Regazza Cologne
Andhika Lady Maharsi
November 16, 2012
25 Comments
Saya lagi pulang ke rumah orang tua saya dan saya lagi suka dengan wewangian ini :
![]() |
| Regazza Purity dan Glow. |
Kemarin, ketika saya ada tugas ke Lampung, saya lupa bawa parfum ataupun pewangi tubuh. Akhirnya saya memutuskan membeli sebuah wewangian di minimarket dekat hotel. Seperti lagaknya orang yang mau beli wewangian, jadilah saya seperti binatang pengendus botol-botol parfum yang liar. Untung si penjaga toko nggak berlanjut nanyain saya "Jangan sentuh-sentuh parfumnya ya, Heli, itu dicari majikanmu". Ya begitulah kira-kira.-_____-"
Sebenernya saya bukan orang yang memiliki kemampuan pembauan yang bagus. Kerap kali saya menemukan aroma wewangian yang sama satu dengan yang lain. Termasuk pula ketika membaca teori kalau parfum itu memiliki top notes, middle notes dan base notes. Teori notes parfum ini pun pertama kali saya tau dari film sadis sodomasokis "The Perfume".
Keterangan = jangan nonton kalau memiliki fobia berlebihan terhadap manusia sadistis. >.<
Oke, kembali ke topik. Pertimbangan saya membeli wewangian itu adalah :
1. Kemasan (makin unyu makin bagus. Hehehe)
2. Wangi (lembut, tidak nyegrak, tidak mistis semisal bau melati yang kuat, tidak beraroma parfum laki-laki, dan segar diaromai)
Wewangian yang saya beli itu bukan jenis parfum. Tapi Cologne. Gambar di atas adalah seri Regazza Femme Glow. Harganya 35.000 di Lampung (ketika kembali ke Jogja, saya cek lagi harganya ternyata cuma 22.000). Wanginya feminin lembut. Ketika mengaromainya, yang terbayang adalah sebuah taman yang berbunga warna-warni dengan seorang wanita yang sedang memetik bunga. Udah, gitu aja saya bisa mendeskripsikan wangi. Hehehe.
Karena penasaaran, saya juga membeli Regazza Femme Purity. Aromanya lebih kuat dan ada sedikit sentuhan maskulin dalam wanginya. Yang terbayang ketika membaui adalah sebuah kebun dengan dedaunan mint berwarna hijau muda.
Saya suka dengan kemasan Regazza. Kurvanya cantik dan isinya banyak. Harganya murah lagi.Ketika disemprot tidak begitu susah untuk mengatur banyak sedikitnya semprotan.
Aniway, saya memotret cologne-cologne ini di ruang tamu saya. Ada dua lukisan di atas meja dan di dinding. Ketika saya kecil, saya sering berimajinasi dapat berada di lukisan itu.
@andhikalady







