Showing posts with label bedak. Show all posts
Showing posts with label bedak. Show all posts

Sunday, June 28, 2015

[Review] Make Over Silky Smooth Translucent Powder

Make Over.
Brand yang bersaudara dengan Wardah ini, punya banyak produk-produk yang saya suka. Baik produk yang saya pakai sendiri, maupun yang saya pakai untuk merias. Salah satunya adalah bedak tabur translucent ini. Bedak ini telah menjadi andalan saya untuk setup powder untuk setiap pemakaian foundation di wajah-wajah orang yang saya rias. Translucent menjadi pilihan saya ketika pengen nyari varian warna bedak yang cocok dengan semua warna kulit. Satu warna bisa masuk ke kulit tone pink maupun kuning. Serunya, bedak tipe translucent bisa nyambung dengan semua warna foundation.


Sebelumnya, mari kita menutaskan rasa penasaran tentang pengertian translucent dan kenapa bedak translucent bisa masuk ke semua warna kulit. Pertama-tama, saya nyari padanan istilah translucent dalam bahasa Indonesia, artinya adalah tembus pandang. Tetapi menurut Wikipedia, translucent itu berbeda dengan transparan. Suatu benda dikatakan transparan jika mengijinkan hampir seluruh cahaya melewatinya. Sedangkan translucent itu semi-semi. Cahaya boleh lewat, tetapi nggak semuanya. Sampai di sini saya lebih setuju jika translucent diartikan sebagai benda buram.

Tetapi agak aneh juga, kalau bedak kok disebut bedak buram. Apakah kamu mau beli, kalau di label bedak dituliskan "Bedak buram, memutihkan kulit dalam waktu lima menit saja, cling!"? Adanya paling kita jadi suuzon kalau-kalau bedaknya bikin buram hidup kita juga. :p

Bedak translucent adalah bedak yang dibuat dengan formula sedemikian rupa sehingga ketika dipakai, warnanya akan menyesuaikan warna kulit. Dia tidak mengubah warna asli kulit karena memakai prinsip ke-translucent-an, alias mengijinkan cahaya tetap bisa melewati lapisan bedak.


Deskripsi Produk:
Nama Produk: Make Over Loose Powder Translucent
35gr
Ada saput bedak di dalamnya.
Halal certified.

Kemasan:

Kemasannya dibuat sesuai standar dan signature Make Over. Berwarna hitam, dengan tulisan Make Over yang besar. Plastik yang mewadahinya cukup tebal sehingga bedak ini takkan hancur meskipun jatuh. Tapi jangan dijatuh-jatuhin juga dong ya?


Spons bedak:

Dengan menyesal saya harus bilang bahwa spons bedak ini sudah saya buang sebelum sempat foto-foto dengannya. Spons bedak ini sudah saya ganti karena, spons bawaan sangat tidak direkomendasikan. Bentuknya tipis sekali dan mudah hancur. Saya hanya bertahan satu minggu saja dengan spons bawaan. Setelah itu, saya ganti dengan yang lain, atau memakai kuas saat memakai. Sesungguhnya saya selalu pakai kuas, tetapi sponsnya tetap saya biarkan untuk menutupi lubang-lubang bedak agar tidak berceceran.


Tekstur:

Bedak ini lembut dan mudah menempel di kulit. Seperti namanya, Silky Smooth, bedak ini memang betulan lembut sekali. Butirannya dua kali lebih halus daripada bedak bayi. Akan tetapi, meskipun bawaannya lembut dan mudah menempel, hasil akhir pakai bedak lebih bergantung pada alat yang kamu pakai atau tekniknya. Yang jelas sih, dengan spons bawaan agak kurang oke ya. Pertimbangkan untuk memakai kuas kabuki yang juga lembut.
Bedak ini juga samar-samar memiliki butiran shimmer dengan konsentrasi yang kecil sekali.



Hasil Akhir:

Bedak ini punya judul translucent dan bertekstur lembut. Yang harus kita perhatikan adalah, bedak translucent rata-rata kurang bisa diandalkan dalam hal coverage. Demikian juga dengan bedak Make Over ini. Kalau kamu mendamba coverage, caranya ada 2 jenis:

1. Pakai foundation/BB Cream yang punya coverage baik, kemudian lakukan set powder dengan bedak translucent.
2. Pakai Two Way Cake.


