Monday, August 20, 2012

Merias Diri dengan Kosmetik Halal di Hari yang Fitri


Sebelum menulis lebih lanjut, Andhika Lady beserta keluarga tempat saya dibesarkan (karena belum punya keluarga yang saya bangun) mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 19 Agustus 2012 untuk umat Muslim di seluruh dunia. Mohon maaf lahir batin, semoga kita menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. 

Semoga istilah “menjadi manusia yang lebih baik” tidak hanya wacana saja tapi benar-benar direalisasikan. Dari yang punya dendam terpendam, menjadi maaf yang  luar biasa. Dari yang tidak disiplin, menjadi disiplin. Dari yang masih belajar, menjadi pembelajar. Bukan hanya untuk umat Muslim saja, tapi semua orang. Rasa-rasanya siapapun, tidak peduli agama, hari raya dan usia harus menjadi lebih baik dibanding sebelumnya. Bukankah ada istilah, “manusia yang sama dengan hari kemarin adalah manusia yang rugi”?

Termasuk hari ini. Di saat Idul Fitri. Saya dan Ibu saya sengaja mempersiapkan diri untuk melakukan hal sebaik-baiknya di hari istimewa. Dari acara masak memasak, membuat ketupat, bersih-bersih rumah, memilih baju Lebaran (Alhamdulillah punya rejeki untuk sekadar membeli baju lebaran), membayar zakat, dan tentu saja : Tampil cantik dengan merias wajah untuk acara Idul Fitri di Masjid dan silaturahim setelahnya. Maklum, saya dan Ibu memang pasangan wanita ganjen. Hehehe.

Saya dan Ibu pilah-pilih banget dalam memakai kosmetik. Yang pertama, harus sudah memiliki nomor BPOM. Yang kedua harus yang terbukti aman di kulit. Dan yang nggak kalah penting, kosmetik yang kami pakai harus yang halal. Apa saja sih, parameter sebuah kosmetik bisa disebut halal? Mari kita simak daftarnya :
  1. Tidak terbuat dari saripati hewan yang diharamkan untuk dimakan.
  2. Tidak terbuat dari saripati hewan halal yang disembelih dengan cara yang tidak Islami.
  3. Tidak terbuat dari saripati binatang yang sudah mati tanpa proses penyembelihan terlebih dahulu, alias dibuat dari bangkai. Hyiiii.. >.<
  4. Tidak hanya bahan kosmetik saja, tapi kuas dan spons juga perlu dipastikan tidak terbuat dari bulu binatang yang diharamkan. Misal : Bulu Babi.
  5. Kosmetik itu dibeli bukan dari hasil korupsi. (mau kosmetik sehalal, semahal apapun kalo dibeli dari duit korupsi tetep aja jadinya haram. LOL)
  6. Kosmetik itu bukan didapat dari hasil mencuri. (ya iyalah. Sama kaya poin lima kalo begini. Hehe)
Hehehe. Banyak juga ya, poin-poinnya? Tapi tenang saja, saat ini sudah banyak produk kosmetik yang sudah memiliki daftar kehalalan yang diresmikan oleh badan BPOM dan LP MUI kok. Salah satunya adalah produk Wardah. 



Siapa yang tidak tahu Wardah? Kosmetik yang sedang naik daun seiring dengan kampanye kosmetik halal ini memang sedang giat-giatnya menunjukkan taring. (emang harimau punya taring? Hehe). Di mana-mana ada iklan Wardah, di toko manapun dijual Wardah. Terakhir kali, saya melihat kosmetik Indonesian Idol pun memakai Wardah. Terlebih banyak beauty blogger yang mereview produk Wardah yang katanya bagus-bagus. Gimana saya nggak penasaran? 

Rasa penasaran itu berlanjut ketika hari Idul Fitri. Guess what, di mana tempat shalat Ied di kampong halaman saya? Di lapangan! Panas-panasan, debu dan lalu lalang kendaraan menjadi hal yang tidak dapat dihindari. Saya dan Ibu sepakat harus menggunakan pelindung wajah dari debu dan panas. Apa pilihan kami? Kami menggunakan Wardah Suscreen Gel untuk keperluan tersebut. Sunscreen ini berfungsi untuk menghalau sinar UV yang merusak kulit. Nggak mau kan, oleh-oleh dari ibadah adalah muka gosong akibat kejemur matahari. Ohya, FYI, aku pernah mereview sunscreen ini di blog ini loh. Cek di sini.


Setelah sunscreen apa lagi yang kami butuhkan? Bedak yang menjamin riasan tahan lama sampai sore. Di kampung saya ada tradisi, setelah ibadah shalat Ied di lapangan, kegiatan selanjutnya adalah keliling rumah saudara untuk bersilaturahim bermaaf-maafan. Jadi, riasan yang dipakai wajib tahan dipakai untuk semua acara itu. Apalagi jika udah dalam suasana fitri, yang namanya air mata, haru dan bahagia jadi satu, pasti udah nggak inget riasan lagi. Pokoknya yang kami inginkan adalah riasan yang bagus, minim touch up, acara silaruhaim lancar. Simpledeh. Hehe.


