Follow Us @andhikalady

Thursday, November 9, 2017

[Review] Make Over Product dan Event Hipwee Tentang Personal Branding

November 09, 2017 1 Comments
Saya percaya bahwa 80% kamu pasti sudah pernah memakai, atau paling tidak mengenal produk Make Over. Merek kosmetik sisterbrand-nya Wardah ini memang cukup dikenal dengan ciri khasnya yaitu kemasan warna hitam elegan, dan menyasar makeup profesional. Artinya, produk Make Over dirancang sedemikian rupa untuk bisa memenuhi kebutuhan para MUA.

As MUA, I use them too btw. Dari beberapa produk Make Over yang aku favoritkan adalah foundation, eyeliner pensil choco, silver eyeliner (buat waterline) dan bedak.

Baca juga: [Review] Make Over Perfect Cover Two Way Cake

Minggu kemarin, saya menjadi pembicara di gathering Hipwee Community dan disponsorin oleh Make Over Jogja. Berhubung membawa pulang beberapa produk mereka, saya jadi ingin share ke temen-temen Jenganten supaya kalian juga kecipratan infonya. Siapa yang penasaran, yuk lanjut bacanya.

Make Over Bundling Ain't Got Not Time

Duh, udah nggak ada waktu lagi nih buat dandan!

Salah satu hal yang saya senangi dari Paragon Kosmetik (termasuk Make Over, Wardah, dan Emina) adalah seringnya mereka ngasih gimmick-gimmick lucu, baik dari sisi produk maupun kemasan. Kamu pasti sudah ngeh kalau Emina pernah ngasih edisi Alice in the Wonderland, ataupun Wardah yang ngasih edisi spesial Haji. Nah, Make Over juga seperti itu. Kali ini gimmick mereka adalah bundling lip cream dan brow powder dengan tagar Ain't Got No Time.

Dinamai Ain't Got No Time, mungkin maksudnya adalah produk ini untuk siap-siap dandan di saat nggak ada waktu. Pokoknya, meski sudah keburu, alis dan lipstik harus jadi. Hihi.

Isinya apa saja? Yuk lihat sama-sama

Isinya iniii

Isi dari bundling Make Over adalah satu buah Intense Matte Lip Cream warna Vanity, dan satunya lagi Eye Brow Definition Kit.

Sekilas tentang Lip Cream dari Make Over itu saya sukaaa banget. Teksturnya pas awal-awal itu creamy dan nggak bikin bibir kering. Lalu lambat laun menjadi agak matte dan warnanya bisa awet seharian. Iya, nggak salah. Seharian. Saya pakai ini di pagi hari, sampai sore masih ada dan masih terlihat rata tanpa adanya peluruhan warna yang signifikan. Padahal sudah dipakai wudu 2 x dan sempat buat makan juga. Fix sih, kayaknya saya mau menambah koleksi warna lain.

Lip Cream andalan
Lalu untuk Eye Brow Definition, isinya terdiri dari 3 pan meliputi: light brow, dark brow, dan concealer. Ini cocok untuk membentuk alis atau finishing. Ada concealer merupakan nilai tambah karena saya sih merasa jarang banget ada produk alis yang bundling dalam satu kemasan seperti ini.

Kalau menurut saya sih produk ini cukup useful, apalagi buat kerjaan sebagai MUA. Saya sering gunakan ini untuk proses finishing atau shading alis agar tidak terlihat kaku. Namun kalau untuk pemakaian sehari, saya rasa masih lebih mudah menggunakan pensil alis ketimbang brow powder seperti ini karena proses ngalisnya jadi lebih lama. Kamu akan menyukai brow powder jika kamu sudah punya alis tebal dari sononya, plus bersedia berdandan lebih lama.

Brow powder

Selain itu, saya juga mendapat...

Add caption
Sebuah blush on berwarna Promiscuous Peach yang sekarang berhasil menempati posisi penting di dalam makeup pouch saya. Habisnya, warnanya ciamik sangat dan easy to wear tanpa harus takut terlihat ndemblok-ndemblok. Memang sih, warna blush on yang paling aman dipakai adalah warna peach. Untuk para pemula yang masih belajar pakai makeup, pilihlah yang warna peach!

Love at First Sight
Berikutnya adalah trio eyeshadow varian Love at First Sight. Ini adalah eyeshadow Make Over keduaku, setelah sebelumnya punya Enchanting Nude Spell. Warnanya ciamik banget, ada nuansa pink-ungu, putih, dan hitam. Ya kalau dipakai, kira-kira bisa bikin matamu jadi lovely, mugkin di situlah maksud Love at First Sight.

But, the problem is...

Bisakah kamu membedakan mana blush on, mana eyeshadow?
Harus dibalik dulu baru terbaca
Sayang banget, baik itu blush on dan eyeshadow punya desain kemasan yang sama 100%. Kalau sudah dalam posisi tertutup begini, agaknya nggak mungkin kita tau mana yang eyeshadow, mana yang blush on. Coba, gimana cara membedakannya kalau sama begini? Satu-satunya cara adalah dengan membukanya atau melihat label di belakang, tapi 'kan menyita waktu.

Mungkin masukkan buat Make Over untuk membuat desain kemasan yang lebih variatif. Misalnya dibuat transparan atau berbeda warna agar nggak keliru lagi.

Sekilas tentang acara Hipwee x Make Over

Setelah kelar dengan review singkatnya, saya mau cerita soal acara kemarin di Kunena Eatery. Jadi, acaranya semacam berkumpul bersama dengan komunitas Hipwee berikut blogger undangan. Di dalamnya ada acara beauty class dan sharing bareng soal personal branding oleh Kak Rara Mispawanti, dan kepenulisan dari saya.


