Showing posts with label Eyeshadow. Show all posts
Showing posts with label Eyeshadow. Show all posts

Friday, May 29, 2015

[Review] Silky Girl Perfect Stay Eye Primer + Shadow

Aslinya saya bukan eyeshadow girl, yaitu perempuan yang nggak bisa hidup tanpa esedo. Kemana-mana pakai esedo, ke warung depan beli lombok kudu pake esedo dulu, mau bobok pake esedo, sampe peliharaannya dipakein esedo. Nggak segitunya. 70% penggunaan eyeshadow punya saya malah lebih banyak dipake untuk ngedandanin orang lain. Sisanya? Untuk ekperimen saya ketika pengen nyari dan mencoba-coba teknik blending yang keren. 

Salah satu jenis warna eyeshadow yang wajib dimiliki jika kamu ingin belajar blending smokey eyes adalah: warna abu-abu. Warna grayish mampu memberikan efek mata dramatis, jika kamu pintar blending. Karena saya belum pintar blending, juga masih trial dan error ketika membuat smokey eyes, jadi marilah kita simak review tentang eyeshadow abu-abu ini saja.


  • Keterangan Produk
Judul Produk: Silkygirl Perfect Stay Eye Primer + Shadow
Warna: Biru, Hijau, Abu-abu, dan putih. Warna dasar: Abu-abu & Putih silver.
Alasan beli: Pengen eyeshadow warna abu-abu & biru. Karena eyeshadow biru yang lama sudah kadaluarsa.
Harga: sekitar 50k - 70k.
  • Kemasan
Terbuat dari dasar plastik warna hitam, ditutup plastik, tanpa cermin. Sekilas seperti eyeshadow mainan. Sayang banget kemasannya seperti tidak didesain dengan serius, padahal warnanya saya suka. Satu atau dua kali jatuh sepertinya kamu harus siap-siap mengganti sarang eyeshadow ini dengan tempat yang kokoh. Untuk itu, rule 'memelihara' eyeshadow ini adalah: 1. Jangan jatuh. 2. Kalau jatuh, kembali ke rule pertama.


Kerangka ringkih, tetapi dalemannya unggul. Saya suka dengan aplikatornya. Warna hitam dengan kepala aplikator yang kokoh dan empuk. Mudah banget dipakai untuk mengambil warna eyeshadow untuk diculek ke kelopak mata. Saya memang lebih suka memakai kuas untuk memakai eyeshadow, tetapi kalau untuk mengambil sejumput warna untuk ditempel ke kelopak mata, saya lebih sering memakai spons/aplikator bawaan eyeshadow.
  • Swatch & Tekstur

Sampai di titik swatch, saya suka dengan produk ini. Ternyata warnanya nggak jauh beda dengan pan. Di atas ini saya oleskan ke tangan tanpa pakai primer eyeshadow, langsung mak jeder warnanya kereng-kereng. Keempat warnanya memiliki butiran shimmer yang besar-besar. Fokus shimmering cenderung lebih banyak di warna abu-abu dan silver. Kau yang gemar dengan eyeshadow matte, akan susah menyukai eyeshadow ini. Sebaliknya, yang suka dengan benda berkilau seperti saya, akan dengan mudah jatuh cinta dengan eyeshadow ini.

Lalu bicara soal tekstur, yang saya rasakan ketika memakai adalah: powdery. Alamak serbuknya berhambur-hamburan ke mana-mana (tipikal eyeshadow ber-shimmer). Serba salah ya, suka shimmer, tetapi produknya nyerbuk. Aku kudu piye dong?

  • EOTD & OOTD





Tulisan biru untuk kesan positif, sementara tulisan merah untuk kesan negatif. Kita mendapatkan tiga biru dan dua merah, artinya produk ini masih worth untuk diadopsi. Apalagi kamu-kamu yang demen dengan smokey eyes, suka shimmer, dan pengen tampilan edgy.

Pastikan produk ini tertutup dengan benar sebelum masuk ke pouch kesayangan kamu.

+Andhika Lady Maharsi 

Sunday, April 5, 2015

Urban Decay Primer Potion Greed

Hai Jengantens,
Apa kabar? Kali ini saya mau .... 

