Follow Us @jenganten

Wednesday, October 3, 2018

Memilih Jas Pria untuk Akad Nikah. Berikut Tips dan Trik Supaya Tak Kedodoran Maupun Kesempitan


Clothes make the man, naked men have little or no influence in society ~ Mark Twain 
Akhirnya saya nulis juga artikel tentang pernikahan di blog ini. Meski sudah menikah enam bulan, bukan berati saya nggak boleh ngomongin soal wedding, bukan? Mari kita mulai dulu dengan pembahasan jas akad. Ya, pritilan baju yang digunakan oleh mempelai pria memang tidak se-wah atau se-glamor busana yang dikenakan pengantin wanita. Kalau biasanya yang disorot dan banyak dibahas di media online adalah seputar warna kebaya, bentuk gaun, atau bagaimana model buket bunga yang dipakai, di sini saya lebih membahas busana cowok, aka suami.

Bicara tentang busana akad pria, umumnya kita akan banyak menemui gaya jas internasional. Dipakaikan kupluk atau peci kalau di Indonesia. Termasuk suami saya nih. Meski di saat akad saya mengenakan gaun modern dan Siger Sunda, suami memutuskan untuk memakai jas, which is okay. Karena jas merupakan pakaian pria yang cocok dipasangkan dengan busana wanita apapun. 

Saat akad nikah
Memiliki satu atau dua pasang jas di rumah merupakan investasi yang bagus. Meski kamu tidak sehari-hari mengenakan jas seperti laiknya pekerja kantoran di negara subtropis, tetapi pasti akan ada momen-momen spesial yang membutuhkan jas sebagai dress code-nya. Misalnya kondangan, menghadiri wisuda, bahkan di momen akad nikah itu sendiri. Suami saya bahkan bela-belain membeli jas baru di momen spesial kami. Memang menyewa jas bisa lebih murah, tetapi dengan beberapa pertimbangan, termasuk riset soal harga jas pria di internet, akhirnya kami memutuskan untuk membeli yang baru, sepasang dengan gaun yang saya pakai.

Gaun berwarna nude dan jas warna cokelat menjadi pilihan kami, sebab sudah terlalu bosan dengan warna putih dan hitam yang itu-itu saja. Habisnya, setiap kali menyaksikan akad nikah teman atau saudara, pasti yang dipakai warna putih lagi. Kan bosan, kan ingin coba yang baru, kan ingin berbeda dari yang lain. Begitu yang kami rencanakan. Karena bajunya tidak berwarna basic, kami pun mengenakannya di sesi prewedding. Nuansanya rustic, mirip dengan warna cokelat nude yang kami kenakan.

Sesi prewedding

Ada beberapa pertimbangan yang umum diterapkan oleh sesiapa yang ingin membeli/membuat/menyewa busana untuk akad nikah. Kalau di kami, pertimbangan utamanya adalah ingin terlihat spesial dan berkesan. Selain itu, bentuk tubuh suami yang tingginya di atas rata-rata agak menyulitkan kami untuk menyewa jas yang pas, sehingga solusi pastinya ya beli. Namun, perlu diperhatikan bahwa ada tips dan trik untuk membeli jas pria yang pas agar tidak menyesal di kemudian hari. Di antaranya:

πŸ’“ Jas pria tidak boleh terlalu besar atau kecil. Cirinya adalah jahitan di pundak harus pas dengan tumpuan. Jika bingung, kamu bisa konsultasi dengan penjahit untuk menemukan bentuk jas yang tepat

πŸ’“ Di sesi fitting, coba dipakai dan dikancingkan dulu, lalu pakailah untuk duduk. Jika terasa sesak, artinya jasnya masih terlalu kecil.

πŸ’“ Pilihlah bahan yang berkualitas. Memang kalau dilihat langsung tidak akan terasa, tapi bahan yang bagus punya impact yang besar terhadap kenyamanan sekaligus suasana hati pemakainya. Ingat, ini upacara sumpah akad nikah yang berlangsung 1 kali seumur hidup lo

πŸ’“ Tidak perlu banyak aksesori di bagian leher dan dada. Sebab, kamu akan kalungan melati

πŸ’“ Pakailah aksesori yang tepat untuk menunjang penampilanmu saat akad. Misal peci, sarung tangan, dan riasan yang tepat. Eit, cowok juga perlu di touch up lo. Minimal sunblock atau bedak yang bisa mengurangi kilap di wajah. Pemakaian lip gloss juga nggak kalah penting karena dokumentasi akan tahu kalau bibirmu terhidrasi.

πŸ’“ Untuk dalaman jas, bisa kamu kenakan kemeja berwarna cerah dan dasi yang sesuai dengan busana pengantin cewek. Khusus di kami, suami mengenakan baju koko dengan warna senada dengan gaun saya. 

πŸ’“ Adapun untuk harga jas pria, pastikan sesuai dengan bujet yang kamu sediakan. Tidak semua harga jas pria harga mahal itu bagus, begitu pula jas harga murah bukan berati jelek. Jelilah dalam memilih.


Nah, kira-kira sudah paham kan, gimana caranya memilih jas pria untuk akad yang tepat? Pada dasarnya baik membeli ataupun menyewa sama-sama punya sisi positif dan negatif. Namun untuk beberapa alasan, misalnya sulit menemukan ukuran yang pas untuk calon suami, rasanya tak mengapa mengeluarkan kocek lebih untuk membeli jas pria dengan harga terjangkau Toh rencananya ingin dikenang seumur hidup kan?

Salam,
Lady

No comments:

Post a Comment