Follow Us @andhikalady

Friday, October 13, 2017

[Tips] Kreasi Bibir Ombre dengan Lip Cream Hi-Matte Purbasari

October 13, 2017 2 Comments
Gimana sih, rasanya saat kamu ingiiiin beli lip-cream; tetapi saat belum jadi beli, eh sudah di-endorse duluan sama empunya lip-cream? Happy banget ya pastinya. Inilah yang terjadi sama saya. Alhamdullah bangett....

Jadi ceritanya, saya sudah punya wish-list produk lip-cream Purbasari sejak lama. Sebabnya, banyak teman-teman baik dari MUA maupun ciwi-ciwi suka lippenan suka banget ngobrolin merek ini. Bahkan di beberapa kesempatan, produk Purbasari lip-cream sudah habis duluan di toko, sebelum saya sempat membelinya. Nah, untungnya kali ini saya berkesempatan mencoba kelima varian lip-cream Purbasari lengkap dengan produk bedak padatnya. Gimana ceritanya, yuk baca sampai habis.

Setelah launching produk perawatan tubuh Zaitun Series, kini Purbasari mengukuhkan dua produk: Oil Control Matte Powder, dan Hi-Matte Lip Cream. Untuk me-launching produk terbaru mereka, Purbasari mengadakan roadshow di beberapa kota di Indonesia. Salah satunya di Jogja, tempat saya tinggal. Seminggu kemarin, dalam acara Beauty Fest di Hartono Mal, Purbasari mengadakan pengenalan produk bedak padat dan lip-cream sekaligus beauty class bersama BA Purbasari.

Baca juga: [Review] Purbasari Zaitun Series - Olive Oil. Siasat Jitu Atasi Kulit Kering dalam Sekejap


Oil Control Powder

Dalam acara yang juga didatangi oleh komunitas Jogja Bloggirls tersebut, Purbasari mengenalkan dua produk terbarunya yang bertajuk Meet Your True Matte. Di sana dijelaskan tentang produk bedak padat dan lip-cream Purbasari yang sudah duluan terkenal dan menjadi perbincangan para beauty enthusiast di Indonesia. Ya, siapa sih yang nggak tahu lip-cream Purbasari?

Bagaimana sih, produknya? Yuk simak sama-sama.

Produk Purbasai Matte

Purbasari Oil Control Matte Powder Hydra Series

Sesuai namanya, produk Oil Control Matte Powder digunakan untuk mengontrol minyak berlebih di wajah. Kemasannya berwarna hitam khas Purbasari, dan datang dengan dua varian warna:

Honey Beige: mengandung tone kuning yang dapat digunakan pada kulit dengan warna hangat.
Natural: mengandung tone pink dingin yang dapat digunakan pada kulit dengan warna dingin.

tampak belakang bedak

dua varian warna bedak Purbasari Oil Control Matte Powder
Warna yang cocok di kulit saya adalah Honey Beige, karena kulit saya sekarang cenderung kekuningan. Sebetulnya warna Natural juga masuk, tetapi jadinya warna kulit wajah tampak lebih putih dibandingkan dengan tangan. Sehingga, saya lebih memilih warna Honey Beige untuk sehari-hari.

Lalu, untuk shade Natural-nya di kemanakan? Sukses masuk box makeup di dunia per-MUA-an Jenganten. Kan pasti akan berguna kalau ketemu klien yang punya warna wajah cool pink.

Sesuai namanya, produk bedak Purbasari ini cukup bisa menahan minyak berlebih di wajah saya. Karena termasuk pemilik wajah berminyak, bedak ini sangat membantu banget dalam keseharian. Selain ringan dan mudah mengontrol minyak, bedak ini juga biasa saya pakai sendiri tanpa dasaran BB Cream atau Foundation dahulu. Tetep bisa 'nahan' kok.

Purbasari Hi-Matte Lip Cream

Varian Purbasari Lip Cream Matte
Nah, inilah yang ditunggu-tunggu. Sebelum diluncurkan secara resmi, Purbasari Hi-Matte Lip Cream sudah banyak diperbincangkan di mana-mana. Apalagi semenjak kepopuleran lipstik Matte Purbasari yang lebih dulu terkenal. Merek Purbasari seakan mengemuka, tidak hanya sebagai produsen kosmetik lulur saja, tetapi juga unggul di makeup.

Baca juga: [Review] Purbasari Lipstick Color Matte No. 90

Kemasan Hi-Matte Lip Cream ini sangat membantu dalam memilih warna, karena botolnya yang transparan. Kalau saya pribadi sih suka banget, daripada kemasan lip-cream yang cenderung rapat sampai tidak kelihatan warna isinya.

Tekstur Purbasari Hi-Matte Lip Cream ini creamy dengan kecenderungan padat. Sekilas mengingatkan saya pada produk lip-cream NYX yang mana harganya satu setengah kali lipatnya Purbasari. Soal hasilnya juga saya kasih rate 8/10 karena saking sukanya.

Jadi, jika saya deskripsikan, Hi-Matte Purbasari itu punya coverage yang tinggi di bibir, nggak transfer, nggak membuat kering dan warnanya vibrant. Kamu yang punya warna bibir kehitaman, akan sangat cocok menggunakan Hi-Matte Lip Cream karena kulit akan tertutup dengan sempurna. Overall, Hi-Matte Lip Cream Purbasari tidak membuat kulit bibir saya kering sampai ngeletek-ngeletek

Selain kelebihan di atas, Purbasari Hi-Matte Lip Cream juga tahan lama dipakai seharian tanpa cracky. Namun di balik kelebihannya yang tahan lama, lip-cream ini sayangnya agak susah dibersihkan dalam sekali usap. Jadi, kalau membersihkannya kurang benar, dapat meninggalkan stain yang cukup mengganggu di bibir.

