Follow Us @jenganten

Wednesday, October 3, 2018

Memilih Jas Pria untuk Akad Nikah. Berikut Tips dan Trik Supaya Tak Kedodoran Maupun Kesempitan

October 03, 2018 0 Comments

Clothes make the man, naked men have little or no influence in society ~ Mark Twain 
Akhirnya saya nulis juga artikel tentang pernikahan di blog ini. Meski sudah menikah enam bulan, bukan berati saya nggak boleh ngomongin soal wedding, bukan? Mari kita mulai dulu dengan pembahasan jas akad. Ya, pritilan baju yang digunakan oleh mempelai pria memang tidak se-wah atau se-glamor busana yang dikenakan pengantin wanita. Kalau biasanya yang disorot dan banyak dibahas di media online adalah seputar warna kebaya, bentuk gaun, atau bagaimana model buket bunga yang dipakai, di sini saya lebih membahas busana cowok, aka suami.

Bicara tentang busana akad pria, umumnya kita akan banyak menemui gaya jas internasional. Dipakaikan kupluk atau peci kalau di Indonesia. Termasuk suami saya nih. Meski di saat akad saya mengenakan gaun modern dan Siger Sunda, suami memutuskan untuk memakai jas, which is okay. Karena jas merupakan pakaian pria yang cocok dipasangkan dengan busana wanita apapun. 

Saat akad nikah
Memiliki satu atau dua pasang jas di rumah merupakan investasi yang bagus. Meski kamu tidak sehari-hari mengenakan jas seperti laiknya pekerja kantoran di negara subtropis, tetapi pasti akan ada momen-momen spesial yang membutuhkan jas sebagai dress code-nya. Misalnya kondangan, menghadiri wisuda, bahkan di momen akad nikah itu sendiri. Suami saya bahkan bela-belain membeli jas baru di momen spesial kami. Memang menyewa jas bisa lebih murah, tetapi dengan beberapa pertimbangan, termasuk riset soal harga jas pria di internet, akhirnya kami memutuskan untuk membeli yang baru, sepasang dengan gaun yang saya pakai.

Gaun berwarna nude dan jas warna cokelat menjadi pilihan kami, sebab sudah terlalu bosan dengan warna putih dan hitam yang itu-itu saja. Habisnya, setiap kali menyaksikan akad nikah teman atau saudara, pasti yang dipakai warna putih lagi. Kan bosan, kan ingin coba yang baru, kan ingin berbeda dari yang lain. Begitu yang kami rencanakan. Karena bajunya tidak berwarna basic, kami pun mengenakannya di sesi prewedding. Nuansanya rustic, mirip dengan warna cokelat nude yang kami kenakan.

Sesi prewedding

Ada beberapa pertimbangan yang umum diterapkan oleh sesiapa yang ingin membeli/membuat/menyewa busana untuk akad nikah. Kalau di kami, pertimbangan utamanya adalah ingin terlihat spesial dan berkesan. Selain itu, bentuk tubuh suami yang tingginya di atas rata-rata agak menyulitkan kami untuk menyewa jas yang pas, sehingga solusi pastinya ya beli. Namun, perlu diperhatikan bahwa ada tips dan trik untuk membeli jas pria yang pas agar tidak menyesal di kemudian hari. Di antaranya:

πŸ’“ Jas pria tidak boleh terlalu besar atau kecil. Cirinya adalah jahitan di pundak harus pas dengan tumpuan. Jika bingung, kamu bisa konsultasi dengan penjahit untuk menemukan bentuk jas yang tepat

πŸ’“ Di sesi fitting, coba dipakai dan dikancingkan dulu, lalu pakailah untuk duduk. Jika terasa sesak, artinya jasnya masih terlalu kecil.

πŸ’“ Pilihlah bahan yang berkualitas. Memang kalau dilihat langsung tidak akan terasa, tapi bahan yang bagus punya impact yang besar terhadap kenyamanan sekaligus suasana hati pemakainya. Ingat, ini upacara sumpah akad nikah yang berlangsung 1 kali seumur hidup lo

πŸ’“ Tidak perlu banyak aksesori di bagian leher dan dada. Sebab, kamu akan kalungan melati

πŸ’“ Pakailah aksesori yang tepat untuk menunjang penampilanmu saat akad. Misal peci, sarung tangan, dan riasan yang tepat. Eit, cowok juga perlu di touch up lo. Minimal sunblock atau bedak yang bisa mengurangi kilap di wajah. Pemakaian lip gloss juga nggak kalah penting karena dokumentasi akan tahu kalau bibirmu terhidrasi.

πŸ’“ Untuk dalaman jas, bisa kamu kenakan kemeja berwarna cerah dan dasi yang sesuai dengan busana pengantin cewek. Khusus di kami, suami mengenakan baju koko dengan warna senada dengan gaun saya. 

πŸ’“ Adapun untuk harga jas pria, pastikan sesuai dengan bujet yang kamu sediakan. Tidak semua harga jas pria harga mahal itu bagus, begitu pula jas harga murah bukan berati jelek. Jelilah dalam memilih.


Nah, kira-kira sudah paham kan, gimana caranya memilih jas pria untuk akad yang tepat? Pada dasarnya baik membeli ataupun menyewa sama-sama punya sisi positif dan negatif. Namun untuk beberapa alasan, misalnya sulit menemukan ukuran yang pas untuk calon suami, rasanya tak mengapa mengeluarkan kocek lebih untuk membeli jas pria dengan harga terjangkau Toh rencananya ingin dikenang seumur hidup kan?

Salam,
Lady

Thursday, August 30, 2018

Mendefinisikan Perbedaan Antara MUA dan Perias. Dua Istilah Profesi yang Kerap Dikelirukan Orang

August 30, 2018 2 Comments

By Jenganten, makeup wedding/wisuda Jogja

Sepuluh tahun yang lalu, jika ada saudara atau kerabat kita yang menikah, umumnya akan memakai jasa perias dari salon yang menjual paket lengkap. Ada dekorasi, makeup pengantin, ibu pengantin, among tamu, sampai ke buku tamu dari satu vendor. Kabarnya malah ada juga yang menyewakan sound dan MC-nya sekalian. Waktu itu belum ada tren bridesmaid ataupun makeup artist (MUA). MUA masih dipandang sebagai profesi langka yang hanya menangani artis-artis atau selebritas ternama. Seperti namanya -- makeup artist, makeup yang menangani artis-artis. Begitu kononnya.

Beda halnya dengan sekarang, profesi MUA agaknya semakin menjamur seiring dengan berkembangnya tren beauty blogger dan vlogger. Makeup drugstore dan high-end semakin marak dan mudah dibeli. Di era konsumtif makeup inilah, banyak orang -- perempuan terutama, mendaku diri sebagai makeup artist asalkan bisa menggambar alis.

asal bisa nggambar alis

Bayangkan saja, kemampuan untuk membeli makeup yang sebegitu banyaknya tidak seimbang dengan kemampuan menghabiskannya. Punya foundation 5, blush on 10, lipstik 25, tetapi mukanya cuma satu, pipinya cuma dua, dan bibirnya cuma satu. Akhirnya ke mana? Kalau nggak berujung ke dibuang (karena udah keburu kadaluarsa), dijual kembali dalam bentuk preloved, ya dipakai mendandani orang lain alias makeup-in orang. Dari situlah mulai timbul para MUA baru yang muncul ke permukaan. Ada yang pada awalnya hasil makeup-nya masih B aja, namun seiring dengan berjalannya waktu dan jam terbang, lambat laun para MUA tersebut menjadi semakin ramai dan profesional. Bahkan ada yang berani resign dari pekerjaannya sekarang demi mengejar passion sebagai MUA.

