Sunday, August 30, 2015

[Review] Saripati Kepompong Emas di Produk Hayyana


Beberapa waktu lalu, saya sudah cerita kalau saya dan beberapa teman blogger Jogja datang ke acara Launching Hayyana Skincare di pelataran Candi Prambanan. Itu lho, pelataran yang biasa digunakan untuk pentas Tari Ramayana Ballet. Appahh? Sudah pernah ke Jogja tapi belum pernah nonton Sendratari Ramayana? Rugi deh bener. Minimal sekali seumur hidup, kamu harus menyempatkan untuk menonton pegelaran seni kolosal ini. Sebetulnya ada dua venue pegelaran Sendratari Ramayana: satu di Purawisata dekat Malioboro, kedua di Prambanan. Saya sarankan langsung saja nonton yang di Prambanan karena sensasi menonton Sendratari di depan candi pasti jauh lebih mengesankan. Kalau bingung dengan tiket, sekarang sudah ada web booking kok. Bisa juga dengan langsung membelinya di venue.

Mengambil lokasi di Prambanan sebagai tempat grand launching Hayyana tentu ada alasannya. Pertama, Hayyana mengusung konsep kecantikan rahasia keraton. Kedua, Hayyana ingin mengangkat promosi sebagai produk karya putra Yogyakarta. 

Hayyana adalah produk keluaran asli dari Yogyakarta dan dimiliki oleh PT Nur Hayu Nindan. Produksinya dibuat di Klaten. PT Nur Hayu Nindan itu dipunyai oleh para Puteri Keraton Yogyakarta. Masih ingat dengan royal wedding GKR Bendoro & KPH Yudanegara, atau GKR Hayu dengan KPH Notonegoro? Nah itu. :)

Kepompong Emas

Kepompong emas menjadi bahan utama dan marketing Produk Hayyana. Meskipun begitu, komposisi yang terkadung dalam Hayyana banyak terdapat bahan alami seperti Soybean oil, Palm oil, Cotton oil, Sunflower oil, dan oil-oil lain yang bermanfaat untuk perawatan kulit. Semua bahan-bahan alami ini diproses dengan teknologi nano agar nutrisinya lebih mudah terserap kulit.

Hayyana telah melaunching tiga produk pertamanya: Royal Golden Cocoon Brightening Cream, Royal Golden Cocoon Rejuvenation Cream, dan Royal Golden Cocoon Deep Cleanser. Rencananya akhir tahun ini akan launching beberapa produk lain contohnya CC Cream. Ah nggak sabar. :)

1. Royal Golden Cocoon Brightening Cream


Brightening cream Hayyana adalah krim perawatan untuk kulit dewasa yang bertujuan untuk mencerahkan, melembapkan, dan memperbaiki noda hitam dan ruam kulit akibat sinar UV. Krim ini bisa dipakai untuk pagi ataupun malam, tapi kalau saya hanya memakainya di pagi hari sebelum menggunakan make up (kalau pake). Kalau malam hari, saya pakai yang Rejuvenation. Hehe.

Krim ini belum memiliki perlindungan dari sinar UV, sehingga ada baiknya setelah pemakaian pada siang hari, tambahkan sunblock setelahnya. Sambil berharap Hayyana segera launching krim tirai atau sunblock begitu ya?

Komposisi Brightening Cream Hayyana. Klik untuk perbesar.
Kesan memakai Brightening Cream  Hayyana:
1. Krimnya lembut dan wangi samar. Saya selalu suka dengan produk yang tidak terlalu keras wanginya.
2. Nggak bikin kulit kering. Hore! Saya punya masalah kulit bagian cuping hidung dan sudut bibir mudah mengelupas. Pakai krim ini, hilang.
3. Kemasannya mewah dan elegan. Ini pengaruh banget buat mempercantik deretan skincare di meja riasmu, atau lemarimu, atau apalah.
4. Ketika dipakai ke kulit, dalam beberapa detik kulit saya agak kemerahan dan cukup perih dikiit banget. Saya ulangi ya, dikitt banget. Tapi beberapa detik kemudian warna kulit saya kembali ke warna semula. Saya sempet konsul sama teman saya yang ahli perawatan kulit, memang beberapa produk perawatan kulit mengandung bahan pencerah yang membutuhkan waktu penyesuaian dan hal-hal seperti itu tidak perlu dikhawatirkan.

