Follow Us @andhikalady

Showing posts with label Brand : Viva. Show all posts
Showing posts with label Brand : Viva. Show all posts

Friday, February 8, 2013

Eyeshadow Eyeliner

February 08, 2013 18 Comments


Berapa eyeshadow yang kamu punya? Kalau saya baru punya lima wadah. 

Berapa kuas eyeliner yang kamu punya? Kalau saya baru dua.

Berapa eyeshadow warna gelap yang kamu punya? *Ehmmm, ngitung sebentar* Kalau saya ada hitam, hitam, hitam, cokelat, cokelat, ungu, biru donker. Ada delapan!





Eyeshadow warna gelap itu dipakai untuk apa? Kadang smokey eyes, pembentuk sudut mata, pengisi alis...

Apa cuma segitu? Ternyata oh ternyata, berdasarkan akal-akalan kepingin ngirit, eyeshadow bisa dipakai untuk EYELINER jug loh.

Atas = Masami Shouko. Bawah = Unbranded
Caranya adalah memakai kuas eyeliner. Kuas eyeliner yang saya punya ada dua jenis, yang satu angled eyeliner unbranded, yang satunya adalah kuas eyeliner merk Masami Shouko. Dua-duanya memiliki ujung yang optimal untuk membentuk garis eyeliner dengan baik. Perbedaannya adalah dalam ketebalannya. Kalau yang versi angled memiliki ketebalan lebih sehingga dapat juga dipakai untuk pengisi alis. Sedangkan yang satunya memiliki bulu yang tipis kecil dan dapat digunakan untuk membuat eyeliner dengan ketelitian yang cukup tinggi.

Kiri = With Masami, Kanan = Dengan Kuas unbranded
Nah, kembali ke daftar eyeshadow. Jenis apakah yang cocok dijadikan eyeliner? Kalau buat saya, syarat eyeshadow dapat digunakan menjadi eyeliner adalahh :

  1. Warnanya gelap semisal hitam, cokelat, abu-abu dan turunannya.
  2. Tidak powdery. Nggak lucu kalau baru sebentar dipakai menjadi eyeliner malah bubuk eyeshadownya ke mana-mana.
  3. Stay power bagus. Atau siapkan base eyeshadow pada kelopak mata sebelum memakai eyeliner eyeshadow.


Ini adalah Viva Eyeshadow Cream
Oke, karena syaratnya tiga, maka saya pilih satu eyeshadow di atas untuk direview. Yaitu = Viva Eyeshadow Black Cream. Kenapa produk ini yang saya anggap paling cocok dijadikan eyeliner? 1. Warna hitam, 2. Teksturnya Cream, sehingga mudah menempel ke kulit, 3. Stay power cukup lumayan.
Jangan tanya kemasan ya Jenganten, produk Viva ini memang sama sekali tidak direkomendasikan untuk dibawa ke mana-mana dengan tujuan untuk dipamerkan (kecuali Jenganten tipe orang yang lebih peduli isi dibanding kemasan). Wadahnya terbuat dari plastik yang terlihat rapuh dan keruh. Pernah saya coba jatuhkan, dan praaang, alhasil tutup dan wadahnya langsung berpisah dari tempatnya.
*membayangkan adegan sinetron yang sadis*

Gimana cara pakainya?
  1. Olesi kelopak mata dengan base.
  2. Ambil eyeshadow dengan kuas.
  3. Gariskan ke mata.
  4. Rapikan.
  5. Selesai.
Segitu doang?
Ya emang begitu, apalagi? Memakai eyeliner dengan eyeshadow secara umum hampir sama dengan memakai eyeliner biasa.

Ada tips lagi nggak?
Ada. Warna lain-lain yang lebih cetar bisa pula dijadikan eyeliner lho. Cobalah biru toska. :D

Mana EOTD nya?
Niih..

EOTD. Hidung saya sedang iritasi.

Kok cuma segitu? OOTD atau FOTD mana?
Maunya berapa? Kok nawar? 

Yasudah, itu eyeshadow Vivanya harganya berapa?
Rp 4.000,00 << crazy price, rite?

