Tuesday, November 23, 2021

Belajar Otodidak vs Cari Mentor

Mana yang akan kamu pilih?

Sebelumnya  aku mau cerita. Dulu aku orangnya percaya dengan 'bakat itu didapat dari lahir'. Jadi kalau kamu pintar (misalnya) menyanyi. Itu artinya kamu udah terlahir dengan bakat menyanyi. Karena berbakat dari lahir, kamu bisa dengan mudah belajar menyanyi tanpa effort. Tahu-tahu bisa jadi penyanyi terkenal, begitu aja.




Yang luput dari pengetahuanku adalah, di balik setiap penyanyi sukses dan terkenal, ada kerja keras berupa:

- menulis lagu

- bekerja sama dengan produser

- membuat tim pemain musik

- menjaga hubungan baik dengan broadcast

- berlatih setiap hari (aku pernah baca kalau Raisa berlatih nyanyi 12 jam sehari)

- dst


Dulu saat umur 6 tahun, aku dibelikan alat musik keyboard sama Bapak. Entah bagaimana caranya, aku langsung paham cara memainkan, meniru lagu, menemukan chord sendiri, mengkombinasikan tangan kanan dan tangan kiri, sampai membuat melodi sederhana. Sampai sekarang aku masih ingat melodinya. Aku juga senang setiap ada tayangan orang main piano di TV. Adegan memorable di film Petualangan Sherina adalah saat dia main piano sambil nyanyi "hatiku sedih, hatiku gundah. Tak ingin pergi berpisah....".

 

Foto: kompas.com

Kalau menonton band, yang aku perhatikan adalah keyboardist-nya. Aku sampai hafal, nama keyboardist Peterpan waktu itu adalah Andika. Wuih, sama dong kayak namaku! Kayaknya kalau nasibku mujur, aku akan menjadi pianis atau keyboardist keren seperti Andika.

 

Tapi, aku tidak punya privilege semacam itu. Masa kecilku tinggal di desa. Satu-satunya orang yang dianggap pintar main keyboard adalah pemilik orkes organ tunggal dangdutan yang main di hajatan. Sesuatu yang menurut orangtuaku kurang elit dibanding jadi PNS. 

"Ngapain kamu sinau keyboard kalo ujungnya jadi pemain orkes hajatan. Mending kamu belajar giat untuk jadi pegawe aja".  Maaf bukan untuk merendahkan profesi tertentu, hanya menjelaskan pemikiran orangtuaku saat itu.

 

Terus akhirnya, sesuatu yang kusebut 'bakat main musik' itu cuma berakhir di band kantor & Soundcloud. Paling mentok, bisa buat sepik cowok-cowok kualitas menengah yang langsung berdecak 'wow' pas tahu aku bisa main keyboard. Wkwkwkwk. Padahal ya bisa bisaan aja.

 

Karena cuma belajar otodidak dari Youtube, kemampuanku tidak berkembang sebagaimana mestinya. Aku pun butuh waktu yang lama sekali untuk bisa main Pachelbel Canon aja. Ditambah aku tidak mencancang cita-cita menjadi pemain musik profesional setinggi itu. Dengan kata lain, musik bukan prioritas. 

 

Aku pernah ngobrol langsung dengan guru piano beneran, lalu dijeberin kurikulumnya. Ternyata belajar piano nggak sesimpel kamu punya 'bakat' terus bisa main. Udah. Nooo...

Ada teknik menata jarinya, ada kiat membaca not balok, ada cara memainkan feeling, dll. Lalu si guru baik hati itu bilang kalau caraku bermain keyboard selama ini salah. Wkwk ya nggak apa-apa namanya juga main musik for fun only. Salah ya nggapapa yang penting kita senang, cowok inceran juga bisa lah dapet.

Di titik itu aku merasa, wah, sebetulnya sayang banget bisa main musik tapi kurang di-explor dan tidak dipakai latihan secara serius.




Lalu waktu berjalan. Aku menemukan passion lagi di makeup. Aku waktu itu masih percaya konsep 'bakat dan belajar otodidak'. Konsep ini tidak sepenuhnya salah. Memang ada benarnya, bakat ada, belajar otodidak juga bisa. Tapiii, yang nggak aku sadari adalah adanya 'bahaya' yang lebih besar mengincar...

 

Mau sampai kapan percaya istilah 'bakat itu dari lahir'?

Kalau nggak dilatih dan diasah ya sama saja.

Mau sampai kapan mengandalkan belajar otodidak aja?

Yakin belajar otodidak aja udah cukup?

Yakin kamu nggak akan kesulitan menyamai pace mereka yang belajar sungguh-sungguh?

Mau berapa tahun kariermu mentok di situ-situ aja karena nggak mau cari guru?

 

Dan begitulah, karena aku nggak menyadari 'bahaya' tersebut, lantas jadi MUA-nya juga cuma jalan di tempat. Ada sekitar 2 tahunan aku nggak pernah merias client lebih dari wisuda. FYI, merias wisuda adalah milestone begginer sebagai MUA, sebelum beranjak kompeten merias pengantin tradisional. Menguasai makeup wisuda adalah hal mudah. Tapi menjadi dukun manten (apalagi yang tradisional) adalah hal lain. Kamu butuh guru dan mentor yang memang menguasai ilmunya. Ini ilmu pakem, ilmu yang tidak sembarangan diaplikasikan. Begitu juga dengan makeup no makeup yang terlihat flawless tapi tetap cantik dipandang. Kamu tidak bisa hanya mengandalkan Youtube tanpa menerapkan langsung.

 

Aku sadar aku musti berubah.

Aku juga dikasih tahu sama Pak Rangga kalau aku nggak bisa begini terus.

Kata dia, konsep 'bakat dari lahir' itu nggak akan ke mana-mana kalau tidak mau berusaha.

Harus kerja keras, harus mengambil langkah tepat yang nggak membuang waktu.

Aku mulai cari guru. Guru yang memang sudah mengerti dan berkecimpung di bidangnya.

Aku ingin skill dan kompetensiku ter-akselerasi.

Kalau belajar otodidak butuh 2 tahun, dengan guru yang tepat bisa belajar 2 hari saja.

 

Sekarang aku sadar bahwa, untuk belajar dengan cepat butuh guru. Bukan sekadar belajar otodidak. Meski banyak orang mampu menyerap dan berlatih sendiri, tetap ada banyak value yang lebih bisa didapatkan dari mentor.

Kalau kaitannya adalah skill yang berpengaruh dengan hidup dan mati, aku rasa lebih bijak kalau memilih belajar melalui mentor. Namun apabila skill itu untuk for fun aja, dan kamu tidak masalah belajar sendiri, otodidak menjadi pilihan yang baik.

Aku tidak apa-apa tidak jadi pianis profesional, tapi aku mau jadi MUA profesional.


@andhikalady

Continue reading Belajar Otodidak vs Cari Mentor

Tuesday, November 16, 2021

, , , ,

Cara Periksa Tumbuh Kembang Anak dengan BPJS



Sedari awal, aku dan suami sudah tanggap kalau sedini mungkin Linam harus segera didaftarkan BPJS. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Betul juga, beberapa kali kami menerima manfaat BPJS untuk pengobatan dan perawatan keluarga. Salah satunya yang cukup berbiaya besar yaitu saat Linam harus operasi Urachus Paten ketika berusia 2 bulan. Ini kalau dihitung-hitung mungkin bisa sampai puluhan juta kali ya. Untung semua ditanggung oleh BPJS sehingga 100% gratis.

Nah untuk tumbuh kembang anak juga bisa pakai BPJS asal tahu caranya. Kita sama-sama tahu lah ya, biaya terapi, dokter spesialis dan obat-obatan itu tidak murah. Apalagi untuk paket terapi yang harus dilakukan dalam masa yang tidak menentu. Tidak cukup sebulan dua bulan, bisa lebih lama lagi sampai si anak dinyatakan lulus catch up. Kalau dananya habis di tengah jalan, kasihan si anak. Terapi bisa terpaksa harus terhenti bahkan bisa diulang dari awal lho.

