Follow Us @jenganten

Tuesday, December 31, 2013

OOTD Pink

December 31, 2013 13 Comments
Haloo Jenganteen.

Selamat hari terakhir di 2013. Tahun baruan ke mana? Kalau saya, akhir tahun malah harus kerja ke kota sebelah dan pulang dalam kondisi macet total. Perjalanan yang harusnya ditempuh satu setengah jam molor jadi tiga jam. Wakakak. Tapi untunglah hari terakhir masuk cuma setengah hari.

Dan saya belum begitu paham esensi menanyakan tahun baru ke mana sekaligus bercerita saya tahun baru ngapain.  Hihihi.

Saya sudah kangen banget ngeblog. Sumpah kangen banget. Saking lamanya tidak ngeblog atau menulis, saya sampai lupa cara membuat kalimat. Dan jujur saja, saat ini saya menulis post inipun saya sedang agak kacau dan tidak begitu lancar seperti biasanya. Biasanya menulis satu paragraf bisa lancar jaya kurang dari sepuluh menit (tambahkan lima menit untuk editing, dan tiga puluh menit untuk berpikir ulang). Ada apa dengan saya? #panik. Padahal, di rumah sudah ada beberapa item makeup dan skincare yang menunggu untuk difoto dan direview. Selain itu, ada pula beberapa email yang masuk. Rasanya jadi makin kangen nulis-nulis tentang makeup di sini.

Lalu, apa yang mau saya tulis sekarang? Hmm, so far, karena momennya akhir tahun, saya pengen ngucapin selamat tahun baru saja. Selamat hari Natal juga bagi yang merayakan. Selamat meresolusi sesuatu. Selamat mereview resolusi yang telah berlalu, dan selamat di jalan bagi yang hendak tahun baruan ke luar.

Akhir tahun ini banyak banget kondangan, jadi saya mau bagi OOTD. Hihi. #teteub




Bersama Naura

Oh iya, kelihatan ya, pipi saya makin melebar -dan agaknya badan pun tambah membesar juga-? Hihi. Iya Jeng, salah satu resolusi 2013 yang berhasil adalah bisa menambah berat badan 6 kilo. Banyak juga ya. Biasanya resolusi cewek-cewek itu tambah langsing, diet, olahraga dll supaya berat badan turun. Nah kalau saya sih kepinginnya punya berat badan sehat. Karena dulunya kurus banget (163cm 42kg) saya pengen menormalkan berat badan. Kalau nggak salah, sejak SMA resolusinya itu-itu saja dan nggak pernah berhasil. Horee, akhirnya berhasil juga tahun 2013 ini. Alhamdulillah.

Apa resolusi tahun 2013 kamu yang berhasil?

Tuesday, December 24, 2013

Ranee Eyeliner & Masami Shouko Liner Brush

December 24, 2013 8 Comments
Holala,
Siapa yang suka pakai eyeliner? Cung *ikut ngacung*
Siapa yang suka pakai eyeliner cair? Cu.. err.. nggg... *mikir bentar*

Nah begitulah Jeng, relationship saya sama yang namanya eyeliner cair. On off!! Di sisi lain saya sukaaaa banget sama hasilnya, bisa tahan lama, bikin riasan mata lebih tegas, dan bisa bikin efek cat eyes yang memesona. Tapiii, kebanyakan eyeliner cair yang pernah saya coba, pasti ada sedikit cacatnya. Seperti bisa bikin mata bleber lah, kuasnya nggak oke lah, apalagi kalau buat wudhu terus tiba-tiba bayangan hitam di bawah mata beserta prithilan-prithilan eyeliner muncul secara tiba-tiba. Bwlehhh.. 

Eyeliner Ranee ini sejujurnya juara banget kalau untuk urusan tekstur, hasil akhir, dan kemampuan bertahan hidup dalam seleksi alam (Baca: bencana minyak berlebih, keringat, debu dan air). Bentuk liner yang dihasilkan dari eyeliner Ranee ini berwarna hitam pekat, bukan hitam yang terdistorsi dengan udara luar yang memberi hint agak abu-abu. Artinya, warnanya memang benar-benar hitam pekat-kat-kat, meskipun sudah lama stay di kelopak selama berjam-jam.

Swatch
Selain itu, eyeliner ini juga mudah kering. Artinya, ketika memakai, harus hati-hati supaya tidak berantakan dan melenceng ke mana-mana. Masalah tahan lama, jangan ditanya, eyeliner ini masih betah tinggal di mata meski saya pakai seharian. Padahal sudah saya pakai cuci muka 3 kali plus keringat dan minyak muka. Haha.


