Follow Us @jenganten

Thursday, February 28, 2013

Re-Review Kelly Pearl Cream

February 28, 2013 56 Comments

Taukan, kalau post paling popular di blog Jenganten ini adalah postingan tentang Review Kelly Pearl Cream di sini? Bahkan, seperempat trafik ke blog ini berasal dari kunjungan pembaca Kelly. 



Rupa-rupanya banyak dari pembaca blog Jenganten yang mencari tahu tentang KPC kemudian kesasar ke sini. Mereka mampir ke sini, melihat wajah cantik bak artis kayak saya, baca posting dan menaruh komentar. Banyaknya komentar dan respons pengunjung blog tentang krim Kelly ini jujur cukup membuat saya kelimpungan.  Kenapa? Karena saya merasa yang saya tulis di post tersebut adalah review KPC sebagai makeup, kok yang komentar malah membahas penggunaan KPC sebagai skin care? Nah, nah, saya kan jadi bingung mau jawab apa. Hehehee.


Jadi, di posting ini saya ingin meluruskan beberapa hal tentang KPC sesuai pengetahuan saya. Skemanya kayak tanya jawab aja, biar gampang disimak.

  • Apa KPC dapat diijadikan skin care?
Bisa. Karena krim ini mengklaim diri sebagai Krim yang membuat Anda terlihat cantik dan menarik jika dipakai secara rutin. Klaim dari kemasan kosmetik itu perlu, Jendral!

  • Apakah ada efek positif memakai KPC?
Di kulit saya? Iya. Berdasarkan pengalaman, kulit saya makin cerah dan bersih karena memakai perawatan yang melibatkan KPC. Beberapa teman saya juga pakai KPC dan hasilnya so far, oke. Tapi itu belum dapat dijadikan patokan dalam menilai kalau KPC itu bagus juga dipakai setiap orang. Selain pakai KPC, saya juga rutin membersihkan wajah, pakai masker, pakai night cream, dan peeling. Jadi kalau wajah saya terlihat bersih atau cerah (#uhuk), itu belum tentu mutlak karena memakai KPC saja. Setuju kan?


Buat saya pribadi, kalau kepingin punya kulit yang sehat, jangan pernah menjadikan satu buah merk krim sebagai krim ajaib yang dapat menyelesaikan semua masalah kulit. Percuma pakai krim yang bagus, mahal, atau buatan luar negeri sekalipun kalau tidak diimbangi perawatan wajah yang disiplin. Pakai krim anu yang harganya sejuta per pot setiap pagi, tapi wajah jarang dibersihkan, maskeran males, mana bisa kulit jadi bersih seperti di iklan krim anu itu?


Jadi, saya sangat nggak bisa menjawab ketika ada yang Tanya “Krim Kelly bisa dipakai untuk jerawat nggak?”, “KPC bisa mencerahkan kulit wajah nggak?” Perawatan kulit ente gimana, Kapten?

  • Kalau efek sampingnya ada nggak?
Alhamdulillah, selama wajah tetap dibersihkan setelah makeup, masalah-masalah efek samping penggunaan KPC hampir tidak ada.
  • Apa KPC mengandung mercury? Kabarnya begitu.
KPC sudah memiliki nomor BPOM dan terdaftar. Kalau sebuah krim kosmetik sudah resmi terdaftar di BPOM, tidak ada alasan untuk takut memakainya karena dikabarkan mengandung mercury. Ayolah, kita percaya saja sama BPOM, mana mungkin mereka mengijinkan produk yang berbahaya ke masyarakat bisa beredar dengan mudah?


Komposisi KPC dapat dilihat dari link yang direkomendasikan Esti Noroweni di sini.


Sumber

  • KPC tidak ada kandungan SPF, apa dia mengandung tabir surya?
Meski tidak tertulis memiliki kandungan SPF, KPC memiliki kandungan Titanium Dioxide yang merupakan bahan dalam pembuatan sunblock. Tapi ada baiknya jika beraktifitas di luar ruangan ditambah lapisan sunblock untuk jaga-jaga kulit.