Persoalan timbul saat beberapa perias yang notabene telah mengenyam pendidikan rias, baik formal dan non formal, merasa 'terganggu' dengan fenomena MUA-MUA baru yang menjamur ini. Dipikirnya 'kok gampang banget jadi tukang dandan, padahal sertifikat aja nggak ada, belajar pakem pun enggak, kok sudah berani mengambil untung dan jual jasa?'

And then, di mata MUA yang umumnya sudah termasuk lama berkiprah di bidang ini pun nggak kalah 'terganggu' juga. 'Kan para MUA itu mengutamakan gaya makeup modern dan sesuai selera pasar. Sirik aja sih loo' ~ begitu katanya.

Well, begitulah yang terjadi di lapangan. Nah, daripada membentuk kekisruhan yang membingungkan kamu (terutama yang bukan perias maupun MUA), ada baiknya saya jelaskan apa sih perbedaan perias dan MUA? Sisi positif negatifnya apa, serta pada siapa sebaiknya kamu memakai jasanya untuk hari spesialmu.

πŸ’… Perias umumnya telah mengenyam pendidikan baik formal maupun non formal tentang dunia per-makeup-an

Sumber

Tahu Puspita Martha Beauty School? Jurusan Teknik Rias yang ada di kampus-kampus pendidikan? Atau sanggar-sanggar rias yang kerap membuka kelas paes? Ya, itu adalah beberapa sekolah atau tempat belajar yang sering dilakoni oleh para perias profesional. Mereka belajar selama beberapa bulan bahkan tahunan untuk mengerti cara membentuk alis, menata rambut, mencukur rambut, hingga tata cara rias pengantin tradisional. 

Untuk bekal skill, jelas para perias-perias ini patut diacungi jempol. Sebelum mereka sungguhan terjun ke lapangan sebagai profesional, mereka diharuskan menjalani semacam intership atau PKL terlebih dahulu untuk mengasah skill dan jam terbang.


πŸ’… MUA juga (harusnya) telah mengenyam pendidikan berupa kursus dari MUA-MUA yang sudah senior di bidangnya

Sumber

Tidak seperti perias yang membutuhkan waktu bertahun-tahun, para MUA umumnya banyak melakukan self development dalam mengembangkan skill riasnya. Modalnya berani dan sedikit trik marketing dan foto untuk menghias portopolionya di medsos. Jika hal ini dilakukan secara terus menerus dan tidak berhenti belajar, para MUA ini akan lekas menjelma menjadi MUA panutan yang bisa jadi nggak punya hari libur selama seminggu -- karena saking larisnya.


πŸ’… Berbeda dengan perias yang punya banyak skill dalam teknik riasan tradisional, MUA lebih terbatas pada teknik rias wajah saja

Sumber

Seorang perias biasanya dituntut untuk menguasai banyak hal sekaligus. Mulai dari mendandani wajah, rambut, hijab, cara memakaikan baju, cara meronce melati, tata cara panggih, hingga cara manajemen wedding organizer pun mereka ngerti. Pokoknya pepak sekali deh. Untuk itulah, belajar dalam waktu lama sangat diperlukan. Silakan tanya pada perias: Mbak/Mas, apa njenengan bisa memakaikan sanggul dan jarik Solo? Jawaban umumnya pasti 'oh, jelas bisa Kakak'.

Berbeda dengan MUA, mereka berfokus hanya pada riasan wajah saja, udah, itu tok, til. Sangat sedikit MUA yang menguasai tata cara ubo rampe yang dikuasai oleh perias. Namun dengan hal ini, justru membuat skill para MUA dalam merias wajah itu sangat pro sampai tahap yang tak terbatas, tergantung seberapa tingkat belajar si MUA tersebut. Mudah menemui MUA yang bekerjasama dengan tim yang terdiri dari hair stylist, hijab stylist, pemanggih, pemaes, dll. They just don't work alone and let the team do the rest.

πŸ’… Perias umumnya memberikan jasa dalam bentuk borongan. Sementara MUA, service-nya terbatas di makeup saja. Paling mentok dilengkapi dengan jasa hair do atau hijab

Sumber

Kalau kamu adalah seorang pengantin dan ingin meminta jasa salon rias untuk menangani acaramu, besar kemungkinan si salon akan menyediakan layanan borongan yang terdiri dari: makeup manten, makeup ibu manten, among tamu, buku tamu, hingga bridesmaid. Belum prithilan lainnya seperti dekorasi, sound, MC, baju dan sebagainya. Paket lengkap lah pokoknya. Umumnya seorang perias memang memiliki semua itu. Konon, di tempat yang lebih rural, jasa perias tidak hanya ngurusin manten saja, tetapi sudah laiknya wedding organizer itu sendiri. Dari hal ini kita bisa menyimpulkan bahwa menjadi seorang perias jelas sekali membutuhkan modal yang suangaat besar dan waktu yang lama (untuk belajar).

Berita baik untuk MUA, modal yang dibutuhkan tidaklah terlalu besar. MUA tidak harus memiliki gebyok dekor ataupun baju pengantin se-ubo rampenya. Mereka memfokuskan pada kepemilikan benda-benda yang menunjang pekerjaan merias wajah saja, seperti: beauty case, ringlight, makeup high-end, dan tentunya: ketrampilan memotret yang baik. Karena foto merupakan pintu utama mereka mendapatkan klien.

πŸ’… Perias biasanya bertahan dengan pakem (well, mereka sangat ahli dalam hal ini). Sementara para MUA cenderung lebih modern dan mengikuti perkembangan selera pasar

Hasil riasan para MUA cenderung mengikuti selera pasar

Perias memang dididik untuk senantiasa menaati pakem dan standar tertentu. Misalnya, saat mereka belajar riasan tradisional pengantin gaya Jogja, maka mereka diharuskan mempelajari seluk beluk serta riasannya yang memiliki aturan tertentu. Contoh gampangnya adalah: cara membentuk alis ala Jogja Putri, diharuskan memiliki derajat kelengkungan tertentu yang tidak sama dengan alis modern seperti zaman sekarang. Itu tidak boleh dibantah, jika salah sedikit saja bisa kena cap tidak melestarikan adat leluhur.

Karena sebab di atas itulah, para perias cenderung stagnan dalam menyikapi perkembangan makeup modern saat ini. Banyak terlihat di lapangan, perias yang ajeg berkutat pada cara lama yang dinilai kuno. Meski sekarang, misalnya, para MUA sebelum memakaikan foundation lazim memberikan berlapis-lapis primer terlebih dahulu, para perias masih menggunakan foundation krim sejuta umat yang diajarkan oleh gurunya dahulu.

Perkara perkembangan kekinian dan modernitas, tentu MUA lebih piawai di bidangnya. Dengan keahlian yang terfokus, mereka akan mengembangkan pelbagai cara untuk mendapatkan tampilan makeup yang flawless, sempurna, glowy, strobing, dewy, atau apalah itu -- sebuah istilah asing yang tidak diajarkan oleh guru-guru perias manapun.

