Wednesday, June 22, 2016

[Partnership] Utama Spice, 'Bumbu' Baik untuk Tubuhmu

Masih dalam rangka partnership dengan Sociolla.com, beberapa waktu lalu saya dikirimi paket bulanan berupa set produk Utama Spice dari Sociolla. Bulan ini paketnya unik dan ada tebak, saya mendapat set produk lokal yang sudah dikenal kualitasnya! Ukuran boxnya agak lebih besar dari bulan lalu, isinya ada tiga jenis produk: Soap Oil Lemograss, Cocoa Lip Balm, dan Patchoulli Oil. Kebetulan banget, sabun mandi sedang habis, dan lip balm juga hampir habis. Namanya rejeki anak solehah. :)

Dimulai dari saat membuka box dari Sociolla, seperti biasa, Sociolla selalu memberikan box cantik berwarna pink pastel dengan tulisan yang inspiratif. Kali ini tulisannya adalah "Beauty on your doorstep". Ya, Sociolla memang mengusung konsep penjualan produk kosmetik yang simpel dan bisa dijangkau meskipun itu dari rumahmu sendiri.

Box yang selalu bikin penasaran!
Setelah box pertama dibuka, ternyata masih ada box tambahan lagi lho. Box yang lebih kecil ini dibuat dari material logam tipis dan dihiasi dengan motif khas Bali. Saya jadi teringat dengan bokor yang dipakai ketika menari Bali. Selain bentuknya yang kotak, warna dan motifnya persis banget. Karena motifnya yang 'Bali' banget, saya langsung berkesimpulan bahwa produk Utama Spice adalah produk dari Bali. Yuhuhuhu..

Box metal dengan motif khas Bali.
Lalu menuju ke isinya. Kejutan datang lagi dengan nongolnya tiga buah produk Utama Spice, yaitu body wash, lip balm, dan Patchouli oil. Semua produk Utama Spice diklaim berasal dari bahan-bahan alami tanpa tambahan bahan kimia. Selain itu, mereka memanfaatkan penduduk sekitar Ubud, Bali untuk membantu dalam proses produksi. Perusahaan ini memang mengangkat kearifan lokal dalam memproduksi. Hmmm, jadi terinspirasi deh.

Tiga produk Utama Spice

Utama Spice Lemongrass Body Wash

Produk ini agak lain dengan body wash pada umumnya. Kalau biasanya, body wash itu berbentuk liquid sabun, Utama Spice lebih berbentuk seperti oil. Iya, oil! Bahan pembuatnya adalah ekstrak lemograss atau sereh. Sereh adalah bahan bumbu masak yang dipakai untuk memasak gulai dan banyak masakan lain. Aromanya harum dan memberikan energi semangat. Cocok untuk kamu yang ingin memulai hari dengan aroma yang bikin semangat.  

Utama Spice Lemongrass
Produk body wash oil dari Utama Spice diklaim tidak mengandung palm oil, paraben, SLS, mineral oil, pewangi dan pewarna buatan. Buat kamu yang aware dengan produk-produk yang tingkat keamanannya terhadap kulit itu tinggi, kamu layak mempertimbangkan Utama Spice. 


Ketika saya pertama kali mencoba body wash ini, rasanya seger banget. Wanginya memang agak lain, tetapi saya malah suka. Jarang banget saya menemukan wangi sabun yang nggak artificial. Busanya tidak terlalu banyak, tetapi cukup mampu membersihkan dengan baik dan memberi wangi yang tahan lama. 

Utama Spice Cocoa Lipbalm

Yang suka lipbalm masuk! 

Utama Spice Cocoa Lipbalm

Saya baru kali ini mendapati sebuah produk yang menggabungkan dua coco (cocoa dan coconut) alias kelapa dan cokelat. Bahkan di makanan pun jarang kan, ada produk yang menggabungkan keduanya. Karena hal ini, saya menyebut lip balm ini sebagai lip balm Coco. Rasanya lembut sekali, dan ngebikin bibir terasa lembap secara instan. Ditambah lagi cocok dengan bulan puasa, yang mana problem bibir kering sudah jadi makanan sehari-hari. 


Utama Spice Patchouli Esential Oil

Jagat per-oilan semakin jaya dengan diproduksinya bermacam minyak kecantikan oleh Utama Spice. Yang saya dapatkan di paket Sociolla kali ini adalah Patchouli Oil, atau minyak bunga Nilam. Minyak ini berguna untuk aromaterapi, campuran parfum, atau digunakan untuk mengobati jerawat dan bekas-bekasnya. So far, saya belum mencoba produk ini secara jauh dan konsisten. Saya masih punya cadangan oil yang lain. Mungkin dalam waktu dekat ini saya akan bikin postingan khusus untuk membahas Patchouli Oil yang satu ini.



Oil beginian yang selalu bikin saya penasaran. Apalagi kalau kata Jeng Arum, oil alami itu bagus untuk kulit. :) Yuk segera beli di Sociolla. Dapatkan diskon spesial dengan menyebutkan ID "LADY50".