Untuk beauty classnya, tidak lain dan tidak bukan adalah oleh Haipi Makeup yang merupakan representatif dari brand Make Over. Kami para peserta kelas diajarin cara makeup pesta mulai dari primer hingga kesemuanya. Selain itu, kita juga dapet wejangan dari Rara Mispawanti soal personal branding. Menurut Rara, untuk membangun personal branding yang kuat, kita tidak hanya melalui sosial media aja, tetapi juga di kehidupan nyata juga perlu untuk menyesuaikan diri.

Misalnya, kalau kamu ingin dinilai sebagai figur yang easy going, jadilah easy going baik di dunia maya dan dunia nyata. Karena percuma kamu terlihat keren di sosial media, tetapi di dunia nyata nggak di-maintenance seperti di sosial media.

Well, di hari itu saya jadi banyak belajar baik dari sisi personal branding maupun makeup. Apalagi jika punya profesi atau hobi yang berkaitan dengan orang banyak semisal menjadi MUA atau blogger di mana sosial media adalah hal yang penting. 

Jadi misalnya di sosial media kamu terlihat seperti ini, di dunia nyata sebaiknya nggak jauh berbeda
Well, terimakasih kepada:

Make Over Jogja
Hipwee
Kunena Eatery 

...for having me


@andhikalady

Friday, October 27, 2017

[Retail Review] Ada Fashion Store di Jogja City Mal

October 27, 2017 2 Comments
Bisa dibilang, baju itu kebutuhan pokok yang semua orang pasti beli. Dari ujung rambut sampai ujung kaki, adaaa aja outfit yang musti kamu pakai, baik di cowok maupun cewek. Nyatanya saat SD dulu kita diajari soal kebutuhan pokok manusia yang terdiri dari sandang, pangan, papan. Tanpa salah satunya, manusia nggak bisa hidup layak. Yakali, memangnya ada yang bisa hidup tanpa baju? Yang benar saja sih?
Well, back on track. Di mana biasanya kamu beli baju? Online kah? Offline?
Kalau saya sih fleksibel, bisa offline ataupun online. Tapi seringnya tetap offline, karena saya bisa sambil mencobanya, meraba bahannya enak apa enggak, dan suka suasana toko baju. Kalau kepepet, kepengin banget, atau udah nyari di offline tapi nggak ada, barulah beli online.

Beruntung saya tinggal di Jogja, di mana di sini banyakk banget toko-toko baju atau butik baju yang bisa didatengin. Makin senang lagi saat ada butik kece yang 'anak muda banget' buka cabang baru di Jogja City Mal, Ada Buti Store.


di Ada Buti Store

Sesuai namanya, di sana itu semuanya serba ada. Mulai dari baju cewek, baju cowok, scarf, dan baju panjang untuk yang berhijab pun ada. Jadi rasanya makin betah di sini karena punya banyak pilihan. Selain itu, saat pertama kali ke toko ini, saya langsung ngeh bahwa koleksi pakaian di sini itu up to date banget. Ada banyak koleksi sabrina, flanel, dan baju easy-to-wear lainnya. Jadi pas dong, sama tren berbusana sekarang yang makin simpel makin asyik. Makin longgar makin segar.

Oh iya, baju-baju yang dijual di Ada Buti Store kebanyakan yang bertipe kasual. Memang ada baju yang formal, tapi jumlahnya nggak sebanyak yang kasual. So, kalau kamu ingin mencari baju main atau ngampus, di sinilah tempatnya.

Suasana toko

Foto di atas adalah gambaran suasana toko yang didesain semi retro dan millenials banget. Sekilas memang bikin betah, apalagi ditambah kakak-kakak pramuniaganya yang ramah-ramah dan nggak annoying. Eh, pernah nggak sih, kamu dateng ke toko dan dibuntutin terus sama penjaga tokonya? Lagi milih baju, dikit-dikit ditanya:
Dicoba aja Kakak
Ukuran lain masih ada lho
Beli yang ini aja Kak, lebih cocok untuk Kakak
Yaelah, kalau dibuntutin begitu yang ada malah risi sendiri. Kitanya lagi asyik milih-milih baju eh di-interup pakai pertanyaan dan saran yang nggak perlu. Menurutku, cukup dengan disambut aja, terus dipersilakan memilih baju sendiri, sampai proses membayar aja sudah ideal kok. Kayak yang sudah Ada Buti lakukan.

Banyak diskon, tenang saja!
Soal diskon, jangan khawatir. Selain baju-baju yang dipajang di etalase atau gantungan, juga banyak diskon bertebaran. Saat opening kemarin seminggu yang lalu, diskonnya bahkan sampai ada yang 50-70%. Saya membawa pulang tunik flanel kotak-kotak cuma dengan 50ribuan saja dari harga awal 160ribuan. Plus sabrina atasan dengan harga awal 130ribu, bisa dibeli dengan harga 30ribu saja!

Cuma 30 ribuan

Menggiurkan banget nggak sih? Apalagi di kantong mahasiswa yang baru lulus seperti saya. Kabarnya Ada Buti akan selalu memberikan diskon di tokonya lho. Rasanya worth banget saat kamu mendapatkan baju berkualitas dengan bahan yang nyaman dipakai, tapi bisa dibeli dengan harga yang terjangkau. Huwaw!