Untuk itulah aku menggunakan alur BPJS. Awalnya kita harus memantau redflag pertumbuhan anak. Jadi ada kisi-kisi kalau perkembangan anak terganggu. Ini Mom harus pantau terus. Misal dirasa ada semacam gangguan pertumbuhan & perkembangan, segeralah periksakan ke dokter. Pilihan kami ke dokter keluarga di faskes 1. Lalu bisa minta rujukan ke DSA khusus tumbuh kembang. Biasanya ada di rumah sakit besar. Mom harus banyak mencari tahu informasi klinik tumbuh kembang di kota masing-masing ya. Ada juga sih klinik swasta yang independen. Namun tipe ini jarang menerima rujukan BPJS.

Di Jogja sendiri, ada RSA UGM, RS Hermina, RS JIH, Klinik GMC, Bunda Novy, Yamet, dll. Tidak semua ter-cover BPJS. Konsultasikan saja dengan Faskes 1 Mom.

Selain itu, mencari support group sesama orang tua pejuang tumbuh kembang juga banyak membantu. Bisa jadi mereka punya info berlian yang tidak ditemukan di internet.

Nah, setelah konsultasi ke Faskes 1, Linam diperiksa oleh DSA (dr. Mei Neni) di Hermina. Kemudian langsung dirujuk untuk CT Scan kepala agar tahu apa ada penyebab di otak yang berpengaruh ke tumbuh kembang. Untuk proses CT Scan ini unik, tidak setiap anak yang bermasalah dengan tumbuh kembang akan dirujuk CT Scan. Untuk kasusnya Linam, kebetulan dia punya lingkar kepala yang lebih besar dibanding ukuran normal. Sempat dikhawatirkan ada hidrocephal tetapi alhamdulillah tidak ada. Hasil dari CT Scan itu adalah adanya hipotropi otak bagian depan yang belum berkembang sempurna.

Tapi itu saat Linam usia 19 bulan. Sekarang udah banyak banget kemajuan, harapannya otak yang belum tumbuh saat 19 bulan kini sudah tumbuh secara signifikan (terimakasih untuk resep obat, terapi, dan kurikulum stimulasi yang kami terapkan).

Setelah dirujuk ke DSA, Linam kembali dirujuk ke dokter spesialis Rehab Medik (dr. Thomas). Beliau akan menangani terapi dan menentukan dosis terapi. Kemudian Linam dijadwalkan untuk fisioterapi selama seminggu 2x. Lengkapi dokumen pendukung asuransi seperti:

- fc rujukan dari Faskes 1 (harus dipunyai banyak karena akan digunakan berkali-kali)

- lembar jadwal terapi

- fc rujukan DSA & dokter Rehab Medik

- fc BPJS & KIA (Kartu Identitas Anak)

Pengetahuan sederhana soal BPJS anak itu penting. Jangan mentang-mentang yakin anak sehat terus sehingga mengabaikan ketertiban dokumen. Akta kelahiran, kartu KIA, perubahan KK, dan BPJS adalah empat hal penting yang harus diurus pertama kali setelah anak lahir.

Apa ada perbedaan layanan BPJS dengan non BPJS. Berdasarkan pengalamanku tidak ada sama sekali. Semua sama aja. Cuma di beberapa tempat, antrean terapi cukup panjang. Namun untuk Linam, lagi-lagi alhamdulillah tidak terlalu antre.
Continue reading Cara Periksa Tumbuh Kembang Anak dengan BPJS

Wednesday, November 10, 2021

, , , , , ,

CEO Value ala Drakor Start-up. Mental Penting Seorang Pengusaha

Dulunya aku mikir, nonton Drakor adalah kesia-siaan karena episodenya panjang dan memakan waktu saat ditonton. Lagipula formula Drakor di kepalaku agaknya begitu-begitu aja. Ada cewek, disukai cowok, eh ada cowok lain yang perhatian. Lalu galau milih siapa. Repeat.

Tapi semua berubah sejak aku nonton Squid Game. Wah, boljug nih ide-ide drakor sekarang kayaknya udah makin kreatif. Maka dari itu, aku coba membuka hati (ciehh) untuk nonton drakor lain atas rekomendasi teman, yaitu START-UP.




Seperti namanya, drakor ini membahas perjalanan karier dari 0 menuju kesuksesan (dan lika-liku di dalamnya) membangun startup unicorn. Ini memang fiksi, tapi setelah aku cari lagi artikel Silicon Valley, drakor ini mendekati akurat.

Again, if you want to cut the bullshit of K-drama cliche, you can directly jump in to 4'th episode. Tenang aja, poin pentingnya nggak akan terlewat. Don't be surprised, you'll get huge amount of basic start up knowledge and CEO energy.

Oke, yuk kenalan sama tokoh-tokohnya.

Mbak Darmi





Seorang cewek dari keluarga biasa (tapi tasnya Lady Dior 63 juta rp) yang bercita-cita jadi Steve Jobs nya Korea. Ngaku kerja partime demi hidup sehari-hari (tapi bajunya 13 juta rp, lipstiknya & bedaknya merek Lancome 700ribuan). Mbak Darmi diperankan oleh Bae Suzy. Melihat gayanya & latar belakang finansialnya memang nggak match. Tapi ya sudah lah dia kan pura2 misqueen aja di K-drama.

Mbak Jaenab




Kakaknya Mbak Darmi. Sukses, cantik, diadopsi oleh ayah kaya. Level pengalamannya adalah CEO. Dia adalah 'saingan' Darmi dalam segala hal. Orang ini yang awalnya jadi motivasi Darmi untuk menjadi sukses karena tidak mau kalah sama kakaknya. Dia diperankan oleh Kang Ha-na.


Mas Dasino




Seorang programmer jenius yang ketiban wulung. Harus ketemu Mbak Darmi yang ayune ga ketulungan karena kesalahpahaman masa lalu. Mas Dasino tadinya adalah CEO Samsan Tech, tapi di bawah kepemimpinannya, tidak pernah sukses mendatangkan investor. Ganteng, tapi nggak sadar dirinya ganteng. Pinter tapi nggak mau keminter. Agak insecure, tapi paham sama kekurangan diri. Dia diperankan oleh our K-drama forever crush, Nam Joo-Hyuk.

Mas Aji (alias Mas Jipong)




Mas Aji ini investor sukses dan kaya raya. Diam-diam suka sama Mbak Darmi sejak kecil. Karena suka, dia melakukan banyak hal untuk membantu Samsan Tech sampai sukses. Karena tabiatnya suka menolong, kita panggil dia Mas JIPONG (Aji si Penolong). Dia diperankan oleh Kim Seon-Ho.

 
Singkat cerita, Darmi & Dasino ketemu di event startup Sandbox dan menjadi satu tim untuk sesi hackaton.  Dasino yang sadar dirinya tidak kompeten menjadi CEO, dengan besar hati memberikan posisi itu kepada Darmi yang cuma lulusan SMA. Di sini insight yang aku ambil adalah: sejenius apapun kamu dalam hal programming, belum tentu bisa memimpin dan membawa startup menjadi maju. Jadilah mereka, Darmi, Dasino, dan 3 anggota lainnya menjadi satu tim hackaton, Samsan Tech.

Perjalanan karier mereka akhirnya lolos menjadi anggota Sandbox dan mendapatkan investasi pertama sejumlah 100juta won (1,2M rp). Mereka bekerja mengembangkan layanan dan inovasi baru dalam bidang Artificial Intelligence. Intriknya pun nggak jauh-jauh dari dunia startup. Merka meniti dari 0 sampai membangun Unicorn. Bukankah itu hebat?

Nah apa saja moral value yang patut kita cermati dari Drakor ini?