Monday, June 6, 2016

[Review] Alternatif Kuas Set + Countour Cream Murah

Seberapa sering kita menemukan kuas makeup yang bagus? Ada berapa merk kuas makeup yang kamu kenal, pernah mencoba, atau bahkan merasakan manfaat dan kualitasnya? Kalau untuk saya, memilih kuas itu simpel sih. Setidaknya memenuhi minimal lima dari sekian alasan ini:

1. Bulu lembut, tidak menyakiti kulit.
2. Cukup rapat dan tidak 'ijuk' banget supaya bisa mengaplikasikan makeup dengan baik.
3. Awet, sehingga dicuci beberapa kali tidak mudah hancur.
4. Memiliki gagang yang kuat dan cukup kokoh.
5. Banyak dan bervariasi dari segi ukuran dan kegunaan.
6. Harganya terjangkau. :p
7. Bukan tiruan dari kuas-kuas bermerk.

Well, saya garis bawahi banget poin nomor 7. Tau nggak, di sekeliling kita itu masih banyak kuas-kuas replika yang dengan pedenya memasang label brand, padahal itu KW. Misalnya tuh kuas biasa, dengan bulu bak ijuk, tetapi di gagangnya ditulis label 'MAC', kan anyonying banget tuh. Semirip apapun kualitasnya kalo masih mencuri label milik orang lain ya namanya pembajakan. Saya sih pengennya hasil saya jadi tukang rias adalah rejeki yang halalan thoyyibah, kamupun juga. Kalo mau cantiknya lebih halal dan bersinar, jangan cuman produk makeup-nya saja yang berbahan halal. Namun secara logika, produknya pun juga jangan pakai label palsu yang mencuri hak kreatifitas orang lain ya. 


Nah, jadi ceritanya saya menemukan kuas yang memenuhi syarat nomor 1,2,3,6 dan 7 di sebuah link di Lazada.com. Harganya tak lebih dari 150 ribu. Memang sih nggak ada merk tertentu yang tercatut dalam kemasan, tetapi karena liat gambar dan liat testimoni, akhirnya kebeli juga. Plusnya lagi, free ongkir dikirim dari negara asalnya. Dengan pertimbangan harga murah dan kalopun pas dateng nanti produknya fail, saya nggak rugi-rugi amat, orang harganya cuman 130an ribu. 

Iya, oke. Saya tau itu tindakan dan pemikiran yang konsumtif abis. Tapi namanya cewek ya kann, matanya mudah hijau lihat barang-barang murah. Ya nggak? Ya nggak? Hehehe.

Ternyata ekspektasi saya tentang produk ini jauh berbeda. Iya, saya sudah siap-siap jika produknya tidak sesuai dengan harapan, kuasnya kayak ijuk, dipakai di kulit sakit bla bla bla. Tapi ternyata ketika produknya datang, bulu kuasnya nggak mengecewakan sama sekali! Bulunya lembut bangett, dipakai di pipi rasanya seperti dielus. Yeahh, untuk kuas wajah, saya bisa bandingan 10-12 dengan Real Technique. 

Set kuas ini terdiri dari 5 buah kuas wajah (flat top, foundation, round top, angle top and angle flat top) -semuanya saya namai sendiri-, dan 5 lainnya kuas concealer, strobing, eyeshadow dan sejenisnya (lagi-lagi saya namai sendiri, karena memang tidak ada deskripsi namanya).

Face Brushes

Face brushes. Kiri ke kanan: flat top, foundation, angle flat, round top and shading brush
Untuk kuas wajah, saya menilai bulu komposisi kuas sangat lembut dan nyaman banget dipakai. Bulunya juga cukup rapat dan mampu mengangkat produk makeup dengan baik. Selain itu, untuk mengaplikasikan produk ke wajah pun tak banyak kesusahan. Bisa jadi alternatif untuk pengganti brush-brush middle seperti Masami, Ecotools, dsb kalau-kalau sedang out of stock.

Cara pemakaiannya tergantung bentuk kuas. Karena memang nggak ada petunjuknya (ini kuas apa, gunanya apa, dsb), saya pakai dengan ilmu kirologi saja. Pun juga dengan nama-namanya, banyak yang saya asal sebut dimirip-miripin. Jika pembaca ada yang lebih paham, boleh dikoreksi. :)


Flattop: bagus dipakai untuk mengaplikasikan bedak dan turunannya. Bedak tabur, bedak padat, dan sebagainya. Pernah saya coba untuk memakai foundation, tapi agaknya lebih mudah jika memakai brsuh lainnya yang berbentuk runcing di ujung.


Foundation: brush yang digunakan untuk memakai foundation in agak meruncing di ujungnya. Gunanya adalah untuk menjangkau area-area yang sempit semisal cuping hidung, bawah mata, dan sebagainya. Namun bulunya kurang padat untuk ukuran kuas foundation, sehingga kadang saya pakai juga untuk memasang highlight.

Angle flat: kuas ini jarang saya pakai, karena belum tau kegunaannya. Hehe. Palingan saya gunakan memakai shading atau blush on, ketika kuas lain sudah kotor.

Round top: ini saya gunakan untuk mengaplikasikan blush on. Kuasnya enak dipakai dan lembut di kulit. Bentuknya yang bulat ini memungkinkan untuk memakai blusher dengan proper.

Shading brush: ujungnya agak membulat dan oval, namun konturnya miring. Pass banget untuk memakaikan shading luar. Dan memang dengan brush ini, kegiatan shading-menyading saya makin menyenangkan.

Smaller brushes


Saya sebut sebagai smaller-brushes karena saya sendiri agak ragu ini kuas untuk apa. Untuk mata, atau untuk wajah? Yang terlihat memiliki bentuk proper adalah kuas nomor 4 dari kiri, yang terlihat seperti kuas concealer. Semua kuas berbentuk mungil dengan bulu yang jarang-jarang untuk ukuran face brushes.