Oh iya, dulunya saya bukan orang yang cukup aware dan care dengan pilihan bahan kain di baju yang saya pakai. Pokoknya asal enak dilihat dan harganya murah, yasudah, beli. Tapi makin ke sini alias makin tua, saya mulai memerhatikan bahan pakaian yang saya pakai. Soalnya sangat pengaruh banget ke mood dan kesehatan kulit saat kita memakai baju yang bahannya kurang tepat. Dulu mungkin saya bersedia pakai baju yang kurang nyaman atau bikin gerah, asalkan enak dilihat. Tapi kalau sekarang, saya pikir-pikir lagi deh.

Believe me, you will do the same. Kelak kamu akan menyortir dan mengganti pakaian dalam, bra, panties, jilbab, baju, dan pakaian lainnya dengan yang sedikit lebih berkualitas secara perlahan. Risikonya paling koleksimu akan lebih sedikit, sebab harga baju yang berkualitas dan nyaman nggak bisa dibilang murah juga.

Nah, kalau kamu sudah semacam 'naik level', kamu akan berterimakasih sekali dengan butik-butik seperti Ada Buti. Karena selain mereka menyediakan baju yang berkualitas dan nyaman, juga harganya aman di kantong.

Ada buti sabrina
Di sini saya memakai blouse denim sabrina dari Ada Buti. Iya, sabrina yang dirancang untuk memperlihatkan bagian bahu juga bisa dipakai oleh cewek berhijab kok. Solusinya pakai kaos di dalamnya supaya bahumu nggak terekspose.

Gitu aja sih tipsnya, kalau soal padu-padan warna dan lainnya saya merasa kurang begitu expert di bagian ini. Pokoknya asal warnanya nyambung, gitu saja udah sip. Jadi maafkan ya kalau misal paduannya agak wagu dan bikin kelihatan gemuk. Hahaha.

I am not expert at mix n match, but yeah, I'm trying.

Ada Buti
Well, thank you for Ada Buti Store, semoga makin laris dan ramai tokonya. Saya pasti datang lagi kok, soalnya nyenengin banget tokonya. :D

With fellow blogger. Denia, Lady, Rahma, Agi
Ada fashion store bisa kamu temukan di: Jogja City Mal lantai Upper Ground

@andhikalady

Friday, October 13, 2017

[Tips] Kreasi Bibir Ombre dengan Lip Cream Hi-Matte Purbasari

October 13, 2017 6 Comments
Gimana sih, rasanya saat kamu ingiiiin beli lip-cream; tetapi saat belum jadi beli, eh sudah di-endorse duluan sama empunya lip-cream? Happy banget ya pastinya. Inilah yang terjadi sama saya. Alhamdullah bangett....

Jadi ceritanya, saya sudah punya wish-list produk lip-cream Purbasari sejak lama. Sebabnya, banyak teman-teman baik dari MUA maupun ciwi-ciwi suka lippenan suka banget ngobrolin merek ini. Bahkan di beberapa kesempatan, produk Purbasari lip-cream sudah habis duluan di toko, sebelum saya sempat membelinya. Nah, untungnya kali ini saya berkesempatan mencoba kelima varian lip-cream Purbasari lengkap dengan produk bedak padatnya. Gimana ceritanya, yuk baca sampai habis.

Setelah launching produk perawatan tubuh Zaitun Series, kini Purbasari mengukuhkan dua produk: Oil Control Matte Powder, dan Hi-Matte Lip Cream. Untuk me-launching produk terbaru mereka, Purbasari mengadakan roadshow di beberapa kota di Indonesia. Salah satunya di Jogja, tempat saya tinggal. Seminggu kemarin, dalam acara Beauty Fest di Hartono Mal, Purbasari mengadakan pengenalan produk bedak padat dan lip-cream sekaligus beauty class bersama BA Purbasari.

Baca juga: [Review] Purbasari Zaitun Series - Olive Oil. Siasat Jitu Atasi Kulit Kering dalam Sekejap


Oil Control Powder

Dalam acara yang juga didatangi oleh komunitas Jogja Bloggirls tersebut, Purbasari mengenalkan dua produk terbarunya yang bertajuk Meet Your True Matte. Di sana dijelaskan tentang produk bedak padat dan lip-cream Purbasari yang sudah duluan terkenal dan menjadi perbincangan para beauty enthusiast di Indonesia. Ya, siapa sih yang nggak tahu lip-cream Purbasari?

Bagaimana sih, produknya? Yuk simak sama-sama.

Produk Purbasai Matte

Purbasari Oil Control Matte Powder Hydra Series

Sesuai namanya, produk Oil Control Matte Powder digunakan untuk mengontrol minyak berlebih di wajah. Kemasannya berwarna hitam khas Purbasari, dan datang dengan dua varian warna:

Honey Beige: mengandung tone kuning yang dapat digunakan pada kulit dengan warna hangat.
Natural: mengandung tone pink dingin yang dapat digunakan pada kulit dengan warna dingin.

tampak belakang bedak

dua varian warna bedak Purbasari Oil Control Matte Powder
Warna yang cocok di kulit saya adalah Honey Beige, karena kulit saya sekarang cenderung kekuningan. Sebetulnya warna Natural juga masuk, tetapi jadinya warna kulit wajah tampak lebih putih dibandingkan dengan tangan. Sehingga, saya lebih memilih warna Honey Beige untuk sehari-hari.

Lalu, untuk shade Natural-nya di kemanakan? Sukses masuk box makeup di dunia per-MUA-an Jenganten. Kan pasti akan berguna kalau ketemu klien yang punya warna wajah cool pink.

