Wednesday, April 20, 2016

[Partnership & Beauty Talk] Mengapa Memakai Sunblock itu Perlu


Di blog ini, rasanya saya sudah kerap banget ngomongin pentingnya memakai perlindungan dari sinar matahari aka sinar UV. Why? Dalam kadar tertentu, sinar matahari memiliki keuntungan. Salah satunya adalah vitamin D dan memberi vitalitas untuk kehidupan. Namun efek negatif yang ditimbulkan juga agak kurang menyenangkan. Sinar matahari jika dibiarkan terus-menerus memapar kulit dapat menimbulkan efek samping. Memang, pada dasarnya kulit kita itu mempunyai mekanisme sendiri untuk melindungi dirinya sendiri dari efek sinar. Namun paparan sinar UV yang terjadi terus menerus lama kelamaan dapat menimbulkan pola seragam yang dilakukan kulit yang mana pada akhirnya menimbulkan fotoaging dan pigmentasi. Namanya kulit disuruh 'kerja' sebagai pelindung tubuh dan dilakukan setiap saat, tentunya ada batasannya juga kan?

Nah, foto di bawah ini merupakan contoh efek fotoaging:

Efek aging akibat sinar matahari. Sumber
Menurut sumber foto tersebut, diceritakan bahwa profesi orang tersebut adalah supir truk yang setiap harinya duduk di kursi setir (kalau di luar negeri tempat supir ada di sebelah kiri). Kulit bagian kiri terpapar sinar matahari lebih banyak daripada kulit bagian kanan. Akibatnya setelah bertahun-tahun, dapat kita lihat bahwa kulit yang terpapar sinar matahari terus menerus mengalami pengenduran, menurunnya tingkat elastisitas, dan kerutan. Bisa dibayangkan ya, ngerinya? 

Bisa jadi lho, garis-garis halus dan pigmentasi yang kita alami itu bukan karena gen penuaan yang kita punyai (itu sih memang terjadi secara alami). Melainkan karena paparan sianr matahari yang terus menerus menimpa kulit kita tanpa perlindungan.

Dilansir dari CNN Health, bahwa sunscreen atau sunblock terbukti mampu mengurangi efek penuaan yang diakibatkan sinar matahari. Dan kalau kamu hobi nyari jurnal-jurnal kesehatan, sudah banyak banget penelitian yang mengangkat masalah sunblock yang dikaitkan dengan perlindungan kulit dari efek sinar matahari yang mengakibatkan penuaan.

Maka dari itu saya selalu demen banget sama produk-produk yang memiliki kandungan SPFnya. Kalau disuruh milih dua produk, produk satu punya khasiat antiaging, mengecilkan pori, membuat kuliat putih kayak bintang korea, sampai melancarkan jodoh sekalipun; kemudian dibandingkan dengan produk yang cuma menuliskan khasiat melembapkan plus SPF 30, saya bisa langsung pick produk yang punya kandungan SPFnya. Jodoh sudah ada yang ngatur kok, tapi perlindungan dan perawatan diri bisa kita usahakan. #plakk


Ngomong-ngomong soal sunblock, kemarin saya mendapatkan beauty freebies dari sociolla.com. Itu lho, online shop dan kumpulan beauty article yang lagi nge-hits di jaman sekarang. Saya dikirimi sebuah box bertuliskan "Pretty things inside". Tadinya saya mengira si box itu sedang hamil anak perempuan yang cantik rupawan, tapi ternyata isinya adalah dua buah produk dari Vitacreme. Jadi si Vitacreme adalah produk skincare asal Swiss yang khusus dibuat untuk merawat kulit, termasuk melindungi dari sinar UV Yuk simak short review dari Jenganten berikut ini:

Vitacreme Day Cream Creme De Jour. With SPF 30+++




Vitacreme Day Cream adalah krim harian yang dibuat untuk perlindungan mutifungsi. Dia bersifat sebagai pelembap, anti aging, antioksidan, waterproof dan tentunya perlindungan dari sinar UVA dan UVB. Karena sifatnya yang waterproof, dia bisa juga dipakai ketika di air misalnya sedang renang atau ke pantai tanpa takut sunblock kamu akan luntur.

