Thursday, February 23, 2017

[Tips] Konsep 70 % Skincare - 30 % Makeup. Apa Itu?

Beberapa waktu lalu saya terbangun dengan kondisi wajah yang jauh dari kata ideal. Jerawatan di dagu, kusam di pipi, kantung mata menggantung, serta kulit cuping hidung yang kering. Ini maunya apa, kulitku kan aslinya berminyak. Tapi kok tau-tau kering dan bermasalah? Bagiku kurang ajar sih namanya, kalau ada kulit kering mengelupas terjadi pada kulit berminyak. Hoho.

Saya melakukan aktifitas pagi seperti biasa. Cuci muka, mandi, dandan, dan oles skincare dan makeup. Sengaja saya lebihkan di bagian concealer dengan harapan jerawat, kantung mata dan noda-noda bisa menutup. Tapi kok tetep aja ya? Wajah kusam dan bikin gak pede seharian. Iya sih, saya punya beberapa alat makeup yang bisa digunakan untuk membuat wajah jadi lebih bagus terlihat. Namun ya apa mau ketergantungan? Orang makeup-nya itu ada di beauty-case yang mana itu buat ngerias. Tapi pertanyaannya jadi begini:
Apa iya kudu pake makeup berat setiap hari?
Apa iya, kudu membiarkan wajah kumus-kumus mengabaikan skincare tapi tebel di makeup-nya? 
Nah, saya belajar dari para seleb dan artis Korea. Meskipun bukan Kpop-ers, saya mengaku salut dengan paradigma mereka merawat kulit. Bagi mereka, lebih baik investasi skincare lebih banyak ketimbang beli makeup berlebihan. Menampilkan kulit sehat glowly bercahaya lebih membanggakan bagi mereka daripada memakai riasan counturing, lengkap dengan strobing dan smokey eyes.

Lalu coba saya coba terapkan dengan mengambil konsep ala wajah Korea tersebut. Tapi saya revisi sedikit dengan diubah jadi konsep 70-30. 70 untuk skincare, dan 30 untuk makeup.




Kenapa dibuat 70-30, bukan 80-20 atau 60-40? Karena saya merasa masih butuh makeup, sekaligus juga nggak suka terlalu meribetkan diri memakai makeup berlebihan. Iya, saya MUA. Tapi kamu akan jarang menemui saya dalam kondisi memakai smokey eyes full sehari-hari.

Jadi begini, konsep 70-30 dapat dijelaskan seperti ini....

1. Dari seluruh pengeluaranmu dalam sebulan untuk pembelian kosmetik, alokasikan 70% dana untuk skincare, dan 30% untuk makeup.


Misalnya dalam sebulan kamu punya alokasi dana 1 juta untuk pembelian kosmetik. Setidaknya gunakan 700ribu untuk membeli skincare, dan sisanya untuk makeup. Investasi skincare itu jangka panjang kok. Hasilnya memang nggak ketahuan saat itu juga, tetapi dalam hitungan bulan bahkan tahunan, lama-lama akan terlihat. Kamu bisa gunakan 700 ribumu untuk membeli serum, pelembap, sunblock, atau untuk perawatan rutin salon sesuai dengan kebutuhanmu. 300 ribu sisanya baru dibelikan makeup.
Tapi Jeng, makeup kan mahal. Lipstik aja harganya 200ribuan
Ya kalau begitu, kamu tinggal menggabungkan alokasi dana makeup kamu dengan bulan berikutnya. Beli lipstik dua bulan sekali nggak bikin kamu mati kan?
Lalu bagaimana dengan yang punya dana kosmetik lebih sedikit, 200 ribu sebulan misalnya.
Ya sama saja. Kamu bisa gunakan 140ribu untuk skincare, dan 60ribu untuk makeup. Masih kurang? Berhematlah dan gabungkan dengan bulan lain. Botol-botol skincare itu habisnya lama kok, bisa 3-5 bulan. Beres kan?

2. Manfaatkan 70% waktumu untuk merawat diri. 30%-nya untuk menghias diri


Hobi maskeran, pakai scrub, pakai toner, dan melakukan ritual lapisan skincare sebelum tidur adalah kebiasaan bagus. Menyempatkan diri melakukan itu semua nggak butuh effort banyak kok. Memang sih, saya juga sering kelewatan pakai krim malam. Apalagi kalau sudah capek badan dan pegal-pegal. Tapi setidaknya tahu bahwa merawat kulit sesering mungkin adalah hal yang baik.

Lagian rugi juga sih, kalau sudah punya skincare ratusan ribuan tapi teronggok begitu saja. Eh, malah kalah sama deretan foundation dan bedak lalalala. Tidak lantas foundation dan makeup-makeup itu tidak baik, tapi kalau prioritasnya sudah menuju ke kebaikan kulit, kenapa nggak memprioritaskan ke skincare?

Saya masih mencoba menerapkan hal ini sehari-hari. Kebetulan memang sedari lahir dikasih kulit yang sensitif dan butuh perhatian. Kejadian bangun pagi dengan kondisi kulit kering dan jelek itu, pinginnya sih nggak bakal ada lagi. Rasa bersalahnya itu lho, seperti menzalimi badan sendiri.

Semoga saya maupun kamu bisa istiqomah menjaga kulit masing-masing ya,,

+Andhika Lady Maharsi

Reaksi:

8 comments:

  1. waaaah bener nih mbak. dulu pas awal2 demen mekap, aku sukanya mekapan mulu. wajah kaga diurus, seperlunya aja bahkan. namun makin kesini, jadi sadar. wajah harus dirawat dgn perawatan skincare yg baik, soalnya kalo wajah udah mulus kan kaga perlu dipoles makeup tebel2, yekaaaaannn? :D


    tulisandarihatikecilku.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya itulah penyakit banyak cewek. Suka terlena sama makeup tapi lupa sama skincare. Sayapun gitu. Makanya lagi belajar untuk lebih care sama kulit nih. :D

      Delete
  2. Aku tertohok. Punya rentetan skincare tapi nggak dipake-pake. Ntar maskeran ah...

    Btw Jenganten ada rekomendasi eyecream nggak ya? Dari dulu susah banget buat ngurangin dark circle.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, selamat maskeran. Soal eyecream, sayapun masih mencari2 nih. Belum nemu yang tokcer

      Delete
  3. Mbak ledi, rekomendasiin skincare buat kulit kering berjerawat dong mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah perlu dibuatkan post tersendiri nih. Tunggu aja yah

      Delete
  4. aku juga lagi berusaha rajin skin care pagi dan malam. Plus rajin pake mask sheet/sleeping mask. alhamdulillah kulit keliatan makin bersih dan bersahabat klo di make up ini ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, kerasa bangetnya itu pas dimakeupin, kulitnya berasa "bahagia"

      Delete

Ads