Harga kuasnya?
Unbranded angled eyeliner : Rp 7.000,00
Masami Shouko : Rp 25.000,00


@andhikalady

Monday, November 5, 2012

Make up (katanya) ke Kantor

November 05, 2012 27 Comments
Ahem, saya baru saja mendapat ide dari kawan saya yang baru saja menjadi Ibunya Aksara, @yoqiza , untuk posting menyoal makeup ke kantor. Krik krik, ide selewatan langsung muncul begitu saja. Meskipun sampai saat ini saya merasa Bu Yoqiza salah alamat bertanya. Hihihi.

Tapi tak apalah. Atas permintaan beliau yth, saya coba posting beberapa versi makeup ngantor versi saya pribadi. Mau disanggah, monggo, mau dicontek, juga tidak apa-apa. Syukur-syukur menginspirasi. #ngarep:D

...

Pada dasarnya, makeup untuk bekerja/ngantor/nguli atau apalah, menurut saya itu harus begini :

- Tahan lama dipakai dari pagi hingga (minimal) siang.
- Ketika dipakai cuci muka alias wudhu, apapun yang dipakai di mata kita tidak mbleber.
- Looknya bikin kita semangat sepanjang hari di kantor.
- Simple, tidak terlalu berat (emangnya mau kondangan?).
- Moisture dan terlindung. Artinya kulit terjaga kelembapan karena terpapar AC dan perlindungan dari sinar UV.

Hmm, banyak juga ya, syaratnya. Ada beberapa versi dandanan saya kalau ke kantor. Jadi saya bedakan menjadi tiga jenis yaa..
  • Versi Males
Namanya saja versi males. Ya dandannya males-malesan gitu. Tapi males dandan bukan berati wajah polosan dong. Pelembap dan sunblock tetep wajib dipakai. Biar gimana juga, kulit kita perlu dilindungi. Jadi beginilah kalau saya lagi males.

OOTD
Perlengkapan makeup versi males.
Langkah-langkah dandan :
- Pakai Pelembap (Natur E / Kelly / Clean and Clear, sesuaikan dengan pelembap yang cocok di kulit)
- Pakai Sunblock (Wardah Sunblock)
- Pakai Bedak TWC (Pakai TWC, supaya tetap nutup dosa noda di wajah)
- Pakai Lipgloss (Lip Ice)

Makeup sekedarnya dan jilbab seadanya.
Jilbab :
Jilbab versi males dibuat sesimpel mungkin. Biasanya saya memakai satu helai jilbab paris, dipeniti di bagian leher. Kalau rapi ya syukur, kalau tidak rapi, bisa dirapikan nanti di kantor. (kan judulnya makeup ngantor). Gambar di atas saya pilihkan contoh jilbab yang tidak rapi. Tolong jangan ditiru! Hihihi.

Plus :
- Cepat dipakai.
- Nggak ribet.
- Rekor saya dandan begini paling lama lima menit. (ini saya biuti blogger apaan???)
- Andalan ketika bangun siang.

Minus :   
- Dandanan ala kadarnya.
- Susah mbikin jilbab rapi.
- Ketika sampai kantor (kalau niat) mesti harus benerin jilbab dulu.
- Muka gampang berminyak, stay power kurang oke.   
- Kalau dipakai pas muka saya sedang kurang segar, look macam begini membuat aura muka kelihatan ngantuk nggak semangat.

Makeup Versi Males Saya Pakai Ketika :
- Ya lagi males.
- Kalau bangun kesiangan.
- Kalau kulit saya lagi flawless-flawlessnya (gak perlu makeupan berat-berat).
- Kalau tidak ada hal penting-penting banget yang dilakukan di kantor.
- Kalau saya nggak mau kemana-mana ketika di kantor.

Sejauh ini, makeup versi maleslah yang paling sering aku pakek. >.<
  • Versi Niat
Kali ini versi makeup yang lebih 'niat'.

Alat dan bahan.
Langkah-langkah dandan :
- Pakai step makeup sama seperti versi males.
- Pakai BB Cream untuk tampilan kulit yang lebih halus. --> niat
- Pakai bedak tabur dengan kuas. --> niat
- Tambahkan ngebentuk alis. --> niat
- Pakai Eyeliner.
- Pakai Lipgloss / Lipstick Nude.

Sama simplenya, tapi bagian mata lebih 'nyala' karena ditambah eyeliner dan eyebrow.
  

Jilbab :
Karena agak niat sedikit, saya sempatkan pakai inner. Setelah itu baru pakai kerudung paris dan digubet-gubet ndhas (eh?), sematkan bros yang besar, jadi. Saya suka pakai bros yang besar karena mampu membuat tampilan jilbab yang biasa-biasa saja menjadi stand out.


