Showing posts with label Foundation. Show all posts
Showing posts with label Foundation. Show all posts

Wednesday, March 12, 2014

Cara nge-hack Kontur Wajah memakai Light Eyeshadow dan Blusher

Eh, sebentar, kayaknya pas saya baca kembali judulnya, kok kayak geek komputer banget ya? How to hack? Server mana yang dihack, akun siapa, password apa, Facebook mantan yang mana. Hehe. Lupakan. Tenang, saya nggak akan ngajarin berbuat kriminal di blog ini kok. Yang mau saya share adalah tips gimana caranya bisa hack wajah untuk menghasilkan tampilan yang berkontur dan terlihat bagus.

Apa sih kontur wajah? Kalau di pelajaran Geografi, kita diajari gimana mengenali kontur daratan, pegunungan, lautan dan semua-muanya tentang lekukan permukaan bumi. Nah, kalau kontur wajah itu ya membahas tentang bagian wajah yang berlekuk-lekuk. Kayak hidung mancung, mata tajam, pipi merona, bibir penuh, dan dahi berisi. Permainan kontur wajah ini biasanya dilakukan oleh MUA professional menggunakan shading dan highlight foundation atau benda kosmetik lain yang memiliki karakter gelap dan terang. Ketrampilan kontur wajah ini juga mengenalkan bagaimana caranya memakai shading yang tepat, memakai blush on dengan benar di tulang pipi dan sebagainya. Salah satu MUA yang kemampuan shading-highlight nya sangat saya kagumi adalah Samerkhouzami. Saya suka kepo Instagram dia. Semua orang yang didandani olehnya bisa memiliki kontur wajah sempurna yang wow banget.

Minggu kemarin saya coba-coba meng-kontur wajah saya sendiri. Tapi bukan pakai shading (karena belum punya shading-highlight foundation) melainkan memakai eyeshadow dan blush on. Nah kan, siapa bilang eyeshadow cuma bisa dipakai di mata, blush cuma bisa dipakai di pipi?



Eyeshadow dan blush on apa yang dipakai? 


Untuk eyeshadow, pakai yang warna terang. Boleh putih, peach, beige, atau apapun. Dan usahakan yang memiliki shimmer supaya bisa tertangkap baik oleh cahaya.


Kemudian untuk blush on, bisa pakai warna apa saja. Merk apa saja. Suka-suka kamu pokoknya. Kalau saya pakai Face on Face pink dan Daiso (pink juga).  :)


Nanti, eyeshadow dan blush on ini akan ditimpakan ke bagian-bagian wajah untuk menonjolkan kontur wajah. Namun sebelumnya, semua makeup harus sudah ready di muka. Artinya, proses memberi kontur ini sebaiknya dilakukan ketika sudah selesai pakai makeup. Lalu agian mana saja yang perlu dikasih kontur?
  • Untuk Light Eyeshadow

Pakaikan eyeshadow untuk bagian-bagian wajah ini:
- Sepanjang ujung hidung
- Bawah mata
- Tulang alis
- Sudut dalam mata
- Cupid bow
  • Untuk Blush On

Pakaikan blush on di bagian batang hidung dan dagu. Pastikan pemakaian kontur dilakukan dengan rapi. Pakai jari tangan pun bisa-bisa saja, asal tangannya bersih dan bisa membaurkan dengan rapi.

Hasil before - after kontur wajah pakai eyeshadow dan blush on:

Sebelum pakai kontur, setelah pakai, ketika difoto dengan cahaya dari depan.
Kemarin di FB ada yang menanyakan gimana caranya mendapat foto dengan hasil yang terang begini. Caranya simpel saja, ambil gambar dengan cahaya dari depan. Cahaya itu bisa dari depan atau dari atas. Efek berfoto dengan cahaya dari depan adalah:

- Akan tercipta bayangan cahaya di mata yang membuat mata makin bersinar seperti pakai softlens
- Kantung mata juga menghilang karena cahaya yang tegak lurus tidak akan menghasilkan bayangan.
- Wajah terlihat lebih cerah.
- Mau pose kayak apa, mau monyong, duck face, sampai melet-melet pun jadi terlihat cantik. Hehe.




