Follow Us @andhikalady

Showing posts with label Brand : Marina. Show all posts
Showing posts with label Brand : Marina. Show all posts

Friday, October 11, 2013

Produk yang Bikin Kulit Badan Nyaman

October 11, 2013 11 Comments
Sebelumnya terimakasih pada Jeng @giaLova_ yang kemarin menyebut blog www.jenganten.com di salah satu mentionnya. Ternyata twit tersebut di-RT sama seorang selebtwit, lalu  banyak yang nge-fav, retweet, dan alhasil trafik hari kemarin naik jadi 2.758 hits dalam sehari! Alhamdulillah banget nggak sih? Biasanya saja jarang lebih dari 2.000 hits. Saya mendadak merasa jadi selebBlog. Hahaha. :)

Thankyou.. :))
Capture dari dashboard.
Baiklah, untuk selanjutnya, saya mau cerita tentang beberapa produk yang sering saya pakai buat badan yang kering nih. Badan yang kering? Hehe, maksudnya, saya membedakan produk badan itu jadi dua jenis:
  1. Produk untuk badan basah, yaitu produk yang dipakai untuk mandi, seperti lulur, sabun, shower cream, shower gel, scrub, dan lain-lain. Pokoknya produk yang dipakai sambil berbasah-basahan(?)
  2. Produk untuk badan kering, ya produk yang dipakai pas badan dalam kondisi kering. Seperi lotion, sunblock, bedak badan, deodoran, dan sebagainya.
Ada beberapa produk yang suka saya pakai, tergantung kebutuhan. Lotion dan bedak bayi merupakan salah dua yang wajib tersedia. Lotion sebagai penjamin kelembapan dan perlindungan kulit, dan bedak bayi sebagai ajang nostalgia masa kecil ketika masih ditimang Mamah. Kadang saya tambahi juga dengan minyak telon untuk mendapatkan efek binggo. Hehehe. Tapi ada pula kondisi di mana kulit saya membutuhkan perhatian khusus, misalnya kalau kulit saya bermasalah (biasanya sih kulit punggung) seperti jerawat punggung, saya memakai bedak yang ada kandungan antibakteri.



Nah di sini saya mau share produk-produk yang biasa saya pakai. Semuanya bukan produk yang susah didapat. Tinggal jalan saja ke apotek atau supermarket terdekat, pasti ada. :D
  • Lotion Marina

Saya penggemar lotion Marina. Meski saya juga beli-beli yang lain, tapi tetap saja nyetok Marina. Hehe. Saya sudah dua kali mereview Marina di sini dan di sini. Untuk kulit saya, Marina ini sudah cukup untuk melembapkan kulit lebih lama dan memiliki perlindungan UV juga.
  • Johnson's Baby Powder Milk

Bedak bayi favorit! Aromanya mengingatkan saya pada masa kecil. Saya suka pakai ini di malam hari ketika mau tidur. Rasanya jadi tenang dan nyaman. Apalagi kalai ditambah dengan minyak telon. Duhh, langsung pengen di ci-luk-ba sama Mamah pokoknya.
  • Rexona Women Deo Lotion
 

Entah kenapa ya, saya kalau pakai deodoran yang biasa, wangi sih, tapi keringatnya tetep keluar. Meski sehari-hari saya kerja di ruangan ber-AC tetep saja saya berkeringat. Tapi kalau pakai Rexona yang ini, keringat lebih terkontrol dan nggak gampang membasahi pakaian. :)
  • Herocyn Medicated Skin Powder

Ini adalah bedak andalan untuk kulit bermasalah. Saya ini ternyata jerawatnya nggak cuma di muka, tapi di punggung juga menggelora. Aaarghh. Meski sehari-hari ketutup, tapi kan namanya kulit, mau tersembunyi seperti apapun tetep harus diperhatikan. Oke deh, kalau kulitnya nggak bermasalah, cuma disabunin saja sudah nurut, tapi kalau sampai mengeluarkan jerawat, kayaknya musti harus diobatin deh. Biasanya obat jerawat punggung itu bentuknya bedak (ada pula yang lotion, sabun antiseptik, dll). 

Bedak Herocyn ini mengandung Salisyl yang mampu menghalau penyebab jerawat. Serunya, ketika dioles, ada sensasi semriwingg yang bikin nyaman. Tapi buat sebagian orang, aroma bedak ini kurang enak. Jadi untuk amannya, saya cuma pakai di malam hari dan biarkan sampai paginya. Lumayan membuat jerawat punggung mengering lho.

