Showing posts with label Loose Powder. Show all posts
Showing posts with label Loose Powder. Show all posts

Sunday, June 28, 2015

[Review] Make Over Silky Smooth Translucent Powder

Make Over.
Brand yang bersaudara dengan Wardah ini, punya banyak produk-produk yang saya suka. Baik produk yang saya pakai sendiri, maupun yang saya pakai untuk merias. Salah satunya adalah bedak tabur translucent ini. Bedak ini telah menjadi andalan saya untuk setup powder untuk setiap pemakaian foundation di wajah-wajah orang yang saya rias. Translucent menjadi pilihan saya ketika pengen nyari varian warna bedak yang cocok dengan semua warna kulit. Satu warna bisa masuk ke kulit tone pink maupun kuning. Serunya, bedak tipe translucent bisa nyambung dengan semua warna foundation.


Sebelumnya, mari kita menutaskan rasa penasaran tentang pengertian translucent dan kenapa bedak translucent bisa masuk ke semua warna kulit. Pertama-tama, saya nyari padanan istilah translucent dalam bahasa Indonesia, artinya adalah tembus pandang. Tetapi menurut Wikipedia, translucent itu berbeda dengan transparan. Suatu benda dikatakan transparan jika mengijinkan hampir seluruh cahaya melewatinya. Sedangkan translucent itu semi-semi. Cahaya boleh lewat, tetapi nggak semuanya. Sampai di sini saya lebih setuju jika translucent diartikan sebagai benda buram.

Tetapi agak aneh juga, kalau bedak kok disebut bedak buram. Apakah kamu mau beli, kalau di label bedak dituliskan "Bedak buram, memutihkan kulit dalam waktu lima menit saja, cling!"? Adanya paling kita jadi suuzon kalau-kalau bedaknya bikin buram hidup kita juga. :p

Bedak translucent adalah bedak yang dibuat dengan formula sedemikian rupa sehingga ketika dipakai, warnanya akan menyesuaikan warna kulit. Dia tidak mengubah warna asli kulit karena memakai prinsip ke-translucent-an, alias mengijinkan cahaya tetap bisa melewati lapisan bedak.


Deskripsi Produk:
Nama Produk: Make Over Loose Powder Translucent
35gr
Ada saput bedak di dalamnya.
Halal certified.

Kemasan:

Kemasannya dibuat sesuai standar dan signature Make Over. Berwarna hitam, dengan tulisan Make Over yang besar. Plastik yang mewadahinya cukup tebal sehingga bedak ini takkan hancur meskipun jatuh. Tapi jangan dijatuh-jatuhin juga dong ya?


Spons bedak:

Dengan menyesal saya harus bilang bahwa spons bedak ini sudah saya buang sebelum sempat foto-foto dengannya. Spons bedak ini sudah saya ganti karena, spons bawaan sangat tidak direkomendasikan. Bentuknya tipis sekali dan mudah hancur. Saya hanya bertahan satu minggu saja dengan spons bawaan. Setelah itu, saya ganti dengan yang lain, atau memakai kuas saat memakai. Sesungguhnya saya selalu pakai kuas, tetapi sponsnya tetap saya biarkan untuk menutupi lubang-lubang bedak agar tidak berceceran.


Tekstur:

Bedak ini lembut dan mudah menempel di kulit. Seperti namanya, Silky Smooth, bedak ini memang betulan lembut sekali. Butirannya dua kali lebih halus daripada bedak bayi. Akan tetapi, meskipun bawaannya lembut dan mudah menempel, hasil akhir pakai bedak lebih bergantung pada alat yang kamu pakai atau tekniknya. Yang jelas sih, dengan spons bawaan agak kurang oke ya. Pertimbangkan untuk memakai kuas kabuki yang juga lembut.
Bedak ini juga samar-samar memiliki butiran shimmer dengan konsentrasi yang kecil sekali.