Untuk warnanya, ada lima shade:

1. Vinca: berwarna nude pucat
2. Azalea: berwarna nude agak peach
3. Lantana: berwarna pink dengan semu cokelat
4. Zinnia: berwarna pink sempurna
5. Freesia: berwarna merah

Adapun favorit saya adalah Azalea, karena warnanya cukup wearable dipakai sehari-hari. Namun untuk variasi, saya juga suka membuat kreasi bibir ombre dengan memadukan warna-warni Purbasari Hi-Matte Lip Cream. Untuk dasarannya saya memakai shade Vinca. Mau lihat hasilnya, ini dia...

No 1 Vinca + No 2 Azalea


No 1 Vinca + No 3 Lantana


No 1 Vinca + No 3 Zinnia


No 1 Vinca + No 4 Freesia


Yang di atas ini hanya empat dari sekian pilihan kreasi warna bibir ombre Purbasari Hi-Matte Lip Cream. Kamu tentu saja bisa mengkreasikannya sesukamu, bahkan dalam demo makeup kemarin, lip-cream ini dapat digunakan sebagai eyeshadow dan blush-on lho.


Anyway, special thanks to:

@jogjabloggirls
@purbasariid
@purbasarimakeup

Salam,
@andhikaladyinstagram.com/andhikalady

Monday, October 9, 2017

[Review] Sunscreen Anti Sumbat Pori, Naavagreen Tirai

October 09, 2017 6 Comments
Mencegah kulit mengalami penuaan dini merupakan hal yang diinginkan setiap cewek. Di usia 25an ke atas, agaknya hampir semua cewek sudah mulai sadar adanya perubahan-perubahan pada tubuh mereka. Terutama bagian kulit. Tadinya mungkin kita mengabaikannya, tetapi perlahan tanda-tanda itu mulai kerasa. Misal nih, yang paling gampang diamati adalah garis mata saat kita tersenyum. Ujung luar mata jadi semacam bertambah garisnya. Tanda lain adalah urat-urat pembuluh darah yang mulai jelas terlihat di punggung tangan. Rasanya jadi ingin kembali ke 17tahun kalau begini.

Sedih? Karena tubuh mulai memperlihatkan tanda-tanda penuaan? Nggak usah khawatir, menua adalah hal yang wajar dan alamiah kok. Justru saat kita dianugerahi penuaan, artinya kita masih dikasih keberuntungan hidup.
"Some day, if you're lucky, you'll wake up and realize you're old" ~ Oberyn Martell
Ngomong-omong soal penuaan, ada kok cara agar menua secara elegan. Salah satunya adalah dengan merawat kulit sebaik-baiknya. Tujuan dalam memberi perlindungan dan nutrisi yang baik untuk kulit adalah agar saat kita tua nanti, kulitnya nggak ngenes-ngenes amat.

Well, untuk itulah kamu perlu menginvestasikan skincare kamu dalam bentuk (salah satunya) sunscreen. Sunscreen akan melindungi kulitmu dari paparan sinar matahari, di mana ia merupakan salah satu penyebab menurunnya elastisitas kulit.

Naavagreen tirai


Sunscreen vs Sunblock

Bisa dibilang, pemakaian sunscreen itu wajib hukumnya. Meski kamu memakai produk skincare sebagus apapun, kalau perlindungan ini kamu abaikan, perawatanmu akan sia-sia. Pada dasarnya, ada dua jenis perlindungan terhadap matahari, yakni suncreen dan sunblock.

1. Sunscreen

Atau bisa juga disebut tabir surya, merupakan calir raga pelindung dari sinar matahari. Cairan sunscreen akan masuk ke dalam kulit, dan menyerap sinar UV sebelum merusak kulit. Tekstur sunscreen biasanya lebih encer dan ringan di kulit.

2. Sunblock

Memiliki kandungan mineral Zinc Oxide atau Titanium Dioxide yang membuat benteng pertahanan terhadap sinar matahari. Calir raga sunblock bisanya lebih kental seperti putih susu, dan digunakan untuk keperluan di mana pemakainya terpapar sinar matahari langsung.

Mana yang lebih baik, sunscreen atau sunblock? Pilih sesuai kebutuhan saja. Jika kamu tidak terpapar sinar matahari langsung, ada baiknya pertimbangkan untuk memilih sunscreen saja. Misalnya saya yang lebih sering bekerja di dalam ruangan ketimbang di luar, maka yang cocok untuk saya adalah sunscreen. Saat-saat tertentu jika saya akan lebih banyak terpapar sinar matahari, maka tinggal pakai sunblock saja.

Sunscreem
Banyak yang merasa bahwa pakai sunsceen itu ribet. Soalnya harus ditumpuk ulang setelah pakai pelembap. Belum kalau siang hari, musti retouch lagi, misalnya karena sudah terbasuh air. Padahal, justru tanpa suncreen, kerja pelembapmu akan kurang maksimal. Di saat pelembap/moisturizer harus menutrisi kulit, di saat itu juga dia musti menghalau sinar matahari. Nah, 'kan?


Produk Naavagreen Sunscreen Tirai

Produk sunscreen yang tengah saya pakai saat ini adalah dari Naavagreen. Sunscreen ringan yang cocok untuk diaplikasikan setiap pagi sebelum memakai bedak. Sebelumnya saya pernah melakukan perawatan facial di Naavagreen, dan waktu itu saya merasa cocok. Karena cocok itulah, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba produk sunscreen-nya.

