Wednesday, April 23, 2014

Inez Beauty. Deep Cleansing Clay Mask

Ada banyak jenis masker yang beredar di pasaran, di antaranya masker clay, masker peel off, masker scrub, dan spesies-spesiel masker lainnya. Setiap jenis masker diciptakan untuk tujuan yang berbeda-beda. Misalnya masker scrub, selain untuk menutrisi kulit, juga diciptakan untuk membantu meluruhkan sel kulit mati. Masker peel off, yang cara penggunaannya menyenangkan sekali, terutama ketika menguliti (belum nemu istilah yang pas, cek saja salah satu review masker peel off saya di sini), dibuat untuk membantu mengurangi kulit kusam. Adapun masker clay, dibuat untuk membersihkan kulit secara lebih mendalam. Kulit berminyak dan berpori-pori besar kayak saya, biasanya cocok memakai masker bertekstur clay karena masker jenis ini mampu membersihkan hingga jauh ke dalam pori. 

Nah, kemarin saya mencoba masker Inez ini: 



Kemasannya simple dengan signature tutup warna biru khas Inez. Tulisan di kemasan juga nggak neko-neko. Masker ini tidak menuliskan janji-janji muluk yang biasa tertulis dalam kemasan produk kosmetik semisal "Dapatkan kulit putih dalam dua jam", "Menghilangkan jerawat dalam hitungan detik", "Membuat kulit cerah bersinar, flawless, putih seperti perempuan Nigeria", "Dibuat dengan khasiat susu tapir dari Brazil yang terbukti mampu melawan garis penuaan" dsb.

Monday, April 14, 2014

Tips-tips Makeup yang Nggak Selalu Berhasil

Banyak tips-tips makeup bertebaran di dunia internet. Baik yang dishare oleh beauty blogger, Pinterest, Instagram, web-web kecantikan, atau macem-macem deh, tergantung seberapa tersesatnya kita nyari link demi link. Namun nggak semua tips-tips itu efektif dilakukan. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum percaya dengan tips begitu saja.

"You can't marry a man you just met" - Elsa the Queen of Arendalle -
sama kayak,
"You can't just try new tips by looking at one page" - Anonim -
Baiklah, abaikan saja. LOL

Jadi ceritanya saya nyoba dua tips makeup, beberapa percobaan, berhasil dengan baik. Tapi kemudian saya menemui kendala yang akhirnya malah jadi runjemm. Hehe.

1. Membersihkan kuas menggunakan EVOO dengan cara diusrek-usrek.

Saya pernah baca tips membersihkan eyeliner dengan cara yang gampang banget dilakukan. Caranya adalah tuangkan EVOO di telapak tangan, lalu usrek-usrekkan kuas ke EVOO. Kemudian basuh dengan air dan ulangi gerakan pertama dengan cairan sampo atau sabun pembersih yang lembut. Pertama-tama saya coba lakukan dengan kuas kecil eyeliner Masami Shouko. Berhasil! Sungguh deh, tips ini sangat keren untuk meluruhkan sisa-sia eyeliner yang mengering di ujung kuas.

Bahan yang dipakai: EVOO dan sampo anak-anak.
Taraaa, kuasnya langsung bersih kayak habis mandi.

Friday, March 28, 2014

Dandan Sendiri Buat Wisuda, Why Not?

Alhamdulillah, bulan ini saya berhasil diwisuda. Horeee. Ehm, kayaknya saya sedikit lebih telat bercerita di blog ini, mengingat wisudanya sudah sebulan yang lalu. Hehe. Akhirnya saya bisa selesai kuliah di bangku S1, meskipun pas kuliah saya nggak pernah duduk di bangku betulan. Pokoknya wisuda itu, rasanya ya kayak wisuda. Bayangin aja saat di mana kamu merasa kuilminasi ilmu yang kamu pelajari sekian tahun di perkuliahan akhirnya menuai hasil juga. :p

Lalala.
Dulu selagi saya baru pertama-tama mulai menulis blog Jenganten, saya pernah berangan-angan suatu hari nanti akan bikin posting 'cara dandan sendiri buat wisuda'. Tapi nasib membikin saya wisudanya agak molor dari waktu ideal, sehingga baru bisa menulis sekarang. Memang sih beberapa kali dandanin wisuda temen, tapi kan, akan lebih afdol lagi kalo yang ngasih tips juga sudah wisuda. Wkwk.

Jadi saya mulai saja ya. Sebenarnya dandan wisuda sendiri itu mudah, temen-temen saya juga banyak yang dandan sendiri untuk wisuda. Lagipula dandan sendiri punya banyak nilai positif dibanding dandan di salon atau didandanin orang lain. Syarat dasarnya cuman tiga aja kok: kamu cewek, kamu niat, dan kamu pede.

Monday, March 24, 2014

My Fair Lady

Bagi yang belum familiar dengan film ini, barangkali ada temen-temen yang langsung teringat sama salah satu drama Korea yang judulnya sama: My Fair Lady. Hehe, iya kan? Ternyata judul drama Korea tersebut adalah hasil adaptasi dari sebuah film Hollywood. Ada lho, film My Fair Lady Hollywood-made, yang dibuat tahun 1964 dengan bintang filmnya adalah aktris favorit sepanjang masa: Audrey Hepburn. Hmm, tahun '64 barangkali simbah saya belum kawin. :p

Sumber
Kita lebih mengasosiasikan Audrey Hepburn di film Breakfast at Tiffanys (1961) dengan signature Little Black Dress, high updo, dan rokok-nya. Tapi ternyata film-film dia yang lain juga nggak kalah kece lho.

Dalam film itu, ada sebuah adegan si Mbak Audrey Hepburn datang ke acara Ascot Race. Acara Ascot Race adalah perlombaan pacuan kuda yang diadakan di Inggris setiap tahun. Kabarnya acara ini hanya boleh didatangi oleh bangsawan atau orang yang memiliki hak khusus saja. Yang nonton pun nggak main-main, sampai keluarga kerajaan juga ikut datang lho. Uniknya, semua penonton Ascot punya dresscode yang khas, yaitu topi. Untuk pria, topinya standar sih, tapiii, untuk kaum cewek-cewek, mereka mengenakan topi besar yang lucu-lucu ala bangsawan Inggris. Sumber.

Sumber
Makin sekarang, bentuk topi Ascot makin bermacam-macam dan aneh-aneh. Penasaran sama bentuk topinya? Googling deh: "Ascot hat". Dijamin langsung scroll sampai bawah-bawah.