Senin, 28 November 2016

[Jenganten Talk] Konsep Bridesmaid di Indonesia, Patron Mempelai atau Tamu Kehormatan?

Setidaknya ada tiga hal yang mengaitkan saya dengan dunia nikah-menikah atau kawin-mawin yaitu:

1. MUA, Buat yang nikah ataupun bridesmaid.
2. Jasa Henna untuk nikahan,
3. Editorial artikel segmen wedding di Hipwee. 

Ada satu lagi sih pertanyaan paripurna yang kerap melanda insan (masih) muda seperti saya, yakni "kapan nikah?" yang entah kenapa makin ke sini makin jarang yang menanyakannya karena selalu saya jawab dengan "doakan saja ya. Bisa lebih cepat sih kalau kamu bantu bayarin". Lalu mereka jadi bosan bertanya dengan sendirinya. Hehe.

Buat mereka yang masih single dan belum menikah, seringnya sih dimintai untuk jadi bridesmaid atau mbak-mbak pengiring pengantin yang gemarnya melakukan selfie ria. Eh, beneran lho, tugas bridesmaid 'kan harusnya membantu mempelai wanita menyiapkan pernikahan dan turut menolong menenangkan pengantin yang biasanya gelisah menjelang akad. Lha, tapi yang dilakukan malah datang telat, memanfaatkan seragam untuk ngeceng, dan ujung-ujungnya selfie. Kontribusi terhadap acara nikahannya cukup sebatas unggah foto selfie diri di Instagram ditambah caption "Selamat ya, Galih dan Ratna, semoga samawa, #kiss #emmuah".

Sering melihat yang begitu? Atau kamu juga pernah melakukannya? Semoga sih enggak yaa.

Pada dasarnya, menjadi seorang bridesmaid adalah kehormatan. Karena kamu dianggap cukup dekat dengan pengantin untuk mendampinginya di hari bahagia. Pun mereka sudah effort memberikan kamu sepotong atau dua potong kain untuk dikenakan di acara nikahan. Fasilitas lain misalnya makanan dan tempat buat persiapan. Bahkan makeup bisa jadi sudah disediakan. Rasanya kok kayak kurang tau diri kalau kamunya sudah datang telat, nebeng pakai seragam bridesmaid, lalu lebih mementingkan selfie ketimbang melayani.

Sumber

Padahal tugas bridesmaid itu nggak cuma datang dengan selfie. Atau menghabiskan makanan. Atau memanfaatkan momen kondangan dengan berfoto di booth saja. Lebih dari itu, Jeng. Bridesmaid justru memegang peranan penting di kelangsungan pernikahan si mempelai cewek.

Lansiran dari wikipedia, bridesmaid justru adalah orang yang ikut serta dalam persiapan pernikahan. Mereka turut mikirin gimana cari undangan, menyiapkan katering, mencari venue, sampai menemani untuk memilih gaun terbaik. Di Barat sana, memang upacara pernikahan itu adalah milik si mempelai, dengan sedikit atau tanpa campur tangan orang tua. Sehingga, hampir semua persiapan pernikahan diselenggarakan sendiri oleh si mempelai dan kawan-kawannya (si bridesmaid itu). Orang tua lebih ditempatkan sebagai tamu undangan kehormatan.

Sumber

Bridesmaid di negara Barat sono diwajibkan mengeluarkan dananya sendiri lho. Datang ke acara dan turut serta menjadi partron-nya acara. Belum ditambah dengan membantu mengurus tetek bengek persiapan acara jauh-jauh hari sebelum hari h dilakukan. Iya, memang capek menjadi bridesmaid. Makannya mereka dipilih dari saudara atau sahabat si mempelai cewek.

Tapi begitu diadopsi di Indonesia, saya agak melihat fenomena yang agak sedikit bergeser. Misalnya saja nih, biaya untuk seragam bridesmaid kini ditanggung penyelenggara pernikahan. Lalu urusan persiapan pernikahan, hampir si bridesmaid nggak terlibat banyak. Bahkan, di acaranya sendiripun, bridesmaid lebih terlihat sebagai tamu ketimbang patron acara.