Friday, September 20, 2013

Caring Stay True Foundation no3

Untuk saat ini, Caring Stay True ini adalah foundation favorit saya. Saya menyebut 'untuk saat ini' karena saya nggak tau, mungkin suatu hari nanti akan ada deretan foundation-foundation yang juga memesona untuk difavoritkan. :). Selain favorit untuk saya, ternyata foundie ini juga favorit untuk mendandani klien-klien (duh, sudah boleh menyebut klien nggak ya? LOL). Di post makeup foto studio yang ini dengan Ella's Prewedding pun saya pakai Caring Stay True, dan hasilnya bagus nggak mengecewakan. Padahal jenis kulit mereka beda-beda. 

Stay True Foundation adalah foundie keluaran produk Martha Tilaar, Caring Colours yang diperuntukkan untuk ketahanan makeup yang lebih lama untuk kulit yang cenderung berminyak. Awalnya saya diracuni sama Jeng Arum dan Jeng Monica untuk pakai foundie ini. Sempet didandanin pula lho, dan hasilnya, saya sukaa bangett. Waktu itu Monica mendandani saya pakai stipple brush yang mana sampai sekarang saya belum punya dan menimbulkan rasa ngiler tertahan yang amat sangat. Waktu didandanin itu, Jeng Arum sampai berdecak mukaku jadi mulus, dan flawless, lalu tahan lama alias nggak minyakan. Kalaupun berminyak, hasilnya bukan semacam minyak kusam tapi jadi glowing sehat. Jadi tanpa ragu akhirnya saya beli.




Kemasannya berupa botol kaca dan pump yang harus diputar sekitar 30 derajat berbalikan arah jarum jam untuk dapat ditekan dan dikeluarkan isinya. Saya suka kemasan seperti ini. Botol kaca menjaga kualitas isinya terjaga, dan pump yang membuat isi foundation selalu higienis. Tapi ada satu yang saya kurang suka, di luar pump, foundie ini nggak ada tutupnya! Mungkin pembuat kemasan mikirnya tinggal diputer balik saja isinya nggak bakal keluar. Tapikan, ujung pump-nya bisa tersentuh udara luar. Dan lagi, kita sebagai pemakai makeup, tentu tidak bisa membedakan mana pump yang tersegel dan yang belum tersegel. Nahlo.

Saya biasa menaruh foundation di punggung tangan terlebih dahulu sebelum dicocol pakai jari atau brush untuk diaplikasikan ke muka. Tekstur foundie ini adalah liquid tetapi lebih padat dan tidak mudah meluruh ke mana-mana. Yang makin saya suka, foundie ini sangat mudah dibaurkan ke kulit pakai aplikator manapun (mau pakai jari, spons, brush dsb). Lihat saja swatch di bawah:

Searah jarum jam. Sedikit Stay True. Atas: Stay True, Bawah: BB Cream. Dibaur. Makin dibaur.

Saya membeli warna nomor 3, yang memiliki shade pink yang sesuai dengan warna kulit saya. Pada swatch di atas, saya membandingkan tekstur dengan Caring BB Cream Fair White. Yew, memang salah sih, harusnya saya nggak membandingkan foundie dengan BB Cream. :p. Tapi kesepakatannya, pembandingan itu bukan menguji kualitas, tapi membedakan tekstur. Okey? Sepakat ya. :D.

Buat kamu yang terbiasa dengan tekstur creamy pada BB Cream, Stay True Foundie akan tampak matte ketika dipakai di kulit. Hasilnya flawless, lebih mampu menutup noda dibanding BB Cream, tapi lebih tebal. Karena alasan inilah, meski hasilnya bagus di kulit, saya nggak pakai setiap hari. Aktifitas saya yang fullday dari jam 8 pagi hingga jam 8 malam membuat saya kasihan sama kulit kalau di-foundie sepanjang hari. Jadinya foundie ini lebih sering saya pakai ketika mau OOTD, FOTD, maupun ndandanin klien.

