Showing posts with label makeup. Show all posts
Showing posts with label makeup. Show all posts

Monday, May 18, 2015

Harem Makeup Inspiration

Waktu kecil, saya pernah membaca artikel di majalah Intisari tentang kisah seorang wanita Harem di istana Topkapi, Turki. Harem di sini tentunya bukan celana harem yang lagi ngetren, Jeng, tetapi tentang sebuah istana di jaman kesultanan Ottoman yang digunakan para wanita 'milik' Sultan berkumpul. Ketika membaca artikel tentang Harem itu, saya langsung terpesona dan takjub sama kisah wanita-wanita penghuni Harem yang penuh dengan ritual-ritual kecantikan. Kayaknya kok seru banget hidup di sana. Di mana kegiatanmu sehari-hari adalah memakai henna, mandi susu (dibantu mandi oleh budak wanita), menggariskan eyeliner kohl, memakai pakaian bagus, latihan menari dan tinggal di istana penuh permadani. Mereka nggak mikirin gimana cara bayar kost bulan depan atau mengira-ngira bagaimana topik yang pas untuk ditulis di blog.

Saat ini ketika Google sudah menjadi jawaban kita semua, saya menemukan fakta baru bahwa Harem tidak melulu sebagai tempat para wanita cantik lenjeh-lenjehan merawat diri. Akan tetapi, Harem lebih diketahui sebagai tempat selir Sultan berada. Wanita-wanita penghuni Harem didapatkan dari pasar budak atau hadiah dari negara sahabat. Katanya, jika ada budak wanita yang dinilai cantik, hampir dipastikan kisah hidupnya akan berakhir di Harem. Tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam kawasan Harem. Konon istilah Harem berasal dari kata haram, yang artinya terlarang. Pengistilahan ini mirip dengan penyebutan Masjidil Haram. Tempat suci umat Islam tersebut memang terlarang untuk dimasuki orang-orang dari kalangan tertentu. 

Wanita-wanita Harem secara hukum adalah milik Sultan. Seorang Sultan yang kaya raya bisa 'memelihara' ribuan wanita Harem. Wanita Harem akan 'naik level' jika doi melahirkan anak laki-laki Sultan. Untuk itu persaingan antar wanita Harem selalu terjadi. Kamu nggak akan mudah percaya sembarang orang, makanan yang kamu makan bisa jadi beracun, dan tidurmu malam ini bisa jadi tidur terakhir kamu. Hee, serem ya? Penjaga di istana Harem adalah orang Kasim, yaitu budak pria yang sebaiknya kamu klik linknya untuk mendapatkan penjelasan yang lengkap. 

Harem adalah tempat terlarang yang selama ratusan tahun belum pernah terjamah apapun. Baru setelah tahun 1800an informasi tentang Harem menyebar luas. Buku-buku ditulis, kisah romantika menyeruak, hingga lukisan-lukisan artistik diciptakan . Akhirnya karena isu HAM, feminisme dan modernisasi, segala jenis Harem-hareman dibubarkan di awal abad 20. Kalau sekarang masih ada begituan, bisa-bisa kena undang-undang perdagangan manusia. CMIIW.

Jadi kesimpulannya, di balik kisah romantika dan ritual kecantikan, tersimpan juga sisi kelam kehidupan wanita Harem. Mereka berasal dari perbudakan, berlanjut menjadi wanita simpanan Harem (konon nggak boleh sembarang keluar masuk), menjadi hak milik Sultan, harus bergelut dengan persaingan antar wanita untuk menarik perhatian Sultan, dan sederet kekelaman lainnya. Namun bagaimana juga, kisah tentang Harem selalu menarik untuk disimak.

Terinspirasi dari sosok wanita Harem, saya mencoba bikin FOTD ala-ala Harem. 







Di bawah ini adalah sumber dan buku bacaan (yang juga jadi wish list saya) untuk menambah pengetahuan kamu tentang Harem.


Book wishlist:

Harem Sang Sultan


Monday, March 9, 2015

Makeup Natural Februari - Maret

Here we go, saya berkesempatan untuk mendandani kawan saya ini lagi. Adalah Mawar, sahabat sejak kuliah yang kemarin baru saja nikah (selamat, Maw :3). Ceritanya, beberapa minggu sebelum hari ini, kami sedang ketemuan di sebuah kesempatan. Terus tau-tau doi cerita kalau mau nikah. Hwaw. Serprais banget rasanya. Ngobrol ngalor ngidul endesbye, terus berlanjut ke tanya-tanya tentang makeup untuk acaranya doi. Hmm, sebenarnya saya dimintai tolong untuk ngerias di acaranya doi, tapi karena beberapa hal, jadwal nggak cocok dan lain-lain, akhirnya belum jadi. Meskipun begitu tapi kami sempet main-main makeup dulu. Ceritanya buat testing produk dan cari inspirasi untuk bisa request dengan periasnya entar, wkwkwk.

