Follow Us @andhikalady

Monday, October 1, 2012

Cartoon Character, Princess (Lady) Diana Prince



Ketika saya masih kecil, saya sangat menyukai cerita fantasi. Baik itu cerita dari televisi, dongeng dari komik, kartun yang saya tonton setiap hari Minggu, atapun dongeng khas Nusantara yang sering diceritakan orangtua saya. Saya masih ingat salah satu lagu beserta cerita rekaan Ayah saya.

Menthok, menthok, tak kandhani megal-megol angisin-isini. Hambok ojo menthok ono kandhang wae. Enak-enak ngorok ora nyambut gawe”

Kemudian si Ayah bercerita, supaya jadi manusia harus bekerja keras dan tidak boleh malas-malasan. Jangan menunggu uluran kebaikan tangan orang lain. Lakukan sendiri dengan tanganmu. Beliau menganalogikan kemalasan sebagai seekor itik yang megal-megol kurang gesit yang lebih suka berada di kandang dan enggan bekerja. Well, nice story, Daddy.

Saya juga belajar banyak dari cerita fantasi jenis lainnya. Yang paling banter misalnya komik dan kartun. Selain lucu, dari cerita-cerita itu saya dapat menangkap satu hal : kebaikan selalu menang dengan proses perjuangan yang panjang. Beberapa tokoh kartun favorit saya adalah ini :


Calon arang itu kisah rakyat dari Bali.

Tadinya saya kepingin dandan Mario Bros tapi kebingungan cari kumis. Dan lagi era kumis kan sudah lewat digantikan era kotak-kotak. Hwehehehe

Dari sekian banyak cerita dan pemahaman perjuangan yang saya dapatkan, saya jadi cenderung kurang menyukai tokoh yang cenderung kurang berkarakter. Atau berkarakter tapi tidak begitu memiliki aura inner. Karakter serupa ini banyak ditemui dalam tokoh Princess. Iya, benar kalau tokoh Princess sering menjadi tokoh sentral dalam sebuah cerita. Tapi menurut saya, tidak semua tokoh Princess adalah tokoh yang berkarakter. Contohnya saja Princess Jasmine. Dia hidup sebagai anak raja, menunggu Alladin datang mengajak jalan-jalan naik karpet terbang. Kemudian menikah dan bahagia selamanya. Gitu doang? Mana perjuangan yang Princess Jasmine lakukan? Masa gitu aja bisa meraih happy ending.

Atau Dewi Shinta. Dia juga putri raja. Menunggu pengumuman sayembara untuk mendapatkan suaminya. Kemudian hidup bersama suaminya, Rama. Diculik Rahwana. Ketika diculik, yang dia lakukan Cuma menunggu si Rama (pasti nunggunya sambil merasa galau tanpa henti) menyelamatkan dirinya dari kekangan Rahwana. Dia Cuma berperan sebagai tokoh yang “menunggu”, tidak bertindak duluan untuk berjuang menggapai apa yang dia mau.

Ada pula cerita yang kita semua sudah pasti tau. Sleeping beauty. Ceritanya kurang lebih dia dikutuk tidur, kemudian menunggu (lagi?) sang pangeran datang mencium dan menyelamatkannya. Setelah menunggu sekian lama, baru deh bisa bahagia selamanya. Cerita Tangled? Kisah Putri Rapunzel yang terpenjara di sebuah kastil tinggi oleh si Wanita Jahat pun begitu. Semua kisah peputrian di atas hanya sebatas menunggu sang pangeran berkuda putih datang menyelamatkannya.

Duh, kalau pikiran kamu sama seperti pikiran saya, kok saya ngerasa Princess-princess di atas kerjanya cuma jadi tokoh yang rapuh, cukup berperan sebagai penunggu penyelamatan, karakternya cuma gitu-gitu aja ya. Apa coba, yang bisa diteladani dari tokoh Sleeping beauty? Tidur, barangkali. Hehehe. I want more. Justru menurut saya, si Ratu jahat adalah tokoh yang lebih berkarakter dibanding putri yang jadi musuhnya.
Bandingkan dengan Mulan, Katara, Ariel, tokoh Barbie Fairytopia, Dewi Drupadi, Dewi Amba, Cinderella (walau ‘usaha’nya lebih sedikit), Nawang Wulan (keteguhannya memegang prinsip adalah contoh yang baik) dan tokoh-tokoh lain yang menjadi sentral karakter yang signaturenya bakal diingat-ingat terus sepanjang masa. Mereka adalah tokoh yang berjuang, berkarakter dan punya peranan yang banyak di dalam cerita.

Untuk itu, saya memilih satu tokoh kartun yang (saya anggap) berkarakter. Princess Diana Prince alias Wonder woman. Tokoh Wonder Woman dideskripsikan sebagai “secantik Aphrodite, sebijak Athena, sekuat Hercules, dan setangkas Hermes”



 
Dan ini Wonder Women versi saya.




Dimohon dengan sangat untuk mengabaikan backgroud. Hihihi. Ditabok Jeng Arum. Bhihihiik






Detail


Anyway, terimakasih untuk Jeng Arum yang telah berjasa membatu hidup saya untuk memotret, meminjami palet, dan menemani saya dandan sepanjang hari. Nihihihihi.

Terimakasih pula untuk Princess Diana Prince. Sosok Wonder Women yang berkarakter dan berkekuatan.

14 comments:

  1. Cantikkkkk >w<
    itu anting ma mahkotanya bikin sendiri ya ses, kreatip bangettt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Jenganten. <3

      Iya jeng. bikin sendiri pake bekas kut... eh, sama kertas karton + emas. Ihihi. padahal itu antingnya pake peniti aja lhoo.. :D

      Delete
  2. cakepss lengkapp sudah ,10 jempol di angkat ^O^

    XOXO
    http://leeviahan.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jempol mana aja yang diangkat itu Jeng? Hehehe..

      Makasih yaa. <3

      Delete
  3. Akhirnya perlenongannya udah bisa nempel ya jeng....

    he he he..

    Manteublah...

    hanaiyzm.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah, betul banget. kulitku udah bersahabat sama foundie. Ini aja pake make over. Asik asiik..

      Makasih ya Jeng Sekar. :D

      Delete
  4. wahhhhhhhhhhhhh cantik ^^. ini versi muslimah punya ya hehehee :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Jenganten. Kamu dari Malaysia yah? Slam kenaal. :))

      Yup, kebetulan aku pakai kerudung. :D

      Delete
  5. jeung, apik tenan jeung! kok bisa kepikiran sampe bikin itu to? akhir2 ini aku selalu buntu ide je kalo mau bikin makeup look T___T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whaa, makasih. Dipuji Jeng Dilla. :DD..

      Padahal aku selalu menanti makeup look dirimuwh loh. Yuk gawe.. :D

      Delete