Tiba-tiba saya kepikiran nih, kayaknya kok basi banget kalau postingan blog diawali dengan "kali ini saya mau review bla bla bla". Padahal kan dari judulnya udah ketahuan kalau postingan ini adalah tentang review anu. Baiklah, mari kita lupakan. Saatnya memberi perhatian ke Urban Decay Primer Potion Greed, atau gampangnya disingkat UDPP Greed.


UDPP adalah brand yang sudah duluan terkenal di dunia per-primer-eyeshadow-an. Kabarnya dia bisa bikin perona mata lebih merona dan tahan lama jika dipakai. Banyak beauty blogger dan MUA yang menjadikan ini sebagai holy grail andalannya.

Seberapa besar kesan holy grail ini menurut opini saya? Mari kita lihat.
Kemasan dan appearance.

Nama Produk: Urban Decay Primer Potion Greed
Isi: 30ml
PAO: 6 bulan
Err, sesungguhnya catatan PAO yang menyebutkan 6 bulan ini cukup meresahkan saya. UDPP ini isinya relatif banyak dan nggak mungkin saya habiskan dalam waktu 6 bulan. Hohoho. FYI, PAO adalah keterangan jangka waktu kualitas produk setelah kemasan dibuka. Jadi misal PAO 6 bulan, artinya produk tersebut bisa digunakan selama 6 bulan sejak pertama kali kemasan dibuka.
Kemasannya berbentuk tube dengan warna emas gold dan tutup warna ungu. Dahulunya kemasan UDPP adalah sebuah botol yang terbuat dari kaca yang kerap dikeluhkan penggunanya sebagai kemasan yang mudah pecah. Agaknya brand Urban Decay telah mendengarkan saran dan kritik para pengguna UDPP dan menggantinya dengan kemasan tube yang lebih aman.



Tekstur.

UDPP Greed bertekstur krim dengan hint warna gold. Ada semacam butiran-butiran shimmer warna keemasan yang jika dibasuh dengan air, shimmer tersebut agak susah hilang dari kulit. Mungkin itulah yang disebut produk ini diklaim sebaga produk waterproof.


Produk ini nggak perlu digunakan banyak-banyak. Cukup setitik saja, lalu baurkan secara merata di seluruh kelopak mata. Setelah itu baru memakai eyeshadow seperti biasa. Pengalaman di saya, cuma memakai UDPP saja pun, mata sudah kayak memakai eyeshadow warna gold.

UDPP Greed setelah dibaurkan.
Swatch.

Saya cobakan untuk menge-swatch UDPP dengan eyeshadow Muslimah, yang di saya agak kurang pigmented. Hasilnya memang langsung kelihatan bahwa setelah menggunakan UDPP, jadinya jadi lebih pigmented dan keluar warnanya.

Tanpa UDPP Greed.
Dengan UDPP Greed.
Tidak hanya itu, ketahanan stay eyeshadow di kulit juga layak dipuji. Saya coba memakainya dari pagi sampai sore, warna eyeshadow masih tertata apik di mata. Produk ini mengklaim dirinya mampu menahan eyeshadow selama 24 jam di mata atau kulit. Namun belum sempat saya coba sampai selama itu. Err, siapa sih, yang sempet make smoki ais selama 24 jam? Nggak dibersihin kali ya, pas tidur?

Eye of the Day.

Nggak lengkap dong, masa ngreview primer eyeshadow tapi nggak pakai EOTD. Di bawah ini adalah hasil memakai UDPP plus eyeshadow. Dandanannya minimalis, ya. Saya sedang nggak memakai bulu mata palsu atau maskara.


Ohya, saya mau cerita lagi. Kalau memakai UDPP itu, eyeshadownya jadi lebih mudah diblending. Inilah perbedaan primer eyeshadow UDPP dengan yang lain. Beberapa primer yang pernah saya pakai cenderung suka 'pindah-pindah' dan 'ngambang' ketika dilakukan blending eyeshadow. Hasilnya adalah, kalau nggak pintar ngeblending, jadinya nggak rata warnanya. Kombinasikan dengan kuas blending yang berkualitas.


Kelemahan produk ini adalah, mudah nge-crease ketika dipakai kelamaan. Memang, warnanya tetap stay on meskipun sudah berjam-jam, tapi bekas garis-garis di mata juga muncul. Harganya cukup mahal, hasilnya bagus di mata dan sudah diakui oleh banyak orang sebagai produk andalan. Namun ternyata masih ada kekurangan atau ketidakcocokan di saya yang memiliki kulit mata agak berminyak. Jadi, apakah produk ini holy grail saya? Saya rasa, belum yah. Saya masih berkutat melakukan pencarian ke Barat mencari kitab suci yang berisi primer eyeshadow holy grail, dilakukan selangkah demi selangkah, ketemu siluman laba-laba dan negeri bermatahari sembilan. Gimana dong?


