bertipe kasual. Memang ada baju yang formal, tapi jumlahnya nggak sebanyak yang kasual. So, kalau kamu ingin mencari baju main atau ngampus, di sinilah tempatnya.

Suasana toko

Foto di atas adalah gambaran suasana toko yang didesain semi retro dan millenials banget. Sekilas memang bikin betah, apalagi ditambah kakak-kakak pramuniaganya yang ramah-ramah dan nggak annoying. Eh, pernah nggak sih, kamu dateng ke toko dan dibuntutin terus sama penjaga tokonya? Lagi milih baju, dikit-dikit ditanya:
Dicoba aja Kakak
Ukuran lain masih ada lho
Beli yang ini aja Kak, lebih cocok untuk Kakak
Yaelah, kalau dibuntutin begitu yang ada malah risi sendiri. Kitanya lagi asyik milih-milih baju eh di-interup pakai pertanyaan dan saran yang nggak perlu. Menurutku, cukup dengan disambut aja, terus dipersilakan memilih baju sendiri, sampai proses membayar aja sudah ideal kok. Kayak yang sudah Ada Buti lakukan.

Banyak diskon, tenang saja!
Soal diskon, jangan khawatir. Selain baju-baju yang dipajang di etalase atau gantungan, juga banyak diskon bertebaran. Saat opening kemarin seminggu yang lalu, diskonnya bahkan sampai ada yang 50-70%. Saya membawa pulang tunik flanel kotak-kotak cuma dengan 50ribuan saja dari harga awal 160ribuan. Plus sabrina atasan dengan harga awal 130ribu, bisa dibeli dengan harga 30ribu saja!

Cuma 30 ribuan

Menggiurkan banget nggak sih? Apalagi di kantong mahasiswa yang baru lulus seperti saya. Kabarnya Ada Buti akan selalu memberikan diskon di tokonya lho. Rasanya worth banget saat kamu mendapatkan baju berkualitas dengan bahan yang nyaman dipakai, tapi bisa dibeli dengan harga yang terjangkau. Huwaw!

Oh iya, dulunya saya bukan orang yang cukup aware dan care dengan pilihan bahan kain di baju yang saya pakai. Pokoknya asal enak dilihat dan harganya murah, yasudah, beli. Tapi makin ke sini alias makin tua, saya mulai memerhatikan bahan pakaian yang saya pakai. Soalnya sangat pengaruh banget ke mood dan kesehatan kulit saat kita memakai baju yang bahannya kurang tepat. Dulu mungkin saya bersedia pakai baju yang kurang nyaman atau bikin gerah, asalkan enak dilihat. Tapi kalau sekarang, saya pikir-pikir lagi deh.

Believe me, you will do the same. Kelak kamu akan menyortir dan mengganti pakaian dalam, bra, panties, jilbab, baju, dan pakaian lainnya dengan yang sedikit lebih berkualitas secara perlahan. Risikonya paling koleksimu akan lebih sedikit, sebab harga baju yang berkualitas dan nyaman nggak bisa dibilang murah juga.

Nah, kalau kamu sudah semacam 'naik level', kamu akan berterimakasih sekali dengan butik-butik seperti Ada Buti. Karena selain mereka menyediakan baju yang berkualitas dan nyaman, juga harganya aman di kantong.

Ada buti sabrina
Di sini saya memakai blouse denim sabrina dari Ada Buti. Iya, sabrina yang dirancang untuk memperlihatkan bagian bahu juga bisa dipakai oleh cewek berhijab kok. Solusinya pakai kaos di dalamnya supaya bahumu nggak terekspose.

Gitu aja sih tipsnya, kalau soal padu-padan warna dan lainnya saya merasa kurang begitu expert di bagian ini. Pokoknya asal warnanya nyambung, gitu saja udah sip. Jadi maafkan ya kalau misal paduannya agak wagu dan bikin kelihatan gemuk. Hahaha.

I am not expert at mix n match, but yeah, I'm trying.

Ada Buti
Well, thank you for Ada Buti Store, semoga makin laris dan ramai tokonya. Saya pasti datang lagi kok, soalnya nyenengin banget tokonya. :D

With fellow blogger. Denia, Lady, Rahma, Agi
Ada fashion store bisa kamu temukan di: Jogja City Mal lantai Upper Ground

@andhikalady

Friday, October 13, 2017

[Tips] Kreasi Bibir Ombre dengan Lip Cream Hi-Matte Purbasari

October 13, 2017 10 Comments
Gimana sih, rasanya saat kamu ingiiiin beli lip-cream; tetapi saat belum jadi beli, eh sudah di-endorse duluan sama empunya lip-cream? Happy banget ya pastinya. Inilah yang terjadi sama saya. Alhamdullah bangett....