Okelah, ini memang sudah semacam jadi hal yang lazim.. Sejauh yang punya acara (mempelai, orang tua, keluarga) nggak mempermasalahkannya.

Tapi dari saya pribadi, yang kerap bikin risi yang melihat adalah; para bridesmaid itu datang di acara seolah sebagai tamu kehormatan. Lalu mementingkan selfie dan foto-foto. Kontribusinya sedikit sekali. Dan agaknya sih, menurut kata suudzon saya, bridesmaid Indonesia jarang sekali yang betul-betul membantu mempelai menyiapkan pernikahan. Bahkan saya sendiripun pernah diceritakan teman saya yang jadi bridesmaid, ujarnya "seneng banget jadi bridesmaid-nya Mbak X, bahan baju yang dikasih bagus. Nggak kayak Mbak Y, bahan bajunya biasa banget kayak beli di pasar-pasar"

Ini mau bandingin attire, atau mau secara tulus membantu sahabatmu jadi penganten yang paripurna sih?

Jadi bridesmaid yang baik yuk.

------------
Nb: gambar ilustrasi yang saya pakai adalah dari Amanda Dress. Aneka gaun nikahan dan bridesmaid dengan harga terjangkau bisa kamu dapat di sana.

+Andhika Lady Maharsi


Selasa, 22 November 2016

[Review] Rimmel Stay Matte, Bedak Padat Asal London yang Bikin Kulit Gak Berminyak

Pernah mendengar produk Rimmel? Atau mungkin pernah melihat beberapa beauty-guru di Youtube memakai produk ini dan menyebutnya sebagai drugstore makeup? Yes, inilah Rimmel. Kosmetik produksi London-Inggris yang mendunia. Disebut sebagai drugstore makeup karena di negara asalnya, kosmetik ini banyak dijual di apotek-apotek, berjejeran dengan drugstore makeup lainnya seperti Maybelline, ELF, dsb.

FYI, di beberape negara di luar negeri, kosmetik dijual bebas di toko obat. Nggak seperti di Indonesia yang kudu ketemu bawelnya BA di counter kosmetik dulu untuk beli lipstik. Kalau kamu mending beli di yang mana?

Oke, kembali ke topik.

Produk Rimmel yang saya coba adalah Rimmel Stay Matte Long Lasting Pressed Powder. Produk ini saya dapat dari online shop Racun Warna Warni. Sebuah bedak padat yang dibuat untuk mengurangi minyak di wajah dan membuat kulit pemakainya terlihat matte.

Kemasan: ringan tapi tak lengkap


Kemasan bedak ini terdiri dari sebuah jar bedak, tutup plastik (yang terlihat ringkih), tanpa spons, tanpa kaca. Dari hal ini saya menyimpulkan bahwa:

1. Rimmel berasumsi bahwa pemakai bedak ini nggak mudah ceroboh sehingga merancang tutup yang ringkih.
2. Bedak ini bukan buat touch up, karena nggak ada kaca dan spons.
3. Dari kemasannya langsung keliatan bahwa bedak ini lebih cocok ditaruh di meja rias saja. Nggak perlu dibawa kemana-mana
4. Saya juga bingung apakah ini bedak buat profesional ataukah drugstore, karena sekilas terlihat seperti bedak untuk profesional, tetapi harganya yang drugstore. Pertanyaan selanjutnya: apakah bedak ini bisa digunakan untuk profesional MUA?

Tekstur: lembut, dan jauh dari kata powdery


Tekstur bedak ini terlihat padat banget. Iya, padat banget. Bahkan saya harus mencolek beberapa kali sampai spons saya 'mengangkat' bedak itu dari jarnya, untuk kemudian menepuknya di kulit saya. Berbeda yah, dengan bedak lokal kebanyakan yang teksturnya powdery dan awul-awul bikin bersin, Rimmel nggak seperti demikian, malahan saya percaya kalaupun bedaknya jatuh, isinya nggak akan pecah saking padatnya.

Varian bedak ini adalah transparant. Yang mana warna ini bisa masuk ke semua jenis warna kulit. Jadi nggak perlu bingung kalau warnanya nggak cocok.