Hasil Akhir:

Bedak ini punya judul translucent dan bertekstur lembut. Yang harus kita perhatikan adalah, bedak translucent rata-rata kurang bisa diandalkan dalam hal coverage. Demikian juga dengan bedak Make Over ini. Kalau kamu mendamba coverage, caranya ada 2 jenis:

1. Pakai foundation/BB Cream yang punya coverage baik, kemudian lakukan set powder dengan bedak translucent.
2. Pakai Two Way Cake.


Kesimpulan:

Bedak ini hasilnya ringan di kulit, minim coverage dan tidak mempengaruhi warna asli kulit. Fungsi utama bedak ini adalah untuk setup powder, bukan sebagai satu-satunya produk yang dipakai di wajah, apalagi bedak ini memang nggak punya bahan SPF. Kamu akan menyukai bedak ini jika pengen hasil akhir yang lembut, tidak mengubah warna asli kulit, dan telaten. Telaten dalam hal ini adalah mau menggunakan tools yang tepat.



Monday, July 29, 2013

Rivera Face Shimmering Powder

Saya bukan pengguna shimmering powder sih sebenarnya. Buat saya, items makeup yang ada shimmer-shimmernya itu kalau bukan eyeshadow, blushon ya lipstik. Kalau untuk bedak shimmer? Errrr, pikir-pikir dulu deh untuk pakai setiap saat. Kenapa? Yang pertama, kulit saya itu tipenya berminyak, jika ditambah bedak shimmer, maka kesan minyaknya akan makin kelihatan. Kedua, tekstur kulit saya nggak rata, kalau ditambah bedak shimmer, makin kelihatan lah ketidakrataanya.

Tapi kadang-kadang saya juga butuh bedak shimmer. Salah satunya adalah sebagai bedak finishing untuk makeup panggung. Kalau saya pakai makeup untuk menari, biasanya sehabis makeup, saya tambahi pakai finishing berbentuk bedak shimmer. Kenapa? Ya supaya karakter wajah lebih berkilau dan bercahaya, begitu istilahnya. Tapi berdasar pengalaman saya, pemakaian bedak shimmer untuk tujuan "bercahaya" itu cuma berlaku buat makeup panggung saja Jeng. Kalau pakai ginian buat ke mall, ke kampus atau ke kantor, bisa-bisa kita dijuluki kembaran Banci Taman Lawang. Soalnya bagi saya cukup lebay hasilnya.

Salah satu kegunaan lain adalah memberi karakter pada wajah kalau mau difoto. Bubuhkan shimmer secukupnya sebagai highlight di batang hidung, bawah mata, atasan eyeshadow, dagu dan pipi. Maka kontur wajah akan semakin kelihatan, istilahnya dibuat tampilan 3D ketika difoto. Tutorial kontur wajah mungkin akan saya bahas lain kali di postingan tersendiri.

Kali ini saya akan bahas salah satu shimmering powder merk lokal berjudul Rivera Face Shimmering Powder.



Kenapa saya beli ini? 1. Saya butuh shimmering powder. 2. Harganya terjangkau. 3. Konsep penjualan yang membanderol empat shade shimmer powder dalam satu kemasan. 4. Kalau dilihat dari kuas dan uliran, kayaknya menarik nih untuk dipunyai atau sekedar nangkring di makeup pouch.
  • Kemasan
Konsep kemasannya cukup menarik, yaitu mewadahi empat shade sekaligus. Cara pakainya adalah menggunakan kuas. Jika ingin mengganti warna, tinggal diulir di warna yang sesuai, dan sambungkan dengan kuasnya. Praktis dan simple.
Dari segi kualitas kemasan, kalau dilihat sepintas sih kayaknya lucu dan elegan, ada warna gold dan dengan pelengkap sebuah kuas. Tapii, begitu dipegang, duh, kok plastiknya rapuh banget ya? Saya menduga jika kemasan ini jatuh, maka bedaknya akan bubar ambyar ke mana-mana. Kuasnya juga mengecewakan, bulunya kasar dan terasa nyelekit ketika dipakaikan ke kulit. Akibatnya, kuas ini nggak pernah saya pakai, kalau mau pakai bedaknya, ya pakai kuas tambahan sendiri.