Setelah lebih dari 12 jam memakai eyeliner
Hitam pekat, tekstur oke, tahan lama, mudah kering, covered, kurang apa lagi?

Ternyata dan ternyata, kuas eyeliner Ranee tidak begitu memuaskan. Bulunya terlalu tebal dan tidak aplikatif sama sekali. Bayangkan saja kalau kamu ingin melukis sebuah garis, tapi kuas yang dipakai adalah kuas cat besar, sehingga cat/eyeliner yang terambil terlalu banyak. Ya, begitulah. 
Gimana kalau kita memaksa pakai eyeliner pakai kuas yang tidak berkualitas? Kalau kamu pemula, biasanya liner yang dihasilkan cenderung berantakan dan tidak cepat kering. Besar pula kemungkinan eyeliner itu akan menempel ke kelopak mata ketika mata berkedip. Parahnya lagi, kamu akan berkesimpulan kalau eyeliner-nya jelek.

Kuas bawaan tidak menjanjikan.
Lalu, muncullah ide gimana kalau kuas Masami Shouko Angled Liner Brush ini saya coba pakaikan untuk mengaplikasikan salah satu eyeliner lokal favorit saya, Ranee. Brush ini bentuknya lain dari yang lain. Pada bagian ujungnya sedikit bengkok. Awalnya saya mengira bahwa brushnya rusak karena kejatuhan beban yang berat atau gimana, ternyata memang bentuknya yang dibikin bengkok untuk memudahkan pemakaian. 

Brush ini memiliki kemampuan pengaplikasian eyeliner cair yang juara banget. Buat yang masih pemula, pakai brush ini, bisa jadi rapi loh hasilnya. Brush ini mampu membuat garis setipis mungkin, sehingga meminimalisir kesalahan dalam memakai eyeliner. Hanya saja, sifatnya yang outdoor (tidak dimasukkan ke wadah seperti kuas eyeliner pada umumnya) menjadikan kuas ini cepat kering dan menggumpal. Solusinya, ya dibersihkan setiap kali selesai pemakaian. Kalau masih males, minimal 3 kali pakai deh.

Eyeliner Ranee dan Masami Shouko Liner

Komposisi

EOTD

Harga Eyeliner Ranee: Rp 40.000,00

Positif:
- Hitam pekat
- Cepat kering
- Covered
- Tidak mengumpal dan tahan air
- Stay power juara banget

Negatif:
- Kuasnya tidak aplikatif
- Kemasannya tidak eye catching

Harga Masami Shouko Angled Eyeliner Brush 309: Rp 30.000,00

Siapa yang suka pakai eyeliner cair? Cung *ngacung paling tinggi*

@andhikalady

Tuesday, December 17, 2013

Istilah-istilah Kecantikan Kulit yang Ambigu

December 17, 2013 11 Comments
Sebagai blogger yang sering ngomongin tentang produk kecantikan, ternyata tidak selalu semua istilah tentang kosmetik dimengerti oleh saya. Meski di blog ini sudah saya tambahi laman untuk daftar istilah, tetapi pada faktanya selalu ada istilah yang menurut pengertian saya agak ambigu dan susah dicari padanannya.

Berawal dari diskusi sesama blogger yaitu Jeng Monica dan Jeng Arum yang tiba-tiba ngomongin istilah "kulit kenyal". Nah, kami bertiga sama-sama bingung mendeskripsikan kulit kenyal itu yang seperti apa. Kalau ngomongin kekenyalan, bakso juga kenyal, bakpau juga kenyal, sosis juga kenyal. Lalu kulit? Apakah mendeskripsikan kalau kenyal adalah semacam empuk, ketika disentuh atau dicubit kembali ke bentuk aslinya, maka semua jenis kulit manusia dari bayi sampai nenek-nenek, kenyal dong? Kan kalau kulit itu dicubit, dia akan kembali ke bentuk asalnya. Hehe. Berbeda dengan kulit kencang yang bisa dengan jelas dideskripsikan. Yaitu kondisi kulit yang tidak kendur, ukurannya pas membungkus tubuh, tidak berselulit dan tidak mudah berubah posisi.

