Thursday, June 22, 2017

[Treatment Review] Serunya Facial di Naavagreen


Jenganten ke Naava Green

Pada suatu hari, saya merasa wajah sedang dalam masa transisi. Komedo banyak, tapi kering. Tahu nggak, komedo dan kulit kering itu adalah kombinasi yang tidak menyenangkan. Padahal biasanya kulit saya berminyak, tapi (mungkin karena puasa) waktu itu kulit saya mendadak cracky dan kering. Oleh sebab itu, saya memutuskan untuk mencoba facial yang bisa mengangkat komedo sekaligus melembapkan.

Pilihan saya jatuh pada klinik Naavagreen yang terletak di pusat kota Jogja. Alasan saya ke sana adalah karena menurut beberapa info yang saya dapat, terapis di Naavagreen termasuk yang 'bersih' dalam mengangkat komedo, dan harganya lumayan terjangkau untuk kantung mahasiswa. Saya ke sana bareng sama Mas Rangga, yang juga ikut mencoba treatment facial di sana. Sama sekalian niat terselubung supaya dapat tukang foto. Hihi. 

Awal masuk ke klinik, kami disambut dengan aromaterapi yang harum. Sepertinya memang sengaja memakai wewangian ruangan yang menenangkan. Siapa sih yang nggak suka, menjelang perawatan, kita disuguhi aroma-aroma yang harum?

Suasana ruang pendaftaran, serba hijau!

Setelah mendaftarkan diri, kami langsung diberikan kartu sementara dan menunggu dipanggil dokter. Waktu itu klinik sedang tidak begitu ramai sehingga kami langsung dipersilakan ke ruangan dokter untuk konsultasi. Dokternya menganalisis kulit kami untuk kemudian diberikan rekomendasi perawatan facial yang sesuai untuk kulit. Untuk saya diberikan facial serum anti acne, dan untuk rekan saya diberikan serum pencerah kulit. Kalau dari jenis komedo yang saya punya, itu berpotensi untuk menimbulkan jerawat; begitu kata dokter Naavagreen.

ruangan facial
Kemudian kami masuk ke ruangan treatment masing-masing. Tenang saja, ruangan untuk cowok dibedakan kok. Secara, kalau cewek mau di-facial, biasanya dikasih kain seujung dada untuk kembenan selama proses facial berlangsung. Kondisi seperti ini tentunya nggak pengen kan, ada cowok lihat?

Proses facial yang dilakukan di Naavagreen sedikit berbeda dari klinik lain. Urutannya adalah sebagai berikut:

1. Wajah dibersihkan terlebih dulu menggunakan facial wash.

2. Dilakukan pemijatan dan totok wajah sampai ke bagian dada, leher, dan lengan. Bagian inilah yang menurut saya terbaik, karena kita dibuat rileks dan nyaman sambil dipijat-pijat. Khusus untuk cowok, pemijatan hanya dilakukan sebatas leher saja. Oh iya, di Naavagreen, pijatnya nggak pelit lho, ada sekitar 20 menitan.

3. Jika pada umumnya sebelum facial dilakukan penguapan terlebih dulu, di Naavagreen nggak pakai uap-uapan. Mereka menggunakan vacum kulit yang digunakan untuk mengangkat komedo atau minyak lapisan atas. Bentuknya kurang lebih seperti ini:

alat vakum
Di alat itu, terserap banyak komedo dan sel kulit mati. Katanya sih untuk mempermudah proses ekstraksi komedo manual yang dilakukan setelahnya.

4. Barulah dilakukan proses yang paling menyakitkan yaitu ekstraksi komedo. Atau dalam bahasa awam bisa juga disebut pemencetan tanpa ampun. Saya nggak akan menyoroti soal rasa sakitnya, sebab menurut saya di mana-mana proses facial itu pasti menyisakan rasa sedikit perih di kulit. Di Naavagreen, Mbak-mbak terapisnya teliti dan bersih dalam menggali dan mengangkat komedo di wajah saya.
Sepanjang proses ekstraksi, saya juga dibolehkan memegang cermin untuk memastikan proses pemencetan benar-benar bersih. Mbak terapisnya nggak menolak saran kok. Jadi misal kita merasa belum bersih, bisa minta untuk dipencetin lagi.

5. Bagian setelah ekstraksi komedo adalah aplikasi serum. Saya memakai serum anti acne, dan kemudian ditimpa semacam alat beraliran listrik yang membantu serum cepat meresap. Alat-alat di Naavagreen diciptakan dengan teknologi tinggi sehingga aman dan diklaim punya efek yang bagus di kulit.

alat facial. Serba modern
6. Setelah pengaplikasian serum, dioleskan krim anti iritasi untuk kulit yang lelah setelah proses facial. Namanya facial, pastinya ada bagian kulit yang kena iritasi sehingga perlu diberikan relaxant. Krim ini membuat wajah saya lebih licin dan memantulkan cahaya.

Proses facial dilakukan kurang lebih 1,5-2 jam tergantung tingkat kepadatan komedo yang perlu diekstraksi. Di bawah ini adalah foto sebelum dan sesudah facial.

Sebelum dan sesudah
Foto kiri: kondisi sebelum facial. Saya sengaja tidak pakai makeup (karena percuma juga nanti bakalan dihapus sama Mbak terapis). Kantung mata kelihatan, kulit pori-pori besar, dan terlihat kusam akibat komedo.

Foto kanan: kondisi setelah facial. Terlihat lebih cerah, lebih licin, lebih halus, pori-pori tambah besar (karena habis diekstraksi), dan wajah terasa lebih ringan dirasa.

Soal pori-pori besar, setelah berjalan satu hari setelah facial, pori-pori saya kembali ke bentuk semula. Jadiii, jika setelah facial kamu merasa pori-pori jadi besar, percayalah itu hal yang fana.

