Follow Us @andhikalady

Showing posts with label Brand : Inez. Show all posts
Showing posts with label Brand : Inez. Show all posts

Wednesday, April 23, 2014

Inez Beauty. Deep Cleansing Clay Mask

April 23, 2014 7 Comments
Ada banyak jenis masker yang beredar di pasaran, di antaranya masker clay, masker peel off, masker scrub, dan spesies-spesiel masker lainnya. Setiap jenis masker diciptakan untuk tujuan yang berbeda-beda. Misalnya masker scrub, selain untuk menutrisi kulit, juga diciptakan untuk membantu meluruhkan sel kulit mati. Masker peel off, yang cara penggunaannya menyenangkan sekali, terutama ketika menguliti (belum nemu istilah yang pas, cek saja salah satu review masker peel off saya di sini), dibuat untuk membantu mengurangi kulit kusam. Adapun masker clay, dibuat untuk membersihkan kulit secara lebih mendalam. Kulit berminyak dan berpori-pori besar kayak saya, biasanya cocok memakai masker bertekstur clay karena masker jenis ini mampu membersihkan hingga jauh ke dalam pori. 

Nah, kemarin saya mencoba masker Inez ini: 



Kemasannya simple dengan signature tutup warna biru khas Inez. Tulisan di kemasan juga nggak neko-neko. Masker ini tidak menuliskan janji-janji muluk yang biasa tertulis dalam kemasan produk kosmetik semisal "Dapatkan kulit putih dalam dua jam", "Menghilangkan jerawat dalam hitungan detik", "Membuat kulit cerah bersinar, flawless, putih seperti perempuan Nigeria", "Dibuat dengan khasiat susu tapir dari Brazil yang terbukti mampu melawan garis penuaan" dsb.


Akibatnya, saya jadi berkesimpulan kalau produk skincare milik Inez bukanlah senjata utama dalam pemasaran produk mereka. Padahal sejauh ini, saya kerap di-PDKT embak-embak BA Inez di toko kosmetik, mereka tak henti-henti menawarkan produk skincare kayak moisturizer, masker, body wash, lip balm, sampai scrub badan. Meskipun yang saya tanyakan cuman eyeshadow saja. Kesimpulannya, saya jadi tahu kalau Inez juga mengeluarkan produk skincare dan bodycare. Tadinya saya kira Inez itu hanya produk makeup saja. Hehe.

Tekstur
Masker ini bertekstur lembut, tidak ada scrub sama sekali dan sangat mudah mengering dalam hitungan kurang dari 5 menit. Kemudian ketika dipakai di muka, ada sensasi dingin-dingin hore. Kulit mendadak terasa terhidrasi dan dimanja. Buat beberapa orang, memakai masker ini terasa celekat-celekit di kulit, tetapi saya tidak mengalami hal itu. Memang setahu saya, memakai masker apapun rasanya bisa berbeda-beda untuk masing-masing orang. Asumsi saya sih itu karena kondisi pori-pori kulit orang beda-beda. Yang berpori dalam, tentunya masker bisa masuk lebih dalam dan mampu menyentuh sensor saraf perasa sehingga terasa agak celekat-celekit (CMIIW ya).


Setelah memakai masker ini, kulit berasa langsung seger setelah dibasuh. Saya sebenernya nggak begitu berharap muluk-muluk dengan masker ini, karena 1) Tidak tertulis secara spesifik keunggulan masker ini di kemasan, 2) Produk Inez kebanyakan beroperasi di keunggulan makeup, bukan skincare, 3) Saya melihat masker ini tidak begitu spesial jika disejajarkan dengan masker-masker lain.

Tapi ternyata saya puas banget sama masker ini. Aromanya juga enak dan membuat kulit lebih bersih. :D. Menurut saya sangat worth untuk repurchase ulang. Atau untuk mengganti sementara masker Garnier Sauna Mask dengan harga yang jauh lebih murah. 

Harga: Rp 23.000,00 (bervariasi tergantung toko)

Follow Instagram saya di www.instagram.com/andhikalady untuk random update, tips-tips seputar makeup dan selingan review singkat kosmetik.

