Thursday, August 6, 2015

,

[Makeup Job] List Job Makeup Untuk Bulan Juni - Agustus

Oke, saya ngeblog lagi. 

Setelah tadinya saya ngepost tentang perkenalan Besok Siang yang keren itu, kali ini saya kembali ke habitat mainstream beauty blogger, yaitu bikin post tentang makeup. Meskipun blog ini sebetulnya nggak terlalu berkutat di biuti-biuti juga sih. Kadang saya ngepost tentang hal-hal random yang tiba-tiba merasuk di pikiran. Pembaca, percayalah bahwa segala jenis kerasukan itu nggak menyenangkan, termasuk tiba-tiba kerasukan pikiran. Maka dari itu, saya bikin blog dan menulis supaya tetap waras. #ambiliketkepala

Jadi ceritanya, selama bulan Juni - Agustus, saya mendapatkan beberapa kawan yang ingin dirias. Ada yang untuk among tamu, wisuda, sampai foto studio untuk wisuda. Well, karena foto-foto ini sudah numpuk banyak, akhirnya saya pajang juga di blog ini. Ohya, kali ini saya memberanikan diri memakai tagar #makeupjob , karena lama-lama alhamdulillah makin banyak juga kawan-kawan yang mau dikorbankan dirias sama saya. 

Tentang Makeup Job, Tukang Rias, MUA, dan Dukun Manten

Masih bicara tentang makeup job, tukang rias, perias, atau bahkan MUA ternyata ada hal yang merasuk pikiran saya (lagi-lagi kerasukan pikiran. Dan saya kerasukannya rame-rame bersama tim Besok Siang). Sebetulnya sebutan yang pas untuk orang yang berprofesi mendandani orang lain itu apa? Perias, yes. Tukang rias, yes. Dukun manten, uhmm, kayaknya butuh kriteria khusus untuk bisa disebut dukun. MUA alias Make Up Artist, yee, ehmm, ini pun kayaknya butuh syarat tertentu yang nggak gampang untuk dapat menyebut diri sebagai MUA. Di bayangan saya, MUA itu adalah profesi yang menjadikan makeup sebagai suatu seni kreatif dan di salah satu indikatornya, adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup. cmiiw. Seperti dikutip dari laman ini, kata artist artinya adalah: 
a person who produces works in any of the arts that are primarily subject to aesthetic criteria.

Seperti halnya seniman, pelukis, dokter, koki, guru, tukang kayu, dll, setiap profesi itu membutuhkan syarat khusus untuk dapat disebut dengan label tersebut. Dokter harus kuliah selama enam tahun sebelum bisa menyandang gelar dokter. Koki juga harus menempuh belajar dulu bertahun-tahun, menghafalkan nama-nama bahan makanan yang aneh-aneh seperti foie gras, dll, untuk baru dapat disebut sebagai koki. 

Cuman yang sering saya temui sehari-hari lebih seringnya adalah orang yang baru berhasil memasak bubur kacang ijo saja sudah bisa menyebut diri chef. Atau orang yang baru bisa ngerias temannya saja sudah menyebut diri sebagai MUA. Saya bisa juga dong nyebut diri sebagai dukun manten, kalau saya pernah merias manten?

Menyandang sebuah profesi itu punya tanggung jawab tersendiri yang nggak main-main. Kalau kamu guru, pasti kamu ingin memberi contoh yang baik kepada anak didik supaya murid-muridmu menjadi anak-anak pandai bukan? Bisa memberi contoh yang baik sekaligus mendidik adalah tugas besar dan ada bagian tanggung jawab di dalamnya. Maka dari itulah aku belum pengen jadi guru meskipun punya gelar S.Pd. Termasuk profesi MUA atau Dukun Manten, yang bisa dibilang istilah itu adalah kasta tertinggi dunia rias-merias. Hehehe. Jadi kalau cuman bisa ngerias temen-temen, sementara di lain hari cuman ongkang-ongkang kaki sambil nonton film, masih jauh lah, kalau disebut MUA. Nah kalau itu saya banget. Hehehe.

Sejauh saya me-makeup orang dengan senang, saya sudah senang. Seperti teman-teman saya ini:

1. Julia Alela, rias untuk keluarga manten.



Ini sudah yang ke-3 kalinya saya ngerias Elaraisa (karena mirip sama Raisa. L). Dari mulai doi mau belajar rias untuk lamaran, prewedding, dan ini untuk rias keluarga manten. Ohya, Ela sedang hamil anak ke-2 loh, selamat ya.

2. Kiki, Wisuda UAD




Mba Kiki ini wisuda UAD, ingin dirias simpel. Semuanya serba simpel, mulai dari hijab dan rias yang no cukur alis. Selamat atas wisudanya.

3. Prima, Foto Studio





Mbak Prima ini termasuk salah satu orang yang rela rambutnya saya sasak untuk dibuat sanggul. Padahal rambutnya pendek banget, sempet kesulitan di awal, tetapi alhamdulillah akhirnya jadi juga sanggul yang lucu-lucu simpel. Ini dipakai untuk foto studio. FYI, UNY itu mensyaratkan foto ijazahnya harus pakai konde untuk lulusannya. Selamat ya sudah lulus, semoga karir jurnalisnya makin cemerlang.

Akhirul kata, dukung cita-cita saya menjadi MUA dan Dukun Manten dengan follow IG @jenganten


0 komentar:

Post a Comment