Well, jadi baru empat produk badan yang saya share hari ini. Sebenernya masih ada beberapa produk lain, mungkin di next post saya ulas.

Oh iya, barangkali ada yang suka lagu klasik? Saya sedang suka lagu-lagu klasik yang diaransemen untuk lagu modern. Contohnya lagu-lagu ini nih:


Coolio, I See You When You Get There. Memakai instrumen lagu klasik Pachelbel Canon.

  
Nas, I Know I can. Memakai instrumen lagu klasik Fur Elise.


Thursday, May 30, 2013

Karena Matahari tak perlu Ditakuti

May 30, 2013 11 Comments



Lihat baik-baik foto di atas. Yang memegang selendang itu adalah saya, di samping kanan dan kiri yang membawa bokor itu adalah kawan saya. Ceritanya kami sedang berlatih tari Bali Minggu siang. Saya membawakan tari Cendrawasih dengan properti selendang, sedangkan dua kawan saya membawakan tari Sekar Jagat.  Kita bertiga berfoto bersama di taman depan sanggar. Tapi tahukah kamu, kalau di foto atas itu ada yang aneh? Latihan tari kok panas-panasan begitu sih? Apa tidak takut hitam? Apa tidak makin keringatan berpanas-panasan? Lhawong menari saja sudah bikin keluar keringat to the max, apalagi ini ditambahn panas-panas. Atau memang saya dan kawan-kawan itu kurang kerjaan?

Ada benarnya juga kalau kami kurang kerjaan. LOL. Tapi intinya, itu bukan sekedar saya dan kawan-kawan sedang bernarsis ria di taman sambil berpanas-panasan di bawah matahari siang bolong. Foto di atas adalah semacam manifestasi betapa kita sangat tidak mungkin menghindari sinar matahari. Katakanlah saya dan kawan-kawan cuma butuh sepuluh menit untuk mengambil foto di taman. Gaya - jeprat - jepret - selesai . Tapi apakah kita cuma sepuluh menit saja waktu yang kita pakai untuk ketemu matahari?

Saat pagi hari keluar rumah, kita langsung disambut terpaan vitamin D dari matahari pagi. Ketika siang, terpaan vitamin D dari sinar matahari yang kita tempa di pagi hari berangsur berubah menjadi sinar yang terik. Intensitas sinar Ultra Violet juga makin meningkat. Jika terpapar kulit dalam jangka waktu lama, peningkatan intensitas sinar ini berpotensi menciptakan efek kulit terbakar sinar matahari (sunburn) dengan ciri-ciri kemerahan rupa terbakar di kulit. Untung tubuh kita memiliki mekanisme  perlindungan yang hebat. Bagaimana cara tubuh melindungi diri? Caranya yaitu kulit membuat semacam tameng dengan cara membentuk melanin penangkal sinar Ultra Violet setiap kali terkena. Efek samping dari perlindungan jangka panjang ini adalah kulit menjadi lebih menggelap karena proses pigmentasi. Skenario ini secara otomatis dilakukan oleh kulit setiap kali tubuh tertimpa sinar Ultra Violet. Jika kita terkena matahari kurang lebih tiga jam sehari, tinggal hitung saja berapa kali lipat kemungkinan kulit berpigmen akibat proses perlindungan yang dilakukan. Makin tanner? Iya. Makin cokelat? Iya. Tapi itu masih mending, yang paling parah adalah terjadinya sunburn, yaitu kulit kemerahan melepuh karena terbakar sinar matahari. Hiii, nggak mau kan?

Sebenarnya kemampuan kulit normal manusia berbeda-beda dalam menangkal sinar UV. Menurut sumber ini, ukuran ketahanan manusia terhadap sinar UV dapat dilihat dari warna kulit, warna rambut dan warna mata. Secara singkat, datanya adalah sebagai berikut : 

1.  Kulit cerah, rambut pirang kemerahan, mata biru/hijau bertahan 10 - 20 menit.
2.  Kulit putih, mata biru/kecokelatan, rambut pirang bertahan 15 - 30 menit.
3.  Kulit kuning langsat, rambut cokelat, mata cokelat bertahan 20 - 40 menit.
4.  Kulit cokelat muda, rambut hitam, mata cokelat tua bertahan 25 - 50 menit.
5.  Kulit sawo matang, rambut hitam, mata cokelat bertahan 30 - 60 menit.
6.  Kulit hitam, mata hitam, rambut hitam bertahan 40 - 74 menit.