Permintaannya simpel. Doi pengen makeup natural yang bisa membuat wajahnya lebih segar dan terlihat beda dari biasanya tanpa harus dengan makeup tebal. No cukur alis, no too much, no glamorous, dan pengen tetap syari.

Challenge accepted. Pertama, saya pun kurang suka ngerok-ngerok alis orang. Kedua, saya penasaran sama wajah doi kalau pakai makeup. Mengingat sehari-hari doi itu jaraang dandan. Ketiga, saya pengen membuat kawan saya ini lebih fresh dan lain dari biasanya.

Before
After



After
Lalu ada lagi, teman yang ingin dirias untuk acara sumpahan profesi. Doi pengen makeup yang simpel, tanpa modifikasi hijab, karena peraturannya, hijab nggak boleh diapa-apain sama kampusnya. Di sini saya merasa PR sekali, karena saya harus mikir gimana caranya supaya tetap nge-pop meskipun model hijabnya simpel. Akhirnya saya putuskan memakaikan doi lippen merah. Nggak disangka hasilnya jadi kelihatan fresh tanpa terkesan menor.



Selamat, Mbak Ifa.
By the way, saya jadi pengen nyoba style ini buat ke kantor, kapan-kapan. Kalau selo, kalau ada waktu tambahan sepuluh menit untuk membubuhkan foundation, lima menit untuk memasang bulu mata, dan lima menit untuk memakai lipstik.

+Andhika Lady Maharsi

Sunday, December 7, 2014

Selamat Wisuda, Mifta, M.Pd & Niluh, M.Pd

Layaknya hari Sabtu seperti biasanya, tapi pagi kali ini beda. Saya bangun lebih pagi sekitar jam 3.00 untuk merias sahabatku, Mifta dan temannya, Niluh. Mifta adalah kawan saya semasa KKN, doi lulus S1 3,5 tahun dan langsung dapet beasiswa S2 dari kampus. Sekarang sudah menikah dan sedang hamil 3 bulan.

Kayaknya asik nih, wisuda lagi hamil dan ditemenin sama suamik. Ceilahh...

Nah, pendek kata, saya senang ahirnya dimintai untuk membantu merias dia saat wisuda. Memang saya belum pernah secara resmi membuka jasa rias-riasan/MUA-MUAan, tapi alhamdulillah hampir selalu aja ada yang minta diriasin ketika acara-acara seperti ini. Biasanya temen-temen lama, atau temen-temennya si temen. #temenception

Niluh dan Mifta


Jangan dibandingin sama yang tengah ya, saya lagi nggak pake makeup blass, dan belum mandi.
Di kesempatan ini saya juga ikut membantu pasang sanggul untuk Mbak Niluh. Saya eksaitid banget, karena baru kali ini saya dapet kawan yang wisudanya minta pakai sanggul. Biasanya saya cuman menyanggul untuk menari Bali, yang mana sasaknya nggak begitu ribet-ribet banget. Kalau sanggul untuk wisuda, kan harus rapian dikit dong. :). Yeah, akhirnya sanggul ala Jenganten berhasil dipasang deh,,,,




Lalu untuk Mbak Mifta, ada special request kalau hijabnya pengen pake topi. Katanya sudah kebiasaan pakai topi, jadi pas saya tawarin untuk memakai inner, doi menolaknya. Hehe. Tak apa, toh pake topi pun masih bisa dibentuk biar lucu kayak hijab wisuda.

Jarum-jarum di samping itu belum dibenerin. :)
Rumah Mbak Mifta tepat di depan Kali Code. Jadi bisa foto-foto sambil ilhat sunrise.
Ya begitulah aktifitas Sabtu pagi saya, pulangnya saya sarapan, nyanyi-nyanyi dan nonton TV dengan bahagia. 



Friday, July 4, 2014

Pond's Pimple Cover & Care Concealer



Concealer secara umum dipakai untuk menutup kekurangan pada kulit. Misalnya noda hitam, noda merah, jerawat sampai scar. Concealer berbeda dengan skin corrector yang memiliki ragam warna lebih banyak. Meskipun kedua benda tersebut tujuan utamanya sama yaitu mengoreksi kekurangan di kulit. Concealer biasanya berwarna mirip dengan kulit dengan kisaran shade warna dari mulai paling gelap hingga paling terang. Karena kegunannya untuk mengoreksi kekurangan kulit, concealer bersifat lebih tebal daripada foundation.