2. Royal Golden Cocon Rejuvenation Cream


Kalau Rejuvenation ini hampir mirip dengan Brightening Cream, hanya saja ditambahkan ramuan anti aging. Krim ini dibuat untuk wanita dewasa (atau pria dewasa) yang mulai merasa butuh anti aging. Harga di pasaran juga sedikit lebih mahal dibandingkan krim Brightening. Krim ini bisa dipakai pagi ataupun malam. Jika dipakai pagi, tambahkan sunblock setelahnya.

Kesan memakai Rejuvenation Cream Hayyana:
1. Meskipun usia saya belum begitu butuh krim anti aging, krim ini cukup membantu saya mengatasi kelelahan kulit. Misal bobo malem atau kecapekan. Rasanya segar saja setelah pakai ini.
2. Sama seperti Brightening, krim ini tidak membuat kulit menjadi kering.

Komposisi Rejuvenation Cream Hayyana. Klik untuk perbesar.

3. Royal Golden Cocoon Deep Cleanser

Produk Hayyana satu ini bisa dibilang paling favorit di antara ketiga semuanya. Pembersih ini seperti sabun muka biasanya. Hanya saja, busanya minim banget karena bebas SLS. Kamu-kamu yang lebih menggemari sabun muka berbusa banyak bisa jadi akan kecewa, tapi kalau saya malah suka. Tipe sabun muka kayak begini hampir mirip dengan sabun-sabun muka yang diresepkan oleh dokter kulit.


Kesan memakai Deep Cleanser Hayyana:
1. Wanginya lembut.
2. Free SLS, busa tidak terlalu banyak dan terkesan lebih bersih ketika dipakai.
3. Kemasannya pump berbahan kaca sehingga terlihat mewah dan elegan.


Bahan penyusun Deep Cleanser. Klik untuk perbesar.
Kiri ke kanan: Brightening, Rejuvenation, Deep Cleanser.

Plus minus ketiga produk Hayyana

Munculnya produk Hayyana sebagai produk perawatan kulit asal Indonesia yang berkualitas premium tentu merupakan angin segar buat kita semua, khususnya saya sebagai blogger. Produk-produk sejenisnya yang sama-sama lokal juga sudah mulai muncul dengan pasar dan strategi marketing makin bagus. Kadang saya merasa, produk lokal itu masih agak jarang diapresiasi atau dipublish secara maksimal. Konsumen kita malah lebih tertarik dengan krim pemutih asal negara tetangga yang bahkan nggak punya nomor registrasi pengawas obat dan makanan (kalau kita namanya BPOM) dari negaranya sendiri. Padahal kalau para marketing memberikan effort lebih buat promosi melalui social media dan blogger, secara sederhana bisa makin dikenal lho. Secara sekarang jamannya digital marketing, semua cewek yang mengaku punya internet pasti minimal satu kali pernah iseng-iseng cari review produk sana-sini. Entah di FD atau di blogger. Biarpun sekarang sudah jamannya Path, Instagram dan sosmed-sosmed lain untuk review, saya masih percaya dengan blog. Karena informasi di Path, IG dan sosmed lain lambat laun akan tenggelam dalam lautan timeline, sementara blog akan terindeks selamanya di Google. Saya juga turut mengapresiasi Hayyana yang telah menempuh jalur marketing via social media partner. :)

Plus
+ Keseluruhan produk Hayyana ini sejauh ini tidak membuat kulit saya breakout. Malah memperbaiki titik-titik kering di kulit saya. Lalu ada yang menarik juga, saya kan hampir period, biasanya muncul jerawat-jerawat bandel. Tapi pas pakai Hayyana ini, wajah saya nggak jerawatan.
+ Saya menyukai kemasan mewahnya.
+ Jika tinggal di Jogja/Jateng, akan mudah mendapatkan produk ini.
+ Klaimnya yang diformulasikan untuk semua jenis kulit.

