Friday, December 31, 2021

Supaya Saat Anak Tantrum, Mama TIDAK Ikut Emosi




Pernah suatu masa, aku membuat jadwal acara harian dengan satuan jam -- seperti yang dilakukan orang normal.

Jam 5 bangun,

Jam 7 siap-siap ke kantor,

Jam 9 meeting,

Dst.

Namun kini situasi berbeda. Meskipun di atas kertas (atau di gadget kalo sekarang), aku mengatur jadwal dengan satuan jam, pada kenyataannya sulit sekali menepati jadwalku. Penyebabnya adalah aku punya toddler yang punya jadwal mood dan bermain tidak menentu. Sudah dicoba untuk mendisiplinkan dia dengan mengatur jadwal hariannya, tetapi masih belum berhasil.

Any ABC tips to discipline THE toddler here will be fully apreciated.

Dulu, untuk menjadi fokus dan mengalokasikan waktu satu jam penuh untuk bekerja -- menulis artikel misalnya, tidaklah sulit. Sekarang astaga, kok sulit sekali.

Pasalnya, setiap aku sudah fokus in track dengan suatu pekerjaan, tahu-tahu terdengar suara "Mamaa, mamaa, mamaaa" yang tidak mudah diabaikan. Kalaupun aku cuek, nadanya memanggil semakin meninggi mengungguli keviralan Mas Aris Layangan Putus.

Setiap itu terjadi, fokusku otomatis langsung buyar. Apa pun yang aku kerjakan mendadak hilang arah. Bingung mau apa. Interupsi yang kuakui kurang menyenangkan kerap terjadi, dan, otomatis membuatku meninggalkan segala rupa kegiatan yang sedang aku lakukan.

Lalu kemudian momen revelation itu muncul. 

Beberapa hari lalu, aku sekilas membaca story IGnya Mbak Uma Hapsari (CEO sepatu Amazara) yang membahas tentang cara organizing mengatur waktu dan emosi dalam rumah. Di story itu (yang malah kelupaan nggak aku capture), Uma membahas pentingnya untuk memberi boundaries dan jangan mengambil posisi untuk bertanggungjawab terhadap mood orang lain. Termasuk MOOD ANAK.

Kalau anak kita tantrum, sebisa mungkin jangan ikutan badmood atau menyerap energi negatif anak saat ia sedang tantrum. Jangan mau emosi kita dikendalikan oleh anak. Kurang lebih begitu.

Ini aku refleksikan ke diri sendiri.

Ternyata selama ini aku terlalu menyerap banyak energi negatif dari sekitar. Anak tantrum, aku ikutan stress. Anak rewel aku pusing. Termasuk juga kalau suami BT, aku ikutan BT. Sialnya kadang aku mengambil keputusan penting bukan karena logika dan pikiran jernih, tapi karena terlalu mempertimbangkan mood dan perasaan orang di sekelilingku.

Ilustrasinya begini, misal di tengah aku sedang bekerja dengan serius dan melibatkan orang lain (misal lagi zoom class), tahu-tahu suami minta bantuan. Aku yang ga enak sama dia dan nggak mau mood suami jadi jelek (padahal bisa aja aku tolak), akhirnya menjeda zoom dan menuruti apa mau suami dulu.

This is bad,,

Padahal suami B aja kalau ditolak. Dia juga orang dewasa yang pasti mengerti jika ada pekerjaan yang tidak bisa aku tinggalkan. Namun karena aku terlalu memikirkan mood orang lain dan secara sadar mengambil tanggungjawab atas mood orang lain, aku banyak melakukan hal-hal konyol yang tidak produktif.

Yang seharusnya aku bisa berpikir jernih tanpa interferensi pengaruh negatif dari luar, tetapi malah sebaliknya. Aku muncul bukan sebagai istri yang solutif, tetapi sebagai istri subsider yang mengekor apa kemauan suami.

Yes, kadang patriakis bukan masalah pengaruh laki-laki yang seenak udel, tapi naluri dan insting perempuan juga bisa menumbuhsuburkannya.

So, aku mengambil sikap. Ini aku komunikasikan sama suami. 

Aku mencoba menggunakan semacam tombol on/off di dalam kepala, yang berfungsi memfilter energi apa saja yang masuk. Ini aku terapkan ke segala macam emosi dari luar. Kalau ada emosi negatif, misal anak tantrum, gelombangnya tidak aku masukkan ke pusat emosiku di otak. Anak tantrum, cukup kita penuhi kebutuhannya apa. Apakah dia minta ditemai, apakah dia minta sesuatu, kasihkan saja. Tapi jangan sampai aku ikutan stress dibuatnya.

Hal itu juga aku terapkan ke semua orang. Aku mencoba tidak mengizinkan siapa pun mengatur emosi dan mood-ku. I want to own my whole body and mind. Sehingga diharapkan, aku bisa selalu berpikir jernih dan mengambil keputusan dengan cara yang sehat dan semestinya.


@andhikalady

Continue reading Supaya Saat Anak Tantrum, Mama TIDAK Ikut Emosi

Tuesday, December 21, 2021

,

Kalau Ada 6 Tanda Ini, Kosmetik Kamu Aman Dipakai

Kini, semakin banyak variasi kosmetik baru bermunculan. Dari yang merek lama seperti Wardah, atau yang indie misalnya Looke, mereka berlomba-lomba mengeluarkan produk andalan dengan ingredients kekinian. Retinol, alpha arbutin, bakuchiol, niacinamide, sebutlah satu per satu. 

Animo masyarakat juga menyambut baik dengan adanya brand-brand ini. Nyatanya, 8 dari 10 teman-temanku makin rajin pakai skincare setelah melihat iklan kosmetik di internet. Pernah juga lho, aku dikasih tau sama seorang kawan, tentang sebuah merk skincare yang berhasil menghilangkan noda hitam di wajahnya. Kebetulan aku belum pernah dengar merek yang dimaksud. Kupikir tadinya merek Korea, ternyata pabriknya di Cibinong. Haha. 

Ini adalah hal baik, karena jika banyak warga belanja kosmetik, artinya negara sedang baik-baik saja. Ibarat kata, kalau beli makeup skincare aja mampu, berati kebutuhan primer seperti beras pasti stok aman kan?

Nah, saking banyaknya deretan brand-brand skincare, lalu timbul pertanyaan, kosmetik-kosmetik tersebut aman nggak ya? Jaminan mutu nggak ya? Apakah bisa memberikan hasil seperti klaimnya?



Di sinilah fungsi beauty blogger atau edukator kosmetik yang mengambil posisi netral. Kadang kita terhanyut dengan klaim iklan kosmetik, atau bahkan review dan testimoni yang tidak selalu akurat.

Aku akan menjelaskan beberapa acuan untuk mengetahui bahwa kosmetik yang kamu beli itu AMAN.

Kosmetik di sini termasuk skincare, makeup, toilettries, dan berbagai barang yang dioleskan ke kulit kita. Mengingat kita memakainya setiap hari, maka penting untuk tahu cara membaca label dan ciri-ciri kosmetik yang aman.


1. Ada nomor BPOM (atau lisensi dari negara asal)

Ini penting banget, soalnya nomor BPOM adalah semacam jaminan dari negara bahwa kosmetik tersebut bebas dari bahan berbahaya dan aman dipakai di kulit sesuai standar keamanan di negara penerbit. BPOM terdiri dari organisasi ilmuwan dan peneliti yang mengatur kebijakan dan mengawasi produk makanan dan obat termasuk di dalamnya, kosmetik. Kebijakan ini berasal dari keilmuan mereka yang memang memahami bagaimana cara skincare bekerja. Misalnya, tau zat hidroquinon kan? Itu, yang sering dipakai di kosmetik pemutih. Di BPOM sendiri, mereka membuat aturan ada kandungan maksimal hidroquinon yang boleh disertakan dalam produk kosmetik bebas.


2. Ada nama merek

Ini sudah pasti ya. Mana ada kosmetik tanpa ada mereknya ya kan? Misal nama kosmetiknya Lady Skin, maka harus ada tulisan gede "Lady Skin" di label kosmetiknya. 

So, kalau kamu nemu kosmetik yang tulisannya cuma krim pagi, krim malam, facial wash, itu artinya apaa??