Secara keseluruhan, saya menikmati proses perawatan kulit yang ada di Naavagreen. Selain facial serum, ada pula treatment facial biasa, microdermabrasi, micropeeling, biolight, dan masih banyak lagi. Konsultasikan ke dokter di klinik Naavagreen dahulu untuk mengetahui rekomendasi apa yang cocok di kulitmu.

kantor Naava Green
Untuk kamu yang berminat untuk lebih merawat kulit, Naavagreen bisa menjadi rekomendasi untukmu. Temukan alamat klinik terdekat dengan kamu di sini.



Thursday, June 15, 2017

[Tutorial] Resep Mixing Foundation Racikan Para MUA. Inilah Rahasianya

Ketahuilah, bahwa tidak ada satupun foundation yang sempurna. Kalaupun ada, itu jarang banget dan harganya pun selangit. Sejauh saya me-review foundation, belum ada satupun yang memenuhi harapan saya untuk sebuah alas makeup ideal: cover, awet, tidak cakey, tidak oxy, mudah diblend, menempel sempurna di kulit, serta memberikan hasil natural.

Bagaimana cara meraciknya?
Belum lagi saat harus mengaplikasikan foundation untuk tipe wajah yang berbeda-beda saat merias orang lain. Kulit klien tentu tidak bisa disamakan dengan kulit kita. Pun juga soal kebutuhan kulit yang berbeda-beda. 

Solusi untuk kebutuhan ini adalah membuat mixing foundation versi sendiri. Para MUA biasanya punya ramuan sendiri-sendiri untuk menciptakan formula foundation yang paling disukai untuk merias klien. Nggak hanya itu, buat yang bukan MUA saja kadang masih perlu mencampur foundation yang dirasa paling cocok untuk kulit wajah.

Bagaimana caranya meracik foundation? Kali ini saya ingin bagi buat kalian semua. Semoga berguna yah.

1. Formula dasar: liquid foundation + cream foundation

liquid + cream

Ini adalah formula dasar mixing foundation yang paliiiing sederhana. Yakni menggabungkan foundation berbentuk liquid dan cream bersamaan. Biasanya foundie cait punya karakter yang sheer dan kurang cover. Sementara foundie cream sifatnya kadang terlalu susah diblend. Oleh karena itu, kombinasi foundie liquid + cream adalah solusi terbaik.

Saya pernah coba untuk foundie Ultima liquid dan Ultima cream. Hasilnya lebih baik daripada memakainya sendiri-sendiri.

Baca juga:

[Review] Ultima II Wonderwear Liquid Foundation

[Review] Ultima II Wonderwear Pressed Powder

2. Untuk hasil lebih matte: liquid + cream foundi + bedak tabur translucent

+ bedak tabur

Merasa racikan foundation kamu kurang nampol dan kurang matte? Tambahkan bedak tabur translucent (untuk menghindari perubahan warna) agar tekstur foundation kamu semakin padat dan mudah menempel ke kulit. Racikan ini juga pas banget dipakaikan pada kulit perawatan, yang mana kondisi kulitnya cenderung licin, agak kemerahan, dan susah ditempeli foundation.

Di sini saya memakai Coty Airspun loose powder. Review menyusul yah.

3. Untuk hasil glowing dan foto-ready: liquid + cream foundation + shimmer gold


+ shimmer

Ingin kulitmu lebih terlihat glow dan seolah memancarkan cahaya? Gunakan tambahan shimmer atau glitter warna gold untuk kesan hangat. Kombinasi ini akan menghasilkan foundation yang glowy dan jika difoto jadi cantiiik banget. Cocok untuk makeup fotografi. Cobain deh. Semakin banyak jumlah glitter yang kamu pakai, semakin blink-blink juga kulit kamu.

Di sini saya memakai City Color Sparkle & Shine Loose Glitter.

4. Foundation kurang 'hangat'? Tambahkan warna pink dari concealer. Racikan ini juga bisa dipakai untuk merias kulit yang kusam dan ingin terlihat lebih cerah

untuk yang kurang hangat
Tahukah kamu, sebagai MUA, sebetulnya nggak perlu punya segala macam warna dan merek foundation (kalau bisa punya, lebih baik). Triknya adalah dengan mencampur beberapa warna foundation untuk mendapatkan racikan yang pas. Jika kebetulan kulit klien itu sedikit kusam, bisa ditambahkan pigmen warna ungu atau pink dari concealer corrector. Atau saking kepaksanya, kamu bisa pula memakai eyeshadow matte dengan warna sama.

Begitu pula jika foundie kamu terlalu terang atau gelap. Tinggal campur saja dengan pigmen terang atau gelap. Selesai. :D

5. Foundation kurang 'dingin'? Tambahkan cream warna tosca dari concealer. Racikan ini juga bisa dipakai untuk merias kulit kemerahan/iritasi

untuk kulit kemerahan
Trik berikutnya adalah untuk kulit yang cenderung kemerahan. Kulit kemerahan bisa disebabkan karena iritasi atau terlalu sensitif akibat paparan sinar matahari. Untuk mengatasinya, kamu bisa campurkan foundation kamu dengan pigmen kehijauan, misalnya di corrector concealer, atau menggunakan eyeshadow matte warna kehijauan. Ingat ya, harus yang matte. Sebab, kalau menggunakan yang ber-shimmer, nanti akan mengubah tekstur dari foundation itu sendiri.

Baca juga:

Nah, untuk membuat ramuan mixing foundation, tentunya kamu butuh alat yang namanya palet dan spatula khusus makeup. Dengannya, kamu bisa campur-campur foundation suka-suka untuk menemukan racikan favoritmu. Kamu bisa mendapatkan palet mixing ini di @paletapia  . Selain menyediakan aneka palet dan spatula foundation@paletapia juga bisa membuat palet custom dengan bentuk sesukamu.