Ukiran seni di bedaknya bikin sayang kalau sering dicolek-colek. Ugh. Saya biasa memakainya dengan spons, tetapi kalau ingin lebih presisi lagi, bisa juga dipakai dengan kuas. Namun bisa lebih lama dengan kuas. Sementara ini belum saya coba untuk keperluan profesional. Jadi masih saya pakai sendiri dulu.

Pemakaian: iya, beneran awet dan nggak bikin cakey!


Saya memakai bedak ini di wajah saya yang memang berminyak dari sononya. Hasilnya, iya, memang ada perubahan pengaruh terhadap kulit berminyak saya. Jadi lebih matte, tetapi nggak sampai 5 jam seperti yang diklaimkan. Saya bisa tahan selama kurang lebih 4 jam, dan setelah itu perlu touch-up lagi untuk mendapatkan makeup yang benar-benar matte

Rimmel mengklaim bisa menyamarkan pori-pori. Namun karena pori saya sudah kelewat besar, saya nggak melihat hasil yang signifikan di perubahan pori-pori. Mungkin akan punya efek yang berbeda untuk mereka yang berpori lebih kecil.

Bedak ini bisa dipakai dengan atau tanpa foundation. Di foto tersebut saya memakai foundation tipis. Tapi ini cuma untuk keperluan foto supaya noda-noda di wajah saya tersamarkan. Namun di pemakaian sehari-hari, saya jarang memakai foundation. Cukup pelembap+sunblock+bedak. Hasilnya kurang lebih sama kok.


Sejauh ini saya suka dengan bedak ini. Hasilnya cukup memuaskan seperti yang dijanjikan. Plus minusnya bisa dijabarkan di bawah ini:

+ Tekstur nggak powdery
+ Membuat kulit lebih matte dan nggak berminyak lebih lama
+ Mengklaim bisa menyamarkan pori

- Kemasan kurang dilengkapi dengan alat touch up
- Kurang travel-friendly

Bedak ini harga aslinya sekitar 5.49 USD. Namun ketika sampai di Indonesia, harganya bisa mencapat 90-100ribu tergantung online shop yang menjual. Kamu yang ingin punya produk ini, bisa beli di Racun Warna-Warni dengan harga yang lebih murah dibanding online shop lain.

Borong yuk borong.. ^^


Sabtu, 19 November 2016

[Event] Tips Datang ke Fashion Show dan Apa yang Kita Dapat di Sana

Kalau mendengar kata "fashion show", hal yang pertama kali saya pikirkan adalah adanya mbak-mbak atau mas-mas yang memperagakan busana desainer dan berjalan di catwalk dengan anggun dan menarik dilihat. Saya sebetulnya cukup jarang datang ke acara fashion show, padahal di Jogja lumayan sering lho acara beginian. Entah itu pagelaran batik, Jogja Fashion Week, show di mal, dan masih banyak. Tapi sejak jadi editor style di Hipwee.com, saya mulai mencoba menyukai dunia ini dengan lebih mendalam. Jadi pas saya diajak sama Ajeng untuk nonton Jogja Batik Bienalle di Jogja Expo Center, ya ayuk-ayuk aja.


Sebenarnya, apa sih yang ada di dalam fashion show selain lenggokan model? Nah, buat kamu yang belum pernah datang ke FS, saya pengen cerita dikit tentang apa saja yang ada di sana.

1. Modelnya dong


Model adalah orang yang memperagakan busana di dalam FS. Mereka punya ciri khas antara lain: punya tubuh yang tinggi, badan proporsional (tapi kebanyakan kurus sih), wajah ber-makeup, dan menguasai teknik jalan a la model. Model catwalk berbeda dengan foto model, meskipun terkadang seorang model bisa melakoni dua profesi itu bersamaan. Jika model catwalk harus melakukan koreografi langkah yang bagus, foto model kebanyakan punya pose fotojenik.

2. Busana yang diperagakan. Couture or Easy to Wear

Busana couture

Menurut saya ada sedikitnya dua jenis busana dalam fashion show. Busana couture busana easy to wear. Busana couture adalah baju yang dirancang untuk keperluan tertentu dan biasanya terlihat lebih wah dan glamor. Misalnya baju pengantin, baju seni, kebaya, dsb. Ciri busana couture adalah bentuknya yang cukup rumit dan nggak dipakai sehari-hari.