Memilih concealer yang cocok di kulit, buat saya itu cukup tricky. Apalagi memakainya juga harus hati-hati dan penuh kesabaran. Salah sedikit, ujung-ujungnya malah saya bisa jadi nambahi foundation sama bedak lagi untuk menutupi kegagalan pemakaian concealer. Correction-ception ini mah.. -___-

Ada satu lagi masalah dalam memilih concealer, yaitu jarangnya concealer yang bersahabat dengan kulit berjerawat-berminyak. Kebanyakan concealer memang diciptakan untuk menutup kulit dan pori-pori. Untungnya sekarang udah cukup banyak yang acne-friendly, seperti yang mau saya review ini.


Pond’s Pimple Cover and Care


Kenapa saya tiba-tiba pengen mereview pimple concealer? Ya karena saya sedang punya pimple Gaes. Huhuhuu. Saya lagi punya jerawat yang kemudian berkembang jadi pimple yang menyebalkan. Mau dipencet kasihan sama kulit, akhirnya saya pakein concealer ini. Hasilnya lumayan buat nutupin jerawat tanpa khawatir memperparah jerawat.


Kemasannya berbentuk stik seperti lipstik matte. Hati-hati saja kalau disimpan bareng lipstik, bisa-bisa kelewat pakai concealer untuk bibir. Hehe. Karena bentuknya begini, alhasil concealer ini lebih higienis. Kita nggak perlu menyentuh produk untuk mengaplikasikan ke wajah. Bandingkan sama concealer yang diwadahi pot, udah harus diambil dulu pakai jari, lalu ke muka pun harus diusrek-usrek lagi. Dari keterangan di kemasan, saya bisa tahu bahwa produk Pond's varian ini (sepertinya) tidak diproduksi di Indonesia. Tapi tenang aja Jeng, kamu bisa dengan gampang menemukan produk ini di supermarket besar seperti Giant, Hypermart, Carrefour dsb dengan harga kurang dari Rp 30.000,00.
 


Warna produk ini mirip banget sama warna kulit saya. Hanya saja shadenya lumayan terang untuk ukuran kulit Indonesia. Lihat saja pas swatch di tangan, keliatan banget kalau beda banget warnanya. Tapi ketika diaplikasikan ke wajah saya, warnanya cukup wearable ternyata. Hehe. Teksturnya cukup creamy dan mudah dibaurkan pakai jari. Produk ini juga tidak mudah bergeser dari kulit jika nggak sengaja kena gesekan. 


Concealer ini ampuh untuk menutup pimple atau jerawat. Bagi yang pengen nutupin jerawat tapi takut pori-pori tersumbat jika memakai concealer biasa, produk ini bisa jadi pilihan. Namun ada satu kekurangan, concealer ini nggak begitu awet di kulit. Tapi, eh, tunggu dulu. Parameter concealer awet itu bisa stay berapa jam sih? Pemakaian bareng apa? Pelembap apa? Foundation apa? Kalau pake foundation yang berkualitas kemudian pakai concealer, mana bisa menilai sebuah concealer itu awet apa nggak. Kalau yang saya coba (dan saya bilang nggak begitu awet barusan), itu stepnya adalah pelembap - sunblock - concealer - bedak. Hehe. Itu cuma awet di kulit saya kurang dari 3 jam. 

Kiri: pimple aaaakk. Kanan: pakai Pond's Pimple Concealer
Singkat cerita, dengan menyampingkan ketidak-awetan, concealer ini sedang jadi favorit saya saat ini buat urusan nutup-nutupin jerawat. Kalau saya pingin makeup yang santai, tinggal pakai pelembap/sunblock lalu tutupin bagian-bagian pimple pakai concealer, lalu lanjutkan pakai bedak. Kalau pengen yang agak tebelan dikit, tambahkan foundation/BB Cream sebelum pakai concealer. Lalu pakai bedak padat atau TWC.

PS: jaga kondisi kulit supaya nggak jerawatan. Jadi, kamu bisa hemat dan nggak perlu membeli concealer jenis apapun.




Selamat berpuasa kawan-kawan.. :D
+Andhika Lady Maharsi 

Friday, May 2, 2014

Crease, Eyeshadow Amazon Inez & Arabic Eyemakeup

Saya pernah membaca di sebuah tutorial, bahwa untuk menciptakan kesan mata lebih besar itu salah satunya adalah membuat garis di bagian kelopak mata yang disebut crease atau lipatan mata. Dengan memberi sedikit sentuhan warna pada bagian tersebut, maka efek yang berbeda bisa timbul dari penampilan mata. Efek yang paling sering dirasakan adalah kesan 'mata dalam' dan bola mata lebih besar. Contohnya di gambar yang saya ambil dari Google ini:

Sumber
Penambahan aksen warna di crease macam gambar di atas kerap dilakukan untuk mendapatkan makeup look ala Timur Tengah. Jadi, kamu, yang ingin memiliki penampilan mata besar, seksi dan seduktif macam mata mbak-mbak Turki, berkreasilah dengan crease. Buat 'lipatan khayalan' di mata kamu yang memiliki crease yang minimal (berdasarkan pengamatan saya, orang Asia Timur/ Asia Tenggara jarang yang memiliki crease dalam) dan dapatkan Arabian makeup yang memesona.


