Thursday, January 12, 2023

, , , ,

Review Treatment Laser CO 2 Fractional untuk Menyamarkan Scar/Bopeng Bekas Jerawat

NB; Ini adalah review yang aku tunggu-tunggu. Akk, akhirnya rilis juga. Senangnya hatiku. <3

Aku baru saja melakukan treatment Laser CO2 Fractional yang kedua kalinya. Tujuanku adalah untuk menyamarkan/mengurangi bekas luka jerawat yang berbentuk scar/bopeng seperti foto sebelah kiri berikut:
 



Maaf ya kalau fotonya 'mengerikan'. Wkwk. Setelah usai masa downtime treatment, kulitku berubah menjadi sebelah kanan. Alhamdulillah. Secara kasat mata terlihat: pori lebih kecil, warna lebih merata, dan tentu saja bopeng bekas jerawat tampak lebih samar. Gimana nggak senang? Aku sudah bertahun-tahun hidup dengan scar seperti itu tahu-tahu bisa punya muka yang mulusan. Hihi.

Kalau dilihat dari foto before, memang terlihat sekali bahwa di masa lalu aku punya riwayat jerawat yang tidak main-main parahnya. Jerawat yang aku derita pada waktu itu adalah tipe jerawat bernanah yang hampir memenuhi seluruh wajah. Sudah dicoba disembuhkan, tetapi selalu muncul lagi di tempat lain sehingga hampit tidak ada jeda di mana kulitku mulus saat aku remaja. Ditambah waktu itu aku kurang pengetahuan tentang skincare dan salah memilih salon facial merupakan salah satu faktor yang memicu timbulnya scar jerawat.

Jadi, adek-adek, kalau ada yang melarang mencet jerawat itu TOLONG DITURUTI yaa. Sekarang sudah banyak kok skincare jerawat yang harganya sangat terjangkau.

Apakah sebelum ini sudah mencoba menyamarkan scar/bopeng dengan cara lain?


Sebelum ketemu dengan treatment Laser CO2, aku sudah melakukan beberapa cara untuk mengurangi scar. Pernah rutin menggunakan peeling AHA/BHA. Wajah memang menjadi lebih halus, tetapi tetap saja tidak bisa mengatasi bopeng. Pasalnya scar/bopeng wujudnya legok ke dalam kulit sehingga butuh lebih dari sekadar skincare.

Pernah juga menggunakan dermaroller mandiri di rumah karena rekomendasi teman. Tetapi setelah bertanya-tanya ke dokter, ternyata penggunaan roller tanpa pengawasan dokter itu kurang direkomendasikan, sehingga aku stop.

Tahap berikutnya, aku coba mencari-cari metode tindakan apa yang bisa mengatasi 'penderitaan' ini. Ketemulah metode PRP. Waktu itu aku sudah mencoba PRP, tetapi agaknya kurang cocok dengan kulitku. Scar jerawatnya masih utuh. Hiks. Banyak sih yang cocok dengan PRP, scarnya bisa hilang tetapi mungkin kulitku yang kurang berjodoh.

Sempat tiba di kesimpulan, ya sudah lah pasrah aja sama kondisi muka. 


Lalu ada yang merekomendasikan Laser CO2 Fractional.





Di tengah-tengah kepasrahanku, aku menemukan adanya Laser CO2 yang katanya bisa menghempaskan scar jerawat. Namun sayang, waktu itu baru ada di luar negeri doang. Baru masuk ke Indonesia pun cuma di Jakarta aja. Wah, kapan ya masuk ke Jogja kalau begitu?

Well, yang membuat Laser CO2 gurih dan menarik adalah metodenya yang unik. Ia menggunakan teknik laser yang kekuatannya disesuaikan untuk 'menembak' dan membuat perlukaan di area kulit yang memiliki scar.

Lho, kok dilukai dulu?





Yes, kamu nggak salah baca kok. Memang begitulah cara kulit menyembuhkan diri dari luka lama, yaitu harus diberi luka yang baru. Tapi luka barunya itu disesuaikan dan diatur supaya nantinya kulit akan menyembuhkan diri sendiri. PRP juga begitu, cuma yang dilukai hanya bagian luar saja. Sementara di Laser CO2 Fractional perlukaannya agak ke dalam lagi tergantung dalamnya scar yang ingin disembuhkan.




Sebelum tindakan, wajahku dibersihkan dulu kemudian diberi anestesi supaya tidak sakit saat proses laser. Wujud anestesinya adalah krim warna putih yang dioles tebal-tebal di muka dan dibiarkan 15 menit sampai terasa kebas.