Sementara busana easy to wear adalah baju yang dirancang untuk penampilan sehari-hari. Misal baju kerja, baju main, dan sebagainya. Konsep 'mudah dipakai' digunakan untuk mendefinisikan baju-baju yang kita pakai sehari-hari. Jadi, jangan kaget kalau pas datang di FS, yang kamu lihat adalah rancangan yang sekilas terlihat 'biasa saja'. Ya, kemungkinan karena itu adalah busana easy to wear.

3. Iringan Musik


Supaya peragaan lebih meriah, biasanya koreografer (atau kadang malah desainernya sendiri) mempersiapkan iringan musik untuk menemani langkah gemulai para model. Tema musik ini tentu disesuaikan dengan tema busana. Jika busana yang diperagakan adalah batik misalnya, maka contoh iringan musik yang tepat adalah modern gamelan. Begitu pula kalau busana kontemporer, maka musiknya adalah musik kontemporer.

4. Desainer



Setelah para model dan busananya diperagakan, di akhir akan tampil desainer yang merancang dan membuat busana tersebut. MC akan menyebut nama dan karyanya. Hal yang lazim terjadi, biasanya ketika desainer tampil di depan, akan ada sahabat atau keluarga sang desainer yang maju memberikan bunga. Kamupun kalau suka dengan karyanya, boleh kok memberikan bunga atau cinderamata untuk desainer.

5. Cowok ganteng. Ups


Sebagai cewek ya, tentu saya nunggu-nunggu banget penampilan cowok model busana. Mereka itu nggak pernah gagal untuk tampil keren dan nggak owol. Model cowok biasanya menarik untuk dilihat, seperti profesi sejenis misalnya pramugara cowok. Mereka jarang ada, tapi kalau muncul langsung bikin mata berbinar. Ihik.

6. Tips buat datang ke Fashion Show


Gimana? Sudah tertarik ingin datang ke fashion show? Nggak ada salahnya kok. Apalagi kalau kamu ingin dapet inspirasi. Supaya nggak gagap (misalnya belum pernah dateng), saya kasih tipsnya satu-satu:

a. Datang lebih gasik. Biar dapet tempat duduk di depan dan area foto menawan.
b. Jangan lupa bawa kamera favoritmu. Atur shutter speed agar foto nggak blur pas menangkap pose para model yang sedang berjalan.
c. Pakai baju yang stylish dan sebaiknya dandan dulu dong. Kan mau datang ke acara fashion.
d. Catet kontak desainernya. Atau minimal Instagramnya deh. Siapa tau kamu butuh juga kan.
e. Kalau kamu cukup ngefans dengan desainernya, bisa bawa buket bunga sebagai tanda ucapan selamat.

Jadi gitu tipsnya. Semoga berguna ya.

Sama Ajeng



Rabu, 09 November 2016

[Partnership] Grand Seriti Madani, Tawarkan Konsep Hotel Halal-Syariah di Yogyakarta


Apa itu hotel syariah?

Ekonomi islami yang kerap identik disebut dengan syariah telah menjadi bisnis yang cukup menjamur di Indonesia. Berdasarkan pengamatan saya pribadi, sekarang cukup banyak bank yang tumbuh atas nama syariah, produk makeup yang halal, bisnis anti riba, dan banyak sebagainya. Rasanya hampir semua aspek syariah pernah menjamahi kehidupan kita sehari-hari. Termasuk dalam hal perhotelan. Kini sudah ada beberapa hotel-hotel yang menawarkan konsep syariah dalam menjamu para tamu.

Ciri-ciri hotel syariah antara lain dilarang bermalam dengan lawan jenis yang tidak membawa bukti sah suami-istri, tidak menawarkan makanan atau minuman non halal, punya arsitektur Islami, karyawan/ti nya mengenakan busana muslim, dan menyediakan perlengkapan ibadah di setiap kamar. Saya pernah menginap di salah satu hotel syariah di kota Medan. Lokasinya dekat dengan masjid dan punya jasa morning call untuk sholat tahajud. Rasanya kalau menginap di hotel syariah itu bikin kesadaran ibadahnya jadi makin kenceng. :D

Kini sudah ada hotel syariah di Yogyakarta!