Kesimpulan:

Bedak ini hasilnya ringan di kulit, minim coverage dan tidak mempengaruhi warna asli kulit. Fungsi utama bedak ini adalah untuk setup powder, bukan sebagai satu-satunya produk yang dipakai di wajah, apalagi bedak ini memang nggak punya bahan SPF. Kamu akan menyukai bedak ini jika pengen hasil akhir yang lembut, tidak mengubah warna asli kulit, dan telaten. Telaten dalam hal ini adalah mau menggunakan tools yang tepat.



Thursday, February 5, 2015

Pixy Pure Finish Compact Powder

Mari bahas sejenak tentang sebuah bedak yang sedang nangkring lucu di pouch makeup saya. Namanya Pixy Pure Finish Compact Powder. Ohya, sebelumnya saya cerita dulu yah, kalau saya sudah lama langganan produk Pixy, terutama bedak-bedak dan two way cake nya. Eh, maskaranya juga. Eh, removernya juga. Baru eyeliner gel dan foundation stick-nya yang saya kurang suka.
FYI, bedak ini sempet banyak direview oleh beauty blogger sekitar akhir tahun lalu, bebarengan dengan salah satu lomba blog tentang BB Cream baru yang diselenggarakan Pixy. Tapi tenaaang, post ini bukan buat lomba kok. Tetapi emang saya yang pengen review karena bedaknya lucu.

Well, nambah lagi satu alesan kepingin review: produknya lucu!

Suka sama desain kemasannya! Lace-lace gimana gitu. Kayak model taplak meja vintage.
Bedak ini asalnya memiliki box kemasan. Di box tersebut ditulis keterangan: dilengkapi dengan SPF 25&PA++, matte lucent powder, non comedogenic & clinically tested. Intinya, bedak ini menjanjikan perlindungan sinar UV, hasil matte di kulit, dan ramah untuk kulit yang mudah berkomedo.

Produk bedak ber-SPF artinya nggak selalu bisa terjamin dapat memberikan perlindungan UV jika dipakai sendirian. Kamu tetap harus mengaplikasikan pelembap atau sunblock sebelumnya. Bedak SPF akan berguna ketika kamu melakukan touch up di siang hari. Semacam mendapat perlindungan baru, begitu. Tapi harus hati-hati ketika kamu mau selfie ketika sedang memakai bedak SPF, apalagi kalau malam hari. Beberapa produk ber-SPF memiliki sifat memantulkan cahaya, sehingga bisa jadi hasil foto kamu akan terkena efek whitecast.


Butiran bedak ini lembut dan punya butiran yang halus. Kalau saya bisa bilang, ini adalah bedak yang nyaman banget kena di kulit. Ketika dipakai, bisa nyatu dengan kulit wajah tanpa ada cemang-cemong. Btw, saya punya kawan namanya Utari. Dia suka mengistilahkan bedak yang cemang-cemong dengan istilah 'bedak berenang-renang' di wajah. Hahaha. Kalau pakai istilah versi dia, bedak Pixy ini nggak demen berenang-renang di wajah, maunya nempel terus kayak perangko.

Padahal perangko bisa nempel cuma kalo dilem atau dijilat dulu. Saya masih bertanya-tanya tentang sebuah iklan komersial produk talk wangi anti bau badan yang memberi jaminan lawan jenis kita bakal nempel terus kayak perangko. Itu maksudnya dijilat dulu kah, baru mau nempel? Abaikan.

 

Sudah saya jelaskan di atas kalau kemasannya saya suka. Ternyata dalemnya juga saya suka. Err, sebenernya saya selalu suka dengan desain kemasan bedak jenis apapun sih, termasuk Pixy ini. Hanya perbedaannya adalah desain lace di permukaan kemasan, dan warna pink yang lucu. Perpaduan vintage dan girly yang pas menurut saya. Disadari atau tidak, tapi produk ini mengingatkan saya dengan produk-produk makeup unyu dari Korea.


