Wednesday, April 30, 2014

Kartini Day OOTD Kebaya

Beberapa waktu lalu, kantor tempat saya bekerja mengadakan acara Kartini Day di tanggal 21 April. Semua orang di kantor diwajibkan pakai baju adat Indonesia. Kebayang kan gimana serunya, yang cowok banyak yang pake blangkon -karena gampang nyarinya sih, tinggal jruenggg ke Malioboro udah bisa dapet blangkon segala jenis-. Lalu yang cewek nggak mau kalah ribetnya pake kebaya, sirkam, hijab, sanggul, endesbey, endesbey. Pokoknya udah kayak anak TK aja deh, bedanya, kalo anak TK yang ribet ortunya, kalo orang dewasa yang Kartinian, mereka ngeribetin dirinya sendiri. :p

Walaupun sampai saat ini saya belum begitu paham korelasi antara perayaan perjuangan Kartini versus ramai-ramai pakai baju adat ke institusi perkantoran dan pendidikan. Tapi meskipun begitu saya tetep senang kalo dalam satu tahun ada sebuah hari dimana kita bisa berkumpul dengan kawan-kawan dan mengenakan baju daerah masing-masing. 

Saya di acara Kartini Day kemarin, selain pakai baju adat tentunya, juga dikasih kesempatan buat ngiringin lagu Ibu Kita Kartini pada lomba paduan suara -lebih tepat disebut lomba jelek-jelekan suara sebenernya. LOL- pakai keyboard. Ada juga lomba masak, lomba Kartini-Kartono yang paling stylish dan acara nyanyi-nyanyi diiringi Byte Band. Ini ootd plus kegiatan seru-seruan kami kemarin:


Wednesday, April 23, 2014

Inez Beauty. Deep Cleansing Clay Mask

Ada banyak jenis masker yang beredar di pasaran, di antaranya masker clay, masker peel off, masker scrub, dan spesies-spesiel masker lainnya. Setiap jenis masker diciptakan untuk tujuan yang berbeda-beda. Misalnya masker scrub, selain untuk menutrisi kulit, juga diciptakan untuk membantu meluruhkan sel kulit mati. Masker peel off, yang cara penggunaannya menyenangkan sekali, terutama ketika menguliti (belum nemu istilah yang pas, cek saja salah satu review masker peel off saya di sini), dibuat untuk membantu mengurangi kulit kusam. Adapun masker clay, dibuat untuk membersihkan kulit secara lebih mendalam. Kulit berminyak dan berpori-pori besar kayak saya, biasanya cocok memakai masker bertekstur clay karena masker jenis ini mampu membersihkan hingga jauh ke dalam pori. 

Nah, kemarin saya mencoba masker Inez ini: 



Kemasannya simple dengan signature tutup warna biru khas Inez. Tulisan di kemasan juga nggak neko-neko. Masker ini tidak menuliskan janji-janji muluk yang biasa tertulis dalam kemasan produk kosmetik semisal "Dapatkan kulit putih dalam dua jam", "Menghilangkan jerawat dalam hitungan detik", "Membuat kulit cerah bersinar, flawless, putih seperti perempuan Nigeria", "Dibuat dengan khasiat susu tapir dari Brazil yang terbukti mampu melawan garis penuaan" dsb.

Monday, April 14, 2014

Tips-tips Makeup yang Nggak Selalu Berhasil

Banyak tips-tips makeup bertebaran di dunia internet. Baik yang dishare oleh beauty blogger, Pinterest, Instagram, web-web kecantikan, atau macem-macem deh, tergantung seberapa tersesatnya kita nyari link demi link. Namun nggak semua tips-tips itu efektif dilakukan. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum percaya dengan tips begitu saja.

"You can't marry a man you just met" - Elsa the Queen of Arendalle -
sama kayak,
"You can't just try new tips by looking at one page" - Anonim -
Baiklah, abaikan saja. LOL

Jadi ceritanya saya nyoba dua tips makeup, beberapa percobaan, berhasil dengan baik. Tapi kemudian saya menemui kendala yang akhirnya malah jadi runjemm. Hehe.

1. Membersihkan kuas menggunakan EVOO dengan cara diusrek-usrek.

Saya pernah baca tips membersihkan eyeliner dengan cara yang gampang banget dilakukan. Caranya adalah tuangkan EVOO di telapak tangan, lalu usrek-usrekkan kuas ke EVOO. Kemudian basuh dengan air dan ulangi gerakan pertama dengan cairan sampo atau sabun pembersih yang lembut. Pertama-tama saya coba lakukan dengan kuas kecil eyeliner Masami Shouko. Berhasil! Sungguh deh, tips ini sangat keren untuk meluruhkan sisa-sia eyeliner yang mengering di ujung kuas.

Bahan yang dipakai: EVOO dan sampo anak-anak.
Taraaa, kuasnya langsung bersih kayak habis mandi.