Sunday, January 31, 2016

[Tips] Cara Merawat Kulit Wajah untuk Remaja


Halo, Jenganteners remaja yang masih selalu semangat...

Tulisan ini saya buat khusus untuk temen-temen yang kemarin SMA atau SMK-nya kedatangan tim dari Marina di acara #saatnyabersinar #roadshow #Jogja. Hayoo, udah ketemu sama Kak Dhika Lady kan kemarin? Masih ingat nggak, diajarin apa aja sama Kak Dhika? Kalau sudah pada lupa, Kakak share kembali yang kemarin dijelaskan ketika beauty class. 

Kalau yang SMA-nya sudah bertahun-tahun yang lalu, boleh baca sampai habis juga kok. :) Knowledge for everyone.

Photo credit: iRadio Jogja

  • Kenapa kita perlu merawat kulit secara tepat selagi muda?


Masa muda adalah masa di mana kulit sedang bagus-bagusnya. Belum banyak kerutan halus, belum banyak kering, dan masih fresh. Coba hitung berapa kawan kamu yang punya kantung mata atau garis halus? Pasti jarang ya, atau malah nggak ada. Masalah kulit paling banter di masa-masa ini (13-18 tahun) adalah jerawat. Selain jerawat, masalah kulit yang timbul di masa remaja kebanyakan adalah karena faktor lingkungan, kebiasaan buruk dan perawatan yang kurang tepat.

Faktor lingkungan
1. Polusi
Jaman sekarang kayaknya susah banget menghindari polusi. Asap kendaraan, asap rokok, dan ganasnya jalan di kota sudah akrab dengan aktifitas kita sehari-hari. Kecualii, kalau kamu tinggal di tempat yang masih hijau. Sebelah kiri rumah ada sungai, lihat belakang rumah ada pegunungan, berangkat sekolah lewat pematang sawah. Air yang kamu minum masih jernih hasil air mancur pekarangan rumah. Itu sih awesome banget. Saya juga mau tinggal di situ, *asal internet lancar*, *asal deket mol*, *asal deket Indomar*t*. Hehe, serba salah ya? Jadi, karena sebagian besar dari kita ketemunya polusi, mau nggak mau kita harus deal with it.

2. Sinar Matahari
Nggak bisa dihindari, setiap hari kita ketemu paparan sinar matahari. Pas perjalanan berangkat/pulang sekolah, pas ada kegiatan ekskul, pas upacara, pas ikut tonti, pramuka, dan lain-lain. Ya, matahari adalah energi terbesar bumi kalau kata guru Fisika. Namun ada bagian dari radiasi yang dipaparkan matahari dapat menimbulkan efek samping untuk kulit. Beberapa adalah Ultraviolet A yang mengakibatkan aging/penuaan, dan UV B yang mengakibatkan kulit terbakar.

Kebiasaan Buruk & Perawatan yang kurang tepat
1. Tidur malem
Hayoo, yang masih suka bobo malem siapa? *tunjuk diri sendiri. Well, tidur malem itu banyak efek buruknya. Muka jadi nggak seger, timbul kantung mata, dan lainnya. Coba deh, kamu yang hobi tidur malem pelan-pelan dipercepat waktu tidurnya. Lalu pagi hari diperpagi bangunnya. Jam 3 atau jam 4 gitu sambil ibadah pagi. Kalau yang nggak ibadah, jangan lebih dari jam 5 deh. 

2. Jarang membersihkan wajah
Seharian kena matahari, kena polusi, kena minyak, lupa membersihkan wajah, tapi berharap kulit bersih bebas jerawat? Oke. Abaikan mimpi itu karena itu adalah hil yang mustahal, kecuali kulit kamu tipe kulit bayi.

3. Mengabaikan perlindungan/nutrisi kulit
Seketika mulai beranjak remaja dengan pergolakan hormon dan aktifitas begitu rupa, mulailah berpikir untuk invest perawatan kulit yang tepat untuk kulit remaja. Pilih formula yang ringan sehingga nggak bikin iritasi. Produk untuk remaja tentu berbeda dengan produk punya kakak atau mama. Untuk kulit remaja sebetulnya cuman butuh dua jenis: moisturizer/pelembap dan sunblock. Kalau mau praktis, pakai satu produk yang sudah mengandung pelembap & sunblock. Ya?

