Showing posts with label random. Show all posts
Showing posts with label random. Show all posts

Saturday, July 18, 2015

[Promote] Besok Siang, Perkenalan

Bidadari ada karena ada yang bercerita, buku timbul karena ada penutur, dan puisi timbul karena ada penulis. Berdasarkan pernyataan itu, kami bertiga, Saya, Arum dan Monica membuat satu taman bermain beebagi cerita dan ceria, dinamakan Besok Siang. Tidak ada arti khusus mengapa kami pilih Besok Siang sebagai judul taman bermain tersebut. Kami juga tidak bisa menjelaskan darimana inspirasi yang datang di balik penamaan Besok Siang. Siang-siang tentu bukan waktu yang romantis dan syahdu dibandingkan "Embun pagi hari" atau "Secercah Senja Merah", "Hening malam yang sunyi sepi" bukan?

Memang bukan keromantisan dan kesyahduan yang akan kamu dapatkan di Besok Siang. Kami bukan orang romantis karena beberapa dari kami adalah zomblo. Kami juga agak susah menemukan momen-momen syahdu karena dosis tertawa kami banyak sekali. Yang menyamakan kami semua adalah: kami suka cerita. Baik itu suka membaca cerita, suka bercerita, bertutur atau menulis. Besok Siang seakan menjadi oase pelepas dahaga, dan jalan keluar uneg-uneg. Begitu sih.

Cerita di Besok Siang kami jlentrehkan menjadi sekumpulan cerpen, review buku, review film, percikan, puisi dan bermacam cerita lainnya. Kami tidak menyebut diri sebagai cerpenis, sastrawan, penyair, atau pujangga karena kami sangat jauh-jauh-jauh dari itu semua. Menurut kami, membuat puisi tak harus dilakukan oleh pujangga, orang patah hati pun bisa.

Kami juga ingin share bahwa siapa saja bisa menyumbangkan tulisannya di Besok Siang. Apakah kamu berminat? Kirim ceritamu ke email [email protected] dan bermainlah bersama kami.

@andhikalady


Wednesday, March 4, 2015

Lucu Adalah...

Sebagai cewek, mata kita pastinya sangat responsif dengan hal-hal yang menarik. Kaum kita punya sebutan khas untuk mendefinisikan benda-benda yang menarik di mata cewek, yaitu dengan satu kata: lucu.

"Eh, tasnya lucu"
"Bonekanya lucu"
"Kipasnya lucu"
"Roknya lucu"

Padahal menurut KBBI, lucu adalah:

lucu /lu·cu/ a menggelikan hati; menimbulkan tertawa; jenaka: cerita ini -- sekali; tukang lawaknya tidak --;

berlucu /ber·lu·cu/ ark v melucu;
melucu /me·lu·cu/ v mengucapkan (berbuat) sesuatu yg menggelikan hati: ia pandai ~;
kelucuan /ke·lu·cu·an/ n kejenakaan
Padahal, ketika saya melihat sebuah pernak-pernik yang menarik, nggak berarti saya lantas jadi kepingkal-pingkal karena pernik itu terlihat jenaka. Percayalah, saya pun nggak paham kenapa bisa mulai ada istilah barang-barang lucu, meskipun saya paham apa yang dimaksud dengan lucu itu. Saya lebih setuju kalau tim KBBI mendefinisikan ulang kata lucu sebagai:

lucu/lu'cu/ adj

istilah ajaib yang membuat para cewek-cewek rela mengeluarkan uang sebesar tiga ratus ribu untuk barang senilai satu juta yang didiskon tujuh puluh persen, alih-alih mengeluarkan uang sebesar tiga ratus ribu untuk barang mirip seharga tiga ribu tanpa diskon.

See? Tahu kan bedanya? Lucu jaman sekarang sudah bergeser makna. Sudah bukan kejenakaan lagi. Bagi saya, lucu adalah...

Lipstick case. Beli di Krisna Souvenir Bali.

Tempat rokok, eh, tempat kartu nama.


Anything pink.
Dolphin.
Sesuatu yang bergoyang.
Something gold.
Etude House & pencil case.
Glasses & Yogurt candy.
Something sparkle.
Audrey Hepburn.
Notebook.
Tempat permen. -___-
Aby. My brother.
White flower.
... lucu adalah sesuatu yang bisa membangkitkan mood ketika dipandang, disentuh, dirasakan, atau di miliki. Sesuatu itu bisa beruba benda yang menarik, orang menarik, pembicaraan yang seru, musik yang jenaka, atau film komedi.

Buat kamu, lucu itu apa?

+Andhika Lady Maharsi

Monday, October 27, 2014

Selamat Hari Blogger Nasional & Kesan Selama Menjadi (Beauty) Blogger

Hai Jeng,

Kamu-kamu yang hari ini melihat timeline Twitter atau Facebook, pasti topik utama yang muncul setelah pelantikan kabinet dan link-link menuju Ibu Susi Pudjiastuti adalah: ucapan selamat hari Blogger. Yups, hari ini adalah perayaan Hari Blogger Nasional yang ketujuh. Sebagai blogger hore, saya patut bangga dong, ternyata negara kita ini telah mengakui eksistensi blogger sebagai sebuah komunitas dengan aktifitas yang produktif. Hehehe. Kalau mau tau sejarah kenapa tanggal 27 Oktober ini dinyatakan sebagai hari Blogger, bisa cek link ini nih.

Selama tujuh tahun ini, perkembangan dunia blogging Indonesia dapat dibilang sangat pesat. Topik yang diangkat juga bermacam-macam. Dulu, aktifitas blogging masih terbatas pada aktifitas tulis menulis. Pokoknya kalau ngeblog ya harus nulis, begitu. Tapi sekarang lihat saja, blog yang cuma berisi fotografi, blog yang berisi outfit of the day, blog yang berisi video-video atau blog promosi pun makin naik daun. Ngeblog sudah nggak melulu identik lagi dengan menulis. Jadi, saya agak anu juga sih sama orang yang males ngeblog dengan alasan 'nggak bisa nulis'. Nggak bisa nulis kok update status FB? Nggak bisa nulis kok ngePath? Nggak bisa nulis, tapi kok masih bisa menyusun SMS cintah buat patjar?