First impression yang saya rasakan adalah krim ini terasa ringan dan mudah meresap di kulit. Perlindungannya bisa langsung kerasa saat itu juga. Yang bikin saya makin suka adalah ketika dibawa ke luar ruangan, dia tidak membuat kulit saya semakin berminyak. Saya sering banget menemui sunblock yang menimbulkan efek berminyak ketika dipakai setelah beberapa lama.

Vitacreme B12 Vita Blanc




Vita Blanc adalah varian Vitacreme yang berfungsi untuk melembapkan dan mencerahkan kulit. Teksturnya sedikit lebih encer daripada Vitacreme Day Cream. Karena tanpa kandungan SPF, saya gunakan krim ini untuk pemakaian malam hari. Tapi ternyata krim ini bisa dipakai sebagai alas sebelum bedak, untuk makeup yang tipis-tipis.

Pernah waktu itu kawan saya berkomentar "Wajahmu kok cerahan?". Itu penyebanya adalah saya barusan memakai Vita Blanc sebagai alas sebelum pemakaian bedak. First impression terhadap Vita Blanc adalah krim ini tidak lengket, sangat cepat meresap, dan memberi efek mencerahkan meskipun baru pertama kali dipakai.

Gambar di atas adalah swatch tekstur produk dari kedua varian Vitacreme.

Nah, solutif kan soal sunblock dan perlindungan untuk kulit? Berapa usiamu? 20an? 30an? Daripada menyesal nanti-nanti, kamu bisa membiasakan untuk memakai sunblock mulai sekarang. Bukan bermaksud menentang hal alami yang terjadi di tubuh manusia. Namun jika efeknya bisa kita kurangi, kenapa nggak? Ilmuwan-ilmuwan yang meneliti tentang SPF itu baik-baik kok. Mereka ingin ilmu mereka berguna untuk kemanusiaan. Ya pakailah...

Kamu bisa mendapatkan Vitacreme di sociolla.com. Dapatkan diskon 50k setiap pembelian minimal 200k dengan menyebutkan kode kupon:

"LADY50"

Selamat melindungi kulit!

Friday, April 15, 2016

[Beauty Class Events] Suatu Hari di AINO, Public Speaking, Grooming, dan Beauty Class


Beberapa waktu lalu, Jenganten diajak seorang rekan untuk mengisi acara sharing session beauty class di PT. AINO Indonesia. AINO itu semacam punya hubungan dengan kantor tempat bekerja saya dulu, sehingga banyak karyawan-karyawan di sana yang masih satu circle dengan saya.

AINO adalah perusahaan yang menjadikan teknologi sebagai tulang punggung pendapatannya. Hampir di semua aspek denyut nadi perusahaan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi. Pun ketika saya dan rekan baru disambut di front office, Mba Vepi langsung menawari saya “Mau minum apa?”. Mba Vepi tidak lantas menyuruh OB atau masuk lagi ke dalam untuk mengambilkan secangkir teh atau kopi melainkan mengeluarkan sebuah kartu yang kemudian ditempelkan ke vending machine yang tersedia di FO. Oh, jadi vending machine berisi minuman-minuman ini memang dipakai buat menjamu tamu, batin saya. Setelah Mba Vepi mempersilahkan saya dan rekan untuk memilih minuman, beliau melakukan beberapa aksi tekan-tempel-pencet kartu dan taraaa, minuman pesanan kami langsung keluar dari vending machine.

“Kartu ini namanya smartcard. Ada nominal uang yang tersimpan di dalamnya. Inilah produk utama perusahaan kami,” Mba Vepi menjelaskan secara singkat layaknya sudah menjelaskan hal itu ratusan kali.

Kegiatan sharing session di AINO merupakan acara rutin yang dimanfaatkan para karyawannya untuk mengembangkan diri. Acaranya bisa dalam bentuk pengajian, kelas ketrampilan, dan kali ini: beauty class & grooming. Sejauh ini, setiap ada kegiatan sharing session, selalu tersedia monitor dan kamera yang digunakan untuk streaming dengan kantor cabang Jakarta. Jadi nggak cuma karyawan dari Jogja saja yang bisa menikmati acara.


Saya kebagian untuk mengisi sesi beauty class. Dalam acara itu, saya nggak sendirian. Saya mengajak rekan saya, Mas Rangga, yang piawai dalam mentoring hal pengembangan diri, public speaking, dan grooming for men.

Wait, grooming for men?