Demikian adalah informasi yang saya dapatkan dari tips-tips yang beredar di jagat per-makeup-an. Kemarin saya sudah coba untuk membuat kreasi crease, namun yang akan kalian lihat di post ini adalah look yang sangat belum sempurna. Hehe. 


Saya memiliki mata yang relatif kecil dan hampir tidak memiliki crease seperti mata Kaukasian. Jadi, saya harus berusaha dua kali lipat untuk menciptakan kesan mata Timur Tengah. Bayangkan deh, ketika kamu tak punya tulang pipi yang tak bisa ditonjolkan, tapi kamu harus membuat shading pipi? Susah kan, kalau baru belajar? Nah, sama dengan membuat crease khayalan itu. Namun di situlah seni mempelajari makeup yang sesungguhnya. Kita tidak hanya memberi warna pipi dan bibir, meratakan warna kulit dengan foundation, atau memberi garis pada bingkai mata, tapi makeup juga merupakan seni menciptakan warna bayangan untuk menonjolkan kelebihan pada wajah. Contohnya, memberi shading, memberi blushon, memberi highlight, memblending eyeshadow, sampai membuat crease mata.

Nah ketahuan deh kalau saya masih musti belajar banyak tentang makeup. LOL.


 Makeup mata yang sudah didiamkan lebih dari 6 jam. Tampak di bagian crease eyeshadow sudah mulai pudar.

Adapun eyeshadow warna hijau yang saya pakai adalah Inez Amazon dan Maybelline Colorshow Crayon Kohl Eyeliner Tosca. Review singkat:


Swatch. Dari kiri ke kanan: Maybelline - Inez Amazon.
Maybelline Colorshow

Merupakan produk keluaran terbaru Maybelline. Colorshow meluncurkan bermacam produk seperti Eyeliner, Nail Colour dan Lipstik. Untuk eyeliner tosca ini, review singkat saya adalah: kemasan simple, travel-able, warnanya cukup keluar dan multifungsi dapat digunakan juga sebagai eyeshadow atau pewarna waterline. Namun menurut saya, Colorshow Tosca ini warna yang dihasilkan masih terlalu tipis untuk ukuran eyeliner. Jadi sampai sekarang saya menganggap ini adalah eyeshadow biasa yang sengaja disamarkan menjadi eyeliner. Harga Rp 30.000,00.

Inez Amazon

Saya belum pernah kecewa dengan eyeshadow Inez (kecuali kemasannya), termasuk dengan varian hijau Amazon ini. Warna hijau Inez Amazon ini multifungsi, bisa dipakai untuk membuat Arabic makeup, kemudian warna putih keperakannya bisa dijadikan highlight. Warna hitamnya juga cocok dipakai jadi eyeliner atau smokey eyes. Harga Rp 40.000,00.

+Andhika Lady Maharsi

Friday, March 28, 2014

Dandan Sendiri Buat Wisuda, Why Not?

Alhamdulillah, bulan ini saya berhasil diwisuda. Horeee. Ehm, kayaknya saya sedikit lebih telat bercerita di blog ini, mengingat wisudanya sudah sebulan yang lalu. Hehe. Akhirnya saya bisa selesai kuliah di bangku S1, meskipun pas kuliah saya nggak pernah duduk di bangku betulan. Pokoknya wisuda itu, rasanya ya kayak wisuda. Bayangin aja saat di mana kamu merasa kuilminasi ilmu yang kamu pelajari sekian tahun di perkuliahan akhirnya menuai hasil juga. :p

Lalala.
Dulu selagi saya baru pertama-tama mulai menulis blog Jenganten, saya pernah berangan-angan suatu hari nanti akan bikin posting 'cara dandan sendiri buat wisuda'. Tapi nasib membikin saya wisudanya agak molor dari waktu ideal, sehingga baru bisa menulis sekarang. Memang sih beberapa kali dandanin wisuda temen, tapi kan, akan lebih afdol lagi kalo yang ngasih tips juga sudah wisuda. Wkwk.

Jadi saya mulai saja ya. Sebenarnya dandan wisuda sendiri itu mudah, temen-temen saya juga banyak yang dandan sendiri untuk wisuda. Lagipula dandan sendiri punya banyak nilai positif dibanding dandan di salon atau didandanin orang lain. Syarat dasarnya cuman tiga aja kok: kamu cewek, kamu niat, dan kamu pede.