Kejutan, sponsnya juga nyaman dipakai. Bentuknya cukup tebal dan kokoh dan cuci-able. Maksudnya, karena kekohohannya, spons ini bisa dicuci, kemudian dipakai lagi. Saya sering lho menemukan spons bedak yang mudah rusak dan bolong-bolong. Sehingga setelah dipakai, harus ganti dengan yang baru. Belum lama ini malahan, saya baru saja memakai bedak tabur lokal merk profesional, yang harganya cukup premium, ternyata sponsnya sangat mengecewakan sekali. Baru dipakai seminggu sudah langsung minta diganti. Kapan-kapan deh saya review produk itu.

Tiada kesan apapun sebuah review tanpa foto. Hihi. Foto di bawah ini menggunakan Pixy Pure Finish setelah pemakaian 5 jam, meskipun, saya akui, foto ini nggak mewakili hasil produk ketika digunakan.


Foto ini mewakili warna di kemasan produk. Dan mewakili keadaan pipi saya yang bertambah besar dua kali lipat setelah belasan postingan.
Kesimpulannya produk ini bagus buat kamu yang pengen tekstur bedak ringan (tanpa embel-embel TWC), dan kepingin hasil yang matte. Sejauh saya pakai, bedak ini memang memberikan hasil yang matte di kulit saya yang cenderung berminyak. Jika minyak wajah saya sudah mulai berproduksi, sementara saya sudah memakai bedak ini, hasil di wajah cenderung dewy dan berkilau sehat.

Kalau kekurangan produk ini apa ya? Ehmm, mungkin bagi yang nggak suka dengan warna pink? Atau yang tidak suka dengan pilihan warna yang sedikit. Karena Pixy baru mengeluarnya 3 varian warna untuk produk ini. Sebetulnya dari ketiga warna itu nggak ada yang cocok dengan warna kulit saya, tapi manurut Mbak-Mbak yang jual, saya disarankan memakai warna cream yang tonenya kuning (tone kulit saya pink). Yeahh, akhirnya saya tetap pakai juga, dan bisa 'dipaksain' supaya nyatu sama warna kulit. Hehe.

+Andhika Lady Maharsi

Monday, October 21, 2013

Review Bedak Padat Fanbo Gloria 5

Kalau pertama kali lihat bedak ini, pasti mikirnya "Bedak retro, jadul, eh, tapi kemasannya lucu juga yah, ukir-ukiran begitu". Terus kalau dilanjut dengan membaui bedak ini, pasti mikir "Baunya menyengat banget! Duh, ini beneran aman dipakai? Banyak pewanginya, kaya bedak jaman kemerdekaan". Tapi kalau dilanjut dengan memakainya, saya sih nggak mikir macem-macem, tapi langsung nulis reviewnya karena bedak ini saya sukaaa banget. :D

Namanya bedak Fanbo Gloria 5, Jeng Arum Racun pernah mereviewnya di sini, begitu pula Jeng Puput di sini. Berhubung mereka adalah blogger favorit saya, dan mereka bilang bedak ini bagus, yasudahlah, saya manut dan kena racunnya. Saya ini tipenya manutan kok. Hehe. Gampang terpengaruh sama pengalaman orang, apalagi kalau pernah pegang barangnya langsung.

Sekalian beli dua.
  • Kemasan
Seperti yang sudah dibilang tadi, bedak ini memang konsepnya retro. Warnanya putih dengan materi yang cukup kokoh. Kemasan tersebut bergores seni khas Asia Timur, mirip sama ornamen pada rumah-rumah tradisional China. Kemudian dus kotaknya juga berwarna emas meriah. Kalau dilihat dari kemasannya sih, pantasnya dia ada di meja rias retro dengan embak-embak bersasak tinggi berlipstik merah sedang berpose di depannya. Pokoknya kemasan bedak ini retro abis. Nggak sayang kalau punya satu atau dua biji untuk dipajang di meja rias.

