Wednesday, October 23, 2013

Bagaimana Saya Menjalankan Beauty Blog

Blogger pada umumnya punya cara dan tips tersendiri untuk blogging. Cara-cara dan tips tersebut tentu disesuaikan dengan tujuan si Blogger itu membikin blog. Ada yang berfokus pada tujuan meningkatkan trafik atau SEO, ada yang bertujuan memperindah tampilan blog, ada yang mengejar untuk iklan, ada yang modal copas eh bisa jualan, ada pula yang bertujuan berbagi sambil bersenang-senang kayak blog saya ini. :)

Saat ini juga sebenernya saya sedang agak esmosi karena barusan nemu website toko online produk kosmetik nasional yang seenak udel copas tulisan dari blog ini dan dipakai untuk jualan produknya. Tapi mungkin bagian itu akan saya bahas di post lain.

Nah, sejenak yang masalah copas tadi kita lupakan sementara. #calmdown. Jadi dalam post ini, saya mau sharing bagaimana cara saya mengelola blog, mengatur waktu menulis, membuat mereview, dan sedikit tips dan trik menggunakan platform Blogspot.

Kebetulan saya profesinya adalah pekerja kantoran biasa yang memiliki kerja full time dari jam 8 pagi hingga pukul 16.30. Pekerjaan saya kebanyakan di depan laptop dan mengelola proyek yang berhubungan Teknologi Informasi. Hampir seluruh waktu kerja saya dihadapkan dengan akses internet. Dengan waktu yang strict itu, bisa dikatakan saya hampir-hampir tidak punya waktu untuk menulis blog. Nah, untuk mensiasatinya, saya melakukan hal-hal ini:
  • Foto
Beauty blog nggak mungkin lepas dari yang namanya foto. Mau foto kosmetik, foto produk, sampai foto wajah kita yang ber-makeup, semuanya sangat krusial. Foto yang baik adalah yang diambil di tempat yang terang dengan pencahayaan yang bagus. Untuk foto-foto produk, itu masih bisa dilakukan malam hari di bawah lampu. Tapi untuk foto FOTD, sebisa mungkin saya berfoto ketika siang hari dengan cahaya yang alami, alhasil, cuma hari Sabtu-Minggu sajalah saya bisa membuat foto FOTD.



  • Direktori
Setelah puas berfoto, file-file itu bisa dipindah ke laptop dengan kabel data atau Dropbox (Googling yah kalau belum ngerti. :D). Saya punya folder tersendiri khusus untuk blogging yang dinamakan Beauty Under 100 ribu. Dulu blog www.jenganten.com namanya adalah beautyunder100ribu.blogspot.com , tapi sampai sekarang saya masih enggan mengganti nama folder tersebut. Hehehe.
Di dalam folder-folder itu saya membuat subfolder yang berisi data-data posting yang akan dipublish. Foto-foto tadi, masukin deh ke sub folder itu untuk dikelola lebih lanjut


Tips : Supaya nggak bingung, sorting folder dengan kategori by tanggal. Sehingga folder yang baru-baru posisinya selalu ada di atas.
  • Kalau foldernya sudah banyak?
Ini buat yang sudah rutin ngeblog yang postingannya sudah sampai ratusan. Kadang kita bingung karena foldernya terlalu banyak. Untuk itu, ada baiknya meletakkan folder-folder itu ke dalam folder khusus yang disendirikan. Misal by tahun atau by bulan. Berhubung saya kalau ngepost itu per bulan paling nggak sampai 10 post, maka folder itu saya kelompokan berdasarkan tahun.


  •  Foto Editing
Untuk edit foto, saya lebih sering menggunakan Photoscape. Photoshop jarang saya gunakan kecuali untuk hal yang memang perlu banget kaya membuat header, sidebar, dan sebagainya. Menggunakan Photoscape itu gampangnya keterlaluan, kita bisa menaruh watermark, me-resize sekaligus mengelompokkan beberapa foto dalam satu gambar seperti di bawah ini:


Tips: Lebih baik mengelompokkan beberapa foto dalam satu gambar berupa frame, daripada menyertakan semua foto yang mirip-mirip dalam satu postingan. Selain irit memori blog, pembaca juga nggak bingung karena cukup melihat satu gambar saja sudah menjelaskan dua sampai tiga topik. Kemudian, foto sebaiknya di-resize menjadi lebih kecil
  • Penyimpanan foto yang akan dipublish
Tidak semua foto akan dipublish. Hanya foto yang memenuhi syarat, sudah diedit (diberi watermark dan pengaturan brightness untuk foto produk). Nah, foto-foto yang sudah 'matang' itu diletakkan pada subfolder yang menyatakan bahwa foto siap rilis.



Tips: Kalau bingung menamai foto, saya biasa menamai dengan penomoran, foto1, foto2, foto3, dsb.
  • Menulis
Ini adalah aktifitas utama yang paling menyenangkan, yaitu menulis. Saya di kost jarang sekali memiliki akses internet untuk laptop. Makannya, saya simpan dulu tulisan di software pengolah kata. Pas nulis di ms.word, saya mengabaikan aturan tulisan. Pokoknya tulis saja, kembangkan foto-foto yang sudah diedit tadi menjadi penjelasan-penjelasan dan review singkat sebisa saya. Tidak perlu memikirkan tulisannya sudah benar apa belum, sudah diatur typonya apa belum, ataupun sudah sesuai dengan tulisan yang baik apa belum.