Sumber
Hasil obrolan pun berlanjut, dan ternyata tidak hanya kulit kenyal saja yang ambigu, masih banyak istilah lain. Misalnya begini:


  • Kulit cerah
Akhir-akhir ini banyak produk pemutih yang mengganti tagline mereka dengan 'mencerahkan', bukan 'memutihkan', Sampai saat ini saya masih berpikir bahwa itu adalah teknik marketing saja. Mengingat saya juga nggak bisa membedakan istilah 'kulit cerah' dan 'kulit putih'. Lalu, usut punya usut, bahan-bahan pembuat kosmetik pencerah dan pemutih tidak jauh berbeda. Apa bedanya? Ada yang bisa menjelaskan?
  • Kulit bening
Sesungguhnya terma 'cewek bening' sering dipakai oleh cowok-cowok yang melihat cewek berkulit putih merona dan mulus. Tapi kayaknya istilah kulit bening kurang cocok jika diterapkan pada istilah kosmetik. Tetap saja agak ambigu. Bening di pemikiran saya itu seperti gelas yang transparan. Menurut saya, agak seram nggak sih kalau kulit diserupakan seperti gelas? Transparan sehingga organ-organ dalam kayak aliran darah, otak dan tulang kelihatan? Hyiiii.
  • Kulit lembut
Nah ini juga agak ambigu. Lembut itu kalau kata Momon lebih cenderung ke bulu yang fluffy-fluffy, selimut, baju, dan kain. Kalau dijadikan istilah untuk kulit? Kayaknya aneh nggak sih? Kenapa nggak pakai istilah kulit halus saja? Itu sudah cukup menjelaskan kedaan itu.
  • Kulit glowy
Glowy merupakan istilah untuk menggambarkan kulit agak berminyak dengan konotasi baik. Tetapi yang agak aneh, berminyak itupun tidak selalu kelihatan bagus loh. Ada berminyak yang bagus, artinya kulit terlihat sehat alami, ada pula berminyak yang terkesan jelek, biasanya dinamai kusam.
  • Kulit berkilau
Ada banyak sebab kenapa kulit bisa 'memancarkan cahaya', bisa karena efek sunscreen (karena memantulkan cahaya), pearl cream, produk kosmetik ber-shimmer, sampai karena minyak alami. Kesemua kilau tersebut memiliki efek yang berbeda-beda. Jadi semisal dijelaskan kilau akibat sunscreen dibanding akibat kosmetik shimmer tentu juga berbeda. Hmm, saya rasa istilah kulit berkilau itu luas sekali. Bahkan, kalau ngomongin kulit berkilau, mukanya Ratu Atut begini juga bisa disebut berkilau kan? Eh,

Gambar dapet dari Tribunnews.
Duh, malah topik melebar ke Ratu Atut. Hehe.

Paham atau tidak istilah itu, akhirnya akan mengarah pada tujuan utama kita merawat kulit. Banyak di antara kita yang merawat kulit dengan tujuan "Aku pengen punya kulit putih", "Pengen kulitnya cerah", "Pengen kulitnya bening", "Pengen kulitnya lembut", "Pengen kulitnya kenyal", dll. Padahal istilah-istilah itu ambigu (menurut saya). Ujung-ujungnya yang kita inginkan dari perawatan kulit adalah menuju kulit yang sehat. Lalu gimana dengan kulit yang sehat itu? Kalau dalam pengertian saya sih, kulit sehat itu cukup dengan bebas jerawat, bebas noda hitam dan cukup terhidrasi. Apakah kulit saya sudah sehat? Belum. Makannya kulit perlu dirawat. :)

Ohya, satu hal lagi, ternyata menyederhanakan istilah 'kulit sehat' itu sangat memudahkan kita memilih kosmetik yang cocok. Misal kita sering direpotkan mencari produk yang bikin kulit putih, bening, lembut, kenyal, padahal kita belum tentu butuh semua itu. Somehow, strategi marketing sebuah produk perawatan kulit turut mengaburkan kebutuhan kita yang sebenarnya. Kita dibuat seolah-olah butuh untuk memiliki kulit putih, cerah, lembut, kenyal, dll padahal yang kita perlukan cukup kulit yang sehat saja.

Nah, pengennya, temen-temen Jenganten di sini juga ada yang mau sharing di sini tentang istilah-istilah itu. Atau mungkin ada yang mau menjelaskan lebih lanjut istilah-istilah di atas yang saya sendiri merasa ambigu. Hehe.