  •  Aroma
Biasanya kalau saya ngreview bedak, bagian aroma saya lewati. Namun berbeda dengan Gloria 5, yang mana karena aroma bedak ini sangat kuat dan menyengat untuk ukuran bedak, mau nggak mau, saya cerita juga. Ada orang yang nyaman-nyaman saja dengan aroma ini (untuk saya, sejujurnya kurang nyaman sih, hehehe), ada pula yang justru terganggu dengan aromanya. Aromanya wangi khas bedak jadul. Produsen Fanbo mungkin tidak akan menghilangkan ciri khas bedak ini, termasuk aromanya karena memang produk yang terus menerus diproduksi. Meskipun saat ini produk-produk Fanbo banyak yang baru dengan kualitas yang harga yang lebih mahal.

  • Spons
Kita lari ke spons. Tidak ada yang spesial dari spons ini, tapi bentuknya cenderung tipis dan kayaknya sih kurang tahan lama untuk menghabiskan seluruh isi bedak. Berbeda dengan kesan pertama ketika melihat wadah bedak yang retro, pas saya ketemu sama spons-nya, kok biasa saja. Ada baiknya sedia spons tambahan yang lebih mudah dipakai dan lebih nyaman.
  • Warna
Saya beli dua, yang satu cenderung tone kuning bernama Beige 5, satunya lagi tone pink bernama Natural 2.


Yang di atas ini adalah shade Beige . Warnanya cocok untuk kulit kekuningan. Tadinya saya membeli ini, tapi ternyata ketika dipakai di kulit saya, jatuhnya jadi gelap. Padahal pas ditanya ke BA-nya, katanya kulit saya lebih cocok ke warna ini. Huhu, jadi pelajaran deh, sebaiknya jangan mengandalkan 100% pilihan shade pada BA, kecuali memang sudah profesional dan sudah kenal. Akhirnya saya beli lagi yang shade lain. Ah gapapa, murah inih. :D


Nah, yang di atas ini warna Natural 2, pas dicocok ke kulitku, memang lebih masuk yang ini. Warna ini lebih terang dan memiliki hint shade pink. Terus, bedak yang shade Beige di kemanakan? Ditaruh saja di lemari, siapa tahu ada yang mau saya dandanin pakai bedak itu, kalau yang bersangkutan tidak keberatan dengan aroma, tentunya. :D

Perbandingan antara warna kiri = Natural 2, kanan = Beige 5.
  •  Tekstur
Bedak ini mengklaim telah dilengkapi dengan foundation, tapi yang saya rasakan, sepertinya terlalu powdery untuk ukuran Bedak Two Way Cake. Namun tidak teksturnya tidak seperti bedak padat biasa juga. Jadi tekstur ini tengah-tengah antara bedak padat dan bedak TWC. Nah, yang saya sukai, bedak ini menempel dengan baik di kulit saya, dan memiliki daya tahan yang sangat bagus. Saya coba memakai pelembap + sunblock + bedak Fanbo Gloria 5 (tanpa foundation) ternyata bisa nampil kece di kulit untuk waktu sekitar 6 jam. Saya bandingkan dengan bedak padat biasa, cuma tahan 3 - 4 jam. Sedangkan kalau pakai TWC, kadang efeknya cakey dan nemplok banget, apalagi kalau berkeringat agak banyak.
Memang benar adanya kalau bedak Fanbo Gloria 5 ini sifatnya tidak seringan bedak padat biasa, namun tidak se-thick TWC.

Bare Face. Cuma pelembap
Kiri = pakai pelembap + sunblock + bedak Fanbo Gloria 5. Kanan = kiri + alis + eyeliner + lipstik.
Untuk saat ini, bedak ini adalah andalan saya kalau pengen makeup yang tipis sehari-hari. Makeup tipis versi saya adalah cuma pelembap + sunblock + bedak dan tidak perlu pakai foundation atau BB Cream. Selain karena dandan memakai foundation cenderung lama, saya juga kurang menyukai jika kulit saya kerap ditumpuk sama bahan-bahan tersebut. Memang tidak apa-apa memakai bahan tersebut, saya nggak bilang kalau pakai foundation/BB Cream itu tidak bagus, tapi adakalanya kulit kita butuh bernafas. :)

Ada yang tanya berapa lama saya dandan begitu?