Jika dikomparasi dengan keadaan kulit wanita Indonesia, kita berada di posisi nomor 4 - 5 atau memiliki ketahanan sekitar 40 menit perlindungan alami kulit. Nah, kulit sudah berbaik hati melindungi tubuh kita. Senang kan? Giliran kita dong, yang bantu kulit untuk meringankan beban kerjanya sebagai pelindung tubuh. Ada banyak caranya, di antaranya mengkonsumsi vitamin yang baik untuk kulit, memberinya pelembap, dan yang paling penting adalah mengolesinya dengan Hand & Body Lotion (atau bisa juga disebut lotion saja) yang memiliki perlindungan optimal sepanjang hari dengan extra protection terhadap sinar UV.

Apa ciri-ciri lotion yang memiliki bahan perlindungan terhadap sinar UV? Yang paling mudah diamati adalah tertulis terdapat kandungan SPF (Sun Protection Factor) di dalamnya. SPF ini merupakan bahan aktif yang melindungi kulit dari sinar Ultra Violet yang berpotensi merusak kulit. Bahan utama yang lazim digunakan sebagai materi SPF adalah TitaniumDioxide, Zinc Oxide atau kombinasi keduanya. Cara kerja tabir surya beragam, ada yang berfungsi sebagai sunscreen yang menyerap sinar UV dan sunblock yang secara kimiawi menangkis sinar UV. SPF memiliki bilangan yang menyatakan tingkat perlindungan kulit dalam kelipatan. Sebagai contoh, jika dalam keadaan normal seseorang dapat mengalami sunburn dalam waktu satu jam, pengaplikasikan tabir surya ber-SPF 15 dapat membantu orang tersebut bertahan lima belas jam di bawah matahari. (Sumber). Jika dihitung berdasar kemampuan kulit wanita Indonesa yang memiliki ketahanan rerata 40 menit, maka SPF 15 mampu melindungi kulit kita sebanyak 15 x 40 atau sekitar 600 menit atau 10 jam!! Itu sudah cukup banyak sodara-sodaraa.. :D

Saya berkesimpulan sendiri, kulit orang Indonesia sebenarnya tidak perlu lotion dengan SPF banyak-banyak (tapi ini kesimpulan saya sendiri lho ya). Kulit kita kan sudah cukup berpigmen dengan rerata warna kulit variatif dari kulit putih hingga kecokelatan. Dengan asumsi matahari bersinar sekitar 12 jam dan tidak setiap saat kontak dengan sinar matahari langsung, jika touch up lotion dimisalkan dua kali sehari, dengan SPF 15 saja sudah cukup terlindung lho. 

Kemudian saya juga dikejutkan oleh hasil Googling ke sana ke mari yang menyatakan bahwa perlindungan SPF 15 tidak begitu berbeda dengan perlindungan SPF yang jauh di atasnya. Lihat saja grafik berikut ini :

Sumber
Wow, saya kira, makin tinggi angka SPF, makin tinggi pula tingkat perlindungan. Ternyata pola perlindungan berada pada titik balik di angka 15 sodara Jenganten! Menurut penelitian tersebut, intinya SPF 15 mampu melindungi sebanyak 94% paparan sinar Ultra Violet, tidak jauh berbeda dengan nilai SPF yang jauh di atasnya. Horee! Berati kesimpulan pribadi saya yang sudah disebutkan di atas tidak sepenuhnya salah dong.

Ngomong-ngomong lotion ber-SPF, saya sudah lama menjadi pengguna tetap Hand & Body Lotion Marina. Dahulu, yang saya pakai adalah Marina UV White Radiant. Tapi begitu Marina mengeluarkan produk baru dengan tambahan perlindungan SPF 15, PA+, plus Yoghurt, saya langsung tertarik. Seperti review sebelumnya, saya juga suka lotion Marina yang ini. Ada beberapa alasan yang membuat saya suka lotion Marina yang ini :

  • Aromanya lembut dengan ketegasan yang tidak mengganggu. Beberapa lotion yang pernah saya pakai memiliki aroma yang cukup keras dan mengganggu. Saya pribadi cenderung menyukai lotion yang wanginya lembut dan soft. Apalagi untuk lotion ber-SPF. Sebaiknya memang memilih lotion yang aromanya seminimalis mungkin.

