Wednesday, July 16, 2014

Astrid Hofferson How to Train Your Dragon & Anna Frozen


Saya mau bercerita tentang sebuah film animasi yang baru-baru ini saya tonton yaitu How to Train Your Dragon II. Bagi saya adalah film animasi Dreamworks terbaik yang pernah saya tonton. Kisah ini mengambil latar jaman Viking di masa lampau. Ceritanya, di sebuah tempat dekat Kutub Utara terdapat sebuah masyarakat Viking yang hampir setiap hari diganggu oleh naga. Akibatnya, anak-anak di sana dilatih untuk berperang melawan naga. Kemudian ada seorang anak cowok bernama Hiccup yang masa kecilnya dipandang lemah karena nggak mampu berperang. Kemudian secara nggak sengaja dia melukai seekor naga berbahaya dan kemudian menjadi berteman dengan si naga. Sejak saat itu, Hiccup menjadi pintar dan tidak lemah lagi. Di situ ada seorang tokoh cewek yang memukau perhatian banget, namanya Astrid. Astrid ini adalah love interest sang tokoh utama, Hiccup.

Astrid digambarkan sebagai perempuan tangguh, suka bersaing, dan memiliki ambisi untuk menjadi terbaik di antara teman-temannya. Pada awalnya, Astrid sangat membenci Hiccup karena merasa tersaingi. Namun lambat laun malah jadi suka sama Hiccup layaknya kisah FTV.

Tapi Dreamworks bukanlah FTV. Adegan pacarannya jelas bukan naik bajay bareng atau makan bakso pinggir jalan, tapi naik naga Men! Tapi tenang saja, buat kalian para cowok yang nggak suka adegan-adegan romantis, kisah di How to Train Your Dragon ini nggak melulu Hiccup dan Astrid saja kok. Yang saya ceritakan di atas ini cuman sekelumit banget. Masih banyak intrik-intrik yang tersaji di film ini. Kisah tentang Astrid malahan (menurut saya) cuman mendapat porsi yang nggak terlalu banyak di cerita. Intriknya lebih banyak ke relationship antara Hiccup - Toothless si naga Night Fury, atau Hiccup - Ayahnya. Penasaran sama filmnya? Tonton saja sana. Hihihi.

Astrid 14 tahun. Sumber

Astrid 20 tahun. Sumber
Beralih dari topik film, yaitu topik outfit of the day (teteub). Nah, saya naksir sama tatanan rambut Astrid ini, lucu sekali! Kemudian saya coba-coba utak-atik hijab berwarna cokelat muda kekuningan untuk membuat look mirip dengan Astrid. Ternyata cukup mudah. Pakai dua kain, satunya untuk membuat untaian kecil, satunya untuk hijab.

Kemudian untuk makeup, karena Astrid memiliki tampilan yang natural, saya pun nggak banyak-banyak pakai makeup. Hanya alis, eyeliner, eyeshadow cokelat saja tanpa banyak aplikasi. Bulu mata pun saya nggak pakai. Cuma ada kurang yaitu softlens warna biru nordik. Saya belum pernah pakai softlens, Gaes! Meskipun mata ini punya minus 1,5 tapi entah kenapa keinginan untuk pakai softlens belum ada. Hehehe.

Friday, July 4, 2014

Pond's Pimple Cover & Care Concealer



Concealer secara umum dipakai untuk menutup kekurangan pada kulit. Misalnya noda hitam, noda merah, jerawat sampai scar. Concealer berbeda dengan skin corrector yang memiliki ragam warna lebih banyak. Meskipun kedua benda tersebut tujuan utamanya sama yaitu mengoreksi kekurangan di kulit. Concealer biasanya berwarna mirip dengan kulit dengan kisaran shade warna dari mulai paling gelap hingga paling terang. Karena kegunannya untuk mengoreksi kekurangan kulit, concealer bersifat lebih tebal daripada foundation.

Memilih concealer yang cocok di kulit, buat saya itu cukup tricky. Apalagi memakainya juga harus hati-hati dan penuh kesabaran. Salah sedikit, ujung-ujungnya malah saya bisa jadi nambahi foundation sama bedak lagi untuk menutupi kegagalan pemakaian concealer. Correction-ception ini mah.. -___-

Ada satu lagi masalah dalam memilih concealer, yaitu jarangnya concealer yang bersahabat dengan kulit berjerawat-berminyak. Kebanyakan concealer memang diciptakan untuk menutup kulit dan pori-pori. Untungnya sekarang udah cukup banyak yang acne-friendly, seperti yang mau saya review ini.


Pond’s Pimple Cover and Care

Saturday, June 28, 2014

Henna dan Mehndi, Workshop Bersama Badar Henna

Setiap kali saya kondangan kawinan, salah satu hal yang bisa membuat saya terpesona adalah seni Henna yang terlukis di tangan mempelai wanita. Rasanya gimanaaa gitu kalau lihat foto tangan wanita memakai Henna sambil memamerkan cincin kawin. Aaakk...

Sebenernya sudah lama saya pengen latihan menggambar Henna, tapi baru kemarin saya kesampaian ikut salah satu kegiatan workshopnya di Jogja. Penyelenggara acara tersebut adalah Spa Putri Kedaton, La Tulipe, Petra Accecories, dan Badar Henna. Acaranya bertempat di Hotel Atrium Yogyakarta. Dengan Rp 200.000, para peserta workshop mendapat bermacam voucher spa dari Putri Kedaton, tutorial makeup India dari La Tulipe, demo hair do oleh Petra Accecories dan workshop cara menggambar Henna di tangan. Kalau acara tutorial makeup dan hair do, boleh lah ya saya nggak perlu cerita banyak di sini? Soalnya kan udah byasak di bahas di sini.. #sombyong

Sedikit spoiler demo makeup.
Jadi saya mau cerita soal Henna saja ya, nggak papa kan?

Nah, kemarin tutor seni Henna diampu oleh Miss Badar. Di bawah ini foto Miss Badar (kanan) sedang mempersiapkan presentasinya tentang Henna dan Mehndi.


Thursday, June 19, 2014

Wisuda Dedek Arma

 Yeeey, setelah saya wisuda beneran, akhirnya saya bisa ngedandanin temen yang juga mau wisuda lagi deh. Dia adalah Arma, adeknya suaminya temenku (duh, kepanjangan ya nyebutnya?). Ya pokoknya itu deh. :3. Dedek Arma ini baru lulus SMA, tapi seremoni wisuda SMA dia udah seperti wisuda universitas, alias ada acara pakai kebaya, dandan, pakai medali kelulusan, dan sebagainya.

Merias wisuda SMA,jujur saja lumayan tricky, karena kita harus bisa membuat wajah menjadi fresh cantik tapi tidak menor seperti wisuda Universitas atau makeup pernikahan. Menurut pendapat saya, seorang abegeh ya dandanlah seperti abegeh, tidak perlu berlebihan.


 Salah satu tips dandan untuk mendapatkan tampilan natural dan young adalah dengan bermain warna secara tepat. Lupakan cara untuk membentuk ulang alis. Karena alis anak muda biasanya masih natural dan tidak perlu diubah-ubah lagi. Selebihnya, aplikasikan makeup seperti biasa (foundation + shading + bedak + blusher + eyeshadow + lipstik).