Pakai pelembap: 1 menit
Sunblock: 30 detik
Bedak: 30 detik
Alis: 1 menit
Eyeliner: 1 menit
Lisptik: 30 detik
Blushon: 30 detik
Jilbab: 1 menit

Total: 6 menit. (ditambah foto-foto selfie kurang lebih 9 menit, anggap saja jadi 15 menit. hehehehe)

Harga : Rp 11.000,00
Positif :
- Kemasannya retro, enak dilihat.
- Mudah menempel di kulit saya.
- Tahan lama.
- Pilihan warnanya cocok untuk kulit Indonesia.
- Mudah dicari karena merk lokal.

Negatif :
- Spons kurang berkualitas.
- Wanginya cukup mengganggu bagi sebagian orang.

@andhikalady

Friday, October 11, 2013

Produk yang Bikin Kulit Badan Nyaman

Sebelumnya terimakasih pada Jeng @giaLova_ yang kemarin menyebut blog www.jenganten.com di salah satu mentionnya. Ternyata twit tersebut di-RT sama seorang selebtwit, lalu  banyak yang nge-fav, retweet, dan alhasil trafik hari kemarin naik jadi 2.758 hits dalam sehari! Alhamdulillah banget nggak sih? Biasanya saja jarang lebih dari 2.000 hits. Saya mendadak merasa jadi selebBlog. Hahaha. :)

Thankyou.. :))
Capture dari dashboard.
Baiklah, untuk selanjutnya, saya mau cerita tentang beberapa produk yang sering saya pakai buat badan yang kering nih. Badan yang kering? Hehe, maksudnya, saya membedakan produk badan itu jadi dua jenis:
  1. Produk untuk badan basah, yaitu produk yang dipakai untuk mandi, seperti lulur, sabun, shower cream, shower gel, scrub, dan lain-lain. Pokoknya produk yang dipakai sambil berbasah-basahan(?)
  2. Produk untuk badan kering, ya produk yang dipakai pas badan dalam kondisi kering. Seperi lotion, sunblock, bedak badan, deodoran, dan sebagainya.
Ada beberapa produk yang suka saya pakai, tergantung kebutuhan. Lotion dan bedak bayi merupakan salah dua yang wajib tersedia. Lotion sebagai penjamin kelembapan dan perlindungan kulit, dan bedak bayi sebagai ajang nostalgia masa kecil ketika masih ditimang Mamah. Kadang saya tambahi juga dengan minyak telon untuk mendapatkan efek binggo. Hehehe. Tapi ada pula kondisi di mana kulit saya membutuhkan perhatian khusus, misalnya kalau kulit saya bermasalah (biasanya sih kulit punggung) seperti jerawat punggung, saya memakai bedak yang ada kandungan antibakteri.



Nah di sini saya mau share produk-produk yang biasa saya pakai. Semuanya bukan produk yang susah didapat. Tinggal jalan saja ke apotek atau supermarket terdekat, pasti ada. :D
  • Lotion Marina

Saya penggemar lotion Marina. Meski saya juga beli-beli yang lain, tapi tetap saja nyetok Marina. Hehe. Saya sudah dua kali mereview Marina di sini dan di sini. Untuk kulit saya, Marina ini sudah cukup untuk melembapkan kulit lebih lama dan memiliki perlindungan UV juga.
  • Johnson's Baby Powder Milk

Bedak bayi favorit! Aromanya mengingatkan saya pada masa kecil. Saya suka pakai ini di malam hari ketika mau tidur. Rasanya jadi tenang dan nyaman. Apalagi kalai ditambah dengan minyak telon. Duhh, langsung pengen di ci-luk-ba sama Mamah pokoknya.
  • Rexona Women Deo Lotion
 

Entah kenapa ya, saya kalau pakai deodoran yang biasa, wangi sih, tapi keringatnya tetep keluar. Meski sehari-hari saya kerja di ruangan ber-AC tetep saja saya berkeringat. Tapi kalau pakai Rexona yang ini, keringat lebih terkontrol dan nggak gampang membasahi pakaian. :)
  • Herocyn Medicated Skin Powder

Ini adalah bedak andalan untuk kulit bermasalah. Saya ini ternyata jerawatnya nggak cuma di muka, tapi di punggung juga menggelora. Aaarghh. Meski sehari-hari ketutup, tapi kan namanya kulit, mau tersembunyi seperti apapun tetep harus diperhatikan. Oke deh, kalau kulitnya nggak bermasalah, cuma disabunin saja sudah nurut, tapi kalau sampai mengeluarkan jerawat, kayaknya musti harus diobatin deh. Biasanya obat jerawat punggung itu bentuknya bedak (ada pula yang lotion, sabun antiseptik, dll). 