Yeps. Rasa-rasanya kalau beauty class for ladies itu sudah jamak dilakukan, tetapi grooming for men cukup jarang dan pembicara yang ahli cukup sedikit. Kebanyakan kegiatan-kegiatan pengembangan diri lebih banyak didominasi wanita. Padahal pria pun punya hak yang sama untuk grooming as best as he can. Value ini yang akan kami angkat di beauty class & grooming di AINO (dan kemungkinan di kelas-kelas yang lain). Makannya saya beruntung punya rekan seperti Mas Rangga sehingga bisa diajak joinan seperti ini. Hehe.


Materi public speaking yang dibahas antara lain meliputi penjelasan sejarah tentang pentingnya grooming, bagaimana membawa diri di lingkungan klien, serta tips-tips apa saja yang perlu diketahui cowok agar dapat berpenampilan sebaik mungkin. Penampilan tentunya bukan hanya masalah tampilan luar saja, tetapi juga inner beauty. Iya, ini ngomongin inner beauty buat cowok juga lho.

Dari hasil kemarin, ternyata banyak juga peserta yang manggut-manggut pas dijelaskan soal cara memilih kemeja yang benar, cara menentukan paduan antara belt dan sepatu yang match untuk segala penampilan. Plus tips berhemat untuk menyempurnakan fashion cowok. Ilmu yang berguna banget nih, nggak cuma untuk cewek, tetapi untuk cowok juga.

Lalu pas sesi beauty class, rasanya nggak jauh-jauh banget dari kelas-kelas yang biasanya. Tema kali ini adalah langkah-langkah rias sederhana nan simple untuk ke kantor atau ketemu klien. Meskipun cuma ke kantor, ketemunya juga orang itu-itu aja, bukan berarti penampilan dibiarkan seadanya. Jika kita rapi dan menarik, orang pun makin betah pada kita dan self esteem kita semakin naik. Secara tidak langsung, aktifitas berdandan juga kata lain dari bentuk penghargaan pada diri sendiri.




Well, terimakasih AINO, Teh Yenni, Mba Vepy, Mba Yanti, Mas Rangga, dan seluruh yang terlibat. Seneng banget bisa ikut main-main di acara sharing session AINO kali ini. Thank you for having us, pokoknya. Sampai ketemu lagi di lain kesempatan. :)


Wednesday, April 6, 2016

[Haul] Belanjaan Maret - April (Ternyata Dominan Warna Hijau)

Hai Jenganten,

Saya itu matanya gampang banget silau sama barang-barang aneka warna. Memang sih, ada beberapa warna favorit, seperti ungu dan tosca, tetapi sebagai cewek masak ya pakai barangnya yang warna itu-itu saja? Bosen dong. Pastinya koleksi warna-warna lain juga ada. Sama kayak eyeshadow. Saya (dan pastinya banyak wanita penggila makeup lainnya) pasti di rumahnya nggak cuman punya warna eyeshadow yang gitu-gitu tok. Apalagi sebagai MUA. Punya eyeshadow aneka warna bisa menjadi kewajiban. Kalau klien pakai kebaya maroon, apakah akan kamu paksa pakai warna eyeshadow ungu mentang-mentang kamu sukanya warna ungu? Bisa-bisa dicoret dari MUA langganan. Hehe

Nah masih kaitannya sama yang warna-warni, saya sedang kepincut dengan beberapa produk aneka warna berikut ini:
  • LA Girl Eyeshadow Collection in Neons



Pertama kali lihat bentuk eyeshadow-nya, saya langsung jatuh cinta. Lha gimana enggak? Bentuknya warna warni gitu, kan seru lihatnya. Memang saya sedang ada kebutuhan untuk punya eyeshadow aneka warna. Setelah beberapa pertimbangan, akhirnya saya pilih LA Girl Neon. Alasannya adalah harganya cukup terjangkau dan yang jual itu kawan saya sendiri. Hehe. Meskipun begitu, kebutuhan eyeshadow aneka warna masih akan terus bertambah. Saya masih penasaran dengan Inez palet dan Ranee Palet, karena so far saya suka dengan eyeshadow-nya.