1. Merekrut VS Direkrut




Ada perbedaan mendasar antara merekrut dan direkrut. Merekrut membuat posisimu di atas, begitu pula sebaliknya. Direkrut artinya kamu posisi di bawah. Dasino merekrut Darmi menjadi CEO alih-alih direkrut Jaenab menjadi developer. Padahal Jaenab lebih berpengalaman daripada Darmi.

2. Cara kenalan dengan calon potensial klien




Setelah acara Hackaton, dengan bodohnya Darmi malah tidur. Tetapi Jaenab lebih maju satu langkah. Ia menemui pemilik bank dan bertukar kartu nama. Hackaton adalah acara penting untuk saling kenalan dengan klien potensial. Karena tindakannya tersebut, Jaenab berhasil mendapatkan proyek sebesar 300juta won (2,4M rp). Sementara Darmi masih pusing dengan pendanaan Samsan Tech.

3. Jangan mudah memberikan teknologi perusahaan




Algoritma, source code, teknologi, dan haki perusahaan adalah hak milik perusahaan. Jangan pernah berikan ke pihak lain tanpa imbalan yang pantas. Ini sama halnya kayak restoran, bukankah resep nggak akan kamu bagi secara cuma-cuma?

Dasino dan timnya yang masih cupu harus sampai didamprat oleh Mas Jipong karena membolehkan tamu merekam seluruh proses sistemnya bekerja.

4. Jadi CEO yang baik bagaimana




Tidak ada cara menjadi CEO yang baik. Tapi ada cara mengambil keputusan yang terukur. Pekerjaan CEO adalah tentang mengambil keputusan yang optimal. That's it.

Mbak Darmi yang cuma lulusan SMA pun harus mendapat kuliah dari Mas Jipong untuk kekeh mengambil keputusan, terutama soal pemegang saham Samsan Tech.

5. Majunya perusahaan tidak akan melebihi mimpi sang CEO




                                                                                                                                  
Kalau CEOnya saja cemen dan takut bertindak, siap-siap saja perusahaan tidak akan maju. Besarnya perusahaan tidak akan lebih besar dari mimpi CEO. Mak Jaenab yang sudah berpengalaman menjadi CEO sedang memarahi Darmi karena takut merekrut Dasino dan teman-temannya.

6. Berani mencoba hal baru





Awalnya Dasino bertemu Darmi karena ketidaksengajaan. Itupun disuruh sama Mas Jipong. Dasino langsung kesengsem sama Darmi. Lalu Dasino menjadikan seluruh kata-kata dan cita-cita Darmi sebagai cita-citanya juga.

7. Mengelola risiko






Ada adegan di mana satpam-satpam Bank Jonan melakukan protes terhadap Jaenab karena proyek pengurangan karyawan dengan otomasi pengaman. Mbak Jaenab dengan sigapnya melakukan komunikasi dan turun ke lapangan langsung untuk berbicara dengan pentolan kang protes.

8. Kalau tidak bisa menyaingi musuhmu, jadilah pasukannya.




Ada adegan di mana seluruh programmer Samsan Tech termasuk Dasino 'dicolong' ke Amerika, sementara Darmi dipecat. Sedih karena ditinggal timnya, eh kekasihnya, Darmi memutuskan untuk mendaftar ke perusahaan milik Jaenab dan jadi karyawan di sana. Mau nggak mau Darmi harus rukun sama kakaknya dong.
 
Selain 8 value Start-up di atas, kita juga disuguhkan pengalaman romantis khas Drakor. Cinta segitiga antara Darmi, Dasino, dan Mas Jipong. Siapa yang Darmi pilih? Kayaknya kamu perlu menonton sampai tamat. Aku udah nonton 3x dan masih belum bosan.

@andhikalady
Continue reading CEO Value ala Drakor Start-up. Mental Penting Seorang Pengusaha
, ,

Pengalaman Frugal Living dengan Kebiasan Masak & Foodprep Sendiri

Ada sebuah parameter untuk melihat tingkat kemajuan sebuah negara, yaitu rasio antara belanja makanan dengan pendapatan. Kalo istilah englesh-nya Food Expenditure Ratio. Makin maju negara, makin kecil rasio belanja makanan terhadap pendapatan rata-rata. Sebaliknya, makin miskin negara, makin besar rasio belanja makanan terhadap pendapatan.

Dengan kata lain, semakin miskin negara, porsi gajinya sebagian besar digunakan untuk membeli makanan melulu.

Ini 7 negara yang paling sedikit rasionya. Amerika contohnya. Mereka hanya membelanjakan 6,4% dari penghasilan mereka untuk belanja makanan. Singapore di bawahnya, diikuti dengan 6 negara maju lainnya.



Sementara ini 9 negara terbawah dengan rasio terbesar. Nigeria bahkan menghabiskan 56% pendapatannya hanya untuk beli makan. Ibaratnya misal punya gaji 3 juta, 1,8 jutanya sendiri hanya untuk makan. Warga Nigeria hanya punya 44% sisa penghasilan untuk hal lain (tempat tinggal, sandang, pendidikan).



Lalu rasio Food Expenditure Indonesia berapa? 31%. Jadi, misal ada orang Indonesia punya gaji 3juta, rata-rata mereka menghabiskan 1juta hanya untuk beli makan. Gaji 5 juta, rata2 dihabiskan 1,5juta untuk makan.

Ini rata-rata. Meskipun agak susah membayangkan bisa makan sebulan hanya dengan 1juta. Mungkin yang penghasilannya 3jutaan, uang untuk belanja makanan lebih dari 1juta.

Nah kaitannya sama topik Andhikalady apa tuh? Kok bahas rasio2 belanja makanan segala?

Ini topiknya bakal aku giring ke arah frugal living. Sekarang coba cek penghasilan masing2, dan bandingkan dengan expenses yg kamu belanjakan untuk beli makanan. Makanan lho, kebutuhan utama hidup manusia yang harus dibeli dengan uang.

Lebih atau kurang dari 31%?

Jika kurang dari itu, selamat. Kamu mendekati life style negara2 yang lebih maju. Bisa jadi hidupmu lebih sejahtera dari rata2. Mungkin kamu pintar menabung, pintar berhemat, hidup frugal, dan sejenis itu mirip2 lah.

Tapii jika kalau lebih dari 31%, hmmm, this is not very good. Katakanlah kamu punya penghasilan tinggi misal dua digit. Tapi yang kamu belanjakan untuk makanan lebih dari sepertiganya, sama aja Malihh. Kamu menyia2akan potensi besar penghasilan yang bisa digunakan untuk hal lain. Misal pendidikan dan investasi.

Well, aku paham kalau sebagian orang punya prinsip "hidup untuk makan". Makan kalau nggak bermewah2 pantang. Telur itu cuma condiment bukan lauk. Makanan itu jadi daging dan otak jadi harus mewah, endesbrey, endesbrey.

Tapii, salah satu hal yang aku sesali adalah; duluu di saat aku single dan berpenghasilan, aku terlalu banyak nge-treat diri sendiri dengan makanan yang nilai gizinya tidak lebih unggul dari masakan buatan rumahan. Dikit-dikit jajan. 3x sehari jajan. Padahal ibuku udah ngasih rice cooker buat masak nasi sendiri di kost, tapi aku lebih memilih makan di luar.

Duh, sekarang aku ngerti betapa kecewanya ibuku kalau anaknya boros. Hahahaha.

Coba aja aku sejak dulu menerapkan konsep Food Expenditure, mungkin sekarang udah punya kost-kostan.

Sekarang keadaan berubah. Sebagai istri & ibu, aku bertanggungjawab dengan gizi dan kelezatan makanan di rumah. Aku mulai belajar masak, belajar belanja dengan mindfull. Belajar meramu makanan booster BB yang cocok dan enak untuk Linam, serta yang nggak bikin tekanan darah Pak Rangga makin naik. Termasuk membandingkan toko dengan harga termurah, dan juga bahan terbaik. Apa hasilnya?