Daftar postingan yang memakai Caring Stay True Foundation no 3:
- Cara Mendapat Foto Korean Look.
- Almond Eyes.
- Makeup Foto Studio.
- Ela's Prewedding.

Saya suka sama foundation ini, mungkin saya akan repurchase untuk warna lain semisal nomor 2 yang ber-shade kuning. Sepanjang saya ndandanin orang, pemilik shade pink seperti saya malah jarang. Banyakan kuning atau sawo matang.

Harga: Rp 57.000,00
Positif:
- Merk lokal sehingga mudah didapat di mana-mana.
- Mudah di-blend meski pakai tangan.
- Kemasannya higienis.
- Medium coverage.
- Tahan lama.

Negatif:
- Kemasannya nggak punya tutup.
- Pilihan warna sedikit, hanya 4 warna saja kalau nggak salah.


Ini juga pakai Stay True Foundation. :D
 @andhikalady


Monday, July 30, 2012

Loose Powder Compare : Wardah vs Caring

Sebelum saya memposting ini, saya baru saja menulis empat judul. Baca : EMPAT judul tulisan buat kedua anak-anak saya alias kedua blog saya. Tak apalah, kejar setoran berhubung Bang Toyib tiga kali lebaran gak pulang-pulang. Loh, apa hubungannya? Heuheuheu.

Baiklah, masih dalam acara kompor-mengompor, eh, compare-mengcompare. Kali ini saya akan membandingkan dua buah produk bedak tabur lokal sejujur mungkin. Kenapa sejujur mungkin? Ya karena ini blog-blog saya. Mau saya jujur kek, mau saya bohong kek, mau saya ngegombal kek, suka-suka saya. Wong ini blog-blog saya kok. :)) --> kata-kata ini saya contek dari Jeng Arum.

Dua bedak tabur itu adalah Caring Microfine Loose Powder dan Wardah Luminous Loose Powder.

Kiri : Caring, kanan : Wardah

Bedak Caring ini kemasannya kecil, karena saya dapat dari bonusan waktu saya beli BB Cream Everlast pada haul bagian ini. Aselinya kemasan bedak ini lebih besar dari di gambar. Ukurannya kurang lebih mirip sama Wardah kok. Bedak ini sudah beberapa bulan saya pakai, jadi kalau keliatan agak bulky dan tulisan kemasannya ilang, mohon dimaklumi sadja yah. Heuheu. Sementara bedak Wardah tersebut saya dapat waktu Wardah ngasih beauty class gratis di UGM beberapa bulan sebelum saya mulai ngeblog tentang beauty. Jadi berhubung waktunya sudah lama beud, dan produk giftnya udah pada mau habis dan bulky-bulky, jadinya urung saya ceritakan di blog ini.

Marii, lanjut reviewnya.

  • Kemasan
Keduanya sama-sama terbuat dari plastik. Tapi saya merasa kemasan Caring lebih elegan karena kemasannya transparan. Selain itu, akses silver pada bagian pinggir tutup juga menambah kesan mahal. Sementara Wardah hanya terbuat dari kemasan sederhana dengan tutup berwarna hijau khas brand Wardah. Menurut saya ini kalah mewah jika disetarakan dengan Caring. Jika kedua produk ini disandingkan, saya pasti lebih tertarik dan akan mencoba Caring terlebih dahulu.
Why saya bahas kemasan? (bukan Kamasean lho ya). Kenapa setiap saya mereview produk, selalu saya masukkan unsur penilaian kemasan? Jawabnya simple, karena saya ini orangnya moody dan dalam beberapa hal saya menganggap something must be judge by its cover. Jadi kalau covernya menarik, mungkin banget bisa bikin orang jatuh cinta.

  • Ergonomis
Mari kita lihat dalamnya.