πŸ’… Perias memiliki salon. MUA memiliki studio. Apa sih perbedaannya? Atau jangan-jangan sama saja?


Seorang perias biasanya memiliki tempat berkarya yang disebut salon. Di salon inilah mereka menempatkan alat-alat makeup, baju-baju, hingga gebyok yang merupakan bahan usaha mereka. Sementara MUA cenderung menamai tempat berkarya dengan sebutan studio. Layaknya seniman, para makeup artist (seniman makeup) ini juga memiliki tempat tersendiri untuk melakukan karya seni.

Apakah tempat berkarya seperti demikian wajib adanya? Tidak. Nyatanya ada banyak perias dan MUA freelancer yang bekerja secara home-service atau menyesuaikan panggilan. Sehingga tempat bekerja mereka adalah tempat di mana klien tinggal atau berdiam. Bagaimana? Kamu bisa lho menjadi MUA meski tak punya studio. Tertarik?

πŸ’… Mari bicara soal jenjang karier perias dan MUA

Sumber

Perias umumnya memiliki jenjang karier sebagai berikut: belajar di sanggar/pendidikan > magang > internship atau ikut orang menjadi asisten pengantin > pelan-pelan mengambil klien sendiri > menimbun barang inventaris seperti kebaya, gaun, dsb > memiliki/menyewa tempat untuk dijadikan salon > semakin populer dan dibayar mahal.

Adapun jenjang karier MUA adalah: belajar makeup autodidak > ikut kursus MUA profesional basic to pro > mengambil klien yang mudah seperti wisuda dan bridesmaid > kadang kerjasama dengan MUA lain > lambat laun mengambil klien wedding > memiliki/menyewa tempat untuk dijadikan studio > semakin populer dan dibayar mahal.

FAQ


πŸ’… Apakah untuk menjadi perias atau MUA itu harus punya kualifikasi tertentu?

Oh jelas! Baik perias ataupun MUA itu harus punya ketrampilan basic yang digunakan untuk berkarya. Perias umumnya harus menguasai banyak hal sekaligus seperti yang sudah ditulis di atas (menyanggul, memakaikan jarik, memberikan jasa WO, sampai busana). Umumnya para perias ini mengikuti kurikulum tertentu supaya menguasai aneka skill yang dibutuhkan secara standar tertentu.

Sementara MUA, mereka berfokus pada teknik makeup wajah saja. Memang kesannya cuma sedikit (kok cuma makeup wajah saja), tetapi jangan salah, menurut info yang saya dengar, menjadi seorang MUA harus setidaknya menguasai 4 jenis riasan: riasan biasa, riasan panggung, riasan geriarti (orang tua), dan riasan cikatri (orang cacat). Jadi, jika kamu baru menguasai merias wajah orang normal, artinya skill kamu perlu dikembangkan lagi.

πŸ’… Bisakah seseorang menjadi MUA sekaligus perias?

Tentu saja bisa. Kamu bisa menjadi MUA yang bisa njariki, atau menjadi MUA yang bisa mengaplikasikan paes. Tidak ada yang salah dengan belajar hal baru. Begitu pula sebaliknya, jika kamu adalah seorang perias, sah-sah saja kalau melabeli diri sebagai MUA -- tergantung preferensi pasar. Pada ujungnya selalu kembali ke pasar. Jika khalayak lebih menginginkan dirias oleh seorang MUA alih-alih perias misalnya, lalu bisa apa?

πŸ’… Pertanyaan yang paling sering: kalau mau menikah, sebaiknya pakai jasa perias atau MUA?

Yang pertama, kamu harus mengerti apa yang benar-benar kamu inginkan di dalam acara pernikahanmu. Jika kamu ingin simple dan nggak pakai banyak mikir, meminta jasa perias adalah pilihan baik. Soalnya, di sana kamu bisa mendapatkan layanan sepaket; mulai dari rias pengantin, ibu, rambut, among tamu, baju, foto bahkan ada juga yang menyediakan dekorasi.

Namun jika kamu menginginkan layanan yang lebih eksklusif, memakai jasa MUA juga bisa kamu lakukan. Konsekuensinya adalah kamu harus mencari vendor sendiri-sendiri (bukan paketan). Agak repot sedikit sih, tapi kalau kamu tipe yang perfeksionis, ide ini agaknya menarik untuk dilakukan.

Sebelum memutuskan kepada siapa acara pentingmu dipasrahkan, penting untuk mengetahui layanan dan skill apa yang ditawarkan oleh perias/MUA, supaya tidak terjadi miss komunikasi. Kerap terjadi seorang MUA dinyinyirin pihak keluarga pengantin akibat setelah selesai mendandani pengantin, si MUA malah pulang dan tidak menemani/mengantarkan pengantin ke pelaminan. Padahal, MUA ini dibayar ya untuk merias wajah, bukan untuk memanggihkan pengantin. Nah, hal-hal seperti ini penting untuk dikomunikasikan. 

Yang masih belum diketahui, bisnis proses seorang MUA saat menangani pengantin memang berbeda dengan perias salon pada umumnya. MUA akan memberikan jasa makeup saja, karena memang itulah kompetensi mereka. Jikalau MUA ini membawa tim, itu adalah rekanan mereka yang nantinya bertugas sesuai posisi masing-masing. Dalam hal ini, MUA boleh lah disebut sebagai perias yang berfokus pada riasan wajah saja. Artinya, jika kamu menginginkan layanan 'lebih' seperti dipanggihkan, ditungguin, dan selebihnya, maka harus dikomunikasikan dengan MUA. 

Memang agak repot untuk menangani banyak pritilan, tetapi jika kamu sudah terlanjur suka dengan hasil makeup MUA X, misalnya, apalah daya yang bisa melawan kehendak calon pengantin?



Itulah beberapa hal yang saya ketahui antara MUA dan perias. Sekali lagi, ini bukan untuk menandingkan antara perias vs MUA. Hanya memberikan gambaran untuk kamu yang masih sering keliru dan ragu-ragu. Banyak yang masih mengira bisnis proses MUA itu seperti perias salon, padahal tidak. Nah, dengan artikel ini diharapkan dapat memberikan info buatmu calon pengantin, ataupun calon perias dan MUA masa depan. :)


Nb:
Sebagian foto di artikel ini diambil dari instagram @jenganten
Untuk info dan layanan makeup wedding/wisuda/bridesmaid area Jogja dan sekitarnya dapat klik ini: bit.ly/tanyajenganten (langsung teralihkan ke Whatsapp)

Lady

Saturday, May 12, 2018

Karena Merawat Vagina Itu Penting, Bahkan Belum Punya Suami Sekalipun

May 12, 2018 1 Comments
Coba, saya ingin tanya kecil-kecilan: adakah para beauty enthusiast pembaca blog Jenganten di sini yang berpikir bahwa kecantikan bukan hanya monopoli yang tampak saja, namun juga yang tidak tampak seperti kecantikan vagina yang bebas bau tak sedap -- misalnya?

Jika iya, selamat, artinya kamu lebih sayang pada diri sendiri pada level yang lebih tinggi. 

Banyak cewek di luar sana yang kurang memperhatikan hal ini. Kalau harus dirawatpun, biasanya dikarenakan sudah pernah kena penyakit tertentu, misalnya keputihan. Atau paling mudah ditemui: diprotes sama pasangan, kemudian merasa insecure, lalu mau tak mau harus membeli produk perawatan vagina. 