3. Ada keterangan komposisi lengkap

Setelah membaca nama produk, pastikan ada kandungan ingredients-nya dengan lengkap. Ini adalah keterangan yang memuat dari apa saja bahan-bahan penyusun kosmetik yang kamu beli. Dengan adanya daftar komposisi yang lengkap, kamu bisa mendapatkan jaminan bahwa tidak ada kandungan kosmetik yang berbahaya. 

Umumnya, komposisi paling dominan hingga paling sedikit ditulis berurutan dari paling depan.

Nah di sini kamu musti jeli, apabila ada kosmetik yang mengklaim mengandung, misalnya, ekstrak madu, tetapi madunya cuma ditulis di bagian belakang, artinya....

Yes.

Madunya cuma gimmick doang.


4. Ada tanggal kadaluarsa

Ini juga wajib ada di setiap kosmetik yang layak. Kosmetik itu ada masa pakainya. Apabila melampaui tanggal kadaluarsa, dikhawatirkan kosmetik akan berkurang khasiatnya, atau malah bisa jadi berbahaya di kulit. Seiring berjalannya waktu, bisa jadi ada perubahan aroma, zat, khasiat, termasuk struktur kimia. Selain manfaatnya akan berkurang, juga bisa ada oksidasi yang justru tidak diinginkan kulit.


5. Ada PAO (Period After Opening)

PAO berbeda dengan expired date. PAO menunjukkan batasan waktu setelah kemasan dibuka. Misal tertulis PAO 6 bulan, artinya kosmetik tersebut layak digunakan selama 6 bulan setelah dibuka.


6. Ada cara pemakaian

Idealnya di setiap kemasan kosmetik ada panduan pemakaian yang benar. Kan nggak lucu kalau facial wash kamu pake jadi serum. Nanti klenyit-klenyit gimana gitu.

Misal serum AHA/BHA. Harus disebutkan cara penggunaannya yaitu sebelum membersihkan wajah, dibiarkan 10 menit, dan tidak boleh dibiarkan semalaman. Bisa dibayangkan kalau memakai AHA secara serampangan, bisa-bisa kulitmu jadi over exfoliate.


7. Ada nama PT produsen/ PT importir

Untuk menjamin keamanan, nama produsen juga wajib disebut di dalam kemasan. Harus tertulis jelas, dibuat di daerah mana, oleh PT siapa. Kalau kosmetiknya impor, juga harus ada keterangan importirnya siapa, alamatnya mana. Ini adalah jaminan bahwa kosmetikmu tidak abal-abal dan dikeluarkan oleh perusahaan yang legal. Kalau tidak ada, kamu sudah tahu kenapa.


@andhikalady

Continue reading Kalau Ada 6 Tanda Ini, Kosmetik Kamu Aman Dipakai

Thursday, December 16, 2021

Scarlett Whitening Acne Series, Solusi Jerawat yang Efektif

Meskipun aku bisa dibilang sudah jarang berjerawat, tapi untuk skincare regime, sebisa mungkin tetap menerapkan anti acne supaya jerawat tidak muncul lagi. Soalnya kalau tidak ada, dijamin jerawat muncul lagi meski sedang tidak period. Salah satu bahan anti jerawat dalam skincare yang cocok di aku adalah Salicylic Acid (SA) dan Zinc. Maka dari itu, aku selalu mencari skincare dengan bahan dasar Salicylic Acid untuk acne regime. Salicylic Acid adalah bagian dari BHA (Beta Hydroxy Acid) yang juga kerap menjadi bahan ingredients penyusun skincare. Mostly, BHA yang digunakan dalam kosmetik adalah Salicylic Acid. Jadi bisa dibilang sama saja.

So, kalau ada dua skincare yang satu bahannya Salicylic Acid satunya lagi BHA, jangan dipakai bersamaan yah. Bisa jadi bahannya sama.

Sebelumnya aku udah mencoba sulfur, dan beberapa ingredients lain untuk jerawat. Namun karena suatu hal selalu ada ketidakcocokan. Entah kulit jadi kering, entah over exfoliate, dsb.

Baru deh, pas ketemu Salicylic Acid, jerawatku lebih bisa dikontrol. SA bekerja dengan cara menembus lapisan kulit lebih dalam (bahkan lebih dalam dari AHA) dan bersifat membersihkan minyak di pori-pori sehingga membuat bakal jerawat enyah. Karena inilah, penggunaan SA/BHA dinilai mampu mengontrol minyak berlebih. Soalnya sebelum minyak itu menguasai muka, udah dihempas duluan sama SA/BHA.

 


Nah, apa sih produk lokal yang memberikan paket lengkap anti acne dengan bahan utama Salicylic Acid? Jawabannya adalah Scarlett Whitening  Essence Toner dan Acne Serum.  Duo signifikan ini bisa mengontrol jerawatku hingga jarang keluar lagi. Mari bahas satu per satu.


1. Acne Essence Toner



Memakai toner setelah wajah dibersihkan wajib hukumnya. Ini termasuk dalam rangkaian basic CTMP (Clean Toning Moisturizing Protecting). Toner akan berguna membuat kulit lebih segar dan siap menerima skincare berikutnya.

Scarlett Acne Essence Toner ini mengandung bahan-bahan alami anti jerawat. Di antaranya: Zinc Sebum, Tea Tree, dan Natural Vitamin C. Anti acnenya ada (Zinc, Tea Tree), anti oksidan juga ada (Vitamin C). Paket lengkap untuk toner yang multifungsi.

Teksturnya lebih kental dibanding toner biasa. Malah aku bisa bilang ini mirip serum dengan kegunaan kompleks. Di dalamnya juga terdapat beads yang lucu warna ungu yang menambah toner ini semakin menarik dan seru digunakan.


2. Acne Serum



Ini menurutku adalah serum anti acne yang paling ampuh yang pernah aku pakai. Kandungannya terdiri dari Tea Tree, Salicylic Acid, dan Liquorice. Aku kalau pakai bahan tea tree aja, malah bikin kulit jadi kering. Nah ini kok enggak! Dugaanku karena ada bahan Salicylic Acid yang bisa bikin kulit lebih calm. Selain itu juga ada bahan Liquorice yang bisa membantu menyamarkan bekas jerawat dan meratakan warna kulit.

Serum ini aku pakai setelah toner. Jadi misal ada skin regime lain, aku khususkan untuk pagi semuanya pakai produk Scarlett Whitening. Sisanya di malam hari. Supaya lebih mantab, aku barengin dengan moisturizer Acne Scarlett Whitening yang sudah aku review di sini.

Semenjak saat itu, jerawat sudah bukan teman akrabku lagi.


@andhikalady

Continue reading Scarlett Whitening Acne Series, Solusi Jerawat yang Efektif

Tuesday, November 30, 2021

, , , ,

Cara Budgetting Biaya Wedding. Part 1: Makeup & Wardrobe



"Harus keluar budget berapa ya buat makeup & wardrobe?

Saat mau mempersiapkan pernikahan, budget tentunya menjadi hal yang sangat penting. Kemampuan kita diuji, skill hitung-hitungan dan komunikasi juga dipertaruhkan. Pasalnya, bisa jadi persoalan budgetting wedding itu menjadi pengalaman pertamamu dalam mengelola uang dalam jumlah yang cukup besar.

Bagaimana tidak, mulai dari ngurusin katering, makeup, foto, prewedding, transportasi akomodasi, dan tetek bengeknya harus diurus dan diatur bersamaan. Kalau kamu punya dana cukup dan bala bantuan memadai (ex: keluarga dekat/wedding planner), maka bagus. Tapi kalau tidak? Kalau ternyata kamu dan pasangan menyiapkannya sendirian? Beruntunglah kamu membaca artikel ini. Yuk lanjut dulu.

Nah, spesifik untuk makeup dan wardrobe, ada kiat budgetting-nya sendiri. Jika kamu bingung bagaimana menentukan budget untuk makeup dan busana, penting halnya untuk mengetahui apa yang dimau kamu dan pasangan. Kemauan tentu berbanding lurus dengan budget yang dikeluarkan. Contoh simplenya, kalau kamu dan pasangan mau model makeup tradisional, siap-siap saja keluar budget lebih untuk tata acara dan makeup tradisional.

Inilah pengetahuan sederhana untuk menentukan dan mengatur budgetting makeup & wardrobe wedding.