Padahal, memiliki blog itu bisa melipatgandakan apa yang kamu kuasai sekarang. Misal kamu punya modal kamera dan suka iseng foto, taruhlah di blog. Atau kamu hobi menulis puisi galau karena habis ditinggal nikah sama mantan, luapkan saja di blog. Atau kamu suka koleksi anime-anime, bahas saja di blog. Atau kamu suka masak menu yang lucu-lucu, kamu bisa share resep kamu di blog. Dengan mempunyai media publikasi seperti blog, kemampuan dan ketrampilan kamu bisa dikenal orang. Memang sekarang sudah banyak media sosial yang bisa dipakai untuk self branding semacam FB, Twitter, G+, Path, IG, dsb, tapi ada satu perkataan Om @nukman yang saya inget sampai sekarang: apa yang kamu tulis di media sosial akan tenggelam dalam lautan timeline. Namun apa yang kamu tulis di blog akan terus terindeks selamanya di search engine.



Bukan hanya alasan itu saja saya masih kepingin ngeblog sampe sekarang. Namun ada sebuah sensasi menyenangkan ketika habis menumpahkan energi ke sebuah postingan blog, entah itu postingan review, tulisan galau, ootd, laporan traveling, atau cuman satu kalimat random yang tiba-tiba kepikiran. Tentang tulisan saya kemudian dibaca orang, diapresiasi, atau dianggap berguna untuk orang lain, saya anggap sebagai bonus. Kalaupun nggak ada orang lain yang baca, setidaknya ada satu pembaca setia blog ini: saya sendiri. Hehe.

Diawali dengan 'nggak ada tujuan apa-apa selain bersenang-senang', ternyata lama kelamaan orang-orang pada ngeh sama kesenangan saya. Dalam hal ini adalah yang berhubungan dengan beauty, kosmetik, produk perlenjehan, atau produk perklambenan. Banyak orang-orang yang sehobi, kemudian menjadi sahabat saya. Padahal tadinya cuman ketemu di dunia maya, komen-komenan di kolom komentar. Banyak temen-temen baru yang jadi suka curhat-curhatan tentang gimana caranya pake eyeliner dengan benar, kemudian jadi suka hangout bareng. Nggak sedikit vendor yang ngasih barang kosmetik untuk direview. Plus kesempatan untuk nyobain produk yang belum keluar di pasaran. Atau tiba-tiba ada kawan SMA yang menghubungi minta didandanin buat wisuda. Kan senang, bisa silaturahmi, padahal awalnya cuma dari 'nggak ada tujuan apa-apa selain bersenang-senang'.

Temen-temen blogger Jogja. Makeupnista.

Bonus lain yang saya rasakan setelah ngeblog adalah ketika saya membandingkan diri dulu dengan saya sekarang itu jauh banget. Dulu saya sama sekali nggak bisa dandan, pakai pensil alis saja masih bingung. Sekarang lumayan lah, meskipun dikit. Hehe. Dari yang dulu masih nggak PDan, sekarang mulai melatih diri buat lebih PD. Kemudian tata nulis saya juga banyak peningkatan. Dari yang suka typo sampai nulis yang 'embuh maksudnya apa', sekarang lebih lumayan tertata. Ohya, postingan saya yang dulu-dulu sengaja nggak saya edit atau hapus supaya saya bisa bandingin dulu sama sekarang. Hehe.

Buat saya, ngeblog adalah bentuk penyaluran energi. Jika kita punya energi berlebih, pasti akan ada saatnya energi itu meluap dan ingin keluar. Contohnya saja kalau kita merasakan sedih, jika dibiarkan kesedihan itu menumpuk nggak tersalurkan, tubuh kita akan menyesuaikan, misalnya menangis, dada sesak, dll. Nah, coba kalau sedihnya disambi curhat sama sahabat/Tuhan/tulisan pasti beban itu nggak akan terlalu berat.

Tapi, tentu saja, yang saya tulis di atas ini adalah pendapat dan kesan saya secara pribadi sebagai (beauty) blogger. Saya nggak menampik di luar sana banyak blogger-blogger yang punya tujuan dan kesan macam-macam. Ada yang bertujuan ingin mencari penghasilan dari blog, ada seorang artis papan atas yang memiliki blog kece, ada blognya anak presiden, dan masih banyak lagi.

Pokoknya, buat semua yang ngeblog, yang baru mau ngeblog atau yang baru membangkitkan keinginan untuk ngeblog, selamat hari Blogger Nasional ya. Nggak peduli topik blogmu apa. Nggak peduli tujuan kamu ngeblog. Nggak peduli platform yang kamu pake apa, mau Blogspot kek, Wordpress kek, Kompasiana kek, Detikblog kek, atau hosting sendiri, apapun deh. :)
Maju terus blogger Indonesia. :D

+Andhika Lady Maharsi


Friday, October 3, 2014

Pengumuman Giveway Jenganten & Sophie Paris Muslimah Cosmetics

Sebelum menuju ke pengumuman #JengantenGiveway, yuk mari lihat foto pemandangan yang kece ini:

Keterangan: yang kece itu pemandangannya lho ya, bukan fotonya. Kalau teknik pengambilan foto, lightning, camera dan editing sih sini juga masih banyak belajar. :)

Terbang paralayang di atas Waduk Gajahmungkur, Wonogiri, Jawa Tengah. Jangan salah paham, ini bukan saya kok. Hehe. Dipotret saat menjelang senja hari.

Telaga warna, Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah.


Kawasan Kawah Sikidang, Dieng, Jawa Tengah.

Sunrise di perkemahan Gajahmungkur, Wonogiri, Jawa Tengah.
Daerah-daerah yang ada di foto di atas itu nggak jauh lho, dari kota Jogja. Kurang dari tiga jam perjalanan. Tiga jam itu nggak lama kan ya? Kalau kamu kebetulan selo dan ada waktu, cocok banget nih buat mengunjungi tempat-tempat itu sebagai penyegaran emosi jiwa. Bayangkan deh, di tengah penatnya bekerja atau belajar, lalu menyempatkan diri mengunjungi tempat yang hijau dan penuh dengan gemericik air, rasanya surga banget.