  • Memposting di blog.
Foto dan tulisan sudah siap. Langkah berikutnya tentu saja adalah posting blog. Di sini, saya mengatur posisi gambar, tulisan, dan mengedit supaya lebih enak dibaca. FYI, draft yang saya tulis dari rumah itu biasanya acakadul nggak jelas, banyak typo dan susah dipahami. Sehingga supaya tulisannya 'matang', yang biasanya saya edit ketika di editor Blogspot adalah:
  1. Kalimat ambigu, sebisa mungkin saya hilangkan dan atur supaya bisa dipahami.
  2. Memilih dan memilah kata-kata mana yang perlu dibuat italic. Kata-kata asing biasanya perlu nih.
  3. Mengatur seberapa banyak saya akan cerita tentang kehidupan pribadi. Well, tidak semua kehidupan pribadi musti diceritakan di blog kan. :D. Kadang kalau saya keterlaluan cerewet pas nulis, sripilan-sripilan itu sering tertulis dengan sendirinya lalu saya hapus kembali pas ngedit.

  • Backup postingan blog secara rutin.
Ini tips untuk pemakai Blogspot. Fungsi backup aslinya adalah untuk menyimpan postingan yang ada dalam blog ke lokasi lain yang lebih aman, misalnya laptop sendiri. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dalam blogging, adakalanya kita sangat perlu sekali untuk backup secara rutin. Cara-caranya:
  1. Masuk ke dashboard blogger, pilih setelan/setting --> lainnya/other
  2. Pada bagian alat blog, pilih export blog.
  3. Klik Unduh Blog.
  4. Lalu simpan file .xml ke direktori pribadi.

Proses export/backup ini sangat berguna sekali kalau kita kepingin memindah blog kita ke tempat lain. Ataupun untuk jaga-jaga kalau-kalau sesuatu terjadi pada blog kita (semoga sih nggak terjadi). File .xml yang tadi diunduh itu bisa ditransfer ke blog lain. Bisa juga dipindah ke platform lain seperti Wordpress atau Joomla (lagi-lagi, silahkan Googling kalau belum paham).

Begitu ya Jeng. Semoga membantu. Makannya, yuk ngeblog. Karena ngeblog itu keterlaluan gampang dan sangat-sangat-sangat menyenangkan. :D

@andhikalady

6 comments:

  1. wah berguna banget neh infonya makasih ya mbak ;)

    ReplyDelete
  2. Jeng, meh nanya sama komentar. Pertama nanya dulu deh. Kalau blog udah di publish itu, masih perlu nggak sih simpen foto2 di memori laptop? Aku sedang mempertimbangkan untuk menghapus yang udah terbit nih. Tapi, ya masih takut2 gitu, siapa tau gambar yg di picasa atau blog ilang apa gimanaaa gitu.

    Yang kedua mau komentar soal ini: "Lebih baik mengelompokkan beberapa foto dalam satu gambar berupa frame, daripada menyertakan semua foto yang mirip-mirip dalam satu postingan. Selain irit memori blog, pembaca juga nggak bingung karena cukup melihat satu gambar saja sudah menjelaskan dua sampai tiga topik."

    Menurutku itu masalah selera aja sih ya. Kalau aku sendiri jauuhhh lebih suka dan lebih nggak bingung, dengan gambar review yang gede, clear, dan nggak di gabung2. Contohnya sih gambar2 di blog my-lovely-sister.blogspot.com, www.diaryofaproductjunkie.com, atau www.stellalee.net begitu. Kalau digabung-gabung, aku malah kurang demen dan agak keganggu karena detil suka kabur dan semacam mengganggu "rasa" dari gambar gitu lho.

    Nah kalau masalah "foto yang mirip2 dalam satu postingan", menurutku itu pinter2nya si blogger aja dalam memilih. Kebanyakan yang kaya begini foto muka alias FOTD ya. Banyak yang pose mirip2, cuma yang satu senyum sempurna, yg satu senyum miring ke kanan, yang satu pose agak neleng kiri, tapi intinya miriiipp semua, tapi si blogger ga milih salah satu dan publish aja semuanya. Nah itu mah agak2 ganggu buat aku, bikin berat aja :P. Kenapa juga ga milih satu dua foto aja yang emang detil makeupnya keliatan. Klo sayang buang semuanya, ya taruhlah di instagram atau FB atau manalah. TAPIII AKU TEKANKAN YG INI BENERAN SOAL SELERA. Lagian aku baca blog juga gratisan ga bayar jadi ya nggak protes biasanya cuma mbatin ^^.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hoi Jeng, panjang amat komentarnya. Ahihihi..

      Nek menurutku, sepanjang memori laptop/HD masih mencukupi, ada baiknya tetep di simpan untuk arsip. Tapi kalaupun mau dihapus, kayaknya Google udah punya direktori sendiri untuk blog-blog kita. Kalau misal Jeng Arum kepingin bisa gampang akses poto, yang pakai non Google, bisa kok lewat storage foto misal Photobucket, dll.

      Iya Jeng, itu juga selera. Tapi misal ada gambar lipstik dan swatch misalnya, bisa juga swatchnya gambar besar, lalu lipstiknya disisipin di pojok untuk menjelaskan bahwa swatch anu adalah dari lipstik anu. Nek saya malahan lebih suka yang begitu Jeng. Meski kesannya jadi satu gambar, tapi maknanya tetep dapet tanpa menuh2in memori blog (pengiritan banget). Hehe.

      :D

      Delete
  3. nice tips jeng buat orang kayak aku yg posting paling banter sebualn sekali..
    hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Jeng. Ayok dibanterin postingnya. :D

      Delete

Ads