Mungkin sebagian di antaranya merupakan kuas untuk shading hidung, atau shading bedak yang lain. Yang saya coba selama ini adalah untuk membubuhkan dan membaurkan eyeshadow. Namun hasilnya so so. Saya lebih nyaman memakai kuas Real Techique untuk mengaplikasikan eyeshadow. Hampir semua kuas kecil-kecil ini memiliki bentuk yang sama sehingga saya nggak tau bedanya. Review saya untuk kuas-kuas yang kecil ini adalah: cukup dipunyai, tetapi jarang digunakan.

Nah, set brush tersebut ternyata datang bersamaan dengan set concealer dan skin corrector seperti ini: 


Lucu kan? Warnanya banyak, bisa untuk shading juga. Kapan-kapan saya review di post-post selanjutnya.. :)

Untuk membeli satu set kuas dan skin corrector ini, kamu cuman perlu ngeluarin 125k lho. Beli di Lazada. Ini linknya. :D . Atau kamu bisa lihat banner di sisi kanan blog ini. Yuk. :D


Sunday, June 5, 2016

[Partnership] Belajar Lebar atau Belajar Dalam?

Kemeja putih kucing polka. Klik di sini untuk beli.

Halo Jengantens,

Selamat menjelang bulan puasa ya. Ramadan saya kali ini agak berbeda dengan Ramadan tahun lalu. Tahun kemarin saya masih kerja di tempat lama, saya masih punya partner masak sahur di kost, belum daftar kuliah, dan belum punya pacar belum bisa menggambar henna.

Sekarang, saya sudah pindah kerjaan di tempat baru, kawan masak sahur saya pindah kota, sudah aktif berpusing-pusing jadi mahasiswi yang dikejar deadline paper, ...., dan lumayan bisa menggambar henna yang menghasilkan tambahan duit untuk beli makeup dan koleksi warna-warni henna baru.

Orang kian berubah dan move on, termasuk kamu, termasuk saya, termasuk tetangga, termasuk kucing yang kamu pelihara. Tahun lalu masih suka makan pindang goreng, sekarang lebih suka makan kepala lele. Saya pengen cerita yang soal pindah kerjaan. Jadi kegiatan move on saya kali ini adalah berpindah dari kantor IT ke kantor media. Hmm, jauh banget ya? Satunya banyak ngebahas soal testing bug, server, jaringan, dokumentasi, bussiness traveling, deadline dan telepon yang rajin berdering setiap lima menit. Dan satunya lagi, saya banyak mengedit tulisan, googling website wedding, style, Pinterest, kepoin selebritis, menulis, menulis, dan menulis. 

Di media, saya kerap datang ke acara-acara yang sesuai dengan minat saya. Sayapun lebih sering berkumpul dengan persona-persona yang berasal dari background pendidikan yang berbeda dengan saya. Sastra, komunikasi, sosial politik, psikologi, dan ilmu-ilmu sosial lainnya tentunya memiliki pola pikir yang berbeda dengan orang teknik seperti saya. Jika anak teknik lebih suka berpikir praktis dan simpel semisal “Agar produktifitasmu meningkat dengan cara yang mudah dan cepat”, anak sosial lebih suka mencari tau penyebab sebuah artikel menjadi viral. Saya belum punya kemampuan of viral-ish seperti orang yang saya temui di tempat kerja saya yang baru. Di situ saya belajar hal baru.

Kemeja putih polka. Klik di sini untuk beli.

Ketika move on untuk berubah menjadi orang yang lebih baik, ada dua cara. Belajar lebar, atau belajar dalam. Ilustrasi yang saya alami adalah contoh dari belajar lebar. Belajar lebar adalah mendulang ilmu sebanyak-banyaknya dari aspek-aspek yang kamu minati. Kamu adalah orang kedokteran yang gemar menyanyi, bukan tidak mungkin kamu bakalan jadi dokter sekaligus penyanyi. Itu cuman contoh belajar lebar. Bagaimana kalau belajar dalam? Kamu adalah seorang makeup artist, lalu kamu memfokuskan spesialisasi kamu ke belajar makeup paes tradisional. Kamu nggak mempelajari secara mendalam tentang makeup Korea pun nggak apa, asalkan paesan kamu berhasil dengan manglingi dan beraura.

Tas tangan warna hitam. Klik di sini untuk beli.

Mana yang lebih baik, belajar lebar atau dalam? Nggak ada yang lebih baik dari satu sama lain. Semuanya punya kelebihan dan kekurangan. Lebar, artinya wawasan kamu luas. Kamu nggak akan kekurangan topik untuk dibahas, dan jendelamu semakin luas. Dalam, artinya kamu menjadi orang yang sangat ahli di bidang yang kamu minati, dan memang kamu suka.

Jika kamu suka mencoba hal baru dan gemar penasaran, belajar lebar dapat menjadi pilihan. Namun jika kamu tipe orang yang lebih suka berfokus pada hal tertentu dan susah diganggu, geek, atau apalah -silakan kamu namai sendiri-, belajar dalam adalah keputusan yang tepat.

So, sudah belajar apa hari ini? #neverendinglearning


Keterangan:

Baju putih kucing unyu dan tas tangan warna hitam dari Chicuu. Kunjungi website tersebut dan dapatkan penawaran terbaik!