Selamat Desember. :)

@andhikalady

Monday, December 9, 2013

Pantai Maluk, Taliwang Sumbawa Barat

December 09, 2013 4 Comments
Minggu kemarin, karena sebuah pekerjaan, saya harus menyambangi sebuah tempat di tengah sana. Tepatnya di kota Taliwang, Sumbawa Barat, arah timur Lombok. Kondisi sinyal yang kurang hore dan karena tempatnya begitu indah -sampai saya agak malas menyentuh segala bentuk gadget- menjadi alasan kenapa saya belum juga update blog ini. Hihi.


Perjalanan kali ini ternyata lebih banyak jalan-jalannya daripada kerjanya. Haha. Dari perjalanan berangkat yang memerlukan waktu seharian dan berganti moda transportasi sebanyak lima kali (euhhhh), keindahan kota Taliwang yang dikelilingi pegunungan, makanan yang enak-enak, sampai diajak wisata ke pantai oleh klien, terlalu menyenangkan dibanding satu setengah hari presentasi.


Ketika di sana, saya dan rekan kerja sempat mengunjungi pantai Maluk, sebuah pantai di penghujung selatan kota Taliwang yang dekat dengan pertambangan emas Newmont. Pantai ini keterlaluan indahnya sampai-sampai saya heran, kok pantai sebagus ini sepi pengunjung ya? Lalu, ketika mengingatkan diri bahwa hari itu adalah hari Kamis, kesimpulan pantai ini sepi pengunjung saya urungkan kembali. Hehe.

Duh, surga banget nggak sih? Hari Kamis, biasanya saya sedang bekerja di kantor berpendingin udara, menghadap laptop, atau ngetwit tentang promo tiket wisata. Tetapi yang saya lakukan adalah berada di pantai pasir putih menghadap matahari sunset, makan ikan kerapu, plecing kangkung dan kelapa muda, memakai celana harem paling nyaman, sambil berfoto-foto tanpa ada beban. Karena ini bagian dari pekerjaan dan all free charge. Hehehe, alhamdulillah.

Temen kantor yang hore semua.







Di penangkaran penyu.


Sekembali dari pantai, view di atas hotel kami menginap juga bagus banget untuk mengambil foto sunset.  Tidak jauh dari hotel, terdapat sebuah masjid besar yang memiliki menara tinggi. Menurut beberapa sumber, masjid ini adalah landmark dari kota Taliwang. Tapi sayang sekali, masjid ini kurang terawat. Ketika saya mencoba naik ke menara, masih ada sisa-sisa kotoran burung yang belum dibersihkan. Satu-satunya hal yang menandakan masjid ini 'hidup' adalah bunyi adzan setiap kali jam sholat.

Sunset.

Masjid Darusalam Taliwang
Untuk ke tempat ini, bisa menempuh jalan darat dari Kota Mataram Lombok menuju pelabuhan Kayangan, lalu naik kapal feri ke Sumbawa Barat, dan dilanjutkan dengan carter mobil menuju pantai Maluk Newmont. Meskipun terletak di bagian yang cukup jauh dari kota Taliwang, adanya pertambangan emas membuat kawasan ini tidak terlalu sepi penduduk.

Selama perjalanan menyusur Sumbawa Barat, pemandangan alam sudah sangat eksotis kolaborasi dari pegunungan, padang sabana dengan beberapa sapi liar sedang merumput, pantai, pelabuhan dan truk-truk tambang yang memesona. Jika bosan dengan Bali dan Lombok, boleh deh menyeberang ke timur menuju kota Taliwang ini. Di sini ada macam-macam tujuan wisata alam yang memanjakan mata banget. Laluuu, tidak perlu takut kehabisan makanan enak, karena semua makanan di sini tidak ada yang tidak enak. Plecing kangkung misalnya, bumbu plecing di sini lebih segar dan pedasnya hot. Restoran di depan hotel Grand Royal Taliwang sangat recommended untuk dicicipi di malam hari.

Kakap Sang bumbu Lombok
Ikan bakar.
"Senang menulis kembali di sini"

@andhikalady

Monday, November 25, 2013

Rambut Kusuut, Ewww

November 25, 2013 10 Comments
Jadi kemarin saya sempat melakukan keteledoran yang cukup fatal. Waktu itu ke luar kota, tapi walahdalah saya lupa nggak bawa sisir! Yes, sisir gitu loh. Benda esensial penyelamat rambut. Mana pas itu saya nggak sempet ke minimarket untuk beli sisir. Bayangkan kalau kamu rambutnya panjang, dan hidup tanpa sisir! Aww, alhasil selama tiga hari saya memanfaatkan tangan yang cuma punya gerigi lima untuk sekedar menempatkan helaian rambut pada tempatnya. Memang sih waktu itu saya pakai hijab. Tapii, meskipun rambut ditutupin, sangat nggak nyaman sekali memelihara rambut kusut awut-awutan di bawah hijab.

