Showing posts with label ootd. Show all posts
Showing posts with label ootd. Show all posts

Saturday, December 20, 2014

Vintage atau Retro OOTD

Pada suatu hari, saya terlibat dalam sebuah perdebatan sengit tentang perbedaan pengertian vintage dan retro. Kemudian saya Googling. Halaman demi halaman saya buka satu per satu. Halaman pertama yang saya buka mengatakan, perbedaan vintage dan retro ada pada kurun waktunya. Vintage menggambarkan budaya dan hal-hal yang berbau jaman tahun 20-60an. Sedangkan retro agak lebih muda sedikit, yaitu tahun 70an. Baiklah, saya paham pada pendapat pertama.

Pendapat kedua lain lagi. Menurut golongan ini, letak perbedaan vintage dan retro ada pada nilai sejarah sebuah barang. Vintage, artinya barangnya memang dibuat dari jaman dulu, dengan gaya jaman dulu. Misalnya kamu memakai rok A-line milik nenekmu yang lahir tahun 50an, maka rok yang kamu pakai adalah jenis vintage. Sedangkan retro artinya adalah barang bergaya jadul, namun dibuat pada jaman sekarang. Contoh kasusnya, semisal kami memakai topi cloche gaya 20-an, tapi made in China tahun 2013, topi yang kamu pakai adalah jenis retro. Kamu nggak bisa melabeli sebuah barang sebagai vintage, kecuali memang dibuat pada jamannya. Barang vintage sudah pasti antik, tetapi barang retro belum tentu. Pendapat kedua, saya juga paham.

Buat saya, perbedaan itu nggak begitu penting. Saya mengacu pada istilah yang lazim digunakan masyarakat saja. Yaitu kebanyakan dari kita menyebut pakaian old style sebagai vintage. Karena di kuping saya cukup aneh juga, kalau kita menyebut 'Eh bajumu retro banget', kebanyakan bilangnya pasti 'Suka sama model vintage baju kamu'.

Ini contoh model dan gambar vintage-vintage yang saya ambil dari Google:

Baju vintage. Sumber 
Bikini vintage. Sumber
Model rambut vintage. Sumber
Kerah vintage. Sumber
Bentuk gaya-gaya vintage itu bisa juga diterapkan ke kamu-kamu yang berhijab. Misalnya mengambil contoh kerah vintage untuk dibuat blus.





Hmm, ada yang kurang sih sebenernya, yaitu motif bunga-bunga kecil khas vintage. Tapi yaudah lah. Yang penting kerahnya sudah agak mirip. :p..

Selamat sore, selamat berhujan-hujan.

+Andhika Lady Maharsi

Thursday, July 31, 2014

Selamat Idul Fitri tahun 2014

Hai temen-temen Jenganten yang berbahagia,

Pertama-tama, saya sebagai penulis blog, mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakan. Saya mohon maaf sebesar-besarnya jika sepanjang saya menulis, berkata-kata, berbuat, berkomentar, maupun berprasangka (jujur sih saya sering berprasangka. Baik itu prasangka baik ataupun buruk. LOL) ada yang kurang berkenan di hati temen-temen.

Saya harap temen-temen bisa maafin saya. :)

Nggak lupa OOTD dong. Meskipun tanpa makeup lengkap plus pake filter, hihi. Saya memang nggak dandan macem-macem pas Lebaran. Dan kebetulan outfit Lebaran kali ini nggak ada yang baru, karena saya nurut sama lagunya Dedek Dhea Ananda yang bagian "tak punyapun tak apa-apa, masih ada baju yang lama". Hihihi.

OOTD dengan baju serupa versi lengkap ada di postingan Dandan Sendiri buat wisuda, kenapa nggak?

Di bawah ini saya foto sama adek saya paling unyu sedunia, Aby, yang baru berusia 7 tahun. Eh iya, saya juga baru ultah akhir bulan kemarin. Ultah saya sama Aby cuma selisih 13 hari, jadi kemarin dirayakan bareng-bareng di rumah. Alhamdulillah banget pas seluruh anggota keluarga sedang pada kumpul. :D


#mukenaSelfie

Wednesday, July 16, 2014

Astrid Hofferson How to Train Your Dragon & Anna Frozen


Saya mau bercerita tentang sebuah film animasi yang baru-baru ini saya tonton yaitu How to Train Your Dragon II. Bagi saya adalah film animasi Dreamworks terbaik yang pernah saya tonton. Kisah ini mengambil latar jaman Viking di masa lampau. Ceritanya, di sebuah tempat dekat Kutub Utara terdapat sebuah masyarakat Viking yang hampir setiap hari diganggu oleh naga. Akibatnya, anak-anak di sana dilatih untuk berperang melawan naga. Kemudian ada seorang anak cowok bernama Hiccup yang masa kecilnya dipandang lemah karena nggak mampu berperang. Kemudian secara nggak sengaja dia melukai seekor naga berbahaya dan kemudian menjadi berteman dengan si naga. Sejak saat itu, Hiccup menjadi pintar dan tidak lemah lagi. Di situ ada seorang tokoh cewek yang memukau perhatian banget, namanya Astrid. Astrid ini adalah love interest sang tokoh utama, Hiccup.

Astrid digambarkan sebagai perempuan tangguh, suka bersaing, dan memiliki ambisi untuk menjadi terbaik di antara teman-temannya. Pada awalnya, Astrid sangat membenci Hiccup karena merasa tersaingi. Namun lambat laun malah jadi suka sama Hiccup layaknya kisah FTV.

