![]() |
| Kemeja putih kucing polka. Klik di sini untuk beli. |
Halo Jengantens,
Selamat menjelang bulan puasa ya. Ramadan saya kali ini agak
berbeda dengan Ramadan tahun lalu. Tahun kemarin saya masih kerja di tempat
lama, saya masih punya partner masak sahur di kost, belum daftar kuliah, dan belum
punya pacar belum bisa menggambar henna.
Sekarang, saya sudah pindah kerjaan di tempat baru, kawan
masak sahur saya pindah kota, sudah aktif berpusing-pusing jadi mahasiswi yang
dikejar deadline paper, ...., dan lumayan bisa menggambar henna yang
menghasilkan tambahan duit untuk beli makeup
dan koleksi warna-warni henna baru.
Orang kian berubah dan move
on, termasuk kamu, termasuk saya, termasuk tetangga, termasuk kucing yang
kamu pelihara. Tahun lalu masih suka makan pindang goreng, sekarang lebih suka
makan kepala lele. Saya pengen cerita yang soal pindah kerjaan. Jadi kegiatan move on saya kali ini adalah berpindah
dari kantor IT ke kantor media. Hmm, jauh banget ya? Satunya banyak ngebahas
soal testing bug, server, jaringan, dokumentasi, bussiness traveling, deadline dan telepon yang rajin berdering
setiap lima menit. Dan satunya lagi, saya banyak mengedit tulisan, googling
website wedding, style, Pinterest,
kepoin selebritis, menulis, menulis, dan menulis.
Di media, saya kerap datang
ke acara-acara yang sesuai dengan minat saya. Sayapun lebih sering berkumpul
dengan persona-persona yang berasal dari background pendidikan yang berbeda
dengan saya. Sastra, komunikasi, sosial politik, psikologi, dan ilmu-ilmu
sosial lainnya tentunya memiliki pola pikir yang berbeda dengan orang teknik
seperti saya. Jika anak teknik lebih suka berpikir praktis dan simpel semisal
“Agar produktifitasmu meningkat dengan cara yang mudah dan cepat”, anak sosial
lebih suka mencari tau penyebab sebuah artikel menjadi viral. Saya belum punya
kemampuan of viral-ish seperti orang yang saya temui di tempat kerja saya yang
baru. Di situ saya belajar hal baru.
![]() |
| Kemeja putih polka. Klik di sini untuk beli. |
Ketika move on
untuk berubah menjadi orang yang lebih baik, ada dua cara. Belajar lebar, atau
belajar dalam. Ilustrasi yang saya alami adalah contoh dari belajar lebar.
Belajar lebar adalah mendulang ilmu sebanyak-banyaknya dari aspek-aspek yang
kamu minati. Kamu adalah orang kedokteran yang gemar menyanyi, bukan tidak
mungkin kamu bakalan jadi dokter sekaligus penyanyi. Itu cuman contoh belajar
lebar. Bagaimana kalau belajar dalam? Kamu adalah seorang makeup artist, lalu kamu memfokuskan spesialisasi kamu ke belajar
makeup paes tradisional. Kamu nggak mempelajari secara mendalam tentang makeup
Korea pun nggak apa, asalkan paesan kamu berhasil dengan manglingi dan beraura.
![]() |
| Tas tangan warna hitam. Klik di sini untuk beli. |
Mana yang lebih baik, belajar lebar atau dalam? Nggak ada
yang lebih baik dari satu sama lain. Semuanya punya kelebihan dan kekurangan. Lebar,
artinya wawasan kamu luas. Kamu nggak akan kekurangan topik untuk dibahas, dan
jendelamu semakin luas. Dalam, artinya kamu menjadi orang yang sangat ahli di
bidang yang kamu minati, dan memang kamu suka.
Jika kamu suka mencoba hal baru dan gemar penasaran, belajar
lebar dapat menjadi pilihan. Namun jika kamu tipe orang yang lebih suka
berfokus pada hal tertentu dan susah diganggu, geek, atau apalah -silakan kamu
namai sendiri-, belajar dalam adalah keputusan yang tepat.
So, sudah belajar apa hari ini? #neverendinglearning
Keterangan:
Baju putih kucing unyu dan tas tangan warna hitam dari Chicuu. Kunjungi website tersebut dan dapatkan penawaran terbaik!
+Andhika Lady Maharsi




0 komentar:
Post a Comment