  • Lotion Marina memiliki varian kemasan yang cukup banyak. Ada yang ukuran kecil untuk dibawa traveling, ada pula ukuran jumbo yang dapat disimpan manis di meja rias. Variasi ini secara langsung mempermudah saya memanajemen penyimpanan lotion untuk kulit. Jadi bisa touch up lotion di mana saja deh. :)

  • Tekstur lotion Marina sangat lembut dan mudah meresap di kulit. Cobalah ambil lotion secukupnya dan oleskan ke kulit, tunggu sebentar. Ternyata tidak sampai 30 detik, seluruh lotion sudah rata dan terserap ke kulit dengan sempura. Nah ini membuat saya senang, karena memperkecil effort dalam ritual memakai lotion. Tinggal keluarkan lotion dari kemasan, oles sana, oles sini, dan tuingg, langsung terserap dan lembap seketika. Simpel dan praktis.
  • Terbukti membuat kulit saya lebih cerah. Saya berani menulis ini sebenarnya bisa jadi terdapat dua kemungkinan : perlindungan lotion Marina memang bagus sehingga kulit saya yang dari sononya putih (uhuk) tidak berubah menggelap, atau memang kulit saya yang sempat kusam kegelapan berubah menjadi lembap dan cerah. Tapi intinya kulit saya sudah jarang belang lagi karena rutin pakai lotion Marina setiap hari.
  • Memiliki bahan perlindungan dan perawat kulit yang optimal. Di antaranya saja SPF15 yang optimal melindungi 94%  paparan dari sinar UV. PA+ yang membantu menghambat proses penggelapan kulit. FYI, lotion baru dapat optimal melindungi kulit kalau sudah tersedia dua bahan aktif ini (SPF dan PA+). Selain itu lotion Marina juga dilengkapi dengan bahan alami yang mampu meratakan dan mencerahkan warna kulit seperti Yoghurt dan Vitamin B3. Serta Vitamin E dan moisturizer yang membantu merawat kulit senantiasa halus dan lembut.
  • Harga lotion Marina sangat-sangat-sangat terjangkau. Saya mencoba membandingkan harga lotion yang ada di supermarket dengan taraf kualitas yang hampir setara (memiliki kandungan SPF 15, PA+ dan bahan aktif hampir serupa), lotion Marina-lah yang harganya paling terjangkau.

Pagi ini saya memulai hari dengan mengoleskan Hand & Body lotion Marina ke tangan, kaki dan beberapa bagian kulit tubuh saya yang dirasa perlu dilindungi. Kemudian saya bawa tubuh ini ke mana-mana, mengendarai motor, berjalan di bawah matahari, termasuk berfoto-foto cantik di taman sanggar sambil mengenakan selendang. Sore harinya saya mengecek kulit tangan dan kaki saya ternyata tidak berbelang dan masih tetap lembut. Itu sudah merupakan tanda kan, kalau Lotion Marina UV White SPF 15 dengan bahan aktifnya telah mampu melindungi kulit saya dari terpaan sinar matahari?

Karena matahari tak perlu ditakuti dan berjalanlah di bawahnya dengan percaya diri.








Disclaimer : Tulisan ini adalah tulisan saya sendiri. Semus isi tulisan adalah di luar tanggung jawab PT. Barclay Tempo Scan Pacific dan Marina dengan semua asetnya

Saturday, August 18, 2012

Lotion Review : Marina UV White Radiant

August 18, 2012 9 Comments

Saya bukan tipe orang yang rajin memakai lotion. Entah kenapa, kebiasaan yang baik ini mulai saya tinggalkan sejak saya memakai hijab. Pada pikirku, jika kulit sudah tertutup pakaian, maka dengan sendirinya kulit akan terlindung dari sinar matahari. Memang ada benarnya. Tapi apakah masalah kelembaban juga terlindung??? Doeng doeng..!

Ternyata, meskipun kulit tertutup dari sinar matahari langsung, dia tidak 100% terlindung lho Jenganten. Sinar UV tetep bisa masuk ke sela-sela serat pakaian dan menimpa kulit kita. Belum lagi, kelembaban. Sejak saya meninggalkan kebiasaan memakai lotion, kulit saya sangat mudah kering. Terutama bagian kaki yang deket sama mata kaki itu. Kegaruk sedikit aja langsung bersisik. Ditambah lagi bagian punggung tangan yang sering kena matahari ketika mengendarai motor. Deuhh. Jadi,  sejak saat itulah saya jadi lebih concern dalam memakai lotion. Demi investasi kulit di masa depan. :) . Karena penuaan kulit hanya dapat dicegah. Bukan disembuhkan. 