1. Kamu cewek.

Sebelum dilanjutkan, saya mau meluruskan bahwa tips dandan buat wisuda itu ditujukan untuk cewek. Ya elah, masa saya ngasih tips hijab sama pake maskara buat cowok (yakalo suka sih silahkan saja. Hehe). Buat cowok mah, pake toga rapi sama sepatu kinclong aja udah ganteng. Well, dengan asumsi kamu adalah cewek, saya menyimpulkan bahwa secara default, mayoritas cewek pasti kepingin tampil menarik. Iya kan? Iya dong.

Sebagai cewek, kamu pasti punya bayangan mau seperti apa penampilan kamu ketika wisuda nanti. Ada yang pengen sanggul, pengen hijab glamor, pengen hijab sederhana dan sebagainya. Nah, mulai dari ini, silahkan tentukan visimu apa.

Yuk lanjut ke poin dua.

2. Kamu niat.

Yes, ini poin kedua nggak kalah pentingnya dari poin pertama. Untuk bisa dandan wisuda sendiri, kamu harus niat! Niat yang paling minimal adalah niat menyelesaikan skripsi/thesis/TAmu supaya bisa ikut prosesi wisuda. Duh, jleb banget memang, apalagi kalau saya denger kalimat ini enam bulan lalu, fyuhhh. #eh #mengenangMasaBerjuang.

Niat yang berikutnya adalah: 1) niat rawat muka, 2) niat belajar makeup, 3) niat mencari referensi dandan dari manapun, dan 4) niat menabung untuk membeli alat makeup. Saya paham banget ketika saya masih jaman mahasiswa dan masih minta duit orang tua, harga makeup itu rasanya mahaaal banget. Pokoknya buat beli lipstik aja musti mikir sepuluh kali supaya -meskipun bibir saya berwarna- mulut saya nggak berhenti mengunyah cokelat favorit. #eh

Jika terkendala dengan niat nomor 4, bisa juga diakali dengan meminjam alat makeup dari Ibu/Kakak/temen dsb. Namun tidak ada salahnya memiliki eyeliner, lipstik, foundation, eyebrow, mascara, blush on dan bedak untuk menunjang dandanan kamu ketika wisuda. Toh barang-barang itu kelak nggak cuma dipakai untuk wisuda saja, melainkan bisa juga dipakai untuk interview kerja, kondangan, hangout atau acara formal yang membutuhkan berdandan.

Tapi perlu dicatat juga, saya di sini nggak serta merta mengajari untuk boros membeli makeup. Jangan sampai kamu gila-gilaan belanja makeup, tapi uang kos belum dibayar, atau spp belum lunas, atau bela-belain makan mi instan tiap hari sampe sakit. Duh, jangan ya. Tapi saya yakin Jenganten-jenganten mahasiswi cantik yang membaca post ini sudah sangat bijak mengelola finansial masing-masing. Bukan begitu?

Niat merawat muka itu penting sebab untuk menghasilkan makeup yang sempurna, kondisi kanvas alias kulitknya harus terawat. Jangan males untuk rutin membersihkan muka tiap hari dan pakai pelembap yang cocok untuk kulit. Atau kalau kamu lebih niat lagi, coba rutin pakai masker yang bikin kulit lebih terhidrasi.

Lalu niat belajar makeup. Perlu diketahui, makeup wisuda itu nggak seperti makeup sehari-hari yang cuman butuh pelembap sama bedak doang. Kamu harus mengira-ngira: Jenis kulitmu apa, foundation apa yang cocok di warna kulit kamu dan bisa tahan lama seharian, cara memasang bulu mata, cara memakai eyeliner, cara pakai blush on supaya pipi merona, cara memakai hijab/hair do yang cantik, cara blending eyeshadow, dan cara membentuk alis.

Sudah niat belajar, lalu dari mana kita belajarnya? Sekarang ada internet dan para suhu beauty blogger baik dari dalam maupun luar negeri yang rajin mereview produk makeup. Manfaatkan pula hijab tutorial/hair do tutorial dari Youtube atau mbak-mbak Hiijaber yang kini sedang naik daun. Atau dapat juga datang ke salon dan minta les singkat cara bermakeup. Intinya kalau semua sudah diawali dengan niat, mau pakai cara apapun untuk belajar, pasti ada jalan.

Sesuaikan juga dengan visi-misi kamu ketika hendak dandan sendiri untuk wisuda. Kamu yang ingin wisuda dengan hijab dan makeup minimalis, carilah tutorial yang menampilkan tips hijab tutorial. Kamu yang ingin hair do sanggul cantik carilah tutorial menyasak rambut. Intinya semuanya terserah kamu. :)

Btw, beberapa tutorial hijab dan makeup wisuda cantik yang ditulis beauty blogger kondang Jeng Vindy Yang Ajaib bisa dicek lho di sini, di sini, dan di sini.