Plus :
- Kulit muka lebih halus.
- Makeup tahan lama.
- Kelihatan (lumayan) rapi.
- Karena waktu dandannya cukup lama, ada waktu untuk koreksi makeup.
- Untuk dandan seperti ini butuh waktu sekitar 10-20 menit.

Minus :
- Waktu untuk dandan lebih lama dibanding versi males.
- Nggak bisa dipakai buru-buru.

Makeup Versi Niat Saya Pakai Ketika :
- Bangun pagi.
- Lagi kepingin cantik.
- Mau kuliah di sela-sela jam kantor. (saya kan ngantor sambil kuliah).
- Ada janji sepulang kantor.
- Ada janji makan siang. #nggaya
- Lagi kepingin aja.
  • Versi Mau Ketemu Klien
Ini nih, makeup ngantor yang paling butuh effort untuk dandan. Taulah, ketika ketemu klien, kita tidak hanya membawa nama diri, tapi juga nama perusahaan. Buat saya, harga diri jelek oke, gapapa, urusan gueh (??), tapi urusan reputasi perusahaan, jangan (karyawati baik). Untuk itu, demi menghormati banyak pihak, satu, perusahaan, kedua, klien, ketiga diri saya sendiri (diri sendiri perlu dihormati lohh), saya berusaha bikin tampilan yang lumayan niat dibanding cuma niat.

Ada tambahan eyeshadow, dan pashmina!
Langkah-langkah dandan :
- Sama seperti versi niat.
- Pakai eyeshadow, maskara kalau perlu.
- Eyeliner.
- Lipstick natural + lipgloss.
- Blush on.

Mata. Saya memakai Viva Eyeshadow duo.
Jilbab :
Pakai inner, lanjutkan dengan pashmina sifon. Biasalah, gubet-gubet sirah pakai peniti sana-sini, bros sana-sini. Jadi. Karena ini pakai pashmina sifon, otomatis kerudung jadi gampang terbang ke mana-mana. Pastikan peniti yang dipakai memadai untuk menempatkan kerudung tetap pada tempatnya.
Nyepam foto kaki sedikit ah.
Plus :
- Muka lebih berseri-seri.
- Pakaian lebih rapi.
- Lebih kelihatan profesional (#halah).
- Mata terlihat lebih tajam dan 'menyala'.
- Membuat diri sendiri jadi makin pede.
- Ya, jadi merasa lebih cantik aja gituh.

Minus :
- Lama Buk, dandannya! Estimasi waktu antara 25 - 35 menit.
- Suka parno kalau tiba-tiba kerudung jadi gak rapi.

Versi Ketemu Klien Saya Pakai Ketika :
-  Ya kalau mau ketemu klien lah!
-  Kalau saya mau jadi trainer.
-  Kalau saya harus ngomong di depan umum.
-  Atau kalau saya bener-bener sedang selo-seselo-selonya niat-seniat-niatnya.
  • Touch up!
Makeup boleh cantik di pagi hari, tapi seperti usia, kecantikan makeup juga tidak bertahan lama, untuk itulah saya merasa perlu untuk mengantongi pupur dan lipgloss. Ini contoh bedak yang ada di bawaan saya.

Fanbo Bedak dan Make Over Lip Liquid.
Untuk touch up, saya memilih bedak padat, bukan Two Way Cake, karena TWC jika dipakai ketika siang untuk touch up bisa membuat muka terlihat cakey dan ketok kandel dempule. So, bedak padat adalah pilihan tepat.

Saya lebih suka touchup dengan lipgloss karena mudah dipakai dan aman digunakan dalam kondisi bibir seperti apapun. Mau bibir lagi kering, lagi lembap, lagi berwarna, lipgloss tetap menyatu dengan bibir. Selain itu, lipgloss dapat dipakai meskipun tidak menggunakan kaca. Hihihi.

Satu hal lagi, kenapa saya tidak menyebut maskara? Sebenarnya alasan pribadi aja. Menurut saya, pakai maskara itu serba salah. Kalau pakai yang waterproof, susah dibersihkan. Pakai yang non waterproof, gampang mbleber mata. Jadi mending nggak pakai aja sekalian. :X. Apalagi ini urusan bekerja. Otomatis pakainya setiap hari dong. Kasihan atuh bulu mata sayah. :D

@andhikalady

Monday, September 17, 2012

Viva Bedak Keluarga Kuning Langsat

September 17, 2012 12 Comments

Saya (lagi) suka sekali dengan hal-hal yang berbau retro dan vintage. Kemarin saya baru saja haul lipstick merah, topi bulu dan browsing bermacam-macam gaya baju retro Vintage. #eh. Pun ketika saya memutuskan untuk membeli bedak ini :

Viva Bedak Keluarga Kuning Langsat.