Oiya, di sini saya nggak pakai acuan Miss V ya, lebih baik pakai kata yang merujuk pada organ tersebut: VAGINA.

Padahal sayang banget kalau para cewek-cewek ini baru peduli dengan vagina harus nunggu sampai punya suami dulu. Perawatan organ intim ini sebaiknya sudah mulai diagendakan sejak seorang wanita memasuki masa pubertas. 

Jadi hayoo, dekadek yang baru mens, sudah mempelajari soal organ penting di tubuhmu ini belum?


Beberapa waktu lalu, saya ikut sebuah seminar yang diadakan pada event launching Lacoco & Cos-Vie. Seminar itu bertemakan bagaimana cara merawat vagina dengan benar, dan dibawakan oleh dr. Boy Abidin, Sp.OG. Kalau kamu yang doyan nonton Dr. OZ Indonesia di TV ituh, pastilah familiar dengan dr. Boy. 

Dengan gaya kocaknya, dr. Boy menuturkan pengalamannya menangani pasien yang bermasalah dengan vaginanya. Ada yang datang dengan malu-malu -- kebanyakan karena malu periksa, baru mau periksa setelah cukup parah. Ada pula yang datang dengan aroma semerbak parfum menyengat, ditambah bau tak sedap seperti ikan asin. Usut punya usut, si pasien itu telah mengalami keputihan patologis yang cukup parah sampai menimbulkan bau busuk yang menganggu. Karena nggak pede, akhirnya disemprotkanlah sedapat-dapatnya parfum ke area vagina, tanpa tahu risikonya. "Bagaimana baunya? Silakan bayangkan sendiri." Kata dr. Boy.



Padahal menyemprotkan atau mengoleskan benda asing ke vagina bukanlah perkara yang main-main, sebab vagina pada dasarnya punya sistem pembersihan sendiri nggak usah dibersihkan pakai alat khusus juga akan bersih lagi. Makanya, pernah notice nggak, kalau bagaimanapun keadaannya (entah setelah berhubungan, setelah mandi, atau setelah pipis pun) aroma vagina tetap akan kembali begitu-begitu saja? Itu karena mekanisme pembersihan vagina sedang bekerja.

Namun meski vagina punya sistem pembersihan sendiri bukan berati dibiarkan begitu saja tanpa perawatan. Contoh perawatan yang keliru adalah terlalu sering memakai pantyliner setiap hari. Memang sih, kalau udah pakai itu rasanya jadi semriwing dan bebas lembap, tetapi akibatnya vagina bisa kekurangan cairan dan kelembapan alami, sehingga bakteri-bakteri baik yang tinggal di sana jadi 'marah' dan bisa sebabkan keputihan lebih banyak.


Cos-Vie
Masih menurut dr. Boy, keputihan itu dibagi menjadi 2 jenis:

1. Keputihan fisiologis; adalah keputihan yang normal dan berlangsung di sepanjang pergantian periode menstruasi. Keputihan ini sifatnya tidak berbau, dan berwarna bening hingga keputihan. Keputihan jenis ini disebabkan karena siklus, udah itu aja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan keputihan ini.

2. Keputihan patologis; adalah keputihan yang disebabkan gangguan jamur atau bakteri. Warnanya bervariasi dari kekuningan gelap, cokelat, hingga bercak hijau. Yang paling kentara adalah baunya yang tidak sedap. Kalau sudah begini, mencari bantuan ke dokter adalah solusinya.

Sos-vie, essence vagina

Umumnya, pasien keputihan datang ke dokter dalam kondisi yang telah parah. Pasalnya kebanyakan dari mereka malu sehingga memilih untuk menutup-nutupi kondisinya sendiri. Padahal, saat seorang wanita mengalami keputihan dan bau tak sedap, kejadian berikutnya nggak sesimpel kelihatannya. Mulai dari pasangan atau suami pasti akan merasa komplen. Juga orang-orang di sekitar yang bisa merasa terganggu. Siapa bilang, meski vaginamu tertutupi dengan pakaian, bukan berati baunya ikut tertutupi 'kan?

bahan-bahan Cos-vie
Nah, untuk merawat vagina agar bebas dari keputihan patologis antara lain:

1. Hindari penggunaan pantyliner terlalu sering.
2. Biarkan area selangkangan 'bernapas' dengan tidak menggunakan celana yang ketat-ketat.
3. Jika kamu memiliki berat badan berlebih sehingga antara pahamu saling menempel, maka harus dilakukan perawatan ekstra.
4. Jangan terlalu sering membasuhnya dengan sabun, terutama yang busanya banyak.
5. Memakai essence perawatan vagina yang terbuat dari bahan asam laktat yang Ph-nya telah disesuaikan dengan vagina, serta mengandung bahan yang mencegahmu dari keputihan dan bau tak sedap.

Satu-satunya produk essence vagina yang baru-baru ini diperkenalkan adalah Cos-vie Woman Hygiene Treatment Essence. Ini adalah sebuah essence perawatan vagina yang mampu merawat sekaligus mencerahkan kulit di area vagina.

Ini bukanlah sabun pencuci vagina seperti yang kerap ada di pasaran. Cara pakainya bukan dengan cara dibasuh, namun dioleskan ke vagina saat kondisi bersih. Dengan metode perawatan ini, hasil yang diharapkan adalah vagina kembali sehat, kesetimbangan bakteri baiknya terjaga, serta semakin cerah.

Adapun untuk membeli produk Cos-vie dan rekanannya, Lacoco, kamu bisa mendapatkannya di stokist-stokist terdekat di kotamu. Atau juga bisa dibeli secara online dengan mencari keyword 'Cos-vie'



@andhikalady 

Friday, March 9, 2018

Zaman Sudah Berganti, Namun Hijab Segi Empat Tetap di Hati

March 09, 2018 0 Comments
Menjadi seorang perempuan berhijab yang terseret arus kekinian memang nggak bisa dilepaskan dari tren-tren pemakaian hijab. Contoh, beberapa dekade lalu saat perempuan Indonesia mula-mula berani berhijab, jenis kain segi empat yang dilipat jadi segitiga menjadi satu-satunya model hijab di kala itu. Kemudian di era hijaber ketika beberapa tahun lalu saat nama Dian Pelangi mengemuka, tren hijab warna-warni tumpuk-tumpuk beredar di mana-mana. Dari jalanan, mal, sekolah, hingga ke tempat-tempat kerja. Sementara kini, pemakaian hijab seakan kembali ke model simple = segi empat.

Betul bahwa tujuan hijab adalah untuk menutup aurat dan menaati perintah agama. Namun tetap tidak menampik bahwa kita -- para perempuan ini, gemar berekspresi dan mencoba-coba banyak model asalkan masih berada di dalam koridor Islami.

Berhijab segi empat saat ke The Body Shop

Bicara soal hijab segi empat, saya setuju banget kalau hijab jenis inilah satu-satunya hijab yang dapat dipakai secara cepat tanpa mengeluarkan ekses tembemnya pipi secara berlebihan. Berbeda dengan kawannya, pashmina, yang bagi saya cukup sulit untuk menyembunyikan pipi yang tumpeh-tumpeh.

Sementara dengan hijab segi empat, tinggal lipat, pilih bagian yang rapi, sampirkan di kepala lalu dipeniti setelahnya. Langsung jadi, rapi dan tidak perlu banyak tetek bengek. Bahkan saat wisudapun saya memakai hijab segi empat lho. Begini bentuknya.....