Baca juga: [Treatment Review] Serunya Facial di Naavagreen

Di saya, sunscreen Navaagreen cukup ringan dan tidak lengket. Ini menguntungkan, sebab saya kerap merasa bahwa memakai sunblock kadang terasa tebal dan lengket (meskipun pada dasarnya sunblock memang dibuat agak thick karena dibuat untuk memberikan pertahanan pada kulit).

Selain ringan, produk ini juga cepat meresap ke kulit, meskipun sebelumnya telah memakai pelembap. Tinggal diangin-anginkan saja sebentar, kulit langsung terasa lembut tanpa adanya excess produk yang berlebihan. Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan menggunakan bedak atau BB cream untuk makeup. Namun untuk sehari-hari, saya lebih suka langsung pakai bedak saja, tanpa memakai dasaran terlebih dahulu.

Kemasan

Sunscreen Naavagreen datang dengan kemasan berbentuk pot yang cukup kecil untuk dibawa kemana-mana. Isinya 10 gram, cukup banyak untuk dipakai selama sebulanan. Selain itu, warna hijau pada kemasannya sangat segar banget. Kalau orang bilang, begitu lihat kemasannya saja sudah langsung tertarik.

Pada permukaan tutupnya, ada stiker bertuliskan 'TIRAI' yang mana ini merupakan padanan dari kata sunscreen. Jika kamu pergi ke Naavagreen, pasti deh selalu ada paket tirai di dalam rangkaian produk perawatan kulit kamu.

tekkstur

Soal hasilnya bagaimana?

Banyak yang mengira efek pemakaian sunscreen akan terasa secara instan. Padahal seperti di hampir semua skincare, efek pemakaiannya hanya akan terasa setelah berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Misalnya nih, kamu yang sedari dulu sudah terbiasa membersihkan wajah secara rutin, pasti akan sering terhindar dari jerawat 'kan?

Sama juga dengan sunscreen. Kamu pakai sekarang, efeknya itu masih nanti-nanti. Di antaranya adalah kulit masih terjaga dan segar meskipun sudah berusia. So, kalau kamu diiming-imingi krim malam anti aging, tetapi di siang hari kamu mengabaikan sunscreen/sunblock, jangan kecewa kalau krim ajaibmu tidak berefek apa-apa.

Naavagreen

Tentang Naavagreen

@andhikalady


Thursday, September 21, 2017

[Review] Sleek Highlighting Palette Solstice. Quad Hiliter yang Multifungsinya Jangan Ditanya Lagi

September 21, 2017 0 Comments
Memasukkan highlighter (atau di sini saya singkat menjadi hiliter) dalam kegiatan dandan dan merias adalah wajib hukumnya. Saya sudah membuktikan sendiri, bahwa sebagus apapun foundation, bedak, bahkan shading yang kamu pakai, akan berbeda banget kelihatannya saat di-finish dengan hiliter.

Fungsi dasar dari hiliter adalah memberikan kesan bercahaya di titik-titik wajah yang ingin ditonjolkan. Misalnya, tulang pipi, tulang alis, ujung hidung, sisi dalam mata, dan cupid's bow. Dengan penggunaan yang tepat, maka bagian-bagian kulit tersebut akan terlihat lebih 'bersinar' karena diaplikasikan bahan hiliter yang memang bersifat memantulkan cahaya.

Sebetulnya hiliter bisa kamu dapatkan alternatifnya pada eyeshadow berwarna terang seperti putih, silver, gold, dan sebagainya. Bisa juga dengan bedak shimmer yang punya tingkat keterangan di atas warna kulit. Namun, karena semakin majunya teknologi kosmetik, hiliter kini punya varian tersendiri yang terpisah dari eyeshadow dan bedak.

Banyak merek kosmetik, baik drugstore, hi-end, maupun lokal yang mengeluarkan produk hiliter. Tentunya, mereka semua menawarkan harga yang bersaing dengan manfaat yang beraneka ragam pula. Kali ini, produk yang ingin saya review, dan memang sudah kepengin dari dulu adalah Sleek Highlighting Palette Solstice.

Mengapa Sleek?

Sleek Solistice
Sleek Makeup
Pertama-tama, saya membutuhkan hiliter yang multifungsi. Kalau perlu yang bentuknya palet sekalian agar punya banyak pilihan. Kedua, prioritas saya dengan hiliter adalah untuk merias klien, bukan hanya dipakai sendiri. Ketiga, saya butuh produk ini cepat, kalau ada toko yang offline, maka akan saya buru. So, kalau ada produk yang bisa memenuhi kebutuhan saya yang tiga itu, Sleek adalah jawabannya.

Saya membeli Sleek ini di toko TWL di Ambarukmo Plaza.

Baca juga: [Review] Sleek Matte Me Party Pink

Isinya apa saja?

definisi produk di balik kemasan
pan
Sleek hiliter datang dengan empat pan produk. 2 baked powder, 1 cream, dan 1 shimmer. Keempatnya punya fungsi yang berbeda. Pun juga termasuk namanya yang unik lucu ala-ala istilah benda langit.

1. Ecliptic >> hiliter yang teksturnya cream, biasa dipakai untuk hiliter dalam dengan hasil yang lebih tahan lama

2. Hemisphere >> baked powder yang berwarna cold pink. Cocok untuk menimpa blush on di bagian pipi

3. Subsolar >> shimmer powder berwarna kekuningan.

4. Equinox >> baked powder berwarna peach


Baca juga: [Review] Emina Cheeklit Blush On Marshmallow Lady & Violet Berry


Kemasan?

kemasan belakang

Saat dibuka
Rasanya kita semua sepakat kalau kemasan Sleek Hiliter ini cuantik nanet! Mewah gitu lho. Warnanya keemasan sampai-sampai bisa dipakai ngaca. Memegangnya saja bisa bikin bahagia, apalagi memakai isinya. Isinya dilengkapi dengan kuas hiliter bawaan. Namun kalau di saya, tetap lebih suka kuas sendiri sih. Karena menurut saya kuasnya masih terlalu besar.