Mau tau kisahnya kenapa saya beli bedak ini?

Awalnya saya ingin repurchase bedak Marck saya yang berwarna pink. Tapi begitu melihat di rak sebelah ada wadah putih serupa Marcks berbunga-bunga dan bermerk Viva, langsung saya comot. But wait, saya membeli ini bukan berarti saya kepingin ganti set powder saya yang sudah cocok dengan Marcks. Saya sudah pernah nyobain Marcks dan tahu kualitasnya. So, kalau ditanya kenapa saya tiba-tiba berubah membeli Viva, itu murni karena saya suka dengan kemasannya yang Vintage full.

Permukaan wadah. Retro. Gambar bunga Sepatu. Ungu lagi. <3 <3 <3

Saya membayangkan nenek saya ketika muda sedang berdandan berfoundie Kelly, berbedak Viva sambil menunggu sang Kakek (tentunya beliau muda juga) datang ke rumahnya dengan rambut berklimis rapi aroma minyak nyong-nyong. :)

Hmm, ternyata mengetahui kosmetik jaman dulu itu menyenangkan ya, Jenganten? Pasti sangat menarik ketika ngobrol dengan nenek / Oma tentang ritual kecantikan apa yang mereka lakukan. Minyak rambut apa yang bisa bikin rambut kelimis dan bebas kutu. Baju seperti apa yang mereka pakai untuk ngedate. Bahkan bentuk BH dan pembalut macam apa yang beliau kenakan. Saya pernah menanyai Nenek dan Kakek tentang semua itu. Tidak disangka, pertanyaan begitu berujung menjadi tiga jam diskusi tentang Retro Grooming yang super menarik. Kalau kamu penasaran, tanyai Nenekmu sekarang juga. Ajak diskusi. Minta tips juga tentang beauty.

Bedak Viva ini, auranya sudah retro banget. Dari gambar bunga sepatu di permukaannya, bentuknya yang sederhana, dan isinya yang berwarna kuning langsat terang. Bicara tentang kuning langsat, saya jadi ingat bahwa ukuran cantik pada jaman dulu itu bukan kulit putih seperti sekarang, tapi kulit bersih yang berwarna kuning langsat. Bedak Viva ini mengakomodir kebutuhan untuk kuning langsat tersebut. Dan setahu saya, produk Viva tidak mengeluarkan produk pemutih (Update : kata Jeng Arum ada beberapa produk Viva pemutih, saya cek ternyata benar ada. Tapi totalnya nggak banyak). Tagsnya sederhana, menciptakan kosmetik untuk wanita Indonesia yang sesuai dengan iklim tropis. That is why I love Viva Cosmetics. 

Warnanya kuning langsat.

Label tepi harus dilepas dulu sebelum bisa dibuka.
Harga bedak ini sangat-sangat terjangkau. Menurut saya, harga murah itu hanya bonus. Buat saya, yang penting dari sebuah kosmetik adalah kualitas dan kecocokan dengan kulit. Kalau kualitas bagus, cocok dengan kulit saya, meski harga mahal (asal terjangkau), saya mau beli. Pun ketika sebuah produk yang muraahh banget-nget, asal dia berkualitas tentu saya cari.

Bedak ini bertekstur serbuk yang halus. Tidak dilengkapi saput. Jadi harus membeli saput atau kuas bedak tersendiri. Adapun kualitas, warna dan ketahanan minyak kira-kira sebelas dua belas dengan Marcks.
Yang paling saya suka adalah warnanya. Kuning Langsat pastel. Saya seperti mendapat bedak sekualitas Marcks tapi berwarna kuning langsat. Lumayan lho. Kalau Jenganten sudah cocok memakai bedak Marcks tapi tidak ada warna yang cocok di kulit, boleh lho, repurchase dangan bedak Viva ini.

Tekstur bedak. Kuning Langsat pastel.