Keliatan banget *rongsok nya ya? Yew, namanya aja udah lama dipake. :p
Keduanya memiliki perantara berlubang antara tutup utama dengan tempat bedak. Metode yang bagus untuk mencegah bedak berceceran. Saya masih inget jaman kemasan bedak tabur Ibu saya masih bersekat plastik yang harus disobek untuk mendapatkan bedaknya dengan resiko berceceran massal. Heuheu. Saya pribadi tidak melihat adanya perbedaan signifikan dari kedua produk ini.

  • Tekstur
Lanjut ke bagian tekstur.

Wardah

Caring
Abaikan shadenya (karena shade Wardah lebih terang. Ya abis bagaimana, itu sudah masuk dalam goodie bad. Jadi bisanya cuma terima nasip. Hehe). Jadi saya di sini akan mebahas teskturnya. Tekstur Wardah lebih powdery dan mudah dicecerkan ke saput. Sementara Caring lebih padat dan mengandung lebih banyak kelembaban. Artinya, jika dinalar, maka Wardah lebih baik dalam hal menyerap minyak, tapi tidak menempel sebaik Caring. Untuk tekstur, saya merasa Wardah ada kemiripan dengan bedak Marcks. Sama-sama powdery, sama-sama bagus untuk mengeset foundie dan bagus untuk menyerap kelebihan minyak.
Caring memiliki tekstur yang lebih padat dan lembab sehingga lebih mudah nempel ke kulit. Secara umum, saya lebih suka tekstur Caring. Selain lebih mudah nempel ke kulit, juga cukup mampu mengcover kulit dari ketidaksempurnaan.

  • Saput
 
 
Saya lumayan bersyukur mendapat bentuk saput seperti di atas. Alias sudah tidak seperti jaman saput tebalnya cuman 5mm dan sekali dua kali pakai langsung jebol dan buang. Heuheu. Akan tetapi, saput Caring lebih tebal dan lebih nyaman dipakai daripada wardah. Selain itu, jika dinilai dari kekuatan dan ketahan-lamaan, jelas sekali Caring juara. Walaupun hampir mirip, tapi sudah bisa dilihat kalau saput Wardah sudah mulai rusak setelah beberapa bulan pemakaian.
  • Pengaplikasian
Dalam postingan ini, saya menyertakan foto kulit saya menggunakan bedak Wardah. Tapi sepertinya tidak akan membantu banyak dalam review. Karenaa, foto tersebut saya ambil pada waktu malam hari. Pun dengan kamera hape yang kualitasnya soso. Hehe.

BB Cream Everlast Caring + Wardah loose powder

Kesan saya menggunakan Wardah adalah minyak gampang keserap. Mirip dengan bedak Marcks. Cocok banget untuk touchup saat muka berminyak. Tapi untuk coverage yang lumayan, gampang nempel, memiliki kelembaban yang bagus, saya lebih suka memakai Caring. Ohya, bonus kemasan yang oke dan terkesan "mahal". :)
  • Tips 
Bedak tabur sesungguhnya diciptakan untuk mengeset foundation/BB cream supaya tetap stay di kulit wajah dengan tahan lama. Jadi, untuk menciptakan tampilan make-up yang tahan lama dengan foundation/BB cream, pertama-tama gunakan pelembab favorit, baru kemudian aplikasikan foundation/BB cream dengan benar (ditepuk-tepuk jika menggunakan tangan, atau gunakan kuas khusus foundation). Supaya tidak mudah menggumpal, pastikan pelembabnya sudah kering lebih dulu baru dioles foundation/BB cream. 
 
Saya juga punya tips pribadi supaya foundie tidak menggumpal, yaitu lakukan pengolesan tipis-tipis dahulu dan lakukan per bagian. Jadi jangan langsung ambil foundie terus di tempel pipi kiri, kanan, kening, hidung, dagu baru dioles satu per satu. Jangaan. Big no no. Karena apa? Karena kalau kita seperti itu dan yang pertama kali kita oles bagian kening (misalnya), bagian yang terakhir kita oles udah keburu kering. Jadinya menggumpal. #pengalaman. Lebih baik mengoles per bagian seperti kening-baurkan, pipi-baurkan, hidung-baurkan, dst. Hasil tidak menggumpal dan foundie yang kita gunakan lebih higienis karena langsung dioleskan ke kulit. Gak perlu nunggu lama-lamaaa.