Kini tak perlu jauh-jauh lagi untuk merasakan pengalaman menginap di hotel yang Islami. Di Jogja telah ada hotel berbintang yang berkonsep syariah juga kok. Namanya Hotel Grand Seriti Madani, masih satu grup dengan Kagum Hotel. Kalau yang pernah menginap di hotel Kagum di Bandung pastinya sudah ngerti ya. 

Laiknya hotel berbintang, Seriti Madani juga punya fasilitas hotel sekelasnya. Memiliki 78 kamar tipe superior dan deluxe (pas banget untuk bawa rombongan wisatawan), Adreena restaurant, 6 meeting room, ballroom berkapasitas 800 orang, mushola besar, perlengkapan ibadah dan tahajud call.

Kenalan sama interior lobby-nya yuk!


Keberadaan dan kenyamaan lobi tentunya menjadi hal yang penting bagi tolok ukur kenyamanan sebuah hotel. Misalnya saja jumlah sofa atau tempat duduk yang cukup untuk menampung setidaknya 30% jumlah kamar. Bayangkan saja, kamu adalah orang yang datang ke sebuah kota asing, tinggal di hotel, dan diharuskan menunggu jemputan. Maka di mana lagi kamu akan duduk dan menunggu? Pastinya di lobi hotelnya kan? Apa jadinya kalau nggak nyaman.




Untungnya di Grand Seriti loby-nya nyaman banget! Sofanya empuk dan bikin betah. Interiornya didesain ala timur tengah yang menenangkan. Kamu bisa lihat di gambar-gambar di atas. Mingin-mingini kan? Lampunya dibuat temaram dan rileks. Ya, cocok lah kalau pengunjungnya lagi dikejar deadline. Maunya kan dikasih sesuatu yang bikin tenang dan nggak tergesa-gesa. Hehehe.

Makanannya, gimana?



Urusan makanan, Seriti Madani juaranya. Selain dijamin halal, koki masaknya juga top. Menu di atas adalah jamuan makan di acara grand opening Seriti Madani Yogyakarta. Cita rasanya bermacam-macam dari menu Indonesia, Timur Tengah sampai mancanegara. Tanpa harus menginap, kamupun bisa mengicip kuliner di hotel Grand Seriti Madani kok. Caranya, datang saja dan pesan seat dinner. Kamu bisa merasakan pengalaman mengicip makanan yang enak-enak lho.

Launching Grand Seriti Madani Hotel Yogyakarta




Tepat di 3 November kemarin, dilakukan grand launching oleh Seriti Madani sendiri. Acaranya didatangi oleh rekan media, travel agent, dan tentu saja blogger (tepuk dada sendiri). Rangkaian acaranya terdiri dari launching dari para pendiri dan manager, tawaran kerjasama, makan malam, acara hiburan, fashion show oleh Wardah, dan pembagian hadiah-hadiah.



With partner

Ketemu Denia, Firdha, Agy, Ajeng
Epilognya adalah, Grand Seriti Madani yang berkonsep syariah ini bisa banget kamu coba jadikan rekanan dan tempat idela untuk merasakan pengalaman menginap di hotel Islami di area Yogyakarta. Lokasinya yang berada di pusat kota akan memudahkan kamu buat menjangkau tempat-tempat penting. Seperti slogannya: Hotels for everyone!

+Andhika Lady Maharsi

Kamis, 20 Oktober 2016

[Haul] Tentang Hobi, Kerjaan Menulis dan Produk Favorit Bulan Ini

Semenjak gabung dan kerja di media, saya ngerasain ada semacam perubahan pola beat dalam menulis. Kalau tadinya saya lebih aktif nulis untuk blog dan banyak senang-senangnya, kali ini nulis bukan cuman hobi saja, melainkan menjadi sebuah tanggung jawab dan kewajiban yang harus diselesaikan. Ya, mau gimana lagi, menulis adalah bagian yang nggak kepisah dari keseharian. Lawong kerjaanya kalau nggak nulis, ngedit, nulis lagi, ngedit lagi. Belum urusan cari ide dan materi tulisan.

