Sunday, November 29, 2015

[Henna] Mehndi Design by Jenganten

Akhirnya saya memutuskan untuk menambah satu tagar baru di blog Jenganten: #henna. Yes, sekarang saya aktif di seni Henna atau Mehndi. Uhmm, sebetulnya nama yang tepat untuk seni menggambar kulit dengan pewarna alamiah dari daerah Timur Tengah - Asia Selatan ini adalah Mehndi, bukan Henna. Kalau Henna adalah nama tanaman yang digunakan untuk menggambar.
Tapi berhubung orang-orang sudah kadung kenal dengan istilah Henna, jadi baiknya saya juga gunakan istilah itu untuk menyebut seni menggambar kulit dengan pasta Henna. :p

Henna untuk wedding biasanya digambar lebih penuh dan rata di seluruh permukaan punggung tangan.


 Fun Henna/ henna untuk seru-seruan punya motif lebih simpel, dengan desain gambar yang tidak menutup seluruh permukaan punggung tangan.


Menggambar Henna untuk tangan sendiri teryata lebih susah daripada menggambarkan untuk orang lain. >,<

Saya nekat belajar Henna, dengan 'korban' tangan sebanyak-banyaknya. Di antara ketiga 'korban' penggambaran Henna secara brutalisme adalah kawan kuliah saya. :D


 Di sela-sela tugas, mereka dengan ikhlas menyerahkan tangan mereka untuk digambar. :D


Yang tidak mau digambar di tangan, bisa juga di lengan. :D


Puncak jam terbang saya adalah ketika diberi kesempatan mengisi stand Henna di acara SD Tumbuh Yogyakarta bersama Mbak Prima Arimbi. :)





Karya-karya Henna by Jenganten dapat disimak di IG @jenganten
Janjian dan jasa Henna dapat menghubungi nomor yang ada di bio tsb. :D


Saturday, November 21, 2015

[Review] Real Technique Starter Set Brush


Untuk membuat hasil akhir eyeshadow yang bagus, kita perlu kuas yang berkualitas. Soalnya berdasarkan pengalaman, penggunaan kuas itu pengaruh pake bangetz. Saya sering nyobain kuas bawaan eyeshadow, ternyata hasilnya kebanyakan zonk, alias cuman bisa membantu nyolek warna eyeshadow lalu dioles ke kelopak mata. Itu saja. Tapi untuk blending? No no no. Padahal yang namanya blending itu esensial banget di dunia per-eyeshadow-an. Apalagi kalau kamu pengen bikin smokey eyes ala ala.

Tanpa saya harus melebih-lebihkan, punya eyeshadow tapi nggak punya kuas itu sama saja hanya akan menyia-nyiakan kamu punya eyeshadow.

Ada bermacam merk kuas rias mata di luar sana. Dari yang murah made in cina, sampai yang mahal senilai dengan eyeshadow high end. Kalau buat saya, pertimbangan memilih kuas eyeshadow adalah:

1. Bulunya lembut dan mudah 'mengangkat' serbuk eyeshadow.
2. Tidak kasar atau nyelekit ketika kena kulit. Duh, Hayati nggak kuat disakitin kuas, sudah cukup tersakiti! -___-.
3. Mudah untuk memblending.
4. Kuasnya dibuat dari serat sintetis, bukan terbuat dari bulu hewan. Karena dikhawatirkan kalau terbuat dari bulu hewan, yang dipakai adalah hewan tak halal.

Salah satu kuas favorit saya adalah Real Technique. Ada macam-macam jenis kuas RT, ada yang untuk foundation, untuk bedak, blush on, stippling de el el. Kali ini saya akan review yang versi Starter Set.

Tentang Real Technique Starter Set


Real Technique Starter Set adalah set kuas mata yang terdiri dari:
- Base shadow brush
- Brow brush
- Fine liner brush
- Accent brush
- Deluxe crease brush

Apa fungsi masing-masing varian? Yuk cek..

  • Base shadow brush


Base shadow brush digunakan untuk mengaplikasikan eyeshadow. Ukurannya nanggung, nggak besar banget, dan nggak kecil banget. Cocok dipakai setiap saat dan merupakan brush mata yang paling sering saya pakai. Ujungnya lancip, yang mana membuat pengguna lebih mudah menjangkau dan meratakan eyeshadow ke bagian yang diinginkan. Brush ini juga saya pakai sebagai blending brush.


Kuasnya lembut dan tidak menyakiti kulit, tentunya. Bulu-bulunya rapat dan tidak gampang rusak meskipun telah saya cuci berkali-kali.