Setelah itu, baru diset dengan loose powder. Cukup ditepuk-tepuk tipis nggak perlu tebal-tebal. Karena kalau tebalpun, hanya lapisan pertama yang bersentuhan dengan foundation yang akan bertahan. Sisanya cuma jadi butiran debu. #eh. 
 
Jika perlu coverage lebih kaya muka saya yang butuh banyak koreksi, gunakan Two way cake/compact powder setelahnya. CP/TWC memiliki daya tempel yang lebih baik dari loose powder.
Setelah puas berfoundie dan berbedak, baru lanjutkan dengan makeup mata, pipi dan lain-lain. :)
 
Note : tips di atas saya dapat dari Jeng Arum dan Jeng Puput.
  • Harga
Wardah Luminous Powder : Sekitar Rp 27.000,00
Caring Microfine Loose Powder : Sekitar Rp 40.000,00 (yang ukuran premium)
 
 
 

Wednesday, July 18, 2012

TWC Compare : Caring dan Pixy Acnebrite


Walapun nggak setiap saat saya memakai Two Way Cake, kadang saya tetap memerlukannya. TWC bisa jadi dewi penolong ketika saya terburu-buru dan enggak sempet berdandan lama-lama. Misal saya berada dalam situasi ditunggu gebetan mau makan bareng, dan posisinya saya baru bangun tidur di rumah. Kucel? Pasti. Berminyak? Tentu. Ya kalau makannya di burjo mah, masih bisa pergi bawa muka bantal. :3. Tapi kalau ternyata gebetan sedang baik hati mengajak ke tempat yang semua wanitanya pakai hig heel, ya apa boleh buat. Saya yang nggak terlahir dengan kulit wajah yang sempurna, tentu saja membutuhkan koreksi untuk masalah kulit saya. Minimalnya bawa muka fresh dan mulut bersih lah..

Daan, TWC adalah jawabannya. 

Ketika saya menghadapi momen -terburu-buru-muka kucel- jangankan eyeshadow, pakai foundie atau BB cream aja gak sempet. Hehehe. Cukup ambil TWC, basahi sedikit saputnya, oleskan ke muka. Wajah jadi lebih fresh dan lebih segar dibanding dengan sebelumnya. Kandungan foundation di dalamnya juga memudahkan TWC menempel ke kulit. TWC memang memiliki daya tempel yang lebih baik daripada bedak padat atau bedak tabur. Kegunaannya pun berbeda. Dulu, ketika kita mulai belajar dandan, kita memulainya dengan bedak bayi yang dioles ke muka. Berlanjut ke bedak tabur yang kandungannya ringan. Berlanjut ke bedak padat. Semakin pintar merawat diri, ketiga benda tersebut ditambah TWC pun jadi pilihan sebagai penghuni meja rias ataupun beauty pouch yang dibawa sehari-hari. Iya gak? Kalo saya sih, iya. Hehehee.

Meski bunyinya sama-sama bedak, antara bedak tabur, bedak padat dan TWC ternyata memiliki kegunaan yang berbeda. Bedak tabur itu berfungsi untuk mengeset foundation agar tetap di tempatnya, alias tidak bergeser. Hah? Benarkah foundie itu bisa bergeser? Bisa. Terlebih jika kulit kita berminyak dan luntur-able. Nah, bedak tabur inilah yang bertugas membuat foundie tidak mudah luntur. 
Kalau bedak TWC itu berfungsi untuk lapisan after-bedak tabur untuk menegaskan tampilan make-up agar lebih coverable. Tapi penggunaannya dapat juga dipakai sendiri tanpa pengaplikasian foundie / bedak tabur terlebih dahulu. Karena? Yups, karena TWC telah dilengkapi dengan kandungan foundie di dalamnya.
Sedangkan bedak padat itu fungsinya mirip dengan bedak tabur, hanya karena lebih compact, sehingga dapat dibawa kemana-mana untuk keperluan touch up.