Set palet dan spatula dengan gravir nama
Bonusnya, kamu juga bisa pesan cetak namamu sendiri di palet itu. Waa, kalau begini sih rasanya jadi makin rajin mencari racikan foundation terbaik ya? Secara ada sentuhan pribadinya di situ.

Ingin jadi MUA handal, harus punya tools yang handal dan berkualitas juga dong. Yuk cus ke @paletapia!

Paletapia mixing foundation

@andhikalady

Monday, June 12, 2017

[FOTD] Makeup Lebaran Blue Frost Eye Makeup Bareng Face 2 Face

Buat yang gemar menilik kosmetik kekinian, mungkin sudah nggak asing lagi dengan merek Face 2 Face. Ya, produk ini memang sedang cukup naik daun di kancah perdandanan Tanah Air. Dari namanya, sekilas mungkin kamu berasa familiar dengan nama Face on Face (punya Rohto), tetapi ternyata Face 2 Face dan Face on Face adalah dua merek yang sama sekali berbeda lho!

Face 2 Face, atau disingkat f2f adalah kosmetik Indonesia yang bersegmen pada pasar remaja dengan menjual banyak aneka kosmetik yang lucu-lucu khas anak muda. Harganya juga terjangkau banget untuk ukuran uang saku anak kuliahan bahkan SMA-an. Lipstik, eyeshadow, dan blush on f2f, masing-masing dapat dibeli sekitar lima puluh ribu rupiah.

Meskipun harganya terjangkau dan segmen pasarnya remaja, tetapi produk ini layak diperhitungan lho. Banyak yang merupakan favorit saya, salah duanya adalah eyeliner biru dan lipstik matte-nya.

Berdasarkan produk f2f yang lucu bin unyu ini, saya mencoba membuat look hari raya dengan tema #teamrendang dengan penekanan pada makeup bold. Inilah hasilnya:

Blue frost

Fokus dari riasan ini adalah bagian mata dibuat dramatis cat-eye, dan memberikan sentuhan biasa di bagian wajah lainnya seperti bibir dan permukaan pipi. Dari sini kelihatan banget bahwa eyeliner warna biru punya f2f cetar sekali saat digunakan. Saya menggunakan bantuan selotip untuk membuat garis lurus di tepi mata bagian luar. Eyeliner biru punya f2f  nyata telah dapat digunakan membentuk garis yang tegas dan presisi untuk menciptakan look cat eye.

tampak dekat

Untuk menambah kesan fierce, saya menambahkan eyeshadow warna putih tulang dan glitter warna silver. Alis dibiarkan alami dengan warna cokelat natural. Tidak lupa menambahkan bulu mata untuk mempertegas garis mata. 

Terus terang, saya baru sekali ini mencoba teknik penggunaan selotip untuk membentuk cat-eye, tetapi buat saya sendiri, hasilnya sudah cukup memuaskan. Secara instan, saya langsung suka dengen eyeliner biru f2f punya.

tampak dekat lagi

Selain eyeliner biru, saya juga mereview beberapa produk f2f sebagai berikut:

Whitening BB Cream Beige


BB Cream ini cenderung lebih gelap dari warna kulit saya, alhasil saya mencampurnya dengan foundation lain yang lebih terang. Mungkin saya perlu mencoba shade lain yang lebih cocok di kulit saya. Namun untuk segi tekstur dan ketahanan, menurut saya hampir sama dengan umumnya BB Cream. 

Blush on Silky Smooth 'Orange After Glow'


Saya sengaja memilih yang warna orange karena alasan sederhana banget: saya nggak punya blusher orange. XD. Seperti namanya, blush on ini memang lembut digunakan. Dia punya pigmen yang cukup untuk memberi rona pada pipi tanpa terkesan berlebihan. Blusn on ini dilengkapi sebuah kuas mini yang untuk ukuran blush on sangat kecil sekali. Saya memilih untuk memakai blusher dengan kuas yang lebih besar.

Smooth Eye Shadow 'Pink Romance'

Eyeshadow ini terdiri dari tiga warna: pink, ungu dan peach. Kesemuanya mengandung shimmer dengan tekstur yang cukup pigmented. Sayangnya dalam look ini saya tidak memakai eyeshadow ini karena tidak menemukan warna biru yang sekiranya pas dipasangkan dengan eyeliner biru.



Xoxo Lipstick Matte 'Hazelnut'

Saya suka banget lipstik ini, karena bentuknya kecil, travel friendly, dan hasilnya mengejutkan! Saya kira lipstik ini akan terkesan biasa saja, tetapi tekstur matte-nya jadi banget. Sudah begitu, di bibir jatuhnya bisa menyatu dan alami. Saya malah jadi ingin beli lagi warna lain untuk melengkapi kotak makeup saya. 

rangkaian produk f2f

Akhir kata, tampilan saya keseluruhan adalah seperti ini:

Mohon maaf lahir batin!

Produk f2f yang saya gunakan:
- Blue liquid eyeliner
- XOXO Lipstick
- Blush on Orange after glow
- BB Cream Beige (dicampur dengan foundation yang lebih terang)

Jadi, sudah siap menyongsong Lebaran dengan produk dari f2f? Belinya bisa di sini lho.

Hidup #teamrendang !

@andhikalady

Wednesday, June 7, 2017

[Review] Real Technique Dual-ended Expert Sponge

Untuk mendapatkan makeup yang flawless, kita butuh lebih dari sekadar jari untuk meratakan foundation. Percaya deh, hasil makeup dengan dan tanpa alat bantu itu sangat berbeda. Malahan, saking terbiasanya pakai alat bantu (semisal kuas atau sponge), saya kerap memilih nggak pakai foundation/BB cream sama sekali jika tidak pakai alat.

Apalagi kalau sudah mulai berurusan dengan dandan-mendandani orang lain. Di mana kita dituntut untuk lebih 'clean' dalam mengaplikasikan makeup ke wajah klien, tentunya alat bantu seperti kuas dan sponge mutlak diperlukan.