Positif:
- Menjadikan warna eyeshadow vibrant & pigmented.
- Warna tahan lama.
- Memudahkan eyeshadow untuk diblending.

Negatif:
- Nge-crease. Aaakk.

@andhikalady

Friday, May 2, 2014

Crease, Eyeshadow Amazon Inez & Arabic Eyemakeup

Saya pernah membaca di sebuah tutorial, bahwa untuk menciptakan kesan mata lebih besar itu salah satunya adalah membuat garis di bagian kelopak mata yang disebut crease atau lipatan mata. Dengan memberi sedikit sentuhan warna pada bagian tersebut, maka efek yang berbeda bisa timbul dari penampilan mata. Efek yang paling sering dirasakan adalah kesan 'mata dalam' dan bola mata lebih besar. Contohnya di gambar yang saya ambil dari Google ini:

Sumber
Penambahan aksen warna di crease macam gambar di atas kerap dilakukan untuk mendapatkan makeup look ala Timur Tengah. Jadi, kamu, yang ingin memiliki penampilan mata besar, seksi dan seduktif macam mata mbak-mbak Turki, berkreasilah dengan crease. Buat 'lipatan khayalan' di mata kamu yang memiliki crease yang minimal (berdasarkan pengamatan saya, orang Asia Timur/ Asia Tenggara jarang yang memiliki crease dalam) dan dapatkan Arabian makeup yang memesona.


Demikian adalah informasi yang saya dapatkan dari tips-tips yang beredar di jagat per-makeup-an. Kemarin saya sudah coba untuk membuat kreasi crease, namun yang akan kalian lihat di post ini adalah look yang sangat belum sempurna. Hehe. 


Saya memiliki mata yang relatif kecil dan hampir tidak memiliki crease seperti mata Kaukasian. Jadi, saya harus berusaha dua kali lipat untuk menciptakan kesan mata Timur Tengah. Bayangkan deh, ketika kamu tak punya tulang pipi yang tak bisa ditonjolkan, tapi kamu harus membuat shading pipi? Susah kan, kalau baru belajar? Nah, sama dengan membuat crease khayalan itu. Namun di situlah seni mempelajari makeup yang sesungguhnya. Kita tidak hanya memberi warna pipi dan bibir, meratakan warna kulit dengan foundation, atau memberi garis pada bingkai mata, tapi makeup juga merupakan seni menciptakan warna bayangan untuk menonjolkan kelebihan pada wajah. Contohnya, memberi shading, memberi blushon, memberi highlight, memblending eyeshadow, sampai membuat crease mata.

Nah ketahuan deh kalau saya masih musti belajar banyak tentang makeup. LOL.


 Makeup mata yang sudah didiamkan lebih dari 6 jam. Tampak di bagian crease eyeshadow sudah mulai pudar.

Adapun eyeshadow warna hijau yang saya pakai adalah Inez Amazon dan Maybelline Colorshow Crayon Kohl Eyeliner Tosca. Review singkat:


Swatch. Dari kiri ke kanan: Maybelline - Inez Amazon.
Maybelline Colorshow

Merupakan produk keluaran terbaru Maybelline. Colorshow meluncurkan bermacam produk seperti Eyeliner, Nail Colour dan Lipstik. Untuk eyeliner tosca ini, review singkat saya adalah: kemasan simple, travel-able, warnanya cukup keluar dan multifungsi dapat digunakan juga sebagai eyeshadow atau pewarna waterline. Namun menurut saya, Colorshow Tosca ini warna yang dihasilkan masih terlalu tipis untuk ukuran eyeliner. Jadi sampai sekarang saya menganggap ini adalah eyeshadow biasa yang sengaja disamarkan menjadi eyeliner. Harga Rp 30.000,00.

Inez Amazon

Saya belum pernah kecewa dengan eyeshadow Inez (kecuali kemasannya), termasuk dengan varian hijau Amazon ini. Warna hijau Inez Amazon ini multifungsi, bisa dipakai untuk membuat Arabic makeup, kemudian warna putih keperakannya bisa dijadikan highlight. Warna hitamnya juga cocok dipakai jadi eyeliner atau smokey eyes. Harga Rp 40.000,00.