Wisuda mengenakan hijab segiempat

Hal lain yang membuat saya tetap jatuh cinta dengan hijab segiempat adalah sekarang motifnya lucu-lucu dan kalem. Jika beberapa tahun lalu hijab segiempat masih berkutat di motif polos dan turunannya, sekarang sudah beralih ke motif-motif yang lucu dan unik. Coba diingat-ingat pernah ada berapa helai hijab paris yang berada di lemarimu? Lalu bandingkan dengan keanekaragaman hijab yang kamu miliki sekarang.

Motif kalem dan bahan yang nyaman dikenakan

Sumber
Bentuknya memang sederhana, cara pakainya juga sederhana. Namun dengan penambahan motif hijab yang menarik dan eye-catching, pemaikaian hijab segiempat ini bisa membuat pemakainya kelihatan stand-out tanpa perlu banyak aksesori. Seperti pada contoh yang saya ambil dari website hijup.com di atas ini, tanpa perlu dimodel macam-macam, bisa memberikan hasil tampilan yang elegan.

Tips: jika bajumu polos, pilih hijab segiempat yang bermotif untuk mengimbangi baju yang monoton. Untuk tampilan yang lain dari yang lain, pilih hijab dengan aksen pompom seperti pada contoh.

Cepat dipakai. Tanpa ribet dan tidak menggunakan jarum secara berlebihan

Sumber

Berbeda halnya dengan hijab lapis-lapis yang membuatmu cukup sesak dan memerlukan banyak jarum, hijab segiempat sehelai ini sangat praktis dan nyaman. Cukup memakai 1 hingga 3 jarum atau peniti, hijab sudah terpasang dengan sempurna. Yang penting kerapihan dan bentuk moncong hijab di atas dahi dibuat sebaik-baiknya.

Tips: Selalu setrika hijab segiempatmu sebelum dipakai. Nggak lucu rasanya kalau hijabmu masih kusut dan dipaksa pakai. Motif putih dan biru jeans seperti pada contoh dapat membuatmu terlihat fresh dan terkesan 'bersih'.

Kamu bisa gunakan hijab segiempatmu sebagai fashion statement, atau pelengkap busana. Tergantung motif yang kamu pakai

Sumber
Baju yang polos dan diimbangi dengan hijab warna senada dengan motif yang cukup ramai akan membuat hijabmu dipandang sebagai statement tersendiri. Sementara jika kamu mengenakan motif hijab yang simpel dan tidak banyak variasi, maka akan menonjolkan karaktermu sebagai muslimah yang memperhatikan value. Apapun pilihanmu, hijab segiempat tetap bisa menjawab kebutuhanmu.

Tips: Untuk pemilik dahi yang lebar ataupun rambut yang tumbuh sampai ke dahi, gunakan ciput renda atau rajut kekinian dengan warna senada dengan hijabmu. Ini akan membantumu melebarkan lingkaran hijab yang membuka wajah supaya ujung alismu tetap terlihat.

Tips memakai hijab segiempat ala Jenganten

Sebagai pemakai hijab pemula, memilih hijab segiempat sebagai awal-awal koleksi merupakan pilihan terbaik. Selain cara memakainya yang sangat mudah, kamupun tidak perlu menggunakan banyak jarum yang berpotensi mencederai.

Untuk yang sudah bertahun-tahun berhijab, mengoleksi hijab segiempat juga sangat penting, apalagi sangat fleksibel dan nyaman dipakai. Sebagai ilustrasi, saya sudah memakai hijab +- 11 tahun dan tidak pernah kecewa dengan bentuk hijab segiempat. 

Untuk yang tengah beranjang ke hijab syar'i, hijab segiempat juga memenuhi kebutuhanmu dalam menciptakan helai kain yang menutup dada dan pundak. Jika hijabmu terlalu tipis, kamu bisa melapisinya dengan hijab yang lain agar memiliki ketebalan yang optimal. Sementara jika hijab yang kamu miliki terlalu sempit, kamu bisa melipatnya agar memiliki area yang cukup lebar untuk disampirkan secara menutup dada. 

Sumber
Sedangkan tempat untuk mendapatkan hijab segiempat dengan motif kekinian bisa kamu sontek di toko online HIJUP (seriusan ini hampir semua motifnya bikin ngiler!). Produk-produk yang dijual di hijup merupakan produk eksklusif yang motif-motifnya jarang banget ditemukan di selain hijup. Meski bentuknya sama, kalau motif hijab segiempat yang kita pilih sudah keren dan mewakili, maka tidak ada hal lain yang membuatmu terlihat kurang elegan bukan?

Thursday, February 8, 2018

Micellar Water? Sudah Biasa. Kini Saatnya Melirik Micellar Oil-Infused dari Garnier

February 08, 2018 1 Comments
Halo teman-teman,

Pastinya kalian udah nggak asing lagi dengan Micellar Water. Cairan pembersih wajah yang bertekstur ringan dan bebas alkohol ini memang tengah menjadi primadona di kancah penggiat kecantikan di seluruh dunia. Agak berbeda dengan pembersih makeup remover yang umumnya, micellar water menggunakan kecanggihan teknologi penyusun cairannya yang mampu mengikat lemak dan kotoran di wajah - termasuk makeup, dengan lebih bersih dan nyaman. Sehingga kondisi iritasi dan alergi dapat diminimalkan.

Awalnya produk micellar water atau micellaire eau lahir di Perancis akibat kondisi air mereka yang dianggap kurang layak untuk membersihkan wajah. Lalu lahirlah micellar water, sebuah produk super ringan yang digunakan untuk membersihkan wajah. Sejak kemunculannya di Perancis, produk ini makin populer di seluruh dunia. Banyak negara mulai memproduksi micellar yang dilabeli merek sendiri. Termasuk di Indonesia.

Salah satu dari merek micellar water asal Indonesia yang saya suka adalah Garnier. Saya pemakai Garnier Micellar Cleansing Water yang warna biru, sekitar sudah 2 atau 3 kali re-purchase karena saking sukanya. Saya hampir pakai setiap hari untuk membersihkan makeup ringan.

Nah, sekarang ada lagi micellar Garnier varian baru yang diberi nama Garnier Micellar Oil-infused Cleansing Water, yang ditujukan untuk membersihkan makeup waterproof.

Seperti ini penampakannya, sengaja saya sandingkan dengan Garnier biru yang biasa saya pakai.

Garnier Micellar

Apa sih bedanya Micellar Oil-infused dengan micellar biasa?

Micellar biasa tersusun dari air yang dirancang untuk dapat mengangkat lemak dan minyak tanpa alkohol. Sementara untuk Micellar Oil-infused dilengkapi dengan kandungan minyak yang nantinya bisa lebih tangguh dan mantap untuk mengagkat makeup waterproof seperti maskara dan eyeliner. Kabar baiknya, Garnier adalah merek pertama yang mengeluarkan variasi pembersih gabungan micellar dan oil di Indonesia.

Jika Micellar biasa umumnya digunakan untuk mengangkat makeup yang tipis, maka Micellar Oil-infused dapat digunakan mengangkat makeup yang berat dengan kandungan yang lebih ringan (umumnya tanpa alkohol) daripada makeup remover biasa.