RT Sponge Dual-ended

Perkara menghasilkan makeup tampilan flawless belum selesai saat menghadapi dilema soal sponge mana yang cocok dan mudah dipakai di kulit. Saya sudah beberapa kali mencoba sponge mulai dari yang unbranded hingga yang harganya lumayan. Kesemuanya menghasilkan satu kesimpulan: yang punya brand terkenal cenderung lebih enak digunakan. Menurut saya, daripada membeli sponge dengan harga murah tetapi hasilnya so-so, mendingan investasi sedikit untuk membeli yang lebih terpercaya.

Kali ini saya ingin share review soal sponge dari Real Technique, berjudul Dual-ended Expert Sponge. Untuk menyingkat, selanjutnya disebut dengan sponge RT saja. Sponge ini harganya sekitar separuh dari harga Beauty Blender; si sponge yang legend itu.

Seperti apa kualitas sponge RT ini? Yuk simak.

Kemasan tampak luar

Saya sengaja membeli sponge yang dirancang untuk makeup yang coverage. Kenapa? Karena sponge ini memang saya niatkan untuk merias klien, sehingga makeup yang cover dan awet lebih disukai.

Sponge ini terdiri dari dua warna yang lucu, yang bikin siapapun yang memandang jadi ingin membawa pulang. Sisi bagian orange berbentuk agak papak di ujungnya; ini untuk memudahkan pengaplikasian foundation. Lalu sisi bagian pink digunakan untuk meratakan contour, highlight, dan blush on. Pokoknya dalam satu produk, sudah ada paket lengkapnya.

Jika kebanyakan sponge boleh digunakan dalam keadaan basah dan moist, produk sponge RT ini disarankan untuk digunakan kering. Namun meskipun begitu, saya tetap gunakan ini dalam keadaan basah sesekali.

kemasan tampak di baliknya

Kesan memakai sponge RT:

Sponge ini cenderung cukup keras saat dipakai kering. Sehingga untuk membuatnya menjadi empuk, saya kerap tambahkan semprotan air sedikit. Hasil makeup terlihat lebih halus dan pori-pori lebih tertutupi daripada menggunakan tangan. 

Jika dibandingkan dengan Beauty Blender, sponge RT masih kalah empuk dan fluffy. Sepertinya dalam hal ini 'ada harga, ada rupa'.

Perbedaan warna dalam sponge ini memang dibuat untuk kepentingan yang berbeda, namun sampai sekarang saya masih belum menemukan perbedaannya dari segi tekstur dan kepadatan. Jadi saya masih mikir ini hanya sponge sama yang diberi warna berbeda. Ini menurut saya lho.

Menurut label pada kemasan, gantilah sponge selama 1-3 bulan sekali. Namun bagi saya, selama sponge tersebut masih layak pakai semisal jarang digunakan dan sering dibersihkan, umur sponge akan lebih tahan lama.


dua warna

Siapa yang sebaiknya memiliki sponge ini:

- Kamu yang ingin hasil makeup yang coverage. Imbangi dengan foundation yang juga cover ya.
- Makeup artist yang ingin mencoba-coba sponge bermerek (karena Beauty Blender itu lebih mahal)
- Korban lapar mata melihat kombinasi warna orange-pink yang menggoda. Kalau begini saya tak bisa komentar apa-apa. XD

Jadi, apakah kamu tertarik menambah koleksi sponge RT di pouch makeup kamu?

@andhika lady maharsi

Sunday, May 28, 2017

[Review] Aishaderm, Perawatan Skincare Pertama yang Mengandung Ekstrak Kurma


Anyway, selamat bulan Ramadan, teman-teman semua. Semoga para umat Islam di manapun berada, bisa menjalani ibadahnya dengan baik dan sempurna. Buat yang tidak menjalankan ibadahnya, saya doakan semoga bisa ikutan merasakan indah dan damainya bulan suci ini.

Bagi saya sendiri, Ramadan adalah momen saat kita benar-benar diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Misalnya yang tadinya suka malas-malasan, jadi lebih rajin. Yang tadinya ogah bangun pagi, sekarang 'dipaksa' bangun pagi untuk sahur. Yang tadinya malas ibadah malam, sekarang juga dianjurkan untuk melaksanakan ibadah salat Tarawih. Yang tadinya jarang sedekah, sekarang jadi rajin dan semakin perhatian dan peduli dengan sesama.
Ramadan membuatmu lebih teratur dan disiplin dari biasanya. Harapannya, setelah digambleng selama sebulan, keteraturan dan rasa disiplin itu akan tetap dibawa seterusnya. Emm, kalau nggak lupa sih.
Well, masih kaitannya dengan puasa dan Ramadan, pastinya perawatan kulit juga nggak boleh ketinggalan dong. Apalagi saat puasa, di mana kita lebih sedikit mengonsumsi makanan dan minuman ketimbang hari biasa. Saat itulah kulit membutuhkan nutrisi lebih banyak dari biasanya.

Sekarang ada sebuah produk perawatan kulit yang dikhususkan untukmu yang membutuhkan nutrisi lebih untuk kulit. Selain cocok digunakan untuk para cewek baik Muslimah maupun bukan, kandungan kurmanya yang kaya vitamin C juga sangat bermanfaat untuk kulit.

Aishaderm Sahabat Muslimah

Aishaderm, kosmetik sahabat Muslimah

Varian Aishaderm

Aishaderm adalah kosmetik pertama yang menggunakan kurma sebagai komposisinya. Dibuat dengan teknologi tinggi dan sudah bersertifikat halal sehingga aman buat para Muslimah yang concern dengan kehalanan produk kosmetik. Ekstrak kurma mengandung asam folat, magnesium serta vitamin B6 yang bisa membantu melembapkan dan mencerahkan kulit.