Expenses yang dulu aku pakai untuk makan aku seorang ternyata cukup untuk memberi makan satu keluarga 3 orang, aku, suami & anak.

Ibarat misal dalam sebulan buat aku makan sendiri 2 juta (dengan jajan). Ternyata buat makan 3 orang juga habis 2 juta. Gizinya sama, enaknya sama, tapi jumlah perut yang kenyang lebih banyak. All you need to do is: masak sendiri.

Ini sukses menurunkan rasio Food Expenditure di keluarga kami. Biaya untuk makan bisa ditekan, sementara pendapatan yang lain dapat digunakan untuk pos lain. Hati juga lebih adem dan tenang karena dana darurat dan beberapa rancangan cita-cita sudah cukup aman.

Aku be lyke, what, ini mah ilmu PKK banget tapi manfaatnya benar-benar terasa. Tinggal penerapannya, apakah kalau penghasilan bertambah, Food Expenditure akan tetap, turun, atau celakanya malah nambah karena kalap jajan makanan2 mevvah?

Kamu nggak perlu meniru 100% langkah yang aku ambil, tapi coba deh pikir lagi. Misal kamu merasa boros banget di jajan, tidakkah lebih mindfull dan cermat apabila kamu mempertimbangkan untuk save a lot of money by cook and prepare the food by yourself?

Have a nice overthink night.

Andhikalady.

Continue reading Pengalaman Frugal Living dengan Kebiasan Masak & Foodprep Sendiri

Wednesday, October 27, 2021

, ,

Produk Andalan Para MUA -- Tapi Kita Tidak Butuh-butuh Amat




Produk makeup yang beragam, ditunjang dengan perlengkapan yang canggih adalah senjata dan peralatan yang dimiliki para MUA (Makeup Artist). Mereka melengkapi instrumen tersebut bukan tanpa alasan. Namun karena di lapangan, mereka akan ketemu dengan variasi kulit dan bentuk wajah, sehingga segala rupa produk makeup pun disiapkan untuk mendukung kerja.

Misal ketemu client berkulit tan, sudah pasti di dalam koper makeup ada foundation dan bedak berwarna tan. Nggak lucu kalau MUA sampe harus tanya ke client "Kak, apa punya foundation yang cocok dengan warna kulit kakak?"

Nah buat kita yang ingin memiliki riasan yang MUA-lyke, tidak harus mempunyai semua peralatan yang dipakai MUA lho. Bahkan ada satu atau dua produk multifungsi yang sebetulnya bisa mengakomodasi beberapa keperluanmu.

Selain tidak perlu-perlu amat, ini juga akan menekan budgetmu dalam membeli makeup.


1 Blush on cream


Blush on cream bisa disubtitusi dengan lip cream. Percayalah, hasilnya nggak jauh berbeda. Kunci dari blush on yang berhasil adalah proses blending-nya. Jika dengan lip cream kamu bisa mblending dengan baik, maka tidak perlu membeli blush on cream.


2 Foundation berbagai macam warna


Foundation adalah item yang sebaiknya tidak dikoleksi. Pasalnya produk ini termasuk yang cepat kadaluarsa. Cukup punyai 1 atau 2 macam yang warnanya sesuai dengan jenis kulitmu sudah cukup. Atau bisa juga memakai alternatifnya seperti BB cream atau cushion. Tidak perlu punya sepuluh aneka warna foundation seperti yang dimiliki MUA kalau ujungnya hanya diletakkan begitu saja.


3 Lip liner


Bibir on fleek adalah idaman setiap wanita. Namun kalau sampai diusahakan dengan lip liner, agaknya tidak perlu-perlu amat. Kamu cuma perlu kuas kecil dan lip cream yang bagus, bentuk bibir sempurna bisa dibuat.

Aha, siapa bilang bibir perlu sempurna? Toh sekarang sedang trending bibir ombre.


4 Color corrector


Ini kerap kali dipakai MUA apabila ada imperfect di kulit. Nah kalau kamu sudah kenal kulit sendiri, ini nggak begitu diperlukan. Pakai aja foundation yang sewarna dengan kulit, niscaya semua beres.


5 Produk alis bermacam variasinya


Dari ragam bentuk alis kekinian, produk alis menduduki peringkat pertama variasinya. Dari pensil alis, eyebrow powder, sabun alis, eyebrow cream, sisir alis, dll. Masalahnya kalau untuk pribadi mau dipakai semuanya kah? Emang sempat?

Miliki 1-2 saja sudah cukup kok, yang lebih penting adalah skillnya, bukan produknya.


6. Airbrush makeup


Airbrush makeup memang diperuntukkan untuk profesional dengan teknik pemakaian yang cukup rumit. Produk ini memang menghasilkan makeup yang halus, namun untuk pemakaian pribadi, agaknya cukup merepotkan dan berlebihan. Untuk itulah lebih baik pakai metode konvensional aja, hasilnya sama bagusnya.


Jeng Lady, tapi aku punya huwang buwat beli semwanya gimana?

Kalo uang bukan masalah, belilah mana pun yang kamu mau. Bhebass... Yang penting kamu bahagia dan bertanggung jawab dengan pilihanmu.


@andhikalady

Continue reading Produk Andalan Para MUA -- Tapi Kita Tidak Butuh-butuh Amat

Friday, October 8, 2021

, , , , ,

Ke Klinik Tumbuh Kembang Anak - Global Delay Development. Part 1.

Mungkin buat yang ngikutin story Instagramku sesekali, teman2 sudah mengetahui bahwa empat bulan terakhir Linam rutin fisioterapi. Penyebabnya adalah ada keterlambatan motorik belum dapat berjalan di usia 23 bulan. Ini merupakan redflag tingkat lanjut, di mana normalnya bayi sudah dapat berjalan di usia 1 - 1,5 tahun.



Dari hasil pemeriksaan, Linam didiagnosis mengalami GDD (Global Development Delay) karena yang terlambat bukan hanya motorik kasar, melainkan juga ada kecenderungan keterlambatan wicara.

Selain itu baik. Motorik halus, sosial, fokus, konsentrasi, dan pemahaman beyond normal -- alhamdulillah. Di titik ini aku bisa bilang, insyaAllah Linam terbebas dari spektrum autism maupun ADHD.

Sempat CT Scan, hasilnya memang ada sebagian otak Linam bagian kiri depan yang belum tumbuh optimal. Bahasa awamnya, jika anak-anak lain otaknya sudah tumbuh memenuhi tempurung kepala, otak Linam baru memenuhi 90%.  Salah satu asumsi aku adalah, proses persalinan Linam yang cukup lama (40 jam), sehingga ada kemungkinan asupan oksigen ke otak berkurang.

Pelajaran buat para Mom to be: usahakan persalinanmu secepat mungkin. Kalau disarankan induksi/SC, manut saja. Kasihan bayimu terjebak lama di jalan lahir.

Namun  menyesal juga nggak ada artinya. Aku sudah melewati fase denial, angry, bargaining, depression. Sekarang bismillah sudah berusaha menerima dan bertindak sesuai keadaan.

Fase berikutnya menjadi orangtua: hamil sudah, lahiran sudah, nemenin anak operasi sudah, GTM dan dramanya masih on going. Dan sekarang menemani anak terapi.

Awalnya Linam diperiksa oleh dokter ahli tumbuh kembang, dr. Mei Neni, SPA dan dinyatakan perlu diikutkan fisioterapi. Kemudian konsultasi lagi di dokter rehab medik, dr. Thomas untuk mendapatkan form jadwal terapi. Semua dilakukan di RS Hermina Yogyakarta yang dekat rumah.

Di sini aku bersyukur banget punya banyak privilege. Punya BPJS, lokasi rumah sakit dekat rumah, dan keluarga yang mensupport. Selain dirujuk untuk terapi, Linam juga diberikan obat piracetam & asam folat untuk mem-boost pertumbuhan otaknya. Untuk obat ini tidak bisa digunakan bebas ya, jadi jangan manfaatkan informasi ini untuk memberikannya pada anak untuk bypass kecerdasan.