Bedak Herocyn ini mengandung Salisyl yang mampu menghalau penyebab jerawat. Serunya, ketika dioles, ada sensasi semriwingg yang bikin nyaman. Tapi buat sebagian orang, aroma bedak ini kurang enak. Jadi untuk amannya, saya cuma pakai di malam hari dan biarkan sampai paginya. Lumayan membuat jerawat punggung mengering lho.

Well, jadi baru empat produk badan yang saya share hari ini. Sebenernya masih ada beberapa produk lain, mungkin di next post saya ulas.

Oh iya, barangkali ada yang suka lagu klasik? Saya sedang suka lagu-lagu klasik yang diaransemen untuk lagu modern. Contohnya lagu-lagu ini nih:


Coolio, I See You When You Get There. Memakai instrumen lagu klasik Pachelbel Canon.

  
Nas, I Know I can. Memakai instrumen lagu klasik Fur Elise.


Monday, July 29, 2013

Rivera Face Shimmering Powder

Saya bukan pengguna shimmering powder sih sebenarnya. Buat saya, items makeup yang ada shimmer-shimmernya itu kalau bukan eyeshadow, blushon ya lipstik. Kalau untuk bedak shimmer? Errrr, pikir-pikir dulu deh untuk pakai setiap saat. Kenapa? Yang pertama, kulit saya itu tipenya berminyak, jika ditambah bedak shimmer, maka kesan minyaknya akan makin kelihatan. Kedua, tekstur kulit saya nggak rata, kalau ditambah bedak shimmer, makin kelihatan lah ketidakrataanya.

Tapi kadang-kadang saya juga butuh bedak shimmer. Salah satunya adalah sebagai bedak finishing untuk makeup panggung. Kalau saya pakai makeup untuk menari, biasanya sehabis makeup, saya tambahi pakai finishing berbentuk bedak shimmer. Kenapa? Ya supaya karakter wajah lebih berkilau dan bercahaya, begitu istilahnya. Tapi berdasar pengalaman saya, pemakaian bedak shimmer untuk tujuan "bercahaya" itu cuma berlaku buat makeup panggung saja Jeng. Kalau pakai ginian buat ke mall, ke kampus atau ke kantor, bisa-bisa kita dijuluki kembaran Banci Taman Lawang. Soalnya bagi saya cukup lebay hasilnya.

Salah satu kegunaan lain adalah memberi karakter pada wajah kalau mau difoto. Bubuhkan shimmer secukupnya sebagai highlight di batang hidung, bawah mata, atasan eyeshadow, dagu dan pipi. Maka kontur wajah akan semakin kelihatan, istilahnya dibuat tampilan 3D ketika difoto. Tutorial kontur wajah mungkin akan saya bahas lain kali di postingan tersendiri.

Kali ini saya akan bahas salah satu shimmering powder merk lokal berjudul Rivera Face Shimmering Powder.



Kenapa saya beli ini? 1. Saya butuh shimmering powder. 2. Harganya terjangkau. 3. Konsep penjualan yang membanderol empat shade shimmer powder dalam satu kemasan. 4. Kalau dilihat dari kuas dan uliran, kayaknya menarik nih untuk dipunyai atau sekedar nangkring di makeup pouch.
  • Kemasan
Konsep kemasannya cukup menarik, yaitu mewadahi empat shade sekaligus. Cara pakainya adalah menggunakan kuas. Jika ingin mengganti warna, tinggal diulir di warna yang sesuai, dan sambungkan dengan kuasnya. Praktis dan simple.
Dari segi kualitas kemasan, kalau dilihat sepintas sih kayaknya lucu dan elegan, ada warna gold dan dengan pelengkap sebuah kuas. Tapii, begitu dipegang, duh, kok plastiknya rapuh banget ya? Saya menduga jika kemasan ini jatuh, maka bedaknya akan bubar ambyar ke mana-mana. Kuasnya juga mengecewakan, bulunya kasar dan terasa nyelekit ketika dipakaikan ke kulit. Akibatnya, kuas ini nggak pernah saya pakai, kalau mau pakai bedaknya, ya pakai kuas tambahan sendiri.