  • Step sederhana merawat kulit remaja.

1. Membersihkan wajah


Ini adalah perawatan kunci dari semua perawatan. Wajah yang kotor adalah sarang kuman dan bakteri. Secara reguler, kulit wajah itu mengeluarkan minyak dan keringat dengan kadar yang berbeda-beda. Ini adalah hal yang wajar. Yang membuat jadi nggak wajar dan iritasi adalah ketika minyak&keringat itu ketemu dengan bakteri. Lalu hasil percintaan minyak+bakteri itulah yang menimbulkan jerawat. Untuk itu, jangan lupakan acara bersih-bersih wajah ya.


Rule membersihkan wajah:
1. Bersihkan tangan terlebih dahulu. Pastikan seluruh bagian tangan sudah bersih. Punggung tangan, telapak tangan, sela-sela jari, dan kuku.
2. Dengan produk facial foam, mulai bersihkan wajah dari arah bawah ke atas dengan gerakan memutar. Kenapa dari bawah ke atas? Karena untuk mencegah keriput sejak dini. Kan kulit kita secara default selalu ketarik gaya gravitasi ke bawah. Nah, dengan membersihkan ke arah atas, artinya kita melawan gaya gravitasi sehingga memperlambat timbulnya kerutan.
3. Membersihkan wajah harus disesuaikan dengan kebutuhan kulit dan apa yang akan kita bersihkan. Kalau cuman dandan buat ke sekolah dan gak pake makeup aeng-aeng, menggunakan facial foam saja sudah cukup kok. Tapi beda cerita kalau yang kamu pakai adalah campuran foundation, eyeliner waterproof, maskara, shading dll. Kamu akan membutuhkan makeup remover dan milk cleanser untuk itu.

2. Memberikan Nutrisi & Perlindungan

Setelah wajah kita bersih, lakukan pemberian nutrisi. Pilih produk pelembap yang sesuai dengan jenis kulit. Saat ini ada banyak macem moisturizer/pelembap. Ada pula yang sudah dikombinasikan dengan kandungan foundation plus sunblock. Ini malah lebih simpel dan anti ribet. Karena cukup satu langkah saja sudah bisa memenuhi kebutuhan kulit.


Perbedaan moisturizer/pelembap dan BB Cream:
1. Pelembap pada umumnya berbentuk krim yang berfungsi untuk melembapkan saja. Namun BB Cream sudah ditambahi dengan kandungan foundation agar lebih simpel dan praktis.
2. Cara memakai pelembap adalah dengan dibuat titik-titik di bagian dahi, pipi, hidung, dagu dan leher, kemudian diratakan. Adapun cara memakai BB Cream adalah dengan dirakatan per bagian, mulai dari bagian atas/dahi. Cara meratakannya harus searah dengan tumbuhnya bulu halus. Jangan lupakan untuk memberi nutrisi di bagian leher meskipun tertutup hijab. Hello, kulit leher juga punya hak yang sama kayak kulit wajah lho. Ayo dong, kasih nutrisi untuk kulit leher juga ya.


Rule memilih pelembap dan BB Cream:
1. Perhatikan tanggal kadaluarsa
2. Perhatikan kandungannya (apakah sudah memiliki UV Protection? Apakah lebih cocok digunakan kulit kering/berminyak, dsb)
3. Pilih yang diformulasikan untuk kulit remaja
4. Rajin-rajin googling tentang review produk tersebut apakah bisa menimbulkan alergi, iritasi dsb. Yuk jadi remaja cerdas, termasuk dalam memakai kosmetik.

3. Penyempurnaan bebas kilap dengan menggunakan bedak

Menggunakan BB Cream atau pelembap saja sebetulnya sudah cukup memenuhi kebutuhan kulit remaja. Namun karena kita hidup di negara tropis yang debunya banyak, sangat direkomendasikan untuk menggunakan bedak supaya debu yang kena ke kulit tidak langsung kena ke lapisan kulit. We need a powder. Bayi saja pake bedak, apalagi kita kan remaja. Selain itu, penggunaan bedak juga berguna agar tampilan kulit menjadi lebih flawless dan bebas kilap/kusam lebih lama.