Dari sinilah aku & Linam resmi menjadi murid sekolah tumbuh kembang Hermina. :D



Pertemuan pertama fisioterapi, Linam sukses nangis sepanjang sesi. Agaknya dia perlu adaptasi situasi yang sangat baru. Mengingat saat pandemi ini, Linam hampir tidak pernah ketemu dengan orang lain selain mama papanya.

Pertemuan ke-dua, nangis.

Ketiga, masih nangis.

Pertemuan 4-9, MASIH NANGIS.

Padahal aku tungguin lho di dalam. Nah baru setelah pertemuan ke-10, aku coba untuk ninggalin dia di dalam. Eh, Linam langsung ANTENG Buibu! Agaknya Linam lebih nyaman kalau fokus hanya kepada terapisnya saja tanpa ada distraksi dari mamanya. Setelah itu, setiap kali terapi aku tinggalin dia di dalam ruangan.

Fisioterapi itu diapain aja sih?

Pertama-tama diasesment dulu. Apa yang kurang di Linam dan fisioterapi akan memfokuskan pada bagian yang kurang. Dari proses ini, ketahuan kalau otot kaki Linam cenderung lemah (hipotonus) sehingga belum kuat untuk menopang tubuhnya untuk berjalan. Maka dari itu, latihan fisioterapi berfokus pada kekuatan kaki Linam. Ada metode pijatan, metode rambatan, merangkak, dst. Ini terapisnya lebih mengerti.

Di awal terapi, Linam belum langsung bisa berjalan. Dia harus belajar kembali dari mulai merangkak. Pengalaman sebelumnya, Linam memang kurang bisa merangkak. Dia lebih suka ngesot. Padahal fase merangkak sangat penting dialami setiap bayi lho. Pasalnya, di fase ini otak bayi sedang aktif-aktifnya. Koordinasi antara menggerakkan kaki, tangan, mata, dan keseimbangan bekerja bersamaan. Ini penting sekali untuk perkembangan motorik berikutnya seperti menulis, bersepeda, dll.

Jadi Bun, kalau anakmu tidak melewati fase merangkak dan langsung berjalan, sebaiknya tetap ada latihan merangkak supaya perkembangan motoriknya lebih tuntas. Ini kata terapis & dokternya Linam.

Di pertemuan ke-11, barulah ada perkembangan yang berarti: Linam bisa merangkak & berdiri dengan bantuan. Buah kesabaran dari bolak balik terapi sekaligus latihan di rumah.

Oh iya, selain terapi di klinik Tumbuh Kembang Hermina, Linam juga aku latih terus di rumah sesuai kurikulum yang ditetapkan oleh terapis kami. Misalnya diajak bermain sambil rambatan untuk latihan mengambil benda semata kaki. Pokoknya setiap perkembangan selalu dipantau dari rumah.

Ada nggak sih ketakutan sebagai orangtua?

Tentu aja ada dong. Misal ketakutan kalau suatu saat otaknya Linam lebih tertinggal dibanding teman sebayanya. Aku juga sudah tanyakan ini ke dokter. Kata dr. Mei, ini tidak perlu dikhawatirkan sekarang. Karena perkembangan anak berbeda-beda. Goal untuk Linam jangka pendeknya adalah mengejar ketertinggalan motorik & wicara. Nah, setelah catch up, perkembangan selanjutnya bisa kita percepat karena otak anak seumur Linam itu masih full of possibility. Dengan kata lain masih terbuka lebar peluang untuk berkembang dan mencapai level luar biasa.

Kita yang sudah dewasa aja masih bisa bejalar kok, apalagi mereka yang masih anak-anak.

Mengejarnya dengan apa? Ya dengan stimulasi, gizi, dan lingkungan yang baik. Di titik ini aku bersyukur banget aspek perkembangan Linam yang lain cukup luar biasa. Dia sudah mengenal instruksi, bisa bermain musik, tidurnya gampang, dan 1001 kelebihan lainnya yang kalau dihitung nggak akan ada habisnya.

Bun, kalau ada satu-dua masalah anak yang bikin kamu down, coba cari, pasti ada, kelebihan lain yang dimiliki anakmu.

Sekitar pertemuan ke 15, Linam tahu-tahu sudah bisa dititah dan lancar rambatan. Namun belum bisa berdiri on his own feet. Alias masih harus berpegangan sesuatu untuk bantuan ia berdiri.

Latihan masih dilanjutkan sampai latihan membungkukkan badan untuk mengambil sesuatu dari lantai. Awalnya Linam masih kesulitan tapi sekarang dia sudah pintar.                    

Kemudian, karena perkembangan wicara Linam juga tidak kunjung bertambah kosa katanya (baru bisa mama papa aja), dia juga dirujuk ke terapi wicara. Saat ini baru pertemuan pertama. Hasilnya cukup memuaskan. Linam lebih kooperatif dan sudah mampu memahami banyak instruksi dan benda-benda.

Kalau kata dokter, bagian reseptor pemahaman Linam berfungsi baik. Namun bagian produksi suara belum berkembang optimal. Kini selain dia diterapi wicara, Linam juga aku banyak latih di rumah sambil bermain.

Bersambung....


@andhikalady

Continue reading Ke Klinik Tumbuh Kembang Anak - Global Delay Development. Part 1.

Sunday, September 5, 2021

, , ,

Wajah Ganteng Song Joong Ki di Brand Ambassador Skincare Lokal!

Setelah sebelumnya saya sudah menulis kepenasaran terhadap apa sih brand lokal yang akan bekerjasama dengan artis Korea. Sekarang terjawab sudah siapa bintang Korea yang dimaksud. Sumpah ini aku antara kaget dan nggak kaget mengenai artis yang terpilih menjadi BA. Batin saya paling akan berkisar seputar seorang cewek, putih mulus, membintangi beberapa drakor dan banyak dijadikan bahan fans teman-teman kita. 

Ternyata saya separuh salah, sodara-sodara!

Artis yang dimaksud adalah Song Joong Ki! 


Aaaaa, mo pingsan rasanya melihat Oppa Joong Ki berfoto dengan produk kesayangan kita semua. Para penggemar drakor angkatan lama kayak saya pasti sudah nggak asing lagi dengan Joong Ki. Penikmat drama Descendant of the Sun pasti ingat banget dengan wajah ganteng nan rupawan ini. Bahkan mungkin banyak saudari yang berandai-andai memiliki pasangan yang romantis dan penuh kejutan seperti dia ya kan?

Nah, kini kedatangan Joong Ki ke dalam wajah baru Scarlett Whitening juga memberi warna baru di blantika kosmetik lokal Indonesia. Terlihat sendiri dari instagram Scarlett Whitening juga langsung diserbu komentar para penggemar Joong Ki, secara ini adalah hal yang luar biasa banget buat kita. 

Btw saya sendiri kagum banget dengan ilmu loby dari Scarlett Whitening, bisa-bisanya menggandeng artis papan atas banget dari Korea. Kalau sudah begini, jadi semakin penasaran dengan produk-produk Scarlett Whitening yang lainnya. Juga sangat ditunggu banget iklan-iklan Scarlett dengan Song Joong Ki di dalamnya. Duh kapan ya bisa melihat Joong Ki ngomong dengan bahasa Indonesia saat mempromosikan Scarlett.

Cepetan dong, Scarlett! Keluarkan segera commercial Joong Ki andalanmu!


#ScarlettXSongJoongKi #GlowingWithScarlett #Scarlettwhitening #SeeTheBeautyInEverydayThings

@Andhikalady

Continue reading Wajah Ganteng Song Joong Ki di Brand Ambassador Skincare Lokal!

Tuesday, August 31, 2021

Skincare Lokal Brand Ambassador Internasional, Siapakah Mereka?