Kuasnya cukup kasar. :(

  • Shade
Bedak ini terdiri dari empat kumpulan shade yang berbeda. Di mata saya, warna-warna bedak ini adalah beige, gold beige, pink, dan silver. Hmm, mungkin ada pengistilahan warna lain yang lebih tepat beserta hint-hintnya. Maklum, saya sendiri masih belajar tentang warna-warna pada makeup.

Add : Saya mencoba Googling, ternyata empat warna tersebut namanya adalah Nature Gold, Crystal, Exotic Pink & Satin Beige. Hihihihi. :D

Keempat shade ini memiliki butiran shimmer yang kentara, dan cukup terlihat ketika dipakai di kulit. Saya suka yang warna pink, karena mirip dengan tone kulit saya dan mampu membuat kulit menjadi lebih segar.

Searah jarum jam : Satin beige, natural gold, crystal, exotic pink.
  • Tekstur
Satu kata yang bisa saya deskripsikan untuk tekstur bedak ini = terbang! Artinya, bedaknya gampang banget terbang ke mana-mana kalau nggak hati-hati. Lihat saja gambar di bawah ini, baru dijejer saja sudah mengotori dasar yang saya pakai untuk foto. Adapun untuk kehalusan dan bentuk shimmer, teksturnya saya suka, dia cukup halus dan lembut dioles. Butiran shimmer-nya juga cukup kecil-kecil.

  • Swatch
Ini hasil swatch di kulit. Sudah kelihatan shimmernya.


Kesimpulan : bedak ini bagus untuk shimmer di kulit (nanti ada post khusus untuk kontur wajah), kemasannya kreatif yaitu membungkus empat warna sekaligus, cukup worth untuk produk lokal berharga terjangkau dengan kegunaan yang cukup ideal. Hanya ada beberapa poin review yang saya kurang suka yaitu kemasannya terlalu rapuh, kuasnya kurang berkualitas, dan tekstur yang mudah terbang jika kemasannya dibuka. 

Harga : Rp 28.000,00 , 4 x @1,2 gram.

@andhikalady

Monday, September 17, 2012

Viva Bedak Keluarga Kuning Langsat


Saya (lagi) suka sekali dengan hal-hal yang berbau retro dan vintage. Kemarin saya baru saja haul lipstick merah, topi bulu dan browsing bermacam-macam gaya baju retro Vintage. #eh. Pun ketika saya memutuskan untuk membeli bedak ini :

Viva Bedak Keluarga Kuning Langsat.

Mau tau kisahnya kenapa saya beli bedak ini?

Awalnya saya ingin repurchase bedak Marck saya yang berwarna pink. Tapi begitu melihat di rak sebelah ada wadah putih serupa Marcks berbunga-bunga dan bermerk Viva, langsung saya comot. But wait, saya membeli ini bukan berarti saya kepingin ganti set powder saya yang sudah cocok dengan Marcks. Saya sudah pernah nyobain Marcks dan tahu kualitasnya. So, kalau ditanya kenapa saya tiba-tiba berubah membeli Viva, itu murni karena saya suka dengan kemasannya yang Vintage full.

Permukaan wadah. Retro. Gambar bunga Sepatu. Ungu lagi. <3 <3 <3

Saya membayangkan nenek saya ketika muda sedang berdandan berfoundie Kelly, berbedak Viva sambil menunggu sang Kakek (tentunya beliau muda juga) datang ke rumahnya dengan rambut berklimis rapi aroma minyak nyong-nyong. :)

Hmm, ternyata mengetahui kosmetik jaman dulu itu menyenangkan ya, Jenganten? Pasti sangat menarik ketika ngobrol dengan nenek / Oma tentang ritual kecantikan apa yang mereka lakukan. Minyak rambut apa yang bisa bikin rambut kelimis dan bebas kutu. Baju seperti apa yang mereka pakai untuk ngedate. Bahkan bentuk BH dan pembalut macam apa yang beliau kenakan. Saya pernah menanyai Nenek dan Kakek tentang semua itu. Tidak disangka, pertanyaan begitu berujung menjadi tiga jam diskusi tentang Retro Grooming yang super menarik. Kalau kamu penasaran, tanyai Nenekmu sekarang juga. Ajak diskusi. Minta tips juga tentang beauty.