Saya suka memakaikannya untuk klien, baik di bagian pipi, tulang mata, hingga untuk bagian dalam mata. Menurut saya pigmentasinya cocok banget untuk sebuah hiliter. Tidak terlalu thick seperti eyeshadow, juga tidak terlalu sheer seperti bedak. Jadi, sangat cocok lah.

Kekurangan produk ini menurut saya cuma satu: susah diblend. Saya pernah mengoleskannya di pipi dengan jumlah yang cukup banyak, lalu diblend, ternyata prosesnya lama banget sampai-sampai saya harus re-apply bedak lagi. Artinya produk ini cocoknya dipakaikan sedikit demi sedikit pakai kuas kecil secukupnya.

Well, berati saya nggak bisa memprediksi ini habisnya kapan. Kayaknya sih nggak habis-habis trus sudah kadaluarsa duluan. Hoho.

Komentar keseluruhan

Menurut saya, Sleek hiliter ini membantu banget dalam proses rias-merias saya. Multifungsi, bisa dipakai di banyak tempat, pun juga bisa diaplikasikan di leher dan bagian-bagian yang membutuhkan perhatian khusus. Selain itu, kemasannya yang elegan memang bikin jatuh cinta. 

Di bawah ini saya memakaikan Sleek hiliter di wajah saya dan Erny Kurnia. Bagaimana, cucok markochok kan?

Lady

Erny

Monday, September 18, 2017

[Review] Purbasari Zaitun Series - Olive Oil. Siasat Jitu Atasi Kulit Kering dalam Sekejap

September 18, 2017 15 Comments
Kalau mendengar merek Purbasari, yang pertama teringat adalah soal lulur-lulurnya yang sudah dikenal duluan. Mulai dari aneka lulur bengkuang, lulur pemutih, hingga tagar "Lulur Mandi yang Gambarnya Putri Raja" langsung teringat jelas. Waktu itu, memakai lulus Purbasari merupakan kemewahan tersendiri, apalagi saat itu belum banyak merek-merek yang memproduksi lulur mandi. Saat lulur Purbasari keluar, saya termasuk orang-orang awal yang memakai lulur ini lho.

Namun, sepertinya Purbasari tak hanya berkutat pada satu varian kosmetik saja. Baru-baru ini, mereka merilis produk lip-cream matte yang animonya cukup laku di pasaran. Ngaku saja deh, pasti kamu termasuk salah-satu di antara manusia yang kesengsem sama shade lip-cream atau lip-matte Purbasari, 'kan?


Purbasari Zaitun Series

Nah kali ini, Purbasari agaknya ingin mengukuhkan kembali sebagai jajaran merek kosmetik Indonesia yang memproduksi lulur unggulan. Adalah varian Zaitun yang dijadikan tajuk dalam tiga varian produk terbarunya: Lulur mandi, hand & body lotion, dan sabun mandi. Produk dengan bahan zaitun ini dikhususkan untuk merawat kulit kering & kasar. Jadiii, kalau kamu punya problem kulit bersisik dan mudah pecah-pecah, memilih Purbasari Zaitun merupakan solusi yang tepat.

Meski begitu, bukan berarti kamu yang kulitnya baik-baik saja tidak perlu merawat kelembapan kulit lho. Justru apapun kondisi kulitmu, tetap harus dirawat sebaik-baiknya agar tidak timbul masalah di kemudian hari. Memang siapa sih, yang mau kalau punya kulit kering bersisik dan keriput dini?

Jadi yuk mari kita bahas satu-satu, sesuai urutan perawatan tubuh: Sabun mandi - lulur - lotion

Purbasari Zaitun - Olive Oil Soap. Rp 5.000,00

Purbasari Zaitun Soap
Sebagai manusia berperadaban, tentunya kita nggak terlepas dari pemakaian sabun saat mandi. Purbasari soap ini mengandung ekstrak zaitun dan bengkoang yang berfungsi ganda sebagai pelembap dan pencerah.

Kalau menurut saya sendiri, Purbasari Zaitun memiliki wangi yang enak dan nyaman. Selain itu, wanginya cukup awet untuk ukuran sabun mandi batangan. Cocok untuk digunakan ssehari-hari.

Purbasari Lulur Mandi Zaitun - Olive Oil. Rp 10.000,00 (125 gr), dan Rp 18.000,00 (235 gr)

Lulur mandi Purbasari

Buat saya, varian lulur mandi ini adalah produk unggulan dari Purbasari zaitun series. Butiran lulurnya sedang, dan ampuh membersihkan kulit mati secara optimal. Tidak terlalu kecil, juga tidak terlalu besar sehingga aman untuk kulit yang lebih sensitif. Lulur ini juga disarankan untuk dipakai setiap hari sebagai pengganti sabun, untuk mendapatkan hasil maksimal.

Tapi agak sayang sih, kalau dipakai setiap mandi. Selain kulit kita nggak butuh untuk dilulur setiap saat, juga perlu untuk mengimbangi perawatan kulit dengan sabun zaitunnya. Jadi sebaiknya diselang-seling antara sabun zaitun dengan lulur mandi Purbasarinya.

Aromanya pun enak dan bikin nyaman. Oh iya, saya kagum sama Purbasari; bisa gitu, bikin ramuan lulur yang bisa awet wanginya di badan. Kalau kamu mau wangi lebih lama, rasanya cocok sekali kalau pilih Purbasari Zaitun ini. Di badan saya, semburat wangi zaitunnya masih terasa hingga 3-4 jam setelah mandi.

