Monday, December 29, 2014

Gallery: Aceh dan Tsunami

Aceh saat ini. Pelabuhan Ule Lheue.
Sepuluh tahun yang lalu, 26 Desember 2004, saudara kita di ujung pula Sumatera terkena hempasan dahsyat ombak Tsunami. Ratusan ribu dinyatakan tewas dalam kejadian ini. Sisanya harus hidup bergantung pada pengungsian. Bencana ini tak hanya jadi sorotan berita nasional, melainkan gema bingarnya sampai ke ujung dunia. Sejenak dunia perberitaan nasional (dan juga internasional) melupakan isu-isu pergerakan gerakan merdeka dari daerah ini. Isu kemanusiaan menjadi paling utama. Setiap bahagian penduduk bumi ini memberikan sumbangsih yang mereka bisa.

Kini Aceh telah banyak berbenah. Meskipun bencana Tsunami tidak mungkin dihapus dari jejak sejarah kota ini, penduduk Aceh tengah beranjak move on dari kesedihan. Bekas-bekas Tsunami dijadikan monumen dan museum. Hampir di setiap masjid, hotel dan tempat umum, selalu dipajang foto-foto kondisi ketika diterjang tsunami. Bahkan di kantor yang saya kunjungi, di pintu masuk dibuat semacam garis setinggi paha orang dewasa yang bertuliskan "ketinggian air Tsunami". Orang Aceh yang pernah saya temui mengatakan "Tidak apa tanah kami terkena hempasan, tapi lihatlah tempat kami, sekarang indah, swadaya dan makmur".


Masjid Baiturrahim, masih teguh berdiri dan menjadi satu-satunya bangunan yang masih utuh ketika diterjang tsunami.

Saturday, December 20, 2014

Vintage atau Retro OOTD

Pada suatu hari, saya terlibat dalam sebuah perdebatan sengit tentang perbedaan pengertian vintage dan retro. Kemudian saya Googling. Halaman demi halaman saya buka satu per satu. Halaman pertama yang saya buka mengatakan, perbedaan vintage dan retro ada pada kurun waktunya. Vintage menggambarkan budaya dan hal-hal yang berbau jaman tahun 20-60an. Sedangkan retro agak lebih muda sedikit, yaitu tahun 70an. Baiklah, saya paham pada pendapat pertama.

Pendapat kedua lain lagi. Menurut golongan ini, letak perbedaan vintage dan retro ada pada nilai sejarah sebuah barang. Vintage, artinya barangnya memang dibuat dari jaman dulu, dengan gaya jaman dulu. Misalnya kamu memakai rok A-line milik nenekmu yang lahir tahun 50an, maka rok yang kamu pakai adalah jenis vintage. Sedangkan retro artinya adalah barang bergaya jadul, namun dibuat pada jaman sekarang. Contoh kasusnya, semisal kami memakai topi cloche gaya 20-an, tapi made in China tahun 2013, topi yang kamu pakai adalah jenis retro. Kamu nggak bisa melabeli sebuah barang sebagai vintage, kecuali memang dibuat pada jamannya. Barang vintage sudah pasti antik, tetapi barang retro belum tentu. Pendapat kedua, saya juga paham.

Buat saya, perbedaan itu nggak begitu penting. Saya mengacu pada istilah yang lazim digunakan masyarakat saja. Yaitu kebanyakan dari kita menyebut pakaian old style sebagai vintage. Karena di kuping saya cukup aneh juga, kalau kita menyebut 'Eh bajumu retro banget', kebanyakan bilangnya pasti 'Suka sama model vintage baju kamu'.

Ini contoh model dan gambar vintage-vintage yang saya ambil dari Google:

Baju vintage. Sumber 

Sunday, December 7, 2014

Selamat Wisuda, Mifta, M.Pd & Niluh, M.Pd

Layaknya hari Sabtu seperti biasanya, tapi pagi kali ini beda. Saya bangun lebih pagi sekitar jam 3.00 untuk merias sahabatku, Mifta dan temannya, Niluh. Mifta adalah kawan saya semasa KKN, doi lulus S1 3,5 tahun dan langsung dapet beasiswa S2 dari kampus. Sekarang sudah menikah dan sedang hamil 3 bulan.

Kayaknya asik nih, wisuda lagi hamil dan ditemenin sama suamik. Ceilahh...

Nah, pendek kata, saya senang ahirnya dimintai untuk membantu merias dia saat wisuda. Memang saya belum pernah secara resmi membuka jasa rias-riasan/MUA-MUAan, tapi alhamdulillah hampir selalu aja ada yang minta diriasin ketika acara-acara seperti ini. Biasanya temen-temen lama, atau temen-temennya si temen. #temenception

Niluh dan Mifta