Bedak Viva ini, auranya sudah retro banget. Dari gambar bunga sepatu di permukaannya, bentuknya yang sederhana, dan isinya yang berwarna kuning langsat terang. Bicara tentang kuning langsat, saya jadi ingat bahwa ukuran cantik pada jaman dulu itu bukan kulit putih seperti sekarang, tapi kulit bersih yang berwarna kuning langsat. Bedak Viva ini mengakomodir kebutuhan untuk kuning langsat tersebut. Dan setahu saya, produk Viva tidak mengeluarkan produk pemutih (Update : kata Jeng Arum ada beberapa produk Viva pemutih, saya cek ternyata benar ada. Tapi totalnya nggak banyak). Tagsnya sederhana, menciptakan kosmetik untuk wanita Indonesia yang sesuai dengan iklim tropis. That is why I love Viva Cosmetics. 

Warnanya kuning langsat.

Label tepi harus dilepas dulu sebelum bisa dibuka.
Harga bedak ini sangat-sangat terjangkau. Menurut saya, harga murah itu hanya bonus. Buat saya, yang penting dari sebuah kosmetik adalah kualitas dan kecocokan dengan kulit. Kalau kualitas bagus, cocok dengan kulit saya, meski harga mahal (asal terjangkau), saya mau beli. Pun ketika sebuah produk yang muraahh banget-nget, asal dia berkualitas tentu saya cari.

Bedak ini bertekstur serbuk yang halus. Tidak dilengkapi saput. Jadi harus membeli saput atau kuas bedak tersendiri. Adapun kualitas, warna dan ketahanan minyak kira-kira sebelas dua belas dengan Marcks.
Yang paling saya suka adalah warnanya. Kuning Langsat pastel. Saya seperti mendapat bedak sekualitas Marcks tapi berwarna kuning langsat. Lumayan lho. Kalau Jenganten sudah cocok memakai bedak Marcks tapi tidak ada warna yang cocok di kulit, boleh lho, repurchase dangan bedak Viva ini.

Tekstur bedak. Kuning Langsat pastel.

Lihat lebih dekat
Bedak ini terasa ringan di kulit. Meski berwarna kuning langsat, pigmen warna di dalamnya tidak terlalu banyak. Cocok banget kalau untuk set foundie, atau cuma ingin bermake-up yang tipis-tipis. Bisa juga digunakan untuk menghalau minyak di wajah. Sapukan ke wajah ketika kulitmu berminyak. Muka langsung kembali segar, bebas  minyak dan nyaman. 



Selain itu, di bagian komposisi juga terdapat kandungan Asam Salisilat 0,5%. Kabarnya kandungan Asam Salisil pada bedak disebut-sebut mampu mengusir bakteri penyebab jerawat. Jadi bedak ini relatif aman untuk jenis kulit apapun.

Mengenai aroma, bedak ini samar lembut wangi Viva (ada aroma bunganya) yang menyegarkan. Buat saya sih wanginya enak. :). Dan satu lagi, menurut saya, wangi bedak Viva ini lebih bagus dari bedak sejenis merk lain. Cocok banget deh, sama gambar bunga di kemasannya. :)

... Kecuali untuk kulit bayi di bawah tiga tahun.
Harga : Rp 5.000,00 (60 gram)

By the way, saya kok kepingin punya meja rias retro seperti ini :

Sumber
Ohya, sekalian numpang taruh Teaser film retro vintage yang saya tunggu-tunggu tahun ini :


 Habibie Ainun. Pokoknya harus nonton. :))

xoxo. Lady. @andhikalady


Ads