Oke, lanjut ke TWC. Dari sekian TWC lokal #under100ribu yang pernah saya coba, saya paling suka merk Caring dan Pixy. Di sini saya akan mencoba mengcompare kedua TWC ini.

  •  Kemasan

TWC Caring dikemas dengan wadah berwarna putih konvensional. Khas TWC. Sedangkan Pixy dikemas dengan wadah yang tidak berbeda jauh ukurannya, hanya berwarna hijau. Saya lebih suka kemasan Pixy, karena lebih catchy, dan warna hijaunya pas untuk label Acnebrite yang dibawanya. Tapi untuk masalah ketahanan kemasan, saya lebih suka Caring karena lebih kuat. Saya sering sekali memiliki bedak Caring dan jarang sekali bedak tersebut pecah karena kemasan yang kurang kuat.

Keduanya diengkapi kaca dan tempat saput yang terpisah. Untuk beberapa orang yang menyukai keminimalisan, bentuk kemasan ini cukup memakan tempat. Tapi bagi saya tidak masalah selama bedak tersebut tidak pecah. Selain itu, bentuk kemasan seperti ini juga memungkinkan untuk memiliki kaca yang besar sehingga muka saya bisa kelihatan semua di kaca.
  • Daya tempel
Lagi-lagi saya lebih menyukai Pixy, karena teksturnya gampang nempel ke wajah saya. Enggak mudah cakey dan finishingnya bagus. Pada kebanyakan bedak / TWC yang pernah saya coba, beberapa di antaranya menimbulkan efek "bedakan: banget. Tapi hal ini tidak berlaku untuk Pixy. Setiap kali saya memakai, tidak terlihat muka saya habis bedakan. Meskipun saya memakainya sendiri, tanpa lapisan apapun sebelumnya.

Sedangkan untuk Caring, saya kurang suka hasil finishingnya yang cukup cakey jika saya gunakan sendirian. Muka saya jadi terlihat menggumpal, kecuali sebelumnya saya sudah memakai BB cream. Jadi, saya sarankan jika ingin menggunakan Caring, jangan lupakan BB cream / foundie sebelumnya, karena hasilnya kurang bagus.


Pixy
  • Coverage
Salah satu kebutuhan untuk memakai TWC adalah kemampuannya untuk menutup noda. Untuk saya, saya lebih suka coverage Pixy. Teksturnya langsung menyatu dengan kulit, dan mau diajak berkompromi dengan bekas-bekas jerawat saya. Hehehee. Untuk Caring, lagi-lagi dia membutuhkan BB cream atau foundie untuk menghasilkan coverage yang maksimal.
  • Stay Power
Menurut saya, kedua TWC stay power minyaknya standar ya. Dengan asumsi pemakaian sendiri, keduanya tidak power banget, tapi juga cukup mampu menahan minyak untuk sekitar dua jam. Jika ingin yang stay powernya bagus, dahului dengan pelembab dan foundie yang memiliki stay power bagus juga. Sementara untuk penggunaan sendiri, kalau ingin yang stay powernya lumayan, pakai Pixy jenis Ultimate atau Caring jenis Everlast.  Kabarnya kedua TWC ini memilki ketahanan minyak yang bagus.

Caring.
  •  Saput
Kiri Pixy. Kanan Caring. Sudah tidak seperti aslinya. >.<*
Saya lebih menyukai saput Caring yang lebih lembut. Bentuknya juga lebih lebar dan mudah dipakai sekali - dua kali usap (yah, ketahuan malesnya). Tapi, sesuai standarnya TWC pasaran yang jarang memiliki saput bagus, ada baiknya membeli saput baru yang lebih bagus dan awet. Apalagi kadang saput itu saya basahi dulu untuk membuat coverage yang lebih mantep. Tapi lebih bagus lagi jika kita mengganti saput secara kontinyu. Terlebih jika kita menggunakan bedak yang dishare dengan orang lain. >.<*
  • Hubungan dengan alergi / skin care
Kedua TWC ini mengklaim tidak membuat kulit breakout. Dan buat saya juga itu. Manurut saya, jika kulit rajin dibersihkan, kulit akan aman dari breakout. Tapi saya pribadi lebih memilih Pixy, karena memiliki kandungan yang ramah dengan kulit berjerawat. (namanya aja Acnebrite). :).