Nah, sekarang saatnya pengumuman #JengantenGiveway. Lalala.
Saya senang sekali banyak yang ikut dan urun cerita masing-masing. Semua ceritanya seru-seru sampai bikin saya ketawa karena lucu. Terimakasih ya, yang sudah ikutan giveway ini. Terimakasih juga buat yang sudah bantu share sana-sini. Mohon maaf kalau giveway kali ini hadiahnya baru kosmetik saja (ada yang tanya, kalau hadiahnya kopi luwak gimana?). Duh Mas, mbok ya nek hadiahnya kosmetik, situ kan tetep bisa ikut giveway buat ngasih ke mbak pacar kek, kakak kek, ibu kek, mbak-mbak yang nge- friendzone -in kamu kek, atau siapa kek. Lagian ini bukan kosmetik sembarangan lho, tapi kosmetik yang dijamin halal sehingga aman dan nyaman dipakai. :)

Akhirnya, dengan pengundian cap cip cup pakai aplikasi random.org, terpilihlah pemenang giveway adalah:

Ikha Nurul Hidayat

Cerita seru dari Jeng Ikha adalah: 

"Kenangan tentang makeup yang paling saya sukai dan selalu saya ingat adalah make up pertama saya yaitu sebuah face powder. saat itu saya masih duduk di bangku sekolah dan teman-teman aku semua pada gila sama bedak. jadinya tiap jam pulang sekolah bedak saya di pake rame-rame sekelas dan hasilnya belom cukup 2 minggu udah habis bedaknya :)"

Demikian, selamat ya Jeng Ikha. Mohon kirim data diri, alamat, dan CP ke email andhika.lady[at]gmail.com, ditunggu 24 jam ya. Kalau nggak ngirim email juga, tak pek dewe lho hadiah Muslimah Eyeshadow Jaspernya. :D

Okeyy, buat yang sudah ikut giveway tapi belum beruntung, jangan patah semangat ya. Produk-produk keren dan halal dari Muslimah Sophie Paris bisa dibeli secara online di sini lhoo.Variannya juga macam-macam, dari toiletries sampai makeup semuanya ada.

Kalau masih patah semangat, coba lagi deh scroll ke atas, kan ada foto pemandangan tuh. Coba deh cuss ke tempat-tempat itu, siapa tahu patah semangatnya bisa langsung hilang. :)



Wednesday, May 28, 2014

Tipe Postingan (Beauty) Blog yang Bikin Saya Betah

Dua tahun berkecimpung di dunia beauty blog bukanlah waktu yang sebentar untuk mencerna ratusan halaman atau news feed beauty blog yang saya ikuti. Ada lebih dari 250 link blog yang nangkring santai di dashboard blogspot saya. Lebih dari setengahnya adalah beauty blog. Setiap harinya, pasti ada postingan baru dari beberapa kawan blogger. Dengan kata lain, hampir setiap hari saya selalu mendapat bacaan baru dari postingan-postingan tentang beauty yang saya ikuti.

Dahulu ketika awal-awal ngeblog, hampir semua news feed saya baca. Itupun belum ditambah puluhan halaman-halaman blog yang saya klik ketika blogwalking kesana kemari. Awalnya saya sangat antusias ketika menemukan postingan berjudul "Review Eyeshadow yang Cetar", "Sponsorship: Circle Lens Warna Milenium", "FOTD: Smokey Eyes", "Event: Launching Produk Whitening", "Gathering: Beauty Blogger Tanzania", dan sejenisnya. Rasanya pengen segera melahap semua postingan-postingan itu kemudian membuat postingan berjudul mirip.

Sekarang sejak negara api menyerang, semuanya berubah. Mungkin karena terlalu sering membaca postingan berjudul serupa dan isinya pun mudah diduga, saya mulai memfilter bacaan saya. Postingan yang masih menuliskan kata 'Sponsorship' di judulnya mulai saya tinggalkan, meskipun tidak semua. Begitu pula dengan postingan-postingan yang menuliskan 'Giveway', kecuali kalau tiba-tiba saya pengen iseng baca.

Namun selain itu, masih banyak postingan-postingan yang bikin saya tertarik dan betah untuk ditongkrongi. Beberapa tipe postingan yang saya maksud adalah:

1. Postingan yang judulnya menarik.

Rasanya belum ada yang pantas menjadi poin nomor pertama yang dalam list tipe postingan yang bikin betah, selain 'judul yang menarik'. Rata-rata postingan beauty blog diberi judul seperti yang sudah saya tuliskan di atas. Judul yang didahului dengan kata-kata 'review', 'fotd', 'sponsorship', 'event post' 'giveway' sudah sering banget muncul. Coba saja kalau blogger-blogger itu ngasih judul 'Eyeshadow X yang sexy cetar membahenol', pasti bikin keinginan membaca saya naik 30%. Ini contoh judul yang menurut saya menarik:



Judul dipinjam dari salah satu postingan di http://georgetterox.blogspot.com. Btw penulisnya sedang ulang tahun hari ini. Selamaat. :)
2. Tulisan yang seru, gambar yang oke atau skill makeup yang unik.

Ada tiga poin di sini:
- Tulisan seru
- Gambar yang oke
- Skill makeup yang menarik

Menurut saya, untuk menjadi blogger, khususnya beauty blog, tidaklah terlalu urgent untuk menguasai ketiganya sekaligus. Memang ada beberapa blogger yang memiliki semua skill tersebut. Biasanya blogger tipe begini sudah saya anggap Dewi Holy Grail. Siapakah Dewi Holy Grail yang saya maksudkan? Hehe, rahasia dong. Karena preferensi masing-masing orang berbeda. Bisa jadi Dewi yang saya maksud itu Dewi Satyawati atau Dewi Kunti. :p

Well, balik lagi ke topik. Saya rasa masing-masing blogger mempunyai senjata utama yang menjadi poin plus blog masing-masing. Ada yang kuat di tulisan, namun kurang kuat di skill makeup. Ada yang jago banget makeup, tetapi kurang terampil bercerita dengan baik. Ada yang tulisannya biasa saja dan skill makeup belum mahir tetapi mampu menyajikan foto yang sangat bagus. Nah, menurut saya itu sama sekali nggak masalah karena kemampuan orang berbeda-beda. Asalkan tahu 'kekuatan' masing-masing, maka manfaatkanlah sebaik-baiknya. Tapi akan lebih baik lagi kalau ketiganya sambil belajar dikuasai.