Rasanya tidak banyak (atau belum ada) jenama skincare lokal yang menggunakan jasa BA Internasional. Apalagi BA asal Korea. Yang ada, artis kita yang jadi BA skincare asal Korea. Sudah kita ketahui bersama, bahwa wajah-wajah Korea sudah kerapkali melanglang buana menjadi bintang dan brand ambassador yang berkaitan dengan kecantikan dan kegantengan. Tekstur kulit, warna, dan personality mereka dianggap menggambarkan cita-cita kulit sehat masa kini; glowing dan cerah. 

Hari gini, siapa sih yang nggak ingin glowing?

Wajah dengan kesan 'basah' sehat tanpa kumus-kumus berminyak memang jadi idaman banyak orang. Warga dan artis Korea menjadi salah satu biang keroknya. Untuk itulah banyak produsen kosmetik lokal yang juga memproduksi skincare dengan tujuan membuat wajah glowing.

Lalu, apakah kamu penasaran dengan skincare lokal yang menggunakan BA artis Korea? Pastinya asyik banget nih kalau sampai ada artis Korea yang bekerjasama dengan produk lokal. Bangganya bisa berlipat-lipat nggak sih? Saya sih penasaran banget apa ya skincare yang dimaksud?



Kalau sampai ada skincare lokal yang dibintangi artis Korea, saya jadi makin percaya dengan kualitas produknya. Karena umumnya antara produk skincare dan artis Korea tersebut memiliki visi yang sama. Sudah gitu, teknologi yang digunakan oleh produsen skincare lokal pastinya sudah diatur sedemikian rupa sehingga bisa menyamai standar skincare Korea. Aduh makin penasaran.

Kira-kira siapa ya brand ambassador skincare lokal ini? Dan APA nama merek skincarenya? Penasaran banget!

Nah, untungnya kemarin saya sempat riset kecil-kecilan tentang APA dan SIAPA tokoh artis Korea yang dimaksud. Lalu pencarian saya menuju ke vlog dari Felitogether Official . Vlognya lucu banget. Di sana ceritanya Feli ngeprankNah di sana dijelaskan sneak peek siapa artis dan brand skincarenya.

Kalau saya kasih sedikit inisial, boleh deh dibocorin. Inisialnya adalah SCRLT!!!

Lalu tentang siapa yang jadi BAnya, yuk kita tunggu sama-sama. Siapa tahu artis favoritmu!

Continue reading Skincare Lokal Brand Ambassador Internasional, Siapakah Mereka?

Saturday, August 21, 2021

Skincare untuk Kulit Berjerawat, Masuk Sini - Scarlett Whitening.

Saya adalah survivor kulit berjerawat. Saat usia sekitar belasan hingga awal 20-an, hampir tidak ada hari di mana saya tidak berjerawat. Sekarang, alhamdulillah jerawat-jerawat itu perlahan menghilang. Mungkin karena sudah sedikit mengerti skincare dan lebih memahami kebersihan. Bukan karena saya dulu nggak paham kebersihan, tetapi tidak ada yang memberitahu saya bahwa beberapa produk anti jerawat waktu itu justru membuat kulit kering dan justru memperparah jerawat. 




Kulit berjerawat dan berminyak bukan karena kelebihan kelembapan. Justru kulit tipe ini butuh pelembap yang tepat agar kulit tidak berlebihan memproduksi minyak.

Kita tahu, kulit berminyak adalah undangan alami untuk kuman-kuman penyebab jerawat. Untuk itu, penting adanya untuk membuat suasana kulit wajah tidak terlalu berlebihan minyaknya. Salah satu cara adalah dengan rutin membersihkan wajah dengan sabun anti kuman, dan tentu saja, pelembap yang cocok untuk kulit yang berjerawat. 


Pagi maupun malam, kulit wajah kita tetap membutuhkan pelembap. Ini adalah hal rutin yang perlu dibiasakan bersamaan dengan rangkaian skincare lainnya; CTMP (Cleaning, Toning, Moisturising, dan Protecting), atau CTM kalau malam hari. Keempat rangkaian ini adalah hal paling basic dari rutinitas skincare. Untuk kamu yang baru memulai rutinitas bagus ini, mulailah dengan empat langkah dulu saja. Boleh saja memakai sepuluh langkah-skincare seperti tren masa kini, tapi itu nanti dulu. Mantapkan empat langkah CTMP dulu. 

Sekarang yang akan saya bahas adalah tipe Moisturising (pelembapan). 

Untuk kulit berjerawat, pastikan pelembapmu mengandung komposisi anti kuman, karena penyebab utama jerawat adalah banyaknya kuman yang rajin membikin rusuh di kulit yang berakibat sistem imun kita menciptakan gundukan merah laknat di kulit yang kita sayang-sayang. Scarlett Whitening memiliki pelembap dengan kriteria ini. Ia mengandung Double Action Salicyic Acid yang telah dikenal membantu melawan bakteri penyebab jerawat. Selain itu juga mengandung aneka bahan lain seperti ini:



Day Cream:
Double Action Salicylic Acid: mencegah breakout wajah.
Natural Squalane: menambah kelembapan kulit agar terlihat cerah dan sehat
Hexapeptide-8: mencegah timbulnya kerutan halus
Natural Vitamin-C: sebagai antioksidan yang melindungi kulit dari sinar UV
Triceramide: membantu melembapkan, anti aging, dan anti kerutan
Aqua Peptide Glow: membantu meningkatkan hidrasi kulit dan memberikan kesan kulit glowing

Night Cream:
CM Acnatu: sebagai antibakteri natural dan anti peradangan yang mampu melawan bakteri penyebab jerawat
Natural Squalane: menambah kelembapan kulit agar terlihat cerah dan sehat
Hexapeptide-8: mencegah timbulnya kerutan halus
Natural Vitamin-C: sebagai antioksidan yang melindungi kulit dari sinar UV
Poreaway: untuk mengecilkan pori-pori
Triceramide: membantu melembapkan, anti aging, dan anti kerutan




Kesan pemakaian:

Setelah pemakaian rutin selama kurang lebih tiga minggu, saya merasakan kulit jadi lebih lembap, dan jerawat tidak muncul sama sekali. Tektur krimnya yang beraroma enak menenangkan juga menjadi faktor penting kenapa saya suka produk ini. Selain itu, ini adalah krim anti jerawat, tapi kok daya lembapnya patut diacungi jempol? Pasalnya, banyak saya temui krim jerawat yang justru membuat kulit menjadi lebih kering (biasanya berbahan dasar sulfur). Tapi ini saya suka dan kemungkinan akan restock lagi.




Saya memakainya berbarengan dengan serum dan facial wash dari Scarlett Whitening juga. So far hasilnya memuaskan dan jauh di atas harapan saya. 




Andhika Lady


 

Continue reading Skincare untuk Kulit Berjerawat, Masuk Sini - Scarlett Whitening.

Thursday, June 3, 2021

, , , , , ,

Pengalaman Menyiapkan Bayi Sebelum Operasi

Setelah mengalami peristiwa yang life-changing, yaitu operasi anak saya tahun kemarin, di sini saya mau berbagi beberapa persiapan yang perlu dilakukan oleh orangtua atau pendamping anak di rumah sakit. 

Baca juga: Kilas Balik: Baru Berumur Dua Bulan, Anakku Harus Operasi Bedah Urachus

Kita sama-sama berharap bahwa tidak ada orangtua yang deserved mengalami peristiwa anak sakit, kemudian berakhir di meja bedah untuk menggapai kesembuhan. Namun adakalanya beberapa orangtua diberikan kesempatan istimewa untuk melaluinya. Sebagian mereka bahkan tidak mempersiapkan diri bagaimana menghadapi saat-saat di mana anaknya harus dioperasi. Semua berasa clue-less, dokter dan perawat pun hanya sebatas menjelaskan bagaimana proses operasi, risiko, dan perawatan lanjutan. Tapi pertanyaan yang bersemayam di kepala orangtua seperti:

Bagaimana menyiapkan fisik & psikis anak?