  • Brow Brush


Sesuai namanya, Brow brush ini digunakan untuk menggambar alis. Tapi nggak cuman alis saja kok. Bisa juga untuk dipakai di bawah mata, atau untuk membuat cut crease. Bentuknya berupa kuas tipis yang memiliki kemiringan di ujungnya agar mudah dipakai untuk menggambar garis. Tapi menurutku ujungnya kok masih terlalu lebar ya, kalau untuk membuat gambar alis? Apalagi kalau pengen bikin garis yang runcing.


Bentuk bulunya agak lebih padat dan keras ketimbang Base shadow brush. Ya cocok sih, karena kan kuas ini untuk menggambar alis, bukan untuk mengoles eyeshadow. Sekarang coba bayangkan kalau kuas buat alis, tapi letoy? Adanya alismu jadi berantakan.. :D

Ohya, karena brow brush ini buat saya masih kurang runcing dan lancip, saya jarang memakai ini untuk menggambar alis. Kalau untuk alis, andalan saya masih tetap pensil deh. Nggak tau kenapa. :D. Brush ini lebih sering saya pakai untuk membuat cut crease atau memberi warna di bagian bawah mata.

  • Accent Brush


Nah ini kuas eyeshadow tetapi memiliki karakter kecill dan detail. Cocok untuk mengaplikasikan eyeshadow yang membutuhkan ketelitian tinggi. Saya suka pakai ini untuk memberi warna di sudut mata.


Kuas Accent brush bersifat kecil-kecil dan padat. Ujungnya runcing membulat. Selain dipakai untuk eyeshadow, bisa juga dipakai untuk mengaplikasikan lipstik.

  • Fine Liner Brush
Fine liner brush digunakan untuk mengaplikasikan eyeliner. Baik itu eyeliner cair ataupun gel (tapi nggak eyeliner pensil ya pliss). Actually, saya belum pernah memakai ini karena kalau mau pakai eyeliner tinggal pakai aplikator bawaan eyeliner. Why? Karena kuas eyeliner itu sekali pakai langsung cuci, kalo enggak, siap-siap aja eyeliner itu mengering di ujung kuas dan menyebabkan kualitas kuas menurun karena kering.




  • Deluxe Crease Brush

Brush yang terakhir ini merupakan yang paling geday di antara lima sekawan. Gunanya adalah untuk mengaplikasikan eyeshadow pada bagian crease mata. Karena besar itu, maka jangkauan eyeshadow juga makin lebar dan besar. Ini cucok banget kalau kamu pengen bikin smokey eyes.



Karakter bulu pada Deluxe crease brush mirip banget dengan Base shadow brush. Hanya saja lebih membulat di ujung dan jumlah bulunya lebih banyak.

Kesan menggunakan Real Technique Starter Set Brush:

1. Simpel, hanya terdiri dari lima brush basic yang sering dipakai untuk mengaplikasikan eyeshadow.
2. Traveling friendly. Kemasannya compact dan ringkas.
3. Bisa digunakan oleh beginner hingga professional MUA. Saya kerap memakainya untuk merias. :D
4. Bulu penyusunnya berkualitas dan mudah untuk dipakai.
5. Ada saluranYoutube khusus dari pemilik Real Technique tentang cara penggunaan kuas. Jadi, kamu nggak bakal bingung gimana cara pakainya.
6. Awet. Saya sudah berpuluh kali mencuci kuas ini, dan bentuknya masih sama seperti baru. Bahkan tulisan di batang brush masih tertulis dengan jelas lho.

Anyway, mempunyai kuas yang bagus itu adalah investasi. Kuas tidak seperti bedak, lipstik, eyeshadow dll yang punya tanggal kadaluarsa dan sewaktu-waktu bisa habis. Asal kita bisa merawat kuas dengan benar, niscaya makin hore deh, kegiatan makeup kamu. :)


Tuesday, November 17, 2015

[Review] Monistat Chafing Relief Powder Gel


Tahukah kamu, bahwa 'primer' di dunia makeup artistry itu bisa dibilang kebutuhan primer? Yess, kamu boleh punya foundation yang berklaim punya daya tahan atau stay power-nya tingkat nasional. Tapi coba sesekali pikirkan juga kondisi cuaca dan iklim Indonesia yang tropis sepanjang tahun dan seringkali cuaca panasnya minta dibikinin jus mangga dingin. Ughh. Slruup. 

