Showing posts with label Lipstick. Show all posts
Showing posts with label Lipstick. Show all posts

Tuesday, August 18, 2015

[Review] Lipstick Wet n Wild Megalast Mauve Outta Here

Saya akhir-akhir ini lagi keranjingan dengan lipstik. Bulan lalu ada tiga biji lipstik secara resmi masuk ke kotak pouch makeup saya. Tiga lipstik itu adalah Colorshow, Megalast, dan Purbasari Matte Lipstick. Tadinya saya kepingin membuat review rame-rame dengan tiga lipstik itu. Namun kemudian saya mikir lagi, apa postnya nggak kepanjangan? Jangan-jangan nanti jadi keliatan membuat post compare tiga produk? Padahal kan maksudku bukan itu, Khakhakk.. (saya jadi ikutan Jeng Arum yang gemar menambahkan huruf 'h' supaya kata-katanya lebih endhes).


Adakah penggemar Wet n Wild Megalast di sini? Saya rasa pasti cukup banyak ya. Faktor harga yang tak terlalu mahal, mudah ditemui di olshop manapun, dan pilihan warna-warnanya kerap disebut sebagai dupe lipstik high end seperti MAC dan UD, membuat lisptik drugstore ini begitu populer. Bahkan ada lho, trit khusus di Pinterest yang ngebahas dupes dari WnW Megalast.

Di Indonesia mungkin nggak familiar dengan istilah produk drugstore makeup, alias makeup apotek. Beberapa negara di luar negeri mengenal istilah produk drugstore, yaitu merk produk makeup yang mudah ditemui dan dibeli di toko obat. Yups, mereka membeli Maybelline, Wet n Wild, Elf, Revlon, dan Loreal di toko obat, sehingga produk-produk itu disebut sebagai produk drugstore. Nggak kayak kita, kalau mau beli makeup ke apotek paling dapetnya Marcks doang. 

Produk drugstore secara umum dikenal sebagai produk dengan harga terjangkau dan mudah didapat. Kamu nggak perlu ketemu dengan BA yang lenjeh, dempulnya tebel tapi hatinya nenek sihir, dan super judes seperti BA di toko Mutiara , untuk membeli produk drugstore. Sayangnya begitu dijual dan masuk ke Indonesa, taraaa, mendadak produk-produk itu menjadi seperti barang mewah. Ya nggak masalah sih. Tapi kalau sampai mengukur kegengsian dengan produk luar negeri (padahal drugstore), menurutku kok agak anu ya? Lebih anu lagi kalau ngukur gengsi pakai produk terkenal tapi palsuuu..

"Eh Sis, aku punya eyeshadow Naked 2 baru nih. Asli"
"Masa, sini liat"
"Ini hloo"
"Beli di mana, kok kamu bisa aja dapetnya?"
"Kemarin beli di Sunmor Sis, murah lho Sis"
"Ha, berapaan emang?"
"Sembilan puluh ribu doang Sis, warnanya unyu-unyu gini Sis"
"..."

Cewek waras mana yang bisa diqibulin dengan Naked sembilan puluh ribuan. Orang di website aslinya tuh harganya adalah $54. Indikator cewek waras menurut Jenganten: cerdas milih barang palsu dan asli. Minimal kalau nggak sanggup beli yang asli, ya jangan beli yang palsu. Beli saja merk drugstore atau produk lokal yang memiliki karakteristik serta warna yang agak mirip. Selesai persoalan. Lagian malu nggak sih, kalau pamer barang palsu sama orang yang ngerti perbedaan barang asli dan palsu? 


Mauve Outta Here

Mauve adalah shade warna ungu yang terinspirasi dari warna bunga Malva. Benar juga, warna lipstik ini pun berwarna ungu-ungu agak pink cool. Alasan lain kenapa saya membeli ini adalah karena saya punya koleksi lipstik warna ungu yang sedikit. Salah satu lipstik ungu saya yang merk Jafra, saya juga suka tetapi kurang awet dipakai. Lipstik ungu saya yang lain sudah kadaluarsa dan waktunya dibuang atau buat corat-coret kaca.