Sesuai namanya, produk bedak Purbasari ini cukup bisa menahan minyak berlebih di wajah saya. Karena termasuk pemilik wajah berminyak, bedak ini sangat membantu banget dalam keseharian. Selain ringan dan mudah mengontrol minyak, bedak ini juga biasa saya pakai sendiri tanpa dasaran BB Cream atau Foundation dahulu. Tetep bisa 'nahan' kok.

Purbasari Hi-Matte Lip Cream

Varian Purbasari Lip Cream Matte
Nah, inilah yang ditunggu-tunggu. Sebelum diluncurkan secara resmi, Purbasari Hi-Matte Lip Cream sudah banyak diperbincangkan di mana-mana. Apalagi semenjak kepopuleran lipstik Matte Purbasari yang lebih dulu terkenal. Merek Purbasari seakan mengemuka, tidak hanya sebagai produsen kosmetik lulur saja, tetapi juga unggul di makeup.

Baca juga: [Review] Purbasari Lipstick Color Matte No. 90

Kemasan Hi-Matte Lip Cream ini sangat membantu dalam memilih warna, karena botolnya yang transparan. Kalau saya pribadi sih suka banget, daripada kemasan lip-cream yang cenderung rapat sampai tidak kelihatan warna isinya.

Tekstur Purbasari Hi-Matte Lip Cream ini creamy dengan kecenderungan padat. Sekilas mengingatkan saya pada produk lip-cream NYX yang mana harganya satu setengah kali lipatnya Purbasari. Soal hasilnya juga saya kasih rate 8/10 karena saking sukanya.

Jadi, jika saya deskripsikan, Hi-Matte Purbasari itu punya coverage yang tinggi di bibir, nggak transfer, nggak membuat kering dan warnanya vibrant. Kamu yang punya warna bibir kehitaman, akan sangat cocok menggunakan Hi-Matte Lip Cream karena kulit akan tertutup dengan sempurna. Overall, Hi-Matte Lip Cream Purbasari tidak membuat kulit bibir saya kering sampai ngeletek-ngeletek

Selain kelebihan di atas, Purbasari Hi-Matte Lip Cream juga tahan lama dipakai seharian tanpa cracky. Namun di balik kelebihannya yang tahan lama, lip-cream ini sayangnya agak susah dibersihkan dalam sekali usap. Jadi, kalau membersihkannya kurang benar, dapat meninggalkan stain yang cukup mengganggu di bibir.

Untuk warnanya, ada lima shade:

1. Vinca: berwarna nude pucat
2. Azalea: berwarna nude agak peach
3. Lantana: berwarna pink dengan semu cokelat
4. Zinnia: berwarna pink sempurna
5. Freesia: berwarna merah

Adapun favorit saya adalah Azalea, karena warnanya cukup wearable dipakai sehari-hari. Namun untuk variasi, saya juga suka membuat kreasi bibir ombre dengan memadukan warna-warni Purbasari Hi-Matte Lip Cream. Untuk dasarannya saya memakai shade Vinca. Mau lihat hasilnya, ini dia...

No 1 Vinca + No 2 Azalea


No 1 Vinca + No 3 Lantana


No 1 Vinca + No 3 Zinnia


No 1 Vinca + No 4 Freesia


Yang di atas ini hanya empat dari sekian pilihan kreasi warna bibir ombre Purbasari Hi-Matte Lip Cream. Kamu tentu saja bisa mengkreasikannya sesukamu, bahkan dalam demo makeup kemarin, lip-cream ini dapat digunakan sebagai eyeshadow dan blush-on lho.


Anyway, special thanks to:

@jogjabloggirls
@purbasariid
@purbasarimakeup

Salam,
@andhikaladyinstagram.com/andhikalady

Monday, October 9, 2017

[Review] Sunscreen Anti Sumbat Pori, Naavagreen Tirai

October 09, 2017 6 Comments
Mencegah kulit mengalami penuaan dini merupakan hal yang diinginkan setiap cewek. Di usia 25an ke atas, agaknya hampir semua cewek sudah mulai sadar adanya perubahan-perubahan pada tubuh mereka. Terutama bagian kulit. Tadinya mungkin kita mengabaikannya, tetapi perlahan tanda-tanda itu mulai kerasa. Misal nih, yang paling gampang diamati adalah garis mata saat kita tersenyum. Ujung luar mata jadi semacam bertambah garisnya. Tanda lain adalah urat-urat pembuluh darah yang mulai jelas terlihat di punggung tangan. Rasanya jadi ingin kembali ke 17tahun kalau begini.

Sedih? Karena tubuh mulai memperlihatkan tanda-tanda penuaan? Nggak usah khawatir, menua adalah hal yang wajar dan alamiah kok. Justru saat kita dianugerahi penuaan, artinya kita masih dikasih keberuntungan hidup.
"Some day, if you're lucky, you'll wake up and realize you're old" ~ Oberyn Martell
Ngomong-omong soal penuaan, ada kok cara agar menua secara elegan. Salah satunya adalah dengan merawat kulit sebaik-baiknya. Tujuan dalam memberi perlindungan dan nutrisi yang baik untuk kulit adalah agar saat kita tua nanti, kulitnya nggak ngenes-ngenes amat.

Well, untuk itulah kamu perlu menginvestasikan skincare kamu dalam bentuk (salah satunya) sunscreen. Sunscreen akan melindungi kulitmu dari paparan sinar matahari, di mana ia merupakan salah satu penyebab menurunnya elastisitas kulit.