Lihat lebih dekat
Bedak ini terasa ringan di kulit. Meski berwarna kuning langsat, pigmen warna di dalamnya tidak terlalu banyak. Cocok banget kalau untuk set foundie, atau cuma ingin bermake-up yang tipis-tipis. Bisa juga digunakan untuk menghalau minyak di wajah. Sapukan ke wajah ketika kulitmu berminyak. Muka langsung kembali segar, bebas  minyak dan nyaman. 



Selain itu, di bagian komposisi juga terdapat kandungan Asam Salisilat 0,5%. Kabarnya kandungan Asam Salisil pada bedak disebut-sebut mampu mengusir bakteri penyebab jerawat. Jadi bedak ini relatif aman untuk jenis kulit apapun.

Mengenai aroma, bedak ini samar lembut wangi Viva (ada aroma bunganya) yang menyegarkan. Buat saya sih wanginya enak. :). Dan satu lagi, menurut saya, wangi bedak Viva ini lebih bagus dari bedak sejenis merk lain. Cocok banget deh, sama gambar bunga di kemasannya. :)

... Kecuali untuk kulit bayi di bawah tiga tahun.
Harga : Rp 5.000,00 (60 gram)

By the way, saya kok kepingin punya meja rias retro seperti ini :

Sumber
Ohya, sekalian numpang taruh Teaser film retro vintage yang saya tunggu-tunggu tahun ini :


 Habibie Ainun. Pokoknya harus nonton. :))

xoxo. Lady. @andhikalady


Tuesday, September 4, 2012

Peeling & Review

September 04, 2012 24 Comments
What is peeling?

Semacam alat untuk mengepel lantai kah? Atau obat yang ditelan itu? Or, something gummy inside your noses? Hihihihi.

Peeling yang saya maksud adalah sesuatu yang digunakan untuk penipisan kulit. Loh? Kulit kok ditipisin? Buat apa? Secara harfiah, peeling artinya adalah penipisan. Tapi enggak sefrontal itu, Jenganten. Fungsi utama peeling adalah mengikis kulit mati yang masih berada di kulit. Setahu saya, setiap saat sel kulit selalu memperbaharui dirinya untuk kelangsungan eksistensi dan perlindungan kulit. Sel-sel yang sudah pensiun dari tugas mulianya melindungi tubuh kita ke mana dong? Nah, sel-sel yang lama itu akan terdorong ke bagian luar dan menyisakan lapisan paling luar kulit kita yang sering disebut sel kulit mati. Kabarnya, sel-sel baru itu tidak pernah berhenti berproduksi dan sel kulit mati akan tetap ada. Sel kulit mati ini jika dibiarkan akan menumpuk dan terakumulasi menjadi citraan kulit yang kusam.

Gimana supaya tidak kusam? Jawabannya adalah rajin dibersihkan. Membersihkan kulit dapat menggunakan oil cleanser, milk cleanser, dan sebagainya. Dan yang tidak kalah penting adalah rutin melakukan pengikisan yang disebut peeling. Harapannya, setelah kulit kita di peeling, maka akan menjadi bersih dari sisa-sisa kulit mati, kulit akan menjadi halus dan tidak kusam.

Mendadak saya jadi melankolis sendiri mengingat sel-sel kulit kita yang habis manis sepah dibuang. Sudah banyak berjasa ke tubuh kita tapi setelah pensiun di buang begitu aja. Hiks hiks. Yanasip, kulit.
Maaf Jenganten, saya memang biasa ngelantur.:p

Kenapa harus peeling? Peeling itu manfaatnya banyak. Buat saya pribadi, peeling bisa berfungsi sebagai berikut :
  1. Menghaluskan kulit secara instant.
  2. Mengikis komedo dan sel kulit mati.
  3. Menyiapkan kulit supaya masker mudah diserap kulit. (sebelum maskeran, peelingan dulu)
  4. Menghilangkan kekusaman setelah = olahraga, naik motor jarak jauh, abis bersih-bersih sesuatu yang banyak debunya.
  5. Jika kulit saya sedang mengering, mengelupas dan kusam, saya pakai peeling.
  6. Lagi kepingin peelingan aja. :)
Contoh peeling banyak macamnya. Ada yang disebut scrub, soap scrub, krim peeling, peeling gel, dsb. Yang penting gunanya sama : mengikis sel kulit mati. Kali ini saya berikan dua contoh peeling merk lokal yang cukup berkualitas dan bagus menurut saya. Yaitu :
  •  Mustika Ratu Peeling Mundisari
Peeling Mundisari Mustika Ratu
Deskripsi :
Bagi yang mendamba kehigienisan, wadah tube seperti Peeling Mundisari ini sangat cocok. Mulut tube yang cukup kecil juga membuat isinya tidak mudah berceceran. Wadahnya berwarna putih dengan label kemasan berwarna hijau. Tekstur peeling ini agak cair dengan butiran scrub yang kentara. Jika dioles ke kulit, aroma jejamuan tradisional langsung mengena. Buat saya, aroma ini lumayan enak, tidak terlalu menganggu. Setelah di pakai, kulit jadi terasa lembut dan halus.  Daki-daki, kotoran, komedo dan semuanya mampu terangkat dengan baik dan bersih.