Minus
Desain kemasan antara Brightening dan Rejuvenation mirip bangett. Ini cukup membuat saya bingung ketika akan memakai salah satu. Apalagi saya memiliki keduanya. Kalau konsumen yang hanya pakai satu krim sih nggak masalah ya? Saran untuk Hayyana, ada baiknya membedakan dua tipe kemasan ini. Biar konsumen nggak salah ambil di rak toko. :)
- Kemasan Deep Cleanser yang gemuk dan dari kaca cukup riskan dijadikan desain produk yang dibawa ke kamar mandi yang basah. Saya cukup parno ketika harus mengeluarkan produk dari pump dengan kondisi tangan yang basah dan licin. Dan benar saja, botol ini pernah kepleset dari tangan saya dan jatuh ke lantai. Untungnya nggak pecah. Saran untuk Hayyana, coba ganti desain tetap menggunakan kaca, namun dengan kontur badan botol yang nyaman dipegang sehingga susah jatuh. Atau dari plastik saja sekalian, nggak membuat kemewahan produknya berkurang kok.

Hayoo, mana Brightening, mana Rejuvenation?


Kamu bisa mendapatkan produk Hayyana di: 

Untuk yang di Jogja: Mirota, Mutiara, Pamela, Kopma UNY, Ramai Mal, Gardena, Progo, dll.
Wonosari: Nonie, Asgros, MZM, Balad, Halaga dll.
Semarang: Candra, Elisha, nano, Laris, Luwes, dll.
Purwokerto: Moro, Vincent, Ponirah, Ratna, dll.
dll,

Sementara ini produk Hayyana baru kejual di Jogja dan Jawa Tenggah. Beberapa saat lagi juga akan ekspansi ke luar Jateng kok. Cuman saat ini belum ada online shop resminya, tapi ada juga kok yang menjual via online shop. Asal kita pintar mencari. :)


+Andhika Lady Maharsi

Wednesday, August 26, 2015

[FOTD] [Film] Game of Thrones, Lyanna Stark

Tidak ada yang lebih menyedihkan dalam menjalani tahun ini selain mengetahui bahwa Jon Snow telah ditusuk dadanya dan (sepertinya) mati di akhir musim lima. Sungguh, Jeng. Sediiiihh banget! Jon Snow adalah tokoh yang paling difavoritkan di musim lima. Kita para pecinta Game of Thrones harus menunggu setahun lagi untuk benar-benar memastikan bahwa Jon Snow itu nggak mati ditusuk. Mbok yao daripada ditusuk dadanya, mending dadanya itu buat sandaran saya gitu loh. 

Sumber.
Kamu yang nggak ngikutin serial Game of Thrones, tentu nggak bakal mengerti kesedihan ini. Baiklah, saya akan ceritakan sedikit soal serial Game of Thrones. Kisah ini adalah tentang perebutan takhta dari banyak keluarga/houses di kerajaan Westeros. Setiap house merasa punya hak masing-masing untuk menduduki The Iron Throne. Mereka berebut takhta dengan caranya masing-masing. Ada yang pakai cara licik, ada yang pakai sihir, pakai uang, pakai naga, pakai tipu-tipu, bahkan perang. Tidak ada norma yang jelas di dunia Westeros, sehingga kita sebagai penonton pun akan kesusahan memutuskan bahwa tokoh A itu baik, tokoh B itu jahat, tokoh C baik, dst. Baik atau jahat, sebaiknya tak usah kamu pikirkan ketika menikmati serial ini. Karena bisa jadi di musim pertama, tokoh J jahat banget sampai mendorong anak kecil sampai cacat. Tau-tau di musim empat si tokoh J malah jadi sosok penyelamat dan jadi baik. 

Kalau ditanya tokoh utamanya siapa sih, di serial ini. Saya nggak bisa menjawab karena setiap tokoh punya porsi penting yang sama dan merata. Tinggal tergantung kamu mau memfavoritkan yang mana. Tapi hati-hati, seringkali tokoh yang sudah kita favoritkan tau-tau mati. Seperti nasib Jon Snow. Hiks.

Dari sekian banyak tokoh, salah satu yang saya favoritkan adalah Lyanna Stark. Dia justru nggak pernah muncul di serial TV. Namanya hanya beberapa kali diselipkan dalam percakapan tokoh-tokoh Game of Thrones. Tapi jangan salah, The Wolf Girl ini merupakan tokoh wanita penyebab utama peperangan yang mengakhiri tirani dinasti Targaryen. Namanya perang, pasti kalau nggak merebutkan harta, tahta, ya wanita. Jika harta yang diperebutkan adalah harta seluruh kekayaan Westeros, tahta adalah The Iron Throne, maka wanitanya adalah Lyanna Stark.