Micellar Oil-infused. Bisa kamu lihat ada larutan oil dan airnya 'kan?
Bicara soal keunggulan dari produk Garnier Micellar Oil-infused ini, kamu bisa menggunakannya tanpa bilas setelahnya. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan nilai tambah berupa nutrisi kulit karena mengandung bahan-bahan yang aman dan berkualitas seperti Argan Oil yang bermanfaat untuk kulit.

Cara penggunaan

Cukup kocok botolnya, lalu tuangkan secukupnya ke kapas, dan usapkan ke bagian yang ingin dibersihkan. Tips dari saya untuk membersihkan wajah adalah:

- Untuk membersihkan makeup di bagian mata, kompres sebentar kelopak mata dengan kapas yang telah dibasahi Micellar Oil-infused, kemudian usapkan untuk mengangkat makeup.
- Gunakan sisi kapas di baliknya untuk membersihkan area lipstik
- Lanjutkan dengan membersihkan wajah

Bahan penyusun

Hasil penggunaan dan kesan

Ketika saya memakai ini, kotoran di wajah dapat terangkat dengan sekali usap tanpa terasa lengket maupun rasa kurang nyaman dari alkohol (sudah dijelaskan sebelumnya bahwa produk ini bebas alkohol). Nah, untukmu yang menghindari alkohol, disarankan untuk memakai produk ini.

Di bawah ini saya coba pakai untuk membersihkan sisa lipstik dan eyeliner waterproof di tangan. Hasilnya: bersih dan tanpa meninggalkan sisa.


setelah dibersihkan

Produk ini direkomendasikan untuk:

- Untuk kamu yang kesehariannya suka pakai makeup
- Untuk kamu yang menghindari alkohol
- Untuk para MUA yang menginginkan produk pembersih yang travel-friendly
- Untuk kamu yang malas membersihkan wajah setiap selesai beraktifitas (plis jangan skip soal membersihkan wajah, meskipun cuma pakai micellar ya)
- Untuk kamu yang merasa pakai micellar water biasa kurang cukup nampol membersihkan sisa makeup, maka saatnya beralih ke Garnier Micellar Oil-infused yah

Semoga bermanfaat.

Dapatkan diskon Rp 50.000 dengan menuliskan SBNLAYHF saat check out pesanan di Sociolla.



@andhikalady

Saturday, February 3, 2018

Vaksin Pra-Nikah Nggak Perlu ke Klinik. Medi-Call Saja!

February 03, 2018 1 Comments
It's been H-28 already!

Jelang nikah, rasanya masih excited dan berasa 'eh, beneran ya gw mau nikah?'. Meskipun nyatanya ada buanyaaaak banget persiapan yang perlu dilakukan. Selain banyaknya item-item -- mulai katering dan seserahan, belum soal pembagian tugas dan dana, juga ada percikan drama yang membuat banyak emosi terkuras. Belum lagi soal adanya perbedaan pendapat di antara saya dan pasangan. Pokoknya gado-gado!

Well, saya paham kenapa di luar sana lebih banyak pasangan yang stres akibat menyiapkan pernikahan. Meskipun di awal diniatkan untuk se-simpel mungkin, nyatanya tetap nggak simpel juga ujung-ujungnya. Atau mungkin sayanya aja yang bride-zilla? Kalau iya, berati hampir semua cewek jelang nikah adalah kembarannya gozilla.

Nah, bisa jadi sangking riweuhnya menyiapkan bermacam uborampe pernikahan, kita jadi lupa tentang adanya persiapan kesehatan calon pengantin. Padahal nih ya, saat udah nikah nanti, salah sedikiiiit aja soal kesehatan aja bisa bikin roda rumah tangga berantakan. Taruhlah misal, istri menderita sakit (yang baru ketahuan setelah nikah) dan mengakibatkan janin bermasalah (naudzubillah), siapa yang bisa mengira 'kan? 

Believe me, persiapan kesehatan jelang nikah itu sama pentingnya dengan ngurusin desain undangan ataupun model pelaminan. Ayolah, ini demi masa depan kamu dan pasangan nantinya. Juga, bakal janin kamu nantinya juga berhak untuk menempati kultur tumbuh (baca : rahim aka tubuh ibu) yang sehat dan mendukung perkembangannya.

Salah satu persiapan kesehatan jelang nikah adalah: vaksin alias imunisasi!

Melakukan tindakan preventif seperti vaksin khususnya bagi calon pengantin cewek adalah penting banget. Bahkan, KUA sendiri mensyaratkan calon pengantin sudah diimunisasi terlebih dahulu sebelum nantinya mendaftar pernikahan, dan dibuktikan dengan surat keterangan dari klinik kesehatan. Umumnya yang diwajibkan oleh KUA adalah jenis vaksin TT (Tetanus Toksoid) yang bisa menjagamu dari kecacatan janin jika kamu hamil.

Nggak cuma itu saja, dilansir dari Hipwee.com, vaksin yang diperlukan calon pengantin adalah sebagai berikut:

1. Vaksin Tetanus Toksoid (TT)

Merupakan vaksin yang dipersyaratkan untuk mendaftar surat di KUA. Fungsi utamanya adalah untuk mencegah penyakit Tetanus yang disebabkan oleh infeksi clostridium tetani. Infeksi ini sangat rentan dan berbahaya pada saat persalinan karena menyebabkan perlukaan dan pendarahan yang banyak. Oleh karena itu, wajar saja kalau negara mewajibkan semua warga negara perempuan yang hendak menikah harus melampaui imunisasi ini.

Ini kalau menurut peraturan, harusnya para antiVaks nggak boleh nikah dong ya?

2. Vaksin Human Papiloma Virus (HPV)

Masih ingat kasus kanker serviks yang diderita almh Julia Perrez 'kan? Nah, sebetulnya ada pencegahannya lho untuk penyakit ini. Daripada jiwa terancam akibat virus jahat, alangkah baiknya sebagai perempuan kita mengantisipasinya sejak dini. Kalau kamu berusia 9-45 tahun dan belum aktif secara seksual, bisa banget melakukan vaksin ini. Namun jika kamu sudah aktif secara seksual, sebelum vaksin disarankan untuk melakukan Papsmear dulu untuk mendeteksi dini adanya penyakit kanker serviks.

3. Vaksin Mumps - Measles - Rubella (MMR)

Kalau kamu pernah ngikutin blognya Mami Ubii , Kamu pasti tahu kisah bunda yang satu ini soal anaknya, Ubii, yang terinfeksi rubella saat ibunya sedang hamil. Kamu perlu tahu bahwa Rubella atau campak jerman, saat menjangkiti orang dewasa biasa paling-paling gejalanya cuma demam dan flu saja. Namun hati-hatilah kalau sampai menjangkiti wanita hamil dan berefek ke janin. Hal-hal seperti gagalnya pertumbuhan janin dan terlahir sebagai bayi berkebutuhan khusus menjadi ancamannya. That is why, vaksin ini sangatlah penting. Terlebih jika kamu belum pernah kena penyakit ini. Nggak mau 'kan, janin kamu kelak akan kena virus jahat sementara dia nggak dosa apa-apa. :(


Nah, itulah 3 vaksin utama yang perlu kamu pertimbangkan saat menjelang nikah. Terutama yang TT, kabar baiknya, kamu bisa mendapatkan itu di puskesmas. Adapun vaksin lain yang nggak kalah pentingnya lagi adalah vaksin Varicella Zoster Virus (VZV), yakni vaksin pencegah sakit cacar, dan vaksin Hepatitis B. Kamu bisa googling untuk mencari info vaksin ini. 