Wet n Wild Megalast

Wet n Wild Megalast mengklaim dirinya mampu bertahan selama empat jam. Yey, di saya, memang lipstik ini mampu bertahan selama empat jam itu. Bisa lebih dikit kalau bibir saya lebih behave. Hasilnya semi matte, tapi sekaligus bisa lari kemana-mana dan mudah terhapus lagi ketika menyentuh sesuatu. Ilustrasinya kalau kamu nggak sengaja ngusap bibir sehabis makan bakwan goreng, maka luapan warna Mauve ini akan berpindah dari bibirmu ke bakwan, cabe, dan tanganmu.


Kemasan Wet n Wild Megalast

Saya susah bilang kalau kemasan Megalast ini menarik. Sayang banget. Kemasannya terbuat dari plastik dengan tulisan yang mudah gugur. Yang mana bentukan seperti ini mengesankan kalau harganya murah. Saya malah lebih suka model kemasan lipstik lokalan seperti Purbasari. Lalu satu lagi yang bikin saya nggak nyaman adalah: bentuk isi lipstik agak menjorok ke atas (tolong, padanan kata modod di bahasa Indonesia, apa ya?) melebihi kemasan asli. Mungkin alasannya supaya warna asli lipstik jadi terlihat dari luar. Tapi bayangkan deh, misal kamu buru-buru menutup lipstik ini, besar banget kemungkinan tutupnya akan nyenggol ujung lipstik dan ngebikin kothor di mana-mana.


Kesan memakai Wet n Wild Megalast Mauve Outta Here:

1. Produknya awet dipakai
2. Pilihan warnanya banyak. Saya kepingin beli warna lain, misalnya Think Pink.
3. Harganya cukup terjangkau.
4. Tidak membuat bibir kering.

Yang kurang disukai:

1. Kemasannya merepotkan.


Apa warna WnW Megalast favoritmu?

Friday, August 14, 2015

[Review] Purbasari Lipstick Color Matte No. 90

Halo Jenganteners.. 
Di awal post ini, saya akan kasih kalian kecupan dulu...

Mwahh..
Well, di foto atas ini, saya merasa (dan sudah di-confirm temen-temen saya) bahwa bibir jadi keliatan tambah tebal dan berisi. Bibir saya aslinya tipis sodarah-sodarah. Saking tipisnya sehingga area yang diwarnai juga lebih kecil dari umumnya bibir berukuran normal. Akibatnya, yes, lipstik-lipstik dan pewarna bibir saya awet dan nggak abis-abis. Ini adalah berita yang kurang menyenangkan karena saya jadi kehabisan alasan untuk membeli lippen baru. Heuuu. Untungnya masih tertolong dengan mendandani orang, sehingga ada pihak-pihak yang membantu menghabiskan lipstik saya.

For the record, saya nggak memakaikan lipstik ke klien langsung dari tube lipstik lho ya. Melainkan menggunakan aplikator khusus yang sekali pakai langsung cuci.

Tersangka utama yang membuat bibir saya jadi lebih tebal adalah bukan karena niup-niup botol ala Kyle Jenner. Namun dengan memakai Purbasari Matte Lipstick No 90. Entah kenapa saya cocok sekali dengan warna Crystal 90 ini. Warna-warna lain juga cocok, tapi setahu saya belum nemu yang cocoknya kayak no 90.


Purbasari mengeluarkan produk lipstik, sebetulnya saya juga tahu belum lama. Sejauh pemahaman saya, Purbasari adalah produk lulur melulur. Eh, ternyata mereka juga mengeluarkan produk lipstick dan makeup. Senang deh jadinya. Yang membuat sedih adalah harga lipstik matte Purbasari selalu naik dari waktu ke waktu. Dulu pertama kali dikenalkan, saya masih ingat harganya sekitar dua puluh dua ribu rupiah. Lalu naik jadi dua puluh lima. Naik lagi jadi tiga puluh lima ribu. Jadi, selama orang-orang di luar sana pada ribut harga lipstik 50k versus 500k, saya ribut-ribut dengan lipstik harga 30k tapi worthed banget untuk dimiliki.