Sumber
Lyanna dikisahkan memiliki pribadi yang keras kepala, ambisius, pemberani, dan pembela kaum lemah. Di sisi lain, dia dikenang sebagai wanita yang cantik sekali dan menyukai bunga winter rose. Sejak kecil, Lyanna dijodohkan dengan Robert Baratheon yang kelak menjadi raja. Namun Lyanna sudah menunjukkan tanda ketidaksukaannya pada Robert. Katanya meskipun Robert jatuh cinta setengah mati kepada Lyanna, itu tak akan membuat Robert menjadi setia. 

Pada suatu hari saat turnamen Westeros diadakan, Lyanna bertemu dengan Rhaegar, si putra mahkota dari klan Targaryen. Lalu Rhaegar secara spontan menyukai Lyanna dan memberikan gelar The Queen of Beauty. Hal ini menyebabkan kecemburuan dari Robert Baratheon. Lalu meletuslah perang. Yang menang Robert Baratheon. Lalu Robert Baratheon menjadi raja. Tetapi Lyanna meninggal karena diculik Rhaegar. Rhaegar mati dalam laga melawan Robert. Seluruh klan Targaryen mati atas perintah Robert. Targaryen yang tersisa adalah Viserys dan Daenerys yang diselamatkan duluan ke seberang pulau. Ke depannya, Daenerys membangun pasukan untuk merebut tahta Iron Throne. Robert menikahi Cersei Lannister. Tetapi Cersei malah berselingkuh dan punya anak ilegal dari hubungan insec. Lannister juga secara licik ingin menduduki Iron Throne. Stark yang dalam sejarah punya reputasi baik sebagai penjaga negeri Utara, harus ikut-ikutan dalam perpolitikan perebutan tahta. Pucing pala belbi kalau nerusin ini cemua. Chaphekk. Tonton cendili ajah yah.

Rasanya kurang jika harus menulis tentang Game of Thrones dalam satu postingan. Lebih pas kalau direview bukunya di Besok Siang kali ya? Jeng Arum, kapan draftnya dipublish? #eh

Ini saya pura-puranya FOTD jadi Lyanna Stark dengan signature-nya. Winter rose crown.


Bagi yang tanya tokoh siapa yang saya tiru di sini, saya sekalian mengenalkan Lyanna Stark pada kalian semua. Wanita tanpa rupa, fiksional, bahkan wajahnya tak pernah dimunculkan di serial TV. Namun efek yang ditimbulkan oleh seorang wanita bernama Lyanna Stark mampu menguncang perpolitikan dunia Westeros selama beberapa dekade ke depan. Siapa tokoh Game of Thrones favoritmu?

Sumber:



Monday, August 24, 2015

[Event] Hectic Weekend, Hayyana, dan Makeup Job

Lady Scarlett o'hara
Hal yang paling mewah dari akhir pekan adalah keluangan waktu yang tak kamu dapatkan di hari biasa. Ini ngomongin khusus buat orang-orang yang kerja kantoran Senin sampai Jumat, tentu saja. Kamu-kamu yang freelance, atau punya kesibukan yang nggak tergantung waktu dan hari, jelas susah untuk bisa merasakan kemewahan ini. Saya yang kebetulan adalah tipe 8.00 to 16.30 5/7, merasakan dengan nyata bahwa akhir pekan adalah berkah. Di akhir pekan, saya bisa piknik, ngerias, dolan, main, tidur, nyuci baju, kulineran, ke pantai, olahraga pagi, mudik ke kampung halaman, dan bikin post tentang ke-hectic-an akhir pekan kemarin.

Event Hayyana Grand Launching


Diawali dengan dateng ke acara Hayyana Grand Launcing di Prambanan pada Jumat malam. Jadi, saya dan beberapa teman blogger Jogja Solo; Ladypon, Nita, dan Cleo diundang untuk menyaksikan grand launching Hayyana Skin Care. Acaranya terbilang cukup mewah karena mengundang Sultan Yogyakarta dan kelima putrinya, penyanyi Lea Simanjuntak juga mengisi acara, lalu diadakan di Prambanan Ballet Outdoor, dan meriah dengan penampilan tari-tarian dan teater. Kurang mewah apalagi coba? FYI, tiket masuk ke Prambanan Ramayana Ballet Dance itu paling murah seratus lima puluh ribu.