Rangkaian perawatan kulit dari Aishaderm terdiri dari banyak varian, seperti Acne series, Anti Aging Series, Moisturizing Series, Cleanser, Sunscreen, VC Cream dan masih banyak lagi. Untuk mengetahui lebih jauh tentang Aishaderm dapat mengunjungi websitenya di sini. 

Adapun varian yang saya dapatkan di sini ada empat jenis:
1. Lightening Day Cream
2. Lightening Night Cream
3. VC Cream
4. Sunscreen


Lightening day cream

Adalah krim perawatan wajah yang dipakai di pagi hari sebelum beraktifitas. Produk ini sudah dilengkapi dengan perlindungan terhadap sinar matahari dan perawatan kulit. Teksturnya cukup lembut dan ada sedikit butiran halusnya. Aromanya tercium natural (seperti tidak ada tambahan wewangian), sehingga saya suka. Oh iya, buat yang belum tahu, saya cenderung kurang menyukai kosmetik yang wanginya berlebihan.

Lightening night cream

Adalah krim pasangan dari lightening day cream yang dipakai saat malam hari menjelang tidur. Waktu malam hari adalah saat di mana kulit sedang rajin-rajinnya berregenerasi. Oleh karena itu, nutrisi yang terkandung dalam krim malam juga dirancang untuk membantu proses ini. Ada yang bilang, untuk cepat merasakan efek perawatan kulit, jangan sekalipun skip pemakaian krim malam. Nah, ini ada benarnya juga lho. Saya pernah beberapa kali skip krim malam, dan nyatanya memang saat pagi hari, kulitnya terlihat lebih kusam dan nggak enak aja gitu rasanya.

Sunscreen cream

Untukmu yang perlu perlindungan ekstra terhadap sinar matahari -semisal banyak aktifitas di luar ruangan- jangan lupa tambahkan produk pelindung ekstra ya, misalnya sunscreen. Fungsinya adalah untuk mempertebal kulitmu dari efek sinar matahari. Untuk Aishaderm sendiri sudah ada produknya, namun sepertinya belum menyebutkan tingkatan SPF yang dimiliki. 

VC Cream

Nah inilah produk Aishaderm yang bikin saya tertarik. VC Cream! Ini adalah krim khusus yang memiliki kandungan vitamin C lebih banyak dari yang lain. Vitamin C punya faedah yang ajaib untuk samarkan noda hitam dan merawat kemudaan kulit. Makanya, kamu sering banget menemui produk anti penuaan yang dilengkapi dengan vitamin C. Mulai sekarang, kamu jangan jauh-jauh deh dari vitamin C. Konsumsi semuanya, terutama dari yang alami seperti buah-buahan dan sayuran. Menambahkan produk yang mengandung vitamin C juga langkah yang baik untuk merawat kulitmu.


Adapun kekurangan produk ini yang bisa saya komentari adalah dari segi kemasan. Ada dua hal di sini: 
1. Tutup sekunder yang ada di dalam pot agak susah dibuka. Akan lebih baik kalau diberi semacam alat bantu (tonjolan atau sejenisnya) agar lebih mudah dibuka). 
2. Antara krim satu dan lainnya punya wadah yang identik (sama-sama tutup hijau dan ukurannya plek jiplek!), sehingga harus membaca label kemasan lebih dahulu untuk tahu ini krim pagi, ini krim malem, ini sunscreen, dsb. Takutnya kalau labelnya terhapus, bisa salah pakai krim malam jadi krim pagi kan bahaya. Saran untuk Aishaderm agar bisa membedakan kemasan krim satu dengan lainnnya agar tidak bingung.

Secara umum, produk Aishaderm itu menjawab keinginan banyak Muslimah akan kosmetik yang halal dan aman digunakan. Selain untuk mengenalkan produk ini, saya juga mengajak para Muslimah untuk memakainya juga. Karena produk ini adalah produk Indonesia berkualitas, halal, dan memang terbukti bermanfaat. Lagian, kalau ada yang halal, kenapa mencari yang syubhat?




Aishaderm
Demikian review singkat soal kosmetik perawatan wajah Aishaderm ini. Untuk mendapatkan produknya, kamu bisa kunjungi Kimia Farma terdekat di kotamu. Gampang kan?

Salam,

@andhika lady maharsi

Wednesday, April 12, 2017

[Jogja Getaway] Noe Coffee Jogja. Kafe Baru yang Menawarkan Sesapan Kopi yang Nikmat di Jantung Kota Pelajar

Favorit Noe, Cappucino

Kopi dan saya, adalah hal yang tak terpisahkan. Sedari dulu saya gemar minum kopi. Apalagi kalau kopinya dibuat dengan penuh cinta oleh Ibu di rumah. Yang kemudian disajikan untuk Bapak, lalu Lady kecil nyeruput kopi punya Bapak sampai tahu-tahu mau habis. Hihihi. Hayoo, pada ngaku nggak, kalau suka ngincip kopi punya Bapak di rumah?

Begitupun ketika beranjak merantau, saya masih suka dengan kopi. Baik itu kopi tubruk, kopi instan ala-ala, permen rasa kopi, kopi susu dan aneka penganan dari kopi. Belakangan agak kurang menyukai kopi instan sebab kerap bikin sakit perut. Alhasil, saya lebih sering meminum kopi tubruk dan mencampurnya dengan susu.

Namun sayangnya, tubuh saya bukanlah tubuh yang ramah dengan kafein. Artinya, kalau dosis kopi yang saya minum kebanyakan, apalagi yang tipe espresso, dijamin saya bisa tidak tidur dua hari. Hehe lucu yah, suka kopi tapi tubuhnya nggak tahan kopi.

Oleh karena itu, saya mengakalinya dengan minum kopi jarang-jarang atau memesannya dalam dosis kecil saja. Cukup 2-3 gelas seminggu saja cukup. Kecuali kalau lagi pingin ya lebih-lebih dikit bisa lah.