3. Kamu Pede

Kamu sudah mengakui kalau kamu cewek. Kamu sudah memiliki gambaran mau tampil bagaimana ketika wisuda. Kamu sudah niat belajar makeup. Lalu apa lagi? Yups, kamu harus pede dengan dandanan kamu. Lakukan try out jauh-jauh hari sebelum hari H. Cobalah beberapa macam dandanan dan teknik yang berbeda-beda. Foto wajahmu before-after dan simpan di direktori PC/Laptop kamu. Lihat hasilnya, kamu suka nggak? Atau ada yang kurang sreg? Nah, di sinilah kamu mulai belajar dan mengenal kontur wajahmu sendiri. Makin sering kamu coba, makin PD dan makin terampil menggunakan alat-alat makeup.

Keuntungan dandan wisuda sendiri:

1. Tidak perlu bayar jasa makeup ke salon.
2. Bisa bangun lebih siang karena nggak perlu ngantri di salon. LOL
3. Bisa berdandan sendiri merupakan nilai tambah buat kamu untuk step-step selanjutnya setelah lulus, misalnya untuk interview bekerja atau bekerja juga.
4. Kamu bisa ikut dandanin anggota keluarga lain yang cewek, misal Ibu kamu. Rasanya seneng banget lho, kalo bisa dandanin Ibu sendiri ketika hari spesial.
5. ,,, dan lain-lain sebutkan sendiri.

Lalu ketika hari H, kamu udah cantik hasil dandanan sendiri, lakukanlah hal yang sama: pede. Kamu sudah bangun pagi, dandan sendiri, banggalah dengan karyamu sendiri meskipun kamu merasa belum sempurna dan perlu banyak belajar (kayak saya). Kalau sudah begitu, tinggal duduk manis, nyanyi Indonesia Raya dan siap-siap maju mengambil ijazah.. :D

 




Monday, March 24, 2014

My Fair Lady

Bagi yang belum familiar dengan film ini, barangkali ada temen-temen yang langsung teringat sama salah satu drama Korea yang judulnya sama: My Fair Lady. Hehe, iya kan? Ternyata judul drama Korea tersebut adalah hasil adaptasi dari sebuah film Hollywood. Ada lho, film My Fair Lady Hollywood-made, yang dibuat tahun 1964 dengan bintang filmnya adalah aktris favorit sepanjang masa: Audrey Hepburn. Hmm, tahun '64 barangkali simbah saya belum kawin. :p

Sumber
Kita lebih mengasosiasikan Audrey Hepburn di film Breakfast at Tiffanys (1961) dengan signature Little Black Dress, high updo, dan rokok-nya. Tapi ternyata film-film dia yang lain juga nggak kalah kece lho.

Dalam film itu, ada sebuah adegan si Mbak Audrey Hepburn datang ke acara Ascot Race. Acara Ascot Race adalah perlombaan pacuan kuda yang diadakan di Inggris setiap tahun. Kabarnya acara ini hanya boleh didatangi oleh bangsawan atau orang yang memiliki hak khusus saja. Yang nonton pun nggak main-main, sampai keluarga kerajaan juga ikut datang lho. Uniknya, semua penonton Ascot punya dresscode yang khas, yaitu topi. Untuk pria, topinya standar sih, tapiii, untuk kaum cewek-cewek, mereka mengenakan topi besar yang lucu-lucu ala bangsawan Inggris. Sumber.

Sumber
Makin sekarang, bentuk topi Ascot makin bermacam-macam dan aneh-aneh. Penasaran sama bentuk topinya? Googling deh: "Ascot hat". Dijamin langsung scroll sampai bawah-bawah.


Okay, kembali ke film My Fair Lady. Jadi ceritanya, Eliza Doolittle (tokoh bikinan George Bernard Shaw yang merupakan pemain utama My Fair Lady), adalah seorang wanita biasa penjual bunga. Pada suatu hari, dia bertemu dengan seorang profesor yang percaya bahwa aksen bicara seseorang bisa membuat orang tersebut naik kasta dan menjadi bangsawan. Jadilah si Ms. Doolittle dilatih dan semacam dikasih pelajaran bagaimana cara berbicara yang benar (kalo di Jawa mungkin kayak anak kecil yang biasa ngomong ngoko lalu dilatih ngomong kromo yang alus, gitu kali ya). Lalu, setelah Ms. Doolittle dianggap lancar berbicara, dia diajak ke acara Ascot Race untuk bertemu dengan bangsawan-bangsawan. Dia didandani dengan busana Ascot: mengenakan topi dan aksesoris-aksesoris yang wow.

Sumber
Di acara Ascot Race, Ms. Doolittle bertemu dengan banyak orang dengan kehebohan busana masing-masing. Ada yang topinya besar banget. Ada yang topi bentuk bunga-bunga. Ini saya kasih teaser adegan ketika acara Ascot Race di film My Fair Lady:


Gimana ending film ini? Ah, ya nggak tau. Makannya tonton sendiri deh. Sekali-kali nonton film jadul tahun 70an ke bawah kan nggakpapa. Uhuy, karena terpesona sama filmnya, saya coba dandan (dandannya biasa saja sih), lalu pake topi. Dan taraaa....