+Andhika Lady Maharsi


Monday, May 16, 2016

[Review] Ultima II Wonderwear Pressed Powder

Meneruskan review saya tentang foundation Ultima II Wonderwear di sini, saya akan lanjutin review produk dari brand yang sama, yaitu Ultima II Wonderwear Pressed Powder. Kebetulan pas saya melakukan foto FOTD di post tersebut, bedak yang saya gunakan adalah bedak ini. Sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui. Oke, yuk mari simak..

Ultima II Pressed Powder

Ultima II Wonderwear Pressed Powder, bedak padat yang ringan dan pelengkap penampilan.

Bedak ini bukanlah bedak two way cake seperti yang banyak diidolai orang. Ini adalah bedak padat biasa yang dibuat dengan tekstur yang halus. Massanya 10 gram, diwadahi dalam kemasan compact dan disertai dengan box.


Tentang kemasan

Kemasannya berupa wadah bedak pada umumnya. Lokasi sponsnya dibedakan dengan bedak, sehingga membuat sponsnya selalu dalam keadaan terpisah dengan bedak. Saya suka dengan hal ini, kebanyakan bedak padat biasa, lokasi sponsnya disamakan dengan bedak sehingga sponsnya selalu dalam keadaan kecampur dengan bedak. Ngebayangin aja rasanya udah tumpeh-tumpeh. Hail all new face powder packing model!

Spons yang terpisah dengan bedak. Asik asik jos.

Ini cermin apa wadah bedak?

Namun ada hal yang bagi saya kurang sreg, yaitu kemasannya seperti terbuat dari kaca keseluruhan. Jadinya saya kepaksa harus melihat muka saya dulu sebelum lihat kacanya sungguhan. Padahal, saya punya semacam rasa ketidaknyamanan ketika bertemu dengan cermin. Selain itu, saya juga harus mengira-ngira angle yang tepat untuk mengambil gambar karena (lihatlah foto di atas), permukaan kemasannya memantulkan kamera saya, Coy!

Tekstur Ultima II Wonderwear Pressed Powder

Seperti yang sudah saya tulis di atas, tekstur bedak ini lembut dan smooth untuk rata-rata ukuran kelembutan sebuah bedak. Saya bahkan bisa bilang bahwa ini bedak ter-lembut yang pernah saya miliki. Err, saya pernah nyoba nyolek bedak yang lebih lembut, yaitu MUFE. Dan hanya bedak MUFE yang menurut saya bisa mengalahkan lembutnya Ultima II. Wishlist bulan depan!

Tekstur dari dekat.

Lembutnya kan.

Penggunaan

Ini saya membahas secara obyektif tentang bedak ini. Saya mencoba bedak Ultima II berbarengan dengan foundation Ultima dengan varian yang sama. Hasilnya, ya awet seharian. Tapi saya belum mencoba memakainya stand alone, karena saya tidak biasa menggunakan bedak padat tanpa dasar terlebih dahulu. Beda ya, dengan two way cake yang bisa dipakai kapanpun dan di manapun kamu mau.



Harap dimengerti bahwa keawetan/stay power sebuah bedak itu bergantung pada:
1. Foundation yang dipakai.
2. Kesiapan wajah (primer/pelembap).
3. Keringat yang muncul dan aktifitas.

Jadi, berdasarkan hal-hal tersebut, saya belum bisa bilang bedak ini awet atau enggak. Tapi dengan pemakaian yang bersamaan dengan foundation Ultima II, hasilnya bisa awet dan menyenangkan. :)

Monday, May 9, 2016

[Review] DIY Masker Kefir by Nazla Farah @farah_story

Dunia per-maskeran memang nggak pernah ada habisnya. Mulai dari masker bedak dingin, masker lidah buaya, masker kunyit, masker lumpur, dan sekarang yang sedang ngehits adalah: masker Kefir. Jangan salah tulis ya, pakai huruf 'e', bukan 'a'. Kalau huruf a nanti ada yang nuduh rasis. Hehehe.

Well, saya coba jelaskan terlebih dahulu apa itu Kefir. Kefir adalah hasil olahan susu (biasanya susu kambing) yang dibuat dengan cara difermentasi terlebih dahulu. Kefir mirip dengan Yoghurt, namun Kefir diklaim memiliki kandungan mikroba baik yang lebih banyak dibanding Yoghurt.

Menurut halaman Wikipedia, Kefir pada mulanya dibuat di daerah Kaukasus. Biasanya mereka menggunakan bahan dasar susu kambing, sapi, atau domba. Kefir dibuat dengan maksud dijadikan minuman yang lezat dan menyehatkan. Fermentasi Kefir telah dibuat masyarakat Kaukasus dan Rusia selama 1400 tahun. Supaya kamu lebih jelas, baiknya langsung klik saja halaman Wikipedia tersebut.

Nah, sekarang Kefir tak hanya dijadikan bahan minuman, tetapi juga untuk masker kecantikan kulit juga. Manfaat Kefir untuk kecantikan itu banyak banget. Beberapa di antaranya adalah sebagai bahan detoksifikasi untuk membuang racun-racun yang menumpuk di dalam kulit. Selain itu, Kefir juga diklaim bermanfaat untuk mengurangi ketergantungan kepada produk obat kecantikan, serta membantu memberantas jerawat.