Saya dan temen-temen blogger. Ladypon, Nita, dan Puspararas.
Hayyana adalah produk skincare yang dibuat oleh produsen asli Yogyakarta menggunakan bahan dasar Kepompong Emas. Bukan sembarang produsen asli Yogyakarta, Jeng. Tetapi pemiliknya sendiri adalah Gusti Bendoro, alias putri Sultan itu sendiri. Bahan yang dipakai adalah resep warisan kecantikan putri keraton sejak jaman dahulu digabungkan dengan teknologi produksi modern sehingga menghasilkan produk yang bisa dibeli di pasaran. Produk keluaran keraton, harusnya sih nggak diragukan lagi ya? Ini sebentar lagi bakal saya review lengkap kok. Tunggu saja ya:)

Rias Job Buku Tamu

Lalu hari berikutkan, saya dan temen-temen MUA(h) Jogja diperbantukan untuk merias dan memasang baju adat di acara pernikahan. Seru juga nih, ikutan dalam tim makeup. Ini pertama kali saya gabung di tim rias. Mendandani banyak orang dengan waktu dibatasi itu hore banget. Pantesan makeup artist bayarannya mahal. Baru segini saja saya sudah merasa kecapekan. Ya namanya juga masih belajar ya? Untuk informasi lebih banyak soal MUA(h) untuk kawasan Jogja, cek di Instagram ini ya.


Acaranya nggak cuman ngerias dan updo saja, tetapi juga memasangkan kain beskap ke cowok-cowok among tamu ini. Pengalaman ngerias di tari Bali ternyata ada gunanya juga. Saya bisa mengetahui lilitan dan penitian yang tepat supaya beskap tidak melorot. 



Rias Prewedding & Pantai Parangkusumo

Yang terakhir, saya kembali lagi ngerias untuk prewedding loh! Tapi sekarang outdoor loh! Lokasinya di Parangkusumo. Di sana ada semacam hutan pinggir pantai yang suasananya fairytale banget. Tidak ada satupun permukaan tanah yang tampak. Semuanya terutupi daun kering. Pohon-pohon di sana tumbuhnya juga nggak wajar. Ada yang mlengkong ke kanan, ke kiri, jatuh, dll. Sayang banget ilmu perbendaharan saya tentang jenis-jenis pohon itu buruk sekali, sehingga saya nggak tau itu jenis pohon apa. Hehe.



Nggak perlu berpikir dua kali untuk memutuskan akan prewedding di sini.
Rekan fotografernya suportif banget dalam mengarahkan gaya dan mengambil foto. Tau nggak, mereka bisa sampe manjat pohon dan tidur-tiduran untuk mengambil angle yang pas. Rasa respek saya terhadap profesi fotografer langsung naik seketika.


Foto-foto di atas adalah foto amatir saya pakai kamera handphone. Kalau foto yang profesional dari fotografer, saya belum dapet. Tunggu saja, insyaAlloh saya akan share hasil akhirnya, plus info dan link sang fotografer. 

Hecticnya minggu kemarin itu nggak cuma kegiatan tiga ini. Tapi juga diselingi kondangan, syawalan, dll. Badan langsung tepar seketika itu. Namanya juga cari ilmu dan pengalaman, kiranya harga yang saya berikan itu tak seberapa dibanding hasil yang saya dapat. :D



Tuesday, August 18, 2015

[Review] Lipstick Wet n Wild Megalast Mauve Outta Here

Saya akhir-akhir ini lagi keranjingan dengan lipstik. Bulan lalu ada tiga biji lipstik secara resmi masuk ke kotak pouch makeup saya. Tiga lipstik itu adalah Colorshow, Megalast, dan Purbasari Matte Lipstick. Tadinya saya kepingin membuat review rame-rame dengan tiga lipstik itu. Namun kemudian saya mikir lagi, apa postnya nggak kepanjangan? Jangan-jangan nanti jadi keliatan membuat post compare tiga produk? Padahal kan maksudku bukan itu, Khakhakk.. (saya jadi ikutan Jeng Arum yang gemar menambahkan huruf 'h' supaya kata-katanya lebih endhes).


