Follow Us @andhikalady

Showing posts with label Brand : Naava Green. Show all posts
Showing posts with label Brand : Naava Green. Show all posts

Monday, October 9, 2017

[Review] Sunscreen Anti Sumbat Pori, Naavagreen Tirai

October 09, 2017 6 Comments
Mencegah kulit mengalami penuaan dini merupakan hal yang diinginkan setiap cewek. Di usia 25an ke atas, agaknya hampir semua cewek sudah mulai sadar adanya perubahan-perubahan pada tubuh mereka. Terutama bagian kulit. Tadinya mungkin kita mengabaikannya, tetapi perlahan tanda-tanda itu mulai kerasa. Misal nih, yang paling gampang diamati adalah garis mata saat kita tersenyum. Ujung luar mata jadi semacam bertambah garisnya. Tanda lain adalah urat-urat pembuluh darah yang mulai jelas terlihat di punggung tangan. Rasanya jadi ingin kembali ke 17tahun kalau begini.

Sedih? Karena tubuh mulai memperlihatkan tanda-tanda penuaan? Nggak usah khawatir, menua adalah hal yang wajar dan alamiah kok. Justru saat kita dianugerahi penuaan, artinya kita masih dikasih keberuntungan hidup.
"Some day, if you're lucky, you'll wake up and realize you're old" ~ Oberyn Martell
Ngomong-omong soal penuaan, ada kok cara agar menua secara elegan. Salah satunya adalah dengan merawat kulit sebaik-baiknya. Tujuan dalam memberi perlindungan dan nutrisi yang baik untuk kulit adalah agar saat kita tua nanti, kulitnya nggak ngenes-ngenes amat.

Well, untuk itulah kamu perlu menginvestasikan skincare kamu dalam bentuk (salah satunya) sunscreen. Sunscreen akan melindungi kulitmu dari paparan sinar matahari, di mana ia merupakan salah satu penyebab menurunnya elastisitas kulit.

Naavagreen tirai


Sunscreen vs Sunblock

Bisa dibilang, pemakaian sunscreen itu wajib hukumnya. Meski kamu memakai produk skincare sebagus apapun, kalau perlindungan ini kamu abaikan, perawatanmu akan sia-sia. Pada dasarnya, ada dua jenis perlindungan terhadap matahari, yakni suncreen dan sunblock.

1. Sunscreen

Atau bisa juga disebut tabir surya, merupakan calir raga pelindung dari sinar matahari. Cairan sunscreen akan masuk ke dalam kulit, dan menyerap sinar UV sebelum merusak kulit. Tekstur sunscreen biasanya lebih encer dan ringan di kulit.

2. Sunblock

Memiliki kandungan mineral Zinc Oxide atau Titanium Dioxide yang membuat benteng pertahanan terhadap sinar matahari. Calir raga sunblock bisanya lebih kental seperti putih susu, dan digunakan untuk keperluan di mana pemakainya terpapar sinar matahari langsung.

Mana yang lebih baik, sunscreen atau sunblock? Pilih sesuai kebutuhan saja. Jika kamu tidak terpapar sinar matahari langsung, ada baiknya pertimbangkan untuk memilih sunscreen saja. Misalnya saya yang lebih sering bekerja di dalam ruangan ketimbang di luar, maka yang cocok untuk saya adalah sunscreen. Saat-saat tertentu jika saya akan lebih banyak terpapar sinar matahari, maka tinggal pakai sunblock saja.

Sunscreem
Banyak yang merasa bahwa pakai sunsceen itu ribet. Soalnya harus ditumpuk ulang setelah pakai pelembap. Belum kalau siang hari, musti retouch lagi, misalnya karena sudah terbasuh air. Padahal, justru tanpa suncreen, kerja pelembapmu akan kurang maksimal. Di saat pelembap/moisturizer harus menutrisi kulit, di saat itu juga dia musti menghalau sinar matahari. Nah, 'kan?


Produk Naavagreen Sunscreen Tirai

Produk sunscreen yang tengah saya pakai saat ini adalah dari Naavagreen. Sunscreen ringan yang cocok untuk diaplikasikan setiap pagi sebelum memakai bedak. Sebelumnya saya pernah melakukan perawatan facial di Naavagreen, dan waktu itu saya merasa cocok. Karena cocok itulah, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba produk sunscreen-nya.