Medi-call

Nah, kabar baiknya nih. Kalau kamu ingin melakukan imunisasi dengan mendatangkan dokter ke rumah, kamu bisa memesan melalui aplikasi Medi-call. Terobosan baru dunia kesehatan, di mana layanan dokter, perawat, bidan, termasuk juru vaksin bisa kamu datangkan ke rumah. 

Vaksin pra-nikah

Fasilitasnya lengkap banget, mulai dari dokter call, perawat, hingga bidan, sampai layanan beli obat pun ada. Jika sewaktu-waktu kamu sakit dan butuh didatangi dokter (karena badan nggak kuat ke rumah sakit, misalnya), kamu bisa pesan melalui aplikasi Medi-call. Buat saya pribadi, ini adalah hal yang luar biasa lagi, saat layanan kesehatan bisa dilakukan dari manapun tidak dibatasi waktu. 

Bisa nurse visit
Cara melakukan transaksi layanan Medi-call


Cara memakai aplikasi Medi-call:

1. Cari keyword Medi-call di Playstore di smartphone kamu.
2. Lakukan pendaftaran
3. Pilih menu yang diinginkan (misalnya vaksin pra nikah/dokter)
4. Pilih lokasi
5. Kamu akan ditampilkan beberapa pilihan dokter yang available
6. Lalu kamu bisa konfirm ingin dilayani oleh dokter ybs
7. Dalam waktu kurang dari sejam, dokter atau petugas kesehatan akan mendatangi tempatmu
8. Lakukan pembayaran di tempat
9. Berikan rate terbaik untuk dokter atau pelayan kesehatan yang datang ke kamu

Sudah launching di Yogyakarta!

Nah, gampang banget 'kan? Saya tahu aplikasi ini bagus banget, terutama di saat dibutuhkan banget. Berkembangnya masyarakat urban yang punya mobilitas tinggi sekaligus waktu sempit menjadikan Medi-call sangat layak diterjunkan ke masyarakat sebagai layanan kesehatan yang berpengaruh. 

Jadi, sudah install Medi-call mu?


Sunday, November 26, 2017

Mencari Skincare Made in Jogja dengan Kandungan Eksfoliasi? Ozora Jawabannya

November 26, 2017 1 Comments
Pada dasarnya, kulit kita itu memang melakukan eksfoliasi (pengelupasan) secara alami. Hal ini difungsikan untuk mengganti permukaan kulit yang terdiri dari sel kulit mati, agar meregenerasi dengan sel kulit baru. Namun kemampuan regenerasi sel kulit ini akan menurun secara bertahap sesuai perkembangan usia. Yang tadinya bisa cepat, sekarang jadi melambat dan mengakibatkan kekusaman pada kulit.
So, kalau kamu ingin kulitnya terlihat segar dan terawat, plis jangan lupakan eksfoliasi.
Cara-cara untuk ekfoliasi kulit tentunya ada banyak. Kamu bisa menggunakan eksfoliasi fisik seperti scrub atau lulur, begitu pula dengan eksfoliasi kimia menggunakan zat asam yang memang digunakan untuk kulit. Contoh zat asam yang kerap digunakan pada eksfoliasi ini adalah Glycolid Acid atau AHA, maupun Salisylic Acid atau BHA. Selain itu sebetulnya masih ada banyak lagi, tergantung kebutuhan kulit dan manfaat yang ingin diraih.

Ozora Skincare
Eit, jangan kaget dulu. Meskipun disebut 'kimiawi' dan menggunakan asam, proses eksfoliasi ini nggak berbahaya kok. Justru dengan adanya bantuan dari zat asam ini, proses pembaharuan kulit itu akan semakin cepat. Ibaratnya, kalau biasanya kecepatan eksfoliasi kulitmu adalah 3, dengan bantuan eksfoliator alamiah ini, maka kecepatannya jadi 6. Dengan bantuan eksfoliator kimiawi ini, kulitmu akan lebih terlihat halus dan kenyal, seolah-olah seperti kulit remaja.

Bicara soal produk kecantikan yang mengandung eksfoliator sekaligus merawat kulit hingga menjadi halus, lembut, kenyal, dan cerah, kamu tidak perlu jauh-jauh mencari kemana-mana. Sekarang ada produk Ozora yang merupakan produk asli Jogja yang bisa memenuhi kebutuhanmu akan skincare yang mampu memberikan hasil optimal pada kulit -- cerah, kenyal, lembut dan halus.

Ingin tahu produknya apa saja? Yuk simak sama-sama.



Produk Ozora terdiri dari bermacam varian yang berkisar dari harga 70-150 ribu. Mulai dari facial foam, day cream, night cream dan skin freshener. Masing-masing punya kegunaan dan manfaatnya sendiri-sendiri.


Ozora Foaming Gel

Ozora Foaming Gel
Ini adalah busa pembersih wajah yang terbuat dari gel yang lembut dan tanpa aroma. Oh iya, semua produk Ozora memang dirancang tanpa menggunakan pewangi maupun pewarna, sehingga sangat cocok dan direkomendasikan untuk kulit yang sensitif sekalipun.

Foam gel ini pas saya pakai rasanya lembuut banget. Busanya nggak terlalu banyak dan mampu mengangkat kotoran di wajah. Kalau buat harian cocok banget nih. Cuma, pas saya pakai sepertinya agak membuat cuping hidung jadi lebih kering. Tapi kalau diimbangi dengan pelembap yang nampol, masih bisa kok.

Ozora Skin Freshener

Ozora Skin Freshener
Sebagai toner yang dipakai setelah wajah dibersihkan, Skin Freshener ini sangat esensial untuk ritual perawatan kulit. Bahan aktifnya adalah Ascorbic Acid (Vitamin C) dan Vitamin E Tochoperol yang mampu membuat pH kulit menjadi sehat dan normal. Meskipun diformulasikan untuk menyegarkan, kandungan dalam produk ini bebas alkohol lho. Sejauh ini, produk inilah yang menjadi favorit saya.

Ozora Day Cream

Ozora Day Cream
Seperti umumnya krim pagi, Ozora Day Cream juga mengandung sunblock dengan SPF 15. Namun bedanya adalah, krim ini mengandung Glycolid Acid atau AHA dan Retinol yang lagi-lagi memang berfungsi sebagai agen eksfoliant kulit. Selain itu juga mengandung ekstrak aloe dan Vitamin B5 yang tentunya bermanfaat untuk kulit.

Yang unik dari kemasan day cream ini adalah bentuknya yang pump dan lucu gitu lho. Kalau biasanya 'kan krim pagi-malam disediakan dalam bentuk pot; namun Ozora agaknya sudah mempertimbangkan kehigienisan dan berusaha meminimalisir kontak produk krim dengan kontaminasi dari luar untuk mencegah bakteri. Good design!

Ozora Night Cream

Night cream
Tidak lupa, setelah seharian mengenakan day cream, jangan lupakan perawatan malam hari. Sedikit kecewa sih sebenarnya, pas saya udah sukaa banget sama kemasan day cream yang pump dan higienis, kok krim malamnya nggak disamakan saja? Alih-alih sama, kemasan night cream Ozora masih berbentuk pot konvensional.

