Showing posts with label NOTD. Show all posts
Showing posts with label NOTD. Show all posts

Sunday, November 9, 2014

[Jenganten NOTD] Aksen Tulisan Koran di Kuku


Hari ini saya baru saja mencoba mewarnai kuku menggunakan kertas koran. Hah? Kok pakai koran? Emangnya pakai kuteks saja masih kurang? Hoho, nggak begitu Jeng, pakai koran maksudnya adalah dipakaikan kuteks dulu, baru ditimpa koran. Penggunaan koran ini difungsikan untuk mengambil aksen tulisan-tulisan dari koran supaya menempel ke kuku.

Yuk kita lihat langkah-langkahnya. Bahan-bahan yang dipersiapkan adalah :
1. Kertas koran.
2. Kuteks warna cerah.
3. Top coat.
4. Alkohol.
5. Gelas untuk merendam.
6. Tangan kamu (ya iyalah).



Langkah-langkah:
1. Warnai kuku kamu dengan kuteks warna cerah.
2. Rendam potongan kertas koran di dalam alkohol.
3. Tempelkan kertas koran yang sudah terkena alkohol ke kuku kamu.
4. Tunggu sebentar sambil ditekan-tekan.
5. Sebelum benar-benar kering, angkat potongan kertas koran dari kuku.
6. Taraa, tulisan koran sudah ada di kukumu!
7. Akhiri dengan pemakaian top coat untuk mempertahankan tulisan di kuku.


Tips tambahan:
1. Untuk warna tulisan koran yang lebih vibrant, bisa dicoba dengan ngeprint sendiri kertas hvs tipis dengan tinta warna hitam.
2. Semakin cerah dasar kuteks yang dipakai, semakin tulisan koran menjadi lebih kelihatan.
3. Saya mengambil kertas koran biasa, artinya ketika ditempelkan di kuku, hasilnya adalah tulisan yang terbalik (kayak di cermin). Supaya lebih nggak kebalik, ada baiknya ngeprint sendiri dengan aksen huruf terbalik.
4. Jangan kelamaan menempelkan kertas ke kuku karena sisa kertas bisa ikutan menempel dan hasilnya jadi jelek.
5. Percobaan kali ini bisa dibilang gagal, coz warna tulisan yang sampai di kuku saya masih kurang jelas. Next mungkin saya akan praktikkan tips nomor 1-4 supaya bisa lebih bagus hasilnya. :)


Selamat mencoba.

Wednesday, April 17, 2013

NOTD : Nail in Blood.


Tidak ada bulan tanpa aktifitas ngecat kuku.

Duh, kukuku sayang, kuku yang sehat, bentuknya segi panjang, dan entah kenapa selalu lentik (??). Kukuku yang cantik, berubahlah menjadi semerah darah dengan kekuatan datang bulan beserta sapuan kuas nail polish!! (??)

 

 Saya memakai Oriflame Pure Colour Nail Polish Burgundy dengan tambahan lapisan Pokari pink glitter.


 

Pertama-tama, cat kuku dengan kuteks warna merah Burgundy.


Kemudian lapisi dengan pink glitter. Dan taraaa...

 

 



Purple Victorian Ring, Kipas Bali, Laptop, tembok milik pribadi.
Terimakasih untuk  @fAnnisaa yang udah bantuin ngoles kuteks. Hihi.

Monday, February 11, 2013

Nail of The Day Turquoise Pink Blink + Pamer Kuku


Saya belum pernah posting NOTD di blog ini. Tapi kemudian saya sadar bahwa kuku saya, ehm...., kuku saya, anu...., kuku saya itu punya nilai akreditasi di atas rata-rata. Saya memiliki kuku alami berbentuk persegi panjang dengan warna yang cenderung rata pink merona. *ini lagi cerita tentang kuku apa iklan krem pemutih?*.

Nah, kuku-kuku ini sudah biasa saya panjangkan sejak jaman SMP. Nggak taulah dulu kok bisa saya memanjangkan kuku tapi nggak ketahuan guru kedisiplinan? Tanyakanlah pada Lady Kimcil jaman SMP. Sejak saat itu saya tidak bisa berhenti memanjangkan kuku. Kalaupun saya potong tandas, pasti nanti akan panjang lagi, panjang lagi. Menurut saya, kuku panjang itu manfaatnya banyak. Cantik, jelas. Lentik, jelas. Buat menari pasti tambah bagus. Buat ngupas jeruk, okelah. Dan punya kuku yang panjang itu memiliki keuntungan memperoleh jarak jangkauan ngupil yang lebih dalam.

Tapi meski begitu, hanya jari tangan kiri saja yang kukunya saya panjangkan. Kenapa? Karena saya bukan orang kidal dan yang paling penting tangan kanan saya pakai untuk makan pecel lele. Kan nggak lucu kalau makan pecel lele tapi sambel lelenya masuk nyelip ke kuku. Pasti kenikmatan makan pecel lele berkurang 150%.

Jadi untuk itulah, sekali-kali saya kepingin pamer kuku saya yang berpoles kuteks. Biasanya saya cuma pajang kuku telanjang saya, tapi saat ini, silahkan menikmati kuku saya berpolish kuteks merk Pokari.



Iya, kuteks Pokari memang harganya murah, cuma 6.000 rupiah. Tapi untuk orang yang cuma modal kuku bagus tanpa skill nail art yang mahir, kuteks ini cukup mumpuni untuk saya pakai bermain-main dengan kuku. Kalau hasilnya jelek, ada aseton. Takut bahaya? Sudah ada nomor BPOMnya tuh. Cover? Yew, kuteks Pokari menurut saya memiliki cover yang jelek. Saya harus mengoleskannya dua lapis untuk mendapatkan warna turquoise yang menawan. Stay Power? Saya suka dengan stay power kuteks Pokari. Dia tetap awet di kuku saya meski sudah dipakai berhari-hari.



Jari tangan kanan.

Tangan kanan.




Senjata

Senjata
Oh, I love my nails very much.

@andhikalady

Ads