Pada dasarnya, orang memakai lotion itu bisa karena empat hal :
1. Untuk melembabkan kulit
2. Untuk mencerahkan
3. Untuk melindungi kulit dari sinar matahari
4. Untuk memberi aroma pada kulit alias mewangikan kulit
(sumber : pribadi. Hehehee)

Beberapa lotion mampu melengkapi empat fungsi di atas. Sebagian lagi tidak. Tapi buat saya sendiri, lotion itu dipakai untuk melembabkan dan melindungi dari sinar saja. Kalau mencerahkan, saya kurang begitu percaya dengan iming-iming pencerahan dari sebuah lotion. Bagi saya, kalau udah dipaket warna kulit dari-Nya, entah itu putih, sawo matang, atau hitam, mau dioles lotion atau bleaching sekalipun, warna asli kulit nggak akan berubah. Jadi saya cukup mensyukuri saja apa yang sudah saya punya saja tanpa pernah berniat untuk mengubah warnanya. Hehe. Sementara untuk mencari aroma atau wangi, sebaiknya jangan gunakan lotion. Gunakan body butter atau body cream. Dia lebih wangi dan lebih tahan lama dibanding lotion biasa. Sementara kalau untuk mencari yang wanginya nggak terlalu tajam, lotionlah jawabannya.

Banyak lotion-lotion yang pernah saya coba. Dari yang harga tiga ribu hingga puluhan ribu pernah. Salah satunya adalah produk ini :

Marina UV White Radiant.
Yang akan saya review sekarang.
  • Kemasan
Botol terbuat dari plastik berwarna putih, seperti isinya. Dilengkapi pula dengan keterangan di bagian belakang. Produk ini memiliki kandungan Yoghurt, UV A, UV B, Vitamin B3 yang diklaim mampu mencerahkan kulit.

  • Tekstur
Tekstur lotion ini berbentuk krim berwarna putih yang emulsinya kental. Bentuknya tidak mudah mengencer dan tidak selembut gel. Saya suka jenis lotion seperti ini. Selain mudah dioleskan ke kulit, juga tidak mudah mengalir (aduh, saya agak kesulitan mencari kosakata yang pas untuk kata “mengalir”), jadi intinya lotion ini tidak mudah berpindah tempat jika saya tempelkan ke kulit. Warnanya putih. Mungkin ini yang disebut strategi lotion pencerah. Logikanya, jika menjanjikan kulit yang putih cerah setelah pemakaian, maka bentuk dan warna produknya disesuaikan dengan warna janjinya = putih.

  • Aroma
Tak perlu saya jelaskan panjang lebar, karena saya sendiri suck jika disuruh mendeskripsikan aroma, tapi bagi saya, aroma lotion ini wangi enak dan lembut. Tidak seperti lotion Marina varian lain yang wanginya terlampau tajam. Atau lotion Citra yang wanginya bikin mabuk. Atau seperti lotion Nivea yang beraroma khas pemutih. Saya suka wewangian lotion yang netral dan ringan. Jadi, menurut saya, aroma lotion Marina UV Radiant ini cukup bisa diterima hidung saya dengan alasan lembut, ringan, dan tidak terlalu tajam. (seandainya ada produk lotion yang mengeluarkan varian tanpa aroma).
  • Melembabkan dan mencerahkan?
Saya tidak begitu tergantung banyak dengan janji mencerahkan pada lotion. Tapi untuk melembabkan, saya percaya. Lotion ini sangat melembabkan. Jika dibandingkan saya tidak memakai lotion dengan memakai, hasilnya sungguh berbeda. Lotion ini mampu menghilangkan sisik kering kulit saya.

Dan satu hal lagi yang hampir lupa saya sebutkan. Lotion ini ternyata mengandung shimmer. Setelah saya oles ke kulit, perlahan muncul kerlap-kerlip dari kulit saya seakan nama saya ini Andhika Lady Cullen. Hehehe. Jadi jika dipadukan dengen foundation ber-shade cerah, softlens kuning, lipstick merah darah, eyeshadow smokey, kamu bisa cocok banget deh untuk menyaru menjadi vampir. 

Harga :
Sekitar Rp 6.000,00 

Suka :
- Wangi lembut
- Melembabkan
- Melindungi dari sinar UV
- Stay power kelembaban lumayan tahan lama
- Ada shimmernya
- Teksturnya tidak mudah mbleber

Tidak suka :
- Nothing