Baca juga: [Treatment Review] Serunya Facial di Naavagreen

Di saya, sunscreen Navaagreen cukup ringan dan tidak lengket. Ini menguntungkan, sebab saya kerap merasa bahwa memakai sunblock kadang terasa tebal dan lengket (meskipun pada dasarnya sunblock memang dibuat agak thick karena dibuat untuk memberikan pertahanan pada kulit).

Selain ringan, produk ini juga cepat meresap ke kulit, meskipun sebelumnya telah memakai pelembap. Tinggal diangin-anginkan saja sebentar, kulit langsung terasa lembut tanpa adanya excess produk yang berlebihan. Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan menggunakan bedak atau BB cream untuk makeup. Namun untuk sehari-hari, saya lebih suka langsung pakai bedak saja, tanpa memakai dasaran terlebih dahulu.

Kemasan

Sunscreen Naavagreen datang dengan kemasan berbentuk pot yang cukup kecil untuk dibawa kemana-mana. Isinya 10 gram, cukup banyak untuk dipakai selama sebulanan. Selain itu, warna hijau pada kemasannya sangat segar banget. Kalau orang bilang, begitu lihat kemasannya saja sudah langsung tertarik.

Pada permukaan tutupnya, ada stiker bertuliskan 'TIRAI' yang mana ini merupakan padanan dari kata sunscreen. Jika kamu pergi ke Naavagreen, pasti deh selalu ada paket tirai di dalam rangkaian produk perawatan kulit kamu.

tekkstur

Soal hasilnya bagaimana?

Banyak yang mengira efek pemakaian sunscreen akan terasa secara instan. Padahal seperti di hampir semua skincare, efek pemakaiannya hanya akan terasa setelah berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Misalnya nih, kamu yang sedari dulu sudah terbiasa membersihkan wajah secara rutin, pasti akan sering terhindar dari jerawat 'kan?

Sama juga dengan sunscreen. Kamu pakai sekarang, efeknya itu masih nanti-nanti. Di antaranya adalah kulit masih terjaga dan segar meskipun sudah berusia. So, kalau kamu diiming-imingi krim malam anti aging, tetapi di siang hari kamu mengabaikan sunscreen/sunblock, jangan kecewa kalau krim ajaibmu tidak berefek apa-apa.

Naavagreen

Tentang Naavagreen

@andhikalady


Thursday, June 22, 2017

[Treatment Review] Serunya Facial di Naavagreen

June 22, 2017 11 Comments

Jenganten ke Naava Green

Pada suatu hari, saya merasa wajah sedang dalam masa transisi. Komedo banyak, tapi kering. Tahu nggak, komedo dan kulit kering itu adalah kombinasi yang tidak menyenangkan. Padahal biasanya kulit saya berminyak, tapi (mungkin karena puasa) waktu itu kulit saya mendadak cracky dan kering. Oleh sebab itu, saya memutuskan untuk mencoba facial yang bisa mengangkat komedo sekaligus melembapkan.

Pilihan saya jatuh pada klinik Naavagreen yang terletak di pusat kota Jogja. Alasan saya ke sana adalah karena menurut beberapa info yang saya dapat, terapis di Naavagreen termasuk yang 'bersih' dalam mengangkat komedo, dan harganya lumayan terjangkau untuk kantung mahasiswa. Saya ke sana bareng sama Mas Rangga, yang juga ikut mencoba treatment facial di sana. Sama sekalian niat terselubung supaya dapat tukang foto. Hihi. 

Awal masuk ke klinik, kami disambut dengan aromaterapi yang harum. Sepertinya memang sengaja memakai wewangian ruangan yang menenangkan. Siapa sih yang nggak suka, menjelang perawatan, kita disuguhi aroma-aroma yang harum?

Suasana ruang pendaftaran, serba hijau!

Setelah mendaftarkan diri, kami langsung diberikan kartu sementara dan menunggu dipanggil dokter. Waktu itu klinik sedang tidak begitu ramai sehingga kami langsung dipersilakan ke ruangan dokter untuk konsultasi. Dokternya menganalisis kulit kami untuk kemudian diberikan rekomendasi perawatan facial yang sesuai untuk kulit. Untuk saya diberikan facial serum anti acne, dan untuk rekan saya diberikan serum pencerah kulit. Kalau dari jenis komedo yang saya punya, itu berpotensi untuk menimbulkan jerawat; begitu kata dokter Naavagreen.

ruangan facial
Kemudian kami masuk ke ruangan treatment masing-masing. Tenang saja, ruangan untuk cowok dibedakan kok. Secara, kalau cewek mau di-facial, biasanya dikasih kain seujung dada untuk kembenan selama proses facial berlangsung. Kondisi seperti ini tentunya nggak pengen kan, ada cowok lihat?