Tapi Dreamworks bukanlah FTV. Adegan pacarannya jelas bukan naik bajay bareng atau makan bakso pinggir jalan, tapi naik naga Men! Tapi tenang saja, buat kalian para cowok yang nggak suka adegan-adegan romantis, kisah di How to Train Your Dragon ini nggak melulu Hiccup dan Astrid saja kok. Yang saya ceritakan di atas ini cuman sekelumit banget. Masih banyak intrik-intrik yang tersaji di film ini. Kisah tentang Astrid malahan (menurut saya) cuman mendapat porsi yang nggak terlalu banyak di cerita. Intriknya lebih banyak ke relationship antara Hiccup - Toothless si naga Night Fury, atau Hiccup - Ayahnya. Penasaran sama filmnya? Tonton saja sana. Hihihi.

Astrid 14 tahun. Sumber

Astrid 20 tahun. Sumber
Beralih dari topik film, yaitu topik outfit of the day (teteub). Nah, saya naksir sama tatanan rambut Astrid ini, lucu sekali! Kemudian saya coba-coba utak-atik hijab berwarna cokelat muda kekuningan untuk membuat look mirip dengan Astrid. Ternyata cukup mudah. Pakai dua kain, satunya untuk membuat untaian kecil, satunya untuk hijab.

Kemudian untuk makeup, karena Astrid memiliki tampilan yang natural, saya pun nggak banyak-banyak pakai makeup. Hanya alis, eyeliner, eyeshadow cokelat saja tanpa banyak aplikasi. Bulu mata pun saya nggak pakai. Cuma ada kurang yaitu softlens warna biru nordik. Saya belum pernah pakai softlens, Gaes! Meskipun mata ini punya minus 1,5 tapi entah kenapa keinginan untuk pakai softlens belum ada. Hehehe.


 
 

Kemudian, karena saya selo, saya sekalian bikin hijab look ala Anna Frozen. Dulu saya sudah pernah bikin ootd Elsa yang lebih menantang dan lebih banyak bermakeup dibanding Anna.



Well, demikian. Selamat menunaikan ibadah puasa untuk temen-temen Jenganten yang berpuasa. :)

Wednesday, April 30, 2014

Kartini Day OOTD Kebaya

Beberapa waktu lalu, kantor tempat saya bekerja mengadakan acara Kartini Day di tanggal 21 April. Semua orang di kantor diwajibkan pakai baju adat Indonesia. Kebayang kan gimana serunya, yang cowok banyak yang pake blangkon -karena gampang nyarinya sih, tinggal jruenggg ke Malioboro udah bisa dapet blangkon segala jenis-. Lalu yang cewek nggak mau kalah ribetnya pake kebaya, sirkam, hijab, sanggul, endesbey, endesbey. Pokoknya udah kayak anak TK aja deh, bedanya, kalo anak TK yang ribet ortunya, kalo orang dewasa yang Kartinian, mereka ngeribetin dirinya sendiri. :p

Walaupun sampai saat ini saya belum begitu paham korelasi antara perayaan perjuangan Kartini versus ramai-ramai pakai baju adat ke institusi perkantoran dan pendidikan. Tapi meskipun begitu saya tetep senang kalo dalam satu tahun ada sebuah hari dimana kita bisa berkumpul dengan kawan-kawan dan mengenakan baju daerah masing-masing. 

Saya di acara Kartini Day kemarin, selain pakai baju adat tentunya, juga dikasih kesempatan buat ngiringin lagu Ibu Kita Kartini pada lomba paduan suara -lebih tepat disebut lomba jelek-jelekan suara sebenernya. LOL- pakai keyboard. Ada juga lomba masak, lomba Kartini-Kartono yang paling stylish dan acara nyanyi-nyanyi diiringi Byte Band. Ini ootd plus kegiatan seru-seruan kami kemarin:



Outfit of The Day.
 

Face of The Day.
Tips: kalau aktifitas kamu mengharuskan untuk sering-sering melihat ke bawah, cobain deh pakai statement eye makeup. Smokey kek, cat eyes kek, Arabic eyes kek, apapun jenis makeup mata yang bisa jadi point of view.



Bersama juri-juri yang menilai lomba paduan suara.

Lalu setelah acara nyanyi-nyanyi keren, saya sama temen-temen band ikut meramaikan suasana dengan bikin dengan lagu-lagu seru. Di momen ini, saya terpaksa ganti kain batik jadi celana jins, berikut sepatu berhak jadi flat. Hahaha. Gapapa deh yang penting nyaman dan bisa tetep main keyboard dengan keceh.




Nggak lupa foto-foto satu divisi dengan baju masing-masing. Foto by @Edokautsar 

Ohya, sekarang saya udah nggak pakai akun Blogger, tapi beralih ke Google Plus. Tadinya tampilan profil saya di Blogger seperti ini:


Nah, sejak berpindah ke Google Plus, akun Blogger saya beralih ke halaman G+:


Ternyata saya nemu banyak keuntungan beralih ke Google+, di antaranya bisa autoshare post ke akun G+, menaikkan trafik blog lebih dari 20%, dan menjangkau pembaca lebih luas. Kekurangannya, paling-paling saya jadi kehilangan akun original Blogger saja, karena setelah beralih ke Google+, profil Blogger nggak akan bisa diakses lagi. Selain itu, aktifitas ngeblog tetap berjalan seperti biasa. Dashboard masih sama, news feeds masih sama.

Add me to your circle. :)


Ads