Peeling & Review
Andhika Lady Maharsi
September 04, 2012
24 Comments
What is peeling?
Semacam alat untuk mengepel lantai kah? Atau obat yang ditelan itu? Or, something gummy inside your noses? Hihihihi.
Peeling yang saya maksud adalah sesuatu yang digunakan untuk penipisan kulit. Loh? Kulit kok ditipisin? Buat apa? Secara harfiah, peeling artinya adalah penipisan. Tapi enggak sefrontal itu, Jenganten. Fungsi utama peeling adalah mengikis kulit mati yang masih berada di kulit. Setahu saya, setiap saat sel kulit selalu memperbaharui dirinya untuk kelangsungan eksistensi dan perlindungan kulit. Sel-sel yang sudah pensiun dari tugas mulianya melindungi tubuh kita ke mana dong? Nah, sel-sel yang lama itu akan terdorong ke bagian luar dan menyisakan lapisan paling luar kulit kita yang sering disebut sel kulit mati. Kabarnya, sel-sel baru itu tidak pernah berhenti berproduksi dan sel kulit mati akan tetap ada. Sel kulit mati ini jika dibiarkan akan menumpuk dan terakumulasi menjadi citraan kulit yang kusam.
Gimana supaya tidak kusam? Jawabannya adalah rajin dibersihkan. Membersihkan kulit dapat menggunakan oil cleanser, milk cleanser, dan sebagainya. Dan yang tidak kalah penting adalah rutin melakukan pengikisan yang disebut peeling. Harapannya, setelah kulit kita di peeling, maka akan menjadi bersih dari sisa-sisa kulit mati, kulit akan menjadi halus dan tidak kusam.
Mendadak saya jadi melankolis sendiri mengingat sel-sel kulit kita yang habis manis sepah dibuang. Sudah banyak berjasa ke tubuh kita tapi setelah pensiun di buang begitu aja. Hiks hiks. Yanasip, kulit.
Maaf Jenganten, saya memang biasa ngelantur.:p
Kenapa harus peeling? Peeling itu manfaatnya banyak. Buat saya pribadi, peeling bisa berfungsi sebagai berikut :
- Menghaluskan kulit secara instant.
- Mengikis komedo dan sel kulit mati.
- Menyiapkan kulit supaya masker mudah diserap kulit. (sebelum maskeran, peelingan dulu)
- Menghilangkan kekusaman setelah = olahraga, naik motor jarak jauh, abis bersih-bersih sesuatu yang banyak debunya.
- Jika kulit saya sedang mengering, mengelupas dan kusam, saya pakai peeling.
- Lagi kepingin peelingan aja. :)
- Mustika Ratu Peeling Mundisari
![]() |
| Peeling Mundisari Mustika Ratu |
Bagi yang mendamba kehigienisan, wadah tube seperti Peeling Mundisari ini sangat cocok. Mulut tube yang cukup kecil juga membuat isinya tidak mudah berceceran. Wadahnya berwarna putih dengan label kemasan berwarna hijau. Tekstur peeling ini agak cair dengan butiran scrub yang kentara. Jika dioles ke kulit, aroma jejamuan tradisional langsung mengena. Buat saya, aroma ini lumayan enak, tidak terlalu menganggu. Setelah di pakai, kulit jadi terasa lembut dan halus. Daki-daki, kotoran, komedo dan semuanya mampu terangkat dengan baik dan bersih.
Namun untuk beberapa kali pemakaian, yang mana ketika kulit saya pas sedang sensitif (misal habis sinar matahari), produk ini menyisakan rasa perih dan kurang nyaman untuk kulit. Mungkin karena butirannya yang cukup besar ya? Alhasil, saya menggunakan peeling ini jika kondisi kulit saya tidak sensitif.
Tertulis dalam kemasannya seperti ini :
Kegunaan:
Membantu membersihkan dan mengangkat sel kulit mati. Mengandung Ekstrak Daun Kemuning untuk membantu melembutkan kulit serta diperkaya dengan Ekstrak Klabet dan Serbuk Temugiring yang membantu mengangkat sel kulit mati dan kotoran di kulit.
Saya belum begitu mengenal ekstrak Klabet sebagai produk kecantikan. Tapi saya pernah mendengar Daun Kemuning dan Temugiring adalah bahan perawat kulit yang sudah ada sejak dulu. Kabarnya bahan ini dapat membantu mengkuningkan kulit. Dulu, sebelum iklan pemutih marak di media, kulit yang cantik dideskripsikan sebagai kulit yang kuning langsat, bukan kulit yang berwarna putih macam yang iklan produk pemutih kampanyekan.