Rule memakai bedak:
1. Sesuaikan dengan kebutuhan. Untuk pergi ke sekolah, cukup memakai bedak yang ringan seperti compact powder. Kalau untuk acara penting misal mau kondangan atau ke party, bisa gunakan Two Way Cake atau Powder Foundation. Sesuaikan dengan acara deh pokoknya.
2. Jangan berbagi spons dengan orang lain. Pakai spons sendiri ya. Dan sering-seringlah dicuci agar nggak terjangkit kuman.
3. Gunakan dengan cara ditepuk-tepuk dari atas ke bawah mengikuti arah tumbuhnya rambut. Jangan digeser-geser agar bedak bisa menempel dengan sempurna di kulit.
4. Pakai bedak yang memang diformulasikan khusus untuk kulit remaja.
5. Pilih warna bedak yang sama dengan warna kulit. Jangan terlalu terang atau terlalu gelap.



Nah begitulah teman-teman, cara merawat kulit remaja. Simpel dan praktis. Perlu diketahui bahwa untuk remaja seumuran kita  belum perlu pakai produk perawatan yang macem-macem seperti krim anu inu. Cukup yang simpel aja asal mengandung pelembap dan perlindungan dari sinar UV. Kalian juga belum perlu memakai produk alis, eyeshadow, blushon, atau lipstik warna ungu. Plis ya, kita mau sekolah kan, bukan mau ikut karnaval ondel-ondel?

Lalu, sudah cantik dan sudah terawat kulitnya, jangan lupakan satu hal juga: prestasi. Remaja adalah masa di mana kita punya waktu yang banyak untuk mengukir prestasi. Ikutlah lomba, jalani hobi, kembangkan minat, ikut regu KIR, ikut olimpiade, catatkan nilai sepuluh, dsb, dsb. Why? Karena cantik itu nggak cuman soal kulit bersih cantik terlindung, tapi juga cantik dari dalam. Bakatmu bisa makin terpancar lho, kalau kita menyeimbangkan cantik dari dalam dan dari luar.

Selamat cantik dan bersinar!

Thanks to:
@sahabatmarina
@iradioJogja
@jenganten

@andhikalady

Tuesday, January 19, 2016

[Review] Revlon Colorbust Lipgloss Rosepearl


Jujur ya, saya itu jaraaaaang banget punya lipgloss. Saya lebih suka pakai lipstik matte yang gak ribet. Apalagi sekarang sedang jamannya lipstik matte dari harga murce sampe mahal. Dari MAC sampe Purbasari. Semua perempuan yang jadi role model di Instagram, artis, bahkan cewek yang diem-diem disukai sama gebetan kamu pun pakai lipstik matte (ayo, ngaku). Keberadan mereka semua secara langsung menurunkan pamor lipgloss. Ini berdasarkan pengamatan saya saja lho ya. Bisa jadi di belahan negeri Bantul di sebelah sana, mbak-mbaknya malah cuman mau nge-date kalau bibirnya pakai lipgloss.

Oke, well, jadi intinya, saya mempunyai lipgloss. Alasan utamanya adalah karena pas itu Revlon sedang diskon buy 1 get 1 kalo beli Colorbust, dan karena as a MUA wannabe, saya harus mengantongi bermacam jenis pewarna bibir. Salah satunya adalah lipgloss. Why lipgloss? Karena lipgloss itu mampu memberikan efek volume dan 3d pada bibir. Kalau tiba-tiba ketemu klien yang bibirnya flat dan mungil (kayak saya inih), lipgloss adalah senjata agar bibir semakin menarik ketika dilihat atau difoto sekalipun. Cumaan, ya cumaan, kalau dipakai untuk acara khusus yang memerlukan makeup agak tebel, saran saya adalah jangan pakai lipgloss sebagai satu-satunya pewarna bibir. Pakailah lipstik matte terlebih dulu, baru habis itu pakai lipgloss. Karena karakter lipgloss biasanya nggak awet serta low covering. Kalau bibir kita nggak bawaan warna pink transparan flawless cipokable, agak susah menutup kekurangan bibir hanya dengan lipgloss saja.