1. Tentukan dulu kemauan & kebutuhanmu apa saja.


Silakan diskusikan dulu bagaimana model makeup dan busana yang kamu inginkan bersama pasangan, dan keluarga. Memang, penentu utama adalah kamu dan pasangan. Tapi tidak ada salahnya bertanya kepada orangtua/mertua inginnya seperti apa. Bisa jadi kamu ingin gaya modern, tapi orangtua ingin tradisional. 

Nah, setelah ketemu titik tengahnya, barulah kamu mencatat apa saja yang dibutuhkan untuk makeup & wardrobe acaramu. Misalnya begini:




Setelah itu kamu bisa tentukan budget yang kamu siapkan di sebelahnya. Ini aku sengaja kosongkan karena setiap orang punya preferensi berbeda-beda. Ada yang nggak apa-apa pakai sepatu 300ribuan, ada juga yang maunya 100ribuan. Wkwkwk. 


2. Komunikasikan apa yang sudah/belum disediakan oleh vendor


Misal vendor MUA ada juga yang sudah menyediakan sekalian wardrobe, henna, hair pieces, dll. Komunikasikan SEJELAS-JELASNYA supaya jangan sampai ada kalimat "Tak kiro wis digawakne dukun manten".

Sering lho kejadian begini. Tahunya semua-muanya sudah disediakan MUA/decor tapi ternyata ada charge-nya. Kalau nggak mau kejadian begini, sediakan waktu sejenak untuk ngobrol/chattingan tentang apa saja yang sudah include dan yang belum.


3. Jika budget mepet, lakukan penyesuaian. Prioritaskan yang lebih penting


Aku paham banget, semewah-mewahnya acara wedding, pasti budgetnya mepet. Karena kalo budgetnya lebih, kita maunya vendor yang bagus dan mahal. Begitulah seterusnya sampai nggak sadar lagi kalau budgetnya membengkak.

Nah ada tips khusus jika menemui hal ini.

Kategorikan item yang penting dan tidak terlalu penting. Misal upacara & ubo rampe prosesi bisa ditaruh di bagian 'kurang penting' apabila budget mepet. Toh foto-foto saja sudah cukup kan? Atau karena situasi pandemi ini, bagian resepsi dihilangkan sehingga cukup akad saja.

Pastikan pasangan & keluarga setuju. Terutama keluarga yang dananya keluar dari sana.


4. Sepakati checklist final bersama pasangan dan keluarga


Nah ini nggak kalah penting. Apabila pemegang dana acara adalah keluarga (misal orangtua), checklist kebutuhan harus disetujui mereka juga. Daripada konflik ya kan, lebih baik bicarakan dan kompromikan apa yang menjadi keinginan kalian. Karena kamu adalah pengantinnya, pastikan segi keputusan utama ada di tanganmu. Pintar-pintarlah berargumen dan bernegosiasi agar solusi menjadi win win.

Merencanakan pernikahan bersama keluarga dekat adalah saat yang tepat untuk berkolaborasi dan mempererat hubungan keluarga. Bukan sebaliknya.




Selamat menikah.

@andhikalady

@jenganten - Vendor MUA dan wardrobe Yogyakarta


Continue reading Cara Budgetting Biaya Wedding. Part 1: Makeup & Wardrobe

Tuesday, November 23, 2021

Belajar Otodidak vs Cari Mentor

Mana yang akan kamu pilih?

Sebelumnya  aku mau cerita. Dulu aku orangnya percaya dengan 'bakat itu didapat dari lahir'. Jadi kalau kamu pintar (misalnya) menyanyi. Itu artinya kamu udah terlahir dengan bakat menyanyi. Karena berbakat dari lahir, kamu bisa dengan mudah belajar menyanyi tanpa effort. Tahu-tahu bisa jadi penyanyi terkenal, begitu aja.




Yang luput dari pengetahuanku adalah, di balik setiap penyanyi sukses dan terkenal, ada kerja keras berupa:

- menulis lagu

- bekerja sama dengan produser

- membuat tim pemain musik

- menjaga hubungan baik dengan broadcast

- berlatih setiap hari (aku pernah baca kalau Raisa berlatih nyanyi 12 jam sehari)

- dst


Dulu saat umur 6 tahun, aku dibelikan alat musik keyboard sama Bapak. Entah bagaimana caranya, aku langsung paham cara memainkan, meniru lagu, menemukan chord sendiri, mengkombinasikan tangan kanan dan tangan kiri, sampai membuat melodi sederhana. Sampai sekarang aku masih ingat melodinya. Aku juga senang setiap ada tayangan orang main piano di TV. Adegan memorable di film Petualangan Sherina adalah saat dia main piano sambil nyanyi "hatiku sedih, hatiku gundah. Tak ingin pergi berpisah....".

 

Foto: kompas.com

Kalau menonton band, yang aku perhatikan adalah keyboardist-nya. Aku sampai hafal, nama keyboardist Peterpan waktu itu adalah Andika. Wuih, sama dong kayak namaku! Kayaknya kalau nasibku mujur, aku akan menjadi pianis atau keyboardist keren seperti Andika.

 

Tapi, aku tidak punya privilege semacam itu. Masa kecilku tinggal di desa. Satu-satunya orang yang dianggap pintar main keyboard adalah pemilik orkes organ tunggal dangdutan yang main di hajatan. Sesuatu yang menurut orangtuaku kurang elit dibanding jadi PNS. 

"Ngapain kamu sinau keyboard kalo ujungnya jadi pemain orkes hajatan. Mending kamu belajar giat untuk jadi pegawe aja".  Maaf bukan untuk merendahkan profesi tertentu, hanya menjelaskan pemikiran orangtuaku saat itu.

 

Terus akhirnya, sesuatu yang kusebut 'bakat main musik' itu cuma berakhir di band kantor & Soundcloud. Paling mentok, bisa buat sepik cowok-cowok kualitas menengah yang langsung berdecak 'wow' pas tahu aku bisa main keyboard. Wkwkwkwk. Padahal ya bisa bisaan aja.

 

Karena cuma belajar otodidak dari Youtube, kemampuanku tidak berkembang sebagaimana mestinya. Aku pun butuh waktu yang lama sekali untuk bisa main Pachelbel Canon aja. Ditambah aku tidak mencancang cita-cita menjadi pemain musik profesional setinggi itu. Dengan kata lain, musik bukan prioritas. 

 

Aku pernah ngobrol langsung dengan guru piano beneran, lalu dijeberin kurikulumnya. Ternyata belajar piano nggak sesimpel kamu punya 'bakat' terus bisa main. Udah. Nooo...

Ada teknik menata jarinya, ada kiat membaca not balok, ada cara memainkan feeling, dll. Lalu si guru baik hati itu bilang kalau caraku bermain keyboard selama ini salah. Wkwk ya nggak apa-apa namanya juga main musik for fun only. Salah ya nggapapa yang penting kita senang, cowok inceran juga bisa lah dapet.

Di titik itu aku merasa, wah, sebetulnya sayang banget bisa main musik tapi kurang di-explor dan tidak dipakai latihan secara serius.




Lalu waktu berjalan. Aku menemukan passion lagi di makeup. Aku waktu itu masih percaya konsep 'bakat dan belajar otodidak'. Konsep ini tidak sepenuhnya salah. Memang ada benarnya, bakat ada, belajar otodidak juga bisa. Tapiii, yang nggak aku sadari adalah adanya 'bahaya' yang lebih besar mengincar...

 

Mau sampai kapan percaya istilah 'bakat itu dari lahir'?

Kalau nggak dilatih dan diasah ya sama saja.

Mau sampai kapan mengandalkan belajar otodidak aja?

Yakin belajar otodidak aja udah cukup?

Yakin kamu nggak akan kesulitan menyamai pace mereka yang belajar sungguh-sungguh?

Mau berapa tahun kariermu mentok di situ-situ aja karena nggak mau cari guru?