4. Penulis yang narsis.

Narsis yang saya maksud nggak selalu memamerkan diri sendiri secara berlebihan. Namun lebih ke memberi sentuhan personal ke dalam postingan masing-masing. Saya malah kurang suka membaca blog yang isinya kayak detikcom atau kompascom. Saya sudah bosan membaca 'kisah perceraian artis a, b, c' atau 'Akankah Capres X bisa melawan Y?', tentunya saya pengen disuguh kisah di balik nama blog, atau foto narsis sang blogger bersama anjing peliharaannya. Bukan begitu?
Begitu pula dengan postingan berisi tujuh cara mengusir jerawat. Ahh, yang begituan mah, di Wolipop udah banyak. Bandingkan dengan postingan yang berisi pengalaman si blogger menghilangkan jerawat membandel.

5. Sesuatu atau ide yang baru.

Bayangkan kalau kamu menemukan postingan yang bertema 'Cara mengubah warna lipstik'? Bayangkan kalau selama ini kamu belum pernah menemukan tips seperti itu. Pastinya akan mengeklik kan? Nah, sesuatu yang baru apalagi ide, itu sudah menjadi asal muasal rasa penasaran orang. Postingan yang memuat ide baru selalu menarik untuk saya tongkrongi.

6. Do it Yourself Skincare

Tipe postingan yang memuat unsur DIY selalu menarik untuk saya baca. Apalagi yang dimuati unsur tradisonal. Rasanya sangat keren sekali ketika ada yang bilang mentimun bisa menghilangkan selulit, daripada promosi produk yang bisa menghilangkan selulit dalam tiga detik. Asalkan didukung dengan Googling manfaat bahan tradisional tersebut dan dinyatakan verified, hajar saja pokoknya. :D

7. Postingan yang mengedukasi.

Sumber

Lagi-lagi saya menyukai postingan yang membuat saya memperoleh pengetahuan atau cara pandang baru. Misalnya postingan tentang kosmetik halal atau animal cuelty free. Postingan semacam itu hampir selalu membuat saya berpikir ulang. Sudah halalkan lipstik yang saya jilati setiap hari? Atau adakah hewan yang kulitnya melepuh karena memakai maskara yang saya pakai?
Kemudian ada pula postingan yang membahas tentang penerimaan diri, tentang standar cantik menurut media, atau tentang 'you're beautiful what you are'. Yang begituan sedikit banyak mampu memotivasi saya dan beberapa orang. Bahwa kita terlahir di dunia sebagai makhluk Tuhan yang sempurna dan seharusnya tidak ada satupun yang mencegahmu untuk bersyukur.

8. [Guilty Pleasure] Tulisan blogger yang sebenernya sangat berantakan tapi selalu menimbulkan keinginan untuk saya baca supaya punya bahan ejekan.

Hehe, ini sebenarnya hendak saya hapus dari daftar ini. Tetapi sejujurnya saya sering membaca postingan blogger yang tulisannya -saking perlu banyaknya pembenahan- justru membuat pusing yang baca. Entah karena membuat satu paragraf satu kalimat, entah penulisan besar kecil huruf kurang teratur dan sebagainya. Contoh yang paling gampang adalah postingan yang berbahasa Allay namun ditulis oleh blogger yang bukan ABG lagi.

Tulisan tipe begitu, errr, entah kenapa saya kok saya jadi tertarik untuk membaca ya? Dan malah jadi senang ya? Tapi di sisi lain saya juga nggak tega untuk menyampaikannya. :(. Iya, oleh karena itu yang terakhir ini saya namakan guilty pleasure.

+Andhika Lady Maharsi 


Disclaimer:
- Tulisan ini bukan bermaksud untuk membuat standar postingan blog yang harus diterapkan ke siapapun.
- Tidak ada yang salah dengan judul blog manapun, seperti apapun kata-katanya.
- Saya dan kamu sama-sama berprinsip: adalah wajar memiliki selera yang berbeda, tidak memaksakan standar kita ke orang lain, dan cinta damai.

Cheeeersss... :D

Tuesday, December 31, 2013

OOTD Pink

Haloo Jenganteen.

Selamat hari terakhir di 2013. Tahun baruan ke mana? Kalau saya, akhir tahun malah harus kerja ke kota sebelah dan pulang dalam kondisi macet total. Perjalanan yang harusnya ditempuh satu setengah jam molor jadi tiga jam. Wakakak. Tapi untunglah hari terakhir masuk cuma setengah hari.

Dan saya belum begitu paham esensi menanyakan tahun baru ke mana sekaligus bercerita saya tahun baru ngapain.  Hihihi.

Saya sudah kangen banget ngeblog. Sumpah kangen banget. Saking lamanya tidak ngeblog atau menulis, saya sampai lupa cara membuat kalimat. Dan jujur saja, saat ini saya menulis post inipun saya sedang agak kacau dan tidak begitu lancar seperti biasanya. Biasanya menulis satu paragraf bisa lancar jaya kurang dari sepuluh menit (tambahkan lima menit untuk editing, dan tiga puluh menit untuk berpikir ulang). Ada apa dengan saya? #panik. Padahal, di rumah sudah ada beberapa item makeup dan skincare yang menunggu untuk difoto dan direview. Selain itu, ada pula beberapa email yang masuk. Rasanya jadi makin kangen nulis-nulis tentang makeup di sini.

Lalu, apa yang mau saya tulis sekarang? Hmm, so far, karena momennya akhir tahun, saya pengen ngucapin selamat tahun baru saja. Selamat hari Natal juga bagi yang merayakan. Selamat meresolusi sesuatu. Selamat mereview resolusi yang telah berlalu, dan selamat di jalan bagi yang hendak tahun baruan ke luar.