Untuk keperluan bedak-berbedak ini, saya dan Ibu memakai Wardah Compact Powder. Bedak ini stay powernya bagus, bisa tahan lama untuk kulit berminyak (saya dan Ibu sama-sama punya wajah berminyak). Terbukti dari jam enam pagi hingga jam 12 siang (enam jam), bedaknya masih setia nempel di kulit saya. Kemasannya berwarna hijau semi toska yang elegan. Selain itu bentuknya juga kecil, jadi bisa kami bawa-bawa di tas, alias nggak menuh-menuhi tas ketika dijejalkan dengan mukena dan sajadah. Jadi kalau mau touch up, bisa langsung capcuz. 

Karena terbuat dari bahan yang halal, kami nggak khawatir bakal membatalkan wudhu. Hehe. Pernah ada kejadian di Lebaran beberapa tahun yang lalu. Saya sudah mandi, sudah full make-up. Tiba-tiba baru inget kalau belum wudhu. Aaaaak. Akhirnya buru-buru wudhu terus pake make-up lagi dua kali. Sampai lapangan, shalatnya sudah dimulai. Hihi. Untung tahun ini nggak terulang lagi.
Meski produknya sama, kami punya dua bedak. Satu untuk Ibu satu punya saya. Saya dan Ibu juga punya aturan, meski kami sering share kosmetik, tapi khusus untuk kosmetik yang berbentuk jar, bedak, dsb itu sebisa mungkin jangan dipakai bareng-bareng, atau minimal memakai dua saput. Demi kehigienisan masing-masing wajah sih. Hehehe.

Mau tau kekompakan saya dan Ibu di hari Lebaran? Nih saya share foto-fotonya.



Share juga foto famili saat silaturahim.
Ohya, jika ada yang bertanya produk Wardah itu saya beli di mana, jawabannya : di mana-mana ada. Dari toko kecil, mini market, hingga toserba yang besar dapat ditemui produk Wardah. Nggak cuma bedak dan sunscreen saja, Wardah juga mengeluarkan produk kosmetik lainnya seperti eyeshadow, lipstick, lipgloss dan lainnya. Skin carenya juga sangat lengkap, dari seri whitening, acne care, hingga paket untuk ibadah haji pun ada. Jadi nggak usah ragu memakai produk Wardah. Dia memiliki ijin BPOM, terbuat dari bahan berkualitas dan dijamin halal. 



Note :
Tulisan ini saya maksudkan untuk mengikuti kompetensi blog yang diadakan blogdetik.com, bekerjasama dengan Wardah dan MUI. Kalau mau ikutan, lihat di link ini ya. Buruaan, masih ada waktu hingga tanggal 24 Agustus.



Bagi yang baru pertama kali mengunjungi blog ini, saya ucapkan selamat datang di Negeri Para Jenganten.  Blog ini adalah diary saya yang berisi tentang review-review produk beauty yang mayoritas berharga terjangkau (kurang dari seratus ribu rupiah). Setiap minggu selalu ada posting baru. Silahkan follow melalui Google Friend Connect untuk mengikuti postingan-postingan berikutnya.

Salam hangat, Jenganten. :)

12 comments:

  1. Nanti kalau menang aku di traktir ya, jeung ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah, gampang itu ses, mlaku cedhak kosku ono comet. :pppp

      *durung tau mbrono* patang taun bayangpun!!!

      Delete
  2. Tapi kalau nggak menang aku juga di traktir ya ^^

    ReplyDelete
  3. Hei, senang berkunjung ke blog kamu,
    Rupanya kamu seorang beauty blogger, yaa
    Menurut aku, kamu satu-satunya blogger yang ikut kostes ini yang posting foto bareng keluarga besar. Love it!
    Salam kenal, dan jangan lupa berkunjung ke blog aku, yaa

    http://hertilysurviva.wordpress.com/2012/08/16/the-metamorphosis-of-an-ugly/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Herty,

      makasih ya, udah kunjung dan komen. hihi

      yew, begitulah. aku lg belajar jadi beauty blogger nih. untuk menyalurkan hobi. hehe

      makasih ya, masih suasana lebaran, jadinya aku posting foto2 keluarga.

      oke. aku udah kunjung loh. :)

      Delete
  4. good luck yaaaaa mba lady, aku juga ikutan loh hehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Indah. Ya, aku inspirasi ikutan juga gara2 baca postingan kamu. Hihihi. :p

      Delete
  5. kak, sunscreen boleh dioles ke daerah sekitar bibir ndak sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh. Di mana aja boleh. Tapi kalau ada lip balm yang pakai sunscreen lebih bagus.

      Delete

Ads