  • Putri Pure Clean Shampoo dan Conditioner



Ini adalah merk sampo yang cukup baru saya kenal. Padahal kata Arum dan Vani, merk ini sudah ada sejak dulu. Hehe. Waktu itu saya mampir ke minimarket dekat rumah dengan tujuan membeli sampo dan kebutuhan bulanan. Eh, pas lewat ke jejeran sampo, saya melihat ada sampo merk Putri yang mencolok dengan warna hijaunya. Sekilas mirip dengan sampo apel biasa. Karena tangan saya itu nggrathil, akhirnya saya coba comot dan baca-baca. Ternyata produsen sampo merk Putri adalah PT Paragon Indonesia, yaitu pabrik yang juga memproduksi Wardah dan beberapa produk Make Over. Jadi yaaa, bisa saya simpulkan bahwa produk Putri ini bukan abal-abal karena dibikin di pabrik yang profesional.

Iklan merk Putri sepertinya belum ada (atau saya yang kurang nonton TV). Alasan saya membeli ini adalah karena pengen coba produk yang belum pernah saya coba, harganya ramah di kantong, wangi dan berasal dari pabrik yang sudah dikenal memiliki reputasi baik.

  • Biore Pore Pack Hitam



Pada dasarnya saya termasuk orang yang ogah pakai plester komedo semacam ini. Alasannya adalah: saking pori-porinya yang terlalu lebar, komedo yang timbul jadi dikit dan mudah dikeluarkan. Alasan lain adalah; sebetulnya memakai plester komedo semacam ini kurang efektif untuk mencegah komedo dalam waktu lama. Percuma pakai plester komedo kalau masih males-malesan bersihkan muka, hobinya pakai makeup setebal lima senti, dan nggak hati-hati ketika ketemu polusi. Cara yang efektif untuk mencegah komedo adalah dengan rajin membersihkan wajah secara rutin.

Lalu, apa alasan beli plester komedo? Buat seru-seruan dan menuntaskan rasa puas ketika plester terangkat dari hidung. Warna hitam ini merupakan favorit saya karena komedo yang keluar bisa langsung kelihatan.

  • Mustika Ratu Body Butter Jasmine



Fungsi body butter adalah memberi kelembapan dan wangi ekstra untuk kulit. Kulit saya akhir-akhir ini sedang mudah kering dan mengelupas. Untuk itu saya merasa sudah mulai membutuhkan body butter. Karena saya suka wangi melati, pilihan saya adalah Mustika Ratu Jasmine. Produk ini cukup populer di kalangan penggila body-care. Wangi dan efek lembapnya juga tahan lama ketika saya pakai. Cumaan, produk body butter tidak didesain untuk melindungi kulit dari sinar UV, sehingga tidak memiliki kandungan SPF. Kamu yang berniat pengen jemur-jemuran, jauh-jauhlah dari body butter. Mending body butter-nya kamu pakai setelah shaving atau acara malam hari saja.

  • Kabar tak menyenangkan datang dari eyeshadow Ranee saya. :(



Di postingan haul bulan lalu, saya sempat menulis soal belanjaan eyeshadow saya yang bermerk Ranee. Ternyata kemasannya cukup sulit dibuka. Beberapa kali saya coba buka paksa. Iya, berhasil. Tetapi abis itu pranggg, kotak eyeshadow-nya jatuh dan ada satu bagian yang pecah. Hiks. Rasanya punya produk yang cacat akibat kesalahan sendiri (atau kesalahan desain kemasan) itu memang runyam ya?

  • Puff


Demi alasan kehigienisan dan kerapian saat mendadani orang, saya sengaja memiliki puff. Tujuannya adalah agar ketika melakukan hal-hal makeup, kulit tangan saya nggak langsung menyentuh ke kulit wajah klien. Hal-hal begini rasanya sudah jadi semacam kode etik untuk para MUA.

  • Ellips Vitamin Rambut


Rambut saya itu makin lama makin panjang dan panjang. Sekarang saja sudah hampir mencapai bokong. Sudah diniatin dari awal bahwa saya kepingin memelihara rambut panjang seperti yang dilakukan Ibu saya. Nah, apa konsekuensi punya rambut panjang selain biaya nyalon dan krimbat jadi mahal? Ya, perawatannya juga harus lebih intensif. Dikasih conditioner, vitamin, disisir, dikeramas dalam periode yang masuk akal untuk bersih-bersih rambut. Rambut panjang, apalagi yang senantiasa tertutup, biasanya memiliki problem yang kompleks. Lepek, kering, berminyak, gatal, rontok menjadi satu. Makannya, minimalisir efek-efek komplikasi rambut tersebut dengan merawatnya dengan baik dan benar.