Akhir tahun ini banyak banget kondangan, jadi saya mau bagi OOTD. Hihi. #teteub




Bersama Naura

Oh iya, kelihatan ya, pipi saya makin melebar -dan agaknya badan pun tambah membesar juga-? Hihi. Iya Jeng, salah satu resolusi 2013 yang berhasil adalah bisa menambah berat badan 6 kilo. Banyak juga ya. Biasanya resolusi cewek-cewek itu tambah langsing, diet, olahraga dll supaya berat badan turun. Nah kalau saya sih kepinginnya punya berat badan sehat. Karena dulunya kurus banget (163cm 42kg) saya pengen menormalkan berat badan. Kalau nggak salah, sejak SMA resolusinya itu-itu saja dan nggak pernah berhasil. Horee, akhirnya berhasil juga tahun 2013 ini. Alhamdulillah.

Apa resolusi tahun 2013 kamu yang berhasil?

Tuesday, December 17, 2013

Istilah-istilah Kecantikan Kulit yang Ambigu

Sebagai blogger yang sering ngomongin tentang produk kecantikan, ternyata tidak selalu semua istilah tentang kosmetik dimengerti oleh saya. Meski di blog ini sudah saya tambahi laman untuk daftar istilah, tetapi pada faktanya selalu ada istilah yang menurut pengertian saya agak ambigu dan susah dicari padanannya.

Berawal dari diskusi sesama blogger yaitu Jeng Monica dan Jeng Arum yang tiba-tiba ngomongin istilah "kulit kenyal". Nah, kami bertiga sama-sama bingung mendeskripsikan kulit kenyal itu yang seperti apa. Kalau ngomongin kekenyalan, bakso juga kenyal, bakpau juga kenyal, sosis juga kenyal. Lalu kulit? Apakah mendeskripsikan kalau kenyal adalah semacam empuk, ketika disentuh atau dicubit kembali ke bentuk aslinya, maka semua jenis kulit manusia dari bayi sampai nenek-nenek, kenyal dong? Kan kalau kulit itu dicubit, dia akan kembali ke bentuk asalnya. Hehe. Berbeda dengan kulit kencang yang bisa dengan jelas dideskripsikan. Yaitu kondisi kulit yang tidak kendur, ukurannya pas membungkus tubuh, tidak berselulit dan tidak mudah berubah posisi.

Sumber
Hasil obrolan pun berlanjut, dan ternyata tidak hanya kulit kenyal saja yang ambigu, masih banyak istilah lain. Misalnya begini:


  • Kulit cerah
Akhir-akhir ini banyak produk pemutih yang mengganti tagline mereka dengan 'mencerahkan', bukan 'memutihkan', Sampai saat ini saya masih berpikir bahwa itu adalah teknik marketing saja. Mengingat saya juga nggak bisa membedakan istilah 'kulit cerah' dan 'kulit putih'. Lalu, usut punya usut, bahan-bahan pembuat kosmetik pencerah dan pemutih tidak jauh berbeda. Apa bedanya? Ada yang bisa menjelaskan?
  • Kulit bening
Sesungguhnya terma 'cewek bening' sering dipakai oleh cowok-cowok yang melihat cewek berkulit putih merona dan mulus. Tapi kayaknya istilah kulit bening kurang cocok jika diterapkan pada istilah kosmetik. Tetap saja agak ambigu. Bening di pemikiran saya itu seperti gelas yang transparan. Menurut saya, agak seram nggak sih kalau kulit diserupakan seperti gelas? Transparan sehingga organ-organ dalam kayak aliran darah, otak dan tulang kelihatan? Hyiiii.
  • Kulit lembut
Nah ini juga agak ambigu. Lembut itu kalau kata Momon lebih cenderung ke bulu yang fluffy-fluffy, selimut, baju, dan kain. Kalau dijadikan istilah untuk kulit? Kayaknya aneh nggak sih? Kenapa nggak pakai istilah kulit halus saja? Itu sudah cukup menjelaskan kedaan itu.
  • Kulit glowy
Glowy merupakan istilah untuk menggambarkan kulit agak berminyak dengan konotasi baik. Tetapi yang agak aneh, berminyak itupun tidak selalu kelihatan bagus loh. Ada berminyak yang bagus, artinya kulit terlihat sehat alami, ada pula berminyak yang terkesan jelek, biasanya dinamai kusam.
  • Kulit berkilau
Ada banyak sebab kenapa kulit bisa 'memancarkan cahaya', bisa karena efek sunscreen (karena memantulkan cahaya), pearl cream, produk kosmetik ber-shimmer, sampai karena minyak alami. Kesemua kilau tersebut memiliki efek yang berbeda-beda. Jadi semisal dijelaskan kilau akibat sunscreen dibanding akibat kosmetik shimmer tentu juga berbeda. Hmm, saya rasa istilah kulit berkilau itu luas sekali. Bahkan, kalau ngomongin kulit berkilau, mukanya Ratu Atut begini juga bisa disebut berkilau kan? Eh,

Gambar dapet dari Tribunnews.
Duh, malah topik melebar ke Ratu Atut. Hehe.

Paham atau tidak istilah itu, akhirnya akan mengarah pada tujuan utama kita merawat kulit. Banyak di antara kita yang merawat kulit dengan tujuan "Aku pengen punya kulit putih", "Pengen kulitnya cerah", "Pengen kulitnya bening", "Pengen kulitnya lembut", "Pengen kulitnya kenyal", dll. Padahal istilah-istilah itu ambigu (menurut saya). Ujung-ujungnya yang kita inginkan dari perawatan kulit adalah menuju kulit yang sehat. Lalu gimana dengan kulit yang sehat itu? Kalau dalam pengertian saya sih, kulit sehat itu cukup dengan bebas jerawat, bebas noda hitam dan cukup terhidrasi. Apakah kulit saya sudah sehat? Belum. Makannya kulit perlu dirawat. :)

Ohya, satu hal lagi, ternyata menyederhanakan istilah 'kulit sehat' itu sangat memudahkan kita memilih kosmetik yang cocok. Misal kita sering direpotkan mencari produk yang bikin kulit putih, bening, lembut, kenyal, padahal kita belum tentu butuh semua itu. Somehow, strategi marketing sebuah produk perawatan kulit turut mengaburkan kebutuhan kita yang sebenarnya. Kita dibuat seolah-olah butuh untuk memiliki kulit putih, cerah, lembut, kenyal, dll padahal yang kita perlukan cukup kulit yang sehat saja.