Sepulang dari luar kota itu, saya Googling macem-macem cara supaya rambut saya yang sudah kusut nggak makin parah. Bisa sih disisir paksa, tetapi saya harus mengambil resiko beratus helai rambut rontok berjamaah. Huaa. Mau ke salon, agak malu sama kapsternya, soalnya kusutnya kebangetan. Hihihi. Jadi akhirnya saya coba pakai ini:

1. Extra Virgin Olive Oil


EVOO ini memang multifungsi, dari ujung rambut sampai ujung jadi ada gunanya. Untuk menangani rambut kusut caranya adalah dengan membubuhkan secukupnya pada tangan lalu usapkan secara merata ke rambut. Biarkan selama kurang lebih 1 jam. Ada yang bilang didiamkan semalaman, tapi saya eman-eman sama bantal, jadi cukup satu jam saja. *kemudian terngiang salah satu judul lagu dangdut*
Awalnya memang terasa greasy, tapi setelah diusapkan merata ke seluruh rambut, lama kelamaan mulai terasa lembap dan nyaman.



2. Rejoice Anti Friss Conditioner.


Setelah ritual usep-usep rambut pakai EVOO tadi selama satu jam, kemudian keramas seperti biasa. Pakai sampo apa saja yang menjadi favoritmu. Ohya, karena sebelumnya telah memakai EVOO, pastikan rambut dicuci dengan bersih untuk menghilangkan  sisa-sisa EVOO di rambut. Lalu pakaikan conditioner yang khusus untuk rambut kusut. Kalau saya bisa pakai Rejoice Anti Friss. Setelah pakai conditioner, keramas lagi pakai sampo untuk menghilangkan sisa conditioner dan kemungkinan sisa-sisa EVOO yang belum tandas diluruhkan.

3. Rejoice Combing Cream


Ketika rambut masih setengah kering, usapkan combing cream ini ke rambut secara merata, kemudian disisir. Taraa, rambut lebih mudah disisir dan tidak begitu terasa kusut. Teruss, rambut yang rontok akibat sisiran juga lebih sedikit. Sejauh ini, combing cream ini sangat membantu saya dalam ritual sisir-sisiran. Tidak harus dipakai setelah keramas, setiap haripun, ketika rambut kering kerontang, dipakaikan ini jadi lebih mudah disisir.

4. Lucidol Vitamin Spray


Katanya sih rambut bisa diberi vitamin supaya lebih sehat. Saya coba pakai Lucidol Hair Vitamin untuk mengatasi problem rambut kering atau kusut. Ternyata cukup enak juga dipakai, selain itu wanginya enak dan bikin bersemangat.

Hmm, mungkin kelihatannya repot banget ya ngurusin rambut kusut doang. Memang iya, menurut saya daripada mengorbankan beratus rambut rontok tak berdosa (iya, saya kalau rontok bisa sampai ratusan helai. :(( ) lebih baik repot dikit pakai ini dan anu untuk nganuin rambut (?). Toh tidak dilakukan setiap keramas kok. Cuman kalau rambut sedang kusut saja atau jika rambut sedang kering banget bisa dilakukan seminggu sekali. 

@andhikalady

Thursday, November 21, 2013

Toner-Toner Hore

November 21, 2013 20 Comments

Buat saya, toner itu nama lain dari cairan-ajaib-yang-bisa-dipake-ngapa-aja. Dari membersihkan, menyegarkan kulit, pemberi nutrisi kulit sebelum memakai makeup, termasuk menghilangkan muka ngantuk pun bisa. Hehehe. 
Gimana caranya kok toner bisa ngilangin muka ngantuk? Jadii, kalau bangun tidur, muka sudah acak-acakan berminyak tapi masih enggan beranjak, tinggal ambil kapas sama toner, usapin ke seluruh muka. Maka muka segar instan nggak ngantuk sudah didapatkan. *ini tips apah?*

Karena multifungsi, saya hampir bisa dikatakan nggak bisa hidup tanpa toner. Meski muka sudah dibersihkan pakai remover, milk cleanser, facial foam, dll, kalau belum pakai toner, rasanya ada yang kurang pokoknya. Kali ini, saya mau bahas enam macam toner yang mudah dibeli di toko-toko dekat rumah.