But, meski mengklaim tidak mengakibatkan breakout, buat saya yang namanya TWC tetap saja menutup pori-pori. Jadi teteuup, jangan skip pembersihan wajah setelah selesai beraktifitas.


Nb : Kalimat terakhir saya buat untuk menasihati saya sendiri. #sekian.


:))

Pixy Acnebrite : Rp 35.000,00
Caring : Rp 30.000,00 

Friday, June 22, 2012

Cheap Liquid Foundation Compare. Viva & Marina.

Foundation. Apa yang terpikir ketika mendengar istilah itu? Dalam istilah make-up tentu saja foundation adalah istilah kosmetik yang dapat berbentuk cream, powder, maupun cairan yang digunakan sebagai alas make-up. Ada juga istilah alas bedak. Tapi saya sendiri kurang setuju jika foundation diistilahkan dengan alas bedak. Toh, penggunaanya tidak selalu diakhiri dengan bedak. Iyakan? :)

Well, kali ini saya akan membuat opini tentang liquid foundation compare, antara Viva dan Marina. Produk Viva sudah saya kenal sebelumnya. Tapi Marina? Saya baru tahu kalau produk ini mengeluarkan foundation dan bedak baru-baru ini saja. Dan akhirnya atas nama penasaran, saya beli deh :)



  • Packaging.
Dari segi kemasan, kedua produk ini baik Viva maupun Marina tidak memilik perbedaan yang berarti. Keduanya dikemasani dengan botol plastic beserta label yang melengkapi detail isi produk. Kemasan Marina berbentuk gendut, saya kurang suka, karena jika isinya tinggal sedikit, tidak dapat dipencet. Sedangkan kemasan Viva memanjang ke atas dan pencet-able. Hehe. Saya asal mengambil istilah saja. Artinya produk Viva lebih mudah dikeluarkan dalam hal pencet-memencet.

Mulut botol kedua produk ini memiliki karakteristik yang sama : lebar. Jadi harus hati-hati dalam menuang produk ini karena teksturnya sendiri sudah sangat encer ditambah mulut botol yang lebar. Peluang untuk tumpah besar sekali.

Lady memilih : Viva.

  • Tekstur
Namanya juga liquid foundation. Jadii bentuknya ya memang cair. Tapi saya merasa tekstur Viva lebih cair daripada Marina.

Lady memilih : sama sih. Aku tidak begitu mempermasalahkan tekstur.

  • Warna
Pada kemasan sih ditulis berwarna natural (baik Viva maupun Marina), tapi pada kenyataanya, foundation Viva lebih cerah dan terlalu jauh shadenya dibanding Marina. Untuk kulit saya, shadenya lebih cocok di Marina yang cukup kesawo-matangan.



Kiri = Viva, Kanan = Marina

Lady memilih : Marina.

  • Blending
Ketika dibaurkan dan di blend dengan kulit, yang lebih dulu rata warnanya adalah Viva. Viva mudah diblend, sedangkan Marina harus pelan-pelan dan jika tidak teliti, mudah sekali menggumpal alias cakey. Namun khusus untuk warna, kedua foundation ini hampir menunjukan warna blending yang sama dan hampir mirip walaupun warna aslinya sangat berbeda.
 

Setelah di-blend. *maaf gambarnya kurang jelas. :>

Lady memilih : Viva.

  • Coverage
Viva lebih coverage dibanding Marina. *FOTD menyusul ya. Ohya, foundation Viva ini pernah saya pakai untuk make over sepupu saya di sini loh.


Harga :
Viva : < Rp 5.000,00
Marina : < Rp 5.000,00


Bonus gambar tangan saya memakai sampur. Ihihiiy :




@andhikalady

Ads