+Andhika Lady Maharsi

Tuesday, June 18, 2013

Review Elf Eyebrow Kit Medium

Apa yang pertama kali kalian ingat ketika mendengar kata Elf? Peri? Super Junior? Atau super affordable drugstore makeup? Yup, berhubung jenganten.com bukan blog fanbase Super Junior atau membahas fashion peri-inspired, maka Elf sebagai brand makeup-lah yang akan saya bahas. :D

Elf atau kepanjangannya adalah Eye Lips Face adalah brand drugstore yang terkenal memiliki harga yang super terjangkau. Kisaran harganya saja mulai dari 0.99 dollar. Yang mau saya review lebih gila lagi, sebuah eyebrow kit lengkap dengan shading cuma dijual dengan harga USD 3 dollar saja. Dengan catatan, harga 3 dollar itu jika dibeli dari negara asalnya lho. Sampai Indonesia harganya bisa mencapai dua kali lipat harga asli. Kecewa? Iya, saya juga. :|

Kali ini saya mau review salah satu produknya yaitu Elf Eyebrow Kit Medium.


Ada banyak cara mewarnai alis, salah satunya adalah dengan eyebrow kit. Bentuknya seperti eyeshadow tapi teksturnya lebih creamy, dilengkapi dengan aplikator kuas bersudut dan kuas brush. Di dalamnya terdapat kaca mini yang cukup untuk melihat mata dan alis. Kemasannya terbuat dari plastik berwarna hitam. Nyaman dan elegan ketika dilihat, tapi cukup bulky ketika dipegang. Rasanya seperti mudah untuk tergores jika kena benda tajam.

Warna Medium.
Warna yang saya punya berjenis medium. Saya termasuk yang agak susah menemukan pewarna alis yang cocok. Selama ini, kalau nggak dapet yang terlalu gelap (bikin muka saya galak) ya terlalu kemerahan dan terang (bikin terkesan menua). Paling sering sih saya pakai eyeshadow warna cokelat semacam Inez Vienna untuk mewarnai alis. Tutorial mewarnai alis dengan eyeshadow pernah saya bahas di sini. Tapi jika eyeshadow dipakai untuk mewarnai alis, stay power-nya parah banget. Baru dua jam dipakai saja udah luntur. 

Nah, Elf eyebrow kit warna medium ini buat saya semacam harta karun karena warnanya cocok banget sama alis dan warna kulit wajah saya. Dia mampu memberi warna natural pada alis tanpa membuat kesan galak ataupun menua sekian tahun.Aye.

Ada dua pan yang terdapat dalam paket eyebrow ini :
1. Bagian yang gelap bertekstur krim padat digunakan untuk mengisi warna pada alis. Dipakai dengan kuas berujung miring.
2. Bagian yang terang bertekstur padat digunakan untuk 'mengunci' warna alis yang sudah diwarnai. Caranya adalah ditepuk-tepukkan ke alis menggunakan kuas yang berujung bulat. Bagian ini juga bisa digunakan sebagai shading hidung.


Saya ingin mengkritik kuas yang berujung lancip itu, teksturnya terlalu keras dan sangat tipis. Selain itu, bulu-bulunya juga kurang rapi, sehingga ketika dipakai ke alis, hasilnya juga kurang rapi. Alhasil saya lebih menyukai memakai kuas sendiri. Sementara untuk kuas berujung bulat saya menyukainya, bulunya halus dan cocok dipakai untuk shading.

Swatch


Atas : Alis sebelum pmakaian. Bawah : Setelah pemakaian.
Hasilnya lebih rapi dan natural dibanding menggunakan pensil alis.
Selain saya coba untuk mewarnai alis, saya cobakan pula untuk shading hidung. Ohya, saya belum sangat mahir memakai shading hidung, jadi yang saya tampilkan di bawah ini saya sebut sebagai shading ala kadarnya.


Sebelum shading.
Setelah shading.
Elf eyebrow kit ini juga saya pakai untuk nyading-in Mbak ini. :D

Bagaimana dengan stay power dan waterproof? Saya cukup puas dengan stay power-nya. Dipakai lebih dari 8 jam (sudah sama cuci muka 2 kali untuk wudhu) masih stay di alis. Cuma agak kurang rapi sedikit. Tapi untuk ukuran eyebrow, ketahanan selama itu sudah saya anggap bagus. :)

Harga : $ 3, dari web aslinya. Jika sampai Indonesia bisa mencapai dua kali lipat.