Nah, pengennya, temen-temen Jenganten di sini juga ada yang mau sharing di sini tentang istilah-istilah itu. Atau mungkin ada yang mau menjelaskan lebih lanjut istilah-istilah di atas yang saya sendiri merasa ambigu. Hehe.

Selamat Desember. :)

@andhikalady

Monday, December 9, 2013

Pantai Maluk, Taliwang Sumbawa Barat

Minggu kemarin, karena sebuah pekerjaan, saya harus menyambangi sebuah tempat di tengah sana. Tepatnya di kota Taliwang, Sumbawa Barat, arah timur Lombok. Kondisi sinyal yang kurang hore dan karena tempatnya begitu indah -sampai saya agak malas menyentuh segala bentuk gadget- menjadi alasan kenapa saya belum juga update blog ini. Hihi.


Perjalanan kali ini ternyata lebih banyak jalan-jalannya daripada kerjanya. Haha. Dari perjalanan berangkat yang memerlukan waktu seharian dan berganti moda transportasi sebanyak lima kali (euhhhh), keindahan kota Taliwang yang dikelilingi pegunungan, makanan yang enak-enak, sampai diajak wisata ke pantai oleh klien, terlalu menyenangkan dibanding satu setengah hari presentasi.


Ketika di sana, saya dan rekan kerja sempat mengunjungi pantai Maluk, sebuah pantai di penghujung selatan kota Taliwang yang dekat dengan pertambangan emas Newmont. Pantai ini keterlaluan indahnya sampai-sampai saya heran, kok pantai sebagus ini sepi pengunjung ya? Lalu, ketika mengingatkan diri bahwa hari itu adalah hari Kamis, kesimpulan pantai ini sepi pengunjung saya urungkan kembali. Hehe.

Duh, surga banget nggak sih? Hari Kamis, biasanya saya sedang bekerja di kantor berpendingin udara, menghadap laptop, atau ngetwit tentang promo tiket wisata. Tetapi yang saya lakukan adalah berada di pantai pasir putih menghadap matahari sunset, makan ikan kerapu, plecing kangkung dan kelapa muda, memakai celana harem paling nyaman, sambil berfoto-foto tanpa ada beban. Karena ini bagian dari pekerjaan dan all free charge. Hehehe, alhamdulillah.

Temen kantor yang hore semua.







Di penangkaran penyu.


Sekembali dari pantai, view di atas hotel kami menginap juga bagus banget untuk mengambil foto sunset.  Tidak jauh dari hotel, terdapat sebuah masjid besar yang memiliki menara tinggi. Menurut beberapa sumber, masjid ini adalah landmark dari kota Taliwang. Tapi sayang sekali, masjid ini kurang terawat. Ketika saya mencoba naik ke menara, masih ada sisa-sisa kotoran burung yang belum dibersihkan. Satu-satunya hal yang menandakan masjid ini 'hidup' adalah bunyi adzan setiap kali jam sholat.

Sunset.

Masjid Darusalam Taliwang
Untuk ke tempat ini, bisa menempuh jalan darat dari Kota Mataram Lombok menuju pelabuhan Kayangan, lalu naik kapal feri ke Sumbawa Barat, dan dilanjutkan dengan carter mobil menuju pantai Maluk Newmont. Meskipun terletak di bagian yang cukup jauh dari kota Taliwang, adanya pertambangan emas membuat kawasan ini tidak terlalu sepi penduduk.

Selama perjalanan menyusur Sumbawa Barat, pemandangan alam sudah sangat eksotis kolaborasi dari pegunungan, padang sabana dengan beberapa sapi liar sedang merumput, pantai, pelabuhan dan truk-truk tambang yang memesona. Jika bosan dengan Bali dan Lombok, boleh deh menyeberang ke timur menuju kota Taliwang ini. Di sini ada macam-macam tujuan wisata alam yang memanjakan mata banget. Laluuu, tidak perlu takut kehabisan makanan enak, karena semua makanan di sini tidak ada yang tidak enak. Plecing kangkung misalnya, bumbu plecing di sini lebih segar dan pedasnya hot. Restoran di depan hotel Grand Royal Taliwang sangat recommended untuk dicicipi di malam hari.

Kakap Sang bumbu Lombok
Ikan bakar.
"Senang menulis kembali di sini"

@andhikalady

Thursday, November 14, 2013

Minggu Luar Biasa, Pendadaran, dan Bandung


Akhirnya, saya pendadaran!! Alhamdulillah bisa lulus dengan revisi, tanpa mengulang. Setelah sekian lama berjibaku dengan banyak kerjaan dan deadline sana-sini, skripsi saya kelar juga. >.<. Kalau kuliahnya disambi bekerja memang harus menambah effort untuk berbagi waktu dan slot pikiran. Yang tadinya cuman mikirin tugas kuliah, pada saat yang sama kita juga mikirin gimana cara supaya bulan depan bisa bayar kost, makan, dan beli makeup nabung. Yang seharusnya kita punya waktu 24 jam dalam 5 hari untuk nongkrongin perpus atau melakukan penelitian, kita harus bisa membagi waktu-waktu itu untuk bekerja sambil kuliah. FYI, saya sendiri kurang yakin kalau skripsi saya dapat terselesaikan dengan baik, tapi Alhamdulillah ada saja jalannya. Alhamdulillah ada kawan-kawan dan keluarga yang mendukung saya. Ada teman yang pintar sekali dan mau saya mintai tolong mengajari cara olah data. Ada sahabat yang kerap mengejek "tukang dandan wisuda kok belum wisuda". Pokoknya terimakasih banyak untuk semuanya.