Red velvet

Nggak cuma soal bikinnya, saya juga gemar nongkrong di kedai kopi. Apalagi jika kopinya enak dan baristanya ganteng. Biasanya saya sambil membawa laptop dan bekerja atau menulis di sana. Duduk di kedai kopi itu membuat saya merasa harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Pasalnya saya membayar untuk secangkir kopi dan camilan. Artinya, apa yang saya lakukan harus benar-benar produktif. 

Berbeda dengan bekerja dari rumah, yang mana karena tempatnya terlalu pe-we dan makanan sudah siap tersedia, saya jadi suka buang-buang waktu dan kerjaan jadi nggak selesai-selesai. Untuk itulah saya lebih suka bekerja di luar, saat ada kopi hangat terhidang di depan saya.

Carbonara pemuas lapar

Untungnya, masyarakat Jogja tak perlu khawatir lagi soal kedai kopi yang enak. Ada banyak tersebar di kota ini, bervariasi di setiap sudut kota, baik soal rasanya. Salah satu favorit saya adalah Noe Coffee yang baru bukaan minggu lalu. Tempatnya mudah dicapai di jantung kota Jogja, cukup melangkah ke luar Galeria Mal saja. Dari stasiun Lempuyangan pun dekat banget, cuman 10-15 menit jalan kaki.

Tempatnya juga nyaman dan cozy, cocok lah untuk kamu yang mencari tempat yang tenang untuk menuntaskan deadline dengan lancar. Wifi, jangan ditanya. Ada kok. Untuk kamu yang ingin berkumpul dengan komunitas atau teman-teman, Noe juga menyediakan ruangan VIP yang bisa memuat 10-15 orang yang bisa untuk meeting atau kumpul-kumpul.

Jangan kaget kalau begitu masuk ruang VIP, langsung disambut mural lucu seperti ini:



Selain menawarkan aneka kopi dan makanan yang ditangani oleh barista dan koki handal, kamu juga akan dimanjakan dengan suasanya kafe yang instagram-able. Hampir di sudut manapun bisa dijadikan tempat foto yang lucu. Hanya saja, untuk mendapatkan foto yang bagus, kamu harus menyetting kamera yang bersahabat untuk cahaya redup, karena di kafe ini penerangannya cukup redup.

Ingin tahu bagaimana suasana Noe kafe ini? Simak sampai habis foto-foto saya ini yuk.


Partner


Bersama rekan blogger Dhewi, Amel, Nia, Dian, Saya, Pak Iwan
Ohya, ada promo khusus di Noe Coffee yang berlaku sampai akhir Maret lho. Kamu bisa mendapatkan diskon makanan 30% dan kompliment beli 1 minuman gratis 1. Ayo, kamu masyarakat Jogja atau sedang main di Jogja, buruan ke Noe Coffee.

Sunday, April 9, 2017

Drama Artikel Blog Hilang (dan Mengapa Kamu Perlu Sering Backup)

Percayalah, muka saya sekarang tidak se-happy ini
Kemarin ini, saya barusan mengalami kejadian yang menyebalkan terkait dengan blog. Pada suatu pagi yang terlihat biasa saja, tahu-tahu saya dihubungi oleh seorang kawan bahwa isi postingan blog jenganten.com menghilang bagai tanpa jejak. Kira-kira bentuknya seperti ini:



Hal pertama yang saya pikirkan saat itu adalah: kok bisa terjadi? Kenapa begini? Apakah otoritas Google yang melakukannya? Ataukah akun saya kena hack? Dan sebagainya. Pokoknya campuran antara marah, kesal, bingung, dan bete. Ditambah lagi, ternyata bukan cuma blog Jenganten saja yang postingannya menghilang, tetapi juga semua blog lain yang terkoneksi dengan akun saya pun hilang. Ada blog pribadi Sayap-sayap Mimpi, blog komunitas dan blog personal yang mana saya ikutan jadi admin di sana, juga terkena imbasnya.

Namun alhamdulillah, saya masih bisa masuk ke dashboard blogger sehingga kendali blog dan domain tetap bisa saya pegang. Pertanyaan saya bertambah lagi, bagaimana bisa sebuah akun blog atau email bisa menghilang begitu saja postingannya? Semakin bingung 'kan?

Lalu saya memutar otak untuk mencoba mengembalikan postingan saya yang menghilang. Ada sebuah backup-an, tetapi tahunnya tertulis 2015. Artinya, postingan setelah 2015 tidak bisa kembali (ini pelajaran buat kamu yang blogger, untuk sering-sering backup. Kalau perlu setiap ada postingan baru). Semakin terpukul lah saya, saat tahu bahwa postingan 2016-2017 hilang. Padahal di sana da bermacam sponsored post, info review, dan macem-macem tulisan yang nilainya nggak bisa dikonversikan dengan uang.

Dalam kalut kebingungan, saya mencoba Googling "cara mengembalikan postingan blog yang hilang". Alhamdulillah, saya nemu caranya dengan memanfaatkan cache browser, tetapi syaratnya harus ingat judul postingannya dulu. Nah, makin bingung 'kan? Mana mungkin saya mengingat seluruh artikel yang saya tulis selama dua tahun belakangan? Disuruh nginget-inget tadi pagi sarapan aja udah lupa. -___-

Alhasil, saya bisa terbantu dengan folder-folder foto blog yang saya simpan di laptop. Setidaknya, dengan melihat foto-foto tersebut, saya bisa mengira-ngira judul postingan apa yang pernah ditulis. Dan alhamdulillah, dengan sedikit niat dan kesabaran (karena harus dicoba satu per satu), saya berhasil mengembalikan 51 tulisan yang menghilang dengan memanfaatkan cache (tutorialnya silakan cek di link di atas ini yah). Tapi sayangnya, kembalinya postingan pun nggak diikuti dengan kembalinya komentar, label, dan page-view setiap postingan. Saya kehilangan semua itu. Sedih ya? Iya, sedih banget.