Alasan memilih Ellips: basically nggak ada alasan khusus. Hanya ingin coba-coba. Vitamin rambut adalah alat perawat rambut yang paling minim resiko nggak cocok. Jadinya saya berani saja coba produk tersebut. Mungkin untuk selanjutnya saya bakalan coba produk/varian yang lain.

Haul saya bulan ini ternyata banyak didominasi warna hijau. Kalau kamu, haulnya apa saja Jeng?

+Andhika Lady Maharsi

Thursday, March 24, 2016

[Review] Sleek Matte Me Party Pink

Kalau ditanya produk makeup yang paling mudah dipakai menurut Lady, jawaban saya adalah: lipstik! Ya, lipstik. Hampir semua orang tau caranya memakai lipstik, meskipun baru belajar memakai makeup. Coba kamu tanya sama pasanganmu, "Mas, bisa minta tolong pasangin lipstik aku?". Dijamin pasti bisa. Meskipun jawaban mereka biasanya "Mas kok lebih suka menghapus lipstik kamu deh, Dek"

Entah bagaimana caranya menghapus lipstik yang dimaksud. Mas mu lebih tau. Appah? Nggak punya Mas? Yaudah, dedek saja juga boleh kok. Dedek-dedek cowok luthu emmezh juga nggak kalah menarik kok sama mas-mas cool yang sibuk dengan dunianya sendiri.

Oke, ngobrolin mas-mas vs dedek-dedeknya sampai di sini. Sekarang, saya mau bahas soal lipstik terbaru yang nangkring di meja rias. Dialah: Sleek Matte Me Party Pink.



  • Deskripsi produk. Lipstik matte dalam tekstur liquid.

Matte Me adalah varian liquid lip yang dikeluarkan Sleek Makeup yang punya karakteristik matte finish, tanpa perlu lapisan dobel, awet, dan mudah digunakan. Varian ini memiliki 6 warna: fandango purple, petal, brink pink, birthday suit, rioja red, dan party pink. Kamu bisa melihatnya di website Sleek Makeup.

Netto dari produk ini adalah 6 ml. Dilengkapi dengan aplikator dan dipakai dengan cara mengoles dengan aplikator tersebut.

Komposisi: Dimethicone, Hydrogenated Styrene Isoprene Copolymer Cresin, Silica, Diox, Titanium, Ide/CI77891, Red, Iron Oxide,/ CI77491, Yellow, Iron Oxide/CI77492, Bht, Propylparaben, D&C Orange No.5/CI145370:2, D&C Red No.6/CI15850:6


  • Deskripsi Warna. Coral dengan paduan pink dan hint kuning

Warna dari varian Sleek Matte Me Party Pink adalah dominan warna coral, paduan warna pink dan hint kuning sedikit. Nggak pink-pink banget, tetapi hasilnya mampu menarik perhatian. Namanya saja party pink, ada kata 'party' di sana. Jadi ya wajar saja kalau warnanya dibuat se-mencolok mungkin.

  • Swatch. Terkesan glossy di awal, lama-lama menjadi matte

Saya mencoba nge-swatch lipstik ini ke tangan. Hasil awal adalah glossy-glossy begitu semacam lip gloss. Namun lama kelamaan tekstur matte-nya mulai kerasa dan jadi matte banget! Warnanya pun menyatu dengan kulit. Namun ada hal yang kurang saya sukai, ketika tekstur telah menjadi matte, saya iseng geser-geser. Dan ternyata..... geser beneran. :(.. Bakalan susah nih, untuk kamu yang bibirnya nggak behave, nggak kalem, dan suka ndower ke-mana-mana. Apalagi kalau si Mamas, eh, si Dedek suka nawar-nawarin buat bantuin ngehapus.



Ternyata bisa geser!
  • Swatch di bibir. Warnanya jadi lebih cerah ketimbang di kemasan.
Saya kurang paham ini good or bad surprise. Produk ini ketika dipakai di bibir saya, warnanya agak berubah. Kalau di kemasan terlihat pink dark, tetapi pas kena bibir, jatuhnya jadi semacam oranye. Entah bibir saya yang salah, atau lipstiknya yang salah. Agak kurang paham juga.