1. Ponds White Beauty Lightening Toner


Toner ini sudah pernah saya bahas di sini.  Kesimpulannya, saya suka dengan wangi dan daya bersihnya. Tetapi kurang cocok untuk kulit berminyak seperti saya. Dan lagi, toner ini memiliki kandungan pencerah. untuk yang ingin mencerahkan kulit wajah (dan tidak berminyak) bisa pakai toner ini.

2. Clean and Clear Essential Oil-Control Toner

Clean and Clear pernah menjadi toner favorit saya dahulu. Wanginya enak dan segar. Toner ini nampol banget dipakai untuk membersihkan makeup tipis (pelembap + bedak) meski tanpa penggunaan milk cleanser sebelumnya. Tinggal ambil kapas, tetesi dengan toner ini, lalu usapkan ke muka. Cuma begitu saja sudah lumayan bersih kok. Hanya saja, toner ini kurang mampu untuk membersihkan makeup yang tebal seperti memakai foundation. Berhubung sekarang sudah banci dandan, saya merasa kurang dengan toner ini saja. Alhasil, supaya toner Clean and Clear ini tetap bisa saya pakai, biasanya saya dahului dengan milk cleanser agar muka dapat dibersihkan dengan maksimal.
Oh iya, ada satu hal yang cukup mengganggu saya di toner ini, yaitu kandungan alkoholnya yang kentara banget. Bagi yang nggak tahan, ketika membersihkan daerah dekat mata dan hidung, bisa terasa perih akibat aroma alkohol yang jelas banget.

3. Mustika Ratu Penyegar Sari Ketimun

Bagi yang suka dengan bahan alami, toner dari Mustika Ratu ini bisa dicoba. Sebenernya ini punya teman kost saya yang kulitnya agak kering. Aroma segar ketimunnya bikin tenang dan segar. Toner ini mengklaim dapat membantu menjaga kelembapan kulit. Tetapi sayangnya, toner ini 'rasa' alkoholnya lumayan masih ada.

4. Mustika Ratu Air Sari Mawar Putih

Saya agak ragu-ragu mengkategorikan Air Mawar sebagai toner. Soalnya lebih sering saya pakai sebagai pelarut masker daripada sebagai toner. Lagipula saya kurang menyukai aroma mawar. Tetapi air mawar boleh-boleh saja digunakan sebagai toner. Kandungannya lebih alami, tidak memakai alkohol dan aromanya asli.

5. Viva Face Tonic Green Tea


Ini termasuk toner favorit yang selalu saya stock. Selain harganya murah, toner ini aromanya enak. Campuran antara wangi teh dan aroma menyengat Tea Tree. Toner ini mengklaim dapat meringkas pori karena mengandung ekstrak Witch Hazel. Dari kesemua toner yang saya bahas di sini, Viva green tea yang memiliki kandungan yang bersahabat dengan kulit paling banyak. Di antaranya Green Tea, Tea Tree Oil, Allantoin dan Witch Hazel. Green Tea dan Tea Tree membantu penyembuhan jerawat, Allantoin membantu regenerasi kulit dan Witch Hazel membantu meringkas pori.

6. Wardah Pore Tightening Toner


Toner Wardah yang satu ini merupakan toner yang paling 'ramah' dilihat dari segi bahan pembuatnya. Dia tidak mengandung alkohol dan paraben. Toner ini mengandung Witch Hazel dan Aloe Vera (meski tidak disebutkan untuk promosi) yang diklaim mampu meringkas pori dan mengurangi minyak berlebih pada kulit. Teruss, yang bikin saya juga suka dengan toner ini adalah aromanya yang enak, mirip parfum cowok. Hihihi.

Sejauh ini, toner yang paling hore buat saya adalah Viva Green Tea dan Wardah Pore Tightening. Mereka berdua cukup mampu mengatasi minyak berlebih dan pori-pori melebar di kulit saya. Dengan catatan, sebenarnya jangan terlalu berharap sama produk yang bilang bisa meringkas pori secara menyeluruh. Saya pernah baca bahwa pori-pori yang sudah melebar itu sudah tidak dapat diperbaiki lagi. :((. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menjaga supaya pori-pori itu tetap bersih sehingga tidak menimbulkan masalah kulit.

Di bawah ini tabel informasi untuk semua toner-toner yang sudah dibahas.