Kesan menggunakan Purbasari Lipstik Color Matte No 90:

Segi kemasan dan ergonomis:

1. Kemasan kecil, mini, muat masuk kotak pensil. Apalagi kotak rias berisi amunisi andalan.
2. Wadahnya bagus dan menarik dipandang juga elegan.
3. Isinya sedikit. Yang mana saya justru senang dengan lipstik berisi sedikit. Artinya akan jadi cepat habis dan cepat-cepat membeli lipstik baru. Yes.
4. Area permukaan lipstik yang menyentuh bibir, juga kecil dan muat untuk dioleskan ke bibir saya yang tipis. Buat kamu yang bibirnya tebal, sepertinya akan butuh waktu lebih lama untuk mengoleskan lipstik ini.

Segi tekstur dan isi produk:

1. Teksturnya creamy namun hasilnya matte.
2. Awett. Bangett.
3. Covered.
4. Tidak membuat bibir kering.

Yang kurang disuka:

1. Lipstik ini nggak ada iklannya. Yang mana mengakibatkan distribusinya juga kurang merata. Bisa jadi di daerahmu akan susah sekali mendapatkan lipstik Purbasari.
2. Pilihan warnanya masih sedikit. Mbok ditambahi to, Mbak Purb? Mbak Purbasarii?


Sunday, January 25, 2015

NYX Soft Matte Lip Cream, Antwerp, Stockholm & Milan

Antwerp, Stockholm dan Milan.
Me with Antwerp
Yuk lihat review saya tentang sebuah produk pewarna bibir yang bikin nagih: NYX Lip Soft Matte Lip Cream. Loh, saya kenalnya lipstik sama lip gloss Mbak, bukan lip cream, itu jenis apa lagi? Nah, menurut website resmi NYX, lip cream adalah varian pewarna bibir yang sifatnya memiliki pelembap lebih banyak, bentuknya seperti krim dengan aplikator seperti lip gloss, tetapi memiliki hasil akhir di bibir yang matte. Lip Cream ini sudah banyak direview oleh blogger-blogger kondang dan muncul tiap lima menit sekali di timeline Instagram saya, menyaru sebagai akun jualan yang mempromosikan akun jualan yang mempromosikan akun jualan yang mempromosikan akun jualan yang lain.


Bentuk desain kemasan seperti ini akan disukai oleh kamu-kamu yang:
1. Suka dengan kehigienisan, karena permukaan pewarna bibir tidak banyak bersentuhan dengan udara luar.
2. Punya bibir tipis (kayak saya), sehingga jika memakai produk lipstik reguler, akan mudah keluar  garis bibir. -->> ini bikin saya nggak bisa pakai lipstik tanpa kuas. Hihi.
3. Pengen sebuah pewarna bibir yang mampu bikin bibir menjadi matte tanpa banyak glowing-glowing.

Saya kebetulan higinis freak dan punya bibir tipis, sehingga, saya langsung jatuh cinta dengan NYX Lip Cream. Awal mulanya saya kepingin lipstik warna pink supaya muka jadi kelihatan segar. Kemudian karena rekomendasi teman, saya beli NYX Lip Cream. Varian yang pertama kali saya beli adalah Milan. Dia memiliki warna pink cetar, cocok dengan kriteria pencarian warna lipstik saya. Di website resminya, Lip Cream NYX dijual dengan harga USD6, tetapi ketika sampai di Indonesia harganya bisa naik sampai seratus ribu.  Kalau kamu cukup beruntung, kamu akan menemukan NYX Lip Cream dijual dengan harga sembilan puluh ribu.

Setelah saya suka dengan warna Milan, saya ambil lagi yang varian Antwerp dan Stockholm (emang nagih banget ini lipen). Ini swatch-nya:


1. Antwerp

Varian ini berwarna pink dengan tone kuning. Padanan untuk warna ini adalah coral, peach, atau salmon, meskipun jika dibandingkan dengan ketiga warna padanan itu, Antwerp tetap memiliki keunikan tersendiri. Berdasarkan pengalaman merias saya yang masih cetek ini, Warna NYX Lip Cream kadang menunjukkan hasil yang berbeda tiap orang. Jika dipakai di bibir saya, hasilnya cenderung ke warna pink hangat.