Adakalanya saya merasa jenuh dengan pola seperti itu, tapi embuh kenapa kalau saya bete atau jenuh larinya ke mana? Ya ujung-ujungnya ke nulis juga. Nulis yang ringan, mengandung curhatan, atau sekedar sebaris status di sosial media. Bahkan kalau lagi labil, saya sampai punya solusi sendiri dengan menulis. Kerap ketika lagi sebel, saya buka notepad lalu menulis menumpahkan segala isi otak, lalu begitu selesai nulis, ya dibiarkan begitu saja atau malah saya hapus. Efeknya buat saya: jadi lebih lega bukan kepalang.
Menulis adalah nyawa*
*Status Facebook saya sore tadi 
Termasuk kali ini, saya kepingin nulis hore-horean soal kegiatan haul yang dilakukan bulan ini. Aktifitas haul, selain merupakan hal yang menyenangkan juga jadi parameter seberapa boros pengeluaran kita di bulan ini. Biasanya berasa dosa kalau sudah mengeluarkan banyak duit untuk makeup dan skincare. Tetapi kalau mikirin lagi soal bagaimana kulit akan lebih terawat, bagaimana wajah dan bodi jadi lebih cakep berkat barang-barang perawatan yang kita beli atau dapatkan, semua langsung sirna.

Pixy Eye & Makeup Remover


Sudah berkali-kali beli dan selama ini belum bosan dan berminat untuk ganti pembersih. Alasan nomor wahid adalah harganya yang murah dan mudah didapat. Alasan berikutnya adalah saya merasa cocok dengan baunya, kemasannya yang mini, dan kemampuan membersihkannya bagus. Buat saya ini sih sebelas dua belas dengan remover dari Maybelline. Padahal harga Pixy separuhnya Maybelline. Jadi, kenapa harus beli yang lebih mahal dengan kualitas yang sama?

Rimmel Pressed Powder Stay Matte


Yang ini dari Arum, bersamaan dengan lip cream dan concealer di bawah. Produk asal Inggris ini belum dibuka segelnya. Masih penasaran dengan isinya. Kabarnya sih bisa memberi hasil yang matte dan awet. Seawet apa ya, untuk kulitku yang berminyak ini? Stay tune di postingan review selanjutnya.

Ever E Vitamin


Aslinya saya bukan penggemar die-hard vitamin yang diminum. Termasuk apa-apa semacam gluta-gluta yang diminum pun saya bukan penggemar fanatik. Namun di kesempatan acara, saya mendapat freebies produk Ever E ini. Bisa diminum seperti biasa, atau sebagai campuran masker dengan dikelupas kulitnya. Saya suka hasilnya ketika dicampur dengan masker. Jadinya lebih kenyal di kulit, gitu.

Bali Ratih Body Mist Chamomile


Saya suka dengan bau-bauan alam yang belum kecampur dengan wewangian lain. Misalnya wangi mawar, melati, vanila, kadang malah lebih menawan ketika dicium dengan kondisi aslinya, tanpa ada campuran wangi lain. Lalu karena saya ingin mencoba produk Bali ini dan suka dengan chamomile, saya beli ini. Buat saya wanginya agak keras di awal, dan cukup menyengat. Namun setelah beberapa saat, aromanya menjadi lebih lembut dan enak. Itu saja sih.

Wardah Everyday TWC dan Refill Everyday Compact


Kabar dari beberapa blogger, bedak ini adalah duplikatnya TWC Make Over. Memang, antara Make Over dan Wardah diproduksi di pabrik yang sama. Namun dijual dengan target pasar yang berbeda. Tau nggak, urusan perbedaan target pasar ini bisa membuat harga Wardah bisa separuh dari Make Over lho.

Untungnya saya adalah blogger yang kerep nimbrung (atau ditimbrungi) info-info makeup yang kece-kece tapi murah. Segala jenis dupe juga sempet dibahas. Alhasil, info bedak ini juga sampe di saya. Dan setelah saya coba sendiri, ya memang nggak jauh beda dari segi tekstur dan hasil di kulit. Tetapi variasi warnanya agak berbeda dengan Make Over. Jadi kalau ingin warna spesifik, mau nggak mau tetep pakai yang satunya.