Jadi, marilah simak review singkat ala Jenganten. :)


Revlon Colorbust Lipgloss Roseparl

5.9 ml
Harga: tanpa diskon sekitar 70-80k
Warna: Rosepearl

Kemasan berbentuk panjang dan bertutup warna hitam garis silang-silang khas Revlon. Isinya cukup banyak untuk ukutan lipgloss, 5,9 ml. Kayaknya jarang ya, ada lipgloss yang isinya sebanyak itu. Yang sering saya temui biasanya 4ml, 3ml, bahkan ada juga yang 2ml. Artinya Revlon Colorbust ini bakalan lama nggak abis-abis. Lumayan juga ya, buat harga segitu?



Swatch, warna dan stay power

Gambar di bawah ini adalah swatch dari Revlon Colorbust Lipgloss versi Rosepearl:


Warnanya cokelat agak peach. Belum saya temukan hint pink dalam hasil swatch. Di dalamnya terdapat sedikit shimmer kecil-kecil yang mampu memberikan efek volume di bibir aka lambe. Well, pilihan warna memang hal yang subyektif, tetapi saya pribadi suka dengan varian Rosepearl. Dia tidak terlalu pink banget, natural dan segar di bibir. Cocok untuk sekedar 'biar kelihatan pake makeup' style.

Kalau stay power, jika dipakai sendiri tanpa dasaran lipstik, hasilnya sangat tidak awet. Baru dipakai beberapa jam saja sudah hilang. Apalagi kalau bibir kita nggak behave. Selesai sudah. Namun kalau dipakai sebagai finishing setelah penggunaan lipstik, hasilnya justru memperawet kombinasi warna lipstik yang telah dipakai. Ya. Kalau kamu ingin lipstikmu yang nggak awet menjadi lebih awet, coba tambahkan dengan lipgloss. Niscaya akan lebih awet. Setidaknya saya sudah membuktikannya dengan Revlon Colorbust.

Kesan memakai Revlon Colorbust Lipgloss Rosepearl

1. Kemasan cukup besar, isinya banyak. Artinya cukup murah untuk harga yang dibayar.
2. Mudah dicari. Pliss, hari gini mana sih konter yang nggak jual Revlon?
3. Warna rosepearl-nya natural dan membuat bibir segar tanpa terlihat lebay.
4. Membuat bibir lebih bervolume dan berkontur.
5. Membuat tatanan warna lipstik lebih awet.


jenganten.com

Saturday, January 16, 2016

[Random] 2016, yang Baru dan yang Lama

Selamat 2016, Jenganteners! #telat #biarin

Kemarin saya baru saja ngobrol  -bahasa kerennya, brainstorming- sama seorang kawan. Kawan itu siapa, nggak begitu penting. Kata dia, menulis resolusi itu nggak perlu, cukup rajin bikin rencana, bikin mindmap, dan lakukan setiap hari seakan tidak ada lagi hari esok, bulan depan, atau tahun depan. "Toh, kita nggak tau besok masih hidup kan?", ujarnya. Katanya pula, cara seperti itu malah lebih bisa bikin dia menepati resolusi-resolusi kecil di catatan dia. 

Percapakan itu berlanjut dengan saling tukar pikiran tentang bagaimana menghadapi tahun baru, ucapan hari raya, dan macem-macem. Kesimpulannya adalah: apapun tujuan dan durasi waktunya, membuat list itu perlu dan sangat bermanfaat. Urgensi perlu itu adalah sebagai pengingat dan 'penampar', kalau sewaktu-waktu kita lupa. Tulislah list kamu sendiri. Bisa list apa saja, list resolusi, list belanjaan, list barang bawaan, list pekerjaan, list keinginan, list plan A, B dsb. Pembaca Jenganten yang gemar dandan, coba deh bikin list makeup dan skincare yang ingin kamu miliki, pasti menyenangkan dan lebih ada manfaatnya dibanding lupa-lupa ingat sama kebutuhan. Misalnya lupa seperti ini "Aku pengen maskara merk X, tapi lupa merk X nya itu Maybelline apa Max Factor", atau "Pelembap yang bikin muka nggak ndemblok-ndemblok pas pake bedak itu apa ya namanya? Padahal udah mau beli nih". Nah kan.