Antwerp
FYI, Antwerp adalah nama sebuah kota di negara Belgia. Dalam bahasa Perancis disebut Anvers, sedangkan dalam bahasa Belanda disebut Antwerpen. Dibanding Milan dan Stockholm, memang Antwerp kurang begitu terkenal gaungnya.

2. Stockholm.

Kalau Antwerp berwarna pink dengan tone kuning, Stockholm memiliki warna yang lebih natural. Warna Stockholm ini adalah campuran antara beige dan pink. Beige adalah warna yang mendefinisikan warna putih dengan paduan cream. Masih menurut Wikipedia, istilah warna beige diambil dari warna kain wool. 
NYX Stockhlom mengklaim warnanya akan menjadi natural jika dipakai di bibir, namun untuk kasus bibir saya yang demen sama yang cetar-cetar, jatuhnya jadi agak pucat. Supaya nggak mubazir, warna Stockholm ini saya campur-campur dengan Milan atau Antwerp supaya lebih natural.


3. Milan.

NYX Milan memiliki warna pink dengan tone biru, artinya warna ini cenderung warna yang dingin. Warna yang ditimbulkan ketika di pakai adalah pink yang sebenar-benarnya pink. Untuk beberapa orang (khususnya pemilik warna kulit sawo matang, dan kuning langsat), warna Milan terlalu kontras dengan warna kulit. Namun bukan beratri jatuhnya jadi jelek, kontras tidak selalu identik dengan hal-hal yang negatif kok. Kalaupun kurang PD dengan kecetaran warna Milan, kamu bisa coba membaurnya dengan Stockholm atau London seperti tipsnya Jeng Angela Devina. Konon katanya, kalau mencampur warna Milan & London, bibirnya jadi seperti Kyle Jenner. Hihi.

Milan
Karakteristik lip cream NYX ini, selain warna-warnanya yang keren-keren, saya juga menyukai hasil akhirnya yang matte-creamy, namun tidak membuat bibir kering. Daya cover bibirnya juga maknyus banget. Sering banget saya pakaikan untuk merias, dan hasilnya memuaskan, meskipun dipakai untuk garis bibir yang berarea gelap. Selain itu, daya tahan lip cream ini bagus sekali, dari pagi sampai siang masih stay manis di bibir. Agaknya saya menjadi cukup kesusahan mencari padanannya yang lebih mudah didapat.

Mana dari ketiga warna di atas yang paling saya sukai? Tentu saja Antwerp, karena pas dan jatuhnya menjadi pink hangat di bibir saya. Varian Antwerp adalah yang paling mudah dipadukan dengan warna baju/jilbab. Namun akan menjadi lebih oke kalau baju yang kamu pakai adalah yang berwarna hangat, misal oranye, kuning, merah hangat, peach, dll. Namun saya juga kerap memakai Milan, kadang saya padu dengan Stockholm untuk meredup suasana pink cetar yang ditimbulkan.

With Antwerp.
Mana yang Antwerp, mana yang Milan?
OOTD.

Banyak yang tanya ke saya, di mana sih membeli NYX Lip Cream? Kamu bisa mendapatkannya dengan mudah di counter-counter NYX yang ada di dekat kamu, misalnya Matahari atau Centro biasanya ada. Namun di tempat-tempat tersebut, harganya lebih mahal dibandingkan membeli di toko online atau preorder. Pinter-pinternya kamu mencari toko yang trustable.

Well, next wishlist: Istanbul (pink clean), Amsterdam (red), Monte Carlo (cranberry red), Cannes... wis kabeh sisan wae...

+Andhika Lady Maharsi

Friday, February 7, 2014

Wardah Lip Palette Chocoaholic



Beberapa waktu lalu, saya sudah mereview Wardah Lip Palette Perfect Red di sini. Kesimpulannya: saya suka sama lipstik palet tersebut. Meskipun sana-sini banyak yang bilang kekurangannya banyak, seperti teksturnya nggak nyatu di bibir, pas dipakai sedikit berbeda dengan lipstik aslinya, gampang kering, dll. Tapi sejauh ini, saya masih oke-oke saja dengan lipstik yang datang ramai-ramai delapan warna dalam satu wadah itu. 