 

Dan begitulah, karena aku nggak menyadari 'bahaya' tersebut, lantas jadi MUA-nya juga cuma jalan di tempat. Ada sekitar 2 tahunan aku nggak pernah merias client lebih dari wisuda. FYI, merias wisuda adalah milestone begginer sebagai MUA, sebelum beranjak kompeten merias pengantin tradisional. Menguasai makeup wisuda adalah hal mudah. Tapi menjadi dukun manten (apalagi yang tradisional) adalah hal lain. Kamu butuh guru dan mentor yang memang menguasai ilmunya. Ini ilmu pakem, ilmu yang tidak sembarangan diaplikasikan. Begitu juga dengan makeup no makeup yang terlihat flawless tapi tetap cantik dipandang. Kamu tidak bisa hanya mengandalkan Youtube tanpa menerapkan langsung.

 

Aku sadar aku musti berubah.

Aku juga dikasih tahu sama Pak Rangga kalau aku nggak bisa begini terus.

Kata dia, konsep 'bakat dari lahir' itu nggak akan ke mana-mana kalau tidak mau berusaha.

Harus kerja keras, harus mengambil langkah tepat yang nggak membuang waktu.

Aku mulai cari guru. Guru yang memang sudah mengerti dan berkecimpung di bidangnya.

Aku ingin skill dan kompetensiku ter-akselerasi.

Kalau belajar otodidak butuh 2 tahun, dengan guru yang tepat bisa belajar 2 hari saja.

 

Sekarang aku sadar bahwa, untuk belajar dengan cepat butuh guru. Bukan sekadar belajar otodidak. Meski banyak orang mampu menyerap dan berlatih sendiri, tetap ada banyak value yang lebih bisa didapatkan dari mentor.

Kalau kaitannya adalah skill yang berpengaruh dengan hidup dan mati, aku rasa lebih bijak kalau memilih belajar melalui mentor. Namun apabila skill itu untuk for fun aja, dan kamu tidak masalah belajar sendiri, otodidak menjadi pilihan yang baik.

Aku tidak apa-apa tidak jadi pianis profesional, tapi aku mau jadi MUA profesional.


@andhikalady

Continue reading Belajar Otodidak vs Cari Mentor

Tuesday, November 16, 2021

, , , ,

Cara Periksa Tumbuh Kembang Anak dengan BPJS



Sedari awal, aku dan suami sudah tanggap kalau sedini mungkin Linam harus segera didaftarkan BPJS. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Betul juga, beberapa kali kami menerima manfaat BPJS untuk pengobatan dan perawatan keluarga. Salah satunya yang cukup berbiaya besar yaitu saat Linam harus operasi Urachus Paten ketika berusia 2 bulan. Ini kalau dihitung-hitung mungkin bisa sampai puluhan juta kali ya. Untung semua ditanggung oleh BPJS sehingga 100% gratis.

Nah untuk tumbuh kembang anak juga bisa pakai BPJS asal tahu caranya. Kita sama-sama tahu lah ya, biaya terapi, dokter spesialis dan obat-obatan itu tidak murah. Apalagi untuk paket terapi yang harus dilakukan dalam masa yang tidak menentu. Tidak cukup sebulan dua bulan, bisa lebih lama lagi sampai si anak dinyatakan lulus catch up. Kalau dananya habis di tengah jalan, kasihan si anak. Terapi bisa terpaksa harus terhenti bahkan bisa diulang dari awal lho.

Untuk itulah aku menggunakan alur BPJS. Awalnya kita harus memantau redflag pertumbuhan anak. Jadi ada kisi-kisi kalau perkembangan anak terganggu. Ini Mom harus pantau terus. Misal dirasa ada semacam gangguan pertumbuhan & perkembangan, segeralah periksakan ke dokter. Pilihan kami ke dokter keluarga di faskes 1. Lalu bisa minta rujukan ke DSA khusus tumbuh kembang. Biasanya ada di rumah sakit besar. Mom harus banyak mencari tahu informasi klinik tumbuh kembang di kota masing-masing ya. Ada juga sih klinik swasta yang independen. Namun tipe ini jarang menerima rujukan BPJS.

Di Jogja sendiri, ada RSA UGM, RS Hermina, RS JIH, Klinik GMC, Bunda Novy, Yamet, dll. Tidak semua ter-cover BPJS. Konsultasikan saja dengan Faskes 1 Mom.

Selain itu, mencari support group sesama orang tua pejuang tumbuh kembang juga banyak membantu. Bisa jadi mereka punya info berlian yang tidak ditemukan di internet.

Nah, setelah konsultasi ke Faskes 1, Linam diperiksa oleh DSA (dr. Mei Neni) di Hermina. Kemudian langsung dirujuk untuk CT Scan kepala agar tahu apa ada penyebab di otak yang berpengaruh ke tumbuh kembang. Untuk proses CT Scan ini unik, tidak setiap anak yang bermasalah dengan tumbuh kembang akan dirujuk CT Scan. Untuk kasusnya Linam, kebetulan dia punya lingkar kepala yang lebih besar dibanding ukuran normal. Sempat dikhawatirkan ada hidrocephal tetapi alhamdulillah tidak ada. Hasil dari CT Scan itu adalah adanya hipotropi otak bagian depan yang belum berkembang sempurna.

Tapi itu saat Linam usia 19 bulan. Sekarang udah banyak banget kemajuan, harapannya otak yang belum tumbuh saat 19 bulan kini sudah tumbuh secara signifikan (terimakasih untuk resep obat, terapi, dan kurikulum stimulasi yang kami terapkan).

Setelah dirujuk ke DSA, Linam kembali dirujuk ke dokter spesialis Rehab Medik (dr. Thomas). Beliau akan menangani terapi dan menentukan dosis terapi. Kemudian Linam dijadwalkan untuk fisioterapi selama seminggu 2x. Lengkapi dokumen pendukung asuransi seperti:

- fc rujukan dari Faskes 1 (harus dipunyai banyak karena akan digunakan berkali-kali)

- lembar jadwal terapi

- fc rujukan DSA & dokter Rehab Medik

- fc BPJS & KIA (Kartu Identitas Anak)

Pengetahuan sederhana soal BPJS anak itu penting. Jangan mentang-mentang yakin anak sehat terus sehingga mengabaikan ketertiban dokumen. Akta kelahiran, kartu KIA, perubahan KK, dan BPJS adalah empat hal penting yang harus diurus pertama kali setelah anak lahir.

Apa ada perbedaan layanan BPJS dengan non BPJS. Berdasarkan pengalamanku tidak ada sama sekali. Semua sama aja. Cuma di beberapa tempat, antrean terapi cukup panjang. Namun untuk Linam, lagi-lagi alhamdulillah tidak terlalu antre.
Continue reading Cara Periksa Tumbuh Kembang Anak dengan BPJS

Wednesday, November 10, 2021

, , , , , ,

CEO Value ala Drakor Start-up. Mental Penting Seorang Pengusaha

Dulunya aku mikir, nonton Drakor adalah kesia-siaan karena episodenya panjang dan memakan waktu saat ditonton. Lagipula formula Drakor di kepalaku agaknya begitu-begitu aja. Ada cewek, disukai cowok, eh ada cowok lain yang perhatian. Lalu galau milih siapa. Repeat.

Tapi semua berubah sejak aku nonton Squid Game. Wah, boljug nih ide-ide drakor sekarang kayaknya udah makin kreatif. Maka dari itu, aku coba membuka hati (ciehh) untuk nonton drakor lain atas rekomendasi teman, yaitu START-UP.




Seperti namanya, drakor ini membahas perjalanan karier dari 0 menuju kesuksesan (dan lika-liku di dalamnya) membangun startup unicorn. Ini memang fiksi, tapi setelah aku cari lagi artikel Silicon Valley, drakor ini mendekati akurat.

Again, if you want to cut the bullshit of K-drama cliche, you can directly jump in to 4'th episode. Tenang aja, poin pentingnya nggak akan terlewat. Don't be surprised, you'll get huge amount of basic start up knowledge and CEO energy.

Oke, yuk kenalan sama tokoh-tokohnya.

Mbak Darmi





Seorang cewek dari keluarga biasa (tapi tasnya Lady Dior 63 juta rp) yang bercita-cita jadi Steve Jobs nya Korea. Ngaku kerja partime demi hidup sehari-hari (tapi bajunya 13 juta rp, lipstiknya & bedaknya merek Lancome 700ribuan). Mbak Darmi diperankan oleh Bae Suzy. Melihat gayanya & latar belakang finansialnya memang nggak match. Tapi ya sudah lah dia kan pura2 misqueen aja di K-drama.