Apa hubungan cuaca panas dengan foundation? Jelas ada dong Gaes, kalau cuaca panas, ditambah kulit berminyak, otomatis peluang foundie cepat luntur jadi semakin besar. Elu-elu pasti nggak mau kan kalau baru dandan beberapa saat eh bedak dan dempul-dempul udah meler dan 'berenang-renang' ke mana-mana. Mungkin saking semangatnya itu foundie 'berenang', doi sudah dapet medali olimpiade.

Salah satu alternatif supaya foundation lebih awet dan nempel adalah dengan menggunakan primer. Primer adalah semacam krim yang diaplikasikan setelah pelembap dan sebelum foundation dan bertujuan supaya hasil makeup lebih halus, lebih nempel, dan lebih awet.

Kali ini primer yang akan saya review berjudul Monistat Complete Care Chafing Relief Powder Gel. Di kemasan produk ini memang tidak tertulis 'primer', melainkan Chafing Relief, atau semacam pelindung kulit dari gesekan-gesekan. (((gesekan!))). Krim ini mengklaim dapat membuat lapisan pelindung kulit yang mengantisipasi dari ketidaknyamanan semacam panas, kekeringan, gesekan, dan iritasi setelah bercukur.

Tentang Monistat Complete Care Chafing Relief Powder Gel

Netto: 42 gram
Fungsi utama: melindungi kulit dari panas, kekeringan, gesekan, dan iritasi. Khususnya untuk bagian-bagian kulit yang sensitif. Contohnya bagian pangkal paha, bikini area, bawah lengan, dan belahan dada. Wkwk, ini sedang ngomongin penggunaan untuk yang hobi berjemur di pantai. Kalau secara general, Monistat Chafing Relief digunakan sebagai primer makeup.
Karakter krim: tidak lengket dan tidak diberi pewangi tambahan. (Lady suka!)


Tekstur

Tekstur krim ini seperti gel, tapi yang bikin amazing adalah ketika diaplikasikan ke kulit, jadinya semacam powdery dan langsung melapisi tanpa kerasa lengket. Hilangkan perkiraan bahwa krim ini akan bertekstur creamy dan membuat kulit terasa greasy. No! Cobalah sesekali, dan rasakan perbedaan Monistat dengan gel-gel yang lain.



Cara Pakai

Untuk makeup:
1. Pakai serum dan pelembap dahulu.
2. Pakai Monistat Chafing Relief. Diusapkan merata dan tipis-tipis.
3. Dilanjutkan dengan mengaplikasikan foundation / BB Cream / makeup.

Untuk after shaving: Gunakan setelah bercukur untuk menenangkan kulit yang kemerahan.
Untuk melindungi kulit dari gesekan.

Komposisi

Kesan menggunakan Monistat Chafing Relief Powder Gel

1. Kemasannya simpel, berbentuk tube yang tidak mudah berceceran. Sehingga membuat krimnya lebih higienis karena tidak bersentuhan dengan udara luar.
2. Teksturnya asik banget. Berbentuk gel di awal, tetapi ketika diaplikasikan langsung berubah menjadi powdery dan menempel di kulit.
3. Tidak lengket.
4. Membuat kulit lebih terkesan halus. Krim ini berguna banget ketika kontur wajah yang kita rias cenderung kurang rata (berjerawat atau punya scar bekas jerawat)
5. Membuat aplikasi foundation menjadi lebih nempel. Saya coba untuk memakaikan ini ke hampir semua klien makeup, hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.
6. Multifungsi. Bisa untuk primer, untuk pelindung kulit dan ramah dengan kulit sensitif.




+Andhika Lady Maharsi

Monday, November 2, 2015

[Makeup Job] Oktober 2015

Sepertinya saya mulai mempertimbangkan untuk membuat semacam post bulanan untuk menampung 'wajah-wajah' yang saya rias selama sebulan. Selain untuk memenuhi halaman portopolio, ini juga semacam reminder bahwa saya harus belajar lagi, dan lebih belajar lagi untuk merias. Bulan Oktober kemarin lumayan banyak yang dirias. Namanya juga musim kondangan Cyinnt. Konon katanya bulan-bulan yang berakhiran -ber itu memang jamannya musim kawin. Ada juga yang diwisuda di bulan ini. Yuk mari lihat hasil ngerias bulan Oktober.





Halo November.. :D

Jasa Rias by @jenganten
Yogyakarta & sekitarnya
Wisuda, prewedding, wedding, hijab style, hair style, braid, henna.
email: [email protected]

+Andhika Lady Maharsi