Untuk membuat DIY masker Kefir, caranya cukup mudah lho. Saya dikasih tau sama pemilik toko online di IG @farah_story yang berbaik hati membeberkan cara meracik masker Kefir. Caranya cukup gampang:

Membuat Kefir untuk minuman:

1. Usahakan bekerja pada ruang yang bersih dan higienis. 
2. Campurkan Bibit Kefir dengan susu sesuai perbandingan yang disarankan pada wadah yang tertutup. Mengisi pada wadah jangan terlalu penuh, minimal ada 20% ruang untuk udara. 
3. Simpan bahan yang telah dibubuhi bibit di ruangan gelap, atau tutup dengan kain/plastik hitam. 
4. Aduk dengan hati2 setelah ada pemisahan sedikit (biasanya antara 18 – 24 jam). Kemudian simpan lagi. 
5. Bila pemisahan sudah berlangsung cukup sempurna (untuk bahan susu murni) sampai sekitar 50%, lakukan pemanenan sesuai dengan varian Kefir yang diinginkan. 
6. Penyaringan dilakukan hati-hati, diusahakan Kefir Grains tidak tersentuh dengan alat-alat (spatula/pengaduk) jangan digunakan pada proses pemisahan. 
7. Bila diinginkan tekstur yang halus, lakukan penyaringan kedua dengan bantuan spatula/sendok plastik. 
8. Simpan hasilnya di lemari es. 
9. Sebaiknya langsung gunakan Kefir Grains untuk fermentasi berikutnya. Bila tidak dipakai, bubuhi susu murni sampai terendam dan simpan di kulkas (bukan di freezer). Susu harus diganti seminggu sekali.

Bibit Kefir yang tengah difermentasi

Jika ingin menggunakan ramuan Kefir untuk masker, proses fermentasinya ditambah lebih lama lagi kurang lebih sekitar 72 jam. Setelah itu bagian kentalnya diambil dan disaring lagi dengan kain sampai kandungan airnya berkurang (sesuai kekentalan yg diinginkan).


Namun jika kamu terlalu sibuk untuk meracik masker Kefir sendiri, kamu bisa mendapatkannya dengan mudah dari shop @farah_story . Mba Farah adalah pembuat masker Kefir sendiri. Semua produk masker Kefir dibuat dengan alat-alat yang higienis dan berkualitas baik. Saya kebetulan dikasih kesempatan untuk mencoba masker Kefir DIY dari Mbak Farah. Simak yuk review singkatnya:


Tentang masker dari @farah_story 

Produk yang dibuat oleh Mbak Farah adalah:
1. Masker Kefir susu kambing Ettawa (berwarna putih)
2. Masker Kefir susu kolustrum (berwarna kuning)
3. Toner Kefir (bentuk cair)

Hasil racikan masker Kefir tersebut ke dalam pot-pot yang mini macam krim dokter. Kalau biasanya masker Kefir lain dimasukkan dalam plastik kecil, ini agak lebih bagus lagi karena disimpan dalam pot kosmetik.

Masker Kefir Susu Kambing Ettawa
Yang berwarna putih di atas ini adalah masker Kefir dari Susu Kambing Ettawa. Warnanya putih, seperti susu aslinya. Teksturnya agak kental dan lembut untuk dipakai di kulit wajah. Aromanya seperti Yakult/Tape/Yoghurt dengan level yang cukup tajam.

Cara pakai ala Jenganten: lakukan pengolesan masker ke kulit dengan dosis 2-3 hari sekali. Biarkan masker mengering di kulit, lalu dibilas seperti biasa.

Masker Kefir Kolustrum
Beralih dari susu kambing Ettawa, yang berwarna kekuningan di atas adalah hasil masker Kefir yang dibuat dari Kolustrum. Tau kan kolustrum? Itu lho, susu yang dikeluarkan di awal-awal kelahiran. Manusia juga mengeluarkan kolustrum. Katanya susu kolustrum ini adalah susu dengan tingkat gizi dan manfaat yang paling tinggi. So, nggak ada salahnya jika kita menggunakannya untuk difermentasi menjadi masker Kefir. Aroma masker Kolustrum ini hampir mirip dengan aroma masker Kefir Susu Ettawa, hanya aromanya lebih tajam.

Cara pakai ala Jenganten: hampir sama dengan masker Kefir Ettawa. Karena saya memiliki dua, saya lakukan dengan selang-seling. Misal hari ini maskeran pakai Ettawa, 2 hari kemudian pakai Kolustrum, dst.

Toner Kefir
Nah ini yang terakhir adalah toner Kefir. Digunakan seperti toner pada umumnya. Bisa setelah pembilasan memakai masker Kefir, dan seterusnya. Aromanya pun nggak jauh beda dari susu fermentasi. Supaya awet, kamu simpan produk-produk ini di lemari es.

Testimoni dari Jenganten

Saya pribadi merekomendasikan masker ini untuk kamu yang punya masalah-masalah kulit seperti jerawat berlebihan, kekeringan kulit, atau ingin berhenti dari ketergantungan terhadap krim kecantikan tertentu. Kadang kan kita khilaf kejebak dalam penggunaan krim abal-abal (plis, next time hati-hati yah). Untuk berhenti ketergantungan, kamu bisa memanfaatkan masker Kefir ini agar kulitmu kembali terdetoks.

Kesan saya menggunakan masker Kefir dari @farah_story adalah kulit secara instan menjadi ter-hidrate dan moist. Dalam jangka panjang, jika digunakan secara rutin dapat mengurangi jerawat dan melawan kekeringan di wajah.