Namun untuk beberapa kali pemakaian, yang mana ketika kulit saya pas sedang sensitif (misal habis sinar matahari), produk ini menyisakan rasa perih dan kurang nyaman untuk kulit. Mungkin karena butirannya yang cukup besar ya? Alhasil, saya menggunakan peeling ini jika kondisi kulit saya tidak sensitif.

Tertulis dalam kemasannya seperti ini :  
Kegunaan:
Membantu membersihkan dan mengangkat sel kulit mati. Mengandung Ekstrak Daun Kemuning untuk membantu melembutkan kulit serta diperkaya dengan Ekstrak Klabet dan Serbuk Temugiring yang membantu mengangkat sel kulit mati dan kotoran di kulit.

Saya belum begitu mengenal ekstrak Klabet sebagai produk kecantikan. Tapi saya pernah mendengar Daun Kemuning dan Temugiring adalah bahan perawat kulit yang sudah ada sejak dulu. Kabarnya bahan ini dapat membantu mengkuningkan kulit. Dulu, sebelum iklan pemutih marak di media, kulit yang cantik dideskripsikan sebagai kulit yang kuning langsat, bukan kulit yang berwarna putih macam yang iklan produk pemutih kampanyekan.

Tekstur Peeling Mundisari
Well, selain bentuk tube seperti ini, Mustika Ratu juga mengeluarkan varian peeling Mundisari yang berbentuk sachet. Untuk membuatnya, cukup dicampur dengan air mawar atau air putih matang yang bersih dengan takaran tertentu.
Sumber
Sebetulnya tidak ada perbedaan kualitas antara peeling jadi ataupun peeling sachet. Tapi buat beberapa orang, peeling sachet lebih 'mantep' dan lebih baik membersihkan sel kulit mati dibanding peeling jadi. Lagi-lagi, itu kembali ke masing-masing orang. Tapi buat saya sendiri, tidak masalah mau memakai peeling sachet ataupun yang jadi. Dua-duanya sama-sama bersih dan sama-sama mampu mengangkat kulit mati dengan sangat baik.

Harga : Rp 9.000,00 (botol 60ml), Rp 6.000,00 (sachet 5 gram)

Positif :
- Bersih dan halus di kulit
- Aroma jamu yang menyegarkan
- In my opinion, peeling ini mampu mengangkat komedo kecil-kecil
- Cocok untuk kulit yang sangat kusam

Negatif :
- Scrubnya geday-geday, jika dipakai untuk kulit yang sedang sensitif dapat menyebabkan kesan perih sebentar.
  • Viva Peeling Cream

Viva Peeling Cream
Ternyata brand Viva juga mengeluarkan varian peeling lho. Namanya Viva Peeling Cream.

Deskripsi :

Kemasan berbentuk pot yang mudah di ambil. Pot ini tidak ada sekat dengan tutupnya. Jadi begitu dibuka tutupnya, kita langsung berhadapan dengan isi peelingnya. Hmm, buat saya ini kurang higienis. Mungkin lebih baik jika Viva menyertakan sekat berbentuk kertas alumunium / plastik penutup tambahan.
Baik, kita skip dulu bentuk kemasannya yes?
Isinya berbentuk krim yang sedikit lebih kental dibanding Peeling Mundisari. Butiran scrubnya sangat halus tapi tetap ada. Butiran halus ini sangat menolong saya untuk tetap melakukan peeling tanpa merasa perih. Kesimpulannya, saya suka dengan butirannya. Lebih alus. :)
Aromanya tidak seperti aroma jamu. Lebih ke aroma kosmetik biasa khas Viva.
Tidak ada keterangan khusus mengenai kegunaan, cara pakai, dan sebagainya. Mungkin Viva sudah merasa pengguna sudah tahu duluan kali ya?
Kesan di kulit setelah memakai ini, adalah adanya sel kulit mati saya berguguran. Bersih. Serupa bersihnya dengan Peeling Mundisari. Hanya lebih minim rasa perih. Saya memakai peeling Viva jika kulit saya sedang butuh pengikisan tapi tidak kusam-kusam banget. Karena bentuknya cream, saya berkesimpulan, produk ini lebih cocok digunakan untuk kulit kering.