Jadi ceritanya, saya sudah punya wish-list produk lip-cream Purbasari sejak lama. Sebabnya, banyak teman-teman baik dari MUA maupun ciwi-ciwi suka lippenan suka banget ngobrolin merek ini. Bahkan di beberapa kesempatan, produk Purbasari lip-cream sudah habis duluan di toko, sebelum saya sempat membelinya. Nah, untungnya kali ini saya berkesempatan mencoba kelima varian lip-cream Purbasari lengkap dengan produk bedak padatnya. Gimana ceritanya, yuk baca sampai habis.

Setelah launching produk perawatan tubuh Zaitun Series, kini Purbasari mengukuhkan dua produk: Oil Control Matte Powder, dan Hi-Matte Lip Cream. Untuk me-launching produk terbaru mereka, Purbasari mengadakan roadshow di beberapa kota di Indonesia. Salah satunya di Jogja, tempat saya tinggal. Seminggu kemarin, dalam acara Beauty Fest di Hartono Mal, Purbasari mengadakan pengenalan produk bedak padat dan lip-cream sekaligus beauty class bersama BA Purbasari.

Baca juga: [Review] Purbasari Zaitun Series - Olive Oil. Siasat Jitu Atasi Kulit Kering dalam Sekejap


Oil Control Powder

Dalam acara yang juga didatangi oleh komunitas Jogja Bloggirls tersebut, Purbasari mengenalkan dua produk terbarunya yang bertajuk Meet Your True Matte. Di sana dijelaskan tentang produk bedak padat dan lip-cream Purbasari yang sudah duluan terkenal dan menjadi perbincangan para beauty enthusiast di Indonesia. Ya, siapa sih yang nggak tahu lip-cream Purbasari?

Bagaimana sih, produknya? Yuk simak sama-sama.

Produk Purbasai Matte

Purbasari Oil Control Matte Powder Hydra Series

Sesuai namanya, produk Oil Control Matte Powder digunakan untuk mengontrol minyak berlebih di wajah. Kemasannya berwarna hitam khas Purbasari, dan datang dengan dua varian warna:

Honey Beige: mengandung tone kuning yang dapat digunakan pada kulit dengan warna hangat.
Natural: mengandung tone pink dingin yang dapat digunakan pada kulit dengan warna dingin.

tampak belakang bedak

dua varian warna bedak Purbasari Oil Control Matte Powder
Warna yang cocok di kulit saya adalah Honey Beige, karena kulit saya sekarang cenderung kekuningan. Sebetulnya warna Natural juga masuk, tetapi jadinya warna kulit wajah tampak lebih putih dibandingkan dengan tangan. Sehingga, saya lebih memilih warna Honey Beige untuk sehari-hari.

Lalu, untuk shade Natural-nya di kemanakan? Sukses masuk box makeup di dunia per-MUA-an Jenganten. Kan pasti akan berguna kalau ketemu klien yang punya warna wajah cool pink.

Sesuai namanya, produk bedak Purbasari ini cukup bisa menahan minyak berlebih di wajah saya. Karena termasuk pemilik wajah berminyak, bedak ini sangat membantu banget dalam keseharian. Selain ringan dan mudah mengontrol minyak, bedak ini juga biasa saya pakai sendiri tanpa dasaran BB Cream atau Foundation dahulu. Tetep bisa 'nahan' kok.

Purbasari Hi-Matte Lip Cream

Varian Purbasari Lip Cream Matte
Nah, inilah yang ditunggu-tunggu. Sebelum diluncurkan secara resmi, Purbasari Hi-Matte Lip Cream sudah banyak diperbincangkan di mana-mana. Apalagi semenjak kepopuleran lipstik Matte Purbasari yang lebih dulu terkenal. Merek Purbasari seakan mengemuka, tidak hanya sebagai produsen kosmetik lulur saja, tetapi juga unggul di makeup.

Baca juga: [Review] Purbasari Lipstick Color Matte No. 90

Kemasan Hi-Matte Lip Cream ini sangat membantu dalam memilih warna, karena botolnya yang transparan. Kalau saya pribadi sih suka banget, daripada kemasan lip-cream yang cenderung rapat sampai tidak kelihatan warna isinya.