Tekstur Zaitun Lulur
Oh iya, saya pernah mendengar ada yang meluluri wajahnya dengan lulur mandi untuk badan. Memang tidak ada yang salah, bahkan Purbasari sendiri pun tidak pernah melarang penggunanya untuk memakaikan lulur mandinya ke wajah. Namun saya tetap menyarankan untuk hindari penggunaan produk tubuh ke wajah deh. Selain karena ramuan dan formulanya sudah beda, lebih baik tetap memakai produk scrub yang dikhususkan untuk wajah untuk mengurangi risiko iritasi.

Purbasari Hand & Body Lotion Zaitun - Olive Oil. Rp 10.000,00 (100 ml) dan Rp 15.000,00 (220 ml)

Body lotion Purbasari
Tak lengkap rasanya memakai rangkaian perawatan sabun dan lulur, tanpa menuntaskannya dengan body lotion perawat kulit. Sia-sia jadinya, kalau kulit sudah dibersihkan, tetapi lupa dinutrisi. Untuk itulah kamu perlu menambah rangkaian perawatan kulit dengan Body Lotion Purbasari Zaitun. Tanpanya, kulitmu cuma mendapatkan bersih dan wangi doang, tanpa perlindungan dari sinar matahari.


Calir raga ini dilengkapi dengan tabir surya yang mampu melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Tahu nggak, merek calir raga yang melembapkan sekaligus memberi perlindungan dari sinar matahari itu jarang lho. Untuk itu, Purbasari ini fungsinya ganda dan langsung bikin saya jatuh cinta. Apalagi aromanya yang ringan dan teksturnya yang mudah meresap ke kulit.

FYI, saya pribadi lebih menyukai calir raga yang aromanya ringan dan tidak menyengat. Kalau kamu ingin produk yang berwangi tajam mungkin akan kurang suka. Namun, sejauh saya pakai dalam satu rangkaian dengan lulur, calir raga ini mampu memberi perawatan ekstra dengan wangi yang lebih tahan lama.

Kalau saran dari saya, pakai Purbasari Lotion Zaitun dua kali sehari sehabis mandi. Rutinkan selama 7 hari, niscaya sudah terlihat hasilnya.

Varian Purbasari Zaitun-series
Baik kemasan lulur maupun lotion, mereka datang dengan aneka ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk lulurnya, terdapat kemasan mini 125 gram yang dapat kamu pakai untuk traveling. Pun juga dengan lotion-nya yang punya kemasan varian 100 ml yang bisa dibawa ke mana-mana tanpa perlu memenuhi tas. Sedangkan untuk lulur kemasan 235 gram dan lotion 220 ml bisa kamu gunakan sehari-hari di rumah.

Untuk mendapatkan produk ini, kamu bisa membelinya di toko-toko atau toserba di kotamu. Nggak sulit kok. Nggak perlu PO ataupun menunggu kiriman. Di Jogja sendiri kamu bisa mendapatkannya di Carrefour, Ramayana, Superindo, Giant, Lotte Supermarket dan toko kosmetik di Jogja. Kalau mau online, juga sudah ada di Blibli, Tokped, Shopee, Bukalapak, dan lain-lain. Intinya, produk Purbasari Zaitun Series sudah banyak tersedia di mana-mana.


Jadi, sudah memutuskan untuk memakai Purbasari Zaitun Series?

@andhikalady

Tuesday, September 12, 2017

[Jenganten X Tosave] Pelesir ke Pantai Menganti

September 12, 2017 2 Comments
Setidaknya ada 4 hal yang membuat saya suka sama pantai:

1. Bau udaranya amis-amis segar gimanaa gitu
2. Satu-satunya tempat di mana kita bisa memandang sejauh mata melihat
3. Tidak ada angin yang berhembusnya kayak di pantai
4. Dan A-Z alasan yang membuat saya sampai nggak percaya ada orang yang nggak suka dengan pantai

Selama sebulan terakhir ini, saya ke pantai Menganti, Kebumen sebanyak 2 kali. Kali pertama karena kebetulan lewat area sini pas melalui jalan jalur selatan Jogja-Cilacap. Kali kedua karena berhasil meracuni Bapak untuk pelesir ke sana dengan membawa segenap keluarga, pokoke udah kayak tulisan di bawah "turut mengundang" deh.

Sekilas soal pantai ini, Menganti berada di bagian selatan-barat kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Sementara rumah ortu saya di Cilacap bagian timur, sehingga untuk menuju ke pantai Menganti lumayan dekat meski harus pindah kabupaten. 

Menganti dari atas

Banyak orang yang bilang, bahwa untuk menuju tempat yang indah membutuhkan jalan yang tidak mudah. Hal ini menggambarkan pantai Menganti dengan presisi. Sebab, jalan untuk menuju ke sana harus dilalui dengan terjal, naik turun, sempit dan berpotensi membuat driver mobil keteteran jikalau kurang lihai mengoperasikan rem tangan.

Kamu bisa menuju pantai Menganti dengan menelusuri jalur Pantai Ayah kalau dari arah barat, atau dari jalur pantai Karangbolong jika dari arah timur. Jalur naik dari arah barat lebih pendek daripada jalur dari timur. Jalanannya cukup menantang naik turun dan berkelok-kelok, sehingga perlu dipastikan dulu stamina kendaraan dan drivernya. Saya pernah mencoba pakai motor bebek, karena nggak terbiasa di jalanan naik turun, beberapa kali saya perlu menggerung motor lebih keras. Kalau naik mobil, pastikan sudah ahli mengoperasikan rem tangan yaa.