Naavagreen tirai


Sunscreen vs Sunblock

Bisa dibilang, pemakaian sunscreen itu wajib hukumnya. Meski kamu memakai produk skincare sebagus apapun, kalau perlindungan ini kamu abaikan, perawatanmu akan sia-sia. Pada dasarnya, ada dua jenis perlindungan terhadap matahari, yakni suncreen dan sunblock.

1. Sunscreen

Atau bisa juga disebut tabir surya, merupakan calir raga pelindung dari sinar matahari. Cairan sunscreen akan masuk ke dalam kulit, dan menyerap sinar UV sebelum merusak kulit. Tekstur sunscreen biasanya lebih encer dan ringan di kulit.

2. Sunblock

Memiliki kandungan mineral Zinc Oxide atau Titanium Dioxide yang membuat benteng pertahanan terhadap sinar matahari. Calir raga sunblock bisanya lebih kental seperti putih susu, dan digunakan untuk keperluan di mana pemakainya terpapar sinar matahari langsung.

Mana yang lebih baik, sunscreen atau sunblock? Pilih sesuai kebutuhan saja. Jika kamu tidak terpapar sinar matahari langsung, ada baiknya pertimbangkan untuk memilih sunscreen saja. Misalnya saya yang lebih sering bekerja di dalam ruangan ketimbang di luar, maka yang cocok untuk saya adalah sunscreen. Saat-saat tertentu jika saya akan lebih banyak terpapar sinar matahari, maka tinggal pakai sunblock saja.

Sunscreem
Banyak yang merasa bahwa pakai sunsceen itu ribet. Soalnya harus ditumpuk ulang setelah pakai pelembap. Belum kalau siang hari, musti retouch lagi, misalnya karena sudah terbasuh air. Padahal, justru tanpa suncreen, kerja pelembapmu akan kurang maksimal. Di saat pelembap/moisturizer harus menutrisi kulit, di saat itu juga dia musti menghalau sinar matahari. Nah, 'kan?


Produk Naavagreen Sunscreen Tirai

Produk sunscreen yang tengah saya pakai saat ini adalah dari Naavagreen. Sunscreen ringan yang cocok untuk diaplikasikan setiap pagi sebelum memakai bedak. Sebelumnya saya pernah melakukan perawatan facial di Naavagreen, dan waktu itu saya merasa cocok. Karena cocok itulah, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba produk sunscreen-nya.

Baca juga: [Treatment Review] Serunya Facial di Naavagreen

Di saya, sunscreen Navaagreen cukup ringan dan tidak lengket. Ini menguntungkan, sebab saya kerap merasa bahwa memakai sunblock kadang terasa tebal dan lengket (meskipun pada dasarnya sunblock memang dibuat agak thick karena dibuat untuk memberikan pertahanan pada kulit).

Selain ringan, produk ini juga cepat meresap ke kulit, meskipun sebelumnya telah memakai pelembap. Tinggal diangin-anginkan saja sebentar, kulit langsung terasa lembut tanpa adanya excess produk yang berlebihan. Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan menggunakan bedak atau BB cream untuk makeup. Namun untuk sehari-hari, saya lebih suka langsung pakai bedak saja, tanpa memakai dasaran terlebih dahulu.

Kemasan

Sunscreen Naavagreen datang dengan kemasan berbentuk pot yang cukup kecil untuk dibawa kemana-mana. Isinya 10 gram, cukup banyak untuk dipakai selama sebulanan. Selain itu, warna hijau pada kemasannya sangat segar banget. Kalau orang bilang, begitu lihat kemasannya saja sudah langsung tertarik.

Pada permukaan tutupnya, ada stiker bertuliskan 'TIRAI' yang mana ini merupakan padanan dari kata sunscreen. Jika kamu pergi ke Naavagreen, pasti deh selalu ada paket tirai di dalam rangkaian produk perawatan kulit kamu.

tekkstur

Soal hasilnya bagaimana?

Banyak yang mengira efek pemakaian sunscreen akan terasa secara instan. Padahal seperti di hampir semua skincare, efek pemakaiannya hanya akan terasa setelah berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Misalnya nih, kamu yang sedari dulu sudah terbiasa membersihkan wajah secara rutin, pasti akan sering terhindar dari jerawat 'kan?

Sama juga dengan sunscreen. Kamu pakai sekarang, efeknya itu masih nanti-nanti. Di antaranya adalah kulit masih terjaga dan segar meskipun sudah berusia. So, kalau kamu diiming-imingi krim malam anti aging, tetapi di siang hari kamu mengabaikan sunscreen/sunblock, jangan kecewa kalau krim ajaibmu tidak berefek apa-apa.

Naavagreen

Tentang Naavagreen

@andhikalady


Thursday, September 21, 2017

[Review] Sleek Highlighting Palette Solstice. Quad Hiliter yang Multifungsinya Jangan Ditanya Lagi

September 21, 2017 0 Comments
Memasukkan highlighter (atau di sini saya singkat menjadi hiliter) dalam kegiatan dandan dan merias adalah wajib hukumnya. Saya sudah membuktikan sendiri, bahwa sebagus apapun foundation, bedak, bahkan shading yang kamu pakai, akan berbeda banget kelihatannya saat di-finish dengan hiliter.

Fungsi dasar dari hiliter adalah memberikan kesan bercahaya di titik-titik wajah yang ingin ditonjolkan. Misalnya, tulang pipi, tulang alis, ujung hidung, sisi dalam mata, dan cupid's bow. Dengan penggunaan yang tepat, maka bagian-bagian kulit tersebut akan terlihat lebih 'bersinar' karena diaplikasikan bahan hiliter yang memang bersifat memantulkan cahaya.