Tekstur Purbasari Hi-Matte Lip Cream ini creamy dengan kecenderungan padat. Sekilas mengingatkan saya pada produk lip-cream NYX yang mana harganya satu setengah kali lipatnya Purbasari. Soal hasilnya juga saya kasih rate 8/10 karena saking sukanya.

Jadi, jika saya deskripsikan, Hi-Matte Purbasari itu punya coverage yang tinggi di bibir, nggak transfer, nggak membuat kering dan warnanya vibrant. Kamu yang punya warna bibir kehitaman, akan sangat cocok menggunakan Hi-Matte Lip Cream karena kulit akan tertutup dengan sempurna. Overall, Hi-Matte Lip Cream Purbasari tidak membuat kulit bibir saya kering sampai ngeletek-ngeletek

Selain kelebihan di atas, Purbasari Hi-Matte Lip Cream juga tahan lama dipakai seharian tanpa cracky. Namun di balik kelebihannya yang tahan lama, lip-cream ini sayangnya agak susah dibersihkan dalam sekali usap. Jadi, kalau membersihkannya kurang benar, dapat meninggalkan stain yang cukup mengganggu di bibir.

Untuk warnanya, ada lima shade:

1. Vinca: berwarna nude pucat
2. Azalea: berwarna nude agak peach
3. Lantana: berwarna pink dengan semu cokelat
4. Zinnia: berwarna pink sempurna
5. Freesia: berwarna merah

Adapun favorit saya adalah Azalea, karena warnanya cukup wearable dipakai sehari-hari. Namun untuk variasi, saya juga suka membuat kreasi bibir ombre dengan memadukan warna-warni Purbasari Hi-Matte Lip Cream. Untuk dasarannya saya memakai shade Vinca. Mau lihat hasilnya, ini dia...

No 1 Vinca + No 2 Azalea


No 1 Vinca + No 3 Lantana


No 1 Vinca + No 3 Zinnia


No 1 Vinca + No 4 Freesia


Yang di atas ini hanya empat dari sekian pilihan kreasi warna bibir ombre Purbasari Hi-Matte Lip Cream. Kamu tentu saja bisa mengkreasikannya sesukamu, bahkan dalam demo makeup kemarin, lip-cream ini dapat digunakan sebagai eyeshadow dan blush-on lho.


Anyway, special thanks to:

@jogjabloggirls
@purbasariid
@purbasarimakeup

Salam,
@andhikaladyinstagram.com/andhikalady

Monday, October 9, 2017

[Review] Sunscreen Anti Sumbat Pori, Naavagreen Tirai

October 09, 2017 7 Comments
Mencegah kulit mengalami penuaan dini merupakan hal yang diinginkan setiap cewek. Di usia 25an ke atas, agaknya hampir semua cewek sudah mulai sadar adanya perubahan-perubahan pada tubuh mereka. Terutama bagian kulit. Tadinya mungkin kita mengabaikannya, tetapi perlahan tanda-tanda itu mulai kerasa. Misal nih, yang paling gampang diamati adalah garis mata saat kita tersenyum. Ujung luar mata jadi semacam bertambah garisnya. Tanda lain adalah urat-urat pembuluh darah yang mulai jelas terlihat di punggung tangan. Rasanya jadi ingin kembali ke 17tahun kalau begini.

Sedih? Karena tubuh mulai memperlihatkan tanda-tanda penuaan? Nggak usah khawatir, menua adalah hal yang wajar dan alamiah kok. Justru saat kita dianugerahi penuaan, artinya kita masih dikasih keberuntungan hidup.
"Some day, if you're lucky, you'll wake up and realize you're old" ~ Oberyn Martell
Ngomong-omong soal penuaan, ada kok cara agar menua secara elegan. Salah satunya adalah dengan merawat kulit sebaik-baiknya. Tujuan dalam memberi perlindungan dan nutrisi yang baik untuk kulit adalah agar saat kita tua nanti, kulitnya nggak ngenes-ngenes amat.

Well, untuk itulah kamu perlu menginvestasikan skincare kamu dalam bentuk (salah satunya) sunscreen. Sunscreen akan melindungi kulitmu dari paparan sinar matahari, di mana ia merupakan salah satu penyebab menurunnya elastisitas kulit.

Naavagreen tirai


Sunscreen vs Sunblock

Bisa dibilang, pemakaian sunscreen itu wajib hukumnya. Meski kamu memakai produk skincare sebagus apapun, kalau perlindungan ini kamu abaikan, perawatanmu akan sia-sia. Pada dasarnya, ada dua jenis perlindungan terhadap matahari, yakni suncreen dan sunblock.