Saya suka dengan lipstik yang datang berramai-ramai. Ihihi. Melihat warna-warni lipstik dalam satu waktu itu rasanya surga. #eh

Kiri: Chocoaholic, kanan: Perfect Red (sudah dicolek)

Oke, kembali ke topik. Wardah sebagai produsen kosmetik lokal memproduksi tiga jenis palet lipstik yang terdiri dari varian lipstik keluaran Wardah. Masing-masing palet tersebut berisi delapan variasi warna yang berbeda. Tipe Perfect Redadalah kumpulan lipstik nuansa warna merah. Tipe Pinky Peach kumpulan warna pink, dan yang akan saya review singkat kali ini adalah tipe Chocoaholic, yaitu kumpulan lipstik dengan nuansa warna cokelat/nude natural. 


Menurut saya, tipe kemasan lipstik palet begini cocok diterapkan untuk kawan-kawan yang suka bereksperimen dengan warna-warni lipstik. Cara pakainya menggunakan kuas dan bisa dicampur dengan warna lainnya. Selain itu, karena faktor harganya yang cukup murah, tipe lipstik palet ini juga cocok dipakai kawan-kawan yang ingin belajar pakai lipstik macam-macam tanpa harus membeli banyak warna. Lebih hemat kan?

Yuk kita bahas soal warnanya, 



Wardah Chocoaholic, meskipun judulnya cocoa/nude/cokelat, tetapi pada kenyataannya warna-warna lisptiknya sangat bervariasi. Dari warna merah menyala, merah darah, pink agak peach sampai warna nude natural ada dalam satu palet. Begini warna-warnanya:
 

Exclusive 44:Berwarna merah gelap, agak seperti merah darah. Tekstur lembut dan mudah menempel ke bibir tanpa menggumpal.
Matte 09:Berwarna merah hangat/warm menyala. Teksturnya matte, hampir tidak ada kilap sama sekali. Cocok untuk makeup retro. Seperti temen saya, Santi yang memakai makeup Arabian.





Excluseive 26:Berwarna merah dingin/cool dengan level kemerahan yang lebih natural dari Matte 09. Cocok untuk kawan-kawan yang berkulit cool.
Exclusive 41:Warna peach natural.
Exclusive 49:Warna peach dengan hint orange.
Matte 20:Warna nude yang sempurna menutup bibir. Tekstur matte. Cocok dipakai untuk yang pengen pakai lipstik tapi nggak kelihatan pakai lipstik.

Saya memakai Matte 20. Seperti tidak memakai lipstik, namun mampu menutup kekurangan pada bibir.

Exclusive 48:Warna pink dengan hint cokelat yang natural.

Exclusive 37:Warna pink hint cokelat dengan kondisi warna yang hampir mirip dengan Exclusive 48.
  

Oh iya, review tentang kuas, kemasan, tekstur, dan lain-lain bisa tengok di post saya yang Review Perfect Red Lip Palette.

Yang foto terakhir, saya pinjem gambar mbak Aprissya dan Desiana untuk ngikut nampang di jenganten.com. Hihi. Foto tersebut diambil ketika kami Yudisium di Fakultas Teknik bulan kemarin. Alhamdulillah, akhirnya saya yudisium juga. Status mahasiswa S1 hilang sudah. Kelak impian saya dandanin wisuda yang bukan ke orang lain akan terlaksana juga.:')

Kabar lain, saya sekarang sedang di Manokwari untuk urusan kerjaan. Kalau kata Jeng Hana Anindhita, makanan di sini enak-enak, makannya saya kemarin kulineran Papeda yang katanya makanan khas sini. Apa sih Papeda? Itu semacam makanan terbuat dari sagu, bentuknya kenyal kayak lem. Rasanya tawar, tetapi ketika dihidang bersama kuah ikan dan cah kangkung, rasanya jadi 10 kali lipat lebih nikmat!! Apalagi dimakan di daerah asalnya.

Papeda

Btw, btw, saya ke Papua cuma bawa satu palet lipstik ini loh. Dan selesailah semua masalah pergincuan. Hehe.


 

Ads