Kuasnya cukup kasar. :(

  • Shade
Bedak ini terdiri dari empat kumpulan shade yang berbeda. Di mata saya, warna-warna bedak ini adalah beige, gold beige, pink, dan silver. Hmm, mungkin ada pengistilahan warna lain yang lebih tepat beserta hint-hintnya. Maklum, saya sendiri masih belajar tentang warna-warna pada makeup.

Add : Saya mencoba Googling, ternyata empat warna tersebut namanya adalah Nature Gold, Crystal, Exotic Pink & Satin Beige. Hihihihi. :D

Keempat shade ini memiliki butiran shimmer yang kentara, dan cukup terlihat ketika dipakai di kulit. Saya suka yang warna pink, karena mirip dengan tone kulit saya dan mampu membuat kulit menjadi lebih segar.

Searah jarum jam : Satin beige, natural gold, crystal, exotic pink.
  • Tekstur
Satu kata yang bisa saya deskripsikan untuk tekstur bedak ini = terbang! Artinya, bedaknya gampang banget terbang ke mana-mana kalau nggak hati-hati. Lihat saja gambar di bawah ini, baru dijejer saja sudah mengotori dasar yang saya pakai untuk foto. Adapun untuk kehalusan dan bentuk shimmer, teksturnya saya suka, dia cukup halus dan lembut dioles. Butiran shimmer-nya juga cukup kecil-kecil.

  • Swatch
Ini hasil swatch di kulit. Sudah kelihatan shimmernya.


Kesimpulan : bedak ini bagus untuk shimmer di kulit (nanti ada post khusus untuk kontur wajah), kemasannya kreatif yaitu membungkus empat warna sekaligus, cukup worth untuk produk lokal berharga terjangkau dengan kegunaan yang cukup ideal. Hanya ada beberapa poin review yang saya kurang suka yaitu kemasannya terlalu rapuh, kuasnya kurang berkualitas, dan tekstur yang mudah terbang jika kemasannya dibuka. 

Harga : Rp 28.000,00 , 4 x @1,2 gram.

@andhikalady

Monday, September 17, 2012

Viva Bedak Keluarga Kuning Langsat


Saya (lagi) suka sekali dengan hal-hal yang berbau retro dan vintage. Kemarin saya baru saja haul lipstick merah, topi bulu dan browsing bermacam-macam gaya baju retro Vintage. #eh. Pun ketika saya memutuskan untuk membeli bedak ini :

Viva Bedak Keluarga Kuning Langsat.

Mau tau kisahnya kenapa saya beli bedak ini?

Awalnya saya ingin repurchase bedak Marck saya yang berwarna pink. Tapi begitu melihat di rak sebelah ada wadah putih serupa Marcks berbunga-bunga dan bermerk Viva, langsung saya comot. But wait, saya membeli ini bukan berarti saya kepingin ganti set powder saya yang sudah cocok dengan Marcks. Saya sudah pernah nyobain Marcks dan tahu kualitasnya. So, kalau ditanya kenapa saya tiba-tiba berubah membeli Viva, itu murni karena saya suka dengan kemasannya yang Vintage full.

Permukaan wadah. Retro. Gambar bunga Sepatu. Ungu lagi. <3 <3 <3

Saya membayangkan nenek saya ketika muda sedang berdandan berfoundie Kelly, berbedak Viva sambil menunggu sang Kakek (tentunya beliau muda juga) datang ke rumahnya dengan rambut berklimis rapi aroma minyak nyong-nyong. :)

Hmm, ternyata mengetahui kosmetik jaman dulu itu menyenangkan ya, Jenganten? Pasti sangat menarik ketika ngobrol dengan nenek / Oma tentang ritual kecantikan apa yang mereka lakukan. Minyak rambut apa yang bisa bikin rambut kelimis dan bebas kutu. Baju seperti apa yang mereka pakai untuk ngedate. Bahkan bentuk BH dan pembalut macam apa yang beliau kenakan. Saya pernah menanyai Nenek dan Kakek tentang semua itu. Tidak disangka, pertanyaan begitu berujung menjadi tiga jam diskusi tentang Retro Grooming yang super menarik. Kalau kamu penasaran, tanyai Nenekmu sekarang juga. Ajak diskusi. Minta tips juga tentang beauty.