Tekstur Viva. Pengaplikasian ke tangan. Bisa Jenganten lihat daki-daki saya berguguran? Hihi
Harga : Rp 5.000,00

Positif :
- Butiran halus
- Bersih dan lembut di kulit
- Efek daki kering berguguran
- Cocok untuk kulit kering

Negatif :
- Wadahnya kurang higienis
- Tidak ada keterangan bahan produk (saya hanya mengandalkan label BPOM dan merk Viva jadi masih percaya kalau produk ini aman)

Tulisan ini bukan bermaksud untuk melakukan compare dua produk peeling. Karena dua produk di atas adalah produk yang sangat berbeda. Yang satu berbentuk cair dan sachet. Dan yang satu berbentuk krim. Jika kulit Jenganten berminyak, baiknya pilih Peeling Mundisari, dan kalau kulit kering, pilihlah Viva Peeling. 
  • Tips
  1. Setelah melakukan peeling wajah dan dibersihkan, sangat baik melanjutkan perawatan dengan masker. Kulit memang menjadi halus setelah peeling. Tapi kulit juga membutuhkan penambahan nutrisi dalam bentuk masker atau pelembab.
  2. Jangan lupa, sebelum peeling, pastikan wajah dalam kondisi sudah dibersihkan dengan cleanser atau facial foam.
  3. Hindari melakukan peeling ketika kulit berjerawat. Atau jerawat jadi makin parah. Cara peeling yang benar adalah dipijat-pijat perlahan sampai sel kulit berjatuhan. Bisa dibayangkan jika jerawat yang sedang meradang kita paksa pijat-pijat?
  4. Jika tangan atau kaki terasa kasar, bisa tuh, peeling wajah dipakai di kaki. (my "hehehe" tips).

@andhikalady  << perempuan yang merasa wajahnya sangat mudah kusam sehingga perlu peeling. >.<* 


Semacam quote : "waktu terus berjalan. Suatu hari nanti, semua pemilik jiwa akan purna tugas karena kehendak alam. Hanya mereka yang sungguhan berkarya dengan hatilah yang akan dikenang selamanya"

Termasuk kulit kita. Kita. Orang tua kita. Dan siapapun manusia yang pernah hidup dalam sejarah yang selalu berkarya.

Thursday, August 30, 2012

Tips : Maskara Sangar

August 30, 2012 10 Comments
Pertama-tama, saya ingin banget ngucapin terima kasih untuk kamu, siapapun kamu, di manapun kamu, yang sedang membaca dan mungkin rajin mengunjungi blog sederhana ini. Banyak kejutan yang menghampiri saya melalui blog ini. Dari follower yang bertambah sedikit demi sedikit, kunjungan yang semakin naik. Satu hal penting yang saya rasa = saya jadi merasa memiliki banyak kawan baru. :’).

Beberapa ada yang bilang kalau mereka telah banyak terbantu dengan membaca blog ini. Ada yang bilang beruntung bisa nemu tips sederhana, review make up yang ramah di kantong, dan ada pula yang minta untuk diajarin. Wow, ini betul-betul membuat saya terharu to the max pokoknya. Padahal saya sendiri masih newbie. Apa yang saya tulis di sini bukanlah hal yang saya dapat dari hasil kursus make up macem-macem atau gimana. Murni dari hasil kepo saya dengan orang-orang lain atau coba-cobi dengan alat make up.

Hehe, seperti biasanya, saya juga mau ngasih sedikit tips lagi. Kali ini tentang hal sederhana lainnya yaitu : Mempertebal maskara.