Tapi yaaa, selama kandungannya bermanfaat, saya rasa still worth to try kok. Kandungan krim malam ini hampir sama dengan krim pagi, tetapi dengan konsentrasi zat aktif yang lebih banyak dan lebih berkhasiat. So, kalau kamu sudah rutin pakai perawatan pagi tapi melupakan perawatan malam, mungkin ritual skincare-mu perlu direvisi lagi.


Anyway, saya mau ngucapin terimakasih buat @ozoraskincare dan @jogjabloggirls yang sudah mengundang saya ke launching produknya. Sukses selalu!



Thursday, November 9, 2017

[Review] Make Over Product dan Event Hipwee Tentang Personal Branding

November 09, 2017 2 Comments
Saya percaya bahwa 80% kamu pasti sudah pernah memakai, atau paling tidak mengenal produk Make Over. Merek kosmetik sisterbrand-nya Wardah ini memang cukup dikenal dengan ciri khasnya yaitu kemasan warna hitam elegan, dan menyasar makeup profesional. Artinya, produk Make Over dirancang sedemikian rupa untuk bisa memenuhi kebutuhan para MUA.

As MUA, I use them too btw. Dari beberapa produk Make Over yang aku favoritkan adalah foundation, eyeliner pensil choco, silver eyeliner (buat waterline) dan bedak.

Baca juga: [Review] Make Over Perfect Cover Two Way Cake

Minggu kemarin, saya menjadi pembicara di gathering Hipwee Community dan disponsorin oleh Make Over Jogja. Berhubung membawa pulang beberapa produk mereka, saya jadi ingin share ke temen-temen Jenganten supaya kalian juga kecipratan infonya. Siapa yang penasaran, yuk lanjut bacanya.

Make Over Bundling Ain't Got Not Time

Duh, udah nggak ada waktu lagi nih buat dandan!

Salah satu hal yang saya senangi dari Paragon Kosmetik (termasuk Make Over, Wardah, dan Emina) adalah seringnya mereka ngasih gimmick-gimmick lucu, baik dari sisi produk maupun kemasan. Kamu pasti sudah ngeh kalau Emina pernah ngasih edisi Alice in the Wonderland, ataupun Wardah yang ngasih edisi spesial Haji. Nah, Make Over juga seperti itu. Kali ini gimmick mereka adalah bundling lip cream dan brow powder dengan tagar Ain't Got No Time.

Dinamai Ain't Got No Time, mungkin maksudnya adalah produk ini untuk siap-siap dandan di saat nggak ada waktu. Pokoknya, meski sudah keburu, alis dan lipstik harus jadi. Hihi.

Isinya apa saja? Yuk lihat sama-sama

Isinya iniii

Isi dari bundling Make Over adalah satu buah Intense Matte Lip Cream warna Vanity, dan satunya lagi Eye Brow Definition Kit.

Sekilas tentang Lip Cream dari Make Over itu saya sukaaa banget. Teksturnya pas awal-awal itu creamy dan nggak bikin bibir kering. Lalu lambat laun menjadi agak matte dan warnanya bisa awet seharian. Iya, nggak salah. Seharian. Saya pakai ini di pagi hari, sampai sore masih ada dan masih terlihat rata tanpa adanya peluruhan warna yang signifikan. Padahal sudah dipakai wudu 2 x dan sempat buat makan juga. Fix sih, kayaknya saya mau menambah koleksi warna lain.

Lip Cream andalan
Lalu untuk Eye Brow Definition, isinya terdiri dari 3 pan meliputi: light brow, dark brow, dan concealer. Ini cocok untuk membentuk alis atau finishing. Ada concealer merupakan nilai tambah karena saya sih merasa jarang banget ada produk alis yang bundling dalam satu kemasan seperti ini.

Kalau menurut saya sih produk ini cukup useful, apalagi buat kerjaan sebagai MUA. Saya sering gunakan ini untuk proses finishing atau shading alis agar tidak terlihat kaku. Namun kalau untuk pemakaian sehari, saya rasa masih lebih mudah menggunakan pensil alis ketimbang brow powder seperti ini karena proses ngalisnya jadi lebih lama. Kamu akan menyukai brow powder jika kamu sudah punya alis tebal dari sononya, plus bersedia berdandan lebih lama.

Brow powder

Selain itu, saya juga mendapat...

Add caption
Sebuah blush on berwarna Promiscuous Peach yang sekarang berhasil menempati posisi penting di dalam makeup pouch saya. Habisnya, warnanya ciamik sangat dan easy to wear tanpa harus takut terlihat ndemblok-ndemblok. Memang sih, warna blush on yang paling aman dipakai adalah warna peach. Untuk para pemula yang masih belajar pakai makeup, pilihlah yang warna peach!

Love at First Sight
Berikutnya adalah trio eyeshadow varian Love at First Sight. Ini adalah eyeshadow Make Over keduaku, setelah sebelumnya punya Enchanting Nude Spell. Warnanya ciamik banget, ada nuansa pink-ungu, putih, dan hitam. Ya kalau dipakai, kira-kira bisa bikin matamu jadi lovely, mugkin di situlah maksud Love at First Sight.

But, the problem is...

Bisakah kamu membedakan mana blush on, mana eyeshadow?
Harus dibalik dulu baru terbaca
Sayang banget, baik itu blush on dan eyeshadow punya desain kemasan yang sama 100%. Kalau sudah dalam posisi tertutup begini, agaknya nggak mungkin kita tau mana yang eyeshadow, mana yang blush on. Coba, gimana cara membedakannya kalau sama begini? Satu-satunya cara adalah dengan membukanya atau melihat label di belakang, tapi 'kan menyita waktu.

Mungkin masukkan buat Make Over untuk membuat desain kemasan yang lebih variatif. Misalnya dibuat transparan atau berbeda warna agar nggak keliru lagi.

Sekilas tentang acara Hipwee x Make Over

Setelah kelar dengan review singkatnya, saya mau cerita soal acara kemarin di Kunena Eatery. Jadi, acaranya semacam berkumpul bersama dengan komunitas Hipwee berikut blogger undangan. Di dalamnya ada acara beauty class dan sharing bareng soal personal branding oleh Kak Rara Mispawanti, dan kepenulisan dari saya.


Untuk beauty classnya, tidak lain dan tidak bukan adalah oleh Haipi Makeup yang merupakan representatif dari brand Make Over. Kami para peserta kelas diajarin cara makeup pesta mulai dari primer hingga kesemuanya. Selain itu, kita juga dapet wejangan dari Rara Mispawanti soal personal branding. Menurut Rara, untuk membangun personal branding yang kuat, kita tidak hanya melalui sosial media aja, tetapi juga di kehidupan nyata juga perlu untuk menyesuaikan diri.

Misalnya, kalau kamu ingin dinilai sebagai figur yang easy going, jadilah easy going baik di dunia maya dan dunia nyata. Karena percuma kamu terlihat keren di sosial media, tetapi di dunia nyata nggak di-maintenance seperti di sosial media.

Well, di hari itu saya jadi banyak belajar baik dari sisi personal branding maupun makeup. Apalagi jika punya profesi atau hobi yang berkaitan dengan orang banyak semisal menjadi MUA atau blogger di mana sosial media adalah hal yang penting. 

Jadi misalnya di sosial media kamu terlihat seperti ini, di dunia nyata sebaiknya nggak jauh berbeda
Well, terimakasih kepada:

Make Over Jogja
Hipwee
Kunena Eatery 

...for having me


@andhikalady