Bedak Viva ini, auranya sudah retro banget. Dari gambar bunga sepatu di permukaannya, bentuknya yang sederhana, dan isinya yang berwarna kuning langsat terang. Bicara tentang kuning langsat, saya jadi ingat bahwa ukuran cantik pada jaman dulu itu bukan kulit putih seperti sekarang, tapi kulit bersih yang berwarna kuning langsat. Bedak Viva ini mengakomodir kebutuhan untuk kuning langsat tersebut. Dan setahu saya, produk Viva tidak mengeluarkan produk pemutih (Update : kata Jeng Arum ada beberapa produk Viva pemutih, saya cek ternyata benar ada. Tapi totalnya nggak banyak). Tagsnya sederhana, menciptakan kosmetik untuk wanita Indonesia yang sesuai dengan iklim tropis. That is why I love Viva Cosmetics. 

Warnanya kuning langsat.

Label tepi harus dilepas dulu sebelum bisa dibuka.
Harga bedak ini sangat-sangat terjangkau. Menurut saya, harga murah itu hanya bonus. Buat saya, yang penting dari sebuah kosmetik adalah kualitas dan kecocokan dengan kulit. Kalau kualitas bagus, cocok dengan kulit saya, meski harga mahal (asal terjangkau), saya mau beli. Pun ketika sebuah produk yang muraahh banget-nget, asal dia berkualitas tentu saya cari.

Bedak ini bertekstur serbuk yang halus. Tidak dilengkapi saput. Jadi harus membeli saput atau kuas bedak tersendiri. Adapun kualitas, warna dan ketahanan minyak kira-kira sebelas dua belas dengan Marcks.
Yang paling saya suka adalah warnanya. Kuning Langsat pastel. Saya seperti mendapat bedak sekualitas Marcks tapi berwarna kuning langsat. Lumayan lho. Kalau Jenganten sudah cocok memakai bedak Marcks tapi tidak ada warna yang cocok di kulit, boleh lho, repurchase dangan bedak Viva ini.

Tekstur bedak. Kuning Langsat pastel.

Lihat lebih dekat
Bedak ini terasa ringan di kulit. Meski berwarna kuning langsat, pigmen warna di dalamnya tidak terlalu banyak. Cocok banget kalau untuk set foundie, atau cuma ingin bermake-up yang tipis-tipis. Bisa juga digunakan untuk menghalau minyak di wajah. Sapukan ke wajah ketika kulitmu berminyak. Muka langsung kembali segar, bebas  minyak dan nyaman. 



Selain itu, di bagian komposisi juga terdapat kandungan Asam Salisilat 0,5%. Kabarnya kandungan Asam Salisil pada bedak disebut-sebut mampu mengusir bakteri penyebab jerawat. Jadi bedak ini relatif aman untuk jenis kulit apapun.

Mengenai aroma, bedak ini samar lembut wangi Viva (ada aroma bunganya) yang menyegarkan. Buat saya sih wanginya enak. :). Dan satu lagi, menurut saya, wangi bedak Viva ini lebih bagus dari bedak sejenis merk lain. Cocok banget deh, sama gambar bunga di kemasannya. :)

... Kecuali untuk kulit bayi di bawah tiga tahun.
Harga : Rp 5.000,00 (60 gram)

By the way, saya kok kepingin punya meja rias retro seperti ini :

Sumber
Ohya, sekalian numpang taruh Teaser film retro vintage yang saya tunggu-tunggu tahun ini :


 Habibie Ainun. Pokoknya harus nonton. :))

xoxo. Lady. @andhikalady


Monday, July 30, 2012

Loose Powder Compare : Wardah vs Caring

Sebelum saya memposting ini, saya baru saja menulis empat judul. Baca : EMPAT judul tulisan buat kedua anak-anak saya alias kedua blog saya. Tak apalah, kejar setoran berhubung Bang Toyib tiga kali lebaran gak pulang-pulang. Loh, apa hubungannya? Heuheuheu.