Nah, untuk kamu yang pengen mencoba masker Kefir tapi tak tahu beli di mana, atau khawatir harganya selangit, atau paling simpel kamu nggak punya waktu untuk membuat DIY masker Kefir, kamu bisa tengok-tengok Instagram @farah_story untuk mendapatkan masker Kefir ini dengan mudah. Pelayanannya oke lho, testimoni positifnya juga banyak. 

Yuk rawat kulit dengan lebih baik.




Thursday, May 5, 2016

[Review] Ultima II Wonderwear Liquid Foundation

Hai Jengantens,

Pastinya kalian sudah pernah mendengar brand Ultima II kan? Kalau yang akrab dengan dunia makeup artistry, hampir 100% pasti tahu brand ini. Ultima II memang dikenal sebagai produk makeup profesional yang di daerah saya terkenal sebagai dasaran makeup yang bisa awet seharian. Pokoknya kalau mau makeup yang awet dengan rate yang terjangkau, pilihannya pasti Ultima II. 

Kabar baiknya, brand Ultima II bisa dengan mudah kita temui di toko-toko kosmetik dekat rumah. Jadi, nggak usah bingung PO atau pesen dulu ke luar negeri untuk sekedar mendapatkan foundation idaman. Aslinya, Ultima II adalah brand luar negeri yang masih satu lini dengan Revlon. Namun sekarang di Indonesia sudah dibangun pabriknya sehingga biaya distribusi bisa ditekan. Hasilnya adalah produk berkualitas profesional yang bisa dibeli dengan harga relatif terjangkau.

Saya sangat menyarankan untukmu, sesekali cicipilah produk Ultima II. Pilih yang ringan-ringan seperti bedak padat, atau foundation cair bertekstur ringan seperti yang akan saya review ini. Simak yuu.


Deskripsi produk Ultima II Wonderwear Liquid Foundation. Foundation yang diklaim awet selama 18 jam!

Ultima II Wonderwear adalah produk yang dibuat dengan ramuan bebas minyak, hasil semi matte, dengan light to medium coverage. Ultima II mengklaim dirinya mampu bertahan di kulit selama 18 jam. Tapi saya belum pernah (dan nggak berani juga) memakai makeup full foundation lebih dari 12 jam. Pasti mukanya risih dan pinginnya minta dibersihin. Yang bisa saya katakan adalah hasil riasan selama 12 jam tersebut masih tetap stay dan awet.

Produk ini berisi 30 ml dan lebih sering saya pakai untuk merias klien-klien Jenganten. Tapi kadang-kadang untuk acara khusus, juga saya pakai sendiri juga sih. Hehe. Saya default-nya jarang banget pakai foundation (bahkan BB Cream) untuk sehari-hari.

Ultima II Wonderwear Liquid Foundation memiliki 9 pilihan warna yang dicocokkan dengan kulit orang Indonesia. Yang saya miliki ini adalah warna nomor 4, Neutral Warm. Shade ini agak terlalu gelap di kulit saya, tetapi dengan pertimbangan banyaknya populasi orang yang punya warna kulit seperti ini akhirnya saya beli yang Neutral Warm.


Kemasan. Berbentuk botol kaca dan pump yang bikin produk selalu higienis.

Seperti layaknya foundation cair pada umumnya, kemasan Ultima II Wonderwear berbentuk botol kaca yang dilengkapi dengan pump untuk mengeluarkan isinya. Nah, kabarnya sebelum ada kemasan pump seperti ini, tadinya kemasan Ultima II Wonderwear menggunakan sistem tuang yang menurut saya kurang higienis. Jadi sistem tuang itu, isi cairan foundation dikeluarkan dengan cara dituang. Ini kurang oke banget baik dari sisi higienis dan takaran foundation yang mudah kedlodoken alias kebanyakan. Kalau berlebihan kan pastinya dimasukkan lagi, menambah kontaminasi dengan dunia luar dong. Makannya saya bersyukur sekarang kemasan Ultima II Wonderwear sudah dilengkapi dengan pump sehingga jadi lebih praktis dan higienis.


Botol kaca tentunya memberikan kesan mewah dan elegan bagi produk ini. Namun bagi saya yang agak ceroboh ini, botol kaca merupakan peEr tersendiri. Pasalnya kalau jatuh, selalu ada ancaman produknya akan pecah dan nggak bisa dipakai lagi. Untuk itu saya mengakali dengan cara membawanya kemana-mana beserta box botol bawaan. Aman dan bikin botolnya awet lho.

Tekstur. Cair, bebas minyak, dan hasil yang smooth.

Tekstur Ultima II Wonderwear berbentuk cair yang sangat cepat kering. Larutannya bebas minyak dan mudah di-blend. Karena sifatnya yang cepat kering, produk harus segera dibaurkan di kulit sebelum nanti jadi kering dan malah susah di-blend.


Pas saya coba di tangan, hasilnya memang jauh banget dengan warna asli kulit. Tetapi ketika dibiarkan lebih lama, warnanya mengikuti warna asli kok. Hasil di kulit adalah kesan yang halus dan menutup.

Swatch dan hasil penggunaan. Matte finish.

Saya coba menggunakan produk ini di pagi hari dengan urutan bare face - foundation + bedak. Deskripsinya adalah sebagai berikut:


1. Bare face.

Foto di atas adalah kondisi kulit saya tanpa produk makeup apapun. Hanya memakai pensil alis, lip gloss dan sedikit pelembap. Tampak beberapa noda bekas jerawat yang baru sembuh akibat PMS.