Mbak Jaenab




Kakaknya Mbak Darmi. Sukses, cantik, diadopsi oleh ayah kaya. Level pengalamannya adalah CEO. Dia adalah 'saingan' Darmi dalam segala hal. Orang ini yang awalnya jadi motivasi Darmi untuk menjadi sukses karena tidak mau kalah sama kakaknya. Dia diperankan oleh Kang Ha-na.


Mas Dasino




Seorang programmer jenius yang ketiban wulung. Harus ketemu Mbak Darmi yang ayune ga ketulungan karena kesalahpahaman masa lalu. Mas Dasino tadinya adalah CEO Samsan Tech, tapi di bawah kepemimpinannya, tidak pernah sukses mendatangkan investor. Ganteng, tapi nggak sadar dirinya ganteng. Pinter tapi nggak mau keminter. Agak insecure, tapi paham sama kekurangan diri. Dia diperankan oleh our K-drama forever crush, Nam Joo-Hyuk.

Mas Aji (alias Mas Jipong)




Mas Aji ini investor sukses dan kaya raya. Diam-diam suka sama Mbak Darmi sejak kecil. Karena suka, dia melakukan banyak hal untuk membantu Samsan Tech sampai sukses. Karena tabiatnya suka menolong, kita panggil dia Mas JIPONG (Aji si Penolong). Dia diperankan oleh Kim Seon-Ho.

 
Singkat cerita, Darmi & Dasino ketemu di event startup Sandbox dan menjadi satu tim untuk sesi hackaton.  Dasino yang sadar dirinya tidak kompeten menjadi CEO, dengan besar hati memberikan posisi itu kepada Darmi yang cuma lulusan SMA. Di sini insight yang aku ambil adalah: sejenius apapun kamu dalam hal programming, belum tentu bisa memimpin dan membawa startup menjadi maju. Jadilah mereka, Darmi, Dasino, dan 3 anggota lainnya menjadi satu tim hackaton, Samsan Tech.

Perjalanan karier mereka akhirnya lolos menjadi anggota Sandbox dan mendapatkan investasi pertama sejumlah 100juta won (1,2M rp). Mereka bekerja mengembangkan layanan dan inovasi baru dalam bidang Artificial Intelligence. Intriknya pun nggak jauh-jauh dari dunia startup. Merka meniti dari 0 sampai membangun Unicorn. Bukankah itu hebat?

Nah apa saja moral value yang patut kita cermati dari Drakor ini?

1. Merekrut VS Direkrut




Ada perbedaan mendasar antara merekrut dan direkrut. Merekrut membuat posisimu di atas, begitu pula sebaliknya. Direkrut artinya kamu posisi di bawah. Dasino merekrut Darmi menjadi CEO alih-alih direkrut Jaenab menjadi developer. Padahal Jaenab lebih berpengalaman daripada Darmi.

2. Cara kenalan dengan calon potensial klien




Setelah acara Hackaton, dengan bodohnya Darmi malah tidur. Tetapi Jaenab lebih maju satu langkah. Ia menemui pemilik bank dan bertukar kartu nama. Hackaton adalah acara penting untuk saling kenalan dengan klien potensial. Karena tindakannya tersebut, Jaenab berhasil mendapatkan proyek sebesar 300juta won (2,4M rp). Sementara Darmi masih pusing dengan pendanaan Samsan Tech.

3. Jangan mudah memberikan teknologi perusahaan




Algoritma, source code, teknologi, dan haki perusahaan adalah hak milik perusahaan. Jangan pernah berikan ke pihak lain tanpa imbalan yang pantas. Ini sama halnya kayak restoran, bukankah resep nggak akan kamu bagi secara cuma-cuma?

Dasino dan timnya yang masih cupu harus sampai didamprat oleh Mas Jipong karena membolehkan tamu merekam seluruh proses sistemnya bekerja.

4. Jadi CEO yang baik bagaimana




Tidak ada cara menjadi CEO yang baik. Tapi ada cara mengambil keputusan yang terukur. Pekerjaan CEO adalah tentang mengambil keputusan yang optimal. That's it.

Mbak Darmi yang cuma lulusan SMA pun harus mendapat kuliah dari Mas Jipong untuk kekeh mengambil keputusan, terutama soal pemegang saham Samsan Tech.

5. Majunya perusahaan tidak akan melebihi mimpi sang CEO




                                                                                                                                  
Kalau CEOnya saja cemen dan takut bertindak, siap-siap saja perusahaan tidak akan maju. Besarnya perusahaan tidak akan lebih besar dari mimpi CEO. Mak Jaenab yang sudah berpengalaman menjadi CEO sedang memarahi Darmi karena takut merekrut Dasino dan teman-temannya.

6. Berani mencoba hal baru





Awalnya Dasino bertemu Darmi karena ketidaksengajaan. Itupun disuruh sama Mas Jipong. Dasino langsung kesengsem sama Darmi. Lalu Dasino menjadikan seluruh kata-kata dan cita-cita Darmi sebagai cita-citanya juga.

7. Mengelola risiko






Ada adegan di mana satpam-satpam Bank Jonan melakukan protes terhadap Jaenab karena proyek pengurangan karyawan dengan otomasi pengaman. Mbak Jaenab dengan sigapnya melakukan komunikasi dan turun ke lapangan langsung untuk berbicara dengan pentolan kang protes.

8. Kalau tidak bisa menyaingi musuhmu, jadilah pasukannya.




Ada adegan di mana seluruh programmer Samsan Tech termasuk Dasino 'dicolong' ke Amerika, sementara Darmi dipecat. Sedih karena ditinggal timnya, eh kekasihnya, Darmi memutuskan untuk mendaftar ke perusahaan milik Jaenab dan jadi karyawan di sana. Mau nggak mau Darmi harus rukun sama kakaknya dong.
 
Selain 8 value Start-up di atas, kita juga disuguhkan pengalaman romantis khas Drakor. Cinta segitiga antara Darmi, Dasino, dan Mas Jipong. Siapa yang Darmi pilih? Kayaknya kamu perlu menonton sampai tamat. Aku udah nonton 3x dan masih belum bosan.

@andhikalady
Continue reading CEO Value ala Drakor Start-up. Mental Penting Seorang Pengusaha
, ,

Pengalaman Frugal Living dengan Kebiasan Masak & Foodprep Sendiri

Ada sebuah parameter untuk melihat tingkat kemajuan sebuah negara, yaitu rasio antara belanja makanan dengan pendapatan. Kalo istilah englesh-nya Food Expenditure Ratio. Makin maju negara, makin kecil rasio belanja makanan terhadap pendapatan rata-rata. Sebaliknya, makin miskin negara, makin besar rasio belanja makanan terhadap pendapatan.

Dengan kata lain, semakin miskin negara, porsi gajinya sebagian besar digunakan untuk membeli makanan melulu.

Ini 7 negara yang paling sedikit rasionya. Amerika contohnya. Mereka hanya membelanjakan 6,4% dari penghasilan mereka untuk belanja makanan. Singapore di bawahnya, diikuti dengan 6 negara maju lainnya.



Sementara ini 9 negara terbawah dengan rasio terbesar. Nigeria bahkan menghabiskan 56% pendapatannya hanya untuk beli makan. Ibaratnya misal punya gaji 3 juta, 1,8 jutanya sendiri hanya untuk makan. Warga Nigeria hanya punya 44% sisa penghasilan untuk hal lain (tempat tinggal, sandang, pendidikan).



Lalu rasio Food Expenditure Indonesia berapa? 31%. Jadi, misal ada orang Indonesia punya gaji 3juta, rata-rata mereka menghabiskan 1juta hanya untuk beli makan. Gaji 5 juta, rata2 dihabiskan 1,5juta untuk makan.

Ini rata-rata. Meskipun agak susah membayangkan bisa makan sebulan hanya dengan 1juta. Mungkin yang penghasilannya 3jutaan, uang untuk belanja makanan lebih dari 1juta.

Nah kaitannya sama topik Andhikalady apa tuh? Kok bahas rasio2 belanja makanan segala?

Ini topiknya bakal aku giring ke arah frugal living. Sekarang coba cek penghasilan masing2, dan bandingkan dengan expenses yg kamu belanjakan untuk beli makanan. Makanan lho, kebutuhan utama hidup manusia yang harus dibeli dengan uang.