Ada yang tanya, cara memakai toner yang benar itu seperti apa sih? Bermacam-macam tips banyak terdapat di Google. Ada yang mengatakan sebaiknya setelah cuci muka. Ada yang menyarankan memakai step milk cleanser-facial foam-toner. Ada pula tips-tips lain. Kalau untuk saya, semua tips itu tidak ada yang salah.Tergantung seberapa tebal makeup kita. Kalau cuma pakai makeup tipis seperti pelembap dan bedak tabur, memakai facial foam + toner saja untuk membersihkan muka juga sudah cukup.

Beda ceritanya kalau memakai sunblock, foundation, eyeshadow, maskara, lipstik, dan berton-ton alat makeup. Jika cuma pakai facial foam + toner untuk membersihkan makeup setebal itu, artinya kamu baru saja teken kontrak untuk buka peternakan jerawat di muka. Sebaiknya gunakan remover, cleansing oil, minyak zaitun(EVOO), baby oil dan sejenisnya supaya wajah lebih bersih dan jauh dari jerawat. Sementara, untuk toner, gunakan sebagai step pembersihan paling akhir ketika wajah sudah bersih dari makeup.

Jadi, toner apa yang paling hore buat kamu?

@andhikalady

Thursday, November 14, 2013

Minggu Luar Biasa, Pendadaran, dan Bandung

November 14, 2013 23 Comments

Akhirnya, saya pendadaran!! Alhamdulillah bisa lulus dengan revisi, tanpa mengulang. Setelah sekian lama berjibaku dengan banyak kerjaan dan deadline sana-sini, skripsi saya kelar juga. >.<. Kalau kuliahnya disambi bekerja memang harus menambah effort untuk berbagi waktu dan slot pikiran. Yang tadinya cuman mikirin tugas kuliah, pada saat yang sama kita juga mikirin gimana cara supaya bulan depan bisa bayar kost, makan, dan beli makeup nabung. Yang seharusnya kita punya waktu 24 jam dalam 5 hari untuk nongkrongin perpus atau melakukan penelitian, kita harus bisa membagi waktu-waktu itu untuk bekerja sambil kuliah. FYI, saya sendiri kurang yakin kalau skripsi saya dapat terselesaikan dengan baik, tapi Alhamdulillah ada saja jalannya. Alhamdulillah ada kawan-kawan dan keluarga yang mendukung saya. Ada teman yang pintar sekali dan mau saya mintai tolong mengajari cara olah data. Ada sahabat yang kerap mengejek "tukang dandan wisuda kok belum wisuda". Pokoknya terimakasih banyak untuk semuanya.

OhMyGod, apakah saya baru saja cerita kalau saya habis pendadaran?! Aww, saya masih eksaitid!! Berbulan-bulan saya menunggu momen untuk dapat bercerita di sini. Aaarggghh.

Tak disangka pula, kawan-kawan saya kuliah pada datang di sidang kemarin. Ada Rosy, Tya, Anggit, Faris, Yudan, dkk. Saya kira, lamanya waktu saya lulus akan mengurangi keminatan mereka mengunjungi kampus kembali. Ternyata mereka baik-baik dan pada mau datang meski tanpa diminta. Hihihi.

Mohon tidak usah perhatikan Mas-Mas yang di sebelah kanan.
Juga dimohon untuk tidak memperhatikan Mas-Mas yang lagi duduk.
Tapi tentu saja, selesai pendadaran, tidak serta merta langsung santai. Masih ada revisi dengan waktu terbatas, ngurus surat-surat, yudisium, dan sebagainya baru boleh wisuda (baca: bereksperimen sama makeup sendiri, hijab style sendiri, kebaya -mudah-mudahan dibeliin Mami sendiri. LOL-, dll, dll). Ngurus urusan beginian, bagi yang sudah pernah skripsi pasti tahulah. Hehe.


Well, meninggalkan euforia pendadaran, ternyata sehari setelah sidang, saya diminta untuk mengisi acara pelatihan di Bandung sama kantor. Jadi, berangkatlah saya sama satu kolega. Dasar karena saya lagi sante, pas naik pesawat, saya berhasil memotret gambar baling-baling yang kebetulan ternyata bagus banget.


Ini diambil pakai kamera hape biasa lho. Herannya bisa menangkap pergerakan baling-baling.

Lalu begitu di Bandung, saya malah dapet hotel yang cukup hore di daerah Jatinangor. Hotelnya luas, nyaman, murah, lingkungannya kampus, asik deh pokoknya. Saya sampai berjanji  untuk diri sendiri bakal nulis reviewnya di blog saya yang lain. Dan lagi, pencahayaannya oke banget sampai saya demen selfie di kaca wastafelnya.