List juga berguna ketika kita ingin melakukan riset kecil-kecilan soal todo, atau contoh simpelnya barang. Misal kamu pengen ngelist eyeshadow favorit untuk kamu beli. Pastinya kan kamu akan mencari tau, esedo X itu bagusnya apa, jeleknya apa. Lakukan juga untuk esedo Y, Z, dst. Tujuannya adalah: supaya kegiatan kamu jadi lebih optimal dan meminimalisir membeli/melakukan hal mubazir.

Buat saja listnya dulu. Konsisten atau enggaknya belakangan. Tapi jangan diterusin ya. Kalau ada godaan untuk menunda, segera buka kembali daftar list tersebut, lalu usahakan untuk dicoret secepatnya. Ingat, menulis daftar list itu sebagian dari doa/harapan lho. Siapa tau kan ada malaikat lewat terus meng-amini. :)


Ohya, sebagian dari inspirasi menulis post ini adalah tulisan dari Jeng Sekararum yang sudah ngepost tentang Evaluasi dan Resolusi.  Dari sana, saya meng-amini bahwa menulis list itu manfaatnya besar banget untuk mendisiplinkan diri, meskipun lebih sering goyah sih, kalau saya. :p. Tapi setidaknya kita sudah mencoba ya kan.

Masih kaitannya dengan list, masalah klasik setiap awal tahun yang muncul di benak kita (oke, saya) adalah munculnya pertanyaan-pertanyaan semacam ini:
1. Saya sepanjang tahun belakangan ini sudah berprogress menjadi apa/siapa?
2. Apakah yang saya resolusikan di tahun lalu tercapai?
3. Tahun ini saya ingin menjadi apa/melakukan perubahan apa?
4. Langkah apa yang harus saya lakukan?
5. Seberapa kemampuan saya untuk melakukan langkah-langkah tersebut?
6. Apakah saya punya waktu? Punya materi? Punya dukungan orang-orang sekitar?

Yang lama

Tahun 2015, alhamdulillah lebih banyak membuahkan hasil yang menyenangkan daripada yang menyedihkan. Saya belum bisa menyebut 2015 adalah tahun saya, tetapi lumayan lah untuk jadi bahan cerita:


1. Resolusi saya yang reading challenge 9gag sudah berhasil sekitar 70%. Jadi itu adalah semacam resolusi membaca buku-buku yang sesuai dengan list tersebut, dilakukan sepanjang tahun 2015. Tahun itu saya tuntas membaca Supernova, membaca ulang karya Pramoedya,  membaca buku Dan Brown terbaru, sampai membaca buku motivasi semacam Hero dan The Secret. Listnya lumayan banyak dan dari beberapa list tersebut, lebih dari separuhnya sudah masuk ke coret.

2. Health. Berhasil pula untuk resolusi mempertahankan berat badan . Sepanjang tahun ini berat badan saya relatif stabil di angka 46-48. Belum pernah mencapai 50. Pernah waktu itu karena sedang drop, berat sampai turun ke angka 45, tapi setelah sembuh dari sakit, naik lagi jadi 47. Evaluasi untuk tahun lalu dari sisi kesehatan adalah masih banyaknya kebiasaan-kebiasaan buruk yang dipelihara. Contohnya bangun siang, makan seenaknya, tidur terlalu malam, dan lupa merawat diri. Ini evaluasi banget, soalnya tahun ini sempet beberapa kali sakit. Ternyata masalah kesehatan nggak cuman berat badan ideal, tapi luar dalam juga.


3. Blogging life. Saya memasukkan kegiatan blogging saya menjadi poin atas dari items yang lama, sebab hal ini memang penting buat saya. Blogging telah menjadi aktifitas yang nggak terpisahkan. Frekuensi membuka dashboard blogger sama seringnya dengan membuka laman Instagram. Evaluasi untuk blogging tahun 2015 adalah: membaik jika dilihat dari kualitas postingan, foto, dan laman. Tapi agak kurang baik dalam hal disiplin, membangun relationship dengan blogger lain (oke, ini kekurangan saya banget. Hiks), maintenance blog juga masih kurang, lalu gampang bosenan, apalagi kaitannya dengan monetize blog.