Kalau nggak tau ancer-ancernya, paling gampang sih ngecek Google Map Pantai Menganti.

Menganti dari bawah

Sampai di lokasi, kamu akan menemukan pantai dan bukit seolah-olah menjadi satu bagian yang terpisah. Di bagian bawah yang landai, wisatawan bisa melakukan selancar (ada instrukturnya), kedai sea-food, atau sekadar berjemuran di atas pasir. Namun kegiatan favorit saya adalah: keceh-keceh air yang berbatu sambil foto-foto.

Pantai berbatu

Untuk makanan, tidak perlu ditanya ya Ges, karena di sini adalah tempat belabuhnya kapal nelayan. Oleh karena itu jumlah ikan dan aneka sea-food melimpah ruah di sini. Kamu bisa pilih, mau minta asam manis patin atau cumi sotong crispi semuanya ada. Tinggal pilih warung mana yang menurutmu paling nyaman dan enak dipakai duduk-duduk isirahat.

Atau kalau kamu menghindari seafood atau nggak doyan atau lagi ngirit, bisa juga pesan indomi hangat. Tapi rugi banget sih, jauh-jauh ke Menganti masak pesannya indomi?

Kalau ada yang tanya apakah ada akomodasi semisal ingin merasakan suasana malam di Menganti, jawabannya ada banget. Sejauh saya lihat, kurang lebih ada 4 atau 5 cottage yang bisa diinapi. Ingin suasana yang lebih 'ngalam', kamu juga bisa pasang tenda dan kemping di areal sana kok. Asalkan harus izin dulu dengan pengelola setempat.

Special by Tosave
Untuk ke pantai, tentunya kita akan perlu pakaian yang representable. Harus nyaman dari segi ergonomis, serta punya nilai estetik yang baik saat dilihat. Membahas soal outfit, di sini saya memakai summer polkadot dress dari Tosave. Bahannya loose banget, sehingga kalau sedang tertiup angin, jadi kelihatan bagus. Namun teksturnya cukup menerawang sehingga untuk yang berhijab, perlu menambahkan manset/celana legging sebagai dalaman.


Harganya juga cukup terjangkau, sekitar 80ribuan sudah dapat dress panjang. Kamu bisa mendapatkannya di Tosave dengan aneka pilihan yang bisa disesuaikan kebutuhan dan keinginan kamu.

So, sepertinya kesenangan saya dengan pantai bertambah saat memakai baju yang nyaman dan sesuai apa yang saya mau. Kalau dengan demikian bisa menambah kesenangan dan kesehatan jiwa, kenapa tidak dilakukan?



SheInHair

@andhikalady

Sunday, August 13, 2017

Berdamai dengan Acne Scar dan Pori Besar

August 13, 2017 2 Comments
Kenapa saya beri nama 'berdamai dengan acne scar', bukan 'menghilangkan' atau 'memberantas' atau 'menutupi'? Padahal acne scar 'kan sudah dipandang sebagai cacat kulit yang bikin diri menjadi nggak pede lantaran permukaan kulit yang terlihat nggak rata, bocel-bocel, bopeng, dan segala cacat yang membuat kulit jauh dari kata flawless.
Ataukah lebih baik saya nulis judul begini: "9 Cara Menghalau Bekas Parut di Wajah. No 6 Sama Sekali Tidak Terduga"?
Jadi begini, masalah pori-pori besar dan acne scar adalah hal yang hampir tidak bisa disembuhkan. Diminimalisir bisa, tetapi untuk menghilangkannya 100% itu adalah hal mustahil. Kalaupun bisa, treatment-nya bisa sangat mahal sekali. Hal paling masuk akal untuk kulit pori besar dan acne scar adalah dengan mengurangi kedangkalan dan tidak menambah ukuran porinya. Dengan kata lain, berdamai dengan kulit yang ada.

Saya sendiri termasuk pemilik kulit yang punya karakter pori besar dan acne scar yang cukup massif. Ya, ini memang menjengkelkan. Bertahun-tahun saya musti menebalkan rasa PD saat ketemu orang lain. Hal ini berawal dari jerawat yang tak kunjung sembuh saat SMA dan kuliah dulu. Lambat laun, kulit saya memang lebih baik semenjak mulai merutinkan perawatan kulit. Namun, kenyataannya acne scar dan pori besar tetap membandel nggak mau hilang.

Baru di tahun 2017 awal ini saya mencoba beberapa home-treatment yang dimaksudkan untuk mengurangi pori besar dan scar. Tujuan saya nggak muluk-muluk sih, tetapi lebih ke arah mengurangi dan membuat kulit saya lebih ter-improve. Apa saja yang saya lakukan, ini dia...

Home skin remedy: Banish Acne Scar Dermaroller

Banish Acne Scar

Pernah mendengar dermaroller? Yaps, sesuai namanya, dermaroller artinya adalah sebuah treatment kulit yang cara penggunaannya dengan di-roll ke permukaan kulit yang ingin di-treat. Roll ini terdiri dari jarum yang kecil-kecil yang digunakan untuk menusuk bagian kulit yang ingin disembuhkan. 

Lho, kok ditusuk? Memangnya nggak sakit? Memang ada perih sedikit, tetapi kadar nyerinya masih sangat bisa ditahan. Kalaupun terasa sakit, bisa diakali dengan menggunakan es batu terlebih dahulu.

Cara kerja dermaroller adalah dengan menusukkan jarum-jarum kecil ini ke kulit ber-scar, diharapkan jaringan kulit yang 'terluka' tersebut akan memperbaiki dirinya menjadi ke kondisi semula yang ideal. Dengan ini maka kulit yang tadinya legok-legok karena bekas jerawat bisa rata dan mulus kembali seperti sebelum kena jerawat.