Lebih atau kurang dari 31%?

Jika kurang dari itu, selamat. Kamu mendekati life style negara2 yang lebih maju. Bisa jadi hidupmu lebih sejahtera dari rata2. Mungkin kamu pintar menabung, pintar berhemat, hidup frugal, dan sejenis itu mirip2 lah.

Tapii jika kalau lebih dari 31%, hmmm, this is not very good. Katakanlah kamu punya penghasilan tinggi misal dua digit. Tapi yang kamu belanjakan untuk makanan lebih dari sepertiganya, sama aja Malihh. Kamu menyia2akan potensi besar penghasilan yang bisa digunakan untuk hal lain. Misal pendidikan dan investasi.

Well, aku paham kalau sebagian orang punya prinsip "hidup untuk makan". Makan kalau nggak bermewah2 pantang. Telur itu cuma condiment bukan lauk. Makanan itu jadi daging dan otak jadi harus mewah, endesbrey, endesbrey.

Tapii, salah satu hal yang aku sesali adalah; duluu di saat aku single dan berpenghasilan, aku terlalu banyak nge-treat diri sendiri dengan makanan yang nilai gizinya tidak lebih unggul dari masakan buatan rumahan. Dikit-dikit jajan. 3x sehari jajan. Padahal ibuku udah ngasih rice cooker buat masak nasi sendiri di kost, tapi aku lebih memilih makan di luar.

Duh, sekarang aku ngerti betapa kecewanya ibuku kalau anaknya boros. Hahahaha.

Coba aja aku sejak dulu menerapkan konsep Food Expenditure, mungkin sekarang udah punya kost-kostan.

Sekarang keadaan berubah. Sebagai istri & ibu, aku bertanggungjawab dengan gizi dan kelezatan makanan di rumah. Aku mulai belajar masak, belajar belanja dengan mindfull. Belajar meramu makanan booster BB yang cocok dan enak untuk Linam, serta yang nggak bikin tekanan darah Pak Rangga makin naik. Termasuk membandingkan toko dengan harga termurah, dan juga bahan terbaik. Apa hasilnya?

Expenses yang dulu aku pakai untuk makan aku seorang ternyata cukup untuk memberi makan satu keluarga 3 orang, aku, suami & anak.

Ibarat misal dalam sebulan buat aku makan sendiri 2 juta (dengan jajan). Ternyata buat makan 3 orang juga habis 2 juta. Gizinya sama, enaknya sama, tapi jumlah perut yang kenyang lebih banyak. All you need to do is: masak sendiri.

Ini sukses menurunkan rasio Food Expenditure di keluarga kami. Biaya untuk makan bisa ditekan, sementara pendapatan yang lain dapat digunakan untuk pos lain. Hati juga lebih adem dan tenang karena dana darurat dan beberapa rancangan cita-cita sudah cukup aman.

Aku be lyke, what, ini mah ilmu PKK banget tapi manfaatnya benar-benar terasa. Tinggal penerapannya, apakah kalau penghasilan bertambah, Food Expenditure akan tetap, turun, atau celakanya malah nambah karena kalap jajan makanan2 mevvah?

Kamu nggak perlu meniru 100% langkah yang aku ambil, tapi coba deh pikir lagi. Misal kamu merasa boros banget di jajan, tidakkah lebih mindfull dan cermat apabila kamu mempertimbangkan untuk save a lot of money by cook and prepare the food by yourself?

Have a nice overthink night.

Andhikalady.

Continue reading Pengalaman Frugal Living dengan Kebiasan Masak & Foodprep Sendiri

Wednesday, October 27, 2021

, ,

Produk Andalan Para MUA -- Tapi Kita Tidak Butuh-butuh Amat




Produk makeup yang beragam, ditunjang dengan perlengkapan yang canggih adalah senjata dan peralatan yang dimiliki para MUA (Makeup Artist). Mereka melengkapi instrumen tersebut bukan tanpa alasan. Namun karena di lapangan, mereka akan ketemu dengan variasi kulit dan bentuk wajah, sehingga segala rupa produk makeup pun disiapkan untuk mendukung kerja.

Misal ketemu client berkulit tan, sudah pasti di dalam koper makeup ada foundation dan bedak berwarna tan. Nggak lucu kalau MUA sampe harus tanya ke client "Kak, apa punya foundation yang cocok dengan warna kulit kakak?"

Nah buat kita yang ingin memiliki riasan yang MUA-lyke, tidak harus mempunyai semua peralatan yang dipakai MUA lho. Bahkan ada satu atau dua produk multifungsi yang sebetulnya bisa mengakomodasi beberapa keperluanmu.

Selain tidak perlu-perlu amat, ini juga akan menekan budgetmu dalam membeli makeup.


1 Blush on cream


Blush on cream bisa disubtitusi dengan lip cream. Percayalah, hasilnya nggak jauh berbeda. Kunci dari blush on yang berhasil adalah proses blending-nya. Jika dengan lip cream kamu bisa mblending dengan baik, maka tidak perlu membeli blush on cream.


2 Foundation berbagai macam warna


Foundation adalah item yang sebaiknya tidak dikoleksi. Pasalnya produk ini termasuk yang cepat kadaluarsa. Cukup punyai 1 atau 2 macam yang warnanya sesuai dengan jenis kulitmu sudah cukup. Atau bisa juga memakai alternatifnya seperti BB cream atau cushion. Tidak perlu punya sepuluh aneka warna foundation seperti yang dimiliki MUA kalau ujungnya hanya diletakkan begitu saja.


3 Lip liner


Bibir on fleek adalah idaman setiap wanita. Namun kalau sampai diusahakan dengan lip liner, agaknya tidak perlu-perlu amat. Kamu cuma perlu kuas kecil dan lip cream yang bagus, bentuk bibir sempurna bisa dibuat.

Aha, siapa bilang bibir perlu sempurna? Toh sekarang sedang trending bibir ombre.


4 Color corrector


Ini kerap kali dipakai MUA apabila ada imperfect di kulit. Nah kalau kamu sudah kenal kulit sendiri, ini nggak begitu diperlukan. Pakai aja foundation yang sewarna dengan kulit, niscaya semua beres.


5 Produk alis bermacam variasinya


Dari ragam bentuk alis kekinian, produk alis menduduki peringkat pertama variasinya. Dari pensil alis, eyebrow powder, sabun alis, eyebrow cream, sisir alis, dll. Masalahnya kalau untuk pribadi mau dipakai semuanya kah? Emang sempat?

Miliki 1-2 saja sudah cukup kok, yang lebih penting adalah skillnya, bukan produknya.


6. Airbrush makeup


Airbrush makeup memang diperuntukkan untuk profesional dengan teknik pemakaian yang cukup rumit. Produk ini memang menghasilkan makeup yang halus, namun untuk pemakaian pribadi, agaknya cukup merepotkan dan berlebihan. Untuk itulah lebih baik pakai metode konvensional aja, hasilnya sama bagusnya.


Jeng Lady, tapi aku punya huwang buwat beli semwanya gimana?

Kalo uang bukan masalah, belilah mana pun yang kamu mau. Bhebass... Yang penting kamu bahagia dan bertanggung jawab dengan pilihanmu.


@andhikalady

Continue reading Produk Andalan Para MUA -- Tapi Kita Tidak Butuh-butuh Amat

Friday, October 8, 2021

, , , , ,

Ke Klinik Tumbuh Kembang Anak - Global Delay Development. Part 1.

Mungkin buat yang ngikutin story Instagramku sesekali, teman2 sudah mengetahui bahwa empat bulan terakhir Linam rutin fisioterapi. Penyebabnya adalah ada keterlambatan motorik belum dapat berjalan di usia 23 bulan. Ini merupakan redflag tingkat lanjut, di mana normalnya bayi sudah dapat berjalan di usia 1 - 1,5 tahun.



Dari hasil pemeriksaan, Linam didiagnosis mengalami GDD (Global Development Delay) karena yang terlambat bukan hanya motorik kasar, melainkan juga ada kecenderungan keterlambatan wicara.

Selain itu baik. Motorik halus, sosial, fokus, konsentrasi, dan pemahaman beyond normal -- alhamdulillah. Di titik ini aku bisa bilang, insyaAllah Linam terbebas dari spektrum autism maupun ADHD.