  • KPC dapat dijadikan night cream?
Bisa. Pada kemasan ditulis pakailah sebelum atau sesudah tidur secara rutin. Pengalaman pribadi : jika saya jerawatan, malam hari saya pakaikan KPC, paginya itu jerawat menjadi kering dan komedonya keluar. Tapi perlu juga digarisbawahi, cocok untuk saya belum tentu cocok untuk orang lain.

  • Kok bisa murah banget ya?
KPC adalah krim yang sudah ada sejak dulu. Kemasan tidak pernah berubah (tidak perlu mengurus nomor BPOM baru karena pengubahan kemasan), punya pelanggan tetap (Ibu-ibu yang sudah cocok pakai KPC tetap menjadi pelanggan setia sampai usia lanjut), bahan-bahan penyusunnya cenderung simpel (nggak pakai embel-embel bahan aktif Lycopene, bio3, dan sejenisnya sehingga tidak perlu mendaftarkan hak paten penyebutan istilah tertentu).
  • Adakah KPC palsu beredar di pasaran?
Saya tidak tahu. Tapi kalau dipikir, ngapain kita memalsukan produk kosmetik yang bisa dibeli asli dengan harga lima ribu rupiah saja?

  • Tips makeup untuk pemakai KPC?
Sudah dijelaskan di posting KPC sebelum ini, kalau KPC itu memiliki efek glowly, shimmer dan dewy look ketika dipakai. Cocok untuk membuat jenis makeup dewy yang photoready. Kalau kamu penyuka makeup jenis dead matte, kamu pasti kecewa memakai KPC. 

Tips makeup ringan = pakai KPC, lanjutkan dengan sunblock kalau perlu, pakai bedak tabur seperti Marcks atau bedak tabur lain yang ringan, pakai pewarna bibir atau pewarna mata, selesai.

Tips makeup untuk wajah terlihat bersinar ketika foto-foto = pakai KPC sebelum pakai foundation atau BB cream.

  • Ada yang bilang KPC sama seperti BB Cream, benarkah?
Beda, sayangs. BB Cream dan pearl cream adalah dua hal yang sangat berbeda. BB Cream lebih menutup dan berfungsi untuk makeup dan skincare. Sementara pearl cream berfungsi untuk memberi kilau pada kulit sekaligus skin care. Namanya juga krim mutiara. Jadi berkilau dongs.
  •  Kulit saya gelap, tapi kepingin pakai KPC?
Pakai tipis-tipis saja. Atau pakai cuma di malam hari saja.
  • Saya pakai KPC, tapi kulit jadi kaya tambang minyak?
Berarti nggak cocok. Pakai yang lain atau buka cabang pertambangan di muka.
  • Saya pengen pakai KPC tapi takut.
Di atas sudah ada data BPOM dan ingredients. Tapi kalau takut, lebih baik tidak usah coba-coba. Apalagi kalau kulitmu sudah cocok dengan skincare yang kamu pakai sekarang.




Kiri sebelum, kanan sesudah.


Pakai jilbab nggak rapi.
Intinya, saya senang, kalau dengan membaca postingan saya di blog, para Jenganten dapat terbantu menemukan kosmetik yang cocok, termasuk KPC. Postingan ini saya maksudkan untuk membantu pembaca-pembaca yang butuh info tentang penggunaan KPC sebagai skin care.

Tapiii yang perlu digarisbawahi, bahwa penulis blog ini bukanlah praktisi kecantikan, ahli makeup, ahli farmasi dan sebagainya. Semua info yang saya tulis di atas murni berdasar browsing sana-sini, belajar sendiri, memakai sendiri, cari info sana-sini, bukan berasal dari buku khusus yang membahas kosmetik.

Saya nulis blog ini nggak punya modal apa-apa. Saya cuma modal cantik. Huahahahaa.