![]() |
| Tekstur Peeling Mundisari |
![]() |
| Sumber |
Harga : Rp 9.000,00 (botol 60ml), Rp 6.000,00 (sachet 5 gram)
Positif :
- Bersih dan halus di kulit
- Aroma jamu yang menyegarkan
- In my opinion, peeling ini mampu mengangkat komedo kecil-kecil
- Cocok untuk kulit yang sangat kusam
Negatif :
- Scrubnya geday-geday, jika dipakai untuk kulit yang sedang sensitif dapat menyebabkan kesan perih sebentar.
- Viva Peeling Cream
![]() |
| Viva Peeling Cream |
Deskripsi :
Kemasan berbentuk pot yang mudah di ambil. Pot ini tidak ada sekat dengan tutupnya. Jadi begitu dibuka tutupnya, kita langsung berhadapan dengan isi peelingnya. Hmm, buat saya ini kurang higienis. Mungkin lebih baik jika Viva menyertakan sekat berbentuk kertas alumunium / plastik penutup tambahan.
Baik, kita skip dulu bentuk kemasannya yes?
Isinya berbentuk krim yang sedikit lebih kental dibanding Peeling Mundisari. Butiran scrubnya sangat halus tapi tetap ada. Butiran halus ini sangat menolong saya untuk tetap melakukan peeling tanpa merasa perih. Kesimpulannya, saya suka dengan butirannya. Lebih alus. :)
Aromanya tidak seperti aroma jamu. Lebih ke aroma kosmetik biasa khas Viva.
Tidak ada keterangan khusus mengenai kegunaan, cara pakai, dan sebagainya. Mungkin Viva sudah merasa pengguna sudah tahu duluan kali ya?
Kesan di kulit setelah memakai ini, adalah adanya sel kulit mati saya berguguran. Bersih. Serupa bersihnya dengan Peeling Mundisari. Hanya lebih minim rasa perih. Saya memakai peeling Viva jika kulit saya sedang butuh pengikisan tapi tidak kusam-kusam banget. Karena bentuknya cream, saya berkesimpulan, produk ini lebih cocok digunakan untuk kulit kering.
![]() |
| Tekstur Viva. Pengaplikasian ke tangan. Bisa Jenganten lihat daki-daki saya berguguran? Hihi |
Positif :
- Butiran halus
- Bersih dan lembut di kulit
- Efek daki kering berguguran
- Cocok untuk kulit kering
Negatif :
- Wadahnya kurang higienis
- Tidak ada keterangan bahan produk (saya hanya mengandalkan label BPOM dan merk Viva jadi masih percaya kalau produk ini aman)
Tulisan ini bukan bermaksud untuk melakukan compare dua produk peeling. Karena dua produk di atas adalah produk yang sangat berbeda. Yang satu berbentuk cair dan sachet. Dan yang satu berbentuk krim. Jika kulit Jenganten berminyak, baiknya pilih Peeling Mundisari, dan kalau kulit kering, pilihlah Viva Peeling.
- Tips
- Setelah melakukan peeling wajah dan dibersihkan, sangat baik melanjutkan perawatan dengan masker. Kulit memang menjadi halus setelah peeling. Tapi kulit juga membutuhkan penambahan nutrisi dalam bentuk masker atau pelembab.
- Jangan lupa, sebelum peeling, pastikan wajah dalam kondisi sudah dibersihkan dengan cleanser atau facial foam.
- Hindari melakukan peeling ketika kulit berjerawat. Atau jerawat jadi makin parah. Cara peeling yang benar adalah dipijat-pijat perlahan sampai sel kulit berjatuhan. Bisa dibayangkan jika jerawat yang sedang meradang kita paksa pijat-pijat?
- Jika tangan atau kaki terasa kasar, bisa tuh, peeling wajah dipakai di kaki. (my "hehehe" tips).
@andhikalady << perempuan yang merasa wajahnya sangat mudah kusam sehingga perlu peeling. >.<*
Semacam quote : "waktu terus berjalan. Suatu hari nanti, semua pemilik jiwa akan purna tugas karena kehendak alam. Hanya mereka yang sungguhan berkarya dengan hatilah yang akan dikenang selamanya"
Termasuk kulit kita. Kita. Orang tua kita. Dan siapapun manusia yang pernah hidup dalam sejarah yang selalu berkarya.


.jpg)
