Baiklah, masih dalam acara kompor-mengompor, eh, compare-mengcompare. Kali ini saya akan membandingkan dua buah produk bedak tabur lokal sejujur mungkin. Kenapa sejujur mungkin? Ya karena ini blog-blog saya. Mau saya jujur kek, mau saya bohong kek, mau saya ngegombal kek, suka-suka saya. Wong ini blog-blog saya kok. :)) --> kata-kata ini saya contek dari Jeng Arum.

Dua bedak tabur itu adalah Caring Microfine Loose Powder dan Wardah Luminous Loose Powder.

Kiri : Caring, kanan : Wardah

Bedak Caring ini kemasannya kecil, karena saya dapat dari bonusan waktu saya beli BB Cream Everlast pada haul bagian ini. Aselinya kemasan bedak ini lebih besar dari di gambar. Ukurannya kurang lebih mirip sama Wardah kok. Bedak ini sudah beberapa bulan saya pakai, jadi kalau keliatan agak bulky dan tulisan kemasannya ilang, mohon dimaklumi sadja yah. Heuheu. Sementara bedak Wardah tersebut saya dapat waktu Wardah ngasih beauty class gratis di UGM beberapa bulan sebelum saya mulai ngeblog tentang beauty. Jadi berhubung waktunya sudah lama beud, dan produk giftnya udah pada mau habis dan bulky-bulky, jadinya urung saya ceritakan di blog ini.

Marii, lanjut reviewnya.

  • Kemasan
Keduanya sama-sama terbuat dari plastik. Tapi saya merasa kemasan Caring lebih elegan karena kemasannya transparan. Selain itu, akses silver pada bagian pinggir tutup juga menambah kesan mahal. Sementara Wardah hanya terbuat dari kemasan sederhana dengan tutup berwarna hijau khas brand Wardah. Menurut saya ini kalah mewah jika disetarakan dengan Caring. Jika kedua produk ini disandingkan, saya pasti lebih tertarik dan akan mencoba Caring terlebih dahulu.
Why saya bahas kemasan? (bukan Kamasean lho ya). Kenapa setiap saya mereview produk, selalu saya masukkan unsur penilaian kemasan? Jawabnya simple, karena saya ini orangnya moody dan dalam beberapa hal saya menganggap something must be judge by its cover. Jadi kalau covernya menarik, mungkin banget bisa bikin orang jatuh cinta.

  • Ergonomis
Mari kita lihat dalamnya.

Keliatan banget *rongsok nya ya? Yew, namanya aja udah lama dipake. :p
Keduanya memiliki perantara berlubang antara tutup utama dengan tempat bedak. Metode yang bagus untuk mencegah bedak berceceran. Saya masih inget jaman kemasan bedak tabur Ibu saya masih bersekat plastik yang harus disobek untuk mendapatkan bedaknya dengan resiko berceceran massal. Heuheu. Saya pribadi tidak melihat adanya perbedaan signifikan dari kedua produk ini.

  • Tekstur
Lanjut ke bagian tekstur.