Salam,


Tambahan =

Barusan saya ngobrol dengan teman yang berkecimpung di dunia Farmasi, Mas @arrizal_bayu . Beliau sudah mereview tulisan ini dan mengungkapkan kalau selama produk itu memiliki daftar nomor BPOM, maka produk itu aman dipakai. Mengenai adanya bahan Benzophenone - 3 yang terkandung dalam KPC yang disinyalir memicu efek samping karena cara kerjanya mirip Estrogen, Mas Rizal juga mengatakan selama kandungan itu berada dalam batas aman, maka kosmetik itu aman. FYI, Benzophenone - 3 adalah zat sunscreen yang cara kerjanya memantulkan sinar UV. Mungkin itulah sebabnya ketika KPC dipakai, wajah jadi terlihat berkilau atau bersinar. Sumber.

NB = Mas Rizal itu orangnya ganteng, Sarjana Farmasi dan (kebetulan) lagi jomblo. Sepik saja, siapa tau jodoh. #eh. 

Tapi perlu diketahui bahwa saya menyebut dia ganteng itu akibat kompensasi dari adanya info-info tentang sunscreen yang diberikan secara cuma-cuma dari dia. Huahahaaa...

Selamat siang dan selamat hari Jumat,

Monday, February 11, 2013

Nail of The Day Turquoise Pink Blink + Pamer Kuku

February 11, 2013 20 Comments

Saya belum pernah posting NOTD di blog ini. Tapi kemudian saya sadar bahwa kuku saya, ehm...., kuku saya, anu...., kuku saya itu punya nilai akreditasi di atas rata-rata. Saya memiliki kuku alami berbentuk persegi panjang dengan warna yang cenderung rata pink merona. *ini lagi cerita tentang kuku apa iklan krem pemutih?*.

Nah, kuku-kuku ini sudah biasa saya panjangkan sejak jaman SMP. Nggak taulah dulu kok bisa saya memanjangkan kuku tapi nggak ketahuan guru kedisiplinan? Tanyakanlah pada Lady Kimcil jaman SMP. Sejak saat itu saya tidak bisa berhenti memanjangkan kuku. Kalaupun saya potong tandas, pasti nanti akan panjang lagi, panjang lagi. Menurut saya, kuku panjang itu manfaatnya banyak. Cantik, jelas. Lentik, jelas. Buat menari pasti tambah bagus. Buat ngupas jeruk, okelah. Dan punya kuku yang panjang itu memiliki keuntungan memperoleh jarak jangkauan ngupil yang lebih dalam.

Tapi meski begitu, hanya jari tangan kiri saja yang kukunya saya panjangkan. Kenapa? Karena saya bukan orang kidal dan yang paling penting tangan kanan saya pakai untuk makan pecel lele. Kan nggak lucu kalau makan pecel lele tapi sambel lelenya masuk nyelip ke kuku. Pasti kenikmatan makan pecel lele berkurang 150%.

Jadi untuk itulah, sekali-kali saya kepingin pamer kuku saya yang berpoles kuteks. Biasanya saya cuma pajang kuku telanjang saya, tapi saat ini, silahkan menikmati kuku saya berpolish kuteks merk Pokari.



Iya, kuteks Pokari memang harganya murah, cuma 6.000 rupiah. Tapi untuk orang yang cuma modal kuku bagus tanpa skill nail art yang mahir, kuteks ini cukup mumpuni untuk saya pakai bermain-main dengan kuku. Kalau hasilnya jelek, ada aseton. Takut bahaya? Sudah ada nomor BPOMnya tuh. Cover? Yew, kuteks Pokari menurut saya memiliki cover yang jelek. Saya harus mengoleskannya dua lapis untuk mendapatkan warna turquoise yang menawan. Stay Power? Saya suka dengan stay power kuteks Pokari. Dia tetap awet di kuku saya meski sudah dipakai berhari-hari.



Jari tangan kanan.

Tangan kanan.




Senjata

Senjata
Oh, I love my nails very much.

@andhikalady

Friday, February 8, 2013

Eyeshadow Eyeliner

February 08, 2013 18 Comments


Berapa eyeshadow yang kamu punya? Kalau saya baru punya lima wadah. 