Tindakan ini bisa dilakukan di klinik-klinik kecantikan dan dilakukan oleh dokter. Namun saat ini sudah ada home-dermaroller yang bisa digunakan sendiri di rumah. Tentunya dengan catatan; harus digunakan dengan bersih dan saksama plus menaati prosedur yang ditentukan. Misalnya nggak boleh menggunakannya berbarengan dengan orang lain, atau melakukannya tanpa direndam dulu dengan larutan alkohol.

Isi dermaroller

Ada banyak merek dermaroller yang dijual di pasaran. Dari mulai harga seratus ribuan hingga jutaan. Namun saya sarankan, jangan gegabah membeli yang asal murah. Bisa-bisa scar kulitmu malah luka beneran dan malah makin parah. Setidaknya pakailah yang trusted dan sudah banyak review-nya. Kalau yang saya pakai ini bermerek Banish, dermaroller buatan Amerika yang dijual dengan harga USD 75. Nggak apa-apa lah mahal sedikit asalkan aman buat kulit.

Bentuk roller. Keliatan seram sih, tapi tipis kok!
Cara pakainya adalah dengan di-roll ke dalam kulit yang punya scar, kalau saya paling banyak di bagian pipi dan hidung. Step-nya adalah sebagai berikut:

1. Rendam kepala roller ke larutan alkohol 70% selama kurang lebih 10 menit
2. Cuci wajah sampai bersih
3. Olesi wajah dengan es batu (optional, kalau kamu tahan sakit ya nggak usah)
4. Lakukan gerakan roll di kulit dengan alur kanan-kiri, atas-bawah, diagonal kanan-diagonal kiri
5. Memang agak perih, tapi sedikit kok
6. Jangan gunakan makeup selama sekurang-kurangnya 8 jam ke depan. Jadi, ini cocoknya dipakai menjelang tidur saat besoknya libur
7. Rendam kembali roller di larutan alkohol, keringkan, dan simpan
8. Pakai setiap 2 minggu sekali. Nggak usah sering-sering, nanti kasihan kulitnya

Nah, setelah kulit di-treatment dengan dermaroller, hal berikutnya adalah memberi nutrisi kulit dengan skincare-skincare ini:

Skin serum: Banish Ferulic Acne Serum

Serum
Setelah kulit di-roller, maka jaringan kulit teratas akan sedikit terluka. Luka inilah yang akan menyembuhkan dirinya sendiri menjadi jaringan kulit baru yang lebih mulus. Oleh karena itu, proses ini perlu dilengkapi dengan aplikasi serum untuk menutrisi kulit lapisan dalam.

Saya memakai serum bawaan Banish yang komposisinya adalah vitamin C, E, dan sebagainya yang bermanfaat untuk regenerasi kulit. Selain digunakan setelah melakukan treatment roller, serum ini juga wajib dipakai setiap hari agar regenerasi kulit semakin terakselerasi.

Night cream: Kya Tac Cream (Krim bopeng)

Kya
Tidak lengkap rasanya perawatan kulit tanpa penggunaan krim malam yang bagus. Di sini saya menggunakan krim dari Kya Cosmetics yang memang dikhususkan untuk membasmi acne scar (bopeng). Krim ini berguna untuk merawat kehalusan kulit agar dihasilkan kulit yang bebas dari acne scar. 

Baca juga: [Review] House of Kya Jakarta Skin Care

Kya Tac Cream terdiri dari komposisi ini: Aqua, glyceryl, cetyl palmitate, copolymer, zodium benzoate, tocopherol, c12-15 disodium EDTA, BHT, dimethicone, quanternium, sorbitol asetate

Saya menggunakan Kya ini sebagai night cream harian. Rasanya segar dan saat bangun keesokan harinya, kulit rasanya lebih kenyal dan lembut. Krim ini juga tidak menyebabkan breakout di wajah saya. Selama saya memakai krim ini, rasanya restorasi kulit semakin ter-akselerasi. Memang scar kulit tidak 100% hilang, tapi dengan pemakaian krim ini, terbukti kedalaman scar lebih berkurang.

Kya Tac Cream
Saya merekomendasikan krim ini untukmu yang ingin mengurangi scar bekas jerawat dengan harga yang lebih terjangkau. Kamu bisa mendapatkan krim ini dengan mudah di sini atau bisa juga di reseller resminya. Namun perlu diingat juga, bahwa untuk merawat kulit apalagi berdamai dengan acne scar itu butuh lebih dari satu tindakan. Kamu tidak bisa hanya mengharap dari sebuah alat atau krim ajaib lalu scar akan hilang keesokan harinya.


Selain dengan 3 hal di atas tadi (roller, serum, night cream), saya juga tetap menyarankan perawatan harian lainnya seperti sunblock, krim pagi, dan masker wajah secara rutin.

Dalam 3 bulan menggunakan perawatan itu, hasil di kulit saya seperti ini:



Dengan catatan, saya nggak selalu pakai serum dan krim setiap malam secara rutin (kadang 1 atau 2 malam kelewatan). Dari gambar sudah bisa langsung terlihat bahwa pori-pori cenderung mengecil, dan kedalaman scar berkurang. Meskipun belum 100% hilang, tetapi sudah bisa dikatakan membaik.

Pada dasarnya masalah pori-pori dan scar jerawat adalah hal yang pelik dan sulit (bahkan hampir mustahil) untuk dihilangkan. Namun dengan perawatan yang tepat dan dijaga kulitnya, maka efek buruk dan risiko scar tambah lebar dan pori-pori membesar dapat dihindari.

Kalau kamu, perawatan favoritmu apa?