2. Dengan Ultima II Wonderwear Liquid foundation.

Tampak tekstur kulit terlihat lebih rata dan halus. Beberapa noda jerawat jadi memudar, tetapi belum tertutup dengan sempurna karena saya cuma pakai produk tipis-tipis. Hasil di kulit menjadi matte, tetapi belum 100% matte karena belum tertimpa bedak.

3. Foundation + bedak padat Ultima II.

Setelah saya timpa dengan bedak merk sama, Ultima II (akan direview di postingan lain), terlihat bahwa tekstur kulit saya jauh lebih matte dan kileng-kileng minyak yang tampak di foto sebelumnya jadi hilang.

Berdasarkan eksperimen tersebut, saya simpulkan bahwa kombinasi Ultima II foundation dan bedak bermerk sama menghasilkan tekstur matte. Jadii, produk ini cakep banget dipakai untuk kamu-kamu yang memiliki kulit berminyak cem saya.

Kesimpulan

+ Produk ini bersifat matte dan cocok untuk kulit berminyak. Membantu banget menahan minyak di kulit.
+ Awet. Bisa tahan sampai 12 jam. Meskipun di produk mengklaim bisa tahan hingga 18 jam, tapi saya belum pernah mencoba selama itu. Lha ngapain je, risih tau pakai makeup lama-lama.
+ No SPF, cocok untukmu yang akan melakukan rias untuk pemotretan. Produk ber-SPF biasanya punya resiko menimbulkan whitecast ketika ketemu kamera flash.
+ Medium coverage. Belum mampu menutup semua noda, masih butuh bantuan concealer untuk menutupi beberapa noda yang membandel.
+ Harganya sepadan dengan kualitas yang didapatkan.
+ Mudah dicari di toko-toko di Indonesia. Kalau kehabisan, nggak bingung nyarinya di mana. 

FOTD

Supaya lebih lengkap, saya tambahkan foto ketika sudah memakai blusher, eyeliner dan lipstik:



Foto di atas adalah tampilan saya kalau mau ke kantor. Tapi biasanya saya nggak pakai foundation. Hari ini spesial saja, karena untuk membuat review untuk kalian semua, pembaca Jenganten tercintah. Muahh!!

Tuesday, May 3, 2016

[Partnership] Kemeja Polkadot Kucing di Chicuu.com

Saya tuh ya, kadang suka ngiler sama barang-barang lucu yang agak susah dicari. Apalagi barang itu berupa sesuatu hal berwarna putih (atau ungu, atau mint), polkadot, dan ada kucing-kucingnya. Misalnya kemeja polkadot dengan kucing yang lagi ngintip dari saku begini nih: 

Rasanya pengen nowel itu kucingnya nggak sih?
Cuman sayangnya barang-barang begituan jarang banget ditemui di online shop Indonesia. Kalaupun ada, harganya selangit. Seringnya saya cuman bisa nanar melihat gambar-gambar lucu tersebut di Pinterest tanpa tahu harus ke mana saya mencari barang tersebut. Tapi kadang saya beruntung, ketika sedang asyik browsing ke sana kemari eh, nemu juga online shop yang menjual barang impian. Contohnya di chicuu.com. Sungguh deh, mendapatkan kemeja polka kucing lucu kaya gitu nggak ada susahnya blass!

Pernah mendengar tentang online shop ngehits chicuu.com? Kalau belum, gih sana cek shopnya. Kamu nggak bakalan nyesel kok karena banyak keuntungan yang akan kamu dapatkan di sana. Salah satunya adalah kemudahan untuk menemukan barang items fashion, beauty dll dengan level lucu di atas rata-rata. Percaya deh.

Selain itu, kamu pun akan mendapatkan fasilitas free shipping langsung ke rumah kamu plus diskon besar-besaran:


Chicuu juga memberikan deals harian tiada henti. Dengan model baju-baju yang antimainstream. Susah sekali kamu temui di online shop sekitar kamu.



Sepatu juga lho. Duh, ngiler. Seandainya bisa saya pick semuanya...


Dan yang paling bikin ngiler adalah makeup warna-warni yang susah kamu temui di Indonesia...


Cara berbelanjanya mudah banget. Kamu tinggal masukkan belanaan kamu ke cart yang tersedia. Kemudian lakukan pembayaran dengan Paypal atau Credit Card. Semua nominal yang dipajang di Chicuu adalah dalam bentuk US Dollar. Setelah itu, kamu tinggal menunggu barang impian diantar ke rumah kamu secara gratis. Senang kan?

Chicuu blog
Chicuu Facebook
Chicuu Instagram = @chiccu_official
Chicuu Twitter
Chicuu G+


+Andhika Lady Maharsi

Wednesday, April 20, 2016

[Partnership & Beauty Talk] Mengapa Memakai Sunblock itu Perlu


Di blog ini, rasanya saya sudah kerap banget ngomongin pentingnya memakai perlindungan dari sinar matahari aka sinar UV. Why? Dalam kadar tertentu, sinar matahari memiliki keuntungan. Salah satunya adalah vitamin D dan memberi vitalitas untuk kehidupan. Namun efek negatif yang ditimbulkan juga agak kurang menyenangkan. Sinar matahari jika dibiarkan terus-menerus memapar kulit dapat menimbulkan efek samping. Memang, pada dasarnya kulit kita itu mempunyai mekanisme sendiri untuk melindungi dirinya sendiri dari efek sinar. Namun paparan sinar UV yang terjadi terus menerus lama kelamaan dapat menimbulkan pola seragam yang dilakukan kulit yang mana pada akhirnya menimbulkan fotoaging dan pigmentasi. Namanya kulit disuruh 'kerja' sebagai pelindung tubuh dan dilakukan setiap saat, tentunya ada batasannya juga kan?