Tuesday, October 8, 2013

Inez Blush On Italian Sun

October 08, 2013 1 Comments
Saya ada blush on yang sangat pigmented. Saking pigmennya, blush ini kurang bisa -tepatnya tidak bisa- digunakan sehari-hari sebagai makeup natural. Blush on ini lebih cocok digunakan sebagai makeup panggung atau makeup yang membutuhkan performance khusus. Bisa juga digunakan sebagai makeup fotografi karena warnanya yang vibrant mampu mengakomodasi pencahayaan pada kamera.

Blush on merk lokal ini berjudul Inez Italian Sun. Sejauh ini saya merupakan penggemar kosmetik Inez. Apalagi eyeshadow-nya yang sangat pigmen, juara deh pokoknya. Selain itu, eyeliner putih Inez juga saya suka. Kenapa saya membeli blush on ini? Itu rekomendasi dari guru tari Bali saya, Mbak Niluh, yang sudah berwara-wiri menjadi perias tari dan setia dengan blush on Inez Italian Sun.


Blush-nya sendiri dikemasani dengan wadah biru gelap kombinasi emas. Kombinasi biru dan emas sudah pernah saya bahas di review lipstik Rivera di sini, yang mana saya menganggap kedua warna itu tidak cocok disandingkan satu sama lain karena yang satu (biru) adalah warna dingin, sementara warna emas adalah warna hangat. 

Wadahnya juga dilengkapi dengan box kertas yang menampung isinya. Tidak ada pendapat khusus untuk box ini, sejauh isinya informatif dan menampung bahan-bahan pembuat kosmetik, deskripsi kosmetik beserta tanggal kadaluarsa, saya anggap sudah ok. :). Lalu yang saya sukai lagi adalah kacanya yang besar, cukup untuk memuat satu muka di dalamnya. Hihihi.

  
Taraa, kita masuk ke isinya. Warnanya cantikk, kombinasi antara warna merah, oranye, dan ada sedikit shimmer. Namanya saja Italian Sun, jadi pantas saja dikasih warna-warna matahari yang merona jingga. Entah kenapa tiba-tiba aku merasa puitis sekali menyebut nama "jingga" ketimbang "oranye", hahaha.

Ada dua poin yang saya nggak suka: powdery dan kuasnya useless. Lihat saja di gambar bawah, sekali usap ke tangan, langsung kelihatan itu butiran-butiran blush on berjatuhan. Perlu proses blending yang saksama sampai warnanya terlihat 'bersahabat' di kulit.


Begitu diaplikasikan ke kulit, warnanya cantik dan bersemu sehat. Blush on ini buat saya cuma dipakai untuk dandan tari, atau mendandani foto wisuda seperti untuk mbak-mbak ini:


Atau kadang saya iseng mengaplikasikan blush on senatural mungkin untuk dandanan sehari-hari. Nah, karena butuh effort banyak seperti ngeblend-nya harus seksama, kadang pakai acara ditimpa lagi dengan bedak baru bisa bagus di muka, alhasil jarang saya pakai sehari-hari.
Oh iya, karena ini adalah blush on tipe hangat (berwarna jingga kemerahan), cocoknya ya dipasangkan sama makeup atau pakaian bertipe hangat juga, misalnya lipstik oranye, merah bata, baju berwarna cerah dan sebagainya.

Coba di pipi sendiri.

Harga:  Rp 33.000,00
Positif:
- Pigmented.
- Local brand, mudah dicari di mana-mana.
- Kacanya besar.

Negatif:
- Powdery.
- Kuasnya kecil.


Saturday, June 9, 2012

Produk Make-up/Skincare (yang Sebenarnya) Bagus Tapi Promosinya Kurang

June 09, 2012 43 Comments

Sering saya ketemu dengan sesama Beauty Blogger dan pecinta make-up lain yang dengan senang hati saling tukar info produk-produk yang bagus. Tapii, tidak semua produk bagus yang kami sharing itu adalah produk yang mudah kita temui di dunia pengiklanan. Di antaranya malah produk yang sama sekali belum saya dengar. Kemudian saya iseng-iseng coba. Dan hasilnya memang bagus. Saya jadi berpikir, kenapa produk sebagus ini tidak serius dalam dipromosiin yah?

Note : Tulisan ini bukan bermaksud untuk mempromosikan produk tertentu. Melainkan hanya media sharing mulut ke mulut (oke, kalo ini tulis ke tulis, hehehe) tentang Produk Make-up (yang sebenarnya) Bagus Tapi Promosinya Kurang.