@andhikalady

Sunday, July 30, 2017

[Review] The Wet Brush Detangle, Sisir yang Bikin Rambut Kusut Menyingkir

July 30, 2017 5 Comments
Kombinasi antara rambut kusut, kering, ketombe, ditambah sering diikat kencang (karena tertutup jilbab), adalah hal yang nggak menyenangkan. Saya merasakannya selama bertahun-tahun semenjak pertama kali berhijab sejak SMA. Kerepotan akan berkurang manakala kamu punya rambut yang pendek atau super pendek. Tapi sebagai wajarnya cewek, mereka tentu bebas memilih mau punya rambut panjang atau pendek di balik hijab.

Jika yang dipilih adalah rambut panjang, artinya harus bersedia sedikit lebih repot dalam merawat rambut. Terlebih jika berhijab, risiko rambut jadi lepek dan kusut bisa mengintai. Apalagi buat kamu para cewek yang males-malesan jungkatan dengan dalih 'ah, ketutupan inih rambutnya'.

Padahal ya, kunci rambut yang nggak kusut sebenarnya terletak pada setidaknya 4 hal ini:
1. Rambut nggak kering
2. Bentuk rambut juga pengaruh (rambut yang keriting lebih mudah kusut daripada yang lurus)
3. Panjang pendek rambut (makin panjang, makin mudah kusut)
4. Sisir yang tepat


The Wet Brush

Saya semenjak lama termasuk orang yang nggak peduli dengan sisir. Pokoknya asal bentuknya kayak sisir, berarti bisa untuk sisiran. Meski harganya cuman lima ribu, kalau bentuknya ada geriginya, ada pegangannya, dan bisa untuk sisiran, berarti itu adalah sisir.

Sampai saya mencoba Wet Brush yang harganya lumayan premium; barulah saya sadar bahwa memakai sisir lima ribuan adalah penyesalan dan kesalahan terbesar yang pernah dilakukan ke rambut saya. Berasa kasihan gitu, sama rambut saya yang dibiarkan rontok dan 'nangis' akibat dipaksa ditata menggunakan sisir yang salah. 


The Wet Brush Detangle Professional

Adalah sebuah sisir berbentuk sikat (brush) yang dirancang sedemikian rupa sehingga mampu membuat rambut kusut menjadi tidak kusut dengan cepat. Penggunaan sisir ini lebih tepat dilakukan pada rambut basah (selesai keramas), tetapi tidak menutup kemungkinan dapat juga dilakukan untuk rambut kering.

Bagian brushes-nya lunak dan nggak keras. Ini akan memudahkan untuk menyisir dan 'meluruskan'. Ini akan mencegah bagian brushes untuk terjebak di tengah-tengah kumpulan rambut kusut. Saat ketemu bagian rambut yang kusut, brushes akan mencari jalan untuk keluar dari kekusutan dan aktifitas menyisir menjadi lebih mudah dan cepat dilakukan.

Bentuk permukaan
Selain fungsinya yang segudang, sisir ini juga datang dengan bentuk yang ergonomis dan punya desain yang menarik. Misalnya, yang punya saya ini bermotif teal; ada pula yang motif warna ungu dan pink. Pokoknya bisa banget dipilih sesuai warna yang paling kamu suka.

Menurut keterangan dari kemasan Wet Brush, sisir ini juga bisa mengurangi rasa sakit dan cocok dipakai oleh mereka yang memiliki kulit kepala sensitif. Pada dasarnya, sisir ini dirancang untuk para stylist di salon-salon, tetapi bisa juga dimiliki dan dipakai pribadi.


Kesan memakai Wet Brush Detangle Hair:

πŸ’– Berasa ajaib karena untuk pertama kalinya, rambut saya bisa disisir sampai tandas dengan cepat
πŸ’– Mengurangi rambut kusut secara signifikan. Penggunaan setiap hari bahkan setiap saat, kusutnya lenyap!
πŸ’– Rambut menjadi lebih bervolume
πŸ’– Mengurangi rambut rontok
πŸ’– Untuk yang punya rambut panjang, sangat-sangat-sangat direkomendasikan untuk punya sisir ini
πŸ’– Bikin lebih rajin sisiran, karena proses menyisir menjadi lebih effortless. Kalau pakai sisir biasa membutuhkan waktu lebih dari 15 menit untuk menyisir keseluruhan rambut saya; dengan Wet Brush cuma butuh waktu kurang dari 5 menit. Panjang rambut saya kira-kira sepinggang

Perhatian:

πŸ’‡ Brushes sisir ini terbuat dari plastik yang lunak, jangan dipakai bebarengan dengan hair dryer, takutnya nanti bisa merusak sisir
πŸ’‡ Sisir ini punya sifat mengurai rambut, jangan digunakan setelah rambut ditata. Sisir ini lebih cocok digunakan untuk perawatan rambut sehari-hari, bukan untuk penataan rambut semisal yang sudah diberikan hair spray
πŸ’‡ Sebisa mungkin jangan share sisirmu dengan orang lain
πŸ’‡ Rajin dibersihkan

Kesimpulan:

Secara keseluruhan, saya suka banget sisir ini. Harganya memang lumayan, sekitar 120k hingga 170k. Namun kalau dihitung ulang, memang berapa kali dalam setahun kita membeli sisir? Paling juga satu kali. Atau bahkan beli sisir sekali, dipakainya bertahun-tahun. Jadi rasanya nggak ada salahnya untuk memiliki sisir yang sedikit premium, tetapi rambutmu terselamatkan dari kerontokan dan kekusutan. 

Yang paling utama, sisir yang premium mampu menyingkat aktifitas sisiranmu menjadi lebih cepat sehingga sisa waktumu bisa dipakai untuk melakukan hal lain. Menulis blog misalnya. :D