Parahnya lagi, link untuk menuju postingan hasil restore berbeda dengan postingan lawas. Yang artinya, SEO Google belum serta merta meng-indeks secara otomatis. Belum lagi kalau dinilai Google sebagai spamming karena mem-posting puluhan artikel dalam sekejap (ya Allah semoga ini nggak terjadi yah).

Ini pelajaran buat saya sendiri, untuk sering-sering maintenance blog. Tidak hanya soal rutin posting saja, tetapi juga soal keamanan dan rutinitas backup. Ini penting lho, buat kamu yang blogger juga perlu melakukan ini.

Memang yang namanya blog itu bisa hilang sewaktu-waktu. Entah karena hack, server jebol, ataupun masalah-masalah lain yang tidak terdefinisi. Untuk itulah penting banget untuk mengantisipasi hal-hal yang bersifat tragedi. Tapi yang paling penting adalah branding sebagai blogger bukan hal yang bisa hilang begitu saja akibat hilangnya sebuah blog. Kalau circle kamu atau pembaca blogmu sudah terlanjur mengenalmu sebagai blogger, perkara membangun blog baru harusnya bukan masalah bukan?

Demikian curhatan Lady kali ini. Semoga kejadian ini nggak menimpa kamu yah. Dan teruslah berhati-hati. Rutin ganti password dan backup adalah koentji.

Backup, backup, backup!

@andhikalady


Saturday, April 8, 2017

[FOTD] [Film] Game of Thrones, Lyanna Stark

Tidak ada yang lebih menyedihkan dalam menjalani tahun ini selain mengetahui bahwa Jon Snow telah ditusuk dadanya dan (sepertinya) mati di akhir musim lima. Sungguh, Jeng. Sediiiihh banget! Jon Snow adalah tokoh yang paling difavoritkan di musim lima. Kita para pecinta Game of Thrones harus menunggu setahun lagi untuk benar-benar memastikan bahwa Jon Snow itu nggak mati ditusuk. Mbok yao daripada ditusuk dadanya, mending dadanya itu buat sandaran saya gitu loh. 

Kamu yang nggak ngikutin serial Game of Thrones, tentu nggak bakal mengerti kesedihan ini. Baiklah, saya akan ceritakan sedikit soal serial Game of Thrones. Kisah ini adalah tentang perebutan takhta dari banyak keluarga/houses di kerajaan Westeros. Setiap house merasa punya hak masing-masing untuk menduduki The Iron Throne. Mereka berebut takhta dengan caranya masing-masing. Ada yang pakai cara licik, ada yang pakai sihir, pakai uang, pakai naga, pakai tipu-tipu, bahkan perang. Tidak ada norma yang jelas di dunia Westeros, sehingga kita sebagai penonton pun akan kesusahan memutuskan bahwa tokoh A itu baik, tokoh B itu jahat, tokoh C baik, dst. Baik atau jahat, sebaiknya tak usah kamu pikirkan ketika menikmati serial ini. Karena bisa jadi di musim pertama, tokoh J jahat banget sampai mendorong anak kecil sampai cacat. Tau-tau di musim empat si tokoh J malah jadi sosok penyelamat dan jadi baik. 

Kalau ditanya tokoh utamanya siapa sih, di serial ini. Saya nggak bisa menjawab karena setiap tokoh punya porsi penting yang sama dan merata. Tinggal tergantung kamu mau memfavoritkan yang mana. Tapi hati-hati, seringkali tokoh yang sudah kita favoritkan tau-tau mati. Seperti nasib Jon Snow. Hiks.

Dari sekian banyak tokoh, salah satu yang saya favoritkan adalah Lyanna Stark. Dia justru nggak pernah muncul di serial TV. Namanya hanya beberapa kali diselipkan dalam percakapan tokoh-tokoh Game of Thrones. Tapi jangan salah, The Wolf Girl ini merupakan tokoh wanita penyebab utama peperangan yang mengakhiri tirani dinasti Targaryen. Namanya perang, pasti kalau nggak merebutkan harta, tahta, ya wanita. Jika harta yang diperebutkan adalah harta seluruh kekayaan Westeros, tahta adalah The Iron Throne, maka wanitanya adalah Lyanna Stark.

Sumber
Lyanna dikisahkan memiliki pribadi yang keras kepala, ambisius, pemberani, dan pembela kaum lemah. Di sisi lain, dia dikenang sebagai wanita yang cantik sekali dan menyukai bunga winter rose. Sejak kecil, Lyanna dijodohkan dengan Robert Baratheon yang kelak menjadi raja. Namun Lyanna sudah menunjukkan tanda ketidaksukaannya pada Robert. Katanya meskipun Robert jatuh cinta setengah mati kepada Lyanna, itu tak akan membuat Robert menjadi setia. 

Pada suatu hari saat turnamen Westeros diadakan, Lyanna bertemu dengan Rhaegar, si putra mahkota dari klan Targaryen. Lalu Rhaegar secara spontan menyukai Lyanna dan memberikan gelar The Queen of Beauty. Hal ini menyebabkan kecemburuan dari Robert Baratheon. Lalu meletuslah perang. Yang menang Robert Baratheon. Lalu Robert Baratheon menjadi raja. Tetapi Lyanna meninggal karena diculik Rhaegar. Rhaegar mati dalam laga melawan Robert. Seluruh klan Targaryen mati atas perintah Robert. Targaryen yang tersisa adalah Viserys dan Daenerys yang diselamatkan duluan ke seberang pulau. Ke depannya, Daenerys membangun pasukan untuk merebut tahta Iron Throne. Robert menikahi Cersei Lannister. Tetapi Cersei malah berselingkuh dan punya anak ilegal dari hubungan insec. Lannister juga secara licik ingin menduduki Iron Throne. Stark yang dalam sejarah punya reputasi baik sebagai penjaga negeri Utara, harus ikut-ikutan dalam perpolitikan perebutan tahta. Pucing pala belbi kalau nerusin ini cemua. Chaphekk. Tonton cendili ajah yah.