Positif :
- Tahan lama.
- Warnanya natural cocok banget di alis dan warna kulit saya.
- Lengkap, bisa buat shading-an.
- Travel friendly karena bentuknya kecil.
- Harga terjangkau.

Negatif :
- Kemasan bulky.
- Kuas berujung lancipnya kurang fungsional.
- Cukup susah dicari (harus PO atau beli online)

@andhikalady

Tuesday, April 16, 2013

Review EOTD : Sariayu Karimunjawa Pesisir Sentrajava.

Eyeshadow lagi, eyeshadow lagi. Rasanya nggak lengkap hidup ini tanpa kehadiran eyeshadow. Apalagi eyeshadow yang warnanya cetarr, yang cerah, pigmented, stay power oke, warnanya unik, kemasan lucu seperti eyeshadow ini :



Sariayu Karimunjawa, Pesisir Sentrajava, edisi 2013







Warnanya terdiri dari kuning shimmer, hijau shimmer dan ungu semi matte. Salah satu alasan saya beli ini adalah karena dia punya warna ungu! Sebenarnya ada satu lagi seri eyeshadow Sariayu edisi Pesisir Sentrajava 2013, namanya koleksi Lasem, tapi saya pilih yang Karimunjawa karena jatuh cinta sama warna ungunya.

Kombinasi warna-warna ini langsung bikin saya ingat sama warna-warni terumbu karang. Meski belum pernah melihat terumbu karang secara langsung atau ke Karimunjawa, tapi saya sangat setuju kalau warna-warna ini indah, dan bisa bikin mata indah juga harusnya.

Bagaimana dengan vibrant warna? Jangan ditanya, sejauh pengamatan saya terhadap dunia per-eyeshadow-an, produk keluaran Sariayu memang hampir selalu jawara dalam urusan keluar warna. Tanpa pake base eyeshadow pun warna yang dihasilkan sudah cetarr dan cantik.

Kemasannya juga unik dan elegan. Tapi sayangnya, cerminnya terlalu kecil untuk dipakai touchup mata (kalau buat ngaca bibir udah cukup kali ya). Kalau saya bisa saran sih, mending dikasih cermin yang besar atau nggak usah dikasih aja sekalian. Kemudian, letak untuk membuka kemasan juga agak ambigu. Awalnya saya coba buka dari sisi samping yang panjang, kok susah banget. Usut punya usut, ternyata cara bukanya dari samping sisi yang pendek. Owalahh. Untung kekuatan tangan saya kecil, coba kalau saya tetep paksa buka dari samping yang lebar, ambyar deh tuh eyeshadow kesayangan. Hihi.

Sekarang dengan kuas. Kuas ini kurang begitu bermanfaat buat saya. Pada dasarnya saya lebih suka pakai eyeshadow menggunakan kuas jenis brush, bukan kuas jenis spons. Tapi tak apalah, kalau tiba-tiba kuas brush saya nyelip di bawah bantal karena saya pakai buat nggulung rambut (??), masih bisa pakai kuas spons ini. 

Atas : non flash. Bawah : dengan flash.
Contoh EOTD



Saya cuma makeupin satu mata aja. Hahaha.
Harga : Rp 40.000,00

Positif :
- Warna vibrant pigmented.
- Warnanya asik. (??)
- Shimmer.
- Tidak terlalu powdery.
- Kemasannya "Indonesia" banget.

Negatif :
- Cermin kecil.
- Posisi untuk membuka kemasannya ambigu (lewat samping).

@andhikalady

Friday, February 8, 2013

Eyeshadow Eyeliner



Berapa eyeshadow yang kamu punya? Kalau saya baru punya lima wadah. 

Berapa kuas eyeliner yang kamu punya? Kalau saya baru dua.

Berapa eyeshadow warna gelap yang kamu punya? *Ehmmm, ngitung sebentar* Kalau saya ada hitam, hitam, hitam, cokelat, cokelat, ungu, biru donker. Ada delapan!





Eyeshadow warna gelap itu dipakai untuk apa? Kadang smokey eyes, pembentuk sudut mata, pengisi alis...