1. Sunscreen

Atau bisa juga disebut tabir surya, merupakan calir raga pelindung dari sinar matahari. Cairan sunscreen akan masuk ke dalam kulit, dan menyerap sinar UV sebelum merusak kulit. Tekstur sunscreen biasanya lebih encer dan ringan di kulit.

2. Sunblock

Memiliki kandungan mineral Zinc Oxide atau Titanium Dioxide yang membuat benteng pertahanan terhadap sinar matahari. Calir raga sunblock bisanya lebih kental seperti putih susu, dan digunakan untuk keperluan di mana pemakainya terpapar sinar matahari langsung.

Mana yang lebih baik, sunscreen atau sunblock? Pilih sesuai kebutuhan saja. Jika kamu tidak terpapar sinar matahari langsung, ada baiknya pertimbangkan untuk memilih sunscreen saja. Misalnya saya yang lebih sering bekerja di dalam ruangan ketimbang di luar, maka yang cocok untuk saya adalah sunscreen. Saat-saat tertentu jika saya akan lebih banyak terpapar sinar matahari, maka tinggal pakai sunblock saja.

Sunscreem
Banyak yang merasa bahwa pakai sunsceen itu ribet. Soalnya harus ditumpuk ulang setelah pakai pelembap. Belum kalau siang hari, musti retouch lagi, misalnya karena sudah terbasuh air. Padahal, justru tanpa suncreen, kerja pelembapmu akan kurang maksimal. Di saat pelembap/moisturizer harus menutrisi kulit, di saat itu juga dia musti menghalau sinar matahari. Nah, 'kan?


Produk Naavagreen Sunscreen Tirai

Produk sunscreen yang tengah saya pakai saat ini adalah dari Naavagreen. Sunscreen ringan yang cocok untuk diaplikasikan setiap pagi sebelum memakai bedak. Sebelumnya saya pernah melakukan perawatan facial di Naavagreen, dan waktu itu saya merasa cocok. Karena cocok itulah, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba produk sunscreen-nya.

Baca juga: [Treatment Review] Serunya Facial di Naavagreen

Di saya, sunscreen Navaagreen cukup ringan dan tidak lengket. Ini menguntungkan, sebab saya kerap merasa bahwa memakai sunblock kadang terasa tebal dan lengket (meskipun pada dasarnya sunblock memang dibuat agak thick karena dibuat untuk memberikan pertahanan pada kulit).

Selain ringan, produk ini juga cepat meresap ke kulit, meskipun sebelumnya telah memakai pelembap. Tinggal diangin-anginkan saja sebentar, kulit langsung terasa lembut tanpa adanya excess produk yang berlebihan. Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan menggunakan bedak atau BB cream untuk makeup. Namun untuk sehari-hari, saya lebih suka langsung pakai bedak saja, tanpa memakai dasaran terlebih dahulu.

Kemasan

Sunscreen Naavagreen datang dengan kemasan berbentuk pot yang cukup kecil untuk dibawa kemana-mana. Isinya 10 gram, cukup banyak untuk dipakai selama sebulanan. Selain itu, warna hijau pada kemasannya sangat segar banget. Kalau orang bilang, begitu lihat kemasannya saja sudah langsung tertarik.

Pada permukaan tutupnya, ada stiker bertuliskan 'TIRAI' yang mana ini merupakan padanan dari kata sunscreen. Jika kamu pergi ke Naavagreen, pasti deh selalu ada paket tirai di dalam rangkaian produk perawatan kulit kamu.

tekkstur

Soal hasilnya bagaimana?

Banyak yang mengira efek pemakaian sunscreen akan terasa secara instan. Padahal seperti di hampir semua skincare, efek pemakaiannya hanya akan terasa setelah berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Misalnya nih, kamu yang sedari dulu sudah terbiasa membersihkan wajah secara rutin, pasti akan sering terhindar dari jerawat 'kan?

Sama juga dengan sunscreen. Kamu pakai sekarang, efeknya itu masih nanti-nanti. Di antaranya adalah kulit masih terjaga dan segar meskipun sudah berusia. So, kalau kamu diiming-imingi krim malam anti aging, tetapi di siang hari kamu mengabaikan sunscreen/sunblock, jangan kecewa kalau krim ajaibmu tidak berefek apa-apa.

Naavagreen

Tentang Naavagreen

@andhikalady