OhMyGod, apakah saya baru saja cerita kalau saya habis pendadaran?! Aww, saya masih eksaitid!! Berbulan-bulan saya menunggu momen untuk dapat bercerita di sini. Aaarggghh.

Tak disangka pula, kawan-kawan saya kuliah pada datang di sidang kemarin. Ada Rosy, Tya, Anggit, Faris, Yudan, dkk. Saya kira, lamanya waktu saya lulus akan mengurangi keminatan mereka mengunjungi kampus kembali. Ternyata mereka baik-baik dan pada mau datang meski tanpa diminta. Hihihi.

Mohon tidak usah perhatikan Mas-Mas yang di sebelah kanan.
Juga dimohon untuk tidak memperhatikan Mas-Mas yang lagi duduk.
Tapi tentu saja, selesai pendadaran, tidak serta merta langsung santai. Masih ada revisi dengan waktu terbatas, ngurus surat-surat, yudisium, dan sebagainya baru boleh wisuda (baca: bereksperimen sama makeup sendiri, hijab style sendiri, kebaya -mudah-mudahan dibeliin Mami sendiri. LOL-, dll, dll). Ngurus urusan beginian, bagi yang sudah pernah skripsi pasti tahulah. Hehe.


Well, meninggalkan euforia pendadaran, ternyata sehari setelah sidang, saya diminta untuk mengisi acara pelatihan di Bandung sama kantor. Jadi, berangkatlah saya sama satu kolega. Dasar karena saya lagi sante, pas naik pesawat, saya berhasil memotret gambar baling-baling yang kebetulan ternyata bagus banget.


Ini diambil pakai kamera hape biasa lho. Herannya bisa menangkap pergerakan baling-baling.

Lalu begitu di Bandung, saya malah dapet hotel yang cukup hore di daerah Jatinangor. Hotelnya luas, nyaman, murah, lingkungannya kampus, asik deh pokoknya. Saya sampai berjanji  untuk diri sendiri bakal nulis reviewnya di blog saya yang lain. Dan lagi, pencahayaannya oke banget sampai saya demen selfie di kaca wastafelnya.



Bukan hotel tempat saya menginap.
Ketika mengisi pelatihan.
Dan yang nggak kalah penting, berhubung saya sedang di Bandung, saya rencananya mau ketemu Jeng Miya Rahmi dan Viya . Well, belum ketemuan sih, mungkin besok. Semoga sempet. Hihihihi. Anyway, Bandung itu dinginnya nggak sante. Terus hujannya nggak sopan. Masa saya ke sini pengennya jalan-jalan, tapi malah disambut hujan tiap hari. Huehehehe.

Okedeh, sekian dulu cerita random saya. Intinya saya lagi senang karena akhirnya saya pendadaran. Cerita-cerita setelah itu cuman pelengkapnya saja. Wkwk.

@andhikalady

Friday, September 27, 2013

Kurang dari Satu Tahun



Berapa rata-rata harapan hidup manusia? Katakanlah 60 tahun. Berapa persen satu tahun jika dibandingkan dengan usia rata-rata manusia hidup? Katakanlah 1,7 %. Berapa usia kita? 20? 30? 15? Katakanlah 20 tahun. Anggaplah kita sudah menggunakan waktu hidupmu sebanyak 33 %. 


Hmm, banyak juga ya? 


Berdasarkan hitung-hitungan asal-asalan di atas, sesungguhnya kita tinggal memiliki 2/3 sisa hidup untuk menyelesaikan urusan duniawi. Itupun kalau diijinkan Tuhan. Usia siapa tahu, bisa jadi besok atau nanti kita dipanggil. Bisa jadi tahun depan, bisa jadi bulan depan, minggu depan, atau jika beruntung, kita bisa dikaruniai usia panjang hingga seratus tahun. Siapa tahu ya. Siapa tahu. :)


Masalahnya adalah, 33 % perjalanan hidup yang sudah kita lalui itu sudah kita gunakan untuk apa? Apakah kita sudah yakin 33% dari hidup kita itu sudah mampu menjamin keberlangsungan 67 % sisanya? At least, dalam hidup kita sebaiknya sempat mengerjakan minimal satu hal yang sungguhan berguna, bukan?


Saya tiba-tiba merinding mendapati saya sendiri mengetik kalimat a la motivator barusan. FYI, saya tidak botak, tidak suka pakai jas, tidak punya istri bernama Linna, dan saya seorang perempuan. :p



 
Apa yang harus saya lakukan, apa yang harus saya perbuat, sudah bermanfaatkah saya, apakah saya sudah membahagiakan orang lain, apa orang tua sudah bangga sama saya, apakah saya sudah berhasil membuat diri sendiri bahagia, dan sebagainya. Kalimat begitu seakan menjudge bahwa kita hidup itu untuk melakukan sesuatu. Faktanya, judge tersebut ternyata benar.


Beruntung, saya kenal beberapa orang yang sanggup berhasil melakukan sesuatu tanpa membutuhkan porsi hidup sebanyak 33%, tapi hanya membutuhkan 1,7% hidup mereka alias satu tahun. Untuk mengurangi rasa bersalah atas pertanyaan “kita sudah ngapain saja”, mungkin kegiatan teman-teman saya di bawah ini dapat dijadikan contoh.

  • Membuat blog.

Mary, 28 tahun, telah membangun blognya sendiri dari nol sampai mendapat kunjungan satu juta hits hanya dalam waktu kurang dari satu tahun. Puluhan sponsor datang silih berganti tanpa bosan. Sekarang dia telah menjadi admin website terkenal dan namanya sering disebut-sebut dalam forum.

Ingin seperti dia? Tinggal buat sebuah blog, tentukan tema yang ingin kamu isikan, dan rutinlah menulis for free. Sensasi perasaan bermanfaat untuk orang lain itu nagih lho. Gunakan passionmu untuk menulis dengan disiplin. 



  • Mendirikan komunitas amal.