Barang apa saja yang disiapkan sebelum ke rumah sakit?

Bagaimana mengatur puasa anak, kan dia nggak ngerti soal puasa?

Yang paling penting, bagaimana menata hati kita sebagai orangtua saat harus merelakan anak di tangan dokter?



........

Baiklah, pertama-tama, jika kamu adalah salah satu orangtua istimewa itu, peluk jauh dari sini Pak, Bu. Kalian adalah orangtua hebat yang terpilih untuk melewati semua ini. Apapun tindakan medis yang akan dilakukan pada anakmu, yakinilah bahwa itu adalah yang terbaik untuk mengusahakan kesembuhan dan kualitas hidup yang lebih baik untuk si kecil kelak. Tidak banyak orangtua yang berani mengambil keputusan hebat ini. Sebagian di antaranya bahkan tidak mengetahui diagnosis tepatnya dan memilih menerima apa adanya. Mungkin karena jauhnya jangkauan medis, atau tiadanya biaya. Di titik inilah, kamu, Bapak dan Ibu hebat, patut berbangga dan merayakan keputusan berharga yang akan berpengaruh pada masa depan si anak.

.......

Di sini saya mau berbagi pengalaman saat menyiapkan operasi untuk bayi saya yang waktu itu berusia dua bulan. Untuk yang belum membaca, anak saya didiagnosis urachus patent dan harus melalui serangkaian operasi medis untuk menutup saluran tersebut. Cerita lengkapnya ada di sini. Dari hasil pencarian dan ngide sana sini, berikut adalah proses persiapan yang saya lakukan:


1. Menyiapkan fisik dan psikis bayi.


Waktu operasi, anak saya baru dua bulan. Dia belum mengerti tentang prosedur medis. Dia juga belum mengenal rasa takut dan khawatir khasnya orang mau dioperasi. Ini merupakan poin unggul saat akan mengoperasi bayi. Ibarat kata, saat masuk rumah sakit, si bayi aja masih bisa ketawa-tawa senang. Namun untuk fisik, inilah PR sebenarnya. 

Bayi dengan ASI eksklusif tetap disarankan untuk memberikan ASI sesering mungkin. Usahakan si Ibu tetap memakan makanan bergizi agar ASInya berkualitas. Proses operasi membutuhkan tenaga dan energi bayi yang besar, apalagi tubuh akan 'dilukai' dan setelahnya harus melalui proses penyembuhan. Makanan tinggi protein sangat disarankan supaya penyembuhan luka semakin cepat.


2. Apa saja yang dibawa ke rumah sakit.


Nah ini nih, bagian yang sering membuat para orangtua clueless. Terutama yang sama sekali belum pernah berpengalaman mengantar orang ke rumah sakit. Selain bawa baju ganti untuk pasien & penunggu, sebenarnya perlu bawa apa saja sih ke rumah sakit?

  • Selimut & kaos kaki tebal
Ini penting banget untuk menghangatkan bayi pasca operasi. Pasalnya, ruangan operasi itu biasanya superr dingiiin di bawah 20 derajat Celcius. Apalagi si bayi di bawah pengaruh bius sehingga pasti kedinginan banget. Nah, saat selesai operasi jangan lupa bawain selimut dan kaos kaki tebal untuk menghangatkan tubuhnya.
  • Pompa ASI
Sebelum operasi, umumnya bayi akan puasa dulu selama kurang lebih 5-6 jam. Selama itu, payudara akan penuh sehingga perlu membawa pompa ASI supaya tidak bengkak. Ini terutama untuk bayi ASI exclusive. 
  • Teether/empeng
Saat si bayi ingin menyusu tapi tidak boleh karena berpuasa, di situlah teether dan empeng beraksi. Ini berguna agar mulut si bayi tetap sibuk meski kita tidak memberinya susu.
  • Dot bayi
Saya membawa ini untuk memberikan susu yang cukup di waktu 'sahur'. Jadi misal puasa dimulai pukul 02.00, maka di jam segitu saya bangunkan si bayi untuk menyusu sekaligus ngedot dari gelas. Bayi kan nggak ngerti kapan mulai sahur, kapan mulai menyusu. Maka dari itu penting untuk memberikannya suplay yang cukup untuk berpuasa selama 5-6 jam ke depan.

3. Mengatur puasa anak


Menahan lapar dan haus selama 6-8 jam untuk bayi adalah kegiatan yang berat sekali. Bayangkan, mereka saja wajarnya akan meminta nyusu setiap 2 jam. Lha ini diminta berpuasa selama 6 jam sebelum tindakan. Meski begitu, prosedur ini tetap harus dilakukan karena perut yang terisi makanan akan membahayakan pasien apabila di bawah pengaruh obat bius. 

Trik saya adalah memberikan susu yang cukup saat dia 'sahur'. Kemudian ajak dia tidur supaya lupa kalau dia sedang berpuasa. Meminta dokter untuk memajukan jadwal tindakan sepagi mungkin juga bisa menjadi pilihan. Supaya saat puasa itu, si bayi sedang ada di jam tidur sehingga tidak terlalu rewel.

Selama berpuasa itu, si ibu bisa sambil memompa ASInya supaya tidak terbuang. Seusai operasi, si bayi tidak serta merta bisa langsung disusuin, tetapi menunggu gerak usus aktif (ini akan diperiksa oleh dokter). Baru setelah usus aktif dari pengaruh bius, si bayi bisa segera disusuin.

Sebagian tindakan membutuhkan penanganan NICU, semisal untuk operasi berat seperti open heart surgery. Untuk hal ini, diskusikan dengan dokter mengenai pemberian susu untuk bayi. Apakah melalui selang atau sejenisnya.


4. Ekspektasi kita di rumah sakit



Saat dokter sudah menyarankan untuk operasi, biasanya kita akan diberi antrean tanggal tindakan. Semakin cepat semakin baik. Namun ada pula yang harus menunggu hingga tubuh si anak siap, misal pada prosedur open heart surgery -- bisa jadi menunggu si anak mencapai berat badan tertentu.

Beberapa hari sebelum tindakan, akan ada proses cek lab dulu untuk melihat jumlah HB dan beberapa prosedur lain. Jika HB masih kurang, anak akan diberi suplementasi zat besi agar HB mencukupi, atau tim dokter akan menyiapkan donor darah.

Kemudian H-1 jadwal, kita dipersilakan untuk mendaftarkan anak untuk rawat inap. Pastikan si anak dalam kondisi sehat, tidak sakit ataupun demam. Ingat, prosedur operasi membutuhkan kondisi tubuh sesehat mungkin.

Malam sebelum tindakan, si anak akan diminta berpuasa 6 jam. Kalau masih ASI, bisa 4 jam tergantung saran dokter anestesi. Saat itu juga si anak akan diberikan IV (infus) untuk memudahkan pemasukan obat dan/atau anestesi. Si anak akan menangis kesakitan, tapi kuatkan hatimu ya Bunda. Ini demi kebaikan dia kok. Saat jelang operasi, anak akan diganti bajunya dengan baju steril dan masuk ke ruang tindakan.

Orang tua dan keluarga akan menunggu di luar dan akan dipanggil saat tindakan sudah selesai. Kemudian saat pemulihan dan 'pembangunan' si anak dari pengaruh obat bius, orangtua akan diminta untuk mendampingi anak. Menemaninya, menenangkannya dari trauma pasca operasi. Mungkin anakmu akan dipasang kateter dan oksigen, tetapi ini nggak apa-apa. Saat inilah si anak perlu diselimuti tebal-tebal karena ruangan pemulihan sangat dingin. 

Dokter akan memantau perkembangan vital anak pasca operasi, termasuk kapan dibolehkannya makan/minum. Jadi nggak sembarang langsung kasih ASI ya Bun, tetap harus menunggu ususnya aktif dulu. 

