Follow Us @andhikalady

Saturday, May 12, 2018

Karena Merawat Vagina Itu Penting, Bahkan Belum Punya Suami Sekalipun

Coba, saya ingin tanya kecil-kecilan: adakah para beauty enthusiast pembaca blog Jenganten di sini yang berpikir bahwa kecantikan bukan hanya monopoli yang tampak saja, namun juga yang tidak tampak seperti kecantikan vagina yang bebas bau tak sedap -- misalnya?

Jika iya, selamat, artinya kamu lebih sayang pada diri sendiri pada level yang lebih tinggi. 

Banyak cewek di luar sana yang kurang memperhatikan hal ini. Kalau harus dirawatpun, biasanya dikarenakan sudah pernah kena penyakit tertentu, misalnya keputihan. Atau paling mudah ditemui: diprotes sama pasangan, kemudian merasa insecure, lalu mau tak mau harus membeli produk perawatan vagina. 

Oiya, di sini saya nggak pakai acuan Miss V ya, lebih baik pakai kata yang merujuk pada organ tersebut: VAGINA.

Padahal sayang banget kalau para cewek-cewek ini baru peduli dengan vagina harus nunggu sampai punya suami dulu. Perawatan organ intim ini sebaiknya sudah mulai diagendakan sejak seorang wanita memasuki masa pubertas. 

Jadi hayoo, dekadek yang baru mens, sudah mempelajari soal organ penting di tubuhmu ini belum?


Beberapa waktu lalu, saya ikut sebuah seminar yang diadakan pada event launching Lacoco & Cos-Vie. Seminar itu bertemakan bagaimana cara merawat vagina dengan benar, dan dibawakan oleh dr. Boy Abidin, Sp.OG. Kalau kamu yang doyan nonton Dr. OZ Indonesia di TV ituh, pastilah familiar dengan dr. Boy. 

Dengan gaya kocaknya, dr. Boy menuturkan pengalamannya menangani pasien yang bermasalah dengan vaginanya. Ada yang datang dengan malu-malu -- kebanyakan karena malu periksa, baru mau periksa setelah cukup parah. Ada pula yang datang dengan aroma semerbak parfum menyengat, ditambah bau tak sedap seperti ikan asin. Usut punya usut, si pasien itu telah mengalami keputihan patologis yang cukup parah sampai menimbulkan bau busuk yang menganggu. Karena nggak pede, akhirnya disemprotkanlah sedapat-dapatnya parfum ke area vagina, tanpa tahu risikonya. "Bagaimana baunya? Silakan bayangkan sendiri." Kata dr. Boy.



Padahal menyemprotkan atau mengoleskan benda asing ke vagina bukanlah perkara yang main-main, sebab vagina pada dasarnya punya sistem pembersihan sendiri nggak usah dibersihkan pakai alat khusus juga akan bersih lagi. Makanya, pernah notice nggak, kalau bagaimanapun keadaannya (entah setelah berhubungan, setelah mandi, atau setelah pipis pun) aroma vagina tetap akan kembali begitu-begitu saja? Itu karena mekanisme pembersihan vagina sedang bekerja.

Namun meski vagina punya sistem pembersihan sendiri bukan berati dibiarkan begitu saja tanpa perawatan. Contoh perawatan yang keliru adalah terlalu sering memakai pantyliner setiap hari. Memang sih, kalau udah pakai itu rasanya jadi semriwing dan bebas lembap, tetapi akibatnya vagina bisa kekurangan cairan dan kelembapan alami, sehingga bakteri-bakteri baik yang tinggal di sana jadi 'marah' dan bisa sebabkan keputihan lebih banyak.


Cos-Vie
Masih menurut dr. Boy, keputihan itu dibagi menjadi 2 jenis:

1. Keputihan fisiologis; adalah keputihan yang normal dan berlangsung di sepanjang pergantian periode menstruasi. Keputihan ini sifatnya tidak berbau, dan berwarna bening hingga keputihan. Keputihan jenis ini disebabkan karena siklus, udah itu aja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan keputihan ini.

2. Keputihan patologis; adalah keputihan yang disebabkan gangguan jamur atau bakteri. Warnanya bervariasi dari kekuningan gelap, cokelat, hingga bercak hijau. Yang paling kentara adalah baunya yang tidak sedap. Kalau sudah begini, mencari bantuan ke dokter adalah solusinya.

Sos-vie, essence vagina

Umumnya, pasien keputihan datang ke dokter dalam kondisi yang telah parah. Pasalnya kebanyakan dari mereka malu sehingga memilih untuk menutup-nutupi kondisinya sendiri. Padahal, saat seorang wanita mengalami keputihan dan bau tak sedap, kejadian berikutnya nggak sesimpel kelihatannya. Mulai dari pasangan atau suami pasti akan merasa komplen. Juga orang-orang di sekitar yang bisa merasa terganggu. Siapa bilang, meski vaginamu tertutupi dengan pakaian, bukan berati baunya ikut tertutupi 'kan?

bahan-bahan Cos-vie
Nah, untuk merawat vagina agar bebas dari keputihan patologis antara lain:

1. Hindari penggunaan pantyliner terlalu sering.
2. Biarkan area selangkangan 'bernapas' dengan tidak menggunakan celana yang ketat-ketat.
3. Jika kamu memiliki berat badan berlebih sehingga antara pahamu saling menempel, maka harus dilakukan perawatan ekstra.
4. Jangan terlalu sering membasuhnya dengan sabun, terutama yang busanya banyak.
5. Memakai essence perawatan vagina yang terbuat dari bahan asam laktat yang Ph-nya telah disesuaikan dengan vagina, serta mengandung bahan yang mencegahmu dari keputihan dan bau tak sedap.

Satu-satunya produk essence vagina yang baru-baru ini diperkenalkan adalah Cos-vie Woman Hygiene Treatment Essence. Ini adalah sebuah essence perawatan vagina yang mampu merawat sekaligus mencerahkan kulit di area vagina.

Ini bukanlah sabun pencuci vagina seperti yang kerap ada di pasaran. Cara pakainya bukan dengan cara dibasuh, namun dioleskan ke vagina saat kondisi bersih. Dengan metode perawatan ini, hasil yang diharapkan adalah vagina kembali sehat, kesetimbangan bakteri baiknya terjaga, serta semakin cerah.

Adapun untuk membeli produk Cos-vie dan rekanannya, Lacoco, kamu bisa mendapatkannya di stokist-stokist terdekat di kotamu. Atau juga bisa dibeli secara online dengan mencari keyword 'Cos-vie'



@andhikalady 

No comments:

Post a Comment