Sempat CT Scan, hasilnya memang ada sebagian otak Linam bagian kiri depan yang belum tumbuh optimal. Bahasa awamnya, jika anak-anak lain otaknya sudah tumbuh memenuhi tempurung kepala, otak Linam baru memenuhi 90%.  Salah satu asumsi aku adalah, proses persalinan Linam yang cukup lama (40 jam), sehingga ada kemungkinan asupan oksigen ke otak berkurang.

Pelajaran buat para Mom to be: usahakan persalinanmu secepat mungkin. Kalau disarankan induksi/SC, manut saja. Kasihan bayimu terjebak lama di jalan lahir.

Namun  menyesal juga nggak ada artinya. Aku sudah melewati fase denial, angry, bargaining, depression. Sekarang bismillah sudah berusaha menerima dan bertindak sesuai keadaan.

Fase berikutnya menjadi orangtua: hamil sudah, lahiran sudah, nemenin anak operasi sudah, GTM dan dramanya masih on going. Dan sekarang menemani anak terapi.

Awalnya Linam diperiksa oleh dokter ahli tumbuh kembang, dr. Mei Neni, SPA dan dinyatakan perlu diikutkan fisioterapi. Kemudian konsultasi lagi di dokter rehab medik, dr. Thomas untuk mendapatkan form jadwal terapi. Semua dilakukan di RS Hermina Yogyakarta yang dekat rumah.

Di sini aku bersyukur banget punya banyak privilege. Punya BPJS, lokasi rumah sakit dekat rumah, dan keluarga yang mensupport. Selain dirujuk untuk terapi, Linam juga diberikan obat piracetam & asam folat untuk mem-boost pertumbuhan otaknya. Untuk obat ini tidak bisa digunakan bebas ya, jadi jangan manfaatkan informasi ini untuk memberikannya pada anak untuk bypass kecerdasan.

Dari sinilah aku & Linam resmi menjadi murid sekolah tumbuh kembang Hermina. :D



Pertemuan pertama fisioterapi, Linam sukses nangis sepanjang sesi. Agaknya dia perlu adaptasi situasi yang sangat baru. Mengingat saat pandemi ini, Linam hampir tidak pernah ketemu dengan orang lain selain mama papanya.

Pertemuan ke-dua, nangis.

Ketiga, masih nangis.

Pertemuan 4-9, MASIH NANGIS.

Padahal aku tungguin lho di dalam. Nah baru setelah pertemuan ke-10, aku coba untuk ninggalin dia di dalam. Eh, Linam langsung ANTENG Buibu! Agaknya Linam lebih nyaman kalau fokus hanya kepada terapisnya saja tanpa ada distraksi dari mamanya. Setelah itu, setiap kali terapi aku tinggalin dia di dalam ruangan.

Fisioterapi itu diapain aja sih?

Pertama-tama diasesment dulu. Apa yang kurang di Linam dan fisioterapi akan memfokuskan pada bagian yang kurang. Dari proses ini, ketahuan kalau otot kaki Linam cenderung lemah (hipotonus) sehingga belum kuat untuk menopang tubuhnya untuk berjalan. Maka dari itu, latihan fisioterapi berfokus pada kekuatan kaki Linam. Ada metode pijatan, metode rambatan, merangkak, dst. Ini terapisnya lebih mengerti.

Di awal terapi, Linam belum langsung bisa berjalan. Dia harus belajar kembali dari mulai merangkak. Pengalaman sebelumnya, Linam memang kurang bisa merangkak. Dia lebih suka ngesot. Padahal fase merangkak sangat penting dialami setiap bayi lho. Pasalnya, di fase ini otak bayi sedang aktif-aktifnya. Koordinasi antara menggerakkan kaki, tangan, mata, dan keseimbangan bekerja bersamaan. Ini penting sekali untuk perkembangan motorik berikutnya seperti menulis, bersepeda, dll.

Jadi Bun, kalau anakmu tidak melewati fase merangkak dan langsung berjalan, sebaiknya tetap ada latihan merangkak supaya perkembangan motoriknya lebih tuntas. Ini kata terapis & dokternya Linam.

Di pertemuan ke-11, barulah ada perkembangan yang berarti: Linam bisa merangkak & berdiri dengan bantuan. Buah kesabaran dari bolak balik terapi sekaligus latihan di rumah.

Oh iya, selain terapi di klinik Tumbuh Kembang Hermina, Linam juga aku latih terus di rumah sesuai kurikulum yang ditetapkan oleh terapis kami. Misalnya diajak bermain sambil rambatan untuk latihan mengambil benda semata kaki. Pokoknya setiap perkembangan selalu dipantau dari rumah.

Ada nggak sih ketakutan sebagai orangtua?

Tentu aja ada dong. Misal ketakutan kalau suatu saat otaknya Linam lebih tertinggal dibanding teman sebayanya. Aku juga sudah tanyakan ini ke dokter. Kata dr. Mei, ini tidak perlu dikhawatirkan sekarang. Karena perkembangan anak berbeda-beda. Goal untuk Linam jangka pendeknya adalah mengejar ketertinggalan motorik & wicara. Nah, setelah catch up, perkembangan selanjutnya bisa kita percepat karena otak anak seumur Linam itu masih full of possibility. Dengan kata lain masih terbuka lebar peluang untuk berkembang dan mencapai level luar biasa.

Kita yang sudah dewasa aja masih bisa bejalar kok, apalagi mereka yang masih anak-anak.

Mengejarnya dengan apa? Ya dengan stimulasi, gizi, dan lingkungan yang baik. Di titik ini aku bersyukur banget aspek perkembangan Linam yang lain cukup luar biasa. Dia sudah mengenal instruksi, bisa bermain musik, tidurnya gampang, dan 1001 kelebihan lainnya yang kalau dihitung nggak akan ada habisnya.

Bun, kalau ada satu-dua masalah anak yang bikin kamu down, coba cari, pasti ada, kelebihan lain yang dimiliki anakmu.

Sekitar pertemuan ke 15, Linam tahu-tahu sudah bisa dititah dan lancar rambatan. Namun belum bisa berdiri on his own feet. Alias masih harus berpegangan sesuatu untuk bantuan ia berdiri.

Latihan masih dilanjutkan sampai latihan membungkukkan badan untuk mengambil sesuatu dari lantai. Awalnya Linam masih kesulitan tapi sekarang dia sudah pintar.                    

Kemudian, karena perkembangan wicara Linam juga tidak kunjung bertambah kosa katanya (baru bisa mama papa aja), dia juga dirujuk ke terapi wicara. Saat ini baru pertemuan pertama. Hasilnya cukup memuaskan. Linam lebih kooperatif dan sudah mampu memahami banyak instruksi dan benda-benda.

Kalau kata dokter, bagian reseptor pemahaman Linam berfungsi baik. Namun bagian produksi suara belum berkembang optimal. Kini selain dia diterapi wicara, Linam juga aku banyak latih di rumah sambil bermain.

Bersambung....


@andhikalady

Continue reading Ke Klinik Tumbuh Kembang Anak - Global Delay Development. Part 1.

Sunday, September 5, 2021

, , ,

Wajah Ganteng Song Joong Ki di Brand Ambassador Skincare Lokal!

Setelah sebelumnya saya sudah menulis kepenasaran terhadap apa sih brand lokal yang akan bekerjasama dengan artis Korea. Sekarang terjawab sudah siapa bintang Korea yang dimaksud. Sumpah ini aku antara kaget dan nggak kaget mengenai artis yang terpilih menjadi BA. Batin saya paling akan berkisar seputar seorang cewek, putih mulus, membintangi beberapa drakor dan banyak dijadikan bahan fans teman-teman kita. 

Ternyata saya separuh salah, sodara-sodara!

Artis yang dimaksud adalah Song Joong Ki! 


Aaaaa, mo pingsan rasanya melihat Oppa Joong Ki berfoto dengan produk kesayangan kita semua. Para penggemar drakor angkatan lama kayak saya pasti sudah nggak asing lagi dengan Joong Ki. Penikmat drama Descendant of the Sun pasti ingat banget dengan wajah ganteng nan rupawan ini. Bahkan mungkin banyak saudari yang berandai-andai memiliki pasangan yang romantis dan penuh kejutan seperti dia ya kan?