Wardah

Caring
Abaikan shadenya (karena shade Wardah lebih terang. Ya abis bagaimana, itu sudah masuk dalam goodie bad. Jadi bisanya cuma terima nasip. Hehe). Jadi saya di sini akan mebahas teskturnya. Tekstur Wardah lebih powdery dan mudah dicecerkan ke saput. Sementara Caring lebih padat dan mengandung lebih banyak kelembaban. Artinya, jika dinalar, maka Wardah lebih baik dalam hal menyerap minyak, tapi tidak menempel sebaik Caring. Untuk tekstur, saya merasa Wardah ada kemiripan dengan bedak Marcks. Sama-sama powdery, sama-sama bagus untuk mengeset foundie dan bagus untuk menyerap kelebihan minyak.
Caring memiliki tekstur yang lebih padat dan lembab sehingga lebih mudah nempel ke kulit. Secara umum, saya lebih suka tekstur Caring. Selain lebih mudah nempel ke kulit, juga cukup mampu mengcover kulit dari ketidaksempurnaan.

  • Saput
 
 
Saya lumayan bersyukur mendapat bentuk saput seperti di atas. Alias sudah tidak seperti jaman saput tebalnya cuman 5mm dan sekali dua kali pakai langsung jebol dan buang. Heuheu. Akan tetapi, saput Caring lebih tebal dan lebih nyaman dipakai daripada wardah. Selain itu, jika dinilai dari kekuatan dan ketahan-lamaan, jelas sekali Caring juara. Walaupun hampir mirip, tapi sudah bisa dilihat kalau saput Wardah sudah mulai rusak setelah beberapa bulan pemakaian.
  • Pengaplikasian
Dalam postingan ini, saya menyertakan foto kulit saya menggunakan bedak Wardah. Tapi sepertinya tidak akan membantu banyak dalam review. Karenaa, foto tersebut saya ambil pada waktu malam hari. Pun dengan kamera hape yang kualitasnya soso. Hehe.

BB Cream Everlast Caring + Wardah loose powder

Kesan saya menggunakan Wardah adalah minyak gampang keserap. Mirip dengan bedak Marcks. Cocok banget untuk touchup saat muka berminyak. Tapi untuk coverage yang lumayan, gampang nempel, memiliki kelembaban yang bagus, saya lebih suka memakai Caring. Ohya, bonus kemasan yang oke dan terkesan "mahal". :)
  • Tips 
Bedak tabur sesungguhnya diciptakan untuk mengeset foundation/BB cream supaya tetap stay di kulit wajah dengan tahan lama. Jadi, untuk menciptakan tampilan make-up yang tahan lama dengan foundation/BB cream, pertama-tama gunakan pelembab favorit, baru kemudian aplikasikan foundation/BB cream dengan benar (ditepuk-tepuk jika menggunakan tangan, atau gunakan kuas khusus foundation). Supaya tidak mudah menggumpal, pastikan pelembabnya sudah kering lebih dulu baru dioles foundation/BB cream. 
 
Saya juga punya tips pribadi supaya foundie tidak menggumpal, yaitu lakukan pengolesan tipis-tipis dahulu dan lakukan per bagian. Jadi jangan langsung ambil foundie terus di tempel pipi kiri, kanan, kening, hidung, dagu baru dioles satu per satu. Jangaan. Big no no. Karena apa? Karena kalau kita seperti itu dan yang pertama kali kita oles bagian kening (misalnya), bagian yang terakhir kita oles udah keburu kering. Jadinya menggumpal. #pengalaman. Lebih baik mengoles per bagian seperti kening-baurkan, pipi-baurkan, hidung-baurkan, dst. Hasil tidak menggumpal dan foundie yang kita gunakan lebih higienis karena langsung dioleskan ke kulit. Gak perlu nunggu lama-lamaaa.

Setelah itu, baru diset dengan loose powder. Cukup ditepuk-tepuk tipis nggak perlu tebal-tebal. Karena kalau tebalpun, hanya lapisan pertama yang bersentuhan dengan foundation yang akan bertahan. Sisanya cuma jadi butiran debu. #eh. 
 