Bukan hotel tempat saya menginap.
Ketika mengisi pelatihan.
Dan yang nggak kalah penting, berhubung saya sedang di Bandung, saya rencananya mau ketemu Jeng Miya Rahmi dan Viya . Well, belum ketemuan sih, mungkin besok. Semoga sempet. Hihihihi. Anyway, Bandung itu dinginnya nggak sante. Terus hujannya nggak sopan. Masa saya ke sini pengennya jalan-jalan, tapi malah disambut hujan tiap hari. Huehehehe.

Okedeh, sekian dulu cerita random saya. Intinya saya lagi senang karena akhirnya saya pendadaran. Cerita-cerita setelah itu cuman pelengkapnya saja. Wkwk.

@andhikalady

Wednesday, November 6, 2013

Membuat Selfie yang Pop-up tanpa Effort Besar

November 06, 2013 10 Comments
Suka membuat foto-foto narsis atau posting Instagram tapi males dandan? Aih, rugi. Beneran deh. Sebaiknya, ketika emang niat beneran mau fefotoan, sempetin dandan dulu meski seadanya. Hehe.

Nah, dandan 'seadanya' itu bagi setiap orang memang sangat relatif. Ada yang bilang pakai makeup mata full dengan bulu mata itu termasuk makeup 'seadanya'. Ada yang cuma pakai eyeliner, itu seadanya. Kalau buat saya, makeup 'seadanya' untuk berfoto-foto adalah lipstik merah dan blush on. Sekali lagi, saya pertebal bagian berfoto-foto untuk menegaskan bahwa makeup tersebut memang khusus untuk foto-foto. Kalau dipakai untuk sehari-hari, kayaknya terlalu menor kali ya. :p

Adakalanya, acara dandan-dandan sebelum foto-foto itu jadi hal yang kurang saya minati (iya, saya juga sering males dandan). Padahal yang namanya berfoto, ketegasan makeup sangat diperlukan. Nah kalau modal kita cuma beberapa items makeup dan kacamata, ini yang harus kita lakukan.

Baiklah, yang perlu disiapkan untuk memulai aktifitas menyenangkan ini adalah:

1. Lipstik merahhh. Untuk memberi warna segar pada wajah.


2. Kacamata. Untuk menutupi mata yang nggak pakai makeup. Hihi.

3. Blush On. Untuk memberi kesan kontur pada wajah. Pakai blush lebih tebal dari biasanya supaya foto jelas.
4. Eyebrow atau pensil alis. Gunakan untuk mempertegas bentuk alis. Karena jika kita memakai kacamata, fokus orang akan menuju ke bagian alis.
5. Baju yang pop up. Pilih yang warna cerah, padukan dengan outfit yang berkarakter, misal jilbab motif leopard.
6. Teman untuk narsis bersama <-- ini paling penting. Haha.

Yang perlu kita lakukan adalah cuma pakai lipstik - bentuk alis - pakai blush on - pakai kacamata. Foto berikut adalah perbandingan tanpa lipstik merah dan tanpa kacamata:


Foto bagian kiri nggak memakai lipstik merah dan blush on. Wajah terlihat datar dan kurang berkarakter. Meski gayanya udah sangar, tetep saja kelihatan kayak abis bangun tidur.
Foto bagian kanan sudah pakai blush on dan lipstik merah, tapi nggak pakai makeup mata (ihihi, kelihatan banget kuyu-nya). Wajah sudah terlihat memiliki kontur dan lebih segar (abaikan kacamata yang belum dipakai).

Lalu foto di bawah ini sudah pakai kacamata...

Tante Lady berpipi tembemmm. Uwuwuwuw.
Saya pilih pakai coat merah yang warnanya sama persis dengan lipstik, plus jilbab motif leopard untuk memberi kesan pada foto. Yuhuuu. Nah, acara berfoto-foto makin menggila karena ada partner in crime dari temen kost yang bisa diajak narsis bersama.

Aviator

Pakai filter.
Nah, gampang kan? Menurut kami foto-fotonya sudah cukup memuaskan meskipun cuma pakai lipstik+blush on saja (cuma saya yang perlu membentuk alis karena Nisa secara genetik sudah punya alis tebal. #ngiri). 

Partner: Nisa @fAnnisaa
Blush  on Lady & Nisa: Inez Italian Sun