Adakah penggemar Wet n Wild Megalast di sini? Saya rasa pasti cukup banyak ya. Faktor harga yang tak terlalu mahal, mudah ditemui di olshop manapun, dan pilihan warna-warnanya kerap disebut sebagai dupe lipstik high end seperti MAC dan UD, membuat lisptik drugstore ini begitu populer. Bahkan ada lho, trit khusus di Pinterest yang ngebahas dupes dari WnW Megalast.

Di Indonesia mungkin nggak familiar dengan istilah produk drugstore makeup, alias makeup apotek. Beberapa negara di luar negeri mengenal istilah produk drugstore, yaitu merk produk makeup yang mudah ditemui dan dibeli di toko obat. Yups, mereka membeli Maybelline, Wet n Wild, Elf, Revlon, dan Loreal di toko obat, sehingga produk-produk itu disebut sebagai produk drugstore. Nggak kayak kita, kalau mau beli makeup ke apotek paling dapetnya Marcks doang. 

Produk drugstore secara umum dikenal sebagai produk dengan harga terjangkau dan mudah didapat. Kamu nggak perlu ketemu dengan BA yang lenjeh, dempulnya tebel tapi hatinya nenek sihir, dan super judes seperti BA di toko Mutiara , untuk membeli produk drugstore. Sayangnya begitu dijual dan masuk ke Indonesa, taraaa, mendadak produk-produk itu menjadi seperti barang mewah. Ya nggak masalah sih. Tapi kalau sampai mengukur kegengsian dengan produk luar negeri (padahal drugstore), menurutku kok agak anu ya? Lebih anu lagi kalau ngukur gengsi pakai produk terkenal tapi palsuuu..

"Eh Sis, aku punya eyeshadow Naked 2 baru nih. Asli"
"Masa, sini liat"
"Ini hloo"
"Beli di mana, kok kamu bisa aja dapetnya?"
"Kemarin beli di Sunmor Sis, murah lho Sis"
"Ha, berapaan emang?"
"Sembilan puluh ribu doang Sis, warnanya unyu-unyu gini Sis"
"..."

Cewek waras mana yang bisa diqibulin dengan Naked sembilan puluh ribuan. Orang di website aslinya tuh harganya adalah $54. Indikator cewek waras menurut Jenganten: cerdas milih barang palsu dan asli. Minimal kalau nggak sanggup beli yang asli, ya jangan beli yang palsu. Beli saja merk drugstore atau produk lokal yang memiliki karakteristik serta warna yang agak mirip. Selesai persoalan. Lagian malu nggak sih, kalau pamer barang palsu sama orang yang ngerti perbedaan barang asli dan palsu? 


Mauve Outta Here

Mauve adalah shade warna ungu yang terinspirasi dari warna bunga Malva. Benar juga, warna lipstik ini pun berwarna ungu-ungu agak pink cool. Alasan lain kenapa saya membeli ini adalah karena saya punya koleksi lipstik warna ungu yang sedikit. Salah satu lipstik ungu saya yang merk Jafra, saya juga suka tetapi kurang awet dipakai. Lipstik ungu saya yang lain sudah kadaluarsa dan waktunya dibuang atau buat corat-coret kaca.

Wet n Wild Megalast

Wet n Wild Megalast mengklaim dirinya mampu bertahan selama empat jam. Yey, di saya, memang lipstik ini mampu bertahan selama empat jam itu. Bisa lebih dikit kalau bibir saya lebih behave. Hasilnya semi matte, tapi sekaligus bisa lari kemana-mana dan mudah terhapus lagi ketika menyentuh sesuatu. Ilustrasinya kalau kamu nggak sengaja ngusap bibir sehabis makan bakwan goreng, maka luapan warna Mauve ini akan berpindah dari bibirmu ke bakwan, cabe, dan tanganmu.


Kemasan Wet n Wild Megalast

Saya susah bilang kalau kemasan Megalast ini menarik. Sayang banget. Kemasannya terbuat dari plastik dengan tulisan yang mudah gugur. Yang mana bentukan seperti ini mengesankan kalau harganya murah. Saya malah lebih suka model kemasan lipstik lokalan seperti Purbasari. Lalu satu lagi yang bikin saya nggak nyaman adalah: bentuk isi lipstik agak menjorok ke atas (tolong, padanan kata modod di bahasa Indonesia, apa ya?) melebihi kemasan asli. Mungkin alasannya supaya warna asli lipstik jadi terlihat dari luar. Tapi bayangkan deh, misal kamu buru-buru menutup lipstik ini, besar banget kemungkinan tutupnya akan nyenggol ujung lipstik dan ngebikin kothor di mana-mana.