4. Education. Nah, ini penting juga buat saya. Jadi mahasiswa lagi itu nggak bisa dianggap sambil lalu je. Trus nggak bisa dianggap sepele juga. Emangnya mau TA (titip absen) terus? Malu lah sama diri sendiri. Alhamdulillah, semester pertama sudah terlewati. Masih ada struggling selama (insyaAllah, semoga nggak lebih) tiga semester ke depan. Nggak perlu lah, saya deskripsikan satu-satu struggling saya di kuliah kayak apa. Temen-temen juga pastinya sudah pada tau kalau kuliah ya nggak jauh-jauh dari skripsi/tesis, tugas, publikasi, dsb.


5. Rejeki. Kenapa saya tulis rejeki, bukan uang? Karena pada dasarnya rejeki itu nggak selalu uang. Bisa jadi kesehatan, hubungan baik dengan orang, kesempatan, peluang, keluarga yang saling menyayangi, teman-teman yang baik, bahkan punya kemampuan untuk ngebentuk alis sendiri juga termasuk rejeki. :). Tahun 2016 ini, saya berharap untuk lebih dimampukan lagi untuk mendapatkan rejeki yang lebih baik lagi. :D

6. Spiritual wisdom. Maksudnya adalah bagaimana evaluasi saya terhadap hubungan hati saya dengan Maha Pencipta. Tahun 2015 saya akui lebih banyak alpa daripada lurusnya. :|. Tahun ini semoga bisa lebih menjalani hubungan harmonis antara saya dengan Allah.

Resolusi

1. Lebih serius meniti langkah menjadi #hennaArtist2016. Memang saya baru memulai suka main-mainan henna belum ada 4 bulan, tetapi insyaAllah sudah mendapatkan rasa seru dan menyenangkannya. Tahun ini berharap lebih bisa bikin seni mehndi yang lebih rumit, lebih rapi, dengan klien yang banyak. Jogja dulu saja deh, luar kotanya menyusul. Btw, saya sudah punya empat kotak henna warna-warni lho. #promositerselubung.

2. Lebih serius menjadi #MUA2016. Ya, ini juga. Menjalani kegiatan yang sudah jadi hobi itu memang menyenangkan. Namun di balik itu, menjadi MUA juga nggak semudah kita ngedandanin orang, lalu bisa nyebut diri sebagai MUA. Lebih dari itu, ketika kita menjadi MUA secara profesional, ada beban tanggung jawab untuk memuaskan klien dan bekerja dengan sepenuh hati. Contoh simpelnya ontime janjian, menggunakan alat-alat yang bersih dan ori (meskipun bisa saja bohong sama klien), terus belajar agar hasil makeup-nya semakin bagus, pintar membawa diri agar selalu rapi. Dsb. Kalau cuman bisa ngedandanin orang tok, begitu mah banyak kali.

3. Publikasi paper. Ini #kuliahtime. Salah satu syarat lulus di kampus saya adalah harus membuat paper dan terbit di internesyenel. Artinya saya harus segera menyelesaikan penelitian, membuat rencana-rencana timeline, disiplin dengan jadwal, dan meningkatkan kemampuan english. Kuliah, buat mahasiswa yang kegiatannya cuman kuliah doang sih nggak terlalu momok dengan waktu, tapi kebetulan sini nggak cuma thenguk di kampus saja je. Tantangan banget kalo kegiatan kampus harus tabrakan dengan yang lain-lain.

4. Relationship dan penghasilan yang settled. Saya cukup amburadul soal pengelolaan uang dan relationship. Terutama soal relationship yang kadang nggak tau arahnya. LOL. Untuk itu, 2016 harus bisa mendapatkan penghasilan dan relationship yang settled. #semangatcariduit #semangatcaripartneryangbisadiajaksettledbersama #semangat2016

6. Meneruskan kebiasaan baik. Saya ingin meneruskan hal-hal yang baik-baik yang sudah saya mulai. Misalnya nerusin project baru, kebiasaan menulis list, menjaga hubungan pertemanan, blogging, menulis dan lain-lain yang mana tak perlu disebutkan satu per satu ketimbang jatuhnya jadi sombong. Heuheu. 

