Saturday, June 28, 2014

Henna dan Mehndi, Workshop Bersama Badar Henna

Setiap kali saya kondangan kawinan, salah satu hal yang bisa membuat saya terpesona adalah seni Henna yang terlukis di tangan mempelai wanita. Rasanya gimanaaa gitu kalau lihat foto tangan wanita memakai Henna sambil memamerkan cincin kawin. Aaakk...

Sebenernya sudah lama saya pengen latihan menggambar Henna, tapi baru kemarin saya kesampaian ikut salah satu kegiatan workshopnya di Jogja. Penyelenggara acara tersebut adalah Spa Putri Kedaton, La Tulipe, Petra Accecories, dan Badar Henna. Acaranya bertempat di Hotel Atrium Yogyakarta. Dengan Rp 200.000, para peserta workshop mendapat bermacam voucher spa dari Putri Kedaton, tutorial makeup India dari La Tulipe, demo hair do oleh Petra Accecories dan workshop cara menggambar Henna di tangan. Kalau acara tutorial makeup dan hair do, boleh lah ya saya nggak perlu cerita banyak di sini? Soalnya kan udah byasak di bahas di sini.. #sombyong

Sedikit spoiler demo makeup.
Jadi saya mau cerita soal Henna saja ya, nggak papa kan?

Nah, kemarin tutor seni Henna diampu oleh Miss Badar. Di bawah ini foto Miss Badar (kanan) sedang mempersiapkan presentasinya tentang Henna dan Mehndi.


Apa itu Henna dan Mehndi?
Banyak di antara kita yang salah kaprah tentang Henna. Henna kerap disebut sebagai bentuk kegiatan menggambar kulit. Yang sesungguhnya adalah, Henna merupakan nama tetumbuhan yang daunnya diekstrak sebagai bahan pewarna kulit atau kuku. Sementara, Mehndi adalah istilah untuk menamai seni melukis kulit dengan Henna.
Jadi sebenernya kegiatan ini lebih layak disebut workshop Mehndi. Haha.

Bagaimana asal mula Henna dan seni Mehndi?
Seni Mehndi berasal dari Timur Tengah. Biasanya dipakai untuk upacara pernikahan. Bentuk pola-pola Mehndi kerap melambangkan kesucian atau kesuburan bagi wanita. Tapi dalam praktiknya sekarang, motif dan pola Henna sudah bebas dan makin bervariasi. Mau digambar bunga, titik, garis-garis, atau mau gambar Miki Mos juga boleh. Hehe.


Halal nggak sih?
Henna bagi umat Islam halal, karena hanya mewarnai bagian atas kulit dan tidak menghalangi masuknya air ke kulit. Jadi, air wudhu tetp bisa masuk kok Gaes (kok aku jadi ikutan gaes-gaes yak?). Selain itu, warna yang dihasilkan di kulit juga bersifat temporary, paling lama bisa dua minggu.


Bagaimana cara memilih aplikator Henna dengan benar?
Henna biasa dijual dalam bentuk krim cone ataupun bubuk. Paling gampang untuk pemula, pilihlah yang berbentuk krim cone. Namun tidak semua krim-krim yang dijual di pasaran itu adalah krim Henna alami, beberapa di antaranya sudah ditambah dengan pewarna sintetis, meskipun bukan berarti Henna pasaran yang berwarna sintetis itu tidak aman. Tenang, tetep aman kok Gaes. Tapi kekurangannya, warna yang dihasilkan tidak begitu awet seperti krim Henna yang 100% alami. Untungnya kemarin Miss Badar memberikan kepada kami, krim Henna yang alami. :D

Bagaimana cara belajar atau teknik melukis dengan Henna?
Pertama-tama, belajar cara membuat garis lurus dahulu. Ini untuk melatih posisi tangan supaya nggak mudah berpindah posisi. Tahu sendiri kan, aplikator Henna itu bentuknya cone/kerucut yang bisa diplenet supaya krimnya keluar. Kalau tidak berhati-hati, krim yang keluar bisa saja terlalu banyak dan mengotori keseluruhan tangan.
Kemudian setelah belajar membuat garis, lanjut lagi membuat garis putus-putus dan membuat bulatan. Seletah itu membuat titik-titik dilanjutkan dengan membuat pola Mehndi sederhana. Kami diberikan kertas contoh yang bisa dipakai untuk membuat pola-pola ini.


Taraaa, inilah hasil melukis Henna pertama saya. Diaplikasikan di tangan sendiri:


Selain belajar cara menggaris, membentuk pola dan membuat motif Henna keseluruhan, jam terbang dalam mengaplikasikan Henna juga penting banget dalam mencapai keprofesionalisme Henna. #tsahh.
Punya saya masih jelek, haha, namanya juga baru pertama kali. 

Oh iya, sebelum selesai acara, saya sempet juga berpose sama Miss Badar, salah seorang praktisi seni Mehndi dari Jogja. Miss Badar ini adalah lulusan ISI (Institut Seni Yogyakarta) yang berkonsentrasi di bidang DKV. Namun kecintaannya pada seni Mehndi membuat beliau menjadi seniman Henna yang kerap menerima order untuk pengatin-pengantin di daerah Yogyakarta. Portopolio beliau ada di http://mehndijogja.blogspot.com/


Pose juga dong, bersama seluruh peserta workshop Henna.

Nggak lupa untuk berpose bersama buku bacaan. #teteub
Di gambar terakhir di atas ini, bentuk lukisan Henna di tangan saya sudah nggak keruan. Itu karena setelah pakai Henna, langsung saya hapus. Jika didiamkan lebih lama sekitar 4 - 5 jam, hasil lukisan Henna dapat lebih pigmented lagi.

+Andhika Lady Maharsi




5 comments:

  1. corak Henna karo warna kutek ora mecing :D

    ReplyDelete
  2. Baguuss.. Jadi pingin belj jugaakk.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belilahh... Terus dipakai buat nggambar-nggambar lucu di tangan. Hehe

      Delete
  3. makasih ya kak dah di tulis di blognya , bsk kpn kita bakal ketemu lagiii :D keep contact yak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Kak Badar. Hayuk kita kopdar lagii.. :D

      Delete

Ads