Versi blurring.
Ohya, lalu saya berpikir, grup-grup yang suka bikin makeup challenge itu, kenapa nggak bikin tantangan makeup dan outfit begini ya? Pasti bakalan seru dan saya pasti ikut. :D

@andhikalady

Tuesday, October 8, 2013

Inez Blush On Italian Sun

Saya ada blush on yang sangat pigmented. Saking pigmennya, blush ini kurang bisa -tepatnya tidak bisa- digunakan sehari-hari sebagai makeup natural. Blush on ini lebih cocok digunakan sebagai makeup panggung atau makeup yang membutuhkan performance khusus. Bisa juga digunakan sebagai makeup fotografi karena warnanya yang vibrant mampu mengakomodasi pencahayaan pada kamera.

Blush on merk lokal ini berjudul Inez Italian Sun. Sejauh ini saya merupakan penggemar kosmetik Inez. Apalagi eyeshadow-nya yang sangat pigmen, juara deh pokoknya. Selain itu, eyeliner putih Inez juga saya suka. Kenapa saya membeli blush on ini? Itu rekomendasi dari guru tari Bali saya, Mbak Niluh, yang sudah berwara-wiri menjadi perias tari dan setia dengan blush on Inez Italian Sun.


Blush-nya sendiri dikemasani dengan wadah biru gelap kombinasi emas. Kombinasi biru dan emas sudah pernah saya bahas di review lipstik Rivera di sini, yang mana saya menganggap kedua warna itu tidak cocok disandingkan satu sama lain karena yang satu (biru) adalah warna dingin, sementara warna emas adalah warna hangat. 

Wadahnya juga dilengkapi dengan box kertas yang menampung isinya. Tidak ada pendapat khusus untuk box ini, sejauh isinya informatif dan menampung bahan-bahan pembuat kosmetik, deskripsi kosmetik beserta tanggal kadaluarsa, saya anggap sudah ok. :). Lalu yang saya sukai lagi adalah kacanya yang besar, cukup untuk memuat satu muka di dalamnya. Hihihi.

  
Taraa, kita masuk ke isinya. Warnanya cantikk, kombinasi antara warna merah, oranye, dan ada sedikit shimmer. Namanya saja Italian Sun, jadi pantas saja dikasih warna-warna matahari yang merona jingga. Entah kenapa tiba-tiba aku merasa puitis sekali menyebut nama "jingga" ketimbang "oranye", hahaha.

Ada dua poin yang saya nggak suka: powdery dan kuasnya useless. Lihat saja di gambar bawah, sekali usap ke tangan, langsung kelihatan itu butiran-butiran blush on berjatuhan. Perlu proses blending yang saksama sampai warnanya terlihat 'bersahabat' di kulit.


Begitu diaplikasikan ke kulit, warnanya cantik dan bersemu sehat. Blush on ini buat saya cuma dipakai untuk dandan tari, atau mendandani foto wisuda seperti untuk mbak-mbak ini:


Atau kadang saya iseng mengaplikasikan blush on senatural mungkin untuk dandanan sehari-hari. Nah, karena butuh effort banyak seperti ngeblend-nya harus seksama, kadang pakai acara ditimpa lagi dengan bedak baru bisa bagus di muka, alhasil jarang saya pakai sehari-hari.
Oh iya, karena ini adalah blush on tipe hangat (berwarna jingga kemerahan), cocoknya ya dipasangkan sama makeup atau pakaian bertipe hangat juga, misalnya lipstik oranye, merah bata, baju berwarna cerah dan sebagainya.

Coba di pipi sendiri.

Harga:  Rp 33.000,00
Positif:
- Pigmented.
- Local brand, mudah dicari di mana-mana.
- Kacanya besar.

Negatif:
- Powdery.
- Kuasnya kecil.


Monday, July 15, 2013

Cara Mendapat Foto Korean Look.

Hmm, kayaknya saya jarang ngomongin hal-hal yang berbau Korea di blog ini, apalagi membuat tutorial Korean makeup. Padahal kita tau sendiri, era 201.. sekian itu sedang demam Korean Wave. Saya sebenarnya juga termasuk yang ikut arus Korea. Buktinya saya suka Super Junior, suka SNSD, suka iseng meniru gerakan tarian mereka yang enerjik, terkagum dengan kelihaian kaki mereka yang lincah menari di atas stiletto belasan senti, dan yang nggak kalah memesona, saya juga suka memandangi makeup dan kecantikan mereka yang aduhayyy. Rasa-rasanya nggak lengkap kalau nggak pernah ngomongin Korea di blog ini.