7. Meninggalkan kebiasaan buruk. Tidak disiplin, penunda, tak menghargai waktu dan kesempatan yang ada, pembosan, cepat menyerah, dan macem-macem dari A sampe Z ada aja kebiasaan buruk yang dipelihara. Tahun 2016 saya ingin kebiasaan-kebiasaan itu mulai dikurangi dan kalau bisa dihilangkan. Kamu juga bisa ikutan dengan membuat list kebiasaan baik dan kebiasaan buruk. Lalu dari list itu dievaluasi mana saja yang berpotensi membuat kita makin mundur, mana saja yang sama sekali harus dihentikan, dan mana saja yang diteruskan.



#demi2016yanglebihbaik

Kenapa di post ini banyak selfie-nya? Ohya, sekalian saya ingin mengenalkan koleksi hijab baru dari Naura Hijab Store. Kamu bisa dapetin hijab paris lucu-lucu limited, pashmina, dan model syari. All hijab by Naura Hijab Store.

@andhikalady
jenganten.com

Tuesday, December 29, 2015

[FOTD] Freckle Me, Freckle You


Geliat akhir tahun sudah sangat marak. Apa kabar resolusi? Apa kabar bonus akhir tahun? Apa kabar online shop yang tiba-tiba ngasih newsletter tas unyu diskon panpuluh persen? Memang ya, menahan untuk nggak konsumtif di akhir tahun itu susahnya minta ampun. Apalagi ngebayangin kalau kita bisa keduman barang good quality dengan harga yang miring. Heheheheh. Buat yang hobi berbelanja, selamat belanja deh. Kalo saya, uhmm, juga belanja sih. #teteub

Akhir tahun ini saya memanfaatkan untuk belajar UAS (yeee, mahasiswa yeee), mulai nulis proposal dan kegiatan-kegiatan ngampus lainnya. Truss ganti liburnya diundurin menjadi awal Januari. Nah di sela-sela sibuk kampus, saya juga masih ngerias, main henna, dan nyempetin ngegaul sama BraRum dan BraMod (biar dikira masih temenan. Hohohoho), dan offcourse, bermain fotd sebagai pengusir kebosanan baper (baca paper). 

Kali ini tema saya adalah freckles. Freckles adalah bintik-bintik yang timbul di kulit pada ras tertentu. Penyebab freckles dapat berupa faktor genetik atau paparan sinar matahari. Bagian kulit yang tertimpa freckles biasanya yang sering terkena sinar matahari, contohnya wajah. Freckles banyak terjadi atau kerap diidentikkan dengan pemilik rambut berwarna merah. Dulunya, pemilik freckles dianggap jelek dan mereka berusaha untuk menutupi freckles tersebut dengan foundation atau concealer tebal-tebal. Namun sekarang freckles telah diterima sebagai bagian dari kecantikan itu sendiri. Banyak supermodel yang bersedia tampil dengan freckles alaminya dan menjadi sampul sebuah majalah. Alhasil media internasional turut serta mengajak 'dont be insecure with your beauty freckle'.

Nah di Indonesia, slogan tersebut kurang begitu membahana. Karena kulit Asia memang jarang banget yang punya freckles. Kalaupun ada, bentuknya kecil-kecil dan tidak se-dahsyat freckles milik orang Kaukasian. Kalau nggak punya freckles tapi pengen tampil ala-ala pemilik freckles? Ya bikin bintik-bintik sendiri pakai makeup. :D





Dan ngomong-ngomong, di Instagram @jenganten kami membuat semacam challenge bertagar #jengantenChallenge. Tema kali ini adalah #freckles. Post #fotd kamu dengan bintik-bintik lucu di wajah, lalu unggah di Instagram dan mention @jenganten  .

Sampai ketemu lagi. Selamat berakhir tahun. :)


Saturday, December 5, 2015

[Traveling] Boleh Share Tempat Wisata, Kalau...