Jika perlu coverage lebih kaya muka saya yang butuh banyak koreksi, gunakan Two way cake/compact powder setelahnya. CP/TWC memiliki daya tempel yang lebih baik dari loose powder.
Setelah puas berfoundie dan berbedak, baru lanjutkan dengan makeup mata, pipi dan lain-lain. :)
 
Note : tips di atas saya dapat dari Jeng Arum dan Jeng Puput.
  • Harga
Wardah Luminous Powder : Sekitar Rp 27.000,00
Caring Microfine Loose Powder : Sekitar Rp 40.000,00 (yang ukuran premium)
 
 
 

Tuesday, April 3, 2012

Caring Colour Haul BB Cream + Loose Powder



Jadi, saya ini termasuk penggila produk Caring ni Ladies. Rasanya semua produk lokal sodaranya Sari Ayu ini sangat memuaskan dipake saya. J. Mulai dari TWC, lipstick dan BB Cream, saya sukaa dan tertarik banget buat repurchase dan repurchase lagi. Apalagi produk ini juga relatif murah di kantong mahasiswa newbie magang seperti saya. Dan begini ini, kemarin saya secara tidak sengaja (baca : kalap) beli BB cream everlast waktu jalan-jalan di Carrefour Surabaya bareng pacar temen saya :p. Padahal BB Cream saya masih lho. Ihiiy, ternyata saya masih sempet dapet paket promo Must Have yang dilengkapi dengan bedak tabur Caring. Atau karena saya belinya di Carrefour ya? FYI, harga kosmetika di Carrefour selalu lebih mahal daripada harga di counter-counter kosmetik biasa. Asumsi saya sih, pengunjung kurang tertarik membeli barang yang sudah jelas lebih murah jika dibeli di tempat lain. Ohya, sebelum ini saya membeli BB cream paket Ready Steady Go yang dilengkapi dengan Bedak TWC dan Lipstik Rich Colour. Ga tau deh, kalau sekarang paket promo itu masih ada atau tidak. Terakhir saya melihat di toko Mutiara Jogja pun tinggal yang kemasan satuan.

 
Penampakan kemasan box.
 Dibuka isinya, taraaa.... <3

BB Cream Everlast


BB cream ini termasuk hal-yang-enggak-bisa-ditinggalkan dalam setiap ritual pagi saya. Why? Soalnya krim ini multifungsi banget dan bersahabat sm kulit wajah saya yang complicated ( berminyak, jerawatan, pori2 besar, komedo, scar :( ). Dengan BB cream ini, kulit aku tetep lembab, enggak gampang berminyak, terlindung dari sinar matahari (karena ber SPF 24) dan warna kulit jadi lebih merata.  Selain itu, krim ini sangat-sangat mudah diaplikasikan, alias enggak butuh waktu lama, alias cocok banget buat cewe yang malas ribet pake make up. *pengakuan. Cuma butuh satu sampai dua menit untuk mengoleskan ke wajah. Suatu hal yang amazing jika dibandingkan dengan mengoleskan foundie yang tebel, dan butuh waktu cukup lama untuk meratakannya. Yeah, buat saya, daripada mengorbankan pori-pori kulit tertutup karena foundie, lebih baik pake BB cream yang simple tapi hasilnya maksimal. Saya sudah purchase produk ini tiga kali. Saking puasnya. :)


Microfine Loose Powder



Gambar di atas adalah penampakan bedak tabur Microfine Loose Powder. Bentuknya kecil unyu lucu, lebih mini dibanding kemasan normal bedak Caring. Saya langsung jatuh cinta dengan kemasannya. Sepertinya bersahabat untuk dibawa kemana-mana tanpa kerepotan. Produk ini belum sempat saya coba. Segel bedaknya masih tertutup rapi. Sementara ini saya masih memakai bedak Caring yang TWC everlast yang sudah teruji ketahanan minyaknya. 

Harga 
Rp 65.000,00 (dua produk)

Beli lagi?
Sangat sangat IYA.

Next, ditunggu review dua produk ini di Beauty Under 100 ribu ya Ladies,,, :*

@andhikalady 

Ads