Well, saya sadar sepenuhnya bahwa saya bukan keturunan ras Asia Timur yang berciri khas berkulit putih, mata sipit, dan kulit yang super mulus. Kulit saya bahkan tidak begitu mulus. Tapi meski begitu, namanya juga usaha dan kepingin coba-coba makeup Korean. Jadi, ya beginilah usaha saya :

1. Flawless your skin.

Makeup Korea berciri khas dengan keadaan kulit yang nyaris tanpa cela. Putih, mulus, dengan warna kulit yang super rata. Untuk keperluan ini, pakailah foundation yang mampu mengakomodir itu semua. Setelah memakai foundation, tambahkan concealer di noda hitam, kantung mata dan bagian lain yang diperlukan. Jika kulitmu sudah flawless dari sononya, cukup pakai BB Cream saja sudah bisa kok. Setelah mengaplikasikan dasar, bubuhkan bedak tabur. 

2. Glow your skin.

Selain flawless, tampilan Korea juga berciri glowly, artinya kulit yang ditampilkan agak sedikit bersinar, memantulkan cahaya, dan berkilau sehat. Setelah memakai bedak, sapukan finishing powder yang dilengkapi dengan sedikit shimmer. Tapi jika memakai BB cream, finishing powder untuk kesan glowly tidak diperlukan karena mayoritas BB cream sudah dapat menghasilkan efek glowly.

3. Sipitkan mata.

Sebenarnya, mata orang Indonesia itu sudah bagus lho. Mayoritas dari kita sudah memiliki kelopak mata double. Orang Korea jarang yang begini. Mata asli mereka cenderung sipit dengan kelopak mata tunggal. Menurut mereka kelopak mata tunggal itu tidak cantik, makannya banyak dari mereka yang operasi lipatan kelopak mata. Tapii, karena di sini pura-puranya jadi orang Korea, maka kita buat mata yang agak sipitan. Caranya adalah membuat garis eyeliner tambahan di ujung bawah mata untuk membuat kesan mata sipit/datar.

4. Luruskan alis.

Bentuk alis sedemikian rupa sehingga menjadi lurus memakai eyeshadow abu-abu. Tidak usah tanya kenapa, pokoknya alis Korea itu kebanyakan lurus. Menurut saya sih alis seperti ini membuat wajah terkesan lebih muda. Ayee..

5. Buat kantung mata.

Dahulu kantung mata dianggap bencana. Tapi sekarang, kantung mata sudah kayak jadi tanda kecantikan Korea. Caranya adalah membubuhkan sedikit eyeshadow warna cokelat di bawah mata, kemudian diatasnya ditambah dengan eyeshadow putih ber-shimmer. Kalau kamu sudah punya kantung mata alami, maka opsi ini dapat diabaikan.

6. Makeup mata.

Alis sudah lurus, sipit sudah, kantung mata sudah. Lalu? Ya, makeup mata dong. Pakai eyeshadow pink atau cokelat alami yang disapukan tanpa heboh-heboh. Kemudian pakai eyeliner cair. Akhiri dengan pemasangan bulu mata. Berkreasilah sampai matamu semirip mungkin dengan Korean style.

Kenalkan, saya Hyuna, eh, bukan saya Yoona.
6. Lip

Pakai lipstik berwarna pink alami natural. Lebih bagus lagi kalau memakai lip tint. Tapi karena saya nggak punya lip tint, saya pakai lipstik natural saja.
Oh iya, jangan lupa pakai blushon dengan warna yang senatural mungkin.


7. Last but not least, Camera 360!

Sudah saya tulis di judul : Look Korean di Foto. Jadi di sini saya menghalalkan penggunaan Camera360. Why? 1) Tujuan saya bermakeup Korea bukan untuk dibawa jalan-jalan supaya ada orang menyapa saya "Anyeonghaseyo", alias cuma untuk foto doang. 2) Buat yang kulitnya tidak secerah dan semulus kulit Korea, hal ini cukup ngebantu banget. 3) Yang penting orang lain tetep tahu kita orang Indonesia. 4) Meski di sini saya memakai Camera360, tapi tampilan mata saya itu adalah hasil makeup loh, bukan hasil editan.

8. Foto-foto.

Yuhuu, sampai di part paling membahagiakan.


Saya iseng makeupan bareng teman saya, Nisa.

Wah, salah ini, harusnya pakai hanbook.
Baru sadar kalau foto kiri atas kayak lagi nahan pipis.

Haiii... *rambut berantakan* *maafkanlah ketembeman saya*
Sekian dulu ya Jenganten. Kalau ada tips lain atau menurut kalian 'usaha' seadanya saya kurang, silahkan meninggalkan kesan di komentar box. Tararengkyu.

@andhikalady

Ads