So far, saya tetap suka dengan warna ini. Wajah jadi keliatan cerah, meskipun bajumu gelap gulita. Dengan catatan, bibirnya harus dijaga supaya tetap behave dan kalem karena lipstik ini mudah geser ke-mana-mana. Lupakan untuk meminta bantuan si Mamas atau Dedek untuk hapus lipstikmu sebelum halal. Halal apanya? Ya pasangannya lah.

Buy these product at @fortune_shoppee



Monday, March 14, 2016

[Event] Yoga & Lunchie At Wardah Beauty House Yogyakarta

Hai Jengantens, 

Merawat diri adalah sebagian dari bentuk rasa bersyukur. Dikasih kulit yang terbaik, ya dirawat dengan cara yang baik pula. Dikasih otak untuk berpikir, ya gunakanlah untuk mencari ilmu sepatutnya. Diberikan sepasang kaki yang sempurna, gunakan untuk melangkah ke hal-hal yang baik. Jangan malah dikasih bibir yang normal, nggak sumbing, nggak dower parah, sehat dan seksi, full laiknya Mbak Angelina Jolie, tapi malahan dipakai untuk ngrasani orang. Mbak Jolie saja memakai sepasang tangannya untuk membantu kaum kelaparan Afrika. Nah, elu?

Wardah sebagai brand pengusung halal cosmetics tentu aware dengan perawatan tubuh sebagai bentuk rasa syukur para wanita Indonesia. Ditengarai dengan adanya beauty house-beauty house yang tersebar di kota-kota besar Indonesia, salah satunya di Yogyakarta.

Beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman blogger Yogyakarta, baik dari fashion blogger maupun beauty blogger berkumpul bersama di Wardah Beauty House Yogyakarta untuk yoga dan lunchie bersama. Ohya, ini adalah aktifitas yoga pertama saya. Jadi ketika proses yoga, saya kerap kaku sendiri. Untungnya sudah terbiasa nari jadinya kakunya masih termaafkan. XD

Pemanja mulut manis
Ketika yoga, kami dipandu Bu instruktut yang sabar ngajarin kami teknik-teknik yoga ala pemula. Hampir semua temen-temen blogger yang ikutan di acara ini adalah pemula. Kami diajarin mulai dari pemanasan sampai teknik yang kalau difoto jadi Instagram-able. Fiuhh, baru pemanasan saja rasanya udah kemringet ngos-ngosan, ini masih harus ditambah pose-pose aneh-aneh. Untungnya masih ada waktu untuk pose yang lucu seperti ini:

Wew, Mbak Lady pose sama Mbak Ardiatami, fashion blogger kece di Jogja.

lipstick, review soon
Akhir acara, kami semua foto bareng dengan pose yoga paling gampang bagi kami yang sayang saya lupa namanya. Pokoknya begini lah. Acaranya seru banget sampai kami para blogger udah janjian mau ketemu lagi di kesempatan lain.

Kiri ke kanan: Windriani, Amy Baidi, Ardiatami, Echa, Bu Instruktur Yoga, Monica, Retno Afni, Lady, Deniathly
Hari itu saya nggak ikut keseluruhan acara karena harus mengejar acara lain. Kabarnya ada blogger lain juga yang datang, si Mbak Isma. Sayangnya saya belum sempet ketemu, tetapi akhirnya ketemu juga di acara lain. Hehehe.

Setelah melakukan rangkaian yoga versi simpel, alhasil badan saya sakit semua. Tapi sakit yang 'nikmat' ala-ala habis olahraga gitu lho Jeng. Bisa bayangin kan? Dan sepertinya saya nagih ikut yoga. Setelah menari, ikut yoga bisa jadi kegiatan yang paling menarik dan menyenangkan. Hasilnya untuk siapa? Ya untuk kesehatan dan kelenturan badan kita sendiri. Badan bagus dan langsing kita juga yang senang (sama suami juga, kalau punya). Hohohoho..

Well, jadi intinya ada banyak cara untuk merawat diri sebagai bentuk rasa syukur. Salah satunya adalah membiarkan tubuh kita bergerak dan melakukan hal-hal yang bikin berkeringat. Ayolah, coba dirutinkan itu olahraganya, larinya, yoganya, naik-turun tangganya. Nggak ada yang salah kan? Malah menyehatkan. Yuk.

@andhikalady