Pantene Aqua Pure Sampo & Kondisioner


Setelah mengalami problem rambut rontok beberapa waktu lalu, saya direkomendasikan untuk memakai shampo non silikon. Pilihan saya yang lumayan mudah dicari ya produk Pantene ini. Kabarnya bahan silikon memang penanggung jawab utama dalam kelembutan rambut, tetapi efek jangka panjangnya kurang bagus. Sampo silikon memang membuat rambut jadi lembut secara instan, tetapi bikin rambut jadi lebih rapuh. Iyakah? Ya ini sedang coba saya buktikan.

Lip Cream Revlon & LA Girl


Era lip krim-lip kriman masih belum bergulir ternyata. Kalau beberapa waktu lalu lipstik matte menjadi populer, sekarang lip cream lah andalannya. Dua produk ini berwarna nude. Sekilas review, Revlon berwarna nude, dengan wangi dan rasa yang enak. Seriusan enak banget! Kayak makan permen karet, ugh, jadi kegoda pengen maem lip cream nya. LA Girl punya warna yang cakep banget dan tahan lama, tetapi pas dipakai kurang enak. Ada semacam rasa bibir yang terlapisi.

Ranee Liquid Eyeliner Black


Ini adalah eyeliner cair yang saya beli berkali-kali. Sudah pernah saya review sebelumnya. Kemasan yang baru ini punya kuas yang lebih lancip sehingga memudahkan pemakaian untuk garis yang lebih tipis. Tapi sayangnya isinya makin sedikit dan harganya tambah mahal. Hiks. Hiks.

Baca juga: Ranee Eyeliner & Masami Shouko Liner Brush

Nutrica Activ Clear Anti Acne


Dapat rekomendasi krim obat jerawat dari Momon. Sedikit review dari saya, produk ini ampuh banget buat ngempesin jerawat. Sehari saja sudah kelihatan hasilnya. Namun di kulit saya setelah jerawatnya sembuh, eh, meninggalkan noda hitam yang annoying. Produk ini kurang direkomendasikan untukmu yang punya kulit mudah membekas, tapi cocok untuk tipe kulit yang cepat sembuh dari luka.

Maybelline Concealer Camouflant



Dapet produk ini dari Racun Warna Warni, yang dengan getolnya bilang kalau ini dupe dari NARS Radiant Creamy Concealer. Bedanya cuman di harga yang gak sampai sepertiganya. Jadi makin nggak sabar buat nyobain. Tunggu saja ya reviewnya.

Beli ini di: Racunwarnawarni IG

Avoskin Hydrating Treatment Essence (Tester)


Mendapatkan produk ini di event Ultah Avoskin  sebagai tester dari produk baru yang mereka luncurkan. Sekilas saya pakai rasanya adem dan nyaman di kulit. Relaxant banget pokoknya. Jadi kepingin beli versi full nya.

Hada Labo Gokujyun Moisturizing Lotion


Sudah jadi langganan saya memakai Hada Labo. Saya pakai setiap pagi dan malem sebelum pakai krim apapun. Rasanya kulit jadi lebih ter-hidrasi. Biasanya kalau saya menyepelekan hidrasi ini, kulit di bagian cuping hidung suka mengelupas. Namun dengan pakai lotion pelembap, kulit saya cenderung membaik dan lebih kenyal saja rasanya.

Banyak juga ya, haul bulan ini. Kalau kamu, produk favoritnya apa?

+Andhika Lady Maharsi

Senin, 10 Oktober 2016

[Partnership] Vitamin C yang Baik untuk Kulit Sekarang Ada di DD Cream Wardah

Di tahun 2016 ini, rasanya makin susah menjadi orang yang punya kulit sehat alamiah. Semua harus dibantu dengan kosmetik. Bayangkan saja, sejak bangun pagi sampai tidur lagi, kita selalu berhadapan dengan yang namanya polusi, bahan kimia, kuman, virus dan tentu saja; sinar matahari. Untuk itulah industri kosmetik semakin memproduksi bahan-bahan yang sesuai tuntutan jaman dan lingkungan. Lima puluh tahun yang lalu ketika isu polusi belum seperti sekarang, belum ada kosmetik yang khusus mengeluarkan produk antioksidan. Kalau sekarang, kosmetik yang berkampanye dengan tagar #antioksidan, #mineralmakeup, #antiaging, #vitamin dan sebangsanya semakin digiatkan. Karena apa? Ya karena kebutuhan kulit wanita modern memang nggak jauh-jauh dari antioksidan.