Berapa kuas eyeliner yang kamu punya? Kalau saya baru dua.

Berapa eyeshadow warna gelap yang kamu punya? *Ehmmm, ngitung sebentar* Kalau saya ada hitam, hitam, hitam, cokelat, cokelat, ungu, biru donker. Ada delapan!





Eyeshadow warna gelap itu dipakai untuk apa? Kadang smokey eyes, pembentuk sudut mata, pengisi alis...

Apa cuma segitu? Ternyata oh ternyata, berdasarkan akal-akalan kepingin ngirit, eyeshadow bisa dipakai untuk EYELINER jug loh.

Atas = Masami Shouko. Bawah = Unbranded
Caranya adalah memakai kuas eyeliner. Kuas eyeliner yang saya punya ada dua jenis, yang satu angled eyeliner unbranded, yang satunya adalah kuas eyeliner merk Masami Shouko. Dua-duanya memiliki ujung yang optimal untuk membentuk garis eyeliner dengan baik. Perbedaannya adalah dalam ketebalannya. Kalau yang versi angled memiliki ketebalan lebih sehingga dapat juga dipakai untuk pengisi alis. Sedangkan yang satunya memiliki bulu yang tipis kecil dan dapat digunakan untuk membuat eyeliner dengan ketelitian yang cukup tinggi.

Kiri = With Masami, Kanan = Dengan Kuas unbranded
Nah, kembali ke daftar eyeshadow. Jenis apakah yang cocok dijadikan eyeliner? Kalau buat saya, syarat eyeshadow dapat digunakan menjadi eyeliner adalahh :

  1. Warnanya gelap semisal hitam, cokelat, abu-abu dan turunannya.
  2. Tidak powdery. Nggak lucu kalau baru sebentar dipakai menjadi eyeliner malah bubuk eyeshadownya ke mana-mana.
  3. Stay power bagus. Atau siapkan base eyeshadow pada kelopak mata sebelum memakai eyeliner eyeshadow.


Ini adalah Viva Eyeshadow Cream
Oke, karena syaratnya tiga, maka saya pilih satu eyeshadow di atas untuk direview. Yaitu = Viva Eyeshadow Black Cream. Kenapa produk ini yang saya anggap paling cocok dijadikan eyeliner? 1. Warna hitam, 2. Teksturnya Cream, sehingga mudah menempel ke kulit, 3. Stay power cukup lumayan.
Jangan tanya kemasan ya Jenganten, produk Viva ini memang sama sekali tidak direkomendasikan untuk dibawa ke mana-mana dengan tujuan untuk dipamerkan (kecuali Jenganten tipe orang yang lebih peduli isi dibanding kemasan). Wadahnya terbuat dari plastik yang terlihat rapuh dan keruh. Pernah saya coba jatuhkan, dan praaang, alhasil tutup dan wadahnya langsung berpisah dari tempatnya.
*membayangkan adegan sinetron yang sadis*

Gimana cara pakainya?
  1. Olesi kelopak mata dengan base.
  2. Ambil eyeshadow dengan kuas.
  3. Gariskan ke mata.
  4. Rapikan.
  5. Selesai.
Segitu doang?
Ya emang begitu, apalagi? Memakai eyeliner dengan eyeshadow secara umum hampir sama dengan memakai eyeliner biasa.

Ada tips lagi nggak?
Ada. Warna lain-lain yang lebih cetar bisa pula dijadikan eyeliner lho. Cobalah biru toska. :D

Mana EOTD nya?
Niih..

EOTD. Hidung saya sedang iritasi.

Kok cuma segitu? OOTD atau FOTD mana?
Maunya berapa? Kok nawar? 

Yasudah, itu eyeshadow Vivanya harganya berapa?
Rp 4.000,00 << crazy price, rite?

Harga kuasnya?
Unbranded angled eyeliner : Rp 7.000,00
Masami Shouko : Rp 25.000,00


@andhikalady