Rasanya kurang jika harus menulis tentang Game of Thrones dalam satu postingan. Lebih pas kalau direview bukunya di Besok Siang kali ya? Jeng Arum, kapan draftnya dipublish? #eh

Ini saya pura-puranya FOTD jadi Lyanna Stark dengan signature-nya. Winter rose crown.


Bagi yang tanya tokoh siapa yang saya tiru di sini, saya sekalian mengenalkan Lyanna Stark pada kalian semua. Wanita tanpa rupa, fiksional, bahkan wajahnya tak pernah dimunculkan di serial TV. Namun efek yang ditimbulkan oleh seorang wanita bernama Lyanna Stark mampu menguncang perpolitikan dunia Westeros selama beberapa dekade ke depan. Siapa tokoh Game of Thrones favoritmu?

Sumber:



[Event] Hectic Weekend, Hayyana, dan Makeup Job

Lady Scarlett o'hara
Hal yang paling mewah dari akhir pekan adalah keluangan waktu yang tak kamu dapatkan di hari biasa. Ini ngomongin khusus buat orang-orang yang kerja kantoran Senin sampai Jumattentu saja. Kamu-kamu yang freelance, atau punya kesibukan yang nggak tergantung waktu dan hari, jelas susah untuk bisa merasakan kemewahan ini. Saya yang kebetulan adalah tipe 8.00 to 16.30 5/7, merasakan dengan nyata bahwa akhir pekan adalah berkah. Di akhir pekan, saya bisa piknik, ngerias, dolan, main, tidur, nyuci baju, kulineran, ke pantai, olahraga pagi, mudik ke kampung halaman, dan bikin post tentang ke-hectic-an akhir pekan kemarin.

Event Hayyana Grand Launching


Diawali dengan dateng ke acara Hayyana Grand Launcing di Prambanan pada Jumat malam. Jadi, saya dan beberapa teman blogger Jogja Solo; LadyponNita, dan Cleo diundang untuk menyaksikan grand launching Hayyana Skin Care. Acaranya terbilang cukup mewah karena mengundang Sultan Yogyakarta dan kelima putrinya, penyanyi Lea Simanjuntak juga mengisi acara, lalu diadakan di Prambanan Ballet Outdoor, dan meriah dengan penampilan tari-tarian dan teater. Kurang mewah apalagi coba? FYI, tiket masuk ke Prambanan Ramayana Ballet Dance itu paling murah seratus lima puluh ribu.

Saya dan temen-temen blogger. Ladypon, Nita, dan Puspararas.
Hayyana adalah produk skincare yang dibuat oleh produsen asli Yogyakarta menggunakan bahan dasar Kepompong Emas. Bukan sembarang produsen asli Yogyakarta, Jeng. Tetapi pemiliknya sendiri adalah Gusti Bendoro, alias putri Sultan itu sendiri. Bahan yang dipakai adalah resep warisan kecantikan putri keraton sejak jaman dahulu digabungkan dengan teknologi produksi modern sehingga menghasilkan produk yang bisa dibeli di pasaran. Produk keluaran keraton, harusnya sih nggak diragukan lagi ya? Ini sebentar lagi bakal saya review lengkap kok. Tunggu saja ya:)

Rias Job Buku Tamu

Lalu hari berikutkan, saya dan temen-temen MUA(h) Jogja diperbantukan untuk merias dan memasang baju adat di acara pernikahan. Seru juga nih, ikutan dalam tim makeup. Ini pertama kali saya gabung di tim rias. Mendandani banyak orang dengan waktu dibatasi itu hore banget. Pantesan makeup artist bayarannya mahal. Baru segini saja saya sudah merasa kecapekan. Ya namanya juga masih belajar ya? Untuk informasi lebih banyak soal MUA(h) untuk kawasan Jogja, cek di Instagram ini ya.


Acaranya nggak cuman ngerias dan updo saja, tetapi juga memasangkan kain beskap ke cowok-cowok among tamu ini. Pengalaman ngerias di tari Bali ternyata ada gunanya juga. Saya bisa mengetahui lilitan dan penitian yang tepat supaya beskap tidak melorot. 



Rias Prewedding & Pantai Parangkusumo

Yang terakhir, saya kembali lagi ngerias untuk prewedding loh! Tapi sekarang outdoor loh! Lokasinya di Parangkusumo. Di sana ada semacam hutan pinggir pantai yang suasananya fairytale banget. Tidak ada satupun permukaan tanah yang tampak. Semuanya terutupi daun kering. Pohon-pohon di sana tumbuhnya juga nggak wajar. Ada yang mlengkong ke kanan, ke kiri, jatuh, dll. Sayang banget ilmu perbendaharan saya tentang jenis-jenis pohon itu buruk sekali, sehingga saya nggak tau itu jenis pohon apa. Hehe.



Nggak perlu berpikir dua kali untuk memutuskan akan prewedding di sini.
Rekan fotografernya suportif banget dalam mengarahkan gaya dan mengambil foto. Tau nggak, mereka bisa sampe manjat pohon dan tidur-tiduran untuk mengambil angle yang pas. Rasa respek saya terhadap profesi fotografer langsung naik seketika.


Foto-foto di atas adalah foto amatir saya pakai kamera handphone. Kalau foto yang profesional dari fotografer, saya belum dapet. Tunggu saja, insyaAlloh saya akan share hasil akhirnya, plus info dan link sang fotografer. 

Hecticnya minggu kemarin itu nggak cuma kegiatan tiga ini. Tapi juga diselingi kondangan, syawalan, dll. Badan langsung tepar seketika itu. Namanya juga cari ilmu dan pengalaman, kiranya harga yang saya berikan itu tak seberapa dibanding hasil yang saya dapat. :D




Ads