Antioksidan biasa ditemukan di mana? Salah satunya ada di vitamin C dan E. Dalam bahasan ini adalah vitamin C yang terdapat dalam produk Wardah DD Cream C-defense dari Sociolla. 


Deskripsi produk:

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, produk ini adalah DD cream (semacam inovasi berkelanjutan dari BB Cream yang sebelumnya telah kita kenal) dan memiliki kandungan Vitamin C, Vitamin E, Vitamin B3 dan SPF 30+ untuk kesempurnaan penampilan dan perlindungan kulit wanita modern. Wardah mengklaim produk ini berfungsi untuk antioksidan, mencerahkan, menghaluskan, dan meratakan warna kulit. Isi produk: 20ml.

Baca juga: Skin79 BB Cream Orange


Datang dengan box berisi detail produk dan kemasan tube

Kemasan dan tekstur:

Tak perlu berharap banyak dengan bentuk kemasan DD Cream ini karena hampir semua produk BB Cream, DD Cream dan krim-krim untuk alas bedak bentuknya ya gini-gini aja. Palingan yang agak modern memakai bentuk pump. Itupun baru sebatas dilakukan oleh BB Cream asal Korea.


Kemudian untuk tekstur produk ini, sejujurnya saya agak merasa kesulitan membandingkan dengan tekstur BB Cream yang biasanya. Hanya perbedaan di sisi lembutnya krim dan less-coverage di kulit yang saya rasakan.

Apakah less-coverage itu artinya selalu produk tersebut kurang baik?

Jawabannya adalah: tidak. Buat saya, coverage sebuah produk alas bedak tidak dapat dijadikan patokan bagus tidaknya sebuah merk. Karena memang nggak setiap produk dirancang untuk memenuhi coverage yang maksimal. Ada produk yang digunakan untuk penggunaan sehari-hari yang tidak membutuhkan banyak coverage. Ada pula produk yang dipakai untuk skin-cover atau skin-corrector yang dipakai di pesta atau acara panggung dan membutuhkan coverage maksimal.

Wardah DD Cream C-defense memang less-coverage, tetapi memang inilah yang diinginkan untuk dihasilkan. Yaitu menempelnya produk di kulit secara seperlunya, untuk dipakai sehari-hari tanpa terlihat 'ndemblok' sebisa mungkin.



Hasil di kulit:

Saya coba pakai produk ini di kulit saya. Hasilnya adalah tekstur kulit menjadi glowly dengan rona minyak alami tanpa terlihat berlebihan. Oh iya, sekarang saya lebih menyikapi minyak di kulit bukanlah sebuah bencana, tetapi anugerah yang harus dirawat. Memang akan lebih mudah berjerawat dan kusam, tapi menilik kata-kata Arum, kalau kulitmu sudah sehat dari dalam, berminyakpun nggak akan terlihat kusam.

Foto di bawah ini adalah kondisi kulit setelah memakai Wardah DD Cream C-defense. Terlihat bahwa kekurangan di kulit saya tidak tertutup dengan sempurna karena produk ini less-coverage. Hasilnya lebih terlihat alami dan nggak ndempul banget.

FYI, tren makeup 2016 adalah 'show your original skin' alias nggak perlu-perlu lah pakai dempul yang tebal untuk sehari-hari. Sayapun mencoba begitu. Kamu?



Dapatkan Wardah DD Cream C-Defense dengan mudah di Sociolla.com. Untuk belajar lebih lanjut tentang makeup Asia, bisa klik link ini. Dijamin nggak rugi! Dapatkan juga diskon menarik sesuai gambar di bawah ini. Yukk....



Ads