Sebetulnya hiliter bisa kamu dapatkan alternatifnya pada eyeshadow berwarna terang seperti putih, silver, gold, dan sebagainya. Bisa juga dengan bedak shimmer yang punya tingkat keterangan di atas warna kulit. Namun, karena semakin majunya teknologi kosmetik, hiliter kini punya varian tersendiri yang terpisah dari eyeshadow dan bedak.

Banyak merek kosmetik, baik drugstore, hi-end, maupun lokal yang mengeluarkan produk hiliter. Tentunya, mereka semua menawarkan harga yang bersaing dengan manfaat yang beraneka ragam pula. Kali ini, produk yang ingin saya review, dan memang sudah kepengin dari dulu adalah Sleek Highlighting Palette Solstice.

Mengapa Sleek?

Sleek Solistice
Sleek Makeup
Pertama-tama, saya membutuhkan hiliter yang multifungsi. Kalau perlu yang bentuknya palet sekalian agar punya banyak pilihan. Kedua, prioritas saya dengan hiliter adalah untuk merias klien, bukan hanya dipakai sendiri. Ketiga, saya butuh produk ini cepat, kalau ada toko yang offline, maka akan saya buru. So, kalau ada produk yang bisa memenuhi kebutuhan saya yang tiga itu, Sleek adalah jawabannya.

Saya membeli Sleek ini di toko TWL di Ambarukmo Plaza.

Baca juga: [Review] Sleek Matte Me Party Pink

Isinya apa saja?

definisi produk di balik kemasan
pan
Sleek hiliter datang dengan empat pan produk. 2 baked powder, 1 cream, dan 1 shimmer. Keempatnya punya fungsi yang berbeda. Pun juga termasuk namanya yang unik lucu ala-ala istilah benda langit.

1. Ecliptic >> hiliter yang teksturnya cream, biasa dipakai untuk hiliter dalam dengan hasil yang lebih tahan lama

2. Hemisphere >> baked powder yang berwarna cold pink. Cocok untuk menimpa blush on di bagian pipi

3. Subsolar >> shimmer powder berwarna kekuningan.

4. Equinox >> baked powder berwarna peach


Baca juga: [Review] Emina Cheeklit Blush On Marshmallow Lady & Violet Berry


Kemasan?

kemasan belakang

Saat dibuka
Rasanya kita semua sepakat kalau kemasan Sleek Hiliter ini cuantik nanet! Mewah gitu lho. Warnanya keemasan sampai-sampai bisa dipakai ngaca. Memegangnya saja bisa bikin bahagia, apalagi memakai isinya. Isinya dilengkapi dengan kuas hiliter bawaan. Namun kalau di saya, tetap lebih suka kuas sendiri sih. Karena menurut saya kuasnya masih terlalu besar.

Saya suka memakaikannya untuk klien, baik di bagian pipi, tulang mata, hingga untuk bagian dalam mata. Menurut saya pigmentasinya cocok banget untuk sebuah hiliter. Tidak terlalu thick seperti eyeshadow, juga tidak terlalu sheer seperti bedak. Jadi, sangat cocok lah.

Kekurangan produk ini menurut saya cuma satu: susah diblend. Saya pernah mengoleskannya di pipi dengan jumlah yang cukup banyak, lalu diblend, ternyata prosesnya lama banget sampai-sampai saya harus re-apply bedak lagi. Artinya produk ini cocoknya dipakaikan sedikit demi sedikit pakai kuas kecil secukupnya.

Well, berati saya nggak bisa memprediksi ini habisnya kapan. Kayaknya sih nggak habis-habis trus sudah kadaluarsa duluan. Hoho.

Komentar keseluruhan

Menurut saya, Sleek hiliter ini membantu banget dalam proses rias-merias saya. Multifungsi, bisa dipakai di banyak tempat, pun juga bisa diaplikasikan di leher dan bagian-bagian yang membutuhkan perhatian khusus. Selain itu, kemasannya yang elegan memang bikin jatuh cinta. 

Di bawah ini saya memakaikan Sleek hiliter di wajah saya dan Erny Kurnia. Bagaimana, cucok markochok kan?

Lady

Erny

Monday, September 18, 2017

[Review] Purbasari Zaitun Series - Olive Oil. Siasat Jitu Atasi Kulit Kering dalam Sekejap

September 18, 2017 15 Comments
Kalau mendengar merek Purbasari, yang pertama teringat adalah soal lulur-lulurnya yang sudah dikenal duluan. Mulai dari aneka lulur bengkuang, lulur pemutih, hingga tagar "Lulur Mandi yang Gambarnya Putri Raja" langsung teringat jelas. Waktu itu, memakai lulus Purbasari merupakan kemewahan tersendiri, apalagi saat itu belum banyak merek-merek yang memproduksi lulur mandi. Saat lulur Purbasari keluar, saya termasuk orang-orang awal yang memakai lulur ini lho.

Namun, sepertinya Purbasari tak hanya berkutat pada satu varian kosmetik saja. Baru-baru ini, mereka merilis produk lip-cream matte yang animonya cukup laku di pasaran. Ngaku saja deh, pasti kamu termasuk salah-satu di antara manusia yang kesengsem sama shade lip-cream atau lip-matte Purbasari, 'kan?