Aslinya, bulu mata saya ini sangat-sangat tidak sangar. Saya bukan orang yang terlahir memiliki bulu mata panjang lebat sempurna. >.<
Mata asli saya.
Memang dapat diakali dengan bulu mata palsu. Tapi apakah saya mampu menyisakan lima belas menit sendiri setiap hari untuk pasang bulu mata? Ya enggak lah. Rempong banget. Kecuali memang ada acara khusus. Jadi saya mengandalkan maskara. Tapi tidak jarang pula maskara yang saya pakai tidak menghasilkan apa-apa di bulu mata saya. Tidak ada hasil yang signifikan dan masih saya terlihat tipis.

So, jadi harus pakai apa untuk membuat maskara yang sangar? Saya memakai bedak bayi. 

Johnson baby powder dan maskara Pixy
Bedak Johnson Pink Blossom ini favorit saya banget. Teksturnya lembut, aromanya harum dan enggak bikin iritasi. Tapi untuk tips ini, bisa juga memakai bedak bayi merk lain. Maskara Pixy adalah satu-satunya maskara yang sedang saya punyai sekarang. Dia waterproof, dan mudah dipakai. Karena daya simpan maskara itu pendek, saya jadi tidak pernah menyetok maskara. Tidak harus menggunakan maskara bermerk Pixy. Pakailah maskara apapun yang kamu punyai. :)

Jadi caranya adalah begini :


Pakai maskara, lapisi dengan bedak bayi.
1. Rias mata (pake eyeshadow, eyeliner, dsb) terlebih dahulu kalau perlu.
2. Jepit terlebih dahulu bulu mata. Karena jepitan saya hilang, saya menyekip proses ini.
3. Pakai maskara. Saya biasanya memakai dengan gerakan kanan-kiri-atas, geser-geser perlahan di sela bulu mata agar merata.
4. Dengan menggunakan tangan, lapisi bulu mata yang masih basah karena maskara dengan bedak bayi tipis-tipis.
5. Tunggu hingga bulu mata kering.

Lap tipis pakai tissue, pakai maskara lagi, dan hasil akhir.
6. Setelah bedak kering, lap tipis-tipis bedak yang tidak menempel memakai tissue.
7. Ulangi lagi memakai maskara.
8. Jadii.

Hasil akhir. Perbedaan mata yang memakai dan tidak memakai.

Bulu mata sangarku.
  • Membersihkan
Untuk membersihkan pekerjaan sangar macam begini, memang harus sedikit telaten. Memakai eye make up remover atau milk cleanser menurut saya kurang mantep untuk menghilangkan sisa maskara dan bedak. Kita harus menggunakan oil cleanser. Jika tidak ada, dapat memakai olive oil. Jika masih tidak ada, gunakan baby oil.

Saya memakai Cussons Baby Oil.

Cara membersihkan :

Mata dengan baby oil. Ewww.
1. Bersihkan dulu kulit kamu dengan milk cleanser atau cleansing oil, angkat pakai kapas.
    Kenapa muka dulu? Banyak yang lebih suka membersihkan mata dulu, tapi saya lebih suka muka dulu. Karena jika muka belum bersih, proses membersihkan mata kurang maksimal. Tissue-tissue yang harusnya dipakai untuk membersihkan eyeshadow/maskara dkk akan terganggu dengan foundation dari sekitar mata.
2. Olesi bulu mata dengan baby oil dengan cara ditepuk-tepuk
3. Angkat pakai tissue/kapas.
4. Baru bersihkan dengan eye make up remover / cleanser.
5. Cuci muka.
6. Pakai toner.
7. Tidur.
8. Jangan lupa senyum. :)

Adonan Mata
- Viva Eyeshadow Black
- Viva Eyebrow Brown
- My Darling Eyeliner

Harga :
- Pixy Mascara : Rp 34.000,00
- Johnsons's baby powder pink blossom : Rp 6.000,00
- Cussons baby oil : Rp 5.000,00
- Viva Face tonik & Cleanser Green Tea : @ Rp 4.000,00

* harga dapat berbeda-beda di masing-masing tempat.

Cheers, semoga tips ini berguna ya, Jenganten.


XOXO, untuk para Jenganten di manapun kalian berada.

@andhikalady

Updated

Ternyata saudari Jenganten Anita Widi sudah duluan pernah memosting tips serupa di sini . Kebetulan saya memang belum baca, Jenganten. :). Saya mendapat tips ini dari teman saya yang nggak mau namanya disebut. Untuk kesamaan tips dan lain-lain merupakan hal yang nggak disengaja, Jenganten. Stay peace, dan semoga membantu. :)