Nah, kini kedatangan Joong Ki ke dalam wajah baru Scarlett Whitening juga memberi warna baru di blantika kosmetik lokal Indonesia. Terlihat sendiri dari instagram Scarlett Whitening juga langsung diserbu komentar para penggemar Joong Ki, secara ini adalah hal yang luar biasa banget buat kita. 

Btw saya sendiri kagum banget dengan ilmu loby dari Scarlett Whitening, bisa-bisanya menggandeng artis papan atas banget dari Korea. Kalau sudah begini, jadi semakin penasaran dengan produk-produk Scarlett Whitening yang lainnya. Juga sangat ditunggu banget iklan-iklan Scarlett dengan Song Joong Ki di dalamnya. Duh kapan ya bisa melihat Joong Ki ngomong dengan bahasa Indonesia saat mempromosikan Scarlett.

Cepetan dong, Scarlett! Keluarkan segera commercial Joong Ki andalanmu!


#ScarlettXSongJoongKi #GlowingWithScarlett #Scarlettwhitening #SeeTheBeautyInEverydayThings

@Andhikalady

Continue reading Wajah Ganteng Song Joong Ki di Brand Ambassador Skincare Lokal!

Tuesday, August 31, 2021

Skincare Lokal Brand Ambassador Internasional, Siapakah Mereka?

Rasanya tidak banyak (atau belum ada) jenama skincare lokal yang menggunakan jasa BA Internasional. Apalagi BA asal Korea. Yang ada, artis kita yang jadi BA skincare asal Korea. Sudah kita ketahui bersama, bahwa wajah-wajah Korea sudah kerapkali melanglang buana menjadi bintang dan brand ambassador yang berkaitan dengan kecantikan dan kegantengan. Tekstur kulit, warna, dan personality mereka dianggap menggambarkan cita-cita kulit sehat masa kini; glowing dan cerah. 

Hari gini, siapa sih yang nggak ingin glowing?

Wajah dengan kesan 'basah' sehat tanpa kumus-kumus berminyak memang jadi idaman banyak orang. Warga dan artis Korea menjadi salah satu biang keroknya. Untuk itulah banyak produsen kosmetik lokal yang juga memproduksi skincare dengan tujuan membuat wajah glowing.

Lalu, apakah kamu penasaran dengan skincare lokal yang menggunakan BA artis Korea? Pastinya asyik banget nih kalau sampai ada artis Korea yang bekerjasama dengan produk lokal. Bangganya bisa berlipat-lipat nggak sih? Saya sih penasaran banget apa ya skincare yang dimaksud?



Kalau sampai ada skincare lokal yang dibintangi artis Korea, saya jadi makin percaya dengan kualitas produknya. Karena umumnya antara produk skincare dan artis Korea tersebut memiliki visi yang sama. Sudah gitu, teknologi yang digunakan oleh produsen skincare lokal pastinya sudah diatur sedemikian rupa sehingga bisa menyamai standar skincare Korea. Aduh makin penasaran.

Kira-kira siapa ya brand ambassador skincare lokal ini? Dan APA nama merek skincarenya? Penasaran banget!

Nah, untungnya kemarin saya sempat riset kecil-kecilan tentang APA dan SIAPA tokoh artis Korea yang dimaksud. Lalu pencarian saya menuju ke vlog dari Felitogether Official . Vlognya lucu banget. Di sana ceritanya Feli ngeprankNah di sana dijelaskan sneak peek siapa artis dan brand skincarenya.

Kalau saya kasih sedikit inisial, boleh deh dibocorin. Inisialnya adalah SCRLT!!!

Lalu tentang siapa yang jadi BAnya, yuk kita tunggu sama-sama. Siapa tahu artis favoritmu!

Continue reading Skincare Lokal Brand Ambassador Internasional, Siapakah Mereka?

Saturday, August 21, 2021

Skincare untuk Kulit Berjerawat, Masuk Sini - Scarlett Whitening.

Saya adalah survivor kulit berjerawat. Saat usia sekitar belasan hingga awal 20-an, hampir tidak ada hari di mana saya tidak berjerawat. Sekarang, alhamdulillah jerawat-jerawat itu perlahan menghilang. Mungkin karena sudah sedikit mengerti skincare dan lebih memahami kebersihan. Bukan karena saya dulu nggak paham kebersihan, tetapi tidak ada yang memberitahu saya bahwa beberapa produk anti jerawat waktu itu justru membuat kulit kering dan justru memperparah jerawat. 




Kulit berjerawat dan berminyak bukan karena kelebihan kelembapan. Justru kulit tipe ini butuh pelembap yang tepat agar kulit tidak berlebihan memproduksi minyak.

Kita tahu, kulit berminyak adalah undangan alami untuk kuman-kuman penyebab jerawat. Untuk itu, penting adanya untuk membuat suasana kulit wajah tidak terlalu berlebihan minyaknya. Salah satu cara adalah dengan rutin membersihkan wajah dengan sabun anti kuman, dan tentu saja, pelembap yang cocok untuk kulit yang berjerawat. 


Pagi maupun malam, kulit wajah kita tetap membutuhkan pelembap. Ini adalah hal rutin yang perlu dibiasakan bersamaan dengan rangkaian skincare lainnya; CTMP (Cleaning, Toning, Moisturising, dan Protecting), atau CTM kalau malam hari. Keempat rangkaian ini adalah hal paling basic dari rutinitas skincare. Untuk kamu yang baru memulai rutinitas bagus ini, mulailah dengan empat langkah dulu saja. Boleh saja memakai sepuluh langkah-skincare seperti tren masa kini, tapi itu nanti dulu. Mantapkan empat langkah CTMP dulu. 

Sekarang yang akan saya bahas adalah tipe Moisturising (pelembapan). 

Untuk kulit berjerawat, pastikan pelembapmu mengandung komposisi anti kuman, karena penyebab utama jerawat adalah banyaknya kuman yang rajin membikin rusuh di kulit yang berakibat sistem imun kita menciptakan gundukan merah laknat di kulit yang kita sayang-sayang. Scarlett Whitening memiliki pelembap dengan kriteria ini. Ia mengandung Double Action Salicyic Acid yang telah dikenal membantu melawan bakteri penyebab jerawat. Selain itu juga mengandung aneka bahan lain seperti ini:



Day Cream:
Double Action Salicylic Acid: mencegah breakout wajah.
Natural Squalane: menambah kelembapan kulit agar terlihat cerah dan sehat
Hexapeptide-8: mencegah timbulnya kerutan halus
Natural Vitamin-C: sebagai antioksidan yang melindungi kulit dari sinar UV
Triceramide: membantu melembapkan, anti aging, dan anti kerutan
Aqua Peptide Glow: membantu meningkatkan hidrasi kulit dan memberikan kesan kulit glowing

Night Cream:
CM Acnatu: sebagai antibakteri natural dan anti peradangan yang mampu melawan bakteri penyebab jerawat
Natural Squalane: menambah kelembapan kulit agar terlihat cerah dan sehat
Hexapeptide-8: mencegah timbulnya kerutan halus
Natural Vitamin-C: sebagai antioksidan yang melindungi kulit dari sinar UV
Poreaway: untuk mengecilkan pori-pori
Triceramide: membantu melembapkan, anti aging, dan anti kerutan




Kesan pemakaian:

Setelah pemakaian rutin selama kurang lebih tiga minggu, saya merasakan kulit jadi lebih lembap, dan jerawat tidak muncul sama sekali. Tektur krimnya yang beraroma enak menenangkan juga menjadi faktor penting kenapa saya suka produk ini. Selain itu, ini adalah krim anti jerawat, tapi kok daya lembapnya patut diacungi jempol? Pasalnya, banyak saya temui krim jerawat yang justru membuat kulit menjadi lebih kering (biasanya berbahan dasar sulfur). Tapi ini saya suka dan kemungkinan akan restock lagi.




Saya memakainya berbarengan dengan serum dan facial wash dari Scarlett Whitening juga. So far hasilnya memuaskan dan jauh di atas harapan saya. 




Andhika Lady


 

Continue reading Skincare untuk Kulit Berjerawat, Masuk Sini - Scarlett Whitening.