Kesan memakai Wet n Wild Megalast Mauve Outta Here:

1. Produknya awet dipakai
2. Pilihan warnanya banyak. Saya kepingin beli warna lain, misalnya Think Pink.
3. Harganya cukup terjangkau.
4. Tidak membuat bibir kering.

Yang kurang disukai:

1. Kemasannya merepotkan.


Apa warna WnW Megalast favoritmu?

Friday, August 14, 2015

[Review] Purbasari Lipstick Color Matte No. 90

Halo Jenganteners.. 
Di awal post ini, saya akan kasih kalian kecupan dulu...

Mwahh..
Well, di foto atas ini, saya merasa (dan sudah di-confirm temen-temen saya) bahwa bibir jadi keliatan tambah tebal dan berisi. Bibir saya aslinya tipis sodarah-sodarah. Saking tipisnya sehingga area yang diwarnai juga lebih kecil dari umumnya bibir berukuran normal. Akibatnya, yes, lipstik-lipstik dan pewarna bibir saya awet dan nggak abis-abis. Ini adalah berita yang kurang menyenangkan karena saya jadi kehabisan alasan untuk membeli lippen baru. Heuuu. Untungnya masih tertolong dengan mendandani orang, sehingga ada pihak-pihak yang membantu menghabiskan lipstik saya.

For the record, saya nggak memakaikan lipstik ke klien langsung dari tube lipstik lho ya. Melainkan menggunakan aplikator khusus yang sekali pakai langsung cuci.

Tersangka utama yang membuat bibir saya jadi lebih tebal adalah bukan karena niup-niup botol ala Kyle Jenner. Namun dengan memakai Purbasari Matte Lipstick No 90. Entah kenapa saya cocok sekali dengan warna Crystal 90 ini. Warna-warna lain juga cocok, tapi setahu saya belum nemu yang cocoknya kayak no 90.


Purbasari mengeluarkan produk lipstik, sebetulnya saya juga tahu belum lama. Sejauh pemahaman saya, Purbasari adalah produk lulur melulur. Eh, ternyata mereka juga mengeluarkan produk lipstick dan makeup. Senang deh jadinya. Yang membuat sedih adalah harga lipstik matte Purbasari selalu naik dari waktu ke waktu. Dulu pertama kali dikenalkan, saya masih ingat harganya sekitar dua puluh dua ribu rupiah. Lalu naik jadi dua puluh lima. Naik lagi jadi tiga puluh lima ribu. Jadi, selama orang-orang di luar sana pada ribut harga lipstik 50k versus 500k, saya ribut-ribut dengan lipstik harga 30k tapi worthed banget untuk dimiliki.




Kesan menggunakan Purbasari Lipstik Color Matte No 90:

Segi kemasan dan ergonomis:

1. Kemasan kecil, mini, muat masuk kotak pensil. Apalagi kotak rias berisi amunisi andalan.
2. Wadahnya bagus dan menarik dipandang juga elegan.
3. Isinya sedikit. Yang mana saya justru senang dengan lipstik berisi sedikit. Artinya akan jadi cepat habis dan cepat-cepat membeli lipstik baru. Yes.
4. Area permukaan lipstik yang menyentuh bibir, juga kecil dan muat untuk dioleskan ke bibir saya yang tipis. Buat kamu yang bibirnya tebal, sepertinya akan butuh waktu lebih lama untuk mengoleskan lipstik ini.

Segi tekstur dan isi produk:

1. Teksturnya creamy namun hasilnya matte.
2. Awett. Bangett.
3. Covered.
4. Tidak membuat bibir kering.

Yang kurang disuka:

1. Lipstik ini nggak ada iklannya. Yang mana mengakibatkan distribusinya juga kurang merata. Bisa jadi di daerahmu akan susah sekali mendapatkan lipstik Purbasari.
2. Pilihan warnanya masih sedikit. Mbok ditambahi to, Mbak Purb? Mbak Purbasarii?