Mina, 23 tahun, bersama empat kawanya mendirikan komunitas beasiswa yang beranggotakan alumni sekolah. Awalnya hanya ide yang bercokol di kepala, lalu dimulailah mengumpulkan kawan, sharing ide dan pembagian tugas masing-masing. Ada yang buka rekening, ada yang admin sosial media, ada koordinator, ada pula pengumpul dana. Semua kegiatan itu dimulai dari nol, sampai jaringannya dikenal masyarakat luas. Hasilnya? Kini komunitas tersebut telah mampu membiayai enam orang siswa sekolah dengan hasil pengumpulan dana puluhan juta rupiah. Semua dilakukan dalam kurun waktu kurang dari satu tahun dan masih berjalan hingga sekarang. Bagaimana kabar Mina dan kawan-kawan sekarang? Alhasil mereka bisa dikatakan telah menemui kesuksesannya masing-masing, Mina berhasil menjadi seorang dosen, kawan yang lain menjadi tokoh masyarakat, lainnya bekerja dengan gaji yang relatif tinggi, lainnya menjadi penulis kritis yang namanya kerap disebut-sebut.



  • Berjualan

Amy, 23 tahun, awalnya memiliki ide untuk membuka toko online dengan konsep yang lain dari yang lain. Sedikit demi sedikit dia mulai mengekspansi usahanya, baik dengan promosi di sosial media, giveway, ikut dalam acara bazaar di mana-mana, bahkan rela tempat tinggalnya jadi semacam gudang penimbunan barang jualan. Hanya kurang lebih setahun, omset yang didapat sudah mencapai sepuluh kali lipat. Usahanya pun kian berkembang dan masih berdiri sampai sekarang dengan pasar yang luas di seluruh Indonesia.

Sumber.


  • Membangun sistem.
Teman saya, 22 tahun, memiliki minat berlebih terhadap pengembangan aplikasi Android. Dia mulai belajar dari 0 karena di perkuliahan tidak ada kelas pemrograman Android. Berpuluh-puluh buku dilahap dengan tekun. Ribuan baris kode ditulis dan dicoba satu demi satu. Proses belajar tersebut membuahkan hasil, idenya tertuang dalam sebuah aplikasi yang cantik dan layak dijual di Google Play. Hingga pada akhirnya, sebuah perusahaan selevel Google menawarinya untuk bekerjasama membangun sistem. Pelajaran yang dapat dipetik dari sini adalah "Belajarlah, apapun itu, suatu saat pasti berguna".



  • Jalan-jalan.
Tidak setiap orang memiliki akses untuk dapat jalan-jalan ke luar negeri dengan mudah. Teman saya yang tidak mau disebut namanya, 23 tahun, bermimpi untuk jalan-jalan ke luar negeri. Tanpa pikir panjang, dia memesan tiket pesawat PP untuk keberangkatan tahun depan. Lucunya, ketika memesan tiket itu, dia tidak punya uang sama sekali. Lalu dia menyisihkan uang setiap gajian untuk jalan-jalan. Bulan berganti bulan sampai berganti tahun, akhirnya uang tersebut cukup. Si Teman saya berhasil jalan-jalan dan membawa pulang cerita yang berkesan.


  • Membuat usaha jasa.
Kalau ini kisah pribadi. Hehe. Waktu itu sekitar tiga tahun yang lalu, saya sempat membangun usaha les privat di Jogja. Awalnya saya cuma sebagai guru les saja. Lalu karena banyak yang request guru ke saya, seperti guru musik, guru matematika, fisika, UAN, dsb, akhirnya saya buatlah komunitas (kayaknya lebih cocok disebut komunitas kali ya, bukan usaha) mahasiswa yang mengajar les privat. Kemudian, komunitas itu makin berkembang, sampai banyaknya orang yang melamar dan banyaknya permintaan les privat. Sayangnya usaha ini pending untuk sementara waktu karena kesibukan. Tapi bukan berarti gagal kan? At least, pengalaman serupa ini layak untuk dicatat dalam "Kurang dari Satu Tahun".


  •  Belajar hal baru
Saya punya teman yang selalu antusias ketika menemui hal baru. Seolah-olah dia baru saja datang ke planet yang sama sekali berbeda dengan kediamannya. Dan sekali dia ketemu hal baru, maka dia akan melakukan apa saja untuk mengetahui dan mempelajari hal baru tersebut. Tidak jarang setiap pengetahuan baru yang dia pelajari, membuahkan hasil yang signifikan setelah kurun waktu kurang dari satu tahun.
  • Make Over diri
Saya merupakan salah satu orang yang percaya bahwa penampilan menarik/cantik itu ditimbulkan akibat usaha. Silahkan tanya pada wanita tercantik yang kamu temui di mal, pasti mereke memiliki rahasia dan kedisplinan untuk merawat dirinya. Beruntungnya hal ini dapat dicapai dalam waktu satu tahun lho. Saya punya teman yang menciptakan resolusi satu tahun dengan berusaha merawat diri. Membiasakan memakai sunblock setiap pagi, meminum air putih, makan makanan bergizi, berolahraga teratur, memperbaiki cara berpakaian, sampai rutin berusaha memaksimalkan "self-esteem" alias harga diri. Hasilnya, dalam waktu kurang dari satu tahun, teman saya tersebut kelihatan jauh lebih menarik daripada sebelumnya.

Dan masih banyak lagi kegiatan berguna yang dapat dicapai hanya dalam waktu satu tahun. Hanya 1,7 %, tetapi bisa mengubah 65,3% sisa hidup kita. Saya tidak bilang bahwa setiap aksi akan selalu berhasil sesuai dengan yang diharapkan, tapi setiap usaha pasti akan menghasilkan sesuatu. Minimal kita akan mengingat bahwa pada suatu masa selama 1,7% kehidupan, kita pernah mencoba melakukan sesuatu.

Perjuangan itu seperti meniup balon, awalnya balon itu kempes, kita meniupnya pelan-pelan, bahkan ada kalanya sambil memejamkan mata. Lama kelamaan balon itu membesar dan makin membesar, hingga pada suatu titik, balon itu akan meletus. Kita akan terkejut dengan hasil yang luar biasa akibat usaha kita meniupnya pelan-pelan.

Yeah, minimal saya merasa berguna dengan menulis ini. Salah satu 'tiupan' yang menjanjikan bukan?

:))

@andhikalady

This entry was posted in

Ads