Nah, foto di bawah ini merupakan contoh efek fotoaging:

Efek aging akibat sinar matahari. Sumber
Menurut sumber foto tersebut, diceritakan bahwa profesi orang tersebut adalah supir truk yang setiap harinya duduk di kursi setir (kalau di luar negeri tempat supir ada di sebelah kiri). Kulit bagian kiri terpapar sinar matahari lebih banyak daripada kulit bagian kanan. Akibatnya setelah bertahun-tahun, dapat kita lihat bahwa kulit yang terpapar sinar matahari terus menerus mengalami pengenduran, menurunnya tingkat elastisitas, dan kerutan. Bisa dibayangkan ya, ngerinya? 

Bisa jadi lho, garis-garis halus dan pigmentasi yang kita alami itu bukan karena gen penuaan yang kita punyai (itu sih memang terjadi secara alami). Melainkan karena paparan sianr matahari yang terus menerus menimpa kulit kita tanpa perlindungan.

Dilansir dari CNN Health, bahwa sunscreen atau sunblock terbukti mampu mengurangi efek penuaan yang diakibatkan sinar matahari. Dan kalau kamu hobi nyari jurnal-jurnal kesehatan, sudah banyak banget penelitian yang mengangkat masalah sunblock yang dikaitkan dengan perlindungan kulit dari efek sinar matahari yang mengakibatkan penuaan.

Maka dari itu saya selalu demen banget sama produk-produk yang memiliki kandungan SPFnya. Kalau disuruh milih dua produk, produk satu punya khasiat antiaging, mengecilkan pori, membuat kuliat putih kayak bintang korea, sampai melancarkan jodoh sekalipun; kemudian dibandingkan dengan produk yang cuma menuliskan khasiat melembapkan plus SPF 30, saya bisa langsung pick produk yang punya kandungan SPFnya. Jodoh sudah ada yang ngatur kok, tapi perlindungan dan perawatan diri bisa kita usahakan. #plakk


Ngomong-ngomong soal sunblock, kemarin saya mendapatkan beauty freebies dari sociolla.com. Itu lho, online shop dan kumpulan beauty article yang lagi nge-hits di jaman sekarang. Saya dikirimi sebuah box bertuliskan "Pretty things inside". Tadinya saya mengira si box itu sedang hamil anak perempuan yang cantik rupawan, tapi ternyata isinya adalah dua buah produk dari Vitacreme. Jadi si Vitacreme adalah produk skincare asal Swiss yang khusus dibuat untuk merawat kulit, termasuk melindungi dari sinar UV Yuk simak short review dari Jenganten berikut ini:

Vitacreme Day Cream Creme De Jour. With SPF 30+++




Vitacreme Day Cream adalah krim harian yang dibuat untuk perlindungan mutifungsi. Dia bersifat sebagai pelembap, anti aging, antioksidan, waterproof dan tentunya perlindungan dari sinar UVA dan UVB. Karena sifatnya yang waterproof, dia bisa juga dipakai ketika di air misalnya sedang renang atau ke pantai tanpa takut sunblock kamu akan luntur.

First impression yang saya rasakan adalah krim ini terasa ringan dan mudah meresap di kulit. Perlindungannya bisa langsung kerasa saat itu juga. Yang bikin saya makin suka adalah ketika dibawa ke luar ruangan, dia tidak membuat kulit saya semakin berminyak. Saya sering banget menemui sunblock yang menimbulkan efek berminyak ketika dipakai setelah beberapa lama.

Vitacreme B12 Vita Blanc




Vita Blanc adalah varian Vitacreme yang berfungsi untuk melembapkan dan mencerahkan kulit. Teksturnya sedikit lebih encer daripada Vitacreme Day Cream. Karena tanpa kandungan SPF, saya gunakan krim ini untuk pemakaian malam hari. Tapi ternyata krim ini bisa dipakai sebagai alas sebelum bedak, untuk makeup yang tipis-tipis.

Pernah waktu itu kawan saya berkomentar "Wajahmu kok cerahan?". Itu penyebanya adalah saya barusan memakai Vita Blanc sebagai alas sebelum pemakaian bedak. First impression terhadap Vita Blanc adalah krim ini tidak lengket, sangat cepat meresap, dan memberi efek mencerahkan meskipun baru pertama kali dipakai.

Gambar di atas adalah swatch tekstur produk dari kedua varian Vitacreme.

Nah, solutif kan soal sunblock dan perlindungan untuk kulit? Berapa usiamu? 20an? 30an? Daripada menyesal nanti-nanti, kamu bisa membiasakan untuk memakai sunblock mulai sekarang. Bukan bermaksud menentang hal alami yang terjadi di tubuh manusia. Namun jika efeknya bisa kita kurangi, kenapa nggak? Ilmuwan-ilmuwan yang meneliti tentang SPF itu baik-baik kok. Mereka ingin ilmu mereka berguna untuk kemanusiaan. Ya pakailah...

Kamu bisa mendapatkan Vitacreme di sociolla.com. Dapatkan diskon 50k setiap pembelian minimal 200k dengan menyebutkan kode kupon:

"LADY50"

Selamat melindungi kulit!