Setelah anestesi, baru dilakukan tindakan laser. Bagian mataku ditutup dengan kacamata khusus, kemudian dokter beautician memulai aksinya. Pertama-tama dicoba kekuatan rendah dulu, kalau masih tahan, baru ditambah daya lasernya. Waktu itu aku bisa tahan sampai dinaikkan 4 kali kalau nggak salah. Wkwk, saking pengennya menghempas scar, nyeri sedikit pun rela aku tahan. Hehe.

Saat dilaser tidak terasa sakit. Tetapi ada aroma kulit/daging terbakar yang ternyata adalah kulitku sendiri hehe. Yes, perlukaan laser itu memang agak memberi 'panas' atau membakar kulit dengan intensitas terukur.


Perawatan lanjutan & penyembuhan Downtime


Karena ada proses perlukaan, maka kulit kita juga ada masa penyembuhan dan pantangan-pantangan selama sekitar 5 hari hingga seminggu. Wajahmu akan menjadi 'buruk rupa' terlebih dulu. So, buatmu yang mau ada acara penting sebaiknya tidak melakukan Laser CO2 minimal seminggu.

Day 1: Kulit berwujud kemerah-merahan dan muka lelah akibat sedikit menahan sakit. Setelah anestesi, rasa panasnya menjalar di seluruh luka. Tapi tenang aja, kamu bisa minum obat penahan rasa sakit seperti Parasetamol dan sejenisnya. Kamu akan diberi krim anti iritasi dan serum khusus yang harus habis hari itu juga.

Day 2: Rasa panasnya sudah menghilang, tapi masih nyeri jika tertimpa air. Oiya, selama proses penyembuhan luka kamu hanya boleh cuci muka sewajarnya dengan air matang dan spons.

Day 3: Lukanya sudah mulai menyembuhkan diri. Mulai muncul bintik-bintik hitam di bekas laser.


Day 4: Luka laser sudah mulai menghitam semua. Hari ke-4 adalah puncak 'keburukrupaan' di mana hampir seluruh muka menghitam. Tapi aku sih PD-PD saja, nggak sabar untuk segera melihat hasil lasernya.

Day 5: Luka laser yang hitam itu mulai mengelupas. Ini rasanya gataaal sekali, berasa ingin menggaruk dan mengelopek, tapi tentu tidak boleh yaa. 

Day 6: Kulit hasil laser mulai muncul setelah semua luka mengelupas. Hasilnya, ada pendangkalan di area scar/bopeng bekas jerawat.

Adapun pantangan selama masa penyembuhan adalah: tidak memakai makeup, tidak memakai skincare yang 'keras' seperti retinol, AHA, BHA, dan acid-acid, juga tidak menjemur diri di bawah matahari. Pokoknya gunakan masa downtime menjadi masa istirahat kulit dari segala asupan apapun.


Berapa kali treatment sampai scar hilang?


Scar adalah hal yang timbul (biasanya) akibat jerawat menahun. Karena timbulnya juga bertahun-tahun, maka untuk menghilangkannya pun tidak cukup dengan satu kali perawatan. Aku mengamati, dalam 1x treatment, luka scarku menjadi lebih dangkal dan visibilitasnya berkurang sekitar 25%. Walau belum sembuh betul, tapi aku PUAS dengan hasilnya dan berencana melakukannya lagi. Jeda setiap treatment minimal adalah 1,5 bulan untuk menyesuaikan waktu penyembuhan kulit.

Ini adalah progress kulitku saat treatment Laser CO2 yang kedua kalinya:



Asikk, terlihat semakin mulus.

Di mana lokasi treatment Laser CO2 Fractional?


Aku memilih INUSA CLINIC BABARSARI sebagai tempat untuk laser CO2. Kliniknya berada di Babarsari dan mudah dijangkau karena di tengah kota. Yang menangani kulitku adalah dokternya langsung, yaitu dr. Mecha. Perawat dan beauticiannya sangat ramah dan komunikatif. Mereka tidak segan-segan menawari bantuan jika kamu memintanya. 









Apalagi harga laser CO2 di INUSA CLINIC amat sangat terjangkau lho. Saat aku laser kemarin, biaya yang dikeluarkan nggak sampai 1jt rupiah lho. Ini sangat worth it apalagi hasilnya juga permanen. Kamu yang akan mengunjungi INUSA CLINIC, bisa memakai voucher LADYXINUSA untuk mendapatkan promo menarik. Atau, bilang saja menemukan informasi INUSA CLINIC melalui blog ini.


Andhikalady

0 komentar:

Post a Comment