Purbasari Zaitun Series

Nah kali ini, Purbasari agaknya ingin mengukuhkan kembali sebagai jajaran merek kosmetik Indonesia yang memproduksi lulur unggulan. Adalah varian Zaitun yang dijadikan tajuk dalam tiga varian produk terbarunya: Lulur mandi, hand & body lotion, dan sabun mandi. Produk dengan bahan zaitun ini dikhususkan untuk merawat kulit kering & kasar. Jadiii, kalau kamu punya problem kulit bersisik dan mudah pecah-pecah, memilih Purbasari Zaitun merupakan solusi yang tepat.

Meski begitu, bukan berarti kamu yang kulitnya baik-baik saja tidak perlu merawat kelembapan kulit lho. Justru apapun kondisi kulitmu, tetap harus dirawat sebaik-baiknya agar tidak timbul masalah di kemudian hari. Memang siapa sih, yang mau kalau punya kulit kering bersisik dan keriput dini?

Jadi yuk mari kita bahas satu-satu, sesuai urutan perawatan tubuh: Sabun mandi - lulur - lotion

Purbasari Zaitun - Olive Oil Soap. Rp 5.000,00

Purbasari Zaitun Soap
Sebagai manusia berperadaban, tentunya kita nggak terlepas dari pemakaian sabun saat mandi. Purbasari soap ini mengandung ekstrak zaitun dan bengkoang yang berfungsi ganda sebagai pelembap dan pencerah.

Kalau menurut saya sendiri, Purbasari Zaitun memiliki wangi yang enak dan nyaman. Selain itu, wanginya cukup awet untuk ukuran sabun mandi batangan. Cocok untuk digunakan ssehari-hari.

Purbasari Lulur Mandi Zaitun - Olive Oil. Rp 10.000,00 (125 gr), dan Rp 18.000,00 (235 gr)

Lulur mandi Purbasari

Buat saya, varian lulur mandi ini adalah produk unggulan dari Purbasari zaitun series. Butiran lulurnya sedang, dan ampuh membersihkan kulit mati secara optimal. Tidak terlalu kecil, juga tidak terlalu besar sehingga aman untuk kulit yang lebih sensitif. Lulur ini juga disarankan untuk dipakai setiap hari sebagai pengganti sabun, untuk mendapatkan hasil maksimal.

Tapi agak sayang sih, kalau dipakai setiap mandi. Selain kulit kita nggak butuh untuk dilulur setiap saat, juga perlu untuk mengimbangi perawatan kulit dengan sabun zaitunnya. Jadi sebaiknya diselang-seling antara sabun zaitun dengan lulur mandi Purbasarinya.

Aromanya pun enak dan bikin nyaman. Oh iya, saya kagum sama Purbasari; bisa gitu, bikin ramuan lulur yang bisa awet wanginya di badan. Kalau kamu mau wangi lebih lama, rasanya cocok sekali kalau pilih Purbasari Zaitun ini. Di badan saya, semburat wangi zaitunnya masih terasa hingga 3-4 jam setelah mandi.

Tekstur Zaitun Lulur
Oh iya, saya pernah mendengar ada yang meluluri wajahnya dengan lulur mandi untuk badan. Memang tidak ada yang salah, bahkan Purbasari sendiri pun tidak pernah melarang penggunanya untuk memakaikan lulur mandinya ke wajah. Namun saya tetap menyarankan untuk hindari penggunaan produk tubuh ke wajah deh. Selain karena ramuan dan formulanya sudah beda, lebih baik tetap memakai produk scrub yang dikhususkan untuk wajah untuk mengurangi risiko iritasi.

Purbasari Hand & Body Lotion Zaitun - Olive Oil. Rp 10.000,00 (100 ml) dan Rp 15.000,00 (220 ml)

Body lotion Purbasari
Tak lengkap rasanya memakai rangkaian perawatan sabun dan lulur, tanpa menuntaskannya dengan body lotion perawat kulit. Sia-sia jadinya, kalau kulit sudah dibersihkan, tetapi lupa dinutrisi. Untuk itulah kamu perlu menambah rangkaian perawatan kulit dengan Body Lotion Purbasari Zaitun. Tanpanya, kulitmu cuma mendapatkan bersih dan wangi doang, tanpa perlindungan dari sinar matahari.


Calir raga ini dilengkapi dengan tabir surya yang mampu melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Tahu nggak, merek calir raga yang melembapkan sekaligus memberi perlindungan dari sinar matahari itu jarang lho. Untuk itu, Purbasari ini fungsinya ganda dan langsung bikin saya jatuh cinta. Apalagi aromanya yang ringan dan teksturnya yang mudah meresap ke kulit.

FYI, saya pribadi lebih menyukai calir raga yang aromanya ringan dan tidak menyengat. Kalau kamu ingin produk yang berwangi tajam mungkin akan kurang suka. Namun, sejauh saya pakai dalam satu rangkaian dengan lulur, calir raga ini mampu memberi perawatan ekstra dengan wangi yang lebih tahan lama.

Kalau saran dari saya, pakai Purbasari Lotion Zaitun dua kali sehari sehabis mandi. Rutinkan selama 7 hari, niscaya sudah terlihat hasilnya.

Varian Purbasari Zaitun-series
Baik kemasan lulur maupun lotion, mereka datang dengan aneka ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk lulurnya, terdapat kemasan mini 125 gram yang dapat kamu pakai untuk traveling. Pun juga dengan lotion-nya yang punya kemasan varian 100 ml yang bisa dibawa ke mana-mana tanpa perlu memenuhi tas. Sedangkan untuk lulur kemasan 235 gram dan lotion 220 ml bisa kamu gunakan sehari-hari di rumah.