Ini dia :

1.    Kelly
Sudah tiga kali saya mereview produk retro ini. Ini, ini dan ini. Produk ini terbilang termasuk bagus untuk ukuran harga yang sangat affordable. Ibu dan Nenek saya pun bilang “this is my Holly Grail for make-up”. Hehe, saya bercanda. Tentu saja mereka mengucapkannya dengan gaya bahasa mereka.



2.    Produk buatan PT. Cosmolab Purwokerto
Belum pernah mendengar PT ini? Tidak mengapa. Tapi sudahkah kamu mendengar Eyeliner My Darling? Saya yakin pasti sudah semuanya. Nah, PT Cosmolab ini adalah pabrik industry kosmetik yang memproduksi berbagai alat make-up. Lokasinya di kota sejuk tempat saya menghabiskan tiga tahun di SMA = Purwokerto. Salah satu produk mereka termasuk eyeliner My Darling ini. Saya juga pernah mencoba TWC buatan pabrik ini, namanya Unigirl. Dan saya menganggap TWC ini layak disejajarkan dengan TWC premium lainnya. Sayangnya sudah habis dan jelas tidak bisa direview. Kecuali setelah saya repurchase.



3.    Just Miss
Yup, Just Miss. Awalnya saya mengira ini adalah produk keluaran China. Tapi setelah saya teliti, pada bagian buatan dan POM, semua meyakinkan. Ternyata produk ini buatan Indonesia lho. Tepatnya di Tangerang. Saya pemakai salah satu lipstick dan eyeshadownya. Dan lipsticknya memang bagus lho. Pigmented dan mampu menutup bagian gelap bibir saya. Banyak juga Beauty Blogger yang mereview produk Just Miss. Cek saja di sini.

Ngambil dari blognya Yosinta di sini.

4.    Nail Polish Pokari
Well, cat kuku ini masih satu jenis dengan Just Miss, tempat belinya pun sama, yaitu di Stroberi. Pasti sudah tahu kan? Stroberi itu? Itu lho, tempat jual pernah-pernik aksesoris dan make-up yang sering ada di mal. Stroberi ini menjual produk make-up seperti Just Miss, Nail Polish Pokari, Produk My Darling, Nonna dan aneka brush buatan lokal maupun China.

 
Ngambil dari sini.
 
Saya suka produk Nail Polish Pokari. Teksturnya cair dan mudah diaplikasikan. Pilihan warnanya pun banyak. Dan harganya Cuma 6ribu per botol. Cocok banget deh untuk yang baru latihan mengecat kuku.

5.    Inez
Sejujurnya saya belum pernah menggunakan produk Inez, kecuali kalau saya sedang menjadi “korban” make over. Hehehe. Ini bukan korban kali ya? Tapi keberuntungan. Dari beberapa teman yang pernah memakai produk ini, mereka setuju kalau eyeshadow, bedak dan facial foam Inez sangat direkomendasikan. Tapi saya merasa produk ini masih kurang promosi deh. Jarang banget saya melihat iklan Inez di media. Ayo dong, Inez, bikin promosi yang bagus ya. Karena kami sebagai make-up addict sangat setuju kalau produk ini bagus. Hihihi



6.    Fanbo
Ibu saya pernah menjadi pengguna setia bedak Fanbo. Dan saya sebagai anak baik (yang kecanduan make-up) suka mencolek-colek dan mencoba-cobi. Kata Ibu pun produk ini bagus. Dan beberapa saat lalu ketika ada kumpul Beauty Blogger Jogja Solo pun Mbak Arum membawa shading Fanbo ke gathering dan sukses merebut perhatian kita semua untuk belajar shading.



Ini kasusnya seperti Inez. Tapi lumayan deh, sekarang sudah mulai getol melancarkan promosinya. Termasuk memilih Kade Devie sebagai brand ambassadornya. 


7.    Skiva
Dulu ada. Sekarang kemana? Saya pemakai eyelinernya. Review bisa dilihat di sini. Tapi  sekarang saya bingung mau repurchase di mana karena produk ini seakan “menghilang”. Adakah Ladies yang tau?


Well, itu produk-produk yang *menurut saya lumayan bagus, sayang promosinya kurang. Adakah rekomendasi lain dari Ladies tentang makeup / skin care yang bernasib sama? Hehehe..

Xoxo

@andhikalady