Kemudian saat pemulihan, anak akan tinggal beberapa hari di rumah sakit hingga dibolehkan pulang. Untuk kasus anak saya, kami menginap 2 malam. Sebelum pulang, kita akan diberikan edukasi tentang pemberian obat, antibiotik, sekaligus perawatan luka. Seminggu setelah operasi, akan ada kontrol lagi untuk melihat perkembangan dan after effect. Apabila luka sudah kering dan tidak ada komplikasi, maka operasi dianggap telah berhasil.

5. Menata hati kita sebagai orangtua saat harus merelakan anak di tangan dokter?



Kamu pasti tahu Cristiano Ronaldo kan?
Sudah baca tentang masa kecilnya?

Ronaldo terlahir dari keluarga menengah ke bawah. Masa kecilnya tidak bisa disebut berkecukupan. Bahkan pertumbuhan tubuh Ronaldo sempat ada keterlambatan. Saat pra remaja, tinggi badannya kurang sesuai dengan perkembangan anak normal. Tetapi orangtuanya TANGGAP. Mereka mencium bakat sepakbola Ronaldo sejak dini, dan MENGUSAHAKAN Ronaldo untuk mendapatkan medikasi agar bisa mengejar pertumbuhannya. Ronaldo remaja harus mengonsumsi obat-obatan dan hormon supaya tubuhnya tumbuh normal seperti anak-anak lain. Dan akhirnya, dia menjadi Ronaldo yang kita kenal sekarang.

Apa jadinya kalau orangtua Ronaldo tidak tanggap dan masa bodo? Belum tentu anaknya akan menjadi pesebakbola hebat seperti Ronaldo. Untuk itulah, Dear Parents, yang mungkin anakny istimewa dan butuh penanganan khusus atau punya penyakit tertentu, nggak perlu berkecil hati. Berusahalah memantapkan hati dan pikiran bahwa apa yang kamu lakukan adalah yang terbaik untuk anak. 

Tetap semangat ya, Bapak, Ibu.

@andhikalady

Continue reading Pengalaman Menyiapkan Bayi Sebelum Operasi

Thursday, May 27, 2021

Mencapai Wajah Glowing dan Cerah dengan Scarlett Whitening

Kalau menapak tilas tren beberapa tahun lalu, wajah dikatakan ideal apabila kulitnya terlihat matte, alis tegas, dan pipi berkontur. Namun agaknya sekarang sudah bergeser. Wajah dikatakan cantik apabila terlihat glowing, cerah dan terawat bak selebriti Korea. Kepopuleran k-Pop tentu tidak terlepas dari tren ini. Jikalau kulit shiny berminyak dulu dikata kurang oke, kini justru banyak wanita mengejar look itu.

Nggak salah sih, memang secara medis kulit yang sehat adalah kulit yang lembap dan terawat. Ini bisa tergambarkan dari kulit yang terkesan glowing itu. Untuk mencapai kulit yang glowing tentu tidak instan, kita membutuhkan skincare yang tepat. Salah satu komposisi penting dalam skincare yang mampu membuat kulit lebih cerah adalah gluthatione, saya pernah bahas di post ini [link].




Produk skincare yang mengandung gluthatione dan terbukti secara klinis mampu mencerahkan adalah rangkaian Scarlett Whitening. Saya memakai varian Whitening Facial Wash dan Serum Brightly Ever After. Keduanya mengandung gluthatione dan beragam vitamin yang mendukung kulit untuk tampak cerah, terawat, dan bersih. Inilah review saya:

Whitening Facial Wash



Kulit saya biasanya cenderung kering apabila memakai facial wash, tetapi saat memakai Scarlett, keringnya kulit bisa dihindari bahkan tidak muncul sama sekali. Alhamdulillah berati cocok di kulit saya. Produk ini tidak menggunakan SLS jadi tidak akan ada busa berlebih. Jangan salah lho, facial wash yang banyak busanya yang terkesan 'kesat' itu justru kurang bagus untuk kulit, karena bisa menimbulkan alergi dan mengikis skin barrier.

Selain gluthatione, produk facial wash ini juga mengandung Aloe Vera, Vitamin E, dan juga ROSE PETAL! Lucu banget pokoknya ada semacam kuntum bunga mawar yang bikin aktifitas membersihkan wajah semakin enjoy dan menyenangkan. Efek bersihnya juga mantap lho, meski busa minim sekali.

Brightly Ever After Serum



Menurut saya, key point dalam perawatan wajah adalah SERUM! Serum memang diciptakan untuk menembus lapisan kulit lebih dalam supaya kandungan di dalamnya segera terserap dan memberikan hasil optimal. Scarlett Whitening mengeluarkan produk terbarunya yaitu Brightly Ever After Serum yang berfungsi untuk mencerahkan dan meng-glowing-kan kulit.

Sebetulnya ada varian serum lain yaitu Acne Series (warna ungu), tetapi karena kondisi kulit saya sedang membutuhkan agen pencerah, saya memilih menggunakan produk Brighly Ever After (warna pink).

Dari segi kemasan, produk ini cukup compact yaitu berisi 15ml yang dilengkapi dengan pump untuk mengeluarkan isinya. Meski cuma 15ml tapi di saya cukup awet, karena pemakaiannya cukup 2-3 tetes aja. Untuk hasil optimal saya memakainya dua kali sehari saat pagi dan malam.

Adapun kandungan yang ada di dalam serum antara lain:

- Lavender Water

Ini nih yang bikin saya penasaran kok bisa serumnya berasa segar gitu di kulit. Ternyata memang lavender water itu berfungsi melawan bakteri penyebab jerawat, mengatasi peradangan, detoksifikasi kulit meningkatkan sirkulasi darah dan menghaluskan kulit.

- Phyto Whitening

Mencerahkan wajah dalam waktu dan sangat aman bagi kulit, tanpa menyebabkan iritasi.

- Niacinamide

Agaknya teman-teman sudah familiar dengan bahan 'ajaib' ini ya. Yups, betul sekali. Niacinamide berfungsi untuk melembapkan kulit, mengatasi jerawat, menyamarkan noda hitam,dan mencegah kanker kulit melanoma.

- Glutathione

Meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit, memberikan perlindungan dari radikal bebas, membuat kulit lebih sehat dan terlihat glowing

- Vitamin C

Membantu menghilangkan flek & bekas jerawat, mencegah dan melindungi kerusakan sel dan jaringan kulit akibat paparan radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini pada kulit

 

Dari semua bahan di atas, tampaknya keren sekali kalau bisa termaktub dalam satu botol Scarlett Whitening Serum. Semakin yakin karena sekarang produk ini sudah terdaftar BPOM dan dapat dibeli dengan harga terjangkau yaitu 75 ribu rupiah.

 

Kesan Pemakaian

Saya sempat on-off memilih jenis skincare setelah melahirkan, akhirnya pilihan jatuh ke Scarlett Whitening. Dulu, kulit saya cenderung berjerawat dan acne prone, tetapi akhir-akhir ini cenderung ke kering dan kusam, oleh karena itu saya pilih serum yang berfungsi mencerahkan.

Saya sudah memakainya kurang lebih satu bulan, dan menurut saya sudah cukup membuahkan hasil. Kulit jadi terkesan lebih kenyal, cerah, dan tambah glowing meski tidak memakai makeup full. Kalau ada kantung mata mohon dimaklumi ya karena Ibu di mana-mana pasti kurang tidur hehe.

Cara pakainya adalah ditap-tap secara lembut di seluruh wajah sambil dipijat-pijat ke arah atas supaya kerutan berkurang/melambat. Setelah itu lapisi dengan pelembap dan sunblock kalau siang hari. Sejauh ini tidak ada keluhan iritasi, alergi, ataupun pore-clogging. Untuk pemakaian optimal, gunakan juga Scarlett Facial Wash agar glowingnya kulit makin tercapai.

Andhika Lady

Continue reading Mencapai Wajah Glowing dan Cerah dengan Scarlett Whitening