Proses facial yang dilakukan di Naavagreen sedikit berbeda dari klinik lain. Urutannya adalah sebagai berikut:

1. Wajah dibersihkan terlebih dulu menggunakan facial wash.

2. Dilakukan pemijatan dan totok wajah sampai ke bagian dada, leher, dan lengan. Bagian inilah yang menurut saya terbaik, karena kita dibuat rileks dan nyaman sambil dipijat-pijat. Khusus untuk cowok, pemijatan hanya dilakukan sebatas leher saja. Oh iya, di Naavagreen, pijatnya nggak pelit lho, ada sekitar 20 menitan.

3. Jika pada umumnya sebelum facial dilakukan penguapan terlebih dulu, di Naavagreen nggak pakai uap-uapan. Mereka menggunakan vacum kulit yang digunakan untuk mengangkat komedo atau minyak lapisan atas. Bentuknya kurang lebih seperti ini:

alat vakum
Di alat itu, terserap banyak komedo dan sel kulit mati. Katanya sih untuk mempermudah proses ekstraksi komedo manual yang dilakukan setelahnya.

4. Barulah dilakukan proses yang paling menyakitkan yaitu ekstraksi komedo. Atau dalam bahasa awam bisa juga disebut pemencetan tanpa ampun. Saya nggak akan menyoroti soal rasa sakitnya, sebab menurut saya di mana-mana proses facial itu pasti menyisakan rasa sedikit perih di kulit. Di Naavagreen, Mbak-mbak terapisnya teliti dan bersih dalam menggali dan mengangkat komedo di wajah saya.
Sepanjang proses ekstraksi, saya juga dibolehkan memegang cermin untuk memastikan proses pemencetan benar-benar bersih. Mbak terapisnya nggak menolak saran kok. Jadi misal kita merasa belum bersih, bisa minta untuk dipencetin lagi.

5. Bagian setelah ekstraksi komedo adalah aplikasi serum. Saya memakai serum anti acne, dan kemudian ditimpa semacam alat beraliran listrik yang membantu serum cepat meresap. Alat-alat di Naavagreen diciptakan dengan teknologi tinggi sehingga aman dan diklaim punya efek yang bagus di kulit.

alat facial. Serba modern
6. Setelah pengaplikasian serum, dioleskan krim anti iritasi untuk kulit yang lelah setelah proses facial. Namanya facial, pastinya ada bagian kulit yang kena iritasi sehingga perlu diberikan relaxant. Krim ini membuat wajah saya lebih licin dan memantulkan cahaya.

Proses facial dilakukan kurang lebih 1,5-2 jam tergantung tingkat kepadatan komedo yang perlu diekstraksi. Di bawah ini adalah foto sebelum dan sesudah facial.

Sebelum dan sesudah
Foto kiri: kondisi sebelum facial. Saya sengaja tidak pakai makeup (karena percuma juga nanti bakalan dihapus sama Mbak terapis). Kantung mata kelihatan, kulit pori-pori besar, dan terlihat kusam akibat komedo.

Foto kanan: kondisi setelah facial. Terlihat lebih cerah, lebih licin, lebih halus, pori-pori tambah besar (karena habis diekstraksi), dan wajah terasa lebih ringan dirasa.

Soal pori-pori besar, setelah berjalan satu hari setelah facial, pori-pori saya kembali ke bentuk semula. Jadiii, jika setelah facial kamu merasa pori-pori jadi besar, percayalah itu hal yang fana.

Secara keseluruhan, saya menikmati proses perawatan kulit yang ada di Naavagreen. Selain facial serum, ada pula treatment facial biasa, microdermabrasi, micropeeling, biolight, dan masih banyak lagi. Konsultasikan ke dokter di klinik Naavagreen dahulu untuk mengetahui rekomendasi apa yang cocok di kulitmu.

kantor Naava Green
Untuk kamu yang berminat untuk lebih merawat kulit, Naavagreen bisa menjadi rekomendasi untukmu. Temukan alamat klinik terdekat dengan kamu di sini.