Untuk mendapatkan produk ini, kamu bisa membelinya di toko-toko atau toserba di kotamu. Nggak sulit kok. Nggak perlu PO ataupun menunggu kiriman. Di Jogja sendiri kamu bisa mendapatkannya di Carrefour, Ramayana, Superindo, Giant, Lotte Supermarket dan toko kosmetik di Jogja. Kalau mau online, juga sudah ada di Blibli, Tokped, Shopee, Bukalapak, dan lain-lain. Intinya, produk Purbasari Zaitun Series sudah banyak tersedia di mana-mana.


Jadi, sudah memutuskan untuk memakai Purbasari Zaitun Series?

@andhikalady

Tuesday, September 12, 2017

[Jenganten X Tosave] Pelesir ke Pantai Menganti

September 12, 2017 2 Comments
Setidaknya ada 4 hal yang membuat saya suka sama pantai:

1. Bau udaranya amis-amis segar gimanaa gitu
2. Satu-satunya tempat di mana kita bisa memandang sejauh mata melihat
3. Tidak ada angin yang berhembusnya kayak di pantai
4. Dan A-Z alasan yang membuat saya sampai nggak percaya ada orang yang nggak suka dengan pantai

Selama sebulan terakhir ini, saya ke pantai Menganti, Kebumen sebanyak 2 kali. Kali pertama karena kebetulan lewat area sini pas melalui jalan jalur selatan Jogja-Cilacap. Kali kedua karena berhasil meracuni Bapak untuk pelesir ke sana dengan membawa segenap keluarga, pokoke udah kayak tulisan di bawah "turut mengundang" deh.

Sekilas soal pantai ini, Menganti berada di bagian selatan-barat kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Sementara rumah ortu saya di Cilacap bagian timur, sehingga untuk menuju ke pantai Menganti lumayan dekat meski harus pindah kabupaten. 

Menganti dari atas

Banyak orang yang bilang, bahwa untuk menuju tempat yang indah membutuhkan jalan yang tidak mudah. Hal ini menggambarkan pantai Menganti dengan presisi. Sebab, jalan untuk menuju ke sana harus dilalui dengan terjal, naik turun, sempit dan berpotensi membuat driver mobil keteteran jikalau kurang lihai mengoperasikan rem tangan.

Kamu bisa menuju pantai Menganti dengan menelusuri jalur Pantai Ayah kalau dari arah barat, atau dari jalur pantai Karangbolong jika dari arah timur. Jalur naik dari arah barat lebih pendek daripada jalur dari timur. Jalanannya cukup menantang naik turun dan berkelok-kelok, sehingga perlu dipastikan dulu stamina kendaraan dan drivernya. Saya pernah mencoba pakai motor bebek, karena nggak terbiasa di jalanan naik turun, beberapa kali saya perlu menggerung motor lebih keras. Kalau naik mobil, pastikan sudah ahli mengoperasikan rem tangan yaa.

Kalau nggak tau ancer-ancernya, paling gampang sih ngecek Google Map Pantai Menganti.

Menganti dari bawah

Sampai di lokasi, kamu akan menemukan pantai dan bukit seolah-olah menjadi satu bagian yang terpisah. Di bagian bawah yang landai, wisatawan bisa melakukan selancar (ada instrukturnya), kedai sea-food, atau sekadar berjemuran di atas pasir. Namun kegiatan favorit saya adalah: keceh-keceh air yang berbatu sambil foto-foto.

Pantai berbatu

Untuk makanan, tidak perlu ditanya ya Ges, karena di sini adalah tempat belabuhnya kapal nelayan. Oleh karena itu jumlah ikan dan aneka sea-food melimpah ruah di sini. Kamu bisa pilih, mau minta asam manis patin atau cumi sotong crispi semuanya ada. Tinggal pilih warung mana yang menurutmu paling nyaman dan enak dipakai duduk-duduk isirahat.

Atau kalau kamu menghindari seafood atau nggak doyan atau lagi ngirit, bisa juga pesan indomi hangat. Tapi rugi banget sih, jauh-jauh ke Menganti masak pesannya indomi?

Kalau ada yang tanya apakah ada akomodasi semisal ingin merasakan suasana malam di Menganti, jawabannya ada banget. Sejauh saya lihat, kurang lebih ada 4 atau 5 cottage yang bisa diinapi. Ingin suasana yang lebih 'ngalam', kamu juga bisa pasang tenda dan kemping di areal sana kok. Asalkan harus izin dulu dengan pengelola setempat.

Special by Tosave
Untuk ke pantai, tentunya kita akan perlu pakaian yang representable. Harus nyaman dari segi ergonomis, serta punya nilai estetik yang baik saat dilihat. Membahas soal outfit, di sini saya memakai summer polkadot dress dari Tosave. Bahannya loose banget, sehingga kalau sedang tertiup angin, jadi kelihatan bagus. Namun teksturnya cukup menerawang sehingga untuk yang berhijab, perlu menambahkan manset/celana legging sebagai dalaman.


Harganya juga cukup terjangkau, sekitar 80ribuan sudah dapat dress panjang. Kamu bisa mendapatkannya di Tosave dengan aneka pilihan yang bisa disesuaikan kebutuhan dan keinginan kamu.

So, sepertinya kesenangan saya dengan pantai bertambah saat memakai baju yang nyaman dan sesuai apa yang saya mau. Kalau dengan demikian bisa menambah kesenangan dan kesehatan jiwa, kenapa tidak dilakukan?



SheInHair

@andhikalady