Akhir-akhir ini kita digemparkan oleh berita tentang taman bunga Amaryllis di Patuk, Gunung Kidul Yogyakarta mendadak rusak akibat terlalu banyak pengunjung yang datang secara brutal. Usut punya usut, awalnya adalah karena ada akun Instagram yang menyebarkan foto taman bunga tersebut. Lalu tak dinyana, taman bunga tersebut kemudian menjadi viral dan pengunjungnya makin banyak. Sayangnya nggak semua pengunjung itu berotak waras yang punya kaki dan mental warisan buto ijo yang kemudian dibawa 'wisata ramai-ramai menginjak bunga'. Sedih banget ya? Saya sendiri kalau lihat bunga dipetik saja rasanya nggak nyaman, apalagi diinjak-injak. Apa sih yang membuat manusia layak merasa lebih tinggi dari bunga?

Well, cukup deh share uneg-uneg saya tentang taman Amaryllis. Saya pengen mengajak temen-temen untuk berwisata secara bijak. Khususnya gimana cara menggunakan media sosial kamu untuk nggak sekedar share foto selfi di objek wisata. Sekarang kan jamannya Instagram, blog, FB, dan tagar-tagar semacam #mytripmyadventure atau #mytripmapanturu endesbe. Supaya kejadian Amaryllis tidak kejadian, berpikirlah sejenak sebelum share foto. Memang, faktor utama perusak Amaryllis disinyalir karena mental alay-alay yang bernafsu selfi tinggi, akan tetapi sebagai tukang jalan-jalan, kita bisa lah mengantisipasi dari dini, terutama kalo dapet objek wisata baru. Tempat-tempat wisata yang bagaimana yang boleh (malah sebaiknya) kita share:

  • Share tempat wisata yang baru dirintis. 



Dinas Pariwisata kota setempat biasanya telah mencetuskan dan merencanakan tata wisata di daerahnya. Contohnya kalau di Jogja ada tempat-tempat wisata baru yang mulai dikelola: Hutan Pinus, Puncak Becici, Blue Lagoon, dsb. Ketika kita mengunjungi tempat-tempat itu kemudian kita share dan mengajak teman-teman, secara nggak langsung kita ikut mendukung program dinas wisata. :)

  • Share tempat wisata yang masyakarat lokalnya banyak berjualan/buka usaha di deket-deket situ.



Salah satu tujuan pembukaan wisata baru adalah supaya membantu perekonomian masyakat setempat. Dengan kita share tempat-tempat baru itu, artinya kita turut membantu mereka-mereka yang jual es teh, bakso, siomay, cilok di pinggir-pinggir objek wisata. Btw, mie ayam yang dijual di dekat Tebing Breksi rasanya enak loh.


  • Share tempat wisata yang berpotensi menjadi iconable


Jogja adalah kota yang penuh dengan budaya dan sejarah. Kalau ditelusuri sampai jauh, kita telah punya banyak warisan candi-candi dan bangunan-bangunan kuno dan layak untuk dipamerkan. Orang-orang kenalnya cuman Prambanan dan Borobudur saja. Padahal ada Candi Ijo, Candi Abang, Candi Kuning, Candi Kalasan, Candi Plaosan.
Nggak tau kan, ada Candi Kuning? Ya karena memang nggak ada. Tapi gimana bisa tau nggak ada kalau nggak cari-cari dulu. Hohoho.

Wisuda di tebing Breksi.

  • Pikirkan kembali untuk share tempat wisata baru yang fragile.


Candi Ijo
Fragile artinya objek tersebut belum terkelola dengan baik dan punya potensi untuk dirusak. Misalnya: taman bunga yang belum diberi jalan untuk dilewati pengunjung. Plus embel-embel 'mekar hanya sekali setahun'. Taman macam beginian pasti punya peluang untuk rusak karena pengunjung yang membludag. Akan lebih bijak kalau share-nya berupa ajakan untuk menjaga taman dengan baik, dsb.


  • The more people (not always) the merrier.


Candi Ijo = Macchu Picchu.
Ya, kadang tempat-tempat indah sebaiknya dibiarkan apa adanya tanpa harus banyak manusia yang datang. Kalian penikmat keindahan pasti paham. :).


Lokasi: Tebing Breksi & Candi Ijo Kalasan, Yogykarta.
Berkunjunglah ke sana, karena tempatnya baru dirintis, dan punya nilai sejarah. :)
Special thanks dan ucapan selamat untuk Nisa, yang baru wisuda dari UGM. Semoga ilmunya berkah dan manfaat. :)

+Andhika Lady Maharsi