Apa cuma segitu? Ternyata oh ternyata, berdasarkan akal-akalan kepingin ngirit, eyeshadow bisa dipakai untuk EYELINER jug loh.

Atas = Masami Shouko. Bawah = Unbranded
Caranya adalah memakai kuas eyeliner. Kuas eyeliner yang saya punya ada dua jenis, yang satu angled eyeliner unbranded, yang satunya adalah kuas eyeliner merk Masami Shouko. Dua-duanya memiliki ujung yang optimal untuk membentuk garis eyeliner dengan baik. Perbedaannya adalah dalam ketebalannya. Kalau yang versi angled memiliki ketebalan lebih sehingga dapat juga dipakai untuk pengisi alis. Sedangkan yang satunya memiliki bulu yang tipis kecil dan dapat digunakan untuk membuat eyeliner dengan ketelitian yang cukup tinggi.

Kiri = With Masami, Kanan = Dengan Kuas unbranded
Nah, kembali ke daftar eyeshadow. Jenis apakah yang cocok dijadikan eyeliner? Kalau buat saya, syarat eyeshadow dapat digunakan menjadi eyeliner adalahh :

  1. Warnanya gelap semisal hitam, cokelat, abu-abu dan turunannya.
  2. Tidak powdery. Nggak lucu kalau baru sebentar dipakai menjadi eyeliner malah bubuk eyeshadownya ke mana-mana.
  3. Stay power bagus. Atau siapkan base eyeshadow pada kelopak mata sebelum memakai eyeliner eyeshadow.


Ini adalah Viva Eyeshadow Cream
Oke, karena syaratnya tiga, maka saya pilih satu eyeshadow di atas untuk direview. Yaitu = Viva Eyeshadow Black Cream. Kenapa produk ini yang saya anggap paling cocok dijadikan eyeliner? 1. Warna hitam, 2. Teksturnya Cream, sehingga mudah menempel ke kulit, 3. Stay power cukup lumayan.
Jangan tanya kemasan ya Jenganten, produk Viva ini memang sama sekali tidak direkomendasikan untuk dibawa ke mana-mana dengan tujuan untuk dipamerkan (kecuali Jenganten tipe orang yang lebih peduli isi dibanding kemasan). Wadahnya terbuat dari plastik yang terlihat rapuh dan keruh. Pernah saya coba jatuhkan, dan praaang, alhasil tutup dan wadahnya langsung berpisah dari tempatnya.
*membayangkan adegan sinetron yang sadis*

Gimana cara pakainya?
  1. Olesi kelopak mata dengan base.
  2. Ambil eyeshadow dengan kuas.
  3. Gariskan ke mata.
  4. Rapikan.
  5. Selesai.
Segitu doang?
Ya emang begitu, apalagi? Memakai eyeliner dengan eyeshadow secara umum hampir sama dengan memakai eyeliner biasa.

Ada tips lagi nggak?
Ada. Warna lain-lain yang lebih cetar bisa pula dijadikan eyeliner lho. Cobalah biru toska. :D

Mana EOTD nya?
Niih..

EOTD. Hidung saya sedang iritasi.

Kok cuma segitu? OOTD atau FOTD mana?
Maunya berapa? Kok nawar? 

Yasudah, itu eyeshadow Vivanya harganya berapa?
Rp 4.000,00 << crazy price, rite?

Harga kuasnya?
Unbranded angled eyeliner : Rp 7.000,00
Masami Shouko : Rp 25.000,00


@andhikalady

Sunday, November 4, 2012

Fanbo Fantastic Eyeshadow Kit

Hai Jenganten,

Saya lagi di Lampung loh (emang kalau kamu lagi di Lampung terus ada orang yang bilang Wow, gitu Lady?) brb koprol sambil pake lisptik.
Jadi karena ada tugas negara, saya terdampar di pulau Sumatera paling selatan ini. Berhubung malem ini lumayan selo, saya menyempatkan diri untuk posting draft yang sudah tersusun karatan bertahun-tahun yang lalu. Alamak. Padahal saya cuma ingin mengalihkan isu huru-hara postingan kemarin.

Ini dia temen warna-warni baru yang saat ini menghiasi traincase saya =

Fanbo Eyeshadow Kit

Isinya. :O. Kiri : Citra Pelangi. Kanan : Pesona Kupu.
  • Kemasan.
Warnanya merah hati. Simpel dan tipis. Travel friendly dan mudah masuk kantong. Tak perlu berkata panjang lebar, intinya saya suka dengan bentuk kemasannya. Meski simpel begitu, dia tetap terkesan mewah dan elegan.
Kedua-duanya sudah memiliki nomor BPOM dan data website. NB : meski memiliki website, terakhir kali saya mengunjungi www.fabindo.com masih dalam proses rekonstruksi. Sini mbok bikinnya sama saja ajah. Hikhik

  • Aplikator 
Masing-masing eyeshadow kit dilengkapi dengan dua buah kuas spons masing-masing berujung dua buah. Menurut saya ini masih jauh lebih oke dibanding dengan aplikator yang disediakan Mirabella Eyeshadow Kit. Dengan kuas yang terdiri dari dua gagang, empat spons dan delapan sapuan, aplikator Fanbo Eyeshadow Kit saya nilai cukup memadai untuk mengakomodasi sepuluh warna eyeshadownya. Bandingkan dengan Mirabella yang memiliki dua belas warna tapi aplikatornya hanya satu.
Meski begitu, akan lebih baik lagi kalau kita memakai eyeshadow dengan kuas tersendiri yang lebih berkualitas.
  • Warna
Apa yang paling penting dari sebuah eyeshadow kalau bukan : warnanya? Kemasan boleh diabaikan, saput kuas boleh biasa saja, tapi kalau warnanya 'biasa'? Hmm, sayapun pasti kecewa dengan eyeshadow apapun yang warnanya 'biasa'. Sebenarnya apa sih, syarat warna eyeshadow itu tidak 'biasa'? Buat saya sih eyeshadow yang baik itu begini :
- pigmented
- stay power oke
- tidak powdery

Eyeshadow Fanbo Kit memiliki sepuluh warna untuk tiap kemasannya. Rata-rata warna tersebut cukup pigmented. Tapi tidak semuanya. Ada warna yang memang tidak begitu kentara ketika diswatch di kulit.
  • Citra Pelangi
Saya mempunyai dua Eyeshadow Fanbo. Citra Pelangi dan Pesona Kupu. Pada Citra Pelangi, saya mendapati ada warna putih shimmer! Kebetulan saya sedang butuh Eyeshadow warna putih untuk bermacam keperluan. Untuk highlight, untuk pewarna sudut dalam mata, untuk pencerah bagian bawah mata, untuk pencerah cupid bow. Ah, banyak sekali kegunaan eyeshadow warna putih itu. Apalagi yang shimmer.
Warna lain yang ada di seri ini adalah ungu, hijau, cokelat, hitam dan nuansa pink.


Tidak semua warna-warna tersebut pigmented. Yang saya nilai pigemented adalah warna cokelat, hitam, hijau, dan putih. Untuk warna dengan nuansa pink tidak begitu cetar. Tapii, saya merasa warna-warna pink ini akan cocok dipakai bagi yang suka makeup a la Korea yang tidak membutuhkan warna eyeshadow yang over pigmented. In case, ingin berdandan warna Korea tapi tidak memakai produk Korea. Pake Fanbo sudah cukup. Hihihi.

Citra Pelangi



  • Pesona Kupu
Warna-warni Pesona Kupu lebih beragam dan hampir semuanya pigmented.Ada warna pink, ungu, cokelat, kuning, hijau, biru, hitam, cokelat dan oranye. Tidak seperti warna Citra Pelangi yang cenderung memiliki komposisi warna yang hampir mirip satu sama lain, seri Pesona Kupu lebih warna-warni dan beda-beda.


Saya mendapati warna hitam, kuning, hijau, biru dan cokelat yang lumayan pigemnted. Sementara warna pink kurang begitu masuk ke kulit saya.

Pesona kupu.
Catatan : Saya swatch produk ini tanpa base. (baca : belum punya base)

Ada yang pigmented ada yang tidak keluar warnanya. Tapi, errr, hampir semua Eyeshadow ini powdery banget. Ditutul sedikit pakai tangan saja sudah berhamburan ke mana-mana. Ke hidung, ke pipi, untung tidak ke bibir. Mosok lambeku meh dike'i warna ijo?

Anyway, di luar kesan powdery itu, saya suka dengan Eyeshadow Fanbo, baik warnanya, murahnya, dan struktur pan nya yang bulat-bulat ada jarak dengan warna lain